Anda di halaman 1dari 3

TEKNIK DAN MEKANISME PERSIDANGAN

Disampaikan pada Diklat Retorika dan Mekanisme Persidangan


Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Oleh : Aulia Amri

Pengantar
Pada dasarnya, keberadaan suatu organisasi lebih disebabkan karena adanya kepentingan
oleh sekelompok orang, yang merupakan pengabungan dari beberapa individu, berdasarkan adanya
kesamaan tujuan. Dengan adanya persamaan tujuan, maka diterapkan beberapa aturan main guna
dijadikan pedoman/aturan main dalam organisasi tersebut. Sehingga pada akhirnya, diharapkan
bahwa organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan aturan main yang telah dsepakati bersama.
Berdasarkan pemahaman diatas, maka tidaklah mengherankan jikalau kita sering menjumpai
aturan-aturan yang bersifat mengikat di berbagai organisasi. Aturan-aturan tersebut merupakan
rambu-rambu yang harus ditaati dan dijalankan agar tidak merugikan orang/pelaku yang akan
terlibat.
Seperti yang telah dikemukakan di atas, maka pada makalah ini, saya akan membatasi
pembicaraaan hanya pada teknik persidangan dan mekanisme persidangan, sesuai apa yang telah
diminta panitia kepada saya. Dalam membicarakan tehnik mekanisme persidangan, tentunya kita
perlu pahami dulu apa yang dimaksud persidangan dan bentuk-bentuk persidangan.
Persidangan
Dalam hal ini persidangan dapat diartikan sebagai sarana tempat mengkomunikasikan
ide/gagasan dalam kerangka pengambilan keputusan yang bersifat mengikat, baik untuk internal
organisasi, maupun organisasi yang berada dibawah organisasi tertinggi tersebut. Oleh karena itu
dalam persidangan, setiap peserta akan terlibat dalam pengambilan keputusan yang memiliki
implikasi yang sangat penting bagi organisasi tersebut. Setiap peserta sidang akan diberi
kesempatan untuk bernegosiasi dan memancing ide dalam kerangka menarik perhatian dan
mempengaruhi peserta lain guna mengikuti apa yang diinginkan oleh peserta tersebut.
Berdasarkan pemahaman diatas, terbersit pertanyaan dalam diri kita, pada organisasi/forum
manakah persidangan itu sering dilakukan? Pada dasarnya persidangan sering dilakukan pada
organisasi-organisasi yang lebih bersifat menentukan arah dan kebijakan organisasi tersebut. Oleh
karena itu, persidangan sering dilakukan pada organisasi legislative atau perwakilan, seperti Dewan
Perwakilan Rakyat, Badan Perwakilan Mahasiswa, maupun organisasi lainnya.
Bentuk-bentuk persidangan
Dalam suatu persidangan, tentunya memiliki aturan main yang tidak dapat dilanggar oleh
organisasi tersebut. Oleh karena itu, dalam persidangan pada dasarnya memiliki bentuk-bentuk
persidangan yang mengatur dan menentukan keputusan yang diambil. Berdasarkan pemahaman
tersebut, maka dalam persidangan, pada umumnya terdapat beberapa bentuk persidangan yaitu:
a.

Sidang Pleno.
Sidang Pleno merupakan sidang rutin yang sering dilaksanakan oleh oleh suatu organisasi
dalam kerangka membahas dan mengambil keputusan yang berkenaan dengan kegiatankegiatan Rutin suatu organisasi.

b.

Sidang Istimewa/Luar Biasa


Sidang Istimewa/Luar Biasa merupakan persidangan yang dilakukan oleh suatu organisasi
dalam kerangka pengambilan keputusan yang bersifat mendesak dan berada dalam keadaan
genting. Misalnya dalam negara kita, sidang istimewa guna menurunkan Gus- Dur dari kursi
Presiden.

c.

Sidang Paripurna
Sidang Paripurna, biasanya berisi tentang pengesahan hasil-hasil sidang pleno.

d.

Sidang Komisi
Sidang komisi merupakan sidang yang diikuti oleh peserta terbatas (anggota komisi), sidang ini
diadakan untuk pematangan materi sebelum diplenokan, dipimpin oleh pimpinan komisi.

e.

Sidang Sub-Komisi
Sidang sub komisi, sidang ini lebih terbatas dalm sidang komisi guna mematangkan materi
lanjut.

