Anda di halaman 1dari 13

1

Starter Primary Resistor

Oleh kelompok 2
1. Bima Setiawan D.R.P
2. Claradea Priyatama
3. Dea Balqis N
4. Desy Indri N

(05)
(06)
(07)
(08)

PEMBAHASAN

Secara umum motor induksi dapat di start baik dengan menghubungkan motor secara
langsung ke sirkit pencatu atau jaringan ataupun dengan mengenakan tegangan yang
diturunkan ke motor selama periode start. Pengendali yang digunakan untuk menstart motor
pada kedua metode diatas dapat dioperasikan baik secara manual maupun secara magnetik.
Starter yang biasa digunakan adalah :
1. Direct On Line Starter / Starter Tegangan Penuh
Jenis starter motor yang paling sederhana ini distart dengan menghubungkan
langsung pada saluran (line) atau distart dalam tegangan penuh. Komponennya terdiri
dari satu kontaktor , MCCB atau circut breaker, dan thermal overload relay sebagai
proteksi.
Kelemahannya adalah kemungkinan timbulnya arus start yang sangat tinggi,
mencapai 3 sampai 8 kali arus normal dan torsi yg ditimbulkan juga tinggi.
Starter jenis ini cocok digunakan motor dengan kapasitas daya yang kecil
(dibawah 5 hp atau 3.75 W). Biasanya digunakan pada pompa air, kipas angin, dan
kompresor.

Berikut adalah contoh rangkaian DOL:

Cara Kerja Rangkaian :


1.

MCB F1 di ON kan

2.

Jika S1 ditekan, maka kontaktor K1 bekerja, kontak no K1 pada jalur 2 menutup


mengunci tombol S1. Jika S1 dilepas kontaktor K1 tetap bekerja, lampu H1 menyala.

3.

Jika terjadi beban lebih, thermal overload relay F2 bekerja, lampu H1 padam, lampu
H2 menyala.

4.

Jika S0 ditekan maka K1 mati, H1 padam.

Cara Kerja Rangkaian :


1. MCB F1 di ON kan, maka lampu H1 akan menyala (rangkaian ready).
2. Jika S1 ditekan, maka kontaktor K1 bekerja, kontak no pada jalur 2 menutup dan kontak
nc pada jalur 3 membuka, lampu H1 padam dan lampu H3 menyala, motor bekerja.

3. Pada saat motor bekerja, jika terjadi beban lebih maka thermal overload relay (F2
bekerja), lampu H1 padam, H3 padam, lampu H2 menyala dan motor berhenti.
4. Jika S0 ditekan maka kontaktor K1 mati, lampu H3 padam, motor berhenti bekerja.
2. Starter dengan tegangan yang diturunkan (Reduced Voltage Starting)
Bila motor induksi berbeban penuh dihubungkan ke sumber tegangan langsung pada s
umber tiga fasa, maka akan mengambil arus 5 s.d 7 kali arus nominal. Sedangkan torsinya 1,5
s.d 2,5 kali torsi beban penuh. Hal ini akan menyebabkan turunnya nilai tegangan jaringan
dan akan mengganggu operasi alatalat lainnya pada jaringan yang sama. Arus start tersebut
harus diatasi dengan cara menurunkan tegangan sumber saat start. Ada

beberapa cara

menurunkan arus start, antara lain:


1. Starter Tahanan primer
Menggunakan tahanan primer untuk pengasutan motor induksi, nilai arus asut langsung
bervariasi terhadap penurunan nilai tegangan dan torsi bervariasi terhadap kuadrat nilai
tegangan. Jadi bila tegangan terminal motor diturunkan 50 %, maka arus asut juga akan
turun 50% dan torsi turun 25% dari nilai tegangan nominal. Biasanya cara ini cocok
dilakukan untuk motor yang berdaya besar dari 12 kW.
Komponennya terdiri dari dua kontaktor , MCCB atau circut breaker, tahanan, dan
thermal overload relay sebagai proteksi.

1. Jika tombol S1 ditekan, kontaktor KM1 bekerja :


Kontak no KM1 pada jalur 2 menutup, mengunci tombol S1, sehingga saat

tombol S1 dilepas kontaktor KM1 tetap bekerja.


Kontak no KM1 pada jalur 3 menutup, kontaktor on delay KM2 bekerja
Kontak no KM1 pada jalur 5 menutup, lampu H1 menyala.
Beberapa saat kemudian Kontaktor KM2 bekerja, kontak nc KM2 pada jalur

1 membuka, kontaktor KM1 tidak bekerja


Kontak no KM1 pada jalur 5 membuka, lampu H1 padam.
Kontak no KM2 pada jalur 4 menutup, mengunci kontak no KM1 pada jalur

3, sehingga saat kontak no KM1 membuka kontaktor KM2 tetap bekerja.


