Anda di halaman 1dari 35

BUKU PEDOMAN KERJA MAHASISWA

ILMU KEDOKTERAN GIGI KLINIK 4

SEMESTER VI
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS INDONESIA
2015
1

BUKU PEDOMAN KERJA MAHASISWA


ILMU KEDOKTERAN GIGI KLINIK 4

SEMESTER VI
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
Periode 9 Februari-12 Juni 2015

Koordinator IKGK 4
drg. Indriasti Indah Wardhany., Sp.PM.

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS INDONESIA
2015
2

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur sebesar-besarnya dipanjatkan kepada Allah SWT yang
atas ijin dan karunia-Nya, buku panduan kerja mahasiswa untuk mata kuliah Ilmu
Kedokteran Gigi Klinik 4 (IKGK 4) ini dapat diselesaikan. Buku panduan ini merupakan
panduan penting dab pedoman untuk pelaksanaan pembelajaran pada IKGK 4 yang
merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dilalui oleh mahasiswa FKG UI
semester 6. Disusun berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan oleh Konsil Kedokteran
Indonesia (KKI) yang meliputi pengetahuan (cognitive), keterampilan (skill), dan sikap
(affective) yang pelaksanaannya melalui sistem Pembelajaran Berdasarkan Masalah
(Problem Based Learning/PBL).
Mata kuliah IKGK 4 pada tahun ajaran 2014/2015 adalah yang pertama kali
dilaksanakan sesuai kurikulum pendidikan dokter gigi jenjang akademik yang disahkan oleh
SK Rektor tahun 2012. Pada proses pemelajaran di IKGK 4 akan dilakukan integrasi dalam
bidang Ilmu Bedah Mulut, Penyakit Mulut, Kesehatan Gigi Anak, Radiologi Kedokteran Gigi,
serta Biologi Oral khususnya Farmakologi, Farmasi, Histopatologi dan Fisiologi. Topik
pembelajaran yang terkait dalam mata kuliah ini dibagi menjadi 7 modul yang didalamnya
terdiri dari skenario yang menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk melakukan pembahasan
sesuai topic terkait dan integrasinya. Ketujuh modul tersebut adalah : Modul 1 : Diagnosis
dan penatalaksanaan infeksi spesifik dan non spesifik di regio oromaksilofasial pada pasien
dengan/tanpa status kompromis medis; Modul 2: Diagnosis dan penatalaksanaan bedah dan
non bedah kista dan neoplasma regio oromaksilofasial pada pasien dengan/tanpa status
kompromis medis; Modul 3 :Persiapan perawatan prosthodontik dan orthodontic pada
pasien dengan/tanpa status kompromis medis; Modul 4 : Diagnosis dan penatalaksanaan
trauma oromaksilofasial dan kerusakan-kelainan saraf; Modul 5 : Gizi dan Diagnosis serta
penatalaksanaan kelainan tumbuh kembang oral maksilofasial dan kelainan Temporo
Mandibular Joint (TMJ); Modul 6 Diagnosis dan penatalaksanaan penyakit/kelainan jaringan
lunak sederhana non infeksi; Modul 7 : Transplantasi dan implan dalam kedokteran gigi
dan lanjutan jaringan lunak sederhana non infeksi (lanjutan) pada pasien dengan/tanpa
status kompromis medis.
Setelah menyelesaikan pembelajaran di IKGK 4 mahasiswa diharapkan mampu
memahami Diagnosis Dan Penatalaksanaan Penyakit/Kelainan Oro-Maksilofasial secara
menyeluruh, serta dapat menerapkannya dalam menyelesaikan masalah-masalah di klinik
kedokteran gigi yang akan dijalani pada tahun berikut.
Saran dan kritik positif guna perbaikan dan peningkatan kualitas buku panduan ini sangat
diharapkan, sebagai bahan evaluasi sehingga terus bermanfaat dalam meningkatkan
kualitas pendidikan di FKG UI.

Jakarta, Februari 2015


Koordinator IKGK4
drg. Indriasti Indah Wardhany.,Sp.PM

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1 Tata Tertib Pelaksanaan blok
1.1 Kegiatan Mahasiswa
1.2 Tata Tertib
1.2.1. Tata Tertib Umum
1.2.2. Tata Tertib Diskusi
1.2.3 Tata Tertib Ujian
BAB 2 Informasi Umum
BAB 3 Materi Blok
3.1 Pohon Topik
3.2 Pendahuluan Mata Kuliah
3.3 Uraian Mata Kuliah
3.4 Kompetensi Mata Kuliah
3.5 Sasaran Pembelajaran Mata Kuliah
3.6 Sasaran Pembelajaran Modul
BAB 4 Asesmen proses pemelajaran dan penilaian
4.1 Jenis Ujian dan Waktu Pelaksanaan
Ujian
4.2 Penilaian ujian
4.3 Tahap evaluasi
4.4 Ujian Perbaikan
Lampiran
1.
Matriks Kegiatan IKGK 4
2.
Daftar Nama Mahasiswa, Fasilitator
dan Narasumber

