Anda di halaman 1dari 12

SISTEM SIRKULASI

Oleh :
Nama
NIM
Rombongan
Kelompok
Asisten

: Pepi Ayu Legensa


: B1J012003
: II
:4
: Ivan Aprianto

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN I

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2013

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.) adalah ikan asli Indonesia


yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Harga per kg ikan ini dapat mencapai
2-3 kali lipat harga ikan mas. Ikan gurame telah banyak dibudidayakan secara
intensif dengan pemberian pakan buatan. Dalam sistem budidaya tersebut, ikan
gurami sering mengalami perubahan suhu secara mendadak pada saat
perubahan musim atau pada saat hujan. Perubahan suhu lingkungan
(guncangan suhu dingin) akan menyebabkan stres yang menginduksi pada
tingginya tingkat glukosa darah, selanjutnya menganggu pertumbuhan bahkan
mematikan. Pada hewan poikilotermik termasuk ikan gurami, perubahan suhu
lingkungan akan berpengaruh langsung terhadap proses metabolisme. Oleh
karena itu perubahan suhu akan mempengaruhi tingginya kebutuhan pasok
glukosa darah untuk termogenesis. (Hastuti, et.al. 2003)
Gurami adalah hewan akuatik yang mempunyai bentuk badan agak
panjang, pipih, dan tertutup sisik berukuran besar, terlihat kasar, serta kuat.
Punggungnya tinggi dan mempunyai jari-jari yang sudah berubah menjadi alat
peraba. Bagian kepala gurami muda berbentuk lancip dan menjadi tumpul bila
sudah besar. Mulutnya kecil dengan bibir bawah menonjol sedikit dibandingkan
bibir atas dan dapat disembulkan. Badan gurami umumnya berwarna biru
kehitaman dan bagian perut berwarna putih. Warna tersebut akan berubah
menjelang dewasa, yakni pada bagian punggung berwarna kecokelatan dan
pada bagian perut berwarna keperakan atau kekuningan (Jangkaru, 2000).
Sistem peredaran darah dari jantung lewat pembuluh darah kembali ke
jantung disebut sirkulasi darah. Menurut Sutrisno (1987) di dalam sistem sirkulasi
darah terdapat komponen-komponen yang saling berhubungan, yaitu darah,
jantung, dan pembuluh darah. Darah merupakan cairan yang dipompa oleh
jantung dan disirkulasikan ke seluruh bagian tubuh. Darah yang menuju ke
saluran bagian tubuh disalurkan oleh suatu organ yang disebut pembuluh darah.
Ikan mempunyai sistem peredaran darah tunggal dengan satu serambi dan
satu bilik. Darah dipompa oleh jantung melalui bulbus arteriosus menuju aorta
ventral. Aorta ventral memasok darah vena menuju insang melalui arteri

branchialnya. Arteri ini membentuk loops sekitar insang yang terbagi kedalam
arteriola kemudian kedalam kapiler dan lacunae kedalam lamela insang, yang
merupakan tempat utama untuk pertukaran gas antara darah dan air. Dengan
demikian didalam kapiler didalam insang terjadi reoksigenasi darah dan
pelepasan karbondioksida darah secara gradual. Darah yang teroksigenasi dari
insang dikumpulkan oleh arteri branchial. Pada ikan Teleostomi pada setiap
lengkung insang hanya terdapat satu arteri branchial efferent. Darah selanjutnya
mengalir ke jaringan (Tang dan Affandi, 2002).
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk melihat jalannya peredaran
darah ikan, serta untuk dapat membedakan aliran darah vena dan arteri.

