Anda di halaman 1dari 26

MMSTEKPI

ht tp. St ek p i.a c.i d

e-ma il: p r og ra m_ m m @ s te k p i.ac. i d

HUBUNGAN INDUSTRIAL ( INDUSTRIAL RELATIONS)


31521206
Disiapkan Oleh :
DRS.AGUSGUNTURPM,MM.
SUMBER DAYA MANUSIA PROGRAM MAGISTER MANAGEMENT SEMESTER I 2010
0

KATAPENGANTAR

Hubungan yang terjadi antara pengusaha dan pekerja dinamakan hubungan industrial, k
bungan ini merupakan hubungan yang berkaitan dengan bidangproduksidanjasasehingga
ingmasingpihakmendapatkan perlindunganhukumyangbaik. Memperhatikanpermasalahan yang
s dalampraktekhubunganindustrial, maka sudah selayaknya pengetahuan hubungan indust
ebarluaskan kepada khalayak umum sehingga dapat dipahami dan dikembangkan untuk men
juanyangdiharapkan. Dalam makalah Hubungan Industrial ini disajikan secara padat,
inci, sehinggamudahuntukdipelajaridanditerapkan. Meskipunpenulissudahberusahasemak
inuntuk menulismakalahini dengan baik, namun penulis menyadari bahwa kesilafan da
matan pasti terjadi. Untuk itu kritik dan saran penulis harapkan untuk penyempurna
ni. Pada kesempatan ini pula penulis bersyukur kepada Allah SWT yang telah melimp
nya dan tak terhitung jumlahnya. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada
ur Program Pasca Sarjana MM STEKPI Jakarta, yang memberikan kepercayaan dan kes
penulis untuk bergabung dan berkembang di Lembaga ini. Terimakasih juga untuk Iste
luargayangtelahmembantusegalanyadan doa. Semoga makalah ini dapat diambil manfaat
juan pendidikan dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, khususnya yang mendalam
nganIdustrialdanPengembanganSumberDayaManusia.
Jakarta,17Juni2010
Drs.HM.AGUSGUNTURPM,MM.
1

DAFTARISI

KataPengantar.....................................................................
..................1 DaftarIsi........................................................
.......................................2 I. Pendahuluan.............................
...................................................4 II. RuanglingkupHubunganIndustria
l(IndustrialRelations)...............4 III. TujuanHubunganIndustrial.................
......................................5 IV.SaranasaranadalamHubunganIndustrial......
..........................5 A. LembagaKerjaSamaBipartit...............................
...............6 B. LembagaKerjsaSamaTripartit........................................
....8 C. OrganisasiPekerja/Buruh....................................................9
. OrganisasiPengusaha........................................................10 E. Lem
bagaPenyelesaianKeluhKesahdanHub.Industrial........12 F. PeraturanPerusahaan(PP)..
.....................................13 G. PerjanjianKerjaBersama(PKB)...............
........................16 H. PerjanjianKerjaKhusus...................................
..................18 DaftarPustaka..................................................
.....................................21 KasuskasusHubunganIndustrial.................
..........................................22
2

HUBUNGANINDUSTRIAL(INDUSTRIALRELATIONS)

I.PENDAHULUAN Hubungan Industrial (Industrial Relations) adalahkegiatan yang mendukun


rciptanya hubungan yangharmonisantarapelakubisnis yaitupengusaha, karyawandanpemer
inggatercapai ketenanganbekerjadankelangsunganberusaha(IndustrialPeace). Pada Undan
etenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 1 angka 16 Hubungan Industrial didefinisika
atu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang
asa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh dan pemerintah yang didasarkan
ainilai Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia tahun1945. Me
ya kegiatan ini, masalah hubungan industrial perlu mendapat perhatian khusus dalam
annya, karena berpengaruh besar terhadap kelangsungan proses produksi yang terjadid
aan. Keseimbangan antara pengusaha dan pekerja merupakan tujuan ideal yang hendak
ar terjadihubunganyangharmonisantarapekerjadanpengusahakarenatidakdapatdipungkiri
n antara pekerja dan pengusaha adalah hubungan yang saling membutuhkan dan saling
u dengan yang lainnya. Pengusaha tidak akan dapat menghasilkan produk barang atau
kdidukungolehpekerja,demikianpulasebaliknya. Yang paling mendasar dalam Konsep Hu
trial adalah Kemitrasejajaran antara Pekerja dan Pengusaha yang keduanya mempunyai
gan yang sama, yaitu bersamasama ingin meningkatkantarafhidupdanmengembangkanperu

II.RUANGLINGKUPHUBUNGANINDUSTRIAL A. RuangLingkupCakupan Padadasarnyaprinsipprinsi


ganindustrialmencakupseluruhtempattempat kerja dimana para pekerja dan pengusaha
dalam hubungan kerja untuk mencapaitujuanusaha.Yangdimaksudhubungankerjaadalahhu
gusaha denganpekerja/buruhberdasarkanperjanjiankerja yangmempunyaiunsurupah,perinta
rjaan.
3

B. RuanglingkupFungsi Fungsi Pemerintah : Menetapkan kebijakan, memberikan pelayana


sanakan pengawasan, dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan undangun
etenagakerjaanyangberlaku. Fungsi Pekerja/Serikat Pekerja : Menjalankan pekerjaan se
ewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi seca
emokratis, mengembangkan ketrampilan, keahlian dan ikut memajukan perusahaan serta m
juangkankesejahteraananggotadankeluarganya. FungsiPengusaha:Menciptakankemitraan,me
gkanusaha,memperluaslapangan kerjadanmemberikankesejahteraanpekerjasecaraterbuka,d
ertaberkeadilan.

