Anda di halaman 1dari 2

Masalah-Masalah Lingkungan

Masalah lingkungan dapat dikelompokkan menjadi masalah global,


masalah nasional, dan masalah regional berdasarkan lingkup terjadinya suatu
masalah lingkungan. Beberapa contoh masalah yang yang terjadi di setiap
lingkupnya menurut Syamsuri (1993) adalah sebagai berikut :
1. Masalah Global
a. Lapisan Ozon Menipis
Ozon meupakan gas yang menyelubungi bumi yang terbentuk dari
reaksi anatara O dan O2 di stratosfer, dengan pertolongan cahaya. Gas ozon ini
merupakan pelindung atau tameng terhadap sinar ultra violet. Menurut Syamsuri
(1993) gas ozon dapat rusak oleh adanya gas CFC (Choloroflurocarbon) yang
merupakan gas sintetik. Gas ini tidak berbau, tidak beracun, dan stabil karena
tidak mudah bereaksi dengan zat lain. Karena sifatnya itu gas ini sangat ideal
digunakan untuk berbagai campuran penyemprot (aerosol) misalnya hairspray,
pendingin lemari es, dan AC, serta pembuatan karet busa pada bebagai industri.
Lepasnya CFC ke angkasa dapat mencapai stratosfer dan di lapisan udara ini CFC
mengalami dekomposisi oleh pengaruh sinar UV, sehingga CFC ini bisa
mengeluarkan chlor yang sangat reaktif yang menyebabkan penipisan lapisan
ozon.
Dilihat dari segi fungsi ozon tersebut, jika ozon menipis maka sinar UV
akan lebih banyak yang mencapai permukaan bumi. Sinar UV merupakan sinar
yang berenergi tinggi sehingga dapat mematikan kehidupan.
b. Meningkatnya Kadar CO2
Sebagai akibat dari proses pembakaran kadar CO2 semakin meningkat.
Menurut Syamsuri (1993) peningkatan kadar CO2 dikhawatirkan akan dapat
menyerap sinar inframerah lebih banyak sehingga dapat menyebabkan efek rumah
kaca. Efek rumah kaca adalah efek peningkatan suhu sebagai akibat
terperangkapnya sinar matahari yang mencapai ke permukaan bumi oleh CO2 yang
menyelebungi bumi.
c. Hutan Tropik Semakin Habis
Hutan hujan tropis adalah hutan yang terdapat di daerah khatulistiwa,
karena pengaryh hujan dan iklim yang tropis dan stabil , di dalamnya penuh
dengan keananekaragaman flora dan fauna. Hutan berperan sebagai paru-paru

dunia dan dapat mempengaruhi iklim dunia. Karenanya, hutan tropik sangat
penting artinya bagi kelestarian makhluk hidup.
Jika suatu saat terjadi kebakaran hutan maka kadar CO2 meningkat di
atmosfer. Sebagaimana hal tersebut Syamsuri (1993) menjelaskan bahwa
kerusakan hutan tidak hanya berakibat meningkatkan kadar CO2 yang hasil
akhirnya menurunkan keseimbangan bumi, selain itu hal ini dapat berakibat :
1.
2.
3.
4.
5.

Badai yang semakin meningkat baik jumlah dan kekuatannya


Kelestarian fora dan fauna terancam punah
Tanah akan menjadi gundul sehingga mudah mengalami erosi
Terjadi banjir di waktu hujan dan kering di waktu kemarau
Terjadi tanah longsor
d. SDA Tidak Terpulihan Semakin Langka
Pemanfaatan SDA yang terus menerus akan mnyebabkan kelangkaan
bahkan SDA tersebut juga diperkirakan habis. Akibad dari kelangkaan SDA ini
bisa berakibat punahnya plasma nutfah karena adanya eksploitasi yang tidak
terkendali oleh manusia.