II. MATERI DAN CARA KERJA


2.1 Materi
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop dan cavity
slide.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah larva ikan gurame
(Osphronemus gouramy).
2.2 Cara Kerja
Cara kerja yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Larva ikan gurame diambil dan diletakkan di atas cavity slide.
2. Sirkulasi darah larva ikan gurame diamati di bawah mikroskop.
3. Gerakan sirkulasi darah antara vena dan arteri difoto.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
Tabel hasil pengamatan perbedaan Arteri dan Vena
Perbedaan
Tekanan
Kecepatan
Arah aliran
Pola aliran
Pembuluh
Warna
Kadar O2

Arteri
Lebih besar
Lebih cepat
Menjauhi jantung
Menyebar
Lebih tebal
Lebih terang
Banyak

Vena
Lebih kecil
Lebih lambat
Menuju ke jantung
Memusat
Lebih tipis
Lebih gelap
Sedikit, banyak CO2

1
2

Gambar Peredaran Darah Larva Ikan


Keterangan:
1

: Arteri

: Vena

3.2. Pembahasan
Hasil pengamatan menunjukan perbedaan antara arteri dan vena pada
larva ikan berdasarkan warna, arah percabangan, aliran darah, kecepatan,
tekanan, dinding sel pembuluh. Berdasarkan warna arteri berwarna merah muda
dan vena merah tua. Berdasarkan arah percabangan vena mengumpul dan arteri
menyebar. Berdasarkan arah, arteri ke jaringan dan vena ke jantung.
Berdasarkan kecepatan arteri cepat dan vena lambat. Berdasarkan dinding
pembuluhnya arteri tebal dan elastis, vena tipis dan kurang elastis. Berdasarkan
tekanan arteri tinggi dan vena rendah. Hasil pengamatan tersebut sama dengan
pustaka. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung
ke seluruh tubuh. Aorta

bermula dari ventrikel akan mengalami penyusutan

diameter menjadi arteri sedang yang menyebar ke seluruh tubuh (Bevelander,


and Ramaley, 1988).
Darah merupakan media transport dari sistem sirkulasi. Sifat paling utama
dari sirkulasi adalah bahwa sirkulasi merupakan lintasan yang kontinyu. Ini
berarti apabila jumlah tertentu darah dipompa oleh jantung, maka jumlah yang
sama juga mengalir melalui setipa bagian sirkulasi (Junquiera et al., 1995).
Volume darah pada ikan dapat diidentifikasi dengan 2 arah. Pertama, Osteichtis
memilki volume darah yang rendah dibandingkan vertebrata lain. Kedua,
perkiraan volume darah didasarkan pada pemakaian teknik. Besarnya volume
darah biasanya diukur menggunakan indikator volume palsma (Brill.at.al, 1998).
Pada hewan vertebrata, sistema peredaran darah yang terjadi adalah
sistema peredaran darah tertutup. Di dalamnya darah beredar melalui jantung
bisa sekali dan bisa pula dua kali. Peredaran darah ini dinamakan peredaran
darah tunggal dan peredaran darah ganda. Vertebrata yang memiliki peredaran
darah tersebut, misalnya ikan, katak, reptilia.(pustaka cyber)
Darah pada vena dan arteri berbeda dalam warna, bentuk aliran darah,
cepat lambatnya aliran, sifat penyebaran, dinding pembuluh dan tekanan darah.
Berdasarkan hasil pengamatan jelas terlihat adanya perbedaan warna. Arteri
berwarna merah muda dan vena berwarna merah tua, arah aliran darah pada
arteri meninggalkan jantung sedangkan vena meninggalkan jantung, dan pada
vena terlihat lebih besar pembuluh darahnya dibandingkan dengan arteri.
Menurut Sulistiono (1988), pembekuan darah arteri berwarna merah muda
karena mengandung oksigen yang tinggi dan CO2 rendah (darah bersih),

