Anda di halaman 1dari 18

APPENDISITIS AKUT

Oleh
dr. Revi Rilliani
2011.04.02.06

PENDAHULUAN
Kasus ini merupakan kasus asli
Alasan mengapa kasus ini diajukan
Merupakan kasus bedah yang sering kita
temukan
Seringnya pasien datang dengan keadaan telah
mengalami komplikasi, karena kurangnya
pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini.

Yang menarik dari kasus ini:


Seringnya missdiagnosis pada kasus ini sehingga
harus ditangani dengan cepat dan tepat

Masalah pada kasus ini


Merupakan salah satu kasus bedah yang
memerlukan ketajaman dalam menegakkan
diagnosis
Tujuan presentasi
Mampu menegakkan diagnosis dan mengetahui
langkah penanganan yang tepat pada pasien
appendisitis acute.

BUKU ACUAN YANG DIPAKAI


Hamami AH, PieterJ. Usus halus, Apendiks,
Kolon dan anorektum. Dalam: Buku Ajar Ilmu
Bedah. Editor: Sjamsoehidajat, Wim De Jong.
Jakarta: EGC, 1997.
Snell RS. anatomi klinik untuk mahasiswa
kedokteran ( clinical anatomy for medical
student). alih bahasa Adji Dharma. Jakarta:
EGC,1989.
Tierney, Lawrence M. Acute Appendicitis.
Dalam: Essentials of Diagnosis & Treatment.
New York: Lange Medical Books/McGraw-Hill,
2002.

Portofolio

No. ID dan Nama Peserta: 2011.07.03.27 / dr. Revi


Rilliani
Nama Wahana
: RSUD Padang Panjang
Topik
: Kasus Bedah
Tanggal (kasus)
: 10 Agustus 2011
Nama
: FA
Tanggal Presentasi
: 13 September 2011
Nama Pendamping
: dr. H. Risman Utik
Tempat Presentasi
: Ruang Konferensi RSUD
Padang Panjang
Objektif Presentasi
: Keilmuan
Bahan Bahasan
: Kasus
Cara Membahas
: Presentasi dan diskusi

KASUS
Seorang

perempuan, 12 tahun, datang ke


IGD RSUD Padang Panjang pada tanggal
10 Agustus 2011, dengan keluhan utama :
Nyeri perut kanan bawah sejak 6jam
sebelum masuk rumah sakit

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Nyeri perut kanan bawah sejak 6 jam sebelum
masuk rumah sakit
Nyeri mula-mula dirasakan di sekitar pusar kirakira 1 hari sebelum masuk rumah sakit kemudian
berpindah ke perut kanan bawah, nyeri bersifat
terus-menerus, bertambah dengan pergerakan.
Mual (+), Muntah 2 kali sejak 3 jam sebelum
masuk rumah sakit, banyaknya gelas, isi apa
yang dimakan.
Demam (+) sejak 2 hari SMRS, pasien minum obat
demam (Paracetamol) yang dijual bebas sejak 1
hari SMRS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Nafsu makan turun sejak 2 hari SMRS.
Buang air besar tidak ada sejak 3 hari SMRS,
buang air kecil tidak ada keluhan.
Riwayat haid (-)
Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti
ini sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga: Tidak ada yang
berhubungan.

Riwayat penyakit dahulu : tidak pernah


menderita sakit seperti ini sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga : tidak ada keluarga


yang menderita sakit seperti ini

PEMERIKSAAN FISIK
KU
: tampak sakit sedang
Kesadaran
: sadar, GCS : 15
Tekanan Darah
: 120/80 mm Hg
Frekuensi nadi
: 94 x/menit
Frekuensi nafas : 20 x /menit
Suhu
: 37,6 0C
Berat badan
: 50 kg
Tinggi badan
: 152 cm
sianosis(-), pucat(-), ikterik(-)

PEMERIKSAAN FISIK

Kulit
Kepala
Mata

THT
Leher

: Teraba hangat, tidak pucat, tidak


ikterik, tidak sianosis.
: Bentuk normal, rambut hitam, tidak
mudah dicabut.
: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterik, pupil isokor, 3 mm, RC+/+ N
: Tidak ada kelainan.
: JVP 5 2 cmH2O, KGB tidak membesar

Thoraks :
Jantung I : iktus tak terlihat

Pa:

iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V


Pk: batas jantung normal
A: irama murni, teratur, bising (-)

Paru I : simetris kiri = kanan


Pa:

fremitus kiri = kanan


Pk: sonor
A: vesikuler normal, ronki(-), wheezing (-)

Abdomen : status lokalis.

PEMERIKSAAN FISIK

Ekstremitas : refleks fisiologis + / +, refleks


patologis - / -, edema - / -.
Status Lokalis :

Regio Abdomen :
Inspeksi:
Palpasi

tidak membuncit, darm contour (-), darm


steifung (-).

: nyeri tekan (+), nyeri lepas (+), defans

muskuler (+),di titik McBurney, Rovsing sign


(+), Psoas sign (+), Obturator sign (-)

Perkusi

: Timpani.
Auskultasi: bising usus (+) normal.

Rectal Toucher : anus tenang, mukosa licin,


tonus sfingter baik, ampula terisi, massa (-),
nyeri tekan (+) di jam 11.
Handschoen : feses (+), darah (-), lendir (-)

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium :
o Hb
: 12,1 gr/dl
o Leukosit : 14.200/mm3
o Trombosit : 380.000/mm3
o Ht
: 36,3 %
Kesan
: Leukositosis

PENATALAKSANAAN
Penanganan pasien di IGD :
IVFD RL 12 jam/kolf.
Injeksi Ranitidin 2 x 1 ampul iv.
Injeksi Ondansentron 2x1 ampul IV
Konsul dr. Bedah , advice :
- persiapan operasi
- pasien dipuasakan
- Injeksi Ceftriaxon 2x1gr iv ( skin test)
Tindakan : Appendictomy