Anda di halaman 1dari 11

PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU MELALUI PENDEKATAN

KETERAMPILAN PROSES DENGAN TEMA PENCEMARAN AIR


UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIVAN SISWA SMP KELAS VII

JURNAL

Oleh:
BETI LILIANI FAJRIN
NIM. 10315244032

Dosen Pembimbing I:

Dosen Pembimbing II:

Prof. Dr. Mundilarto

Satino, M.Si.

NIP. 19520324 197803 1 003

NIP. 19650831 199802 1 001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JUNI 2014

SURAT PERSETUJUAN

Jurnal dengan judul:


PENGEMBANGAN

LKS

IPA

TERPADU

MELALUI

PENDEKATAN

KETERAMPILAN PROSES DENGAN TEMA PENCEMARAN AIR UNTUK


MENINGKATKAN KEAKTIVAN SISWA SMP KELAS VII
Yang disusun oleh:
Nama

: Beti Liliani Fajrin

NIM

: 10315244032

Prodi

: Pendidikan IPA

Fakultas

: MIPA

Telah disetujui oleh penguji utama dan pendamping.

Yogyakarta, 24 Juni 2014

Mengetahui,
Penguji Utama

Pembimbing I

Eko Widodo, M.Pd.

Prof. Dr. Mundilarto

NIP. 19591212 198702 1 001

NIP. 19520324 197803 1 003

PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU MELALUI PENDEKATAN


KETERAMPILAN PROSES DENGAN TEMA PENCEMARAN AIR
UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIVAN SISWA SMP KELAS VII
1)

Beti Liliani Fajrin 2)Mundilarto 3) Satino


FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
betililiani@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak adanya LKS IPA terpadu
menggunakan pendekatan keterampilan proses yang dapat membuat siswa
mempelajari IPA secara menyeluruh ditinjau dari aspek fisika, kimia, dan biologi
serta meningkatkan keaktivan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelayakan LKS IPA pada tema Pencemaran Air yang dikembangkan ditinjau
dari aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian materi, dan kegrafisan serta untuk
mengetahui peningkatan keaktivan siswa setelah menggunakan LKS IPA yang
dikembangkan.
Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Define, Design,
Develop, dan Disseminate) yang diadaptasi dari model pengembangan oleh
Thiagarajan, akan tetapi pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap
develop. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi LKS, lembar
vaidasi RPP, lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, lembar
observasi keaktivan siswa, serta angket respon siswa terhadap kegiatan
pembelajaran dan LKS yang dikembangkan. Subjek dalam penelitian ini yaitu 9
siswa kelas VII A SMP N 1 Kemangkon dalam uji coba terbatas dan 30 siswa
kelas VII D SMP N 1 Kemangkon dalam uji coba lapangan. Teknik analisis data
yang digunakan adalah analisis deskriptif kelayakan LKS IPA berdasarkan saran
dan komentar validator serta persentase ketercapaian keaktivan siswa.
Produk hasil pengembangan berupa LKS IPA terpadu pada tema
Pencemaran Air menggunakan pendekatan keterampilan proses. Hasil penilaian
validator secara keseluruhan sebesar 78,7 termasuk dalam kategori sangat baik
sedangkan pada setiap aspeknya yaitu aspek kelayakan isi sebesar 20 termasuk
dalam kategori sangat baik, aspek kebahasaan sebesar 14,7 termasuk dalam
kategori sangat baik, aspek penyajian materi sebesar 19,7 termasuk dalam
kategori sangat baik, dan aspek kegrafisan sebesar 24,7 termasuk dalam kategori
sangat baik. Berdasarkan hasil observasi, terjadi peningkatan keaktivan siswa
sebelum dan setelah menggunakan LKS Pencemaran Air sebesar 18%.
Peningkatan juga terjadi pada pertemuan pertama pembelajaran menggunakan
LKS Pencemaran Air ke pertemuan kedua sebesar 4%, sedangkan pertemuan
kedua ke pertemuan ketiga tidak menunjukkan adanya peningkatan.

