Anda di halaman 1dari 22

1

Oleh :
Asep Jalaludin, S.T.,M.M.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

PENERAPAN / IMPLEMENTASI
MANAJEMEN PENGETAHUAN
(KNOWLEDGE MANAGEMENT)

LATAR BELAKANG

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Persaingan global yang semakin ketat telah


menyulitkan perusahaan atau organisasi lainnya
meraih keunggulan material yang signifikan terhadap
persaingan.
Hampir tidak ada keuntungan subtansial yang
dapat/diperoleh dari penurunan biaya, Margin,
overhead dan tenaga kerja,e-business, implementasi
ERP
Pelanggan meminta dengan persyaratan yang
longgar, jangka waktu pembayaran yang lebih
panjang, dukungan purna jual dan kualitas six-sigma.
Diskon harga terjadi dimana-mana
Untuk mengalahkan pesaing, manajemen harus lebih
pintar, lebih lihai , mengumpulkan informasi
tambahan. Informasi ada di mana-mana dan
melimpah dari ledakan informasi di internet

KEKAYAAN INTELEKTUAL

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Dapat dijumpai baik di level operasional,


taktis, dan strategis organisasi
Meliputi hal-hal:
1.
Kompetensi keahlian dibutuhkan
untuk mencapai kinerja tinggi
2.
Kapabilitas

keahlian
strategis
dibutuhkan untuk mengintegrasi dan
menerapkan kompetensi
3.
Teknologi perangkat dan metode
dibutuhkan untuk menghasilkan hasil
fisik tertentu

PERSPEKTIF ORGANISASI
1.

3.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

2.

Perspektif Bisnis fokus pada mengapa,


dimana, dan sejauh mana organisasi harus
investasi atau eksploitasi pengetahuan
Perspektif Manajemen fokus pada
manajemen praktek dan aktifitas yang
berkaitan dengan pengetahuan untuk
mencapai tujuan dan strategi bisnis
Perspektif Praktis fokus pada
penerapan keahlian untuk melakukan
kerja dan tugas yang berkaitan dengan
explicit knowledge
4

MENGAPA KM PENTING ?
1.

3.
4.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

2.

Globalisasi bisnis
Organisasi pembelajar
corporate amnesia
Kemajuan teknologi

KM UNTUK INDIVIDUAL
Membantu orang mengerjakan tugas
Membangun ikatan komunitas dengan
organisasi
Membantu orang tetap up-to-date
Menyediakan tantangan dan kesempatan untuk
berkontribusi

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

KM UNTUK KOMUNITAS
Mengembangkan keahlian profesional
Mendorong mentoring
Memfasilitasi networking dan kolaborasi yang
efektif
Mengembangkan kode etik profesional
Mengembangkan bahasa yang sama

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

KM UNTUK ORGANISASI
Membantu mendorong strategi
Menyelesaikan masalah lebih cepat
Menerapkan best practice
Meningkatkan pengetahuan dalam produk dan
layanan
Membangun memori organisasi

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

IMPLEMENTASI

MANAJEMEN PENGETAHUAN,
DILIHAT DARI BEBERAPA DIMENSI /ASPEK :
Dimensi

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

konseptual
Dimensi perubahan
Aspek pengukuran
Aspek struktur organisasi
Isi pengetahuan
Dimensi alat

DIMENSI KONSEPTUAL
Agar organisasi mampu mengembangkan suatu
konstruksi yang terintegrasi yang dapat digunakan
untuk mendiskusikan pengetahuan di dalam
organisasi.
secara konseptual maupun teoretis, manajemen
pengetahuan
memerlukan
pendekatan
yang
multi-dimensional dan secara teoretis agak
sophisticated.
pemrosesan atau teori aktivitas, harus dikemas oleh
suatu teori yang sesuai dengan kebutuhan dengan
jawaban dari berbagai pertanyaan organisasi yang
terkait dengan penerapan manajemen pengetahuan.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

10

DIMENSI PERUBAHAN

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Sebelum pengetahuan baru mengubah struktur


pengetahuan dan sistem aktivitas di dalam organisasi,
terlebih dahulu harus banyak informasi yang harus
diakses, dipahami, dan dapat diterima.
Kerangka kerja manajemen pengetahuan ditunjukkan
untuk mengubah organisasi sehingga dibutuhkan pula
konsep mengenai manajemen perubahan.
aspek utama manajemen perubahan adalah perpindahan
dari bentuk aktivitas lama kepada bentuk yang baru.
Memerlukan kerja sama dari, aktivitas yang berbedabeda antara yang satu dengan yang lain.
Di dalam berbagai kasus, aktivitas baru dipandu untuk
membatasi dan mengisolasi percobaan, dari kapan
tindakan dapat dilaksanakan lebih luas di dalam 11
organisasi.