C. RuangLingkupMasalah Adalahseluruhpermasalahanyangberkaitanbaiklangsungmaupunti
ngan hubunganantarapekerja,pengusahadanpemerintah. Didalamnyatermasuk: a. Syarats
Pengupahan c. Jamkerja d. Jaminansosial e. Kesehatandankeselamatankerja f. Organ
erjaan g. Iklimkerja h. Carapenyelesaiankeluhkesahdanperselisihan. i. Caramemeca
ngtimbulsecarabaik,dsb.

D. RuangLingkupPeraturan/PerUndangundanganKetenagakerjaan a. HukumMateriil 1. Unda


enagakerjaanNo.13Tahun2003 2. PeraturanPemerintah/PeraturanPelaksanaanyangberlaku
ianKerjaBersama(PKB),PeraturanPerusahaan(PP)danPerjanjianKerja.
4

b. HukumFormal 1. UndangundangPenyelesaianPerselisihanHubunganIndustrial 2. Perpu


andiberlakukanmulai14Januari2006

III.TUJUANHUBUNGANINDUSTRIAL Tujuan Hubungan Industrial adalah mewujudkan Hubungan I


rial yang harmonis, Dinamis, kondusifdanberkeadilandiperusahaan. Adatigaunsuryang
apainyatujuanhubunganindustrial,yaitu: a. Hakdankewajibanterjamin dandilaksanakan
mbulperselisihandapatdiselesaikansecarainternal/bipartit c. Mogok kerja oleh pekerj
enutupan perusahaan (lock out) oleh pengusaha, tidak perlu digunakan untuk memaksak
dak masingmasing, karena perselisihan yang terjaditelahdapatdiselesaikandenganbaik

Namun demikian Sikap mental dan sosial para pengusaha dan pekerja juga sangat ber
ammencapaiberhasilnyatujuanhubunganindustrialyangkitakarapkan. Sikapmentaldansosi
ngtercapainyatujuanhubunganindustrialtersebutadalah: 1. Memperlakukanpekerjasebag
perlakukanpengusahasebagaiinvestor 2. Bersedia saling menerima dan meningkatkan hub
mitraan antara pengusaha dan pekerjasecaraterbuka 3. Selalutanggapterhadapkondisi
roduktivitasdankesejahteraanpekerja 4. Salingmengembangkanforumkomunikasi,musyawarah
luargaan.

IV.SARANASARANADALAMHUBUNGANINDUSTRIAL Agar tertibnyakelangsungandansuasanabekerja


ganindustrial, makaperluadanya
peraturanperaturan yang mengatur hubungan kerja yang harmonis dan kondusif. Peratur
butdiharapkanmempunyai fungsi untukmempercepatpembudayaansikapmental dansikap sosi
Industrial. Olehkarenaitu setiapperaturandalamhubungankerja tersebutharus mencermi
jiwai oleh nilainilai budaya dalam perusahaan, terutama dengan nilainilai yangter
unganIndustrial. Dengan demikian maka kehidupan dalam hubungan industrial berjalan
engan nilainilai budayaperusahaantersebut. 5

Denganadanyapengaturanmengenaihalhalyangharus dilaksanakanolehpekerjadanpengusaha
anakan hubungan industrial, maka diharapkan terjadi hubungan yang harmonis dan kond
tuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sarana sebagaimana dimaksud dalam pasal 103
kerjaanNo.13Tahun2003bahwahubunganindustrialdilaksanakanmelaluisarana sebagaiberi
akerjasamaBipartit B. LembagakerjasamaTri[artit C. OrganisasiPekerjaatauSerikat
OrganisasiPengusaha E. Lembagakeluhkesah&penyelesaianperselisihanhubunganindustrial
uranPerusahaan G. PerjanjianKerjaBersama

A.LEMBAGAKERJASAMA(LKS)BIPARTIT Adalah suatu badan ditingkat usaha atau unit prod


entuk oleh pekerja dan pengusaha. Setiap pengusaha yang mempekerjakan 50 (limapuluh
ekerja atau lebih dapat membentukLembagaKerjaSama(LKS)Bipartitdananggotaanggotay
sur pengusahadanpekerjayangditunjukberdasarkankesepakatandankeahlian. LKSBipartit
rfungsisebagaiForumkomunikasi,konsultasidanmusyawarah dalam memecahkan permasalaha
han ketenagakerjaan pada perusahaan guna kepentinganpengusahadanpekerja.Paramanager
andiharapkanikutmendorong berfungsinya Lembaga Kerjasama Bipartit, khususnya dalam
atasi masalah bersama,misalnyapenyelesaianperselisihanindustrial.

LKSBipartitbertujuan: 1. Terwujudnyaketenangankerja,disiplindanketenanganusaha, 2
n kesejahteraan Pekerja dan perkembangan serta kelangsungan hidup perusahaan. 3. Me
gkanmotivasidanpartisipasipekerjasebagaipengusahadiperusahaan.
6

KriteriaLKSBipartit: 1. Pengurus terdiri dari minimal 6 anggota yang ditunjuk (3


a, 3 wakil pekerja). 2. Prosespenunjukkananggotadilaksanakansecaramusyawarahdanmu
engurusanbersifatkolektifdankekeluargaan. 4. Struktur kepengurusan (Ketua, Wakil Ke
ertaris, merangkap anggota dari 2 anggota) 5. Masakerjakepengurusan2tahundandapa
i. 6. Azasnyaadalahkekeluargaandangotongroyongdanmusyawarahuntukmufakat.

