Anda di halaman 1dari 31

1

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Inovasi dalam bidang teknologi berkembang dengan cepat dan selaras dengan
perkembangan karakteristik masyarakat modern yang serba instan, membuat
kebutuhan akan alat transportasi semakin meningkat. Sejalan dengan mudahnya
masyarakat mendapatkan alat transportasi maka semakin mudah pula kecelakaan
terjadi oleh karena itu sebaiknya sistem keamanan jalanpun semakin ditingkatkan,
khususnya sistem keamanan untuk daerah pegunungan dan perbukitan yang rawan
akan kecelakaan. Hal tersebut lah yang mendasari penulis dalam pembuatan alat
untuk Pengaplikasian Sistem Keamanan Jalan Untuk Daerah Pegunungan
Dengan Menggunakan LDR dan Saklar Sentuh.
Aplikasi keamanan tersebut akan disusun oleh dua buah blok rangkaian
elektronik yakni rangkaian lampu otomatis pembatas jurang dengan menggunakan
LDR dan rangkaian alarm dengan menggunakan saklar sentuh. Rangkaian lampu
otomatis pembatas jurang merupakan penerapan dari sensor cahaya yang akan hidup
bila hari mulai gelap, lampu-lampu ini akan menjadi tanda pembatas jurang bagi para
pengguna jalan didaerah pegunungan pada malam hari atau ketika hari mulai gelap
sedangkan rangkaian alarm saklar sentuh merupakan aplikasi dari alarm sentuh yang
apabila sensor tersebut mendapat sentuhan akan berbunyi namun kali ini penulis
membuat pengaplikasiannya pada sebuah saklar yang diganti dengan plat besi maka
apabila plat besi tersebut mendapat sentuhan, alarm tersebut akan berbunyi. Hal ini
dapat dianalogikan apabila ada kendaraan yang jatuh dari jurang dan menyentuh plat
tersebut maka alarm pada stasiun pemantauan akan berbunyi.
Dengan diaplikasikannya kedua rangkaian tersebut pada sistem keamanan
jalan, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan pada alat transportasi
khususnya alat transportasi darat.

2
1.2 Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari pembuatan alat ini :
Untuk realisasi dari pembelajaran mengenai prinsip kerja rangkaian dengan
sensor LDR dan saklar sentuh sebagai sensor
Untuk lebih memahami mengenai prinsip kerja IC 555 dan komponenkomponen yang digunakan dalam rangkaian dengan LDR dan Saklar Sentuh.
Agar dapat mengaplikasikan rangkaian dengan LDR dan Saklar Sentuh dalam
sistem keamanan jalan.
Manfaat penulisan adalah :

Mengetahui dan memahami prinsip kerja dari rangkaian LDR


dan alarm Saklar Sentuh

Memanfaatkan ketepatan teknologi dalam bidang elektronik

1.3 Pembatasan Masalah


Mengingat masalah yang dibahas dalam alat ini cukup luas serta keterbatasan
pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki, maka penulis merasa sangat perlu
untuk membatasi masalah yang akan dibahas dalam penulisan ini. Sesuai dengan
judul yang diambil, maka di dalam proposal ini penulis akan membahas tentang
Aplikasi dari rangkaian LDR dan Saklar Sentuh.

II. TEORI DASAR


1.Resistor
Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk
menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua
salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit


elektronik dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan.
Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat
resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium)
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang
dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan
induktansi.Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit
cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit,
resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat
memboroskan daya.
1.1 Satuan
Ohm (simbol: ) adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama
George Simon Ohm. Biasanya digunakan prefix miliohm, kiloohm dan megaohm
1.2 Penandaan resistor
Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan
resistansi. Resistor pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk
dapat ditandai, biasanya resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil
untuk dapat ditandai. Kemasan biasanya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau,
walaupun begitu warna lain juga mungkin, seperti merah tua atau abu-abu.

