Anda di halaman 1dari 7

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN HUKUM

ADAT
SARKAWI, SH, MH.

Banyak faktor yg mempengaruhi perkembangan hukum adat, disamping


kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, kondisi alam, juga
faktorfaktor yg bersifat tradisional adl sebagai berikut:
Magis dan Animisme :
Alam pikiran magis dan animisme pd dasarnya dialami oleh setiap bangsa
di dunia.
Di Indonesia faktor magis dan animisme cukup besar pengaruhnya. Hal
ini dpt dilihat dlm upacara2 adat yg bersumber pd kekuasaan2 serta
kekuatan2 gaib.
Kepercayaan kpd mahkluk2 halus, roh-roh, dan hantu-hantu yg
menempati seluruh alam semesta dan juga gejala-gejala alam, semua
benda yg ada di alam bernyawa.
Kepercayaan terhadap kekuatan2 sakti dan adanya roh-roh yg baik dan
yg jahat. Adanya org2 ttu yg dpt berhubungan dgn dunia gaib dab atau
sakti. Takut adanya hukuman/ pembalasan oleh kekuatan2 gaib. Hal ini
dpt dilihat adanya kebiasaan mengadakan siaran-siaran, sesajen di
tempat-tempat yg dianggap keramat.

Animisme yaitu percaya bahwa segala sesuatu dlm alam


semesta ini bernyawa.
Animisme ada dua macam yaitu :
Fetisisme: Yaitu memuja jiwa-jiwa yg ada pd alam semesta,
yg mempunyai kemampuan jauh lebih besar dari pd
kemampuan manusia, seperti halilintar, taufan, matahari,
samudra, tanah, pohon besar, gua dan lain-lain.
Spiritisme: Yaitu memuja roh-roh leluhur dan roh-roh lainnya
yg baik dan yg jahat.

Faktor Agama
Masuknya agama-agama di Indonesia cukup banyak memberikan
pengaruh terhadap perkembangan hukum adat misalnya :
Agama Hindu : pd abad ke 8 masuknya orang India ke Indonesia dgn
membawa agamanya, pengaruhnya dpt dilihat di Bali. hukum2 Hindu
berpengaruh pd bidang pemerintahan Raja dan pembagian kasta-kasta.
Agama Islam : pd abad ke 14 dan awal abad 15 oleh pedagangpedagang dari Malaka, Iran. Pengarush Agama Islam terlihat dlm hukum
perkawinan yaitu dlm cara melangsungkan dan memutuskan perkawinan
dan juga dlm bidang wakaf.
Pengaruh hukum perkawinan Islam didlm hukum adat di beberapa daerah
di Indonesia tdk sama kuatnya misalnya daerah Jawa dan Madura, Aceh
pengaruh Agama Islam sangat kuat, namun beberapa daerah ttu
walaupun sudah diadakan menurut hukum perkawinan Islam, tetapi tetap
dilakukan upacara2 perkawinan menurut hukum adat, missal di Lampung,
Tapanuli.

Agama Kristen :Agama Kristen dibawa oleh pedagang-pedagang Barat.


Aturan-aturan hukum Kristen di Indonesia cukup memberikan pengaruh
pd hukum keluarga, hukum perkawinan. Agama Kristen juga telah
memberikan pengaruh besar dlm bidang social khususnya dlm bidang
pendidikan dan kesehatan, dgn didirikannya beberapa lembaga
Pendidikan dan rumah-rumah sakit.

Faktor Kekuasaan yg lebih tinggi


kekuasaan2 yg lebih tinggi yg dimaksud adl kekuasaan2 Raja-raja,
kepala Kuria, Nagari dan lain-lain. tdk semua Raja-raja yg pernah
bertahta di negeri ini baik, ada juga Raja yg bertindak sewenangwenang bahkan tdk jarang terjadi keluarga dan lingkungan kerajaan
ikut serta dlm menentukan kebijaksanaan kerajaan misalnya
penggantian kepala-kepala adat banyak diganti oleh org2 yg dgn
kerajaan tanpa menghiraukan adat istiadat bahkan menginjak-injak
hukum adat yg ada dan berlaku didlm masyarakat tersebut.

Adanya Kekuasaan Asing


Yaitu kekuasaan penjajahan Belanda, dimana org2 Belanda dgn alam
pikiran baratnya yg individualisme. Hal ini jelas bertentangan dgn alam
pikiran adat yg bersifat kebersamaan.

SUMBER-SUMBER HUKUM ADAT


Sumber-sumber hukum adat adl :
1. Adat-istiadat atau kebiasaan yg merupakan tradisi rakyat
2. Kebudayaan tradisionil rakyat
3. Ugeran/ Kaidah dari kebudayaan Indonesia asli
4. Perasaan keadilan yg hidup dlm masyarakat
5. Pepatah adat
6. Yurisprudensi adat
7. Dokumen-dokumen yg hidup pd waktu itu, yg memuat ketentuan2
hukum yg hidup.
8. Kitab-kitab hukum yg pernah dikeluarkan oelh Raja-Raja.
9. Doktrin ttg hukum adat
10. Hasil-hasil penelitian ttg hukum adat Nilai-nilai yg tumbuh dan berlaku
dlm masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai