Anda di halaman 1dari 14

KEKUATAN PENDIDIKAN

Dasar Agama yang Mantap, Dasar Pancasila Sebagai Pemersatu, Dan Dasar UUD
1945 Sebagai Landasan yang Kuat
Disusun Oleh Kelompok 4:
Dara Puswiati (12531112)
Engga Wahyuni (12531084)

Abstrak , Secara teoritis artikel ini menunjukkan bahwa kekuatan pendidikan akan lebih
baik dengan memperjuangkan hal-hal terkecil hingga hal-hal terbesar yang normalnya akan
dilewati oleh setiap manusia. Pendidikan adalah bekal untuk mengejar semua yang
ditargetkan oleh seseorang dalam kehidupannya sehingga tanpa pendidikan, maka logikanya
semua yang diimpikannya akan menjadi sangat sulit untuk dapat diwujudkan. Faktanya,
memang tidak semua orang yang berpendidikan sukses dalam perjalanan hidupnya, tetapi jika
dilakukan perbandingan maka orang yang berpendidikan jauh lebih banyak yang bisa
mengecap kesuksesan daripada orang yang tidak pernah mengecap pendidikan, baik
pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan adalah alat untuk mengembangkan diri,
mental, pola pikir dan juga kualitas diri seseorang. Sehingga seseorang harus memiliki
kekuatan dalam melaksanakan suatu pendidikan yaitu dengan didasari dari agama yang
mantap, mengakui bahwa pancasila itu sebagai dasar pemersatu bangsa, serta menjadikan
UUD 1945 sebagai dasar landasan yang kuat. Jangan meyakini opini sekelompok orang yang
PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

tidak bertanggung jawab. Apa pun alasannya, setiap orang tetap membutuhkan pendidikan.
Meskipun pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, namun pendidikan akan
membekali kualitas diri yang lebih baik sehingga akan lebih berpeluang untuk mendapatkan
apa yang di cita-citakan. Pendidikan merupakan alat terpenting untuk merealisasikan semua
impian seseorang.

Kata Kunci: Pendidikan, Agama yang Mantap, Pancasila sebagai Pemersatu, dan UUD 1945
sebagai Landasan.

A. Pendahuluan
Untuk mengatur pelaksanaan pendidikan agar dapat tercapai tujuan pendidikan
tersebut telah dikeluarkan UU RI no.20/2003 dan perangkat peraturannya yaitu
Keppres no. 3 Th 2003, tentang Tunjangan Tenaga Kependidikan, Keputusan
Mendiknas no. 007/U/2003 tentang Sistem dan Mekanisme Perencanaan Tahunan
Depdiknas, Keputusan Mendiknas no. 034/U/2003 tentang Guru Bantu, Keputusan
Mendiknas no. 11/U/2002 tentang Penghapusan Ebtanas SD, SDLB, SLBTD, dan MI,
Keputusan Mendiknas no. 012/U/2002 tentang Sistem Penilaian di SD, SDLB,
SLBTD, dan MIN, Keputusan Mendiknas no. 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan
dan Komite Pendidikan dan Keputusan Mendiknas no. 125/U/2002 tentang Kalender
Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektif Sekolah.
Betapa penting arti pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia
yang sedang membangun bangsanya. Pelaksanaan pendidikan berdasarkan UU RI no.
20/2003 dan peraturan pemerintah yang menyertainya mengharuskan masyarakat
untuk terus meningkatkan belajar agar dapat memperoleh banyak informasi tentang
pembangunan masyarakat yang sedang berlangsung dan memperoleh informasi dari
dunia luar, mengetahui tentang bahaya yang bakal menimpa dirinya dan banyak hal
yang

menyangkut

kehidupan

dalam

masyarakat.