1
2
3
3
5
5
5
6
7
9
9
10
10
12
13
14
21
21

21
22
22
23
29

BAB 1

TATA TERTIB PELAKSANAAN BLOK


1.1 KEGIATAN MAHASISWA
Tahapan dalam pencapaiaan sasaran pembelajaran yang harus dilaksanakan dalam Proses
Pembelajaran Berdasarkan Masalah :

Diskusi Kelompok 1 (DK1) :


1. Pemilihan ketua kelompok dan sekretaris untuk setiap Skenario
2. Masing-masing anggota membaca skenario
3. Mengidentifikasi dan mengklarifikasi istilah yang ada dalam Skenario
4. Mendefinisikan masalah menggunakan kata-kata sendiri
5. Analisis masalah
6. Menyusun pokok bahasan berdasarkan pengetahuan mereka (prior knowledge)
7. Menyusun topik dan sasaran belajar skenario
8. Mengorganisasikan pokok bahasan yang belum terpecahkan
9. Mengembangkan sasaran belajar yang bersumber dari pokok bahasan yang belum
terpecahkan
10. Menyusun hipotesis.

Belajar mandiri :
1.

Mahasiswa mengumpulkan informasi dari sumber-sumber belajar yang ada


termasuk narasumber terkait, sampai dengan waktu diskusi berikutnya (DK2).

2.

Mahasiswa berdiskusi dipimpin ketua kelompok untuk menyusun dan


menyatukan informasi serta mengidentifikasi sasaran belajar yang belum
tercapai berdasarkan sumber belajar yang ada termasuk bertanya pada
Narasumber.

Diskusi Kelompok 2 (DK2) :


1.

Mahasiswa menyampaikan/berbagi dan mendiskusikan informasi hasil belajar


mandiri yang didapatnya untuk mengetahui apakah ada kesalahan dan/atau ada
yang belum lengkap. .

2.

Mengidentifikasi sasaran belajar termasuk hal-hal yang belum tercapai


berdasarkan sumber belajar yang ada.

3.

Setiap mahasiswa merangkum masalah untuk melengkapi seluruh informasi


sesuai dengan topik dan sasaran belajar skenario dan hasil diskusi, dan ditulis
dalam logbook untuk dinilai oleh Dosen Fasilitator pada saat itu.

4.

Tugas mahasiswa selama diskusi kelompok (the seven jump in PBL) :

5.

Mengidentifikasi dan klarifikasi istilah asing / tidak dikenal dalam skenario;


sekretaris membuat daftar istilah yang belum jelas.

6.

Menetapkan masalah yang perlu didiskusikan oleh kelompok (antara lain


membuat hipotesis), sekretaris menyusun daftar masalah yang disepakati.

7.

Curah pendapat untuk diskusi masalah yang disepakati berdasarkan prior


knowledge, mahasiswa saling sumbang pendapat dan identifikasi area yang
belum jelas; sekretaris mencatat hasil diskusi.

8.

Mereview hasil langkah 3, buat penjelasan sementara, sekretaris merapikan dan


bila perlu melakukan restrukturisasi.

9.

Memformulasi tujuan belajar, sampai mencapai konsensus tujuan belajar, tutor


memastikan tujuan belajar telah fokus, tercapai, komprehensif dan tepat.

10.

Bekerja sama secara independen mengumpulkan informasi yang terkait dengan


tujuan belajar.

11.

Berkumpul untuk menyampaikan/berbagi dan mendiskusikan temuan informasi


masing-masing; Dosen Fasilitator memperhatikan diskusi dan hasil temuan dan
dapat menilai kinerja

1.2 TATA TERTIB


Tata Tertib Akademik :
1.2.1 Tata Tertib Umum
a. Setiap mahasiswa wajib mentaati ketentuan yang tercantum dalam Surat
Keputusan Rektor, Dekan, dan atau semua ketentuan peraturan akademik yang
berlaku.
b. Setiap mahasiswa wajib memegang teguh tatakrama/sopan santun pergaulan
dalam segala tingkah lakunya.
c. Setiap mahasiswa diwajibkan berpakaian rapi dan sopan; dilarang mengenakan
T-shirt, sandal, perhiasan yang berlebihan; potongan rambut harus rapi. Setiap
mahasiswa harus ikut memperhatikan dan menjaga kebersihan ruang kuliah,
ruang diskusi, ruang praktikum, maupun lingkungan sekitarnya termasuk
halaman, taman dan WC/kamar mandi yang tersedia.
d. Selama mengikuti kegiatan pendidikan, mahasiswa dilarang mengaktifkan
penyeranta (pager) dan telpon genggam (handphone).
e. Apabila mahasiswa sakit atau berhalangan hadir oleh suatu hal, wajib memberi
kabar dan selanjutnya menyerahkan surat keterangan dari orang tua atau dokter
kepada Sub Bagian Pendidikan.

