Anda di halaman 1dari 8

Cara kerja komponen AC

a. Compressor
Compressor terbagi menjadi dua bagian, yaitu :CompressorKopling magnet (Magnetic Clutch)

Compressor
Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran kompresor ini akan
menggerakkan piston/vanedan gerakan piston/ vane ini akan menimbulkan tekanan bagi refrigerant
yang berbentuk gas sehingga tekanannyameningkat yang dengan sendirinya juga akan
meningkatkan temperaturnya.Jenis kompresor ini dapat dipilahkan seperti dibawah ini :
Tipe Crank
Tipe Reciprocating
Tipe Swash plate
Tipe Rotary
Tipe Through vane
Tipe Reciprocating mengubah putaran crankshaft menjadi gerakan bolakbalik pada piston.
Tipe Crank

Pada tipe ini sisi piston yang berfungsi hanya satu sisi saja, yaitu bagian atas. Oleh sebab itu
padakepala silinder (valve plate) terdapat dua katup yaitu katup isap (suction) dan katup
penyalur(discharge). Lihat gambar mekanis kompresi.

Pada langkah turun, refrigerant masuk kedalam ruang silinder dari evaporator, dan pada
langkah naik refrigerant keluar dari ruang silinder menuju ke condenser dengan tekanan meningkat
dari 2,1 kg/cm2 menjadi 15 kg/cm2yang mengubah temperatur dari 0C menjadi 70C.
Tipe swash plate

Terdiri dari sejumlah piston dengan interval 72 untuk kompresor 10 silinder dan interval 120
untuk kompresor 6silinder. Kedua sisi ujung piston pada tipe ini berfungsi, yaitu apabila salah satu
sisi melakukan langkah kompresimaka sisi lainnya melakukan langkah isap.
Tipe through vane

Tipe through vane ini terdiri atas dua vane yang integral dan saling tegak lurus. Dan bila
rotorberputar vane akan bergeser pada arah radial sehingga ujung-ujung vane akan
selalubersinggungan dengan permukaan dalam silinder. (lihat bagan gambar mekanis kompresi)
Ilustrasi gambar:
Adalah langkah awal isap dimana refrigerant masuk melalui lubang isap.1.Akhir langkah isap dimana lubang
pengisapan telah tertutup.2.Awal langkah kompresi dimana refrigerant mulai dikompresi kan untuk menaikkan
tekanan.3.Langkah kompresi penuh.4.Langkah penyaluran / pengosongan refrigerant dari silinder ke saluran keluar
menuju ke condenser melaluikatup tekan (discharge valve)5.Penyaluran refrigerant selesai, ruang vane akan
memulai dengan awal langkah isap lagi.6.Pada aktualnya through vane yang membentuk empat ruang, bekerja
secara bergantian, sehingga proses diatasakan berjalan terus menerus secara berkesinambungan.

b. kopling magnet (magnetic cluth)

Kopling magnet adalah perlengkapan kompressor yaitu suatu alat yang dipergunakan
untukmelepas dan menghubungkan kompressor dengan putaran mesin. Peralatan intinya adalah :
Stator,rotor dan pressure plate. Sistem kerja dari alat ini adalah elektro magnetic.
Cara kerjanya :
Puli kompressor selalu berputar oleh perputaran mesin melalui tali kipas pada saat mesin hidup.
Dalam posisiswitch AC off, kompressor tidak akan berputar, dan kompressor hanya akan berputar
apabila switch AC dalamposisi hidup (on) hal ini disebabkan oleh arus listrik yang mengalir ke stator
coil akan mengubah stator coilmenjadi magnet listrik yang akan menarik pressure plate dan bidang
singgungnya akan bergesekan dan salingmelekat dalam satu unit (Clutch assembly) memutar
kompresor.
Konstruksi :
Puli terpasang pada poros kompressor dengan bantalan diantaranya menyebabkan puli dapat
bergerak denganbebas. Sedang stator terikat dengan kompressor housing, pressure plate
terpasang mati pada poros kompresor
Tipe kopling magnet

Condensor

Refrigerant yang masuk kedalam condenser oleh karena tekanan kompresor masih dalam
bentuk gas dengantemperatur yang cukup tinggi (80C).Temperatur yang tinggi dari refrigerant yang
berada dalam condenser yang bentuknya berliku-liku akanmengakibat kan terjadinya pelepasan
panas oleh refrigerant. Proses pelepasan panas ini di permudah denganadanya aliran udara baik
dari gerakan mobil maupun isapan fan yang terpasang di belakang condenser. Semakinbaik
pelepasan panas yang di hasilkan oleh condenser se makin baik pula pendinginan yang akan
dilakukan olehevaporator.Pada ujung pipa keluar condenser refrigerant sudah tidak berbentuk gas
lagi akan tetapi sudah berubah menjadirefrigerant cair dengan temperatur 57C (cooled liquid).
Recifer/dryer