Kekuatan

Pendidikan

untuk melihat betapa pentingnya pendidikan sebagaimana diuraikan oleh UNESCO


telah diuraikan beberapa butir yang terkait secara langsung terhadap kesejahteraan
manusia dalam berbangsa dan bernegara. Pendidikan adalah prioritas untuk menjuju
kearah yang lebih baik, dan masa depan yang lebih layak untuk seseorang.
Dasar yang menjadi acuan kekuatan pendidikan harus merupakan sumber nilai
kebenaran dan kekuatan yang dapat menghantarkan pada aktivitas-aktivitas yang
dicita-citakan. Nilai yang terkandung harus mencerminkan nilai universal yang dapat
PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

diasumsikan untuk keseluruhan kehidupan manusia, serta merupakan standar nilai


yang dapat mengevaluasi aktivitas pendidikan. Pancasila sebagai sumber dari segala
sumber hukum yang berlaku di Indonesia, dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya yang telah dijelaskan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai sumber dari
keseluruhan politik hukum nasional Indonesia. Dengan mulianya nilai nilai yang
terkandung dalam Pancasila diharapkan rakyat Indonesia dapat hidup dalam persatuan
untuk menciptakan kedamaian antar semua mahluk yang hidup di dunia ini, baik
harmonis dan damai dengan sesama ( dengan tetangga, dengan teman, dengan
atasan,dll), juga harmonis damai antara kita rakyat Indonesia dengan lingkungan alam
semesta, dengan tumbuhan, dengan hewan, sehingga ada tuntutan agar kita merawat
dan menjaga lingkungan sekitar serta yang terakhir harmonis dan damai kita dalam
menghaturkan sembah sujud kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Alllah Swt, sehingga
kita sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan ciptaan
Allah lainnya mampu memunculkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pancasila sebagai dasar negara dan kehidupan berbangsa dan bernegara
mengandung nilai nilai yang begitu baik, sehingga apabila ini serius dan konsisten
diterapakan, tragedi yang mencoba merusak tatanan nilai pada Pancasila tidak akan
terjadi kembali, karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, merupakan nilainilai Ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Ini merupakan
nilai dasar dalam kehidupan benegara dan bemasyarakat menuju masyarakat yang
damai dan harmonis. Tanpa Pancasila, masyarakat nasional kita tidak akan pernah
mencapai kekukuhan serta pendidikan yang baik seperti yang kita miliki sekarang ini.
Hal ini akan lebih kita sadari jika kita mengadakan perbandingan dengan keadaan
masyarakat nasional di banyak negara, yang mencapai kemerdekaannya hampir
bersamaan waktu dengan kita.
Kata landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak.
Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati.
Misalkan

seorang

guru

boleh

mengajar

apabila

surat

keputusan

tentang

pengangkatannya sebagai guru sudah di akui atau sudah ada. Sehingga yang
melandasi atau mendasari ia menjadi guru ialah surat keputusan itu beserta hakhaknya.
Aturan baku yang sudah disahkan oleh pemerintah ini, bila dilanggar akan
mendapat sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku pula. Hukum atau aturan baku di
atas tidak selalu dalam bentuk tertulis. Seringkali aturan itu dalam bentuk lisan, tetapi
PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

diakui dan ditaati olah masyarakat. Hukum adat misalnya. Dari uraian tersebut
dapatlah dipahami makna landasan hukum yang sedang dibahas. Landasan hukum
dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, dalam hal ini kegiatan pendidikan.
Selanjutnya apabila seseorang ingin menjadi orang yang berkualitas dan
mendapatkan hasil yang bagus maka perlunya suatu kekuatan ataupun niat di dalam
hati untuk belajar, dan menanamkan nilai-nilai agama sebagai pedoman untuk
memperkukuh kualitas pendidikan serta mampu dalam memahami nilai-nilai
pancasila. Agar apa yang dicita-citakan akan tercapai. Landasan pendidikan ibarat
sebuah pondasi dasar untuk membangun pendidikan sesuai kearah yang dicita-citakan
sehingga dapat membentuk generasi penerus bangsa yang mutu pendidikannya tinggi
serta berkualitas baik.

