Anda di halaman 1dari 8

Rangkuman Training Hari I

I.

Arsitektur DCS Centum VP

II. Perangkat Keras DCS

HIS (Human Interface Station) - Workstation

HIS mempunyai dua fungsi yaitu sebagai Operator Workstation dan Engineering Workstation.
HIS Operator Workstation
Merupakan Interface antara DCS dan Operator
Monitoring terpusat dari plant
Menyajikan informasi plant terkini kepada operator menggunakan graphical user interface
Menerjemahkan instruksi operator terhadap mesin
Memungkinkan operator untuk melakukan
Pemantauan
Supervisory
Alarm Handling
Reporting
Maintenance
HIS Engineering Workstation
Merupakan Interface antara DCS dan Engineer
Memungkinan pembangunan sistem dan maintenance perangkat lunak DCS
Engineering Development Station

Tuning Parameter

Switches

Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antarkomputer dalam jaringan dan mampu untuk
mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana.
Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang
adahingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga
sering dikenal dengan nama repeater )

FCS (Field Control Station) - Controller

Field Device (transmitter)

Transmitter

wireless Transmitter

III. Komunikasi pada DCS


Field Communication
Analog (4-20 mA)
Komunikasi antara Field Device (transmitter) dengan controller menggunakan kabel tembaga biasa dan menggunakan sinyal analog
standar Industri 4-20 mA. Sinyal ini merupakan sinyal hasil pengukuran yang telah dikonversi oleh transmitter menjadi sinyal listrik 420 mA. Misalkan pengukuran temperatur memiliki range pengukuran 20C hingga 100C maka dalam konversi ke sinyal listrik menjadi
4-20 mAyang berarti ketika temperatur 20C maka sinyal analognya adalah 4 mA dan ketika maksimum 100C maka sinyal analognya
adalah 20 mA. Perubahan sinyal analog linear terhadap perunahan temperatur.
HART (4-20 mA)
HART merupakan singkatan dari Highway Addressable Remote Transducer yang bisa diterjemahkan sebagai Transducer yang berada
pada remote area (Jauh). HART adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Rosemount yang dibuat berdasarkan standar
komunikasi Bell202. HART merupakan open protokol yang berarti dapat digunakan dan dikembangkan oleh siapapun. HART memiliki
dua modulasi sekaligus dalam komunikasinya yaitu menggunakan analog (4-20 mA) dan digital yaitu FSK (Frequency Shift Keying).
Protokol HART menggunakan sinyal analog 4-20 mA dari hasil konversi pengukuran pada Transmitter. Selain itu protokol HART juga
menggunakan modulasi digital untuk berkomunikasi dengan cara mengirimkan data serial yang di modulasi dengan FSK (Frequency
Shift Keying). data Analog di konversi kedalam digital kemudian dikirimkan melalui serial line dan dimodulasi. Sebelumnya, FSK adalah
sebuah metode penyisipan data melalui gelombang sinyal dengan cara menyisipkan frekuensi. pada komunikasi HART, Frekuensi yang
digunakan adalah 2200 Hz dan 1200Hz. frekuensi2200Hz diterjemahkan sebagai 0 dan 1200Hz diterjemahkan sebagai 1. Dengan
metode komunikasi digital dengan kode-kode yang sudah menjadi standart maka informasi tentangDevice Identification, Status &
Diagnostic Alerts, Calibration information dapat dibawa dari lapangan ke sistem kontrol. Sehingga abnormality device, calibration
record dapat diketahui oleh control room. Sedangkan abnormality proses masih tetap merefer ke data proses variabel analog 4-20 mA.

Catatan: 4-20mA bukanlah HART protokol melainkan Analog Signaling Standard (juga terdapat 10-50mA), dan HART menggunakan
4-20mA untuk salah satu signaling nya.

Modulasi FSK dilakukan pada Arus (I) dengan amplitudo +0,5 mA dan -0,5 mA atau pada tegangan (V) 300-500 mV seperti yang
diperlihatkan pada ilustrasi di bawah ini :

FieldBus
Konsep paling mendasar dari Teknologi Fieldbus adalah pendistribution fungsi kontrol pada Networks. Jika teknologi terdahulu seperti
PLC memperkenalkan centralized control demikian juga DCS yang mendasarkan pada pendistribusian fungsi kontrol sistem terdelegasi
untuk unit tertentu, maka fieldbus adalah system yang benar-benar mendistribusikan fungsi kontrol pada network setiap loop. Tujuan

