Anda di halaman 1dari 9

Karya Ilmiah : "Dampak Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap

Aktivitas Pendidikan"
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kehadirat Allah swt, karena dengan rahmat dan karunia-Nya
penulis masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini dengan tepat waktu.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen
pengajar yang telah memberikan banyak masukkan, kritik dan saran agar dapat
menyelesaikan karya ilmiah ini sebaik mungkin. Dan terima kasih juga kepada kedua orang
tua dan teman-teman penulis yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan
karya ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangan
baik dari segi penulisan, isi maupun pemilihan ide. Oleh sebab itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang dapat membangun penulis agar
dapat menulis karya ilmiah yang lebih baik lagi.
Dan penulis berharap, semoga dengan adanya karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca baik itu dari dosen pengajar, teman-teman kuliah dan seluruh pembaca yang
sudah mau menyempatkan diri untuk membaca karya ilmiah ini.
Terima kasih.

Medan, 18 April 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala
aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia
pendidikan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam
kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan
aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak
manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di
sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Kehadiran TIK dalam pendidikan bisa dimaknai dalam tiga paradigma, yaitu (1) TIK
sebagai alat atau berupa produk teknologi yang bisa digunakan dalam pendidikan, (2) TIK

sebagai konten atau sebagai bagian dari materi yang bisa dijadikan isi dalam pendidikan,
dan (3) TIK sebagai program aplikasi atau alat bantu untuk manajemen pendidikan yang
efektif dan efisien.
Ketiga paradigma tersebut disinergikan dalam sebuah kerangka sumberdaya TIK
yang secara khusus diposisikan dan diarahkan untuk mencapai visi dan misi pendidikan di
Indonesia. Di era globalisasi pendidikan, disadari ataupun tidak, tantangan dunia pendidikan
ke depan akan lebih berat. Oleh karena itu, optimalisasi TIK menjadi salah satu alternatif
solusi dalam menopang dan menggerakkan dunia pendidikan di kancah persaingan global.
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, ada beberapa alasan problematik yang
melatarbelakangi pentingnya pemanfaatan TIK, terutama dalam (1) meningkatkan mutu
pendidikan di semua jenjang, (2) mengatasi kesenjangan layanan pendidikan akibat kondisi
geografis yang mana jika diabaikan akan menimbulkan disparitas mutu layanan, dan (3)
perubahan sosio-budaya masyarakat yang bergerak dinamis, dan (4) memupuk rasa
nasionalisme untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

B. Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang penulis angkat, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut
1. Bagaimana pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap
aktivitas pendidikan?
2. Bagaimana cara mengatasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap
aktivitas pendidikan?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah ICT dan untuk
meningkatkatkan pengetahuan penulis dalam memahami dampak teknologi informasi dan
komunikasi terhadap aktivitas pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Perkembangan Teknologi Menurut Para Ahli


Nana Syaodih S. (1997: 67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi
sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu
memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka
sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.
Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmuilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk
memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of
utilizing scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih
jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.

Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan
tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih
sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah
teknologi belum digunakan. Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logos
atau pengetahuan.
Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian
teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan
manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap
bidang kegiatan manusia.

B. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)


Di era globalisasi peranan TIK menjadi semakin penting digunakan untuk
mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa dimanfaatkan.
Kontribusi TIK tidak terlepas dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta pendidikan
dapat dikumpulkan, dikelola, disimpan, diteliti, dibuktikan dan disebarkan agar masyarakat
mendapatkan informasi penting dengan benar secara efektif dan efisien.
TIK pada hakikatnya adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam
menghasilkan suatu informasi yang cepat, lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir. Salah
satu manfaat yang dapat dirasakan dalam kontribusi TIK adalah teknologi internet. Internet
sebagai media informasi telah memberikan peluang bagi setiap orang.
Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat membuat
perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam
penggunaan beragam produk TIK. Melalui perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi,
kita bisa mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien
dan efektif.
TIK akan memudahkan kita, mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar
pengalaman dari berbagai kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan
sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga kita dapat memutuskan dan
mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal,
termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi
dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan
proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan
Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu
untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan
yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang
terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi
antar media. Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1. Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang
terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini
sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2. Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan
TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara
mandiri dan lebih percaya diri.
3.Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam
kehidupan sehari hari.

4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat


lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil
mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan
bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk
pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.