Sifat Persidangan
1.
Sidang Tertutup, adalah persidangan yang dilakukan oleh suatu organisasi,
dimana hasil permbicaraan yang dilakukan tersebut bersifat tertutup dan hanya diketahui oleh
Pimpinan atau Anggota Organisasi tersebut dan pembicaraan tidak boleh diumumkan, kecuali
sidang memutuskan untuk diumumkan seluruhnya atau sebagian.
2.
Sidang Terbuka, adalah persidangan yang dilakukan secara terbuka dengan
mengundang pihak lain yang dipandang memiliki keterkaitan dengan materi pembicaraan
dalam sidang. Pada persidangan ini, hasilnya boleh diumumkan secara terbuka dan dapat
diketahui oleh pihak lain diluar organisasi tersebut. Oleh karena itu dalam persidangan terbuka
pihak-pihak yang diundang biasanya disebut Undangan atau peninjau.
Tata Cara dalam Persidangan
1. Persidangan bersifat musyawarah untuk mufakat.
2. Persidangan dipimpin oleh Pimpinan sidang.
3. Peserta sidang berbicara setelah mendapat izin dari Pimpinan sidang.
4. Peserta sidang tidak boleh diganggu selama berbicara.
5. Pimpinan sidang dapat mengenakan ketentuan mengenai lamanya para anggota berbicara.
6. Bilamana pembicaraan melampaui batas waktu yang ditetapkan Pimpinan sidang dapat
memperingatkan pembicaraan supaya mengakhiri pembicaraannya dan pembicara harus
menaati ketentuan itu.
Dalam sebuah persidangan, perlu dicermati beberapa hal yang merupakan masalah dalam
persidangan yaitu : 1). Membuang-buang waktu. 2). Tidak Tegas, dan tidak menghasilkan
keputusan apa-apa. 3). Merupakan ajang penonjolan diri. 4). Tempat penggodokan manuver politik
dan transaksi gelap. 5). Memberikan kemungkinan pada orang lain untuk menghindari
tanggungjawab. 6). Sebagai alasan untuk kelambanan.
Point of Order (PO)
Diajukan jika kita menyela pembicaraan yang sedang berjalan dan kita melihat bahwa apa yang kita
sampaikan berhubungan langsung dengan pembicaraan dan akan memperlancar pembicaraan. Dapat
berupa pengajuan usul prosedur mengenai soal yang sedang dibicarakan.
Point of Information (PI)
Diajukan jika kita ingin memberikan informasi untuk menjelaskan atau menambah bahan
pertimbangan pada persoalan yang sedang dibahas.
Point of Clarification (PC)
Diajukan untuk mengklarifikasi suatu permasalahan sehingga permasalahan tersebut menjadi jelas,
untuk memperjelas sesuatu yang telah kita sampaikan sebelumnya tetapi tidak dimengerti atau

ditafsirkan berbeda oleh peserta lainnya, dapat juga disampaikan untuk memberi penjelasan tentang
sesuatu yang telah disampaikan orang lain.
Point of Personal Privilage (PP)
Diajukan untuk membela diri (merehabilitir) sehubungan dengan pembicaraan yang sedang
berlangsung yang menyinggung hak pribadi (privilage), misalnya : hinaan, fitnah, dll.
Istilah istilah dalam Persidangan
1. Pending, adalah menghentikan sidang sejenak dikarenakan terdapat kendala tekhnis atau
prinsip. Contoh ; makan, shalat, kebakaran dsb.
2. Skorsing, adalah menghentikan sidang sejenak untuk melakukan lobying, dikarenakan sulitnya
mencapai kesepakatan antar peserta sidang yang berseteru.
3. Lobying, merupakan proses diskusi antar peserta sidang diluar pengaturan pimpinan sidang.
4. Dictum, ucapan (pernyataan) resmi; keputusan; bagian dari ketetapan yang mengandung
keputusan.
5. Voting, merupakan prosesi pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak setelah jalan
musyawarah mengalami kebuntuan.
6. Quorum, merupakan syarat sebelum persidangan dimulai, agar keputusan dapat dianggap sah.
Aturan dan Fungsi Ketukan Palu Sidang
Palu sidang mempunyai peran signifikan dalam sebuah persidangan, dapat pula berarti hidup
matinya suatu persidangan ditentukan oleh sebuah palu. Hal tersebut dikarenakan setiap keputusan
yang bersifat sektoral atau global itu harus melalui mekanisme pengetukan palu. Karena apabila
palu sudah terketuk dan ada keputusan yang mengiringi, maka tidak ada yang dapat mengganggu
gugat kecuali mengajukan pembahasan ulang (peninjauan kembali).
Macam-macam ketukan dalam persidangan :
Ketukan 1 (satu) kali berfungsi untuk :
Mensahkan draft sidang pasal per pasal atau bab per bab
Menserahterimakan pimpinan sidang
Memberikan peringatan pada peserta sidang yang mengacaukan persidangan
Ketukan 2 (dua) kali berfungsi untuk :
Menskors dan mencabut skorsing sidang > 1 x 15 menit
Memberi peringatan kedua kepada peserta yang membuat keonaran dan mendapatkan
peringatan sebelumnya
Ketukan 3 (tiga) kali berfungsi untuk :
Membuka dan menutup persidangan
Mensahkan agenda-agenda persidangan atau keputusan lain secara menyeluruh
Ketukan 4 (empat) kali atau lebih berfungsi untuk :
Peringatan atau meminta perhatian peserta sidang