Refrigerant dari condenser masuk ke tabung receifer melalui lubang masuk (inlet port),
kemudianmelalui dryer, desiccant dan filter refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar
(outlet port)menuju ke expansion valve. Dryer, desiccant maupun filter berfungsi untuk mencegah
kotoran yangdapat menimbulkan karat maupun pembekuan refrigerant terutama pada expansion
valve yangmana akan mengganggu siklus dari refrigerant.
Bagian atas dari receifer/dryer disediakan gelas kaca (sight glass) yang berfungsi untuk melihat
sirkulasirefrigerant.
Expansion valve

Oleh karena fungsi dari expansion valve ini untuk mengabutkan refrigerant kedalam
evaporator,maka lubang keluar pada alat ini berbentuk lubang kecil (orifice) konstan atau dapat
diatur melaluikatup (valve) yang pengaturannya menggunakan perubahan temperatur yang
dideteksi oleh sebuahsensor panas. Berdasarkan pengaturan pengabutan ini expansion valve
dibedakan menjadi :
Expansion valve tekanan konstanExpansion valve tipe thermalPada gambar diatas adalah cara
kerja expansion valve tipe thermal.Pembukaan valve sangat bergantung dari besar kecilnya
tekanan Pf dari Heat sensitizing tube. Bila temperaturlubang keluar (out let) evaporator dimana alat
ini ditempelkan meningkat, maka tekanan Pf > dari tekanan Ps +Pe, maka refrigerant yang
disemprotkan akan lebih banyak. Sebaliknya bila temperatur lubang keluar (out let)evaporator
menurun maka tekanan Pf < Ps + Pe, maka refrigerant yang disemprotkan akan lebih sedikit.
Ps : tekanan pegas
Pe : tekanan uap didalam evaporator
Evaporator

Perubahan zat cair dari refrigerant menjadi gas yang terjadi pada evaporator akan berakibat
terjadipenyerapan panas pada daerah sekelilingnya, udara yang melewati kisikisi evaporator
panasnyaakan terserap sehingga dengan hembusan blower udara yang keluar keruang kabin mobil
akanmenjadi dingin.
Ada tiga jenis evavprator yang terbuat dari aluminium yaitu:
Siklus pendingin AC

Siklus Pendinginan Air Conditioners merupakan suatu rangkaian yang tertutup.


Siklus pendinginan yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut
a. :Kompresor berputar menekan gas refrigerant dari evaporator yang bertemparatur tinggi,
denganbertambahnya tekanan maka temperaturnya juga semakin meningkat, hal ini
diperlukan untuk mempermudahpelepasan panas refrigerant.
b. Gas refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi masuk kedalam kondenser. Di
dalam kondenser ini panas refrigerant dilepaskan dan terjadilah pengembunan sehingga
refrigerant berubah menjadi zat cair.
c. Cairan refrigerant diatampung oleh receifer untuk disaring sampai evaporator membutuhkan
refrigerant.
d. Expansion valve memancarkan refrigerant cair ini sehingga berbentuk gas dan cairan yang
bertemperatur danbertekanan rendah.
e. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir kedalam evaporator untuk
mendinginkan udara yangmengalir melalui sela-sela fin evaporator, sehingga udara tersebut
menjadi dingin seperti yang dibutuhkanoleh para penumpang mobil.
f. Gas refrigerant kembali kekompresor untuk dicairkan kembali di condenser.

Pressure Switch
Presure switch ini berfungsi untuk mengontrol tekanan yang terjadi pada sisi tekanan tinggi, bila tekanan
siklusrefrigerant terlalu berlebihan, baik terlalu tinggi (27 kg/cm2) maupun terlalu rendah (2,1 kg/cm2) maka
secaraotomatis akan menyetop switch sehingga magnetic clutch menjadi off. Kondisi tekanan yang tidak normal ini
akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada berbagai komponen yanglain.Letak pressure switch ada diantara
receifer dan expansion valve
Tipe Pressure switch ini ada dua macam yaitu :
Tipe dual, yang meng gunakan satu switch untuk dua keadaan yaitu terlalu tinggi atau terlalu
rendah Tipe single,dengan switch terpisah.

Sistem Kerja AC
AC mobil terdiri dari beberapa bagian yang cara kerjanya saling berhubungan satu dengan yang
lainnya, adapun bagian-bagian Ac tersebut adalah sebagai berikut :
1. Compresor
2. Condensor.
3. Filter Dryer.
4. Katup expansi.
5. Evaporator.

1. Compresor.
Compresor adalah jantung dari system peredaran AC mobil dan tugas compresor adalah untuk
menjalankan freon ke seluruh bagian AC mobil serta menghisapnya kembali. Pada bagian ini
compresor memiliki 2 fungsi yakni memberikan tekanan dan menghisapnya kembali tekanan yang
telah diberikan dari saluran tekan.
Jika compresor sudah lemah maka udara yang keluar dari AC akan terasa kurang dingin, dan itu
akan dapat dilihat dari alat bantu untuk melihat tekanan pada AC (manometer).
Jika compresor masih baik atau masih layak pakai maka tekanan pada manometer untuk hisap
berkisar antara angka 25-35PSi, dan pada bagian tekan berkisar antara angka 200-250PSi. Adapun
compresor yang saat ini beredar di pasaran tanah air terdapat 2 merk ternama yaitu Denso (ND),
dan Sanden (SD).