4
Resistor awal abad ke-20 biasanya tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk
menutupi seluruh badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah
satu ujung, dan sebuah titik (atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga.
Aturannya adalah "badan, ujung, titik" memberikan urutan dua digit resistansi dan
pengali desimal. Toleransi dasarnya adalah 20%. Resistor dengan toleransi yang
lebih rapat menggunakan warna perak (10%) atau emas (5%) pada ujung lainnya.
1.2.1 Identifikasi empat pita
Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering
digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor.
Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga
merupakan pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan
pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang pita kelima
menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna
sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 10 4 = 560 k 2%.
Deskripsi yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita
kedua, biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita
ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang menambahkan empat nol di belakang 56,
sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk toleransi 2%, memberikan
nilai 560.000 pada keakuratan 2%.

5
Tabel 1. Kode Warna Resistor

Warna

Pita pertama Pita kedua

Hitam
Cokelat
Merah
Oranye
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Abu-abu
Putih
Emas
Perak
Kosong

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pita ketiga Pita keempat Pita


(pengali)
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
10-1
10-2

kelima

(toleransi)

(koefisien suhu)

1% (F)
2% (G)

100 ppm
50 ppm
15 ppm
25 ppm

0.5% (D)
0.25% (C)
0.1% (B)
0.05% (A)
5% (J)
10% (K)
20% (M)

1.2.2 Identifikasi lima pita


Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%,
0.25%, 0.1%), untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama
menunjukkan harga resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah
toleransi. Resistor lima pita dengan pita keempat berwarna emas atau perak kadangkadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat
adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.

1.3Macam-macam resisitor
Berdasarkan jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya, resistor
dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain resistor kawat, resistor arang, resistor
oksida logam, resistor film, resistor karbon, dan banyak lagi jenis lainya. Namun

6
dalam praktek perdagangan di pasaran, resistor hanya di bedakan menjadi resistor
tetap (fixed resistor) dan resistor tidak tetap (variable resistor)
1. Resistor/tahanan tetap
Yaitu resistor yang nilainya sudah tetap, tidak bisa diubah-ubah.
Fungsi :
- Pembagi tegangan.
- Memperkecil arus.
- Memperbesar dan memperkecil tegangan.
2. Resistor/tahanan tidak tetap ( variable )
Contoh : potensiometer , trimmer , tahanan geser.
Fungsi :
- Sebagai pengatur volume ( mengatur besar kecilnya arus ).
- Sebagai tone control pada sound system.
- Sebagai pengatur tinggi rendahnya nada ( bass / treble ).
- Sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan.
2. Kapasitor / Kondensator
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu
bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum,
keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka
muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya
dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang
satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan
sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah
oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama
tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor
ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan

Gambar 2 .prinsip dasar kapasitor


Fungsi kapasitor adalah sebagai berikut :

Sebagai filter (penyaring) dalam rangkaian Power Supply,

Sebagai Pembangkit frekuensi dalam rangkaian antena ataupun dalam


rangkaian lainnya,

Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain,

Menghilangkan Loncatan api (bouncing) bila saklar dari beban di pasang.

Menghemat daya listrik, Meredam Noise, dll

Sebagai penghubung (coupling) yang menghubungkan masing-masing bagian


dalam suatu rangkaian.

Memisahkan arus bolak-balik dari arus searah.

Sebagai filter yang dipakai pada rangkaian catu daya.

Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian pemancar.

Menghemat daya listrik dalam rangkaian lampu TL.

2.1 Jenis-jenis kapasitor


Yang

membedakan

jenis

kapasitor

satu

dengan

yang

lain

adalah

dielektrikumnya, yaitu bahan dasar yang digunakan untuk membuat kapasitor


tersebut. Antara lain :
2.2.1 Kapasitor elektrolit (Elco)

Gambar 3. Kapasitor Elektrolit


Kapasitor elektrolit pada umumnya dibuat dengan kapasitas yang besar dan
memiliki kehandalan yang tinggi serta awet dalam pemakaiannya. Kapasitor jenis ini
banyak dipergunakan dalam rangkaian catu daya (power supply). Karakteristik utama