B. Pembahasan
1. Definisi Pendidikan
Pendidikan adalah bagian penting untuk membantu seseorang menjadi lebih
baik serta mampu mendidik pikiran dan mengembangkan keterampilan serta bakat,
kekuatan untuk bertindak benar dalam tanggung jawab, serta potensi untuk
menghargai hidup. Pendidikan yang akan berguna bagi seseorang sepanjang kefanaan
dan kehidupan mendatang. Pendidikan merupakan faktor utama yang dapat dijadikan
referensi utama dalam rangka membentuk generasi yang dipersiapkan untuk
mengelola dunia global yang penuh dengan tantangan. Sistem pendidikan yang tidak
berkualitas mempengaruhi rendahnya SDM yang dihasilkan, yang pada gilirannya
tidak mampu membawa bangsa ini duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi
dengan bangsa lain. Lemahnya SDM pendidikan sebagai ekses sistem pendidikan
yang tidak berkualitas, memunculkan fenomena masyarakat pekerja (worker society)
bak jamur di musim hujan. Ini tentu berbeda dengan sistem pendidikan yang baik,
yang memproduksi employee society1. Pentingnya pendidikan tidak dapat dipungkiri
oleh siapa pun.di indonesia terus meningkat subsidi pendidikan agar masyarakat
menikmati pendidikan. Kesadaran bahwa bangsa dan negara tidak akan maju tanpa
pendidikan, menjadi indikasi kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Pendidikan
dalam pandangan yang sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang
1

http://www.meteorika.com/2012/11/contoh-artikelpendidikan.html#ixzz33Yqoa43C

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita


islam, sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran
islam2.
Ilmu pendidikan membicarakan dasar dasar yang memberikan landasan
kepada usaha tersebut, memberikan pedoman - pedoman bagaimana usaha tersebut
dilaksanakan, dan memberikan arah ke mana usaha tersebut ditujukan. Pendidikan itu
mulai ada sejak adanya makhluk manusia yang pertama. Hanya saja caranya yang
berbeda beda.
Arti dari pendidikan menurut definisi umum atau luas ialah suatu usaha yang
sadar yang teratur sistematis, yang dilakukan oleh orang orang yang diserahi
tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai
dengan cita cita pendidikan.3 Pendidikan merupakan usaha pengembangan kualitas
diri manusia dalam segala aspeknya. Pendidikan sebagai aktivitas yang disengaja
untuk mencapai tujuan tertentu dan melibatkan berbagai factor yang saling berkaitan
antara satu dan lainnya sehinmgga membentuk satu system yang saling berkaitan.
Adapun yang dimaksud dengan pendidikan dasar menurut UU no. 2/89 ialah
pendidikan yang lamanya 9 tahun, yang diselenggarakan selama 6 tahun di sekolah
dasar dan 3 tahun di SLTP atau satuan pendidikan yang sederajat. Dalam pembukaan
UUD 1945 tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa4.

2. Dasar Agama yang Mantap


Suatu pendidikan harus didasari oleh agama yang mantap dan mempunyai
iman yang kuat, agar suatu pendidikan dapat berjalan dengan lancar serta bertujuan
untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan,
keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal
semangat kebangsaan dan cita-cita tanah air agar dapat menumbuhkan manusia manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri. Sedangkan dalam UU
RI no. 20/2003 tujuan pendidikan dalam perkembangannya adalah untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
2

Hamdani,Dasar-Dasar Pendidikan,Hal. 14
Hamdani,Dasar-Dasar Pendidikan,Hal.61
4
https://id-id.facebook.com/MasailFiqhiyah/posts/166483620163412
3