2. Condensor
Condensor adalah bagian dari system sirkulasi AC mobil setelah compressor, bagian ini berfungsi
untuk mendinginkan freon yang akan dialirkan kedalam evaporator, dan prinsip kerja condensor ini
adalah menghisap dingin untuk mengeluarkan panas, maka bagian condensor ini jika disentuh
dengan tangan akan teras panas.
Pada bagian condensor ini freon yang tadinya berbentuk uap dan ditekan oleh compresor akan
berubah menjadi cair. ini disebabkan karena freon mengalami proses kondensasi atau pending
nan.

3. Filter Dryer
Setelah condensor, freon akan melalui tahap penyaringan sekaligus pengeringan dari uap air, untuk

tugas ini alat yang berfungsi adalah filter dryer. Filter dryer ini bagian yang cukup penting dalam
system sirkulasi pada AC mobil,
karena alat ini berfungsi menyaring semua kotoran yang ada pada system, oleh karena itu
disarankan untuk mengganti filter dryer pada saat kendaraan anda mencapaijaarak tempuh 20.000
km.
Apa yang akan terjadi jika filter dryer tidak diganti pada waktunya?
Jika filter dryer sudah usang dan sudah terlalu banyak menampung kotoran, maka alat ini menjadi
tidak berfungsi lagi sehingga seluru sistim sirkulasi akan dipenuhi oleh kotoran, sehingga akan
mengakibatkan kerusakan pada compressor. waduh padahal compressor itu kan mahal......tapi
jangan khawatir di pasaran ada bengkel AC yang menyediakan Compressor rekondisi/second, tapi
anda harus hati-hati jangan mudah percaya pada penawaran bengkel-bengkel yang anda belum
ketahui benar reputasinya...kecuali jika bengkel memberikan Garansi!!

4. Katup Expansi
Alat ini berfungsi untuk merubah freon dari bentuk cair menjadi gas, umumnya jarang sekali
ditemukan kerusakan pada alat ini, dan apabila terjadi kerusakan sudah dapat dipastikan bahwa ini
disebabkan karena Filter Dryer sudah tidak berfungsi lagi alias usang.
Katup expansi pada umumnya memiliki 2 bentuk, yakni kotak/persegi dan satunya menyerupai
bentuk siku.
Untuk Expansi yang berbentu kotak/persegi pada umumnya lebih pendek usiapakainya, ini
disebabkan pada bentuk ini tidak terdapat sensor sehingga jumlah Freon yang masuk kedalam
evaporator tidak terkontrol.
Untuk Expansi yang berbentu siku pada umumnya memiliki usia pakai lebih panjang jika tidak
tersumbat kotoran, itu disebabkan karena pada Expansi jenis ini memiliki sensor pada bagian
belakang untuk mengatur jumlah banyaknya freon yang akan masuk ke Evaporator, sehingga dapat
mencegah terjadinya pembekuan.
5. Evaporator
Evaporator adalah bagian pada Ac mobil yang berfungsi untuk mengeluarkan hawa sejuk ke dalam
kabin mobil.

Prinsip kerja evaporator adalah menyerap hawa panas untuk mengeluarkan hawa dingin, atau
kebalikan dari fungsi condenser. Jumlah panas yang diserap oleh evaporator harus sama dengan
jumlah hawa dingin yang diserap oleg condenser.

Jika tidak terjadi keseimbangan itu maka system AC mobil anda akan terasa kurang maksimal.
Pada umumnya evaporator dibersihkan dalam jangka waktu 1 tahun atau 20.000 km

dan disertai dengan penggantian Filter Dryer.


Apa yang terjadi jika evaporator tidak dibersihkan pada waktunya?
Berikut ini adalah gejala akibat evaporator yang tidak terawat dengan baik :
1. Hembusan angin dari AC ke dalam kabin akan terasa kecil.
2. Tercium bau yang kurang sedap saat pertama kali AC dihidupkan.
3. Terjadi pembekuan pada Evaporator.
4. Selang-selang pada bagian evaporator mengalami keropos.
IDLE UP DIAPHRAGMS
AC, parts

Part ini berperan pada pengaturan RPM IDLE UP, ber tujuan menaikkan
putaran mesin saat AC dinyalakan kemudian terjaga pada angka tertentu
mis 1000 rpm .
Posisi : disebelah kanan karburator (anda menghadap mesin),buka dulu filter udara.
Kegagalan fungsinya menyebabkan :
1. RPM idle-up ( saat AC nyala ) susah di-setel
2. RPM drop saat AC nyala
Solusi :
GANTI BARU, pasang sendiri GAMPANG
Penyebab :
Elastisitas karet DIAFRAGMA berkurang, alias keras
Harga part Rp.150.000