8
adalah kapasitor ini memiliki perbedaan polaritas pada kedua kakinya yaitu kutub
positif (+) dan kutub negatif (-), sehingga dalam pemasangannya juga harus
diperhatikan karena bila salah menempatkan kakinya terbalik antara positif dengan
negatif atau sebaliknya, maka kapasitor ini akan rusak dan bahkan bisa meledak.
Untuk membedakan polaritas kakinya biasanya terdapat garis putus-putus atau
strip pada bodi kapasitor, maka dapat dipastikan bahwa kaki yang berada dibawah
strip itu mempunyai polaritas negatif (-). Besarnya nilai kapasitansi biasanya
dituliskan dengan angka pada bodi transistor tersebut.
2.2.2 Kapasitor tantalum

Gambar 4. Kapasitor Tantalum


Merupakan jenis kapasitor elektrolit yang elektrodanya terbuat dari material
tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara membedakannya dengan mencari
tanda + atau tanda lainya yang ada pada bodi kapasitor, tanda ini menyatakan bahwa
pin dibawahnya memiliki polaritas positif. Diharapkan berhati hati di dalam
pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan
frekuensi lebih bagus daripada kapasitor elektrolit yang terbuat dari bahan alumunium
dan kebanyakan digunakan untuk sistem yang menggunakan sinyal analog.
2.2.3 Kapasitor Keramik
Pada umumnya kapasitor keramik memiliki bentuk bermacam-macam seperti
bentuk tabung, pelat, segi empat, dan lain-lain. Dalam pemakaiannya, kapasitor
keramik cukup stabil dan sangat cocok dipakai untuk rangkaian frekiuensi tinggi yaitu
untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi ke ground. Kapasitor jenis ini tidak
memiliki polaritas, sehingga dalam pemasangannya dapat dibolak-balik, dan
umumnya hanya tersedia dengan nilai kapasitansi yang sangat kecil. Namun yang
perlu diingat bahwa kapasitor ini mampu bekerja pada rate tegangan dari mulai yang
paling kecil sampai dengan batas 100 Volt. Nilai kapasitansinya biasanya dituliskan

9
dengan kode warna, namun ada kalanya menggunakan angga-angka yang terdapat
pada bodinya.

Gambar 5. Kapasitor Keramik


2.2.4 Multilayer Ceramic Capacitor

Gambar 6. Kapasitor Multilayer Ceramic Capacitor


Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor keramik,
bedanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Pada jenis ini
dielektriknya disusun dengan banyak lapisan atau biasanya disebut dengan layer
dengan ketebalan 10 s/d 20 m dan pelat elektrodanya dibuat dari logam yang murni.
Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada
kapasitor keramik. Biasanya jenis ini baik digunakan untuk melewatkan frekuensi
tinggi ke tanah.
2.2.5 Polyester Film Capacitor

Gambar 7. Polyester Film Capacitor


Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai
arakteristik suhu yang lebih bagus dari semua jenis kapasitor diatas. Dapat digunakan
untuk frekuensi tinggi. Biasanya jenis ini digunakan untuk rangkaian yang
menggunakan frekuensi tinggi, dan rangkaian analog. Kapasitor ini biasanya disebut

10
mylar dan mempunyai toleransi sebesar 5% sampai 10%.

3. Transistor

Gambar 8. Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai
sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal
atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan
pengaliran

listrik

yang

sangat

akurat

dari

sirkuit

sumber

listriknya.

Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter)


Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang
dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal
lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik
modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat).
Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal
radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar
berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa
sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen
Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar
transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect
transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.
Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya
menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa
arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan

11
pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan
kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.
FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis
pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus
listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di
kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis
memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat
dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal
konduksi tersebut.
3.1 Jenis-jenis Transistor:
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:

Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide

Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount,
IC, dan lain-lain

Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET,
MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC
(Integrated Circuit) dan lain-lain.

Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel

Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power

Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor,


Microwave, dan lain-lain

Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan


lain-lain

BJT

PNP

P-channel

NPN

N-channel

JFET

12

Gambar 9. Jenis-jenis Transistor

4. IC ( Integrated Circuit )
Di ilmu elektronika , Integrated Circuit atau sirkuit yang mengintegrasikan
( juga dikenal sebagai IC , microcircuit , microchip , chip silicon , atau chip ) adalah
merupakan bagian sirkuit elektronik (alat terdiri atas semipenghantar yang banyak,
dikenal sebagai komponen pasif ) yang didesain di sebuah benda tipis material
semipenghantar . Integrated Circuit ini digunakan hampir disemua perlengkapan
elektronik dalam kehidupan kita sehari-hari, dan IC ini telah membuat suatu revolusi
dunia ilmu elektronika dan telah menggantikan Tabung Hampa.

Gambar 10. Integrated circuit


4.1 Complementary MOS (CMOS)
Keluarga CMOS adalah kombinasi dari komponen saluran P dan N yang
memilki kecepatan dan karakteristik kepadatan didalam kemasannya berada diantara
kedua PMOS dan NMOS. IC CMOS adalah ideal untuk daya pada batre rangkaian
digital, seperti pada jam digital dan untuk aplikasi rangkaian dengan sistem wireless.
Sejak komponen ini mempunyai kelebihan yang baik dalam medan magnet, maka ia
digunakan pada peralatan pabrikasi dan rangkaian automobile dengan besarnya
tegangan transien adalah hal yang umum.Kerugian yang besar dari penggunaan MOS
adalah kecepatan kerjanya relatif lambat.

13
CMOS adalah teknologi untuk membangun sirkuit terpadu . Teknologi CMOS
digunakan dalam mikroprosesor , mikrokontroler , RAM statis , dan logika digital
sirkuit. Teknologi CMOS juga digunakan untuk beberapa sirkuit analog seperti sensor
gambar , konverter data , dan sangat terintegrasi transceiver untuk berbagai jenis
komunikasi. Frank Wanlass CMOS dipatenkan pada tahun 1967 ( US patent
3356858 ).
CMOS

juga

kadang-kadang

disebut

sebagai

pelengkap-simetri-

semikonduktor-oksida logam (atau COS-MOS ). Kata-kata "komplementer-simetri"


mengacu pada fakta bahwa gaya desain khas digital dengan CMOS menggunakan dan
simetris pasang melengkapi tipe-p dan tipe-n oksida logam semikonduktor transistor
efek medan (MOSFET) untuk fungsi logika.
Dua karakteristik penting dari perangkat CMOS tinggi kebisingan kekebalan
statis dan rendah konsumsi daya . Daya yang signifikan hanya ditarik sementara
transistor dalam perangkat CMOS berpindah antara dan mematikan negara.
Akibatnya, perangkat CMOS tidak menghasilkan sebanyak panas limbah sebagai
bentuk lain dari logika, misalnya logika transistor-transistor (TTL) atau logika NMOS
, yang menggunakan semua perangkat n-channel-channel tanpa perangkat p. CMOS
juga memungkinkan kepadatan tinggi fungsi logika pada sebuah chip. Hal ini
terutama ini alasan mengapa CMOS memenangkan lomba pada tahun delapan
puluhan dan menjadi yang digunakan teknologi yang paling untuk diterapkan di VLSI
chip.
Ungkapan "logam-oksida-semikonduktor" adalah referensi ke struktur fisik
tertentu transistor efek medan , memiliki gerbang logam elektroda diletakkan di atas
sebuah isolator oksida, yang pada gilirannya di atas bahan semikonduktor .
Aluminium pernah digunakan tapi sekarang bahan ini polysilicon. Lain gerbang
logam telah membuat cerdas dengan munculnya high-k dielektrik bahan dalam proses
CMOS, seperti yang diumumkan oleh IBM dan Intel untuk 45 nanometer node dan
seterusnya.

