P. 1
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

|Views: 6,853|Likes:
Dipublikasikan oleh aristiaA
TENTANG PBB
TENTANG PBB

More info:

Published by: aristiaA on Jan 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

•Landasan Pembentukan PBB
a.

Atlantic Charter
Piagam Atlantik (Atlantic Charter) adalah sebuah deklarasi bersama yang
dikeluarkan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Presiden
Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt pada tanggal 14 Agustus 1941 di atas
kapal perang Kerajaan Inggris HMS Prince of Wales di perairan Samudera
Atlantik, tepatnya di wilayah Argentia, Newfoundland, Kanada.
Dalam Piagam Atlantik terdapat 8 poin penting mengenai:
1.tidak ada lagi wilayah yang dicari oleh Amerika Serikat atau Inggris;
2.pengaturan sebuah wilayah harus sesuai dengan kehendak masyarakat
bersangkutan;
3.hak untuk menentukan nasib sendiri;
4.pengurangan rintangan perdagangan;
5.memajukan kerjasama ekonomi dunia dan peningkatan kesejahteraan sosial;
6.kebebasan berkehendak dan bebas dari kekhawatiran;
7.menciptakan kebebasan di laut lepas;
8.pelucutan senjata di seluruh dunia pasca perang

b.

Declaration of the United Nation
The Declaration by United Nations was a World War II document agreed to
on January 1, 1942 during the Arcadia Conference by 26 governments: the
Allied "Big Four" (the USA, the UK, the USSR, and China), nine American
allies in Central America and the Caribbean, the four British Dominions, British
India, and eight Allied governments-in-exile, for a total of twenty-six nations.
During December 1941, Roosevelt devised the name "United Nations" for the
Allies of World War II, and the Declaration by United Nations, on 1 January
1942, was the basis of the modern UN. The term United Nations became
synonymous during the war with the Allies and was considered to be the formal
name that they were fighting under.
By the end of the war, a number of other states had acceded to the declaration,
including the Philippines, France, every Latin American state besides Argentina,
and the various independent states of the Middle East and Africa. Although
most of the minor Axis powers had switched sides and joined the United
Nations as co-belligerents against Germany by the end of the war, they were not
allowed to accede to the declaration.

c.

Moscow Declaration
The Moscow Declaration was signed during the Moscow Conference on
October 30, 1943. The formal name of the declaration was "Declaration of the
Four Nations on General Security". It was signed by the foreign secretaries of
the Governments of the United States, the United Kingdom and the Soviet
Union. The Declaration has four separate parts.

d.

Dumbarton Oaks Conference
Konferensi Dumbarton Oaks (Dumbarton Oaks Conference atau Pembicaraan
Washington tentang Keamanan Dunia dan Organisasi Keamanan) yang
diadakan pada awal Agustus 1944 di sebuah rumah mansion di Washington, DC
bernama Dumbarton Oaks merupakan tempat di mana PBB dibentuk dan

dinegosiasikan. Konferensi ini dihadiri oleh wakil dari Amerika Serikat, Uni
Soviet, Britania Raya, dan Republik Tiongkok (Taiwan). Bahan diskusi
termasuk pembentukan Dewan Keamanan dan hak veto yang akan diberikan
untuk anggota tetapnya. Konferensi ini diikuti dengan Konferensi San
Francisco, di mana kekuatan veto Dewan Keamanan ditetapkan.

e.

Yalta Conference
Konferensi Yalta (Yalta Conference), kadangkala disebut Konferensi Krim dan
memiliki nama sandi Konferensi Argonaut Conference, adalah sebuah
konferensi masa Perang Dunia II yang diadakan antara tanggal 4 sampai 11
Februari 1945. Konferensi ini dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, Uni
Soviet, dan Britania Raya. Mereka diwakili oleh Franklin D. Roosevelt,
Winston Churchill, dan Josef Stalin. Konferensi ini kadangkala disebut sebagai
konferensi di mana "Sekutu Barat mengkhianati atau menjual Eropa kepada Uni
Soviet".

f.

San Fransisco Conference

•Tujuan dan dasar-dasar PBB
- Tujuan PBB:
- Dasar PBB:

•Keorganisasian PBB

a.General Assembly

Pengamat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations
General Assembly observers) adalah lembaga internasional, entitas atau negara
bukan anggota PBB Sebagai pengamat, negara/lembaga/badan tersebut
memiliki hak untuk berbicara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
dan menandatangani resolusi akan tetapi tidak memiliki hak untuk memberikan
suara pada pengambilan suara untuk suatu resolusi. Status Pengamat diberikan
oleh Sidang Resolusi Majelis Umum PBB.

b.Security Courcil

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations
Security Council resolution) adalah resolusi PBB yang ditetapkan lewat
pemungutan suara oleh lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap dari
Dewan Keamanan PBB dengan "tanggung jawab utama bagi pemeliharaan
perdamaian dan keamanan internasional". Piagam PBB menetapkan (dalam
Pasal 27) bahwa konsep resolusi pada non-prosedural jika hal itu diadopsi
sembilan atau lebih, dari lima belas anggota Dewan Keamanan untuk memilih
resolusi serta jika tidak dipergunakannya "hak tolak" oleh salah satu dari lima
anggota tetap.