Kontak no KM2 pada jalur 6 menutup, lampu H2 menyala.
2. Jika tombol S0 ditekan, kontaktor KM2 off :
Kontak no KM2 membuka lampu H2 padam.

2. Starter Auto transformer

Starting dengan cara ini adalah dengan menghubungkan motor pada tap tegangan
sekunder autotransformer. Setelah beberapa saat motor dipercepat tap autotransformer
diputuskan dari rangkaian dan motor terhubung langsung pada tegangan penuh.
Komponennya terdiri dari dua kontaktor , MCCB atau circut breaker, autotranformator,
dan thermal overload relay sebagai proteksi.

+24V

S0

S1

KM1

KM1

KM2

KM1

KM2

KM2

H1
KM1

KM2

H2

0V

2
3
5

4
6

1. Jika tombol S1 ditekan, kontaktor KM1 bekerja :


Kontak no KM1 pada jalur 2 menutup, mengunci tombol S1, sehingga saat

tombol S1 dilepas kontaktor KM1 tetap bekerja.


Kontak no KM1 pada jalur 3 menutup, kontaktor on delay KM2 bekerja
Kontak no KM1 pada jalur 5 menutup, lampu H1 menyala.
Beberapa saat kemudian Kontaktor KM2 bekerja, kontak nc KM2 pada jalur

1 membuka, kontaktor KM1 tidak bekerja


Kontak no KM1 pada jalur 5 membuka, lampu H1 padam.
Kontak no KM2 pada jalur 4 menutup, mengunci kontak no KM1 pada jalur

3, sehingga saat kontak no KM1 membuka kontaktor KM2 tetap bekerja.


Kontak no KM2 pada jalur 6 menutup, lampu H2 menyala.
2. Jika tombol S0 ditekan, kontaktor KM2 off :
Kontak no KM2 membuka lampu H2 padam.

3. Starter Motor Bintang Delta


A. Penjelasan Khusus
Untuk mengurangi besarnya arus start motor yang mendekati 7x arus nominal
maka dapat dengan menggunakan metode start Star-Delta. Dengan metode ini motor
awalnya diset pada asutan Star, setelah motor mencapai kecepatan 80% kecepatan

maksimal, sambungan diubah ke sambungan Delta. Dengan cara ini maka torsi dapat
dipertahankan sedangkan lonjakan arus start dapat ditekan.
Berikut adalah gambar pengawatan dari Rangkaian Kontrol, Rangkaian Power StarDelta
+24V

S0

K1

S1

k4
K3
K2

K4

K1

K2

K4

K2

K3

K3

K4

0V

1. Jika tombol S1 ditekan, kontaktor K1 bekerja :


Kontak K1 pada jalur 2 menutup dan mengunci tombol S1
Kontaktor K2 pada jalur 3 teraliri arus dan menunggu beberapa saat
kemudian bekerja untuk membuka kontak K2 pada jalur 4 dan menutup

kontak K2 jalur 5
Kontaktor K3 pada jalur 4 teraliri arus
Kontak K3 pada jalur 5 menjadi open
Kontak K3 pada jalur 6 menjadi close dan lampu H1 menyala
Setelah waktu On delay terpenuhi maka Kontak K2 pada jalur 4 Membuka
Kontak K2 pada jalur 5 menutup
Kontak K3 pada jalur 6 membuka sehingga lampu H1 mati
Kontak K3 pada jalur 5 kembali close

Kontaktor K4 pada jalur 5 aktif membuka kontak K4 pada jalur 4


Menutup Kontak K4 pada jalur 7 sehingga lampu H2 pada jalur 7 menyala
2. Jika tombol S0 ditekan :
Kontakor K4 dan K2 off sehingga lampu H2 padam
B. Prinsip Kerja Rangkaian

Fungsi dari rangkaian Star-Delta sendiri adalah untuk mengurangi arus start yaitu
saat pertama kali motor di hidupkan Star delta adalah sebuah sistem starting motor yang
paling banyak dipergunakan untuk starting motor listrik. Dengan menggunakan star
delta starter Lonjakan arus listrik yang terlalu tinggi bisa dihindarkan. cara kerjanya
adalah saat start awal motor tidak dikenakan tegangan penuh hanya 0.58 dengan cara
dihubung bintang/ star. Setelah motor berputar dan arus sudah mulai turun dengan
menggunakan timer arus dipindahkan menjadi segitiga/ delta sehingga tegangan dan arus
yang mengalir ke motor penuh.
4. Part Winding Starter

