Anda di halaman 1dari 3

MAJELIS PENILAI INSINYUR

PROFESIONAL
1. PENGANTAR
1.1.

Salah satu fungsi yang sangat penting dalam proses


Sertifikasi Insinyur Profesional PII adalah Penilai
(Assessor), khususnya dalam menunjang keberhasilan
Program secara menyeluruh.

1.2.

Tugas Penilai adalah melakukan penilaian (assesment)


untuk menentukan apakah seorang Pemohon/Calon
Insinyur Profesional dapat dinyatakan memenuhi
persyaratan Bakuan Kompetensi

2. CIRI-CIRI PENILAI
2.1.

Seorang Penilai adalah sekurang-kurangnya seorang


Insinyur Profesional Madya (IPM), yang :
2.1.1. Sangat kompeten dalam kejuruannya.
2.1.2. Martabat (integritas) pribadinya tidak diragukan
2.1.3. Mempunyai commitment untuk melakukan tugas
penilaian
2.1.4. Mandiri dalam pertanggungjawaban atas tugas
penilaian

2.2.

Majelis Penilai terdiri dari para Penilai/Assessor, dan


merupakan Majelis yang memiliki karakteristik :
2.2.1. Bebas dari pengaruh siapapun.
2.2.2. Proaktif untuk melengkapi informasi.
2.2.3. Handal dalam penyelesaian tugas.
2.2.4. Profesional dalam penilaian.

3. CARA PENILAIAN
3.1.

Penilaian oleh seorang Penilai didasarkan pada falsafah


Peer to Peer Assessment.

Majelis Penilai Sertifikasi Insinyur Profesional PII

Halaman 1 dari 3

3.2.

Penilaian (assessment) atas kompetensi seorang calon


Insinyur Profesional dilakukan oleh suatu Tim
(Kelompok), yang terdiri dari 3 (tiga) orang Penilai
(Assessor) dengan komposisi sebagai berikut :
3.2.1. Seorang yang menguasi seluk beluk proses
sertifikasi dan ketentuan PII.
3.2.2. Seorang dari spesialisasi kejuruan yang sama
dengan Pemohon/Calon IP.
3.2.3. Seorang dari bidang pekerjaan yang sama
dengan Pemohon/Calon IP.

3.3. Apabila dirasa perlu, Tim (Kelompok) Penilai dapat


diperkuat dengan kepakaran dari bidang-bidang
tertentu.

4. PENGANGKATAN PENILAI
4.1.

Pengangkatan seorang Penilai (Assessor) ditetapkan


berdasarkan keputusan Ketua Badan Kejuruannya
masing-masing
dengan
mempertimbangkan
rekomendasi Pengurus Majelis Penilai dari Badan
Kejuruan tersebut.
Untuk pertama kalinya Penilai (Assessor) ditetapkan
berdasarkan keputusan Ketua Umum PII.

4.2. Majelis Penilai seyogianya dapat mewakili kepentingan


dari seluruh bidang spesialisasi profesi yang ada dalam
suatu Badan Kejuruan. Oleh karenanya dalam
melaksanakan rekruitmen Penilai (Assessor), Badan
Kejuruan hendaknya bekerjasama dengan Asosiasi
Profesi Spesialisasi yang berada dalam lingkungan
kejuruannya masing-masing.
4.3. Dalam hal anggota Majelis Penilai tidak lagi dapat
menjalankan tugasnya dengan baik, maka pergantian
antar waktu bagi anggota Majelis Penilai dapat
dilakukan atas usul dari Pengurus Majelis Penilai atau
Badan Kejuruan.
Majelis Penilai Sertifikasi Insinyur Profesional PII

Halaman 2 dari 3

5. TATA LAKSANA
5.1.

Sidang Tim/Kelompok dapat dilakukan setiap saat


apabila telah terkumpul cukup banyak FAIP yang perlu
dinilai.

5.2.

Hasil penilaian Tim Penilaian merupakan dasar bagi


Ketua Majelis Penilai untuk menyusun rekomendasi
kepada ketua BK yang bersangkutan.

5.3.

Penilai adalah suatu jabatan kehormatan, oleh


karenanya ia tidak digaji. Tetapi semua biaya-biaya
yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugas penilaian
akan diganti.

6. MAJELIS PENILAI
6.1.

Majelis Penilai ditetapkan oleh Pengurus Pusat PII


berdasarkan rekomendasi dari Ketua Badan Kejuruan.

6.2.

Keanggotaan dalam Majelis Penilai ditetapkan setiap


kali untuk masa bakti 3 (tiga) tahun.
Keanggotaan itu dapat diperpanjang untuk waktu yang
tidak terbatas. Tetapi pada keanggotaan itu dapat pula
dilakukan penggantian antar waktu setiap saat
diperlukan.
****

Majelis Penilai Sertifikasi Insinyur Profesional PII

Halaman 3 dari 3