Anda di halaman 1dari 6

PENGEMBANGAN SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY (SSP) IPA

BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN


KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM TEMA HUJAN
DAN PERJALANAN AIR
1)
Raisa Nuraini 2)Maryati, M. Si. 3)Susilowati, M. Pd.
085226494507
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
rairaisa13@gmail.com
Abstrak
Penelitian yang dikembangkan ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik
Subject Spesific Pedagody (SSP) IPA dengan pendekatan Guided Inquiry pada
tema Hujan dan Perjalanan Air, (2) mengetahui kelayakan Subject Spesific
Pedagody (SSP) IPA dengan pendekatan Guided Inquiry pada tema Hujan dan
Perjalanan Air, serta (3) mengetahui peningkatan keterampilan proses sains siswa
dalam mempelajari IPA dengan menggunakan Subject Spesific Pedagody (SSP)
IPA yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan
(Research and Development, R&D), dengan menggunakan model pengembangan
produk 4-D. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik Subject Specific
Pedagogy (SSP) ini merupakan perangkat pembelajaran IPA terpadu model
connected dalam tema Hujan dan Perjalanan Air yang dapat mengajak siswa
untuk memahami lingkungan sekitarnya. Kegiatan pembelajaran didesain untuk
mengajak siswa aktif berfikir dan bekerja, sehingga dapat mengembangkan
kemampuannya dalam melakukan pengamatan, klasifikasi, inferensi, komunikasi,
dan merumuskan hipotesis. Berdasarkan hasil penilaian dosen ahli dan guru IPA
secara keseluruhan produk SSP Hujan dan Perjalanan Air ini layak digunakan
dalam pembelajaran IPA di SMP. SSP Hujan dan Perjalanan air ini dapat
meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
Kata Kunci : Subject Specific Pedagogy (SSP), Guided Inquiry, Keterampilan
Proses Sains, Hujan dan Perjalanan Air
Abstract
This developmental research is aimed to (1) know the characteristic of Subject
Specific Pedagogy (SSP) Science in the approach of Guided Inquiry to the theme
of rain and the journey of water, (2) know the feasibility of Subject Specific
Pedagogy (SSP) Science in the approach of Guided Inquiry to the theme of rain
and the journey of water, and (3) know the improvement of the science process
skill in learning science using the developmental Subject Specific Pedagogy of
Science. This research used research and development (R&D) method by using
the 4-D. The result of this research showed the characteristic of Subject Specific
Pedagogy (SSP) is a instruction equipment with connected model of integrated
science in the theme of rain and the journey of water that can coached the student
to understand the environment. The learning activity was designed to coached the
student to think and work actively, so they can improve these ability in doing
observation, classification, inference, communication, and construct hypotheses.
Based on the assessment from the expert lecturer and the science teacher, overall,

the SSP product of Rain and The journey of water can be applied in the science
instruction in Junior High School. This SSP rain and the journey of water can
improve the science process skill of students.
Keyword : Subject Specific Pedagogy (SSP), Guided Inquiry, Science-Process
Skill, Rain And The Journey Of Water
PENDAHULUAN
Lampiran

Permendiknas

Nomor/22/tahun/2006

menyatakan

bahwa

pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific

inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah.


Pembelajaran inquiry memungkinkan siswa aktif di dalam kelas, sehingga
pembelajaran IPA dapat untuk mengambangkan keterampilan proses sains.
Keterampilan inilah yang diharapkan dimiliki oleh siswa untuk dapat
memecahkan suatu permasalahan melalui tahap sistematis yang merupakan irisan
dengan kemampuan dasar kerja ilmiah.
Seorang guru IPA seharusnya mampu mengemas pembelajaran IPA secara
terpadu untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan siswanya melalui
kegiatan yang dapat mengajak siswa aktif dalam proses mencari. Seorang guru
harus mampu mengemas materi bidang studi menjadi perangkat pembelajaran
yang kompreherensif dan spesifik dalam suatu subject Specific pedagogy (SSP).
Namun berdasarkan observasi, sebagian guru masih belum mengembangkan SSP
sebagai perangkat pembelajaran di kelas. Hal ini karena beberapa alasan, salah
satunya kurangnya referensi tentang SSP dan penelitian pengembangannya.
Melihat hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan pengembangan
Subject Specific Pedagogy (SSP) IPA Terpadu yang dapat memacu siswa untuk
aktif dalam merekonstruksi suatu konsep dengan menggunakan pendekatan
guided inquiry, sehingga dapat mengembangkan pengalaman dan keterampilan
proses yang mereka punya untuk menemukan suatu konsep maupun teori. Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan kelayakan Subject
Specific Pedagogy (SSP) IPA dengan pendekatan Guided Inquiry pada tema
Hujan dan Perjalanan Air. serta mengetahui peningkatan keterampilan proses