sedangkan vena berwarna merah tua karena banyak mengandung CO 2 dan


oksigennya rendah (darah kotor).
Aliran darah pada vena dan arteri berbeda, karena adanya perbedaan di
dalam otot dan jaringan penyambung yang terdapat di dalamnya. Banyak
terdapat otot dan dalam vena hanya sedikit pada arteri. Vena memiliki kadar
oksigen rendah karena vena membawa darah menuju jantung untuk dipompa
oleh jantung. Arteri membawa darah dari jantung dan membagi darah melalui
cabang-cabangnya ke seluruh tubuh. (Kay, 1998)
Sistem peredaran darah terdiri dari sistem pembuluh limpha dan sistem
pembuluh darah. Sistem sirkulasi darah ada 2 macam yaitu sistem sirkulasi
terbuka dan sirkulasi tertutup. Semua vertebrata termasuk ikan dan katak
memiliki sistem sirkulasi tertutup dengan darah selalu terdapat dalam tabung
kapiler, yaitu arteri dan vena (Barnes, 1963). Sistem pembuluh darah terdiri atas
jantung sebagai organ pemompa darah, arteri yaitu pembuluh pembawa darah
dari jantung ke jaringan dan organ. Vena yaitu pembuluh darah yang menuju ke
jantung (Ville et al, 1984).
Sistem peredaran darah ada dua macam, yaitu sistem peredaran darah
tertutup dan sistem peredaran darah terbuka. Sistem peredaran darah tertutup
yaitu apabila darah dibawa ke suatu tabung elastis (arteri, kapiler, vena) dan
kembali ke jantung tanpa meninggalkan sistem tabung ini. Ciri-cirinya adalah
sistem bertekanan tinggi yang memerlukan resistensi periferal tinggi, dinding
yang elastis, darah dibawa langsung ke organ, distribusi ke organ diregulasi
dengan baik dan darah kembali ke jantung dengan cepat. Sistem ini terdapat
pada sistem peredaran darah vertebrata (Cziko, 2006).
Sistem peredaran darah terbuka yaitu apabila darah yang dipompa dari
jantung ke dalam saluran darah tetapi saluran tersebut kontak dengan region
terbuka dan darah mengallir secara bebas di antara jaringan. Ciri utamanya yaitu
sistem bertekanan rendah, darah dibawa langsung ke organ, distribusi darah
kurang mudah diregulasi, darah seringkali kembali ke jantung dengan lambat.
Contohnya pada hewan avertebrata (Crustacea dan Molusca) (Yuwono, 2001).
Ikan mempunyai sistem portae yang merupakan portae hepatis dan renalis.
Sistem portae hepatis mengumpulkan darah dari tractus digestivus, lien dan
pankreas.

Sistem

portae

hepatis

membentuk

persatuan

dengan

vena

abdominalis yang mengumpulkan darah dari ekstrimitas posterior, vesica urinaria


dan dinding badan bagian ventral. Sistem renalis mengumpulkan darah dari

ekstrimitas posterior dan dinding badan bagian posterior yang bermuara ke


dalam vena cava posterior (Parker and Haswel, 1978).
Frandson (1992) menyatakan, arteri yang terbesar dikenal dengan arteri
yang elastis karena bagian terbesar dari dinding arteri terdiri dari jaringan elastis.
Sifat elastisitas penting untuk mempertahankan tekanan darah selama diastole,
yaitu suatu periode dimana ventrikel sedang rileks atau istirahat. Vena ukurannya
lebih besar dari arteri dan memiliki lebih banyak dinding-dinding yang lebih tipis,
serta hanya sedikit adanya jaringan otot. Aliran darah dalam arteri lebih cepat
dari pada aliran darah dalam vena. Hal ini dikarenakan kekuatan kontraksi
ventrikel kiri. Jantung pada saat kendur (diastole) tetap memberi tekanan pada
sistem arteri dan pada saat jantung kontraksi (sistole) tidak meningkat (Kimball,
1992).
Vena merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju
jantung dari seluruh jaringan dalam tubuh (Guyton and Hall, 1997). Vena
berdinding tipis dan kuang elastis karena sebagian besar tersusun atas jaringan
penyambung kolagen serta serat elastis. Darah keluar dari potongan vena
dengan aliran tenang dan halus sehingga vena terletak dekat dengan
permukaan. Tekanan darah vena rendah karena tekanan auterier yang kecil
dipancarkan melalui kapiler menuju vena (Frandson, 1992).
Kecepatan aliran darah pada arteri lebih besar daripada vena karena
tekanan atau pompa dari jantung masih sangat kuat. Selain itu darah akan
masuk ke kapiler darah kecil yang mempunyai diameter hanya sebesar sel darah
merah dengan jumlah yang sangat banyak. Aliran darah vena lambat karena
tekanan jantung sudah menurun dan hanya dengan bantuan pompa otot, yang
berpengaruh terhadap tekanan otot aktif yang dilalui oleh vena. Faktor tersebut
yang menyebabkan aliran darah vena menjadi tenang. Aliran yang cepat atau
lambat dapat dilihat apabila pembuluh dipotong, bila arteri darah memancarkan
alirannya, sedangkan vena menetes (Guyton and Hall, 1997).
Menurut

