Anda di halaman 1dari 2

NAMA : RAHMAD SUBANDI

NIM : 441 404 010


TUGAS : RESUME / RANGKUMAN IKATAN KIMIA

IKATAN HIDROGEN, LOGAM DAN VAN DER WAALS

A. IKATAN HIDROGEN
Hidrogen merupakan unsur yang paling unik, atomnya paling ringan dan paling sederhana
yaitu mengandung 1 proton dan 1 elektron. Hidrogen mempunyai densitas atau rapatan paling
rendah, bersenyawa dengan hampir setiap unsur lain yang reaktif membentuk senyawa hidrida.
Hidrogen mempunyai skala elektronegatifitas pertengahan sehingga mempunyai sifat yang
bervariasi, yaitu :
1). Sangat elektronegatif ( misalnya halogen ) membentuk senyawa polar dengan karakter positif
pada atom hydrogen; 2). Tetapi juga dengan unsur sangat elektropositif ( misalnya alkali )
membentuk senyawa ionik hidrida dengan karakter negative pada atom hydrogen; 3). Demikian juga
dengan unsr intermediate ( misalnya karbon ) membentuk senyawa non polar.
Molekul hydrogen bersifat non polar mempunyai titik didih rendah ~ 20,4 K dan titik beku ~
14,4 K sebagai akibat lemahnya gaya-gaya van der waals. Biasanya hydrogen berada dalam bentuk
molekul diatomik.
Sifat kimiawi atom hydrogen ditentukan oleh 3 tipe proses elektronik yaitu :
1. Kehilangan satu-satunya elektron valensi.

Selanjutnya, bagaimana pengaruh ikatan hidrogen terhadap sifat fisik suatu senyawa ?
Ikatan hidrogen tidak hanya berpengaruh pada titik didih dan titk leleh suatu zat tetapi juga kalarutannya dalam suatu
pelarut.
Senyawa yang berikatan hidrogen mudah larut dalam senyawa lain yang juga berikatan hidrogen. Contohnya
NH3 dalam H2O seperti pada gambar 11.

Gambar 11 . Ikatan Hidrogen antara NH3 dengan air.


Senyawa organik-alkohol, asam karboksilat, amina, glukosa-larut dalam air karena membentuk ikatan hidrogen dengan
molekul air.

Gambar 12. Ikatan Hidrogen antar Molekul Etanol dengan air


Senyawa yang memilih ikatan hydrogen akan memilih titik didih lebih tinggi dari pada molekul yang memilih
ikatan Van Der Waals atau gaya tarik dipol-dipol. Senyawa hydrida dari unsur golongan IV, V dan VI memilih gaya Van
Der Waals yang bertambah dari atas ke bawah setiap golongannya, sehingga titik didih dan titik lelehnya seharusnya
meningkat tetepi kenyataannya berbeda.
Senyawa yang memiliki ikatan Hidrogen akan memiliki titk didih dan titik leleh yang lebih tinggi dari senyawa lain yang
tidak memiliki ikatan hidrogen
Titik didih H2O lebih tinggi daripada H2S, H2Se dan H2Te. Begitu pula titik didih NH3 lebih tinggi daripada
PH3, AsH3, SbH3.
Hal ini ternyata disebabkan terdapatnyan ikatan Hidrogen yang kuat antar molekul-molekulnya

Etanol memiliki titik didih yang sangat tinggi dibandingkan dengan propana walaupun massa molekul relatif (Mr)
keduanya tidak jauh berbeda. Hal ini terjadi karena dalam molekul etanol terdapat ikatan hidrogen sedangkan propana
tidak. Perhatikan rumus struktur etanol dan propana berikut ini :
Gambar 19. Rumus struktur etanol dan propana
Akibat lain dari adanya ikatan hidrogen adalah terjadinya penyimpanan massa molekul relatif. Seperti halnya
asam etanoat (asam asetat) atau dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan asam cuka, yang biasa di jumpai dalam
wujud larutan tetapi dapat di jumpai dalam wujud gas. Wujud yang terakhir ini terjadi karena du molekul asam cuka
bergabung bersama dengan ikatan hidrogen sehingga massa molekul relatifnya (Mr) menjadi 120, dua kali besar dari
biasanya yaitu 60.
Senyawa yang membentuk ikatan hidrogen inter molekul akan memiliki titik didih dan titik leleh yang lebih
tinggi dibandingkan dengan senyawa yang membentuk ikatan hidrogen intra molekul. Hal ini karena energi kinetik
ikatan hidrogen inter molekul lebih besar dari pada ikatan hidrogen intra molokul.

IKATAN LOGAM
Pada ikatan kovalen, elektron-elektron ikatan seolah-olah menjadi milik sepasang atom, sehingga tidak dapat
bergerak bebas. Pada logam, elektron-elektron yang menyebabkan terjadinya ikatan di antara atom-atom logam tidak
hanya menjadi milik sepasang atom saja, tetapi menjadi milik semua atom logam, sehingga elektron-elektron dapat
bergerak bebas. Karena itulah maka logam-logam dapat menghantarkan arus listrik.

IKATAN VAN DER WALLS


Gas mempunyal sifat bentuk dan volumenya dapat berubah sesuai tempatnya. Jarak antara molekul-molekul gas
relatif jauh dan gaya tarik menariknya sangat lemah. Pada penurunan suhu, fasa gas dapat berubah menjadi fasa cair atau
padat. Pada keadaan ini jarak antara molekul-molekulnya menjadi lebih dekat dan gaya tarik menariknya relatif lebih
kuat. Gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang berdekatan ini disebut gaya Van der walls.