utama dari sistem ini adalah untuk mengurangi resiko fault pada banyak loop yang diakibatkan faulty satu loop saja. Fungsi kontrol
dapat dijalankan oleh transmitter atau linking device, atau dapat juga control valve. Kerusakan PID logic pada satu loop device sangat
tidak berpengaruh kepada loop lain. Keuntungan lain dari penggunaan teknologi fieldbus adalah pengurangan jumlah routing cable.
Tidak ada multipare cable lagi yang digunakan sebagaimana sistem konvensional. Junction Box ke Marshalling Panel hanya
dihubungkan oleh single pair twisted cable. Karena addressing system yang dilakukan oleh fieldbus memungkinkan banyak device
dapat berkomunikasi melalui satu pair cable. Penggunaan twisted pair ini adalah untuk mengurangi interferensi signal.
Transmitter dengan kemampuan fieldbus sebenarnya tidak diperlukan lagi setting kalibrasi signal untuk melakukan linearisasi
transmitter. Yang dimaksudkan di sini adalah jika dibandingkan dengan HART yang memerlukan setting Zero is 4 mA and Maximum is
20 mA kemudian dilakukan linearisasi 25%, 50%, 100% maka Foundation Fieldbus tidak memerlukan kegiatan ini. Yang diperlukan
dalam fieldbus adalah kalibrasi sensor bahwa 0 Barg harus terkirim data 0 Barg pula. Begitu pula 100 Barg harus terkirim data digital
100 Barg. Begitu seterusnya tanpa perlu melakukan linearisasi, karena linearisasi hanya ada dalam teknologi analog.
Data oleh fieldbus dikirimkan melalui data digital 0 and 1 yang diambil dari data increasing dan decreasing dari gelombang square dari
voltage yang dihasilkan oleh Bus Power melalui kabel H1. Pengambilan data pada puncak dan lembah dari gelombang kotak untuk
menunjukkan 1 dan 0 sebagaimana teknologi digital lama tidak digunakan di fieldbus karena rawan terhadap interferensi. Bus Power
rata-rata pada range rating 24-32 VDC. Terkhusus pada bus power yang dihasilkan oleh Yokogawa Fieldbus adalah 27 VDC. Pada level
komunikasi lebih tinggi antar module pengontrol fieldbus menggunakan jaringan ethernet yang dikenal sebagai HSE (High Speed
Ethernet). Untuk mengkomunikasinya dengan intranet atau internet bisa saja dilakukan melalui gateway.
Kelemahan tapi mungkin dapat juga disebut kelebihan, bahwa Fieldbus terlalu software base. Seorang teknisi yang sudah terbiasa
melakukan troubleshoot secara kasatmata dengan membandingkan signal 4-20 mA pada device dan action seharusnya didapat dari 420 mA maka sekarang teknisi tidak dapat berbuat banyak. Semuanya tergantung dari Software Engineer yang harus melakukan
download, configure, autocalibration, dlsb. Teknisi hanya akan membandingkan besaran proses dengan data yang diterima oleh screen
workstation. Jika terdapat deviasi maka semua dikembalikan ke software engineer untuk melakukan adjustment signal.
Digital
I/O digital (Field Device) dihubungkan dengan kontroller menggunakan sinyal discreate 0 sebagai LOW/OFF/0 dan 24 VDC sebgai
HIGH/ON/1. Sebagian controller seperti PLC menggunakan sinyal digital 0 dan 5 V. Field Device dengan sinyal seperti ini hanya
digunakan untuk ON-OFF Kontrol Saja.

Network Communication
Vnet/IP
Vnet/IP merupakan jaringan kontrol dengan dengan kecepatan tinggi yang mengacu pada standar komunikasi IEEE 802.3 dan TCP/IP.
Sistem ini dirancang sebagai Duplexed Network, Vnet /IP melakukan komunikasi terbuka menggunakan 2 sistem komunikasi Bus 1 dan
Bus 2, dan berbagai variasi standar protokol pada komunikasi kontrol dan ethernet. Ketika melakukan konfigurasi, sistem ini dapat
menggunakan perangkat komunikasi Ethernet yang tersedia secara komersial. Sistem ini dapat men-support transmisi hingga 1 Gbps

dan 100 Mbps. Vnet/IP mempunyai 2 jalur komunikasi yang independen yaitu control Communications dan open Communications.
Control Communications merupakan komunikasi untuk transfer control data. Sedangkan open Communications adalah komunikasi
yang menghubungkan berbagai device yang menggunakan berbagai jenis protokol standar Ethernet.
Dalam kondisi Normal, Bus 1 digunakan untuk control Communications dan Bus 2 digunakan untuk opne Communications. Jika Bus
1gagal, control Communications dilakukan menggunakan Bus 2. Pada kasus ini, karena open Communications juga dilakukan melalui
Bus 2 maka kedua komunikasi terjadi bersama sama dalam Bus 2. Oleh karena itu untuk mengamankan bandwith untuk control
Communications maka Bandwith untuk akan terbatas.

ISA 100.11a Wireless Communication


Standar komunikasi secara nirkabel yang dikeluarkan oleh Iternational Society of Automation (ISA) yang mengacu pada protokol standar IEEE
802.15.4 (Yang Ahli Isa100.11a : Riza Nuari, Doi Sempet mau TA ini, udah belajar banyak)