Anda di halaman 1dari 21

Fistula Perianal

MUHAMMAD NUGIE ZIFI


406107011

Definisi
fistula (gb. fistula atau fistula) adalah koneksi

normal atau lorong antara dua organ epitel berlapis


yang biasanya terhubung.
Fistula perianal adalah saluran abnormal yang
dibatasi oleh jaringan granulasi, yang
menghubungkan satu ruang (dari lapisan epitel anus
atau rektum) ke ruang lain, biasanya menuju ke
epidermis kulit di dekat anus, tapi bisa juga ke
organ lainnya seperti kemaluan.

Anatomi rectum dan anal

Etiologi
Kebanyakan fistula berawal dari kelenjar dalam di dinding anus

atau rektum.
Kadang-kadang fistula merupakan akibat dari pengeluaran nanah
pada abses anorektal.
Terdapat sekitar 7-40% pada kasus abses anorektal berlanjut
menjadi fistel perianal.
Namun lebih sering penyebabnya tidak dapat diketahui.
Organisme yang biasanya terlibat dalam pembentukan abses
adalah Escherichia coli, Enterococcus sp dan Bacteroides sp.
Hampir semua fistel perianal biasanya disebabkan oleh perforasi
atau penyaliran abses anorektum. Kadang fistel disebabkan oleh
kolitis disertai proktitis seperti tbc, amubiasis, atau morbus crohn

Faktor resiko
Susah BAB/Konstipasi (susah BAB/tidak Teratur)
Ngedan ( ngejan) Pada saat BAB
Pernah ada riwayat t.b.(tuberculosis)
Masalah di saluraran pencernaan seperti: Ulcer

Colitis, Chrons Disease, diare menahun

Klasifikasi
Ada 3 macam fistula: Simple fistula, Complete fistula, dan
Horseshoe fistula.
Simple fistula adalah fistula yang ada hanya ada satu lobang
apakah itu dikulit sekitar anus atau disekitar rectum.
Complete fistula adalah fistula yang mempunyai 2 lobang,
yaitu entrance dan exit. Artinya entrance dari saluran
pembuangan lobang pertama dan tentunya keluar melalui
exit lobang ke dua.
Horseshoe fistula adalah 2 lobang fistula yang ketemu satu
dengan yang lainnya dalam bentuk huruf U (Horseshoe
fistula).

Berdasarkan lokasi internal opening, maka fistula

dibagi dalam dua kelompok yaitu fistula letak rendah


dimana internal opening fistel ke anus terdapat di
bawah cincin anorektal dan
kedua adalah fistula letak tinggi dimana internal
opening fistel ke anus terdapat di atas cincin
anorektal

Sistem klasifikasi Parks menjelaskan ada 4 tipe fistula perianal yang

terjadi akibat infeksi kriptoglandular, yaitu:


(1) Interspingterika, merupakan bentuk fistula yang sering terjadi.
Saluran fistel berada di daerah intersphingterika.
(2) Transphingterika. Biasanya disebabkan oleh abses isiorektal.
Fistula menghubungkan intersphingtrerika dengan fosa isiorektal
oleh adanya perforasi di sphingter eksternal dan kemudian ke kulit.
(3) Suprapshingterika. Biasanya merupakan hasil dari abses
supralevator. Seperti Transphingterika tapi saluran berada di atas
sphingter eksternal dan ada perforasi di muskulus levator ani.
(4) Ekstrasphingterika. Saluran melewati rektum ke lapisan kulit
perineum, fossa isiorektal melalui m. levator ani dan akhirnya ke
dalam anus

Patofisiologi
Hipotesa kriptoglandular menyatakan

infeksi yang pada awalnya masuk melalui kelenjar


anal akan menyebar ke dinding otot sphingter anal
menyebabkan abses anorektal. Abses yang pecah
spontan, akhirnya meninggalkan bekas berupa
jaringan granulasi di sepanjang saluran, sehingga
menyebabkan gejala yang berulang.

Manifestasi klinis
fistula mengeluarkan nanah atau feces, berdarah,

ekskoriasi, eritema pada kulit, indurasi, fluktuasi dan


terdapat eksternal opening
Gejala lain yang menyertai berupa diare, nyeri perut,
kehilangan berat badan dan perubahan kebiasaan
defekasi.
Fistula yang tidak teratasi dapat menyebabkan infeksi
sistemik disertai dengan gejala yang berhubungan.
Pada pemeriksaan rectal toucher didapatkan Internal
opening fistula dapat dirasakan sebagai daerah
indurasi/ nodul di dinding anus setinggi garis dentata

pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan anjuran


CT scan
fistulografi
USG endoanal
MRI
Rektosigmoidoskopi/Kolonoskop
Foto Rontgen Thorax

Diagnosis
Pada kasus-kasus yang sederhana, hukum Goodsall

membantu mengantisipasi anatomi fistula perianal.


Hukum ini menyatakan bahwa fistula dengan
eksternal opening ke anterior biasanya memiliki
saluran yang berbentuk lurus. Sedangkan fistula
dengan eksternal opening ke posterior atau dorsal
biasanya selalu bengkok ke depan karena radang dan
pus terdorong ke anterior di sekitar muskulus
puborektal dan dapat membentuk 1 atau lebih
lubang perforasi di sebelah anterior.

Perbedaan sinus dan fistula

Different diagnosis
Hidranitis supurativa: Merupakan radang kelenjar

keringat apokrin yang membentuk fistula multiple


subkutan. Predileksi di perineum, perianal, ketiak dan
tidak meluas ke struktur yang lebih dalam.
Sinus pilonidalis: Terdapat di lipatan sakrokoksigeal,
berasal dari rambut dorsal tulang koksigeus/ ujung os
sacrum. Gesekan rambut, peradangan dan infeksi akut
sampai abses dan terbentuk fistel setelah abses pecah.
Fistel proktitis: Fistel proktitis dapat terjadi pada morbus
Crohn, tbc, amubiasis, infeksi jamur, dan divertikulitis.
Kadang disebabkan benda asing atau trauma.

Penatalakasaan
Terapi Konservatif Medikamentosa dengan

pemberian analgetik, antipiretik serta profilaksis


antibiotik jangka panjang untuk mencegah fistula
rekuren

Terapi pembedahan
Fistulotomi : prosedur yang dianjurkan. Fistulotomi

merupakan tindakan bedah untuk mengobati anal fistula


dengan cara membuka saluran yang menghubungkan
anal kanal dan kulit kemudian mengalirkan pus kelua
Seton: benang atau karet diikatkan malalui saluran
fistula.
Advancement Flap: Menutup lubang dengan dinding
usus, tetapi keberhasilannya tidak terlalu besar.
Fibrin Glue: Menyuntikkan perekat khusus (Anal
Fistula Plug/AFP) ke dalam saluran fistula yang
merangsang jaringan alamiah dan diserap oleh tubuh

TERIMA KASIH