c.International Court of Justice

Mahkamah Internasional (International Court of Justice) berkedudukan di Den
Haag, Belanda . Mahkamah merupakan badan kehakiman yang terpenting dalam
PBB . Dewan keamanan dapat menyerahkan suatu sengketa hukum kepada
mahkamah, majelis umum dan dewan keamanan dapat memohon kepada

mahkamah nasehat atas persoalan hukum apa saja dan organ-organ lain dari
PBB serta badan-badan khusus apabila pendapat wewenang dari majelis umum
dapat meminta nasehat mengenai persoalan-persoalan hukum dalam ruang
lingkup kegiatan mereka. Majelis umum telah memberikan wewenang ini
kepada dewan ekonomi dan sosial, dewan perwakilan, panitia interim dari
majelis umum , dan beberapa badan-badan antar pemerintah.
Sumber-sumber hukum yang digunakan apabila membuat suatu keputusan

ialah:
a.konvensi-konvensi internasional untuk menetapkan perkara-perkara yang
diakui oleh negara-negara yang sedang berselisih.
b.kebiasaan internasional sebagai bukti dari suatu praktek umum yang
diterima sebagai hokum.
c.azas-azas umum yang diakui oleh negara-negara yang mempunyai
peradaban.
d.keputusan-keputusan kehakiman dan pendidikan dari publisis-publisis yang
paling cakap dari berbagai negara, sebagai cara tambahan untuk menentukan
peraturan-peraturan hokum.

Mahkamah dapat membuat keputusan “ex aequo et bono” (artinya : sesuai
dengan apa yang dianggap adil) apabila pihak-pihak yang bersangkutan setuju.
Mahkamah terdiri dari lima belas hakim, yang dikenal sebagai ”anggota”
mahkamah. Mereka dipilih oleh majelis umum dan dewan keamanan yang
mengadakan pemungutan suara secara terpisah. Hakim-hakim dipilih atas dasar
kecakapan mereka, bukan atas dasar kebangsaan akan tetapi diusahakan untuk
menjamin bahwa sistem-sistem hukum yang terpenting didunia diwakili oleh
mahkamah. Tidak ada dua hakim yang menjadi warga negara dari negara yang
sama. Hakim-hakim memegang jabatan selama waktu sembilan tahun dan dapat
dipilih kembali mereka tidak dapat menduduki jabatan lain selama masa jabatan
mereka. Semua persoalan-persoalan diputuskan menurut suatu kelebihan dari
hakim-hakim yang hadir, dan jumlah sembilan merupakan quorumnya. Apabla
terjadi seri, maka ketua mahkamah mempunyai suara yang menentukan.

d.Economic and Social Council

United Nations Economic and Social Council (ECOSOC) merupakan lembaga
yang juga mengatur Komisi Hak Asasi Manusia PBB atau United Nations
Commission on Human Rights (UNCHR) adalah komisi fungsional dalam
Perserikatan Bangsa-Bangsa. UNCHR adalah lembaga di bawah UN Economic
and Social Council (ECOSOC), dan juga dibantu oleh Office of the United
Nations High Commissioner for Human Rights (UNHCHR). Komisi ini adalah
mekanisme utama PBB dan forum internasional yang menangani perlindungan
hak asasi manusia. Pada 15 Maret 2006 Sidang Umum PBB memilih untuk
menggantikan UNCHR dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

e.Trusteeship Council

United Nations Trusteeship Council adalah lembaga PBB yang mengatur agar
daerah-daerah tanpa pemerintahan sendiri dikelola dengan perhatian kepada
penduduk setempat dan keamanan dan perdamaian internasional. Trust
territories kebanyakan berasal dari mandat Liga Bangsa-Bangsa atau daerah
yang diambil dari negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II, dan
semuanya sekarang sudah merdeka atau bergabung dengan negara tetangga.
Yang terakhir adalah Palau, yang menjadi bagian dari AS pada Desember 1994.
Karena misinya telah tercapai, Trusteeship Council menghentikan kegiatan pada

tanggal 1 November 1994. Saat ini dipimpin oleh Michel Duclos, dengan Adam
Thomson sebagai wakil presiden.

f.Secretariat

Sekretariat PBB adalah salah satu badan utama dari PBB dan dikepalai oleh
seorang Sekretaris Jendral PBB, dibantu oleh seorang staff pembantu
pemerintah sedunia. Badan ini menyediakan penelitian, informasi, dan fasilitas
yang dibutuhkan oleh PBB untuk rapat-rapatnya. Badan ini juga membawa
tugas seperti yang diatur oleh Dewan Keamanan PBB, Sidang Umum PBB,
Dewan Ekonomi dan Sosial PBB dan badan PBB lainnya. Piagam PBB
menyediakan para staff dipilih berdasarkan aplikasi standar efisiensi, kompeten,
dan integritas tertinggi, dikarenakan kepentingan mengambil dari tempat
geografi yang luas.

Fungsi-fungsi sekretaris jendral

•Sebagai kepala administratif dari PBB.
•Membawa dihadapan perhatian dewan keamanan setiap persoalan yang
menurut pendapatnya membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.
•Membuat laporan tahunan dan tiap-tiap laporan tambahan yang perlu pada
majelis umum mengenai pekerjaan PBB.

•Keanggotaan PBB
Badan-badan Internasional
a.Badan Internasional di bawah naungan Majelis umum

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->