Mitchell

(1986),

arteri

berwarna

merah

muda

karena

mengandung oksigen yang tinggi dan CO2 rendah, hal ini berkaitan dengan
besarnya kemampuan Hb mengikat O2 dalam darah. Pendapat tersebut
diperkuat oleh Frandson (1992), hal ini karena darah arteri mengandung O 2
sehingga terjadi ikatan dengan Hb membentuk oksihemoglobin, sedangkan
darah vena mengandung CO2 yang harus diekskresikan dan hanya sedikit
mengandung O2 sehingga warna darah lebih gelap, yang mengakibatkan warna

darah pada vena berwarna merah tua. Arteri bergerak meninggalkan jantung
dengan mengandung banyak O2 karena arteri berfungsi untuk membawa darah
ke seluruh tubuh hasil kontraksi jantung. Vena menuju jantung karena vena
membawa darah yang banyak mengandung CO2 untuk diekskresikan lewat
jantung. Ikan memiliki peredaran darah tunggal karena darah melewati jantung
hanya sekali dalam setiap putaran. Sistem sirkulasi darah ikan melibatkan
sejumlah kapiler atau sinusoid khusus dalam sirkulasi arteri atau vena
(Radiopoetro, 1977).
Sistem sirkulasi terdiri dari cor, arteri, kapiler, vena duktus impatikus,
darah dan cairan limpa. Fungsi yang terpenting dari sistem sirkulasi darah adalah
untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida antara alat pernafasan dan
jaringan-jaringan di seluruh tubuh, mengangkut zat makanan dari satu tempat ke
tempat lain dalam tubuh, mengangkut sisa-sisa organik dan garam mineral yang
sudah tidak berguna lagi dan mengangkut hormon di dalam tubuh, mengngkut
zat makanan serta air dari truncus digestivus ke organ lain (Jasin, 1989).
Sirkulasi darah merupakan suatu sistem yang terdiri atas saluran-saluran
atau ruang-ruang berkesinambungan yang terdapat dalam tubuh hewan sebagai
tempat cairan mengalir untuk mengambil dan mengedarkan zat-zat nutrisi,
hormon, dan gas yang diperlukan tubuh serta untuk sekresi. Sistem sirkulasi
memiliki suatu organ pemompa cairan keseluruh bagian tubuh yang pada hewan
vertebrata disebut jantung. Sistem sirkulasi darah berfungsi mengangkut oksigen
dan karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru, juga sebaliknya. Sirkulasi darah
juga mengedarkan panas dalam tubuh dan memerangi bibit penyakit yang
memasuki tubuh (Kay, 1998).
Peredaran darah terbagi menjadi dua. Yaitu peredaran darah tunggal dan
peredaran darah ganda. Peredaran darah tunggal adalah darah melalui jantung
hanya satu kali dalam satu kali peredaraan. Peredaraan darah ganda adalah
darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaraan. Sistem sirkulasi darah
terdiri dari sistem pembuluh darah (blood vascular system) dan sistem pembuluh
limfa atau getah bening (lymph vascular system). Sistem pembuluh darah terdiri
atas jantung yang memompa darah, arteri yang membawa darah ke organ-organ
dan jaringan-jaringan, kapiler, saluran kecil yang bernastosome dan membelah
diri untuk pertukaran sebagai zat antara darah dan jaringan, dan vena yang
mengembalikan darah ke jantung (Barvelender and Ramaley, 1988).