4.2 Deskripsi IC 555


Berikut sedikit penjabaran tentang IC 555

14

Gambar 11. No PIN IC 555


Fungsi masing-masing pin IC 555 :
-

Pin 1(Ground). Pin ini merupakan titik referensi untuk seluruh sinyal dan
tegangan pada rangkaian 555, baik rangkaian intenal maupun rangkaian
eksternalnya.

Pin 2(Trigger). Berfungsi untuk membuat output high, ini terjadi pada saat
level tegangan pin trigger dari High menuju < 1/3 Vcc

Pin 3(Output). Output mempunyai 2 keadaan, High dan Low

Pin 4(Reset). Pada saat low, pin 4 akan reset. Pada saat reset, output akan
Low. Supaya bisa bekerja, pin 4 harus diberi High.

Pin 5(Voltage Control). Jika pin 5 diberi tegangan, maka level tegangan
threshold akan berubah dari 2/3 Vcc menjadi V5. Level tegangan trigger akan
berubah dari 2/3 Vcc menjadi V5

Pin 6(Threshold). Untuk membuat output Low, terjadi pada saat tegangan pin
6 dari Low menuju > 1/3 Vcc

Pin 7(Discharge). Output Low, pin 7 akan Low Impedance. Output High, pin
8 akan High Impedance.

Pin 8 (Vcc). Pin ini untuk menerima supply DC voltage yang diberikan.
Biasanya akan bekerja jika diberi tegangan 5 12V(maksimum 18 V).

5. LDR (Light Dependent Resistor).

15
Resistor peka cahaya atau fotoresistor adalah komponen elektronik yang
resistansinya akan menurun jika ada penambahan intensitas cahaya yang
mengenainya. Fotoresistor dapat merujuk pula pada light-dependent resistor (LDR),
atau fotokonduktor.
Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi yang tidak
dilindungi dari cahaya. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup
tinggi, foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan elektron memiliki
energi yang cukup untuk meloncat ke pita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan
(dan pasangan lubangnya) akan mengalirkan listrik, sehingga menurunkan
resistansinya
Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya
yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR
sekitar 10M dan dalam keadaan terang sebesar 1K atau kurang. LDR terbuat dari
bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya
yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik
meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.
6. Fotodioda

Gambar 12. Fotodioda


Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda
dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus
listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah,
cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari

16
penghitung kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera
serta beberapa peralatan di bidang medis.

Simbol dari dioda foto


Fotodioda adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Dimana
komponen ini berfungsi untuk merubah energi cahaya menjadi energi listrik. Alat
yang mirip dengan fotodioda adalah fototransistor (Phototransistor). fototransistor ini
pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction)
base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang
lebih baik jika dibandingkan dengan Fotodioda. Hal ini disebabkan karena elektron
yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base
dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari
fototransistor secara umum akan lebih lambat dari pada fotodioda.
Prinsip kerja dari fotodioda jika sebuah sambungan-pn dibias maju dan
diberikan cahaya padanya maka pertambahan arus sangat kecil sedangkan jika
sambungan pn dibias mundur arus akan bertambah cukup besar. Cahaya yang
dikenakan pada fotodioda akan mengakibatkan terjadinya pergeseran foton yang akan
menghasilkan pasangan electron-hole dikedua sisi dari sambungan. Ketika elektronelektron yang dihasilkan itu masuk ke pita konduksi maka elektron-elektron itu akan
mengalir ke arah positif sumber tegangan sedangkan hole yang dihasilkan mengalir ke
arah negatif sumber tegangan sehingga arus akan mengalir di dalam rangkaian.
Besarnya pasangan elektron ataupun hole yang dihasilkan tergantung dari besarnya
intensitas cahaya yang dikenakan pada fotodioda.
7. Saklar
Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan
listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat
penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar
berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah.