C. Implementasi TIK (ICT) dalam dunia pendidikan


Tidak bisa dipungkiri, keberadaan komputer saat ini bukan lagi merupakan barang
mewah, Alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk dalam dunia
pendidikan.
Saat ini jumlah guru yang ada adalah 2.692.217, dari jumlah trsebut yang memenuhi
syarat sertifikasi 727.381 orang atau sekitar 27%, sehingga diperlukan sekitar 1.964.836
atau 73% guru yang harus itingkatkan kualifikasi pendidikan dan profesionalismenya. Dan
yang juga menjadi masalah adalah rendahnya tingkat pemanfaatan ICT di sekolah (Digital
Divide) ICT dapat menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT cukup besar,
diantaranya (1).Memperluas kesempatan belajar, (2) Meningkatkan efisiensi, (3)
Meningkatkan kualitas belajar, (4) Meningkatkan kualitas mengajar, (5) Memfasilitasi
pembentukan keterampilan, (6) Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan, (7)
Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, (8) Mengurangi kesenjangan digital.
Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah dalam
Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi
pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut yaitu
1. ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu
pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core
content) dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya pembelajaran (content
suplement).Pada fungsi ini internet memiliki peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan
yang dapat diakses secara luas yang didalamnya telah terkoneksi dengan ribuan
perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
2. ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih
mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada
seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan
komputer seperi poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya.
Pemanfaatan CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk
pada bagian ini.
3. ICT sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi
fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansa
elektronik seperti labolatorium komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung
multimedia, studio rekaman suara, studio musik, studio produksi video dan editing.
4. ICT sebagai standar kompetensi. Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal
Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.
Selain peran TIK diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan TIK dalam pendidikan
yaitu :
1.
TIK
sebagai
Keterampilan
(skill)
dan
Kompetensi
:
a. Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian menggunakan
TIK
untuk
pendidikan.
b. Informasi merupakan bahan mentah dari pengetahuan yang harus diolah melalui
proses
pendidikan.
c. Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak
dan
tidak
berkesudahan.
d. Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik,
peserta didik, dan stakeholder.
e. Belajar adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.

2.

TIK
sebagai
Infrastruktur
Pendidikan
a. Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam
seperti
multimedia.
b. Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari satu tempat ke
tempat
lainnya.
c. Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
d. Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
e. The network is the school akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.
3.
TIK
sebagai
Sumber
Bahan
Belajar
a.
Ilmu
pengetahuan
berkembang
sedemikian
cepatnya.
b.
Pendidik
yang
hebat
tersebar
di
berbagai
belahan
dunia.
c.
Buku-buku,
bahan
ajar,
dan
referensi
diperbaharui
secara
kontinyu.
d.
Inovasi
memerlukan
kerjasama
pemikiran.
e. Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang up-to-date membutuhkan waktu yang
lama.
4.
TIK
sebagai
Alat
Bantu
dan
Fasilitas
Pendidikan
a. Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
b. Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat
penyerapan
bahan
ajar.
c. Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih
bebas
dan
mandiri.
d. Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
e. Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan
pemberian fasilitas.
5.
TIK
sebagai
Pendukung
Manajemen
Pendidikan
a. Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap harinya.
b. Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan backoffice yang
kuat.
c. Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan
secara
bertahap.
d. Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.
e. Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter dan antar organisasi.
6.
TIK
sebagai
Sistem
Pendukung
Keputusan
a. Setiap individu memiliki karekteristik dan bakat masing-masing dalam pendidikan.
b. Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang
ilmu.
c. Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
d. Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.
e. Pemerintah seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil institusi pendidikan.
Saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
secara besar besaran. Ada tiga posisi penting Depdiknas dalam program pengembangan
TIK, yaitu:
1. Bidang kejuruan, TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara
teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT
center di seluruh Indonesia. Untuk menghubungkan sekolah sekolah di sekitar ICT center
dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota.
2. Pustekkom, sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan
interaktif, E learning dan E SMA. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang
perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah.
3. Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional), bertujuan untuk mengintegrasikan kedua
program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di
Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan
terkoneksi dengan internet. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa
memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka.

Pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah


sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009,
program pengembangan TIK bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap
sebagai berikut.
1. Tahap pertama meliputi (a) merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet,
yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan
internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah, (b) merancang dan
membuat aplikasi database, (c) merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk
pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah, dan (d) merancang dan membuat
aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan interaktif.
2. Tahap kedua meliputi (a) melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di
Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana
dan guru dan (b) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran.
3. Tahap ketiga dan keempat adalah tahap memperluas implementasi sistem di sekolahsekolah.
Uraian di atas lebih berfokus pada tahapan-tahapan yang diharapakan dilakukan Depdiknas
dalam kurung waktu tahun 2005-2009 dalam rangka pengembangan TIK dalam pendidikan.
Dalam merealisasikan rencana ini, Depdiknas membangun ICT Center Kabupaten/Kota
melalui Program Jardiknas yang terdiri atas jaringan komputer, internet, dan TV Edukasi. ICT
Center ini akan terkoneksi dengan sekolah-sekolah dan kantor dinas pendidikan. Selain itu,
guru perlu juga diperlengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk
menggunakan perangkat TIK. Untuk itu, manajemen sekolah perlu mengetahui kesiapan dan
pelatihan TIK yang dibutuhkan guru.
D. Dampak TIK terhadap aktivitas pendidikan
Tahukah kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan
generasi anak bangsa. Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia
saat ini antara lain :
1. Komputer
2. Handphone
3. MP4 player
4. Game Console
5. Media tontonan seperti Televisi dan Film
Namun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk
Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja
lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan
komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan
memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu
pengembangan intelektual dan motorik anak.
Pengaruh buruk lewat internet
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi
pengembangan wawasan anak. Penulisngnya, anak juga terancam dengan banyaknya
informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan
seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi
yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi
muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain Komputer
Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis,
menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan bermain komputer bisa terjadi
terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya,
menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain

komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai
mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada
hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer
adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan
secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih
besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang
amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat
bermain komputer.
* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar
siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif
dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak
Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan
besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa
perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.