Dalamhalkonsultasidenganpekerja,yangperludiperhatikanadalahsebagaiberikut: a. Ji
udah memiliki Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit, konsultasi dapat dilakukan dengan
ersebut, begitu pula jika ada Serikat Pekerja, maka konsultasidapatdilakukandengan
rjayangtelahdisahkan. b. JikaLembagaKerjasaSamaBipartitdanSerikatPekerjatidakad
pat dilakukandengankaryawanyangadadalamperusahaantersebut.

PerundinganBipartit: Perundinganantarapengusahadenganpekerjauntukmenyelesaikanperse
ubungan industrial.PengurusBipartitmenetapkanjadualacaradanwaktuuntukrapatperundin
lesaianMelaluiBipartit: 1. Perselisihanhubunganindustrialwajibdiselesaikansecaramu
tukmufakat; 2. Diselesaikanpalinglama30harikerjasejaktanggaldimulainyaperundingan
janjianBersama yangditandatanganiolehparapihak,sifatnyamengikatdan menjadihukumse
sanakanolehparapihak; 4. WajibdidaftarkanolehparapihakkepadaPengadilanHubunganIn
dilan NegeridiwilayahparapihakmengadakanPerjanjianbersama; 5. Diberikan Akta Pend
anjian Bersama dan merupakan bagian yang tidak terpisahkandariPerjanjianbersama; 6
u pihak atau pihak yang dirugikan dapat mengajukan permohonan eksekusi kepada Peng
ungan Industrial di Pengadilan negeri di wilayah Perjanjian Bersama didaftarkan. 7

7. Permohonan eksekusi dapat dilakukan melalui PHI di Pengadilan Negeri di wilayah


emohon untuk diteruskan ke PHI di Pengadilan Negeri yang berkompeten melakukanekse
rundingan dianggap gagal apabila salah satu pihak menolak perundingan atau tidak t
epakatan; 9. Salahsatupihakataukeduabelahpihakmencatatkanperselisihankepadainstan
ggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan bukti upayapenyel
laluiperundinganbipartittelahdilakukan.

RisalahPerundinganBipartit: 1. Namalengkapdanalamatparapihak. 2. Tanggaldntempa


kokmasalahataualasanperselisihan 4. Pendapatparapihak. 5. Kesimpulanatashasilper
nggalsertatandatanganparapihakyang melakukanperundingan.

TugasInstansiyangbertanggungjawabdibidangketenagakerjaan: 1. Meneliti perselisihan


ndustrial, bukti upaya penyelesaian melalui perundingan bipartit. 2. Mengembalikan b
perselisihan paling lambat dalam waktu 7 hari kerja apabila tidak dilengkapibukti
saianperundinganbipartit. 3. Wajibmenawarkanpenyelesaianmelaluikonsiliasiatauarbitr
alam waktu 7 hari para pihak tidak menetapkan pilihan konsiliasi atau arbitrase,
npenyelesaiannyakepadamediator.

B. LEMBAGAKERJASAMATRIPARTIT Lembaga kerjasama Tripartit merupakan LKS yang anggot


a terdiri dari unsur unsur pemerintahan, organisasi pekerja dan organisasi pengusa
lembaga kerjasama Tripartit adalah sebagai FORUM Komunikasi, Konsultasi dengan tugas
menyatukan konsepsi, sikap dan rencana dalam mengahadapi masalahmasalah ketenagakerj
aik berdimensi waktu saat sekarang yang telah timbul karena faktor faktoryangtid
ukmengatasihalhalyangakandatang. 8

DasarHukumlembagakerjasamaBipartitdanTripartitadalah: 1. UUNo.13Tahun2003tent
KepmenakerNo.Kep.255/Men/2003tentangLembagaKerjasamaBipartit 3. KepmenakerNo.Kep.35
/2009tentangLembagaKerjasamaTripartit

C. ORGANISASIPEKERJA Organisasi pekerja adalah suatu organisasi yang didirikan seca


ela dan demokratis dari, oleh dan untuk pekerja dan berbentuk Serikat Pekerja, Ga
at Pekerja, Federasi, dan Non Federasi. Kehadiran Serikat Pekerja di perusahaan sa
ng dan strategisdalampengembangandanpelaksanaanHubunganIndustrial. DasarHukumPendi
tPekerja/SerikatBuruhdiaturdalam: 1. UUNo.21Tahun2000tentangSerikatPekerja/Seri
n2004tentangPPHI 3. KepmenakerNo.16Tahun2001tentangTatacaraPencatatanSerikat
nakerNo.187Tahun2004tentangIurananggotaSerikatPekerja/Buruh Setiap pekerja berhak
tuk dan menjadi Anggota Serikat Pekerja. Serikat Pekerja padaperusahaanberciriciri
ikut: 1. Dibentuk dari dan oleh pekerja secara demokrasi melalui musyawarah para
usahaan. 2. Bersifatmandiri,demokrasi,bebasdanbertanggungjawab. 3. Dibentukberdasa
saha/lapangankerja. Pengusaha dilarang menghalangi pekerja untuk membentuk Serikat P
a dan menjadi pengurus Serikat Pekerja dan pekerja yang menduduki jabatan tertentu
ungsi tugasnya dapat menimbulkan pertentangan antara pengusaha dan pekerja tidak da
adipengurusSerikatPekerja SerikatPekerjayangtelahterdaftarsecarahukumpadaDepartem
emiliki dua hal: 1. BerhakmelakukanperundingandalampembuatanPerjanjianKerjaBersama
haksebagaipihakdalamPenyelesaianPerselisihanIndustrial.
9