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan

hasil

dan

pembahasan

sebelumnya

dapat

diambil

kesimpulan bahwa :
1.

Sistem peredaran darah pada larva ikan merupakan peredaran darah


tunggal serta termasuk ke dalam peredaran darah tertutup.

2.

Pembuluh arteri merupakan pembuluh yang membawa darah dari jantung


menuju jaringan diseluruh tubuh.

Secara menyebar, aliran cepat, warna

merah muda, dan banyak mengandung O2, tekanan tinggi, dinding elastis
dan tebal.
3.

Pembuluh vena adalah pembuluh darah yang membawa darah dari


jaringan menuju jantung. Darah yang melewati vena berwarna merah tua,
tekanan rendah, kecepatan lambat, arah aliran mengumpul menuju jantung,
dinding tidak begitu elastis dan tipis, dan mengandung banyak CO2.

DAFTAR REFERENSI

Barnes, R. D. 1963. Invertebrata Zoology. W. B. Sounders Company, London


Bevelander, G. J dan Ramaley, 1988. Dasar Dasar Histologi. Erlangga, Jakarta.
Brill, R. W., Cousins, K. L., Jones, D. R., Bushnell, P. G., and Steffensen. 2003.
Blood Volume, Plasma Volume, and Circulation Time in a High EnergyDemand Teleost, The Yellowfin Tuna (Thunnus albacares). Animal
Physiology. Vol 201: 647-654.
Cziko, P. A. 2006. Freezing Resistance of Antifreeze-Deficient Larval Antarctic
Fish. The Journal of Experimental Biology, New Zeland.
Frandson, R. D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. UGM press, Yogyakarta.
Guyton and Hall, 1997. Fisiologi Kedokteran, Edisi 9. Penerbit Buku Kedokteran
EGC, Jakarta.
Hastuti. S., Supriyono. E., Mokoginta. I., Subandiyono. 2003. Respon Glukosa
Darah Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Terhadap Stres
Perubahan Suhu Lingkungan. Jurnal Akuakultur Indonesia, 2(2): 73-77
(2003)
Jangkaru, Zulkifli. 2000. Memacu Pertumbuhan Gurami. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya,
Surabaya.
Junquiera, Carlos L., Carnerro Jote, Kelley Robert V. 1995. Histologi Dasar.
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Kimball, J. W. 1992. Biologi jilid II. Erlangga, Jakarta.
Kay, I. 1998. Introduction to Animal Physiology. Bios Scientific Publisher United,
New York.
Mitchell, P. H. 1986. General Physiology. Mc Graw Hill Book Co, New York.
Parker, T. J. And W. A. Haswel. 1978. A Text Book of Zoology Volume Vertebrata.
Mc Milan. Press. Ltd. London.
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta

Sulistiono. 1988. Fisiologi Hewan. Fakultas Peternakan UNSOED, Purwokerto.


Sutrisno. 1987. Diktat
Purwokerto.

Fisiologi

Ternak.

Fakultas

Peternakan

Unsoed.

Tang, U.M. dan R. Affandi. 2002. Fisiologi Hewan Air.UNRI-Press. Pekanbaru.


Ville, C and R. D. Barnes. 1984. General Zoology. WB Sounders Company,
Philadelphia.
Yuwono, E. 2001. Fisiologi Hewan I. Fakultas Biologi UNSOED, Purwokerto.
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-peredaran-darahpada-vertebrata.html di akses pada 01/10/2013.