17
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada
suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung
(on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya
dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari
bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek
korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan
anti karat. pada dasarnya tombol bisa diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena bisa
dijadikan sebagai pedoman pada mikrokontroller untuk pengaturan alat dalam
pengontrolan.
Tabel 2. Jenis jenis switch
Jenis Switch

Nama
Single Pole

Simbol

Single Throw
(SPST)
Single Pole
Double Thow
(SPDT)
Double Pole
Single Throw
(DPST)
Double Pole
Double Throw
(DPDT)
8. LED (Light Emitting Diode)

Gambar 13. Light Emitting Diode

Gambar

18
Dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode)
adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak
koheren ketika diberi tegangan maju.
Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan
bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga ultraviolet dekat
atau inframerah dekat.
8.1 Macam-macam LED :
1. Dioda Emiter Cahaya
Sebuah dioda emisi cahaya dapat mengubah arus listrik langsung menjadi
cahaya. Dengan mengubah-ubah jenis dan jumlah bahan yang digunakan untuk
bidang temu PN. LED dapat dibentuk agar dapat memancarkan cahaya dengan
panjang gelombang yang berbeda-beda. Warna yang biasa dijumpai adalah merah,
hijau dan kuning.
2. LED Warna Tunggal
LED warna tunggal adalah komponen yang paling banya dijumpai. Sebuah
LED warna tunggal mempunyai bidang temu PN pada satu keping silicon. Sebuah
lensa menutupi bidang temu PN tersebut untuk memfokuskan cahaya yang
dipancarkan.
3. LED Tiga Warna Tiga Kaki
LED mempunyai tiga kaki, satu kaki merupakan anoda bersama dari kedua
LED. Satu kaki dihubungkan ke katoda LED merah dan kaki lainnya dihubungkan ke
katoda LED hijau. Apabila anoda bersamanya dihubungkan ke bumi, maka suatu
tegangan pada kaki merah atau hijau akan membuat LED menyala. Apabila satu
tegangan diberikan pada kedua katoda dalam waktu yang bersama, maka kedua LED
akan menyala bersama-sama. Pencampuran warna merah dan hijau akan
menghasilkan warna kuning.
4. LED Tiga Warna Dua Kaki
LED tiga warna dua kaki. Disini, dua bidang temu PN dihubungkan dalam
arah yang berlawanan. Warna yang akan dipancarkan LED ditentukan oleh polaritas
tegangan pada kedua LED. Suatu sunyal yang dapat mengubah polaritas akan
menyebabkan kedua LED menyala dan menghasilkan warna kuning.

19
9. Pengeras Suara

Gambar 14. Speaker


Speaker aktif adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi
audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput.
Rekaman yang terbaik, dikodekan ke dalam alat penyimpanan yang
berkualitas tinggi, dan dimainkan dengan deck dan pengeras suara kelas atas, tetap
saja hasilnya suaranya akan jelek bila dikaitkan dengan speaker yang kualitasnya
rendah. Sistem pada speaker adalah suatu komponen yang membawa sinyal
elektronik, menyimpannya dalamCDs,tapes, danDVDs, lalu mengembalikannya lagi
ke dalam bentuk suara aktual yang dapat kita dengar. Dalam artikel ini, dijelaskan
bagaimana sebuah speaker melakukan proses tersebut. Selain itu juga akan dibahas
mengapa speaker dirancang berbeda-beda dan bagaimana perbedaan tersebut
menimbulkan efek yang berbeda juga terhadap kualitasnya. Speaker adalah sebuah
teknologi menakjubkan yang memberikan dampak yang sangat besar terhadap budaya
kita. Namun disamping semua itu, sebenarnya speaker hanyalah sebuah alat yang
sangat sederhana.
9.1 Jenis-jenis Speaker Aktif
1. Speaker Dual Cone
Umumnya, desain speaker ini paling efisien dan berharga murah, biasa dilihat
di standar mobil baru. Dentuman suara yg dihasilkan rata2 nyaris sama, walaupun dari
berbagai merk. Terdiri dari 2 buah cone ( konus ).
2. Speaker Coaxcial (Terpusat)
Terdiri dari woofer, midrange dan tweeter dalam satu poros dan berdekatan.
3. Speaker Split (Terpisah)
Jenis speaker ini adalah jenis terpisah. Woofer, Midrange dan tweeter terpisah.
Crossover digunakan untuk membagi frekuensi suara.