D. ORGANIASIPENGUSAHA Setiap pengusaha berhak untuk membentuk dan menjadi anggota


i pengusaha yaitu Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang khusus menangani bidan
gakerjaan dalam rangka pelaksanaan Hubungan Industrial. Hal tersebut tercermin dari
a yaitu Terciptanya iklim usaha yang baik bagi dunia usaha dan misinya adalah Me
ungan industrial yang harmonis terutama ditingkat perusahaan, Merepresentasikan dunia
ha Indonesia di lembaga ketenagakerjaan, dan Melindungi, membela dan memberdayakan
pelaku usaha khususnya anggota. Untuk menjadi anggota APINDO Perusahaan dapat menda
ewan Pengurus Kota/Kabupaten (DPK) ataudiDewanPengurusPrivinsi(DPP)ataudiDewanPe
DPN). BentukpelayananAPINDOadalahsebagaiberikut: 1.Pembelaan a. Bantuan hukum bai
nsultatif, pendampingan, legal opinion maupun legal actionditingkatperusahaandalam
esaianPerselisihanHubunganIndustrial(PPHI) PemutusanHubunganKerja(PHK) Keselamat
rja(K3) PerlindunganLingkungan(Environmental). b.Pendampingandalampenyusunan,pembu
anjanganPeraturanPerusahaan (PP)atauPerjanjianKerjaBersama(PKB). c.PerundinganPeng
nWakilPekerja/BuruhmaupundenganPemerintah. 2.Perlindungan a.Apindoproaktifdantur
ahasanpembuatankebijakandanperaturan ketenagakerjaanditingkatdaerahmaupunnasional.
sasiperaturanperaturanketenagakerjaantingkatnasional,propinsidankabupaten c.Proakt
ahasanpenetapanupahminimumpropinsidankabupaten d. Ikutsertamendorongpenciptaanikl
ustrial yangharmonis,dinamisdan berkeadilanbagiduniausahamelaluiforumLKSBipartit
artit 3.Pemberdayaan a.Penyediaaninformasiketenagakerjaanyangselaluterbarukandanre
atihan/seminarmasalahketenagakerjaandidalamdandiluarnegeri c. Konsultasi ketenagak
ai dari rekruitmen, tata laksana sampai pasca kerja, termasukkeselamatandankesehat
anperlindunganLingkungan. 10

LandasanhukumAPINDOadalahsebagaiberikut: a. KADIN (Kamar Dagang Indonesia) menyer


hnya urusan ketenagakerjaankepadaAPINDO,karenahubunganindustrialadalahsalahsatu di
emenusaha b. Berdasarkan Kesepakatan kedua belah pihak yang diperkuat oleh SK Men
p No. 2224/MEN/1975 Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional terdiridari: 1. UnsurPem
iliDepnakertranskop 2. UnsurPengusahadiwakiliAPINDO 3. UnsurBuruhdiwakiliFBSI c.
sian APINDO sebagai Wakil KADIN Indonesia dalam Kelembagaan Hubungan Indutrial deng
usan Dewan Pengurus KADIN Indonesia No. 037/SKEP/DP/VII/2002tanggal31Juli2002 d.
ngakreditasian APINDO sebagai Wakil KADIN Indonesia dalam Kelembagaan Hubungan Indus
dengan Keputusan Dewan Pengurus KADIN IndonesiaNo.019/SKEP/DP/III/2004tanggal5Maret

Dengankatalain,dalamrangkahubunganindustrial,organisasiketenagakerjaanmempunyaipera
g sebagai pelaku, baik langsung maupun tidak langsung dan pemberi warna pada
oses Hubungan Industrial itu sendiri. Pengusaha dan Pemerintah dalam kehidupan kete
jaan seharihari, kehadiran serikat pekerja dan organisasi pengusaha sangatlah diper
erdasarkan ciriciri umum organisasi ketenagakerjaan yang sesuai dengan tuntutan Hub
diustrialPancasila(HIP),makacirikhususyangdiharapkanbaikdariorganisasipekerja,pen
nprofesiadalah: 1. Organisasi didirikan untuk meningkatkan partisipasi dan tanggun
gota dalam kehidupanbermasyarakat,berbangsadanbernegara. 2. Organisasi didirikan un
ngkatkan efektifitas komunikasi antara para pelaku proses produksibarangdanjasa. 3
si didirikan untuk lebih menyerasikan penghayatan hak dan kewajiban masing masing
nmengefektifkanpengalamansecaraselaras,serasidanseimbang. 4. Organisasi didirikan
amasama mengisi dan mengembangkan isi syaratsyarat kerjadanmeningkatkanpraktekpra
ndustrial. 5. Organisasididirikanuntuklebihmengefektifkanpendidikandibidangketenagak
n.
11

Lembaga/Badanlainsebagaipenunjang HubunganIndustrial: Untuk lebih menunjang dan men


al tersebut diatas masih perlu dibentuk badan badang lain yang berorientasi pada
keselarasan, dan keseimbangan. Bentuk badan tersebut anggotaannya juga semua pekerja
ahaan tersebut. Badan itu antara lainKoperasi,PersatuanOlahRagadanSeni,Persatuan