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Yang menjadi tanggung jawab lembaga lembaga keagamaan sebagai
lembaga pendidikan kiranya sudah tidak dapat diasingkan lagi bahwa agama
keagamaan mempunyai tugas dalam menyelenggarakan pendidikan agama bagi para
penganut penganutnya. Lembaga lembaga keagamaan mempunyai tanggung
jawab terhadap pendidikan agama bagi anak anak, termasuk juga orang dewasa.
Lembaga lembaga keagamaan harus memberikan pendidikan agama kepada
penganut penganutnya harus mendidik umat manusia agar menjadi manusia
manusia yang patut terhadap agama. Manusia yang patuh terhadap ajaran ajaran
agama, manusia yang patuh terhadap peraturan Tuhan, manusia yang cita akan
kebenaran, keadilan dan kejujuran serta menjauhkan diri dari perbatan perbuatan
yang mungkar dan terlarang. Dapat digolongkan sebagai lembaga lembaga
keagamaan ialah: pondok pondok, pesantren pesantren, masjid masjid, gereja
gereja, biara biara, dan sebagainya. Yang dimaksud disini bukanlah pondokpesantren-gereja-biara sebagai pusat peribadatan, melainkan ditinjau dari segi
fungsinya yaitu yang berfungsi sebagai pusat Syiar agama, pusat pusat pendidikan
agama dilaksanakan.5
Al-Ghazali menyadari bahwa hanya pendidikan agamalah yang mampu secara
dini mengarahkan anak didik untuk dekat kepada Allah. Maka dalam metode
pembelajaran usia dini, Al-Ghazali menempatkan dasar-dasar pendidikan agama
sebagai prioritas utama. Dalam konteks ini Al-Ghazali tidak menempatkan ilmu
agama sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Ia menjadikan penting dan prioritas karena
berfungsi sebagai pintu pembuka interaksi antara Tuhan dan makhluknya yang harus
diupayakan sejak dini. Pada mulanya anak-anak diajak untuk menghafal dasar-dasar
agama6.
Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk memantapkannya sehingga ia
mengakar kuat dan tidak goyah di dalam jiwa anak. Dan jalan itu bukan dengan jalan
mengajarkannya keterampilan berbicara dan berdebat tetapi dengan cara membaca
Al-Quran dan tafsirnya, membaca hadits dan maknanya dan memperbanyak ibadah.

5
6

Amir Daien Indrakusuma,Pengantar Ilmu Pendidikan,Hal 100-103


Ibid, hal. 106

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

Maka akidahnya akan bertambah kuat dengan mengetahui dalil-dalil atau argumentasi
Al-Quran dalil dalil dari hadits, pancaran sinar ibadat, pengaruh banyak bergaul
dengan orang saleh, cara mereka merendahkan diri kepada Allah serta rasa takutnya
atau ketenangannya menghadap Allah.
Dengan ini, maka Al-Ghazali telah menjelaskan metode yang dapat digunakan
oleh pendidik adalah menegaskan bahwa metode tententu bagi pengajaran agama
yang kesimpulannya, bahwa pengajaran agama cara dimulai dengan hafalan dengan
baik, mengerti, memahami, meyakini dan membenarkan terhadap apa yang
diterimanya. Setelah itu baru diberi bukti dan dalil yang membantu menguatkannya.7
Jadi di dalam suatu pendidikan perlu adanya pembelajaran keagamaan, karena agama
merupakan kekuatan di dalam diri seseorang. Apabila pengetahuan didasari dengan
agama yang kuat maka suatu yang akan didapat pun akan mudah, dengan sendirinya
kekuatan itu akan muncul.