20
Jenis-jenis speaker Split :
a.Speaker 2 Way
Terdiri dari Woofer, Tweeter dan Crossover. Penggunaan speaker elektronik
yang paling sederhana adalah sistem 2 jalur atau sistembi-amp, yang bisa memberi
hasil yang memuaskan. Keuntungannya adalah pengecilan distorsi TIM (transient
intermodulation) dan bisa menyetel bass dan treble secara mandiri. Frekuensi
peralihan dipilih 340 Hz (di atas frekuensi resonansi asli). Hal ini dirancang untuk
penggunaan kotak speaker kecil. Bila anda menggunakan sub woofer untuk
kanalbawah ini, dan harus diubah dibawah 100 Hz. Frekuensi resonansi untuk kotak
lebih besar 20-40 Hz, kotak sedang 40-80 Hz, kotak kecil 80 Hz keatas.
b.Speaker 3 Way
Terdiri dari Woofer, Midrange, Tweeter dan Crossover. Sistem ini mirip
dengan sistem 2 jalur, namun di sini nada tengah dipisahkan denganband pass filter.
Ada beberapa kemungkinan yang bisa diambil mengenai speaker-speaker. Pilihan
pertama: SP1 woofer, SP2 mid range, SP3 tweeter. Pilihan kedua : SP1 sub woofer,
SP2 mid range, SP3 super tweeter (frekuensi peralihan di bawah 100 Hz dan di atas
15 KHz). Pilihan ketiga : SP1 sub woofer, SP2 speaker lengkap (woofer, mid range,
tweeter dengan cross over pasif), SP3 super tweeter. Persyaratan power amplifier
sama dengan sistem 2 jalur. Penyetelan P3 dilakukan melalui pendengaran pada
sistem yang sudah terpasang. Mula-mula dari sisi ground diputar perlahan sampai
dengungan yang menyatakan adannya osilasi.Penyetelan optimum didapat dengan
memutarnya mundur sedikit dari posisi mula-mula.
10.Baterai

Gambar 15. Baterai

21
Baterai

adalah

alat

listrik-kimiawi

yang

menyimpan

energi

dan

mengeluarkannya dalam bentuk listrik. Baterai terdiri dari tiga komponen penting,
yaitu:
1. batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai)
2. seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai)
3. pasta sebagai elektrolit (penghantar)
Baterai yang biasa dijual (disposable/sekali pakai) mempunyai tegangan listrik
1,5 volt. Baterai ada yang berbentuk tabung atau kotak. Ada juga yang dinamakan
rechargeable battery, yaitu baterai yang dapat diisi ulang, seperti yang biasa terdapat
pada telepon genggam. Baterai sekali pakai disebut juga dengan baterai primer,
sedangkan baterai isi ulang disebut dengan baterai sekunder.
Baik baterai primer maupun baterai sekunder, kedua-duanya bersifat merubah
energi kimia menjadi energi listrik. Baterai primer hanya bisa dipakai sekali, karena
menggunakan reaksi kimia yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction).
Sedangkan baterai sekunder dapat diisi ulang karena reaksi kimianya bersifat bisa
dibalik (reversible reaction).
10.Papan sirkuit cetak

Gambar 16. Desain sirkuit dan realisasinya


Papan sirkuit cetak (bahasa Inggris: printed circuit board atau PCB) adalah
sebuah papan yang penuh dengan sirkuit dari logam yang menghubungkan komponen
elektronik satu sama lain tanpa kabel.Papan sirkuit ini mendapatkan namanya karena
diproduksi secara massal dengan cara pencetakan.
Papan sirkuit cetak dapat digolongkan atas beberapa jenis berdasarkan:

susunan lapis
o

lapis tunggal

lapis ganda

22
o

multi lapis (4, 6, 8 lapis)

bentuk
o

keras

lunak (fleksibel)

