Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA PENELITIAN INSENTIF RISTEK

I.

Kelompok Finansial :
Ketua : Koordinator : Herianto
Anggota:

Sasaran yang hendak dicapai :


-

Mengamatikan peluang kemungkinan adanya sumber dana lain di desa


setempat, misal : pemerintah pusat, pemda, swasta, LSM, proyek grassroot LN,
dsbnya
Mendapatkan data tentang potensi manfaat penerapan alat teknisdi desa
setempat, misalnya apakah akan menghemat biaya, apakah akan menghemat
waktu, terjadi peningkatan kualitas, dan seterusnya untuk menjadi input analisa
finansial selanjutnya.
Menentukan Berbagai skim investasi.
Mendapatkankan metoda analisa finansial yg sesuai.

Draft out Line Laporan :


-

Analisis potensi ekononomi (T).


Mengkaji setiap menfaat ke dalam ranah rupiah
Pemilihan dan penerapan skim investasi
Masalah sumber dana lain ( pemerintah pusat, pemda, swasta, LSM, proyek
grassroot LN)
Analisa finansial berdasarkan kondisi setempat dan menghitung nilai Return on
Investmentnya

Komentar:

Contoh model analisa finansial :


ANALISIS FINANSIAL
Suatu analisis akan menjawab apakah para petani kopi akan mendapatkan nilai tambah
dari suatu proyek pengembangan dan mampu mengembalikan kredit yang di berikan
oleh bank dalam jangka waktu yang benar.
Perhitungan misalnya didasarkan pada kelayakan usaha setiap petani yang akan
mengembangkan (ekstensifikasi) kebun kopi abaca seluas 1 ha. Dengan demikian Inti
akan terlibat kegiatan sejak awal, dari mulai kegiatan pembukaan lahan sampai tanaman
siap menghasilkan.
Skim kredit yang digunakan adalah KKPA dengan bunga 16% per tahun dan pembayaran
angsuran di lakukan pada waktu tanaman petani sudah menghasilkan, yaitu pada tahun ke
2. Selama tanaman belum menghasilkan, petani diberikan grace period dan bunga
pinjaman adalah 14% per tahun. Parameter teknis untuk perhitungan ini dapat dilihat
pada Tabel Perhitungan NPV dan IRR.
a. Proyeksi Laba/Rugi
Proyeksi laba/rugi memberikan gambaran tentang kegiatan usaha perkebunan pisang
abaca rakyat dalam periode yang akan datang.
Asumsi dasar yang digunakan untuk perhitungan laba atau rugi ini adalah menyangkut
kualitas kering daun kopi yang dijual petani. Kualitas kekeringan daun/kopi yang dijual
petani adalah serat kering dengan kadar air 7 - 8 % dengan harga jual Rp.2.500/Kg.
Produktivitas lahan di asumsikan mengikuti pola Tabel Asumsi. Berdasarkan asumsi
tersebut, sejak tanaman mulai menghasilkan, yaitu tahun pertama sampai analisa tahun ke
- 6 pada tahun ke - 2, petani kopi mendapatkan keuntungan yang cukup memadai. Jika
pada tahun pertama keuntungan tersebut masih negatif, maka pada tahun berikutnya
sudah positif, seiring dengan meningkatnya produktivitas tanaman (Tabel Proyeksi Rugi
Laba).
b. Proyeksi Arus Kas
Dengan mengatur seluruh dana pembiayaan dari bank dan adanya grace period selama 1
tahun, maka masa proyek tidak terjadi defisit. Petani dapat mengembalikan bungan
pinjaman dalam waktu yang ditentukan, yaitu selama 5 tahun dan mendapatkan
keuntungan yang wajar (Tabel Proyeksi Arus Kas) .
c. Kriteria Kelayakan Proyek

Untuk menilai kelayakan proyek ini digunakan kriteria NPV, IRR, B/C, BEP dan Pay

Back period lihat Tabel Perhitungan NPV dan IRR.


Lampiran

Perhitungan NPV & IRR

Tahun Ke Uraian

Total
0

Cash In Flow
Cash Out Flow

11.768.000

10.084.500

20.164.500

20.164.500

23.049.000

23.049.000

96.511.500

5.794.000

7.502.800

8.653.360

10.034.032

11.690.838

43.675.030

12.661.700

11.511.140

13.014.968

11.358.162

52.836.470

5.184.200

16.695.340

29.710.308

41.068.470

73.412.818

Net Cash Flow IRR

(11.768.000)

(11.768.000)

4.290.500

Akumulasi

(11.768.000)

(11.768.000)

(7.477.500)

KRITERIA KELAYAKAN

Uraian

NPV 16 % (Rp)

Nilai

6.603.493

IRR
Payback Period (bulan)

5,01%
31,1

BEP Volume (kg)

BEP Penjualan (Rp)

Akumulasi Penyusutan

4.246.000

Jumlah Pembayaran Bunga

4.991.171

Biaya Usaha

43.675.030

Jumlah Penerimaan

96.511.500

Harga Jual
Perkiraan Berat

2.500
1,8