3. Dasar Pancasila Sebagai Pemersatu


Pancasila telah diakui sebagai ideologi dan dasar negara yang terumuskan
dalam pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya, pancasila mncerminkan nilai
keseimbangan, keserasian, keselarasan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan,
kebersamaan dan kearifan dalam membina kehiduan nasional. Perpaduan nilai - nilai
tersebut mampu mewadai kebinekaan seluruh aspirasi bangsa indonesia. Pancasila
merupakan sumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa indonesia dalam
tekatnya untuk menata kehidupan di dalam negara kesatuan republik indonesia secara
berdaulat dan mandiri. Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar negara
mempunya kekuatan hukum yang mengikat para penyelengaraan negara, para
pemimpin pemerintah, dan seluruh rakyat indonesia. Setelah negara dalam
menyelengarakan kehidupan nasionalnya, bangsa indonesia mengahadapi lingkungan
yang terus berubah dan merasa perlu memiliki cara pandang atau Wawasan Nusantara
yang akan menghindarkannya dari bahaya penyesatan dan penyimpangan.

https://id-id.facebook.com/MasailFiqhiyah/posts/166483620163412

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

Pancasila sebagai falsafah bangsa indonesia telah di jadikan landasan dasar


negara sesuai dengan yang tercantum pada pembukaan UUD 1945. Karena itu,
pancasila sudah seharusnya serta sewajarnya menjadi landasan Wawasan Nusantara.8
Pancasila sebagai dasar negara tidak lahir dalam kondisi yang nyaman dan
tenang, namun lahir dalam pergolakan dinamika yang luar biasa besar dan berat,
ditengah tengah himpitan tekanan penjajah yang ingin merongrong bangsa dan
negara, untuk dijadikan budak para penjajah. Pancasila lahir untuk menjawab
rongrongan tersebut, dengan pergolakan pikiran yang luar biasa, Bung Karno bersama
para tokoh perjuangan lainnya meramu dan meracik nilai nilai yang digali dari Bumi
pertiwi tercinta ini, untuk menjadi pondasi dan pijakan, yang sekarang kita kenal
dengan pilar kehidupan berbangsa dan bernegara9. Dengan harapan bangsa ini dapat
bersatu, sejahtera, adil, makmur, dan damai dalam lindungan Tuhan Yang Maha
Kuasa. Nilai nilai yang di wariskan kepada anak cucu generasi penerus bangsa ini
begitu luas dan dalam pemaknaannya, yang kalau kita aplikasikan dalam kehidupan
sehari-sehari maka niscaya akan memberikan kedamaian tak terhingga kepada kita
semua. Nilai nilai itu seperti, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian Yang Adil
Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia.
Dengan mulianya nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila diharapkan
rakyat Indonesia dapat hidup dalam persatuan untuk menciptakan kedamaian antar
semua mahluk yang hidup di dunia ini, baik harmonis dan damai dengan sesama (
dengan tetangga, dengan teman, dengan atasan,dll), juga harmonis damai antara kita
rakyat Indonesia dengan lingkungan alam semesta, dengan tumbuhan, dengan hewan,
sehingga ada tuntutan agar kita merawat dan menjaga lingkungan sekitar serta yang
terakhir harmonis dan damai kita dalam menghaturkan sembah sujud kehadapan
Tuhan Yang Maha Esa, Alllah Swt, sehingga kita sebagai mahkluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna dibandingkan ciptaan Allah lainnya mampu memunculkan
keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat10. Sila-sila dalam pancasila yang

Sumarsono.Dkk, Pendidikan Kewarganegaraan,Hal.45

Sutoyo. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: GRAHA ILMU. Hal. 89

10

Sumarsono. Op.Cit. Hal. 56

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

merupakan kebenaran yang hakiki perlu diwujudkan oleh bangsa Indonesia.


Berdasarkan sikap idealism pancasila, Negara Kesatuan Indonesia menggunakan pola
bersahabat, damai, hidup berdampingan, dan politik bebas aktif dalam hubungan
internasionalnya dan pergaulannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sehingga
dalam merealisasikan pendidikan akan mudah. Dalam pembahasan sebelumnya telah
disebutkan bahwa Pancasila merupakan falsafah bangsa. Ketika bangsa Indonesia
menjadi menegara, falsafah pancasila pun ikut masuk dalam negara. Karena itu,
negara mempunyai cita-cita, yaitu kebenaran hakiki yang terdapat dalam sila-sila
Pancasila.