Kata kunci: LKS IPA, pencemaran air, keaktivan siswa


DEVELOPING OF INTEGRATED SCIENCE STUDENT WORKSHEET
BY USING PROCESS SKILLS APPROACH ON THE THEME WATER
POLLUTION TO IMPROVE STUDENTS ACTIVITY FOR JHS
STUDENT
1)

Beti Liliani Fajrin 2)Mundilarto 3) Satino


FMIPA Yogyakarta State University
betililiani@yahoo.com

ABSTRACT
The background of the research proves that integrated science student
worksheet using process skills approach which can make students learn natural
science thoroughly based on physics, chemistry, biology aspects and improve
students activity still unavailable. The aim of the research is to determine the
appropriate of science student worksheet on the theme Water Pollution which is
seen from four aspects, content, linguistic, material presenting, graphic, and also
to know the increasing of students activity after using science worksheet that has
developed.
The development method is using 4D models (Define, Design, Develop,
and Disseminate) which is adopted from Thiagarajan, but the research only until
develop stage. The instruments consist of student worksheet validation sheet,
lesson plan validation sheet, learning activity feasibility sheet, student activity
sheet, student questionnaire against learning activity and students worksheet
whics is developed. The subject is 9 students class VIIA Junior High School 1
Kemangkon in limited test and 30 students class VIID Junior High School 1
Kemangkon in tryout. Data analysis technique using descriptive analysis of
science worksheet based on validators advice and comment also the percentage
of students activity.
The product of the research is integrated science student worksheet on the
theme Water Pollution. The overall assessment result from validators is 78.7
(very good). The assessment for each aspects are 20 (very good) for content, 14.7
(very good) for linguistic, 19.7 (very good) for material presenting, and 24.7 (very
good) for graphic. The using of student worksheet on the theme Water Polution
improves student activity as big as 18%. There is a raising 4% from the first
meeting and the second meeting in using of student worksheet on the theme
Water Polution, meanwhile there isnt any difference from the second meeting
and the third meeting.

Keyword: science student worksheet, water pollution, students activity


PENDAHULUAN
Keaktivan siswa di SMP N 1 Kemangkon masih tergolong rendah. Hal
tersebut ditandai ketika siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal
yang belum dipahami, siswa tidak berani menyampaikan kesulitan mereka bahkan
menundukkan kepala karena merasa takut ditunjuk oleh guru. Siswa juga diam
ketika guru memberikan pertanyaan. Keaktivan siswa yang masih rendah juga
terlihat ketika guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan LKS
hanya beberapa siswa saja yang mengerjakan sementara siswa yang lain
mencontoh jawaban teman. Siswa terlihat terbata-bata ketika diberi tugas untuk
mempresentasikan jawaban di depan kelas. Menurut Nana Sudjana dan Wari
Suwariyah (1991: 5) keaktivan belajar dalam hal ini adalah keinginan untuk
bekerja dan berbuat sendiri melalui aktivitas-aktivitas belajar yang meliputi
kegiatan visual, kegiatan lisan, kegiatan mendengarkan, kegiatan menulis,
kegiatan menggambar, kegiatan motorik, kegiatan mental, dan kegiatan
emosional.
Keaktivan siswa dapat dipengaruhi oleh pedekatan yang digunakan guru
dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk
meningkatkan

keaktivan

siswa

adalah

pendekatan

keterampilan

proses.

Keterampilan proses merupakan ciri utama dai cara belajar siswa aktif (Nana
Sudjana dan Wari Suwariyah, 1991: 4). Menurut Depdikbud (1986 b: 7) dalam
Dimyati dan Mujiono (2009: 138) pendekatan keterampilan proses diartikan
sebagai

wawasan

atau

anutan

pengembangan

keterampilan-keterampilan

intelektual, sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan


mendasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa.
Selain itu, keaktivan siswa juga dipengaruhi oleh media pembelajaran
yang digunakan misalnya Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Menurut Trianto (2010:
111), lembar kegiatan siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk
melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. LKS sangat berguna
bagi guru dalam kegiatan pembelajaran yaitu mendapat kesempatan untuk

memancing peserta didik agar secara aktif terlibat dengan materi yang dibahas
(Andi Prastowo, 2011: 206).
Penelitian ini didasari oleh pemikiran perlu dikembangkannya LKS IPA
terpadu melalui pendekatan keterampilan proses pada tema Pencemaran Air
sebagai upaya peningkatan keakivan siswa SMP kelas VII sehingga peneliti
melakukan Pengembangan LKS IPA Terpadu melalui Pendekatan Keterampilan
Proses pada Tema Pencemaran Air untuk Meningkatkan Keaktivan Siswa SMP
Kelas VII.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode Research and
Development (R&D) dengan model 4D. Model ini terdiri dari empat tahap yaitu
define, design, develop dan disseminate. Tahap disseminate tidak dapat
dilaksanakan karena keterbatasan peneliti.
Penelitian dilaksanakan di SMP N 1 Kemangkon, Purbalingga pada
semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu bulan Maret 2014. Subyek dalam
penelitian ini adalah kelas VII D SMP N 1 Kemangkon. Obyek penelitian ini
berupa LKS IPA terpadu dengan pendekatan keterampilan proses pada tema
Pencemaran Air.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi
RPP dan LKS, lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, angket
respon siswa, dan lembar observasi keaktivan siswa. Untuk mengetahui kualitas
LKS dari penilaian dosen ahli dan guru IPA adalah dengan menghitung rata-rata
skor tiap komponen menggunakan rumus:
X=
Keterangan:
x