ASPEK PENGUKURAN
Pengukuran menjadi aspek yang penting karena
merupakan mekanisme pengintegrasi di dalam
organisasi.
Masing-masing sistem pengukuran secara implisit
menentukan sudut pandang.
Desain
pengukuran merupakan yang paling
fundamental dari sasaran organisasi.
Pengukuran juga memungkinkan kita melihat
apakah kita telah bergerak ke arah sasaran
organisasi yang ingin dituju atau tidak.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

12

ASPEK STRUKTUR ORGANISASI


Struktur organisasi menjadi yang penting
diperhatikan di mana di dalamnya terdapat
pembagian peran dan tanggung jawab yang
diperlukan agar efektivitas manajemen pengetahuan
dapat terlaksana.
Peran-peran : pemilik pengetahuan, penyebar
pengetahuan, pencari pengetahuan dan koordinator
komunitas. peran-peran ini ada di dalam organisasi,
namun sering kali tidak terlembaga dan didukung.
Hal ini disebabkan orang-orang di dalam organisasi
melihatnya sebagai bentuk pekerjaan yang tidak
nyata sehingga tidak dipromosikan dan dikelola,.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

13

ISI PENGETAHUAN

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Jika kita memandang pengetahuan sebagai produk,


pengetahuan dapat diklasifikasi dan dikategorisasi
dalam berbagai cara.
Untuk mengelola produk dari proses pengetahuan, kita
memerlukan pengetahuan yang cocok dan saling
mendukung. Isi pengetahuan juga terkait dengan
keterampilan
karyawan.
Untuk
mengelola
isi
pengetahuan dapat dikembangkan direktori keahlian,
sistem pengelolaan keterampilan, peta pengetahuan,
atau model-model isi pengetahuan.
Oleh karena itu, isu-isu, seperti versi pengawasan dan
ketersediaan dokumen, kualitas dan siklus hidup
dokumen memerlukan kesadaran yang diwujudkan
dalam berbagai bentuk usaha dan informasi yang
tersedia.

14

DIMENSI ALAT

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Dimensi ini terkait erat dengan ketersediaan sarana


untuk memperoleh pengetahuan.
Bagaimana
metoda
mengelola
pengetahuan,
representasi pengetahuan yang akan dikelola serta
infrastruktur yang dibutuhkan untuk menunjang
pengelolaan pengetahuan secara efektif.
Berbagai macam infrastruktur yang sering kali
dipergunakan dalam mendukung proses pengetahuan
organisasi serta manajemen pengetahuan, antara lain
teknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi yang dapat diadopsi merupakan
bentuk kolaborasi berbagai alat, antara lain sistem
pengelolaan pengetahuan, sistem pendukung memori
organisasi, sistem pendukung inovasi, alat untuk
menemukan informasi dan alat untuk menemukan data

15

HUBUNGAN ANTARA STARTEGI BISNIS DAN KNOWLEDGE

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

16

LANGKAH STRATEGIK IMPLEMENTASI


MANAJEMEN PENGETAHUAN YANG LAIN,
MENURUT

TIWANA (2000)

Analisis Infrastruktur
Mengaitkan Manajemen Pengetahuan dengan Strategi
Bisnis
Mendesain Infrastruktur Manajemen Pengetahuan
Mengaudit Aset dan Sistem Pengetahuan yang Ada
Mendesain Tim Manajemen Pengetahuan
Menciptakan Blueprint Manajemen Pengetahuan
Pengembangan Sistem Manajemen Pengetahuan
Prototype dan Uji Coba
Perubahan, Kultur, dan Struktur Penghargaan
Evaluasi Kinerja, Mengukur ROI, dan Perbaikan
Sistem Manajemen Pengetahuan

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

17

VALUE CHAIN

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

18

FAKTOR PENDUKUNG IMPLEMENTASI


MANAJEMEN PENGETAHUAN
Kondisi Sosial
Kondisi Organisasi
Kondisi Teknologi

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

19

KONDISI SOSIAL
kondisi sosial yang seharusnya tercipta dan
dibangun terus-menerus oleh organisasi untuk
mendorong penciptaan pengetahuan.
Kondisi ini dapat melahirkan hal-hal sebagai
berikut :
Pondasi yang kuat bagi setiap orang untuk lebih
membuka pikirannya kepada orang lain
Penilaian (appraisal).
Kepercayaan (trust)
Otonomi (autonomy)
Pengungkitan kompetensi (competence leverage)
Pekerja atau aktivis pengetahuan (knowledge
crew/aclivist)

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

20

KONDISI ORGANISASI

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Dalam konteks manajemen pengetahuan organisasi, pembelajar


terkait dengan proses penciptaan pengetahuan dalam konteks
sosialisasi dan internalisasi, yaitu seperti berikut:
Tujuan (Intention)
Slack
Fluktuasi dan Kekacauan Kreatif (Fluctuation and Creative
Chaos)
Sistem yang Terintegrasi ke dalam Proses Pekerjaan Sehari-hari
Redundansi (Redundancy)
Mengelola Percakapan (Managing Conversation)
Mengglobalkan Pengetahuan Lokal
Iklim Keterbukaan
Komunitas (Communities)
Kolaborasi (Collaboration).
Dialog
21

KONDISI TEKNOLOGI
Adanya teknologi informasi dan komunikasi dalam
memfasilitasi dan menciptakan pengetahuan adalah
untuk menghubungkan orang dengan orang lain
atau untuk mengeksplisitkan pengetahuan.
Dibedakan dalam tiga dimensi :

Memiliki informasi dan mengeksplisitkan komponen


pengetahuan secara online, tersusun, dan terpetakan.
Meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi
antar individu, tim, atau kelompok untuk mentransfer
pengetahuan dari pihak yang memiliki pengetahuan kepada
pihak yang membutuhkan .
Menawarkan satu bentuk petunjuk kepada pihak lain
mengenai keahlian tertentu atau merupakan satu dokumen
yang menjelaskan pengetahuan

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

22