1.2.2 Tata Tertib Diskusi


Semua yang tertera dalam Tata Tertib umum tetap berlaku
a. Kehadiran Dosen Fasilitator tepat waktu, sesuai jadwal
b. Diskusi kelompok dimulai tepat waktu dan dilanjutkan kegiatan mandiri
c. Mahasiswa hadir dalam ruang diskusi/kelas sebelum diskusi dimulai dan tidak
diperkenankan meninggalkan ruang diskusi/kelas sebelum diskusi selesai,
tanpa seijin Dosen Fasilitator.
d. Mahasiswa wajib memelihara ketertiban dalam ruang diskusi/kelas.
e. Kegiatan diskusi diikuti oleh mahasiswa yang kehadirannya dicatat dalam
daftar hadir.
f. Bagi mahasiswa yang terlambat harus melapor kepada Koordinator Mata
Kuliah IKGK 4. Terlambat lebih dari 30 menit , tanpa alasan yang dapat

diterima, tidak diperkenankan mengikuti kegiatan saat itu dan dianggap tidak
hadir.
g. Khusus untuk Diskusi Kelompok 2 apabila terlambat lebih dari 15 menit,
tidak diperkenankan mengikuti kegiatan saat itu, dan dianggap tidak hadir.
h. Batas minimal kehadiran diskusi untuk diijinkan mengikuti ujian adalah 75%.
Atau maksimal tidak hadir 25% dari jumlah total pertemuan/diskusi
kelompok dalam tiap Mata Kuliah IKGD (Nilai proses mahasiswa ybs dihitung
berdasarkan jumlah nilai kehadiran dibagi jumlah total pertemuan yang
seharusnya, ditambah dengan pembuatan tugas yang sesuai dengan Skenario
yang tidak diikuti).
i.

Di dalam ruangan dilarang merokok, makan atau melakukan kegiatan serupa

j.

Mahasiswa diharuskan memelihara peralatan yang ada di ruang diskusi

1.2.3 Tata Tertib Ujian


a. Setiap mahasiswa diwajibkan mempersiapkan diri dengan baik agar dapat
mengikuti ujian pada waktu yang telah ditentukan.
b. Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian karena sakit atau alasan lain yang dapat
diterima, harus melapor kepada Koordinator Mata Kuliah IKGD, paling lambat 2
(dua) hari sesudah hari ujian dengan menyerahkan keterangan sakit dari
dokter/rumah sakit atau pihak yang berwenang.
c. Pelaksanaan ujian susulan akan ditetapkan oleh Koordinator Mata Kuliah IKGD
terkait.

BAB 2
INFORMASI UMUM
2.1

Nama Mata Kuliah

Ilmu Kedokteran Gigi Klinik 4

2.2

Kode Mata Kuliah

DNKG603620 IKGK 4
DNKG603621 Praktikum IKGK 4
DNKG603622 Skills Lab IKGK 4

2.3

Jumlah SKS

14 SKS IKGK 4
3 SKS Praktikum IKGK 4
1 SKS Skills Lab IKGK 4

2.4

Semester

6 (enam) Tahun Akademik 2014/2015

2.5

Waktu Pelaksanaan

9 Februari s/d 10 April 2015 Tahap 1


13 April s/d 12 Juni 2015 Tahap 2

2.6

Koordinator Blok

2.7

Narasumber Blok

drg. Indriasti Indah Wardhany, Sp.PM

Modul Nama Modul


1.
Diagnosis
dan
penatalaksanaan
infeksi spesifik dan non spesifik di
regio oromaksilofasial pada pasien
dengan/tanpa status kompromis
medis

2.

Diagnosis
dan
penatalaksanaan
bedah dan non bedah kista dan
neoplasma regio oromaksilofasial
pada pasien dengan/tanpa status
kompromis medis

3.

Persiapan perawatan prosthodontik


dan orthodontic pada pasien
dengan/tanpa status kompromis
medis

Narasumber
drg. Rachmita Anne, Sp.BM.
drg. Vera Julia, Sp.BM
drg. Siti Aliyah Sp.PM
Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM
Dr.drg. Lilies Dwi Sulistiyani, Sp.BM.
Prof. Dr. drg. M. Suharsini, S.U., Sp.KGA (K).
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
Dr. drg. Corputty Johan EM, Sp.BM.
Dr.drg. Lilies Dwi Sulistiyani, Sp.BM.
drg. Siti Aliyah Sp.PM
Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM
Prof. Dr. drg. M. Suharsini, S.U., Sp.KGA (K).
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
Dr. drg. Tut Wuri Andajani, M.Biomed
Dr. drg. Pradono, Sp.BM.
Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD

4.