E. LEMBAGA PENYELESAIANKELUHKESAH DANPERSELISIHANHUBUNGANINDUSTRIAL DalamperjalananHu


ganIndustrialuntukmencapaisuatumasyarakatindustriyangdiharapkan, benturanbenturan
a pelaku yang timbul sebagai akibat belum serasinya pemakaian ukurandankacamataun
masalahanbersamakadangkadangtidakdapatdihindari. Keluhkesahbisajugaterjadiakibat
yaanyangtimbulbaikdaripekerjaataupundari pengusaha yang berkaitan dengan penafsir
sanaan peraturan perundangundangan, perjanjiankerja,peraturanperusahaanatauperjanjia
a bersama.Dapatjuga karenaberbagai tuntutandarisalahsatupihakterhadappihaklainy
uranperundangundangan, perjanjiankerja,peraturanperusahaanatauperjanjiankerjabesama
demikian untuk menghindari benturanbenturan tersebut perlu dikembangkan suatu mekani
yelesaiankeluhkesahsehinggabenihbenihperselisihantingkatpertamaseharusnya diselesai
arapelakuitusendiri. Mekanisme penyelesaian keluh kesah merupakan sarana yang seha
dakan setiap perusahaan. Mekanisme ini harus transparan dan merupakan bagian dari
n Kerja, Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Dalam pela
ngsifungsi supervisidarisetiapparamanajermerupakankunciterlaksananyamekanismeini.
rselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam lembaga mekanisme penyelesaian ke
ahini.Penyelesaiandapat dilaksanakanlebihlanjutsesuai dengan Peraturanperundang u
rlaku.

1.PENYELESAIANKELUHKESAH A. Penyelesaiankeluhkesahyang timbuldiperusahaandidasark


usyawarah untukmufakatsecarakekeluargaanantarapekerjadenganatasannyatanpacampurtan
in. B. Apabila seorang pekerja mempunyai keluh kesah tentang segala sesuatu mengen
n kerja, pertamatama pekerja tersebut menyampaikan keluh kesahnya pada atasannyala
kdimintakanpenyelesaian. C. Apabilaatasanlangsungyangbersangkutantidakmenyelesaikan
kerjatidakpuas ataspenyelesaiannya,pekerjamengajukanmasalahnyakepadaatasanyanglebi
2

D. Apabilaatasan yang lebih tinggi tidak bisa menyelesaikannya atau pekerja tidak
nyelesainnyamakapekerjadapatmintabantuanpengurusserikatpekerjauntukmewakili ataum
kerjauntukpenyelesainnyalebihlanjut.

2.PERSELISIHANHUBUNGANINDUSTRIAL Perselisihan Hubungan Industrial terjadi akibat per


n pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha dengan pekerja/buruh ata
kat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepe
an, perselisihan pemutusan hubungan kerjadanperselisihanantaraserikatpekerja/serikat
lamsuatuperusahaan. PerselisihanHubunganIndustrialtimbulkarena: A. Tidakdilaksanak
erja B. Kesadaranpekerjaakanperbaikankesejahteraan C. Kurangnyakomunikasiantarapek
engusaha PenyelesaianHubunganIndustrialdapatdilakukansebagaiberikut: A. Penyelesaia
ngadilanHubunganIndustrial Bipartit(wajib Pasal4 ayat(2) UUNo.2Tahun2004 tent
selisihan HubunganIndustrial(PPHI) Mediasi,Konsiliasi,Arbiter(wajibPasal83,UUNo.2

B. PengadilanHubunganIndustrial HukumAcaraPerdataPasal57,UUNo.2tahun2004

F.PERATURANPERUSAHAAN PeraturanPerusahaanadalahsuatuperaturanyangdibuatsecaratertul
uatketentuan ketentuantentangsyaratsyaratkerjasertatatatertibperusahaan. 1. Kete
erapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Peraturan Perusahaan adalah
bdibuatolehpengusahayangmempekerjakan25orangkaryawanataulebih. 2. Dalam pembuata
mengadakan konsultasi lebih dahulu dengan pekerja/pegawaiDepnakersetempat.
13

3. Perusahaan yang telah mempunyai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak dapat meng
yadenganPeraturanPerusahaan. 4. Peraturan Perusahaan sebelum diterapkan (berlaku) s
endapat pengesahan/kesaksian dari Departemen Tenaga Kerja cq. Dirjen Binawas untuk
anPerusahaanyangberlakudiseluruhwilayahRI,danKadinas/KasudinasTenaga Kerja setemp
lakudiwilayahtersebut. Tujuhharisetelahpengesahan PeraturanPerusahaanharusdisosia
adaseluruhkaryawan. 5. PeraturanPerusahaanberlakupalinglama2tahundandapatdiperp
singmasing Peratutan Perusahaan secara periodik perlu diadakan perubahan dengan mem
kan situasi dan kondisi yang ada. Setiap perubahan ini sebelum dilaksanakan harus
esahan/kesaksiandariDepnaker/Disnakerataupejabatyangditunjuk.

2. DasarHukum DasarHukumpembuatanPeraturanPerusahaaniniadalah: 1. UndangundangN


gKetenagakerjaan,pasal115 2. Kepmenaker No. Kep. 48/Men/IV/2004 tentang Tatacara
an Pengesahan PeraturanPerusahaan(PP)sertaPembuatandanPendaftaranPKB. Pada umumny
Peraturan Perusahaan sudah merupakan suatu hal yang standar,dimanabeberapaketentuan
amperundangundanganketenagakerjaan dimasukkan kedalam Peraturan Perusahaan, baru kem
ditambahkan dengan halhal umumdanspesifikyangdiperlukanperusahaantersebut.