sains siswa dalam mempelajari IPA dengan menggunakan Subject Specific


Pedagogy (SSP) IPA.
KAJIAN TEORI
Pembelajaran IPA pada hakekatnya dalam BSNP (2006: 149) IPA bukan
hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsepkonsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Inquiry menurut Collete dan Chiappetta (1994: 86), adalah proses menemukan
suatu ilmu dan konsep sebagai hasil dari proses mencari tahu jawaban terhadap
pertanyaan ilmiah yang diajukannya. Ada beberapa pendekatan inquiry yang
dikemukakan oleh Sund dan Trowbridge (1973: 65), diantaranya adalah Guided
Inquiry. Pendekatan guided inquiry dilakukan dengan menyediakan bimbingan
atau petunjuk cukup luas kepada siswa.
Keterampilan proses menurut Collete dan Chiappetta (1994: 89),
merupakan kemampuan seseorang dalam menemukan ilmu, mengemukakan ide
dan menyebarluaskan informasi. Menurut Rezba (2007: 1) keterampilan proses
dibagi menjadi dua yaitu keterampilan proses dasar dan keterampilan proses
terpadu. Penelitian ini mencoba untuk mengembangkan beberapa keterampilan
proses dasar dan terpadu yaitu keterampilan observasi, klasifikasi, inferensi,
komunikasi dan merumuskan hipotesis.
Subject Specific Pedagogy (SSP) menurut Zuhdan (2011: 4), merupakan
pengemasan materi bidang studi menjadi perangkat pembelajaran yang mendidik
yang komprehensif dan solid. Di dalamnya yang mencakup kompetensi,
subkompetensi, materi, metode, strategi, media, serta evaluasi. Komponen
Subject Specific Pedagogy yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah,
silabus, RPP, LKS, dan Lembar penilaian.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and
Development, R&D). Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini
adalah Subject Specific Pedagogy (SSP) IPA terpadu melalui pendekatan Guided

Inquiry dalam tema Hujan dan Perjalanan Air. Instrumen pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lembar validasi SSP, lembar respon
siswa, dan lembar penilaian keterampilan proses sains siswa. Teknik analisis data
berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dan
masukan dosen ahli dan, guru IPA. Data kuantitatif diperoleh dari skor dari
validator, data respon siswa terhadap pembelajaran sains, serta hasil keterampilan
proses sains siswa. Nilai produk didapat dari hasil konversi jumlah skor dari
validator menggnuakan skala lima yang diusulkan Sukardjo (2011: 84). Nilai
respon siswa didapat dari hasil konversi jumlah skor dari validator menggunakan
skala lima yang diusulkan Sukardjo (2011: 84). Peningkatan keterampilan proses
didapatkan dari peningkatan persentase dari masing-masing keterampilan proses
sains.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Produk akhir dari penelitian pengembangan ini berupa Subject Specific
Pedagogy IPA dalam tema Hujan dan Perjalanan Air. berikut ini adalah
karakteristik SSP IPA hasil pengembangan :
a. SSP IPA ini, merupakan perangkat pembelajaran IPA terpadu dengan
menggunakan model keterpaduan connected.
b. SSP IPA ini, dapat mengajak siswa untuk memahami lingkungan sekitarnya.
c. Kegiatan pembelajaran dalam SSP pada tema Hujan dan Perjalanan Air ini,
didesain untuk mengajak siswa aktif berfikir dan bekerja.
d. Kegiatan

dalam

SSP

ini

mengembangkan

keterampilan

pengamatan,

klasifikasi, inferensi, komunikasi, dan merumuskan hipotesis.