= rerata skor penilaian


x

= jumlah skor
= jumlah penilai (reviewer)

(Sukardjo dan Lis Permana Sari, 2009: 87)

Selanjutnya yaitu mengubah skor rata-rata yang dikonversi menjadi data


kualitatif skala lima, dengan kategori rumus yang dikutip dari Sukardjo dan Lis
Permana Sari (2009: 84) tersaji dalam Tabel 1 sebagai berikut:
Tabel 1. Konversi skor menjadi data kualitatif skala lima
NO Rentang skor

Nilai

Kategori

1.
2.
3.
4.
5.

A
B
C
D
E

Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

X > Xi + 1,80 SBi


Xi + 0,60 SBi < X Xi + 1,80 SBi
Xi - 0,60 SBi < X Xi + 0,60 SBi
Xi 1,80 SBi < X Xi 0,60 SBi
X Xi 1,80 SBi

Keaktivan siswa dianalisis berdasarkan hasil observasi menggunakan


lembar observasi keaktivan siswa sebelum dan setelah menggunakan LKS yang
dikembangkan. Setelah data pada lembar observasi terkumpul kemudian dianalisis
dengan cara menghitung jumlah skor yang diperoleh dibagi dengan jumlah skor
ideal untuk seluruh item dikalikan 100%. Seperti yang tertera dalam buku DasarDasar Evaluasi Pendidikan oleh Suharsimi Arikunto (2007: 236) secara matematis
ditulis dengan persamaan:
Persentase Tingkat Penilaian =

x 100 %

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Hasil penelitian ini melalui beberapa tahapan, yang pertama define
bertujuan untuk menetapkan dan mendefinisikan kebutuhan dalam proses
pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tahap define terdiri dari beberapa tahap
yaitu analisis ujung depan, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan
spesifikasi tujuan pembelajaran. Analisis ujung depan betujuan untuk mengetahui
masalah dasar yang dihadapi di sekolah. Analisis siswa bertujuan untuk
mengetahui karakteristik siswa yang akan dijadikan subjek penelitian. Analisis
tugas bertujuan untuk menentukan isi dalam satuan pembelajaran dengan merinci
isi materi ajar secara garis besar dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar
(KD) sesuai Kurikulum 2013. Analisis konsep merupakan analisis terhadap
konsep-konsep utama dari materi yang akan diajarkan sesuai dengan hasil analisis

ujung depan. Sedangkan spesifikasi tujuan pembelajaran merupakan kegiatan


merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa sesuai dengan
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tercantum dalam
Kurikulum 2013. Tahap kedua yaitu design terdiri dari pemilihan media,
pemilihan format dan rangcangan produk awal. Media yang dipilih yaitu media
cetak berupa LKS IPA terpadu dengan pendekatan keterampilan proses pada tema
Pencemaran Air. Format LKS yaitu LKS terdiri dari tiga macam kegiatan yitu
kegiatan pertama berisi materi tentang definisi pencemaran air dan ciri-ciri air
tercemar dan tidak tercemar, kegiatan kedua berisi dampak pencemaran air (pH)
terhadap makhluk hidup (ikan), serta kegiatan ketiga berisi materi tentang
penyaringan (filtrasi) air sederhana. Tahap selanjutnya adalah penyusunan desain
awal LKS (draft I) yang selanjutnya akan melalui tahap pengembangan.
Tahap selanjutnya adalah develop bertujuan untuk memodifikasi dan
mengembangkan LKS serta RPP yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Tahap
ini terdiri dari validasi produk oleh dosen ahli dan guru IPA, revisi produk, dan uji
coba produk. Hasil validasi dosen ahli dan guru IPA terhadap RPP yang
dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor 74,7 dari skor
maksimal 85. Kualitas LKS yang dikembangkan juga termasuk dalam kategori
sangat baik pada seluruh aspek yaitu aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian
materi dan kegrafisan. Data disajikan pada Tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2. Data kelayakan LKS oleh dosen ahli dan guru IPA
No

Aspek

Dosen
Ahli

Guru
IPA

Ratarata

Skor
maksimal

1.

Kelayakan
isi

20

20

20

20

2.

Kebahasaan

14,5

15

14,7

15

3.

Penyajian
materi

19,5

19

19,7

20

4.