3. KerangkaPeraturanPerusahaan Sistimatika atau kerangka yang ideal Peraturan Perus


pat dirumuskan sebagai berikut : 1. KataPengantar 2. DaftarIsi 3. Mukadimah 4. U
usahaan(BabII) 6. JamKerja,PeraturanKerdadanDisiplinKerja(BabIII) 7. Pembebasan
ja(BabIV)
14

8. Penggajian(BabV) 9. PerjalananDinas(BabVI) 10. JaminanKesehatan9babVII) 11.


atihan(BabVIII) 12. Penghargaan(BabIX) 13. Kegiatan/aktivitas(BabX) 14. Penyelesa
BabXI) 15. Penutup(XII)

4. KetentuanUmum Halhalumumyangperludiperhatikan: 1. Bila masa berlaku Peratura


m berakhir kemudian terbentuk Serikat Pekerja, dan Serikan Pekerja meminta diadakan
ngan untuk pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), maka perusahaan wajib melayani
k Serikat PekerjauntukmerundingkanpembuartanPerjanjianKerjaBersama. 2. Bilamana Se
rja 3 bulan sebelum Peraturan Perusahaan berakhir tidak mengajukan secara tertulis
undingan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama, maka perusahaan wajib mengajukan Peratu
rusahaan yang lama/yang tidak diperbaharuiuntukdisyahkanataudiperpanjang. 3. Ketent
ada dalam Peraturan Perusahaan tetap berlaku sampai dengan ditandatangani Perjanjian
Bersama (PKB) dan atau sampai dengan disyahkan permohonandiperpanjangPeraturanPerus
. Pelanggaranpelanggaran yang dilakukan terhadap Peraturan Perusahaan ini, sanksi y
ikanberupaadministratif,bukanpidana
15

G.PERJANJIANKERJA BERSAMA(PKB) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang


un oleh pengusaha dan serikat yang telahterdaftaryangdilaksanakansecaramusyawarah
imufakat.

1. DasarHukum DasarHukumpembuatanPKBinididasarkankepada: 1. UndangUndangNo.13


gakerjaan,pasal115yangmengatur tentang pembuatan dan pendaftaran Peraturan Perusaha
an Perjanjian Kerja Bersama(PKB). 2. Kepmenaker No. Kep. 48/Men/IV/2004 tentang ta
buatan dan Pengesahan PeraturanPerusahaan(PP)sertaPembuatandanPendaftaranPerjanjian
sama (PKB).

2. KetentuanKhusus KetentuankhususdalampenyusunanPKBbeberapaketentuanharusdiperhat
undingkanolehpengusahadanSerikatPekerjayangtelahterdaftar. 2. DidukungolehSEBAGIA
iperusahaantersebut. 3. Masaberlaku2tahundandapatdiperpanjang. 4. Setiapperpanja
etujuai secaraTERTULISolehpengusahadanSerikat Pekerjasertadiajukan90harisebelumm
5. Dibuat dengn Surat Resmi sekurangkurangnya rangkap 3 (satu bundel diserahkan k
ukdidaftarkan). 6. PKByangtelahdisepakatidibubuhitanggandanditandatanganiolehpeng
nggotadasardiperbolehkan,jikadiwakilkanharusadasuratkuasa, 7. KetentuanPKBtidakb
andenganperundangundanganyangberlaku.
3. KetentuanUmum 1. PKBsekurangkurangnyamemuat: a. Hakdankewajibanpengusaha.
16

b. HakdankewajibanSerikatPekerja c. Tatatertibperusahaan d. Jangkawaktuberlakuny


laiberlakunyaPKB. f. Tandatanganparapihakyangmembuat

2. DalamhalperubahanPKBperludiperhatikansebagaiberikut: a. Keinginan untuk melak


tersebut oleh para pihak harus diajukan secaratertulis. b. Perubahan PKB harus di
asarkan Perjanjian Bersama secara tertulis antarapengusahadanpekerja. c. Perubahan
rjanjikankeduabelahpihakmerupakanbagianyangtidak terpisahkandariPKByangsedangber

3. ParaPihakyangterikatdenganPKB ParapihakyangterikatdenganPKBadalahpihakpihak
rikat Pekerja/pekerjadanPengusaha.

4. TahapPembuatanPKB DalampembuatanPKBdibagibeberapatahapyaitu: 1. SerikatPekerj


ahamenunjukteamperundingpembuatPKBsecararesmi dengansuratkuasayangditandatangani
asing. 2. PermusyawaratanPKBdalamperundinganBipartitharusselesaidalamwaktu30hari.
amwaktu30hariperundinganBipartitbelum selesai,makasalahsatuataukedua belahpihak
caratertuliskeDepartemenTenagaKerjasetempatuntuk diperantarai. 4. Apabiladalamwak
iperantaratidakdapatmenyelesaikanpembuatanPKB, makapegawaiperantaramelaporkansecar
enteriTenagaKerja. 5. Menteri Tenaga Kerja menetapkan langkahlangkah penyelesaian
PKB, dengan memperhatikanhasilmusyawarahtingkatBipartitdanperantarapalinglama30ha

6. TempatperundinganpembuatanPKBdilaksanakan dikantorpengusaha/SerikatPekerjaatau d
ainyangtelahdisepakatitingkatBipartit. 7. Biaya permusyawaratan PKB ditanggung pen
uali jika Serikat Pekerja telah dianggapmampumakaditanggungbersama.