E.

Permasalahan dan Solusi internet dalam dunia Pendidikan

Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya internet yang bisa
diakses oleh peserta didik di perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti
perpustakaan online, jurnal online, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat didownload gratis dari berbagai situs yang ada dalam dunia internet. Mahasiswa bisa mencari
apapun yang berkaitan dengan materi perkuliahan disampaikan dosen di kelas, untuk
memperbandingkan, memperkaya pengetahuan, dan mencari sesuatu yang memerlukan
kejelasan dan pemahaman mendalam.
Permasalahan selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan informasi
dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan buku buku di
perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup memprihatinkan dan sangat
jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah melahirkan sarjana-sarjana berkualitas
dari universitas.
Namun pada praktiknya, sosialisasi internet bagi dunia pendidikan tidak semudah
yang dibayangkan dan diharapkan banyak pihak, menurut Rahardjo (2001), terbatasnya
pemanfaatan teknologi informasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kurangnya
penguasaan bahasa Inggris, kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia,
mahalnya biaya akses internet, dan ketidaksiapan tenaga pendidik.
Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan segala
teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang sampai ke tangan
masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa Inggris sehingga
menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia yang Jurnal Ilmiah umumnya
masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa asing, sedangkan banyak informasiinformasi dan ilmu pengetahuan direkayasa dalam bahasa internasional tersebut.
Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia,
menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam negeri. Kesadaran
masyarakat Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan masih sangat rendah dibanding di
luar negeri. Informasi masih dianggap suatu hal pribadi dan berharga mahal yang tidak
dapat diakses oleh seluruh orang, menjadikan pengetahuan hanya berkembang untuk diri
pribadi dan komunitas tertentu saja.
Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet di dalam
negeri. Untuk mengakses internet pribadi dengan menggunakan jaringan telepon milik
pemerintah seseorang harus mengeluarkan biaya hampir sepuluh ribu rupiah per jam
sehingga membatasi pemanfaatan internet tersebut. Solusi ini dapat dipecahkan dengan

menggunakan internet pada warung-warung internet dengan biaya yang lebih murah antara
dua ribu sampai tiga ribu rupiah per jam. Namun masih saja terlalu mahal untuk seorang
mahasiswa apabila harus menggunakan dalam frekuensi tinggi (selalu mengakses).
Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih belum siap
menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat kurangnya
kemampuan dosen dalam bidang ini. Seorang dosen tidak akan pernah menyarankan
kepada
mahasiswa
memperkaya
wawasan
dengan
fasilitas
internet
akibat
kekurangmampuannya sendiri. Dampak akhir yang terjadi mahasiswa tidak akan termotivasi
untuk mengembangkan diri jika dosen tidak pernah menyarankan pemanfaatan sumber ilmu
non formal tersebut.
Masalah terpenting dari sekian faktor penghambat di atas terletak pada faktor ketiga
dan keempat yakni mahalnya biaya akses dan keterbatasan dosen. Jika kendala bahasa
tidak menjadi masalah, lambat laun mahasiswa akan terus belajar dengan sendirinya
dengan tingginya frekuensi penggunaan internet, sehingga mereka akan lebih memahami
penguasaan istilah-istilah asing dari internet tersebut. Sumber motivator utama dari dosen
adalah faktor terpenting dalam mensosialisasikan kegiatan penunjang pembelajaran.
Misalnya untuk melengkapi informasi tentang sebuah kajian masalah di dalam kelas,
mahasiswa dianjurkan untuk membuka homepage milik dosen, atau mengakses situs-situs
lain yang disarankan dosen.
Dari segi mahalnya biaya kendala ini dapat diatasi dengan berperan penting lembaga
pendidikan/universitas untuk mengembangkan sistem pembelajaran internet dengan
membangun sebuah jaringan internet di lembaga pendidikan, menyediakan sarana
penyewaan dengan biaya yang lebih murah dibanding warung internet milik penguasaha
bisnis.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer
adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan
secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih
besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang
amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat
bermain komputer.
* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar
siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif
dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak
Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan
besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa
perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung
dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari,

melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi
dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke
berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini
memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi berdampak positif dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan
pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak
negatifnya yaitu terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang
bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut masyarakat.
Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk
mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak
antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun
sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.

DAFTAR PUSTAKA

Gairola, C. M. (2004). Information and Communications Technology for Development. New


Delhi: Elsevier.
S.P.Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi. Penerbit Graha Ilmu.
Yuhetty, H. (n.d.). ICT and Education in Indonesia. Retrieved 11 20, 2008,
fromhttp://www.lib.itb.ac.id/: http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/e-list/Indonesia-ICTpaper.pdf
Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Bandung, Penerbit:Alfabeta.
Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung,
Penerbit:Alfabeta.
http://www.depdiknas.go.id
http://www.wikipedia.org
http://www.google.co.id

http://iamafandi.blogspot.com/2013/04/karya-ilmiah-dampak-teknologiinformasi.html.