Kelayakan SSP hujan dan perjalanan air hasil pengembangan diketahui
dari hasil divalidasi oleh dua dosen ahli dan guru IPA. Hasil rata-rata prolehan
skor dari dosen ahli dan guru IPA sebesar 31,5. Skor tersebut selanjutnya
dikoneversikan menggunakan tabel hasil konversi nilai SSP IPA hasil
perhitungan. Hasil konversi produk SSP bernilai A dengan kategori Sangat Baik,
namun harus melakukan perbaikan sesuai masukan dari dosen ahli dan guru IPA.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa SSP IPA hasil pengembangan layak digunakan
untuk pembelajaran IPA di SMP.
Hasil respon siswa terhadap SSP Hujan dan perjalanan air diperoleh dari
pengisian angket respon siswa oleh siswa kelas VIID SMP 1 Karangmojo. Skor
rata-rata yang diperoleh adalah 134,05. Skor tersebut selanjutnya dikoneversikan
menggunakan tabel hasil konversi nilai respon siswahasil perhitungan. Hasil
konversi didapatkan respon siswa terhadap SSP hasil pengembangan bernilai B
dengan kategori Baik. Nilai tersebut menunjukkan bahwa siswa merespon baik
SSP hasil pengembangan ini.
Peningkatan keterampilan proses siswa didapatkan dari hasil persentase
keterampilan proses diperoleh setiap pertemuannya. Berikut ini adalah diagram,
untuk

melihat

perkembangan

keterampilan

proses

siswa

pada

setiap

pertemuannya:

Diagram Persentase Keterampilan Proses


Sains
87%

90%
81%

persentase

85%
80%

75%

75%
70%
65%
Pertemuan 1

Pertemuan 2
Pertemuan 3
pertemuan Ke-

Gambar 1. Diagram presentase keterampilan proses sains


Berdasarkan hasil hasil penilaian keterampilan proses sains diatas, secara
umum nampak adanya kenaikan kemapuan keterampilan proses selama
menggunakan SSP hasil pengembangan ini. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan
persentase dalam setiap pertemuannya baik secara umum maupun apabila diamati
per aspek keterampilan proses, walaupun ada dua aspek yang mengalami
fluktuasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa SSP Hujan dan

Perjalanan air hasil pengembangan ini dapat meningkatkan keterampilan proses


sains siswa.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh simpulan
bahwa karakteristik Subject Specific Pedagogy (SSP) ini merupakan perangkat
pembelajaran IPA terpadu model connected yang dapat mengajak siswa untuk
memahami lingkungan sekitarnya. Kegiatan pembelajaran didesain untuk
mengajak siswa aktif berfikir dan bekerja, sehingga dapat mengembangkan
kemampuannya dalam melakukan pengamatan, klasifikasi, inferensi, komunikasi,
dan merumuskan hipotesis. Berdasarkan penilaian dosen ahli dan guru IPA, SSP
Hujan dan Perjalanan Air ini layak digunakan, sehingga dapat diterapkan dalam
pembelajaran IPA di SMP. Berdasarkan persentase hasil keterampilan proses
siswa, SSP Hujan dan Perjalanan air ini dapat meningkatkan keterampilan proses
sains siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Collete, Alfred T. dan Eugene L. Chiappetta. 1994. Science Intruction in the
Middle and Secondary Schools. New York: MacMillan
Publishing Company.
Permendiknas No. 22 Tahun 2006. Standar Isi. Jakarta: Depdiknas.
Rezba, Richard J. et al. 2007. Learning and Assessing Science Process Skills. 5th.
ed. Iowa: Kendall/Hunt Publishing Company.
Sukardjo. 2011. Buku Pegangan Kuliah (BPK) Penilaian dan Evaluasi
Pembelajaran
IPA untuk Mahasiswa S1 Program Studi
Pendidikan IPA. Yogyakarta: Prodi Pendidikan IPA FMIPA
UNY.
Sund, Robert B. dan Leslie. W. Trowbridge. 1973. Teaching Science by Inquiry in
the Secondary School Second Editions. United State of America :
Charles E Merrill Publishing Company A Bell and Howell
Company.
Zuhdan Kun Prasetyo. 2011. Pengembangan Subject Specific Pedagogy IPA
Untuk Menanamkan Kecerdasan Dan Kepedulian Siswa SD
Kelas 1,2,3,4,5, Dan 6. Dalam Laporan Kegiatan Pengembangan
Ilmu Guru Besar. Yogyakarta: UNY

Beri Nilai