4. Dasar UUD 1945 Sebagai Landasan yang Kuat


Untuk mendapatkan pendidikan yang kokoh dan berkualitas harus dimulai dari
landasan pendidikan yang kuat. Pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya
jika landasan tidak kuat atau tidak utuh. Landasan pendidikan ibarat pondasi dasar
untuk membangun pendidikan sesuai kearah yang dicita citakan bangsa tentu kita
tidak ingin mencetak generasi penerus hanya dengan berpedoman pada nilai yang
dihasilkan saja. Nilai hanya menunjukan kuantitatif dari hasil pencapaian belajar,
tetapi tidak bisa dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan karena kualitas
pendidikanlah yang menjadi indikator utama. Jadi, perlu upaya penetapan landasan
pendidikan yang kokoh supaya tujuan pendidikan bisa tercapai11.
Dengan tidak mengurangi arti dan pentingnya jalur dari jenjang pendidikan
lain, pendidikan dasar khususnya sekolah dasar memiliki posisi yang strategis dalam
peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dikatakan demikian karena,
sekolah dasar merupakan landasan atau pondasi bagi tingkatan pendidikan
selanjutnya. Sekolah dasar yang berkualitas, tentunya akan menjadi landasan yang
kuat bagi tingkatan pendidikan selanjutnya, baik pendidikan menengah maupun
tinggi. Secara khusus peranan pendidikan dasar dirumuskan dalam peraturan Menteri
Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 bahwa pendidikan dasar bertujuan
meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut ( Syaodih,
11

Tujiran. Taniredja, Dkk. 2011 . Pndidikan Pancasila, Bandung : ALFABETA. Hal. 78

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

2007:2). Oleh karena itu, para siswa perlu di bekali dengan berbagai pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang cukup memadai agar mereka dapat hidup di tengah
tengah masyarakat secara bermartabat. Pengetahuan, keterampilan dan sikap tersebut
dapat diperoleh melalui aktivitas pembelajaran yang bermakna maupun aktivitas
aktivitas lainnya, misalnya aktivitas secara mandiri yakni dengan kegiatan membaca
yang dilakukan secara terus menerus.12 Pasal-pasal yang bertalian dengan pendidikan
dalam UUD 45 hanya dua pasal, yaitu pasal 31 dan pasal 32. Pasal 31 ayat 1
berbunyi: Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Ayat 2 pasal ini
berbunyi: Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah
wajib membiayainya. Ayat 3 pasal ini berbunyi: Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu system pendidikan nasional.
Pasal 32 UUD itu pada ayat 1 bermaksud memajukan budaya nasional serta
memberi kebebasan kepada masyarakat untuk mengembangkannya dan ayat 2
menyatakan negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai bagian dari
budaya nasional. Pasal ini berhubungan dengan pendidikan sebab pendidikan adalah
bagian dari kebudayaan.
Pokok pikiran pembukaan UUD 1945 Dari tiap tiap alinea dalam
pembukaan tersebut di atas, terkandung pokok-pokok pikiran yang sangat dalam,
yaitu:
1. Pada Alinea pertama, terkandung pokok pikiran bahwa:
a) kemerdekaan adalah hak segala bangsa,
b) segala bentuk penjajahan harus dihapuskan,
c) bangsa Indonesia perlu membantu bangsabangsa lain yang ingin merdeka.
Pokok pokok pikiran itu semestinya menjadi landasan politik luar negeri
Indonesia.
2. Pada alinea kedua, terkandung pokok pikiran bahwa:
a) perjuangan bangsa Indonesia telah sampai kepada saat yang tepat untuk
memproklamasikan kemerdekaan.
b) kemerdekaan bukanlah akhir dari suatu perjuangan.
c) perlu upaya mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan negara merdeka,
bersatu, berdaulat, adil, dan makm ur.
3. Pada alinea ketiga terkandung pokok pikiran:

12

Ibid, Hal. 26

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

10

a) bahwa kemerdekaan yang diperoleh oleh bangsa Indonesia diyakini sebagai


berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,
b) bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia dimotivasi juga oleh keinginan luhur
untuk menjadi bangsa yang bebas dari penjajahan.
4. Pada Alinea keempat terdapat rumusan tentang:
a) tujuan negara yang meliputi: melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh

tumpah

darah

Indonesia,

memajukan

kesejahteraan

umum,

mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia


berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.
b) pentingnya mengatur kehidupan negara dalam UndangUndang Dasar
c) bentuk pemerintahan Republik
d) dasar negara Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila. B.
Kedudukan Pembukaan dalam UUD 1945 Pembukaan Konstitusi, baik yang
secara resmi disebut dengan nama Pembukaan maupun tidak, memuat normanorma dasar kehidupan bernegara (kaidah fundamental hidup bernegara).
Secara konkret pokok pokok kaidah negara yang fundamental itu adalah
dasar negara Pancasila. Kedudukan Pembukaan UUD 1945 lebih tinggi dari
Batang Tubuh UUD 1945. Makna setiap alinia dalam pembukaan Pembukaan
UUD 1945 merupakan sumber motivasi dan aspirasi serta cita-cita hukum dan
cita cita moral bangsa Indonesia. Pembukaan UUD 1945 mengandung nilainilai dan hal hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Adapun
makna yang terkandung daiam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai
berikut13:
1. Alinea Pertama berisi tentang:
a. Pernyataan

obyektif

bahwa

penjajahan

tidak

sesuai

dengan

perikemanusiaan dan perikeadilan.


b. Pernyataan subyektif bangsa Indonesia untuk menentang segala bentuk
penjajahan dan dukungan kepada semua bangsa untuk membebaskan
diri dari penjajahan.
2. Alinea Kedua memuat pernyataan bahwa :

13

Ibid, Hal. 29

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

11

a. Perjuangan pergerakan bangsa Indonesia telah sampai pada tingkat


yang menentukan Momentum yang telah dicapai tersebut harus
dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan.
b. Kemerdekaan yang telah dicapai bukan merupakan tujuan akhir dari
bangsa Indonesia tetapi masih harus diisi dengan mewujudkan negara
Indonesia yang merdeka, bersatu, adil dan makmur.
3. Alinea Ketiga memuat tentang :
a. Motivasi spiritual yang luhur bahwa kemerdekaan adalah berkat
rahmat Allah yang Maha Kuasa
b. Bukti ketakwaan bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa
c. Pernyataan kembali atau pengukuhan proklamasi kemerdekaan
Indonesia
4. Keempat memuat tentang :
a. Fungsi sekaligus tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa
Indonesia

dan

seluruh

tumpah

darah

Indonesia,

memajukan

kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta


melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
b. Kemerdekaan kebangsaan Indonesia disusun dalam suatu UndangUndang Dasar.
c. Susunan atau bentuk negara yaitu Republik.
d. Susunan pemerintahan negara yaitu berdasarkan kedaulatan rakyat
(demokrasi).
e. Dasar negara yaitu Pancasila.

