Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN

RUJUKAN PASIEN
DI RUMAH SAKIT

RSIA MUSLIMAT
JL. URIP SOEMOHARJO 34
JOMBANG
TAHUN 2013

BAB I
DEFINISI RUJUKAN
Konsultasi adalah upaya meminta bantuan profesional
penanganan suatu kasus penyakit yang sedang ditangani oleh seorang dokter
kepada dokter lainnya yang lebih ahli. Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan
tanggung jawab atas masalah kesehatan masyarakat dan kasus-kasus penyakit yang
dilakukan secara timbal balik secara vertikal maupun horizontal meliputi sarana,
rujukan teknologi, rujukan tenaga ahli, rujukan operasional, rujukan kasus, rujukan
ilmu pengetahuan dan rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (permenkes
922/2008). Sistem Rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab
pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal.
Pelimpahan wewenang dalam sistem rujukan dibagi menjadi :
1.Interval referral
, pelimpahan wewenang dan tanggungjawab penderita
sepenuhnya
kepada dokter konsultan untuk
jangka waktu
tertentu
, dan selama jangka waktu tersebut dokter tsb tidak ikut menanganinya 2.
Collateral referral
, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita hanya untuk

satu
masalah
kedokteran khusus saja 3.
Cross referra
l, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita sepenuhnya
kepada dokter lain
untuk selamanya
4.
Split referral
, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita sepenuhnya
kepada
beberapa dokter
konsultan, dan selama jangka waktu pelimpahan wewenang dan tanggungjawab
tersebut dokter pemberi rujukan tidak ikut campur.
Syarat Rujukan
1.
Rujukan harus dibuat oleh orang yang mempunyai kompetensi dan wewenang
untuk merujuk, mengetahui kompetensi sasaran/tujuan rujukan dan mengetahui
kondisi serta kebutuhan objek yang dirujuk. 2.
Rujukan dan rujukan balik mengacu pada standar rujukan pelayanan medis Daerah
3.

Agar rujukan dapat diselenggarakan tepat dan memadai, maka suatu rujukan
hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 4.
Adanya unit yang mempunyai tanggungjawab dalam rujukan, baik yang merujuk
atau yang menerima rujukan. 5.
Adanya Tenaga kesehatan yang kompeten dan mempunyai kewenangan
melaksanakan pelayanan medis dan rujukan medis yang dibutuhkan. 6.
Adanya pencatatan/kartu/dokumen tertentu berupa : a.
Formulir rujukan dan rujukan balik sesuai contoh. b.
Kartu Jamkesmas, Jamkesda dan kartu Assuransi lain. c.
Pencatatan dan dokumen hasil pemeriksaan penunjang 7.
Adanya pengertian timbal balik antara pengirim dan penerima rujukan. 8.
Adanya pengertian petugas tentang sistem rujukan. 9.
Rujukan dapat bersifat horizontal dan vertikal, dengan prinsip mengirim ke arah
fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu dan lengkap. 10.
Untuk menjamin keadaan umum pasien agar tetap dalam kondisi stabil selama
perjalanan menuju ketempat rujukan, maka : 11.

sarana transportasi yang digunakan harus dilengkapi alat resusitasi, cairan infus,
oksigen dan dapat menjamin pasien sampai ke tempat rujukan tepat waktu; 12.
pasien didampingi oleh tenaga kesehatan yang mahir tindakan kegawat daruratan;
13.
sarana transportasi/petugas kesehatan pendamping memiliki sistem komunikasi;