H.PERJANJIANKERJAKHUSUS(PKK) Perjanjiankerjaadalahsuatuperjanjiandimanapihakyangs
andiriuntukbekerja padapihakyanglainataumajikan,selamawaktutertentusesuaiperjan
yaadalah: 1. UndangundangNo.13Tahun2003tentangKetenagakerjaan,pasal59tentangPK
Kep. 100/Men/VI/2004 tentang ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja WaktuTertentu
uskansebagaiberikut: 1. PerjanjianKerjaWaktuTertentu(PKWT) 2. PerjanjianKerjaWa
KWTT) Haltersebutdiatasdapatdiuraikansebagaiberikut:

1. PerjanjianKerjaWaktuTertentu (PKWT) PKWT adalah Perjanjian Kerja antara pekerja


ngusaha, untuk mengadakan hubungankerjadalamwaktutertentudanataupekerjaantertentu.
mumPKWT: 1. Dibuatsecaratertulis denganmenggunakanBahasaIndonesia 2. Didalamnya t
mpersyaratkan adanya masa percobaan, bila dicantumkan masapercobaan,makamasapercoba
utbataldemihukum 3. Dibuatuntukpekerjaantertentuyangmenurutsifat,jenis,ataukegi
i dalamwaktutertentu.. 4. Nilai isi PKWT tidak boleh lebih rendah dari syaratsy
muat dalam Peraturan Perusahaan yang bersangkutan, jika lebih rendah yang berlaku
yangtermuatdalamPeraturanPerusahaan. 5. Dibuat rangkap 3 (pengusaha, pekerja, peme
pnaker) dan seluruh biaya yang timbulkarenapembuataninimenjaditanggungjawabpengus
18

KetentuanKhususPKWT: 1. Dibuatataskemauanbebaskeduabelahpihak. 2. Parapihakmam


muntukmelakukanperikatan. 3. Adanyapekerjaantertentu. 4. Yang disepakati tidak di
ndangundang atau tidak bertentangan dengan ketertibanumumdankesusilaan. PKWTyangt
tem1,2,ketentuankhususdiatasdapatdibatalkan,sedangkan yangbertentangandengan3dan
ukum. Adapunyangdimaksuddenganpekerjaantertentusebagaimanatersebutdiatasadalah: 1
lesai/sementarasifatnya. 2. Yangpenyelesaianpekerjaannyadiperkirakantidakterlalulama
nglama3tahun 3. Yangbersifatmusiman/berulangkembali. 4. Yangbukanmerupakankegiat
antidakterputusputus. 5. Yangberhubungandenganprodukbaru,ataukegiatanbaru,ataut
alampercobaan/penjajagan. Dalam pembuatan PKWT, konsepnya terlebih dahulu harus diaj
e kantor Depnaker setempatuntukdisetujui.DalamPKWTtersebutharusmemuat: 1. Namad
/perusahaan. 2. Nama,alamat,umurdanjeniskelaminpekerja. 3. Jabatan/jenismacampeke
arnyaupahdancarapembayarannya. 5. Syaratsyaratkerjayangmemuathakdankeajibanpeng
. Jangkawaktuberlakunyaperjanjiankerja. 7. Tempatataulokasikerja. 8. Tempat, tan
n kerja dibuat, tanggal mulai berlakunya dan berakhir serta ditandatanganiolehkedu
ak. 9. HalhalyangdapatmengakhiriPKWTsebelummasaberlakunyahabis.
19

Jangka waktu PKWT dapat diadakan paling lama 2 tahun, dan dapat diperpanjang 1 k
ntuan jumlah seluruh tidak boleh lebih dari 3 tahun. Perubahan PKWT hanya dapatd
telahberakhirnyaPKWTyanglama.SedangkanPKWTyangingindi perpanjang tanpa mengalami
at dilakukan selambatlambatnya 7 hari sebelumPerjanjian Kerjaberakhir.Perubahandan
aniniberlakunyatidakboleh melebihimasamaksimumberlangsunghubungankerjaPKWT.

PKWTberakhirdisebabkanoleh: 1. Berakhirnyawaktuperjanjiankerja. 2. Berakhirdengan


erjaanyangdiperjanjikan. 3. Berakhirkarenapekerjameninggaldunia. PKWTtidakberakhir
hameninggaldunia,ahliwarisataupengurusperusahaan yang lain dapat melanjutkannya,
m PKWT diperjanjikan lain. Para pihak yang mengakhiri perjanjian secara sepihak ta
yang dapat dipertanggungkan secara hukumdiwajibkanmembayargantirugisebesarsisaupah
nyaPKWT.

2. PerjanjianKerjaWaktuTidakTertentu (PKWTT) Pada prinsipnya secara umum sama deng


lam PKWTT, Perjanjian Kerja dapat berlangsungselamanyasampaidenganpekerjaanyangdip
ntersebuttidakadalagi, atau pekerjanya pensiun. Begitu pula dengan ketentuanketen
hampir sama. Para Pihak bebas mengakhiri perjanjian, namum bila yang mengakhiri pe
npa alasanyangdapatdipertanggungjawabkansecarahukum,makapengusahawajibmembayar pes
g penghargaan masa kerja dan penggantian hak jasa dan penggantian hak, sebagaimana
gundangKetenagakerjaanNo.13Tahun2003.
20

DAFTARPUSTAKA

1. ArthurYoung,1991,PedomanKerjaManajer,Jakarta,PPM. 2. AstraHumanResourcesManag
rta,PTAstraInternational,Tbk. 3. Djumadi,HukumPerburuhanPerjanjianKerja,1995,Jak
doPersada. 4. FaridMuazd,2006,PengadilanHubunganIndustrial,Jakarta,IndHillCo.
si,1986,Jakarta,PantjaSimpati. 6. JimmyJosesSembiring,SmartHRD,2010,Jakarta,Visi
tL.Mathis&JohnH.Jackson,2001,ManajemenSDM,Jakarta,SalembaEmpat. 8. SusiloMa
nusia,1987,Yogyakarta,BPFE. 9. Sutarto Wijono, Psikologi Industri & Organisasi, 2
a, Kencana Prenada Media
Group.