C. Kesimpulan dan Saran


Jadi dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa arti dari pendidikan
menurut definisi umum atau luas ialah suatu usaha yang sadar yang teratur sistematis,
yang dilakukan oleh orang orang yang diserahi tanggung jawab untuk
mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita
pendidikan. Pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik dengan
memperjuangkan hal-hal terkecil hingga hal-hal terbesar yang normalnya akan
dilewati oleh setiap manusia. Pendidikan adalah bekal untuk mengejar semua yang
ditargetkan oleh seseorang dalam kehidupannya sehingga tanpa pendidikan, maka
PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

12

logikanya semua yang diimpikannya akan menjadi sangat sulit untuk dapat
diwujudkan.
Faktanya, memang tidak semua orang yang berpendidikan sukses dalam
perjalanan hidupnya, tetapi jika dilakukan perbandingan maka orang yang
berpendidikan tetap jauh lebih banyak yang bisa mengecap kesuksesan daripada orang
yang tidak pernah mengecap pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal.
Pendidikan adalah alat untuk mengembangkan diri, mental, pola pikir dan juga
kualitas diri seseorang. Jika orang yang sudah dibekali ilmu saja terbukti masih ada
atau bahkan banyak yang mengalami kegagalan, lalu bagaimana dengan mereka yang
tidak dibekali ilmu sama sekali, nah logikanya sudah pasti mereka akan lebih
kesulitan dalam mengembangkan hal-hal yang diminatinya dengan tujuan untuk
mendapatkan level kehidupan yang lebih baik. Proses hidup membutuhkan teori, dan
dengan kekuatan pendidikan lah teori tersebut bisa didapatkan.
Dalam suatu pendidikan itu perlu adanya dasar-dasar, adappun dasar-dasarnya
yaitu pertama dasar agama yang mantap, suatu pendidikan harus didasari oleh agama
yang mantap dan mempunyai iman yang kuat, agar suatu pendidikan dapat berjalan
dengan lancar serta bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat
kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cita-cita tanah air agar dapat
menumbuhkan manusia - manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya
sendiri. Kedua pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa, pancasila merupakan
sumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa indonesia dalam tekatnya untuk
menata kehidupan di dalam negara kesatuan republik indonesia secara berdaulat dan
mandiri. Ketiga UUD 1945 sebagai landasan yang kuat, Landasan pendidikan ibarat
pondasi dasar untuk membangun pendidikan sesuai kearah yang dicita citakan
bangsa tentu kita tidak ingin mencetak generasi penerus hanya dengan berpedoman
pada nilai yang dihasilkan saja. Nilai hanya menunjukan kuantitatif dari hasil
pencapaian belajar, tetapi tidak bisa dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan karena
kualitas pendidikanlah yang menjadi indikator utama. Jadi, perlu upaya penetapan
landasan pendidikan yang kokoh supaya tujuan pendidikan bisa tercapai.
Adapun sarannya, besar harapan penulis bahwa melalui artikel ini akan dapat
meningkatkan kesadaran untuk menumbuhkan perkembangan pendidikan dengan
didasari agama yang mantap, pencasila sebagai dasar, dan UUD 1945

menjadi

landasan yang kuat dalam menentukan suatu pendidikan agar terciptanya pendidikan
PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

13

yang berkualitas. Karena pendidikan ini bertujuan untuk membentuk kepribadian


seseorang dalam mewujudkan proses pembelajaran yang baik serta berkualitas.
Semoga dengan hasil artikel sederhana ini dapat bermanfaat dan memahami arti
pentingnya suatu kekuatan pendidikan.

D. Referensi
Hamdani. 2011. Dasar-Dasar Kependidikan, Bandung : CV PUSTAKA
SETIA
Indrakusuma, Amir Daien. 1979.Pengntar Ilmu Pemdidikan, Malang :
USAHA NASIONAL.
Sutoyo. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: GRAHA ILMU.
Sumarsono.

Dkk.

2005.

Pendidikan

Kewarganegaraan.

Jakarta:

PT

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA.


Taniredja,Tujiran. Dkk. 2011 . Pndidikan Pancasila, Bandung : ALFABETA.

Sumber Lain:
https://id-id.facebook.com/MasailFiqhiyah/posts/166483620163412

http://www.meteorika.com/2012/11/contoh-artikel-pendidikan.html#ixzz33Yqoa43C

PEMIKIRAN PENDIDIKAN (KEKUATAN PENDIDIKAN)

14