10

Pada kompresor tersebut terdapat 2 winding simetris yang masing-masing


dihubungkan dengan koneksi bintang.
Pada saat starting, hanya satu Y winding yang diberi tegangan sehingga torsi
awal/tarikan awal adalah 50% dari kapasitas maksimumnya.
Beberapa detik kemudian Y winding yang kedua mendapat tegangan. Sehingga
torsi naik menjadi 100%. Kedua Y winding tersebut akan mendapat tegangan selama
kompressor running.
Untuk mengontrol kapasitas kompresor agar bisa menyesuaikan dengan beban
pendinginan, biasanya dipasang unloader.
Tujuan dibuat double Y winding ini untuk mengurangi tarikan arus listrik yang
besar pada saat kompressor mulai bekerja.
Prinsipnya

tidak

jauh

berbeda

dengan

rangkaian

bintang-segitiga.

Hanya saja dengan sistem part winding, sistem kelistrikan jauh lebih stabil karena tidak ada
pemutusan/pemindahan rangkaian winding pada saat peralihan dari akhir starting ke running.

11

+24V

S01

S1

K1

K1

K2

K1

K2

0V

2
3

Jika tombol S1 ditekan, kontaktor K1 dan K2 bekerja secara bersamaan :

Kontak no K1 pada jalur 1 menutup, mengunci tombol S1, sehingga saat tombol S1

dilepas kontaktor tetap bekerja.


Kontak no K1 pada jalur 3 menutup, lampu H1 menyala
Beberapa detik kemudian kontak timer no K2 menutup, lampu H2 menyala

Jika tombol S0 ditekan, kedua kontaktor off dan kedua lampu juga off secara bersamaan.

Fungsi Pokok Starter Motor


Suatu Sistem starter motor harus mempunyai beberapa fungsi pokok agar dapat berjalan
sebagaimana mestinya, beberapa fungsi pokok yang harus ada yaitu :
1. Proteksi hubung Pendek Sirkit Motor
Setiap motor besar harus diproteksi tersendiri terhadap arus lebih yang diakibatkan
oleh hubung pendek. Alat pengaman hubung pendek sirkit motor, biasanya berupa

12

pengaman lebur (sekering/fuse) atau pemutus daya (circuit breaker). Nilai pengenal
(nominal) atau setelan alat pengaman arus hubung pendek harus dipilih demikian rupa
sehingga memungkinkan motor diasut, dan penghantar sirkit akhir, peralatan kontrol,
dan motor tetap diamankan terhadap arus hubung pendek.
Jika menggunakan circuit breaker maka arus tidak boleh melebihi 250% dari arus
beban penuh motor. Jika menggunakan fuse, arus tidak boleh melebihi 400% dari arus
beban penuh motor.
2. Sarana Pemutus
Sarana pemutus adalah alat yang memutuskan hubungan motor dan kendali dari sirkit
sumber dayanya. Hal ini dimaksudkan untuk keamanan kerja pada mesin saat
pemasangan instalasi atau perawatan. Jadi alat ini dibuka dan ditutup apabila motor
berhenti atau tidak dialiri arus. KHA yang dimiliki sarana pemutus sekurangkurangnya 115% dari arus beban penuh motor.
3. Kendali
Kendali adalah sarana yang mengatur tenaga listrik, yang dialirkan ke motor dengan
cara yang ditentukan. Di dalamnya termasuk juga sarana yang biasa digunakan untuk
mengasut dan menghentikan motor.
4. Proteksi beban lebih
Proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan untuk melindungi motor, dan
perlengkapan kendali motor, terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban
lebih. Bila terjadi beban lebih atau arus lebih cukup lama pada saat motor beroperasi
akan mengakibatkan kerusakan isolasi atau pemanasan yang berbahaya pada motor
tersebut.
Komponen Starter Motor
a. Starter Manual (1 komponen)
Starter manual digunakan langsung pada mesin yang tidak diperlukan kendali
otomatis.
Maksud dari 1 komponen adalah fungsi kontrol, proteksi hubung pendek, proteksi
beban lebih dan isolasi menjadi satu komponen.
b. Starter DOL (2 komponen)

13

Maksud dari 2 komponen adalah fungsi kendali yang dilakukan oleh kontaktor dan
fungsi lain (isolasi, proteksi hubung pendek dan proteksi beban lebih) dilakukan oleh
circuit breaker thermal magnetic untuk motor.
c. Starter DOL (3 komponen)
Maksud dari 3 komponen adalah fungsi kontrol dilakukan dengan kontaktor, fungsi
proteksi beban lebih dilakukan dengan relai pengaman beban lebih, sedangkan fungsi
proteksi hubung singkat dan isolasi dengan motor circuit breaker magnetic.