Anda di halaman 1dari 8

CKD dengan

Hiperparatiroidism

DEFINISI
Penyakit ginjal kronik merupakan suatu
keadaan abnormalitas structural atau
fungsional ginjal setidaknya selama 3 bulan
dengan atau tanpa penurunan filtrasi
glomelurus
Hiperparatiroidism sekunder adalah hasil dari
kondisi lain yang menurunkan kadar kalsium.

MANIFESTASI
Subjektif
Anemia, penyakit kardiovaskuler, kekurangan
gizi, kekurangan cairan dan elektrolit, berat
badan semakin turun dan gejala uremik
Objektif
GFR rendah (Normal 90-120ml/min/1,73m3)
Kadar kalsium rendah (normal 3,5-5,1mEq/L)
Kadar fosfat tinggi (normal 2,5-4,5 mg/dl)

PATOFISIOLOGI
GFr

ginjal sulit ekskresi zat tertentu misal posfat

Sintesis kalsitriol
factor)
Resistensi Vit. D

inhibisi 1- hydroxylase

hiperfosfatemia

Stimulasi FGF-23 (growth

feedback negatif PTH tdk berjalan parathormon

hiperparatiroidisme sekunder

FAKTOR RESIKO
Penderita diabetes
Hipertensi
Dyslipidemia
perokok

MONITORING TERAPI
Vital sign (TD,RR,Nadi,Suhu)
Kadar fosfat
Kadar kalsium
Kadar GFR
Kreatinin
SCr (normal 0,6-1,1) nilai SCr yang tinggi menunjukan
adanya penurunan fungsi eksresi ginjal
Albumin (normal 3,8-5,4)
BUN (normal 5-23)

MONITORING ESO
Menanyakan kepada pasien tentang ada atau
tidaknya gejala atau efek tidak
menyenangkan yang timbul selama terapi
berlangsung
Pemeriksaan laboratorium

PENATALAKSANAAN
Untuk regimen terapi CKD dengan
hiperparatiroidism sekunder menggunakan:
Phosphate Binding Agent (sevelamer HCL dan
lanthantum carbonate)
Terapi suportif vitamin D
Calcimetic atau penambahan calsium