10.Yunus Shamad, Hubungan Industrial di Indonesia, 1995, Jakarta, Bina Sumber Da


Manusia.
21

KASUS KASUSHUBUNGANINDUSTRIAL
Kasus HubunganIndustrial1:RESTORANENAK MAS

Di Perusahaan PT Enakmas yang bergerak dibidang Restoran terjadi PHK terhadap Roba
istenManagerKitchenyangstatusnyakontrakkerja(PKWT)selama 1 tahun. Alasan PHK ada
bama yang sudah bekerja 6 bulan itu tidak menunjukankinerjayangbaik.Gajiperbula
tajugadianggap terlalu tinggi dengan kondisi restoran yang sedang lesu dan jarang
ang datang. Dengan alasan tersebut Manajer melakukan PHK sepihak terhadap Robama
on. Robamaprotes tidak maudiperlakukanseperti itu dan menolakPHK. Apalagisituasi
kerjaanditempatlaincukupsulit,danRobamatetap ingin bekerja di restoran tersebut
nopang hidup keluarga dan orang tuanya. Pertanyaan: 1. ApakahPHK tersebutsudahmem
anyangberlaku. 2. ApayangdilakukanManager,karenaRobamamenolakPHKtersebut 3. Ap
gartetapbekerjadirestorantersebut 4. Apabilaperundingan/negosiasiBipartittidakterc
arusdilakukanoleh perusahaanmaupunolehRobama. 5. Carisolusimenangmenanguntukkasu
lakukan Oleh : Manager Restoran, Ass Manager Robama, Manager HRD, Petugasperan
agaimediatordanpihakyangterkait.
22

Kasus HubunganIndustrial2:PTROTANMAS SejakKrisisekonomitahun2008melandadunia,PT


kdibidang ekspor rotan dan mempekerjakan 1000 karyawan itu mengalami kesulitan ek
ya ke Amerika Serikat. Karena negara itu yang paling parah terkena dampak krisi
t.EksporkeEropadannegaratimurtengahmasihberjalanwalau agaktersendat,sehinggapen
ai50%darikapasitasproduksi.Untuk mempertahankan perusahaan tetap beroperasi maka M
erusahaan memutuskan untuk mengurangi karyawan sebanayak 400 karyawan operasional
lansecarabertahap.Apabilahaltersebuttidakdilakukanmakaperusahaan akan tutup karen
agi mendukung biaya operasional. Dilain pihak dana kompensasi pesangon yang disiapk
ahaan sangat terbatas, maka pihak manajemendenganpermohonanmaafhanyaakanmemberipe
aturan yangberlaku,yangseharusnyamenurutundangundangharusdiberikan2kali. Direksi
n Manager HRD dan Manager Operasional untuk menyelesaikan program ini dengan berko
engan berbagai pihak, termasuk kepada Serikat PekerjayangadadanInstansiDepnakerte
nyaan: 1. Apa yang harus dilakukan oleh Manager HRD dan Manager Operasional dala
nmasalahini,buatlahrencanastrategisnya. 2. Bagaimanaapabila30%karyawanmenolakpr
aryawanini 3. Apa peran Serikat Pekerja/Buruh dalam menyikapi program perampingan
ukanManajemenperusahaan. 4. ApakahparamantankaryawanyangtelahdiPHKdapatdirekrut
i perusahaanpulihkembalioperasionalnyasepertisebelumkrisis. Diskusi dilakukan oleh
erusahaan PT Rotan Mas, Manager HRD, Manager Operasional,KetuaSerikat pekerja/Buruh
as perantaraDepnakersertapihak yangterkait.
23

Kasus HubunganIndustrial3:PTANGKUTANMAS. PT Angkutan Mas di Jakarta bergerak


ortasi yang mengelola 100 kendaraanbustrayekJakartakeYogya,SurabayadanBaliyang
menurunkanpenumpanghanyadiPool/AgenBusAngkutanMaspadatempatyangtelah ditentukan.
terjadi ketika seorang sopir Bus Pak Kapur melakukan pelanggaran yaitu menaikan pe
jalan bukan di pool/agen bus resmi alias ngompreng. Pelanggaran tersebut diketahui
gas pengawas jalan. Setelah dibuat berita acara dan dilaporkan ke Manajemen sehing
r dikenai sanksi sesuai peraturan tata terib yang bersangkutan di PHK. Berita PHK
g terkenalbaikdanloyalitukarenasudahmengabdiselama15tahun, membuatsesama sopir
elakukanmogokkerja.MerekamenuntutPakKasurtetap dipekerjakandanpremiritasedinaikan
1. ApayangharusdilakukanolehManagerHRDdanManagerOperasional/KepalaPool kendaraan
BagaimanaManajemenperusahaanmenghadapiaksimogokparasopirbustersebut 3. Apakah den
gok tersebut, Pak Kapur tidak jadi di PHK karena kesalahan/pelanggarannya. 4. Apa
najemenagarkasusmogoktersebuttidakterulanglagi. Diskusi dilakukan oleh : Pimpinan
Manager HRD, Manajer Operasional/kepala Pool Bus, Pak Kapur dan sopir bus yang la
kait dalam masalahtersebut.
24