gabungan keras dan lunak

spesifikasi
o

konvensional

penghubung kepadatan tinggi (High Density Interconnect)

material basis
o

FR4

logam

keramik

III. PERANCANGAN ALAT


3.1 Diagram Blok

Sensor

TRANSISTOR

LED

Gambar 17
Blok Diagram Rangkaian Lampu Pembatas Jurang

SENSOR

IC

SPEAKER

Gambar 18
Blok Diagram Rangkaian Saklar Sentuh

23
3.2 Bentuk Rangkaian

Gambar 19
Diagram Garis Rangkaian Lampu Pembatas Jurang LDR
Sensor pada rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi,ketika cahaya yang
jatuh pada sensor tinggi hambatan LDR sekitar 1 k, di dalam gelap hambatannya
tinggi yaitu 10 M. bila hambatan LDR jauh lebih rendah dari R2 hanya sebagian
kecil saja tegangan yang diberikan oleh batere ke ujung-ujung kaki LDR. Hal ini tidak
memungkinkan IC berkerja.dan blla hambatan LDR lebih tinggi dari R2 maka lampu
akan menyala ataupun kita bias memilih speker sebagai media lain sebagai tanda.

Gambar 20.
Diagram Garis Rangkaian Alarm Saklar Sentuh

24
Sensor pada rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi, ketika sensor
mendapatkan sentuhan pada titik touch yang berupa plat besi maka alarm akan
berbunyi.
3.3 Skema Diagram

Gambar 21
Skema rangkaian Rangkaian Lampu Pembatas Jurang LDR

Gambar 22.
Skema Rangkaian Alarm Dengan Menggunakan Saklar Sentuh

25
3.4 Layout

Gambar 23
Bentuk Layout Rangkaian Pembatas Jurang LDR

Gambar 24.
Bentuk Layout Rangkaian Alarm Saklar Sentuh

26
3.5 Kebutuhan bahan
Tabel 3. Bahan-bahan
No

Nama Komponen

Spesifikasi

Jumlah

1.

IC

555

2.

Transistor

3.

Resistor

4.

Kapasitor

5.

Loudspeker

6.

Baterai

Total

1 buah

satuan
Rp 3000

Rp 3.000

BC 547

2 buah

Rp 3000

Rp 6.000

470 ohm
1K
1M

15 buah
2 buah
2 buah

Rp 150
Rp 150
Rp 150

Rp 2.250
Rp 300
Rp 300

0,01F
2,5 inci
8 80
9 Volt
6 Volt

1 buah

Rp 3000

Rp 3.000

1 buah

Rp 5000

Rp 5.000

1 buah
1 buah

Rp 10.000
Rp 10.000

Rp 20.000

2 buah

Rp 2500

Rp 5.000

1 buah
1 buah
Secukupnya

Rp 5000
Rp 5000
Rp 3000

Klip penghubung

7.

Harga

baterai
8 X 8 cm
10 X 15 cm
0,6 mm

8.

Papan PCB

Rp 10.000

9.

Kawat

10.

Gabus

Secukupnya

Rp 10.000

Rp 10.000

11.

Fericlorite

secukupnya

Rp 4000

Rp 4.000

12.

Timah

Secukupnya

Rp 10.000

Rp 10.000

13.

Soket IC

8 pin

1 buah

Rp 1500

Rp 1.500

14.

Triplek

40 X 50 cm
Total

1 buah

Rp 40. 000

Rp 40.000
Rp 123.350

Rp 3.000

3.6 Kebutuhan alat


Tabel 4. Daftar Alat
No

Nama Komponen

Spesifikasi

Jumlah

1.

Solder

30 W, 220 V

1 buah

Harga
satuan
Rp 10.000

Total
Rp 10.000

27
2.
3.
4.
5.

Cutter
Tang potong
Tang buaya
Pinset

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
Total

LAMPIRAN

Rp 10.000
Rp 15.000
Rp 15.000
Rp 6000

Rp 10.000
Rp 15.000
Rp 15.000
Rp 6.000
Rp 56.000

28
IC 555

29

30

31