Kegrafisan

24,5

25

24,7

25

Kategori
Sangat
baik
Sangat
baik
Sangat
baik
Sangat
baik

Hasil respon siswa terhadap produk dan kegiatan pembelajaran positif.


Seluruh siswa mengisi ya pada seluruh butir pernyataan yang diberikan. Hal

tersebut berarti siswa merasa senang jika pembelajaran menggunakan LKS,


penyajian LKS membuat siswa tertarik untuk mengerjakannya, LKS dilengkapi
dengan gambar yang mendukung materi, jenis huruf yang digunakan dalam LKS
mudah dibaca dan menarik, tata letak tulisan rapi, setiap tujuan kegiatan yang
disajikan memiliki tujuan yang jelas, LKS disajikan secara urut sehingga materi
mudah dipahami, bahasa yang digunakan dalam LKS komunikatif dan mudah
dipahami, pertanyaan yang disajikan dalam LKS jelas dan mudah dipahami,
kegiatan yang ada dalam LKS membuat siswa terampil dalam melakukan
pengamatan, membuat hipotesis, melakukan klasifikasi, melakukan pengukuran,
membuat kesimpulan, dan mengkomunikasikan hasil, guru mendampingi dan
membimbing selama kegiatan pembelajaran berlangsung, kegiatan dalam
pembelajaran membuat siswa menjadi aktif, pembelajaran yang dilaksanakan
memudahkan siswa dalam memahami konsep IPA, siswa merasa senang terhadap
materi pembelajaran, siswa merasa nyaman dengan suasana belajar dan siswa
merasa senang selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Data hasil observasi keaktivan siswa disajikan pada Tabel 3 seperti
berikut:
Tabel 3. Data persentase keaktivan siswa
No.

Aspek yang
diamati

Tingkat ketercapaian (%)


Sesudah
Sebelum

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Visual
Oral
Listening
Writting
Motor
Keseluruhan

74
68
76
76
76
74

Pertemuan
I
96
84
90
88
92
92

Pertemuan
II
98
94
96
90
98
96

Pertemuan
III
98
96
96
94
98
96

Gambar 1. Grafik persentase keaktivan siswa

Presentase ketercapaian (%)

Tingkat Ketercapaian Keaktifan Siswa secara


Keseluruhan
120
100
80
60
40
20
0

Sebelum
Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III
menggunakan
LKS

Keaktivan siswa secara keseluruhan sebelum dan setelah menggunakan


LKS Pencemaran Air mengalami peningkatan. Sebelum menggunakan LKS
Pencemaran Air persentase ketercapaian keaktivan siswa sebesar 74%, setelah
menggunakan LKS pertemuan pertama persentase ketercapaian keaktivan siswa
sebesar 92%, pertemuan kedua sebesar 96% dan pertemuan ketiga sebesar 96%.
Peningkatan keaktivan siswa sebelum menggunakan LKS Pencemaran Air ke
pertemuan pertama yaitu sebesar 18%, pertemuan pertama ke pertemuan kedua
terjadi peningkatan sebesar 4% sedangkan pertemuan kedua ke pertemuan ketiga
tidak terjadi peningkatan karena persentase ketercapaian yang didapat sama yaitu
96%.

SIMPULAN
1.

LKS IPA pada tema Pencemaran Air yang dikembangkan layak digunakan.
Penilaian seluruh validator termasuk dalam kategori sangat baik ditinjau dari
aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian materi, dan kegrafisan.

2.

LKS IPA pada tema Pencemaran Air dapat meningkatkan keaktivan siswa
sebesar 18%. Peningkatan juga terjadi pada pertemuan pertama pembelajaran
menggunakan LKS Pencemaran Air ke pertemuan kedua sebesar 4%,

sedangkan pertemuan kedua ke pertemuan ketiga tidak menunjukkan adanya


peningkatan.

SARAN
Sebaiknya peneliti perlu mempersiapkan alat dan bahan beberapa hari sebelum
kegiatan pembelajaran dilaksanakan serta dilakukan koordinasi yang baik dengan
sekolah apabila akan menggunakan laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA
Andi Prastowo. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif:
Menciptakan
Metode
Pembelajaran
yang
Menarik
dan
Menyenangkan. Yogyakarta: DIVA Press.
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT
Cipta.

Rineke

Nana Sudjana dan Wari Suwariyah. 1991. Model-Model Mengajar CBSA.


Bandung: CV. Sinar Baru Bandung.
Suharsimi Arikunto. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.

PT.

Sukardjo dan Lis Permana Sari. 2009. Buku Pegangan Kuliah Penilaian dan
Evaluasi Hasil Pembelajaran IPA. Yogyakarta: FMIPA UNY.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.