Diagnosis
dan
penatalaksanaan drg. Dwi Ariawan, Sp.BM
trauma
oromaksilofasial
dan Dr.drg. Lilies Dwi Sulistiyani, Sp.BM.
drg. Afi Savitri Sp.PM
kerusakan-kelainan saraf

5.

Gizi
dan
Diagnosis
serta
penatalaksanaan kelainan tumbuh
kembang oral maksilofasial dan
kelainan Temporo Mandibular Joint
(TMJ)

6.

Diagnosis
dan
penatalaksanaan
penyakit/kelainan jaringan lunak
sederhana non infeksi

7.

Transplantasi dan implan dalam


kedokteran gigi dan lanjutan
jaringan lunak sederhana non infeksi
(lanjutan) pada pasien dengan/tanpa
status kompromis medis

Prof.drg. Heriandi Sutadi, Ph.D., Sp.KGA (K).


drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
Dr. drg. Yuniardini S Wimardhani, MSc.Dent
Prof.drg. Iwan Tofani, Sp.BM. Ph.D
Prof.drg. Heriandi Sutadi, Ph.D., Sp.KGA (K).
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
drg. Afi Savitri Sp.PM
drg. Gus Permana S, Ph.D., Sp.PM.
drg. Vera Julia, Sp.BM
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
Prof.Dr. drg. Benny S. Latief., Sp.BM(K).
drg. Gus Permana S, Ph.D., Sp.PM.
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Sri Angky Soekanto, PhD
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.

10

BAB 3
MATERI BLOK
IKGK 4

3.1 POHON TOPIK

ILMU BEDAH MULUT

ILMU PENYAKIT MULUT

Infeksi non spesifik


Ekstraksi Odontektomi
Impaksi
Kista
Neoplasma
Kelainan Kelenjar liur
Bedah pre
prostetik/pre
orthognatik
Trauma OMF
Kelainan Neurologi
Osteoradionekrosis
Kelainan tumbuh
kembang dan TMJ
Transplantasi,
Replantasi, Implan

Infeksi spesifik (Virus,


Bakteri, Jamur)
Lesi putih dan Bukan
putih
Lesi pra-ganas dan
ganas
Lesi non infeksi
Penyakit sistemik

ILMU RADIOLOGI
KED.GIGI

Jenis proyeksi
Interpretasi
radiologis
Efek samping
radiasi

(penyakit /kelainan darah,


Hipertensi dan penyakit
kardiovaskuler, HIV/AIDS,
kelainan hepar, kelainan
pencernaan, Kelainan
Pernafasan, Alergi, kelainan
ginjal, epilepsy, diabetes
mellitus)

Interpretasi hasil
pemeriksaan
laboratorium
Halitosis
Kehamilan
Fokus Infeksi dan Fokal
Infeksi
Gizi

Klasifikasi
Epidemiologi
Etilogi
Patogenesis
Imunologi imunopatogenesis
Gambaran Klinis
Gambaran Histopatologis
Gambaran radiologis
Pemeriksaan penunjang
Diagnosis dan diagnosis banding
Rencana perawatan dan penatalaksanaan
Rujukan
Persiapan operasi
Modifikasi perawatan dental
Kegawatdaruratan medis pada praktik dental

ILMU KED. GIGI


ANAK

ILMU BIOLOGI
ORAL

Infeksi non
spesifik
Ekstraksi Odontektomi
Impaksi
Infeksi
spesifik
(Virus,
Bakteri,
Jamur)
Trauma OMF
Kelainan
Neurologi
Kelainan
tumbuh
kembang dan
TMJ

Farmakologi
Patologi
Anatomi
Fisiologi
Histopatologi

11

3.2 PENDAHULUAN MATA KULIAH


Penatalaksanaan penyakit/kelainan oromaksilofasial (OMF) merupakan salah satu
kompetensi

seorang

dokter

gigi.

Untuk

dapat

melakukan

penatalaksanaan

penyakit/kelainan OMF, seorang dokter gigi harus mampu mengenali dan mendiagnosis
berbagai kondisi normal, variasi normal, dan penyakit/kelainan OMF. Prosedur diagnosis
penyakit/kelainan oromaksilofasial merupakan prosedur yang penting untuk dikuasai oleh
seorang dokter gigi. Dengan menganalisis data yang diperoleh dari riwayat medis dan
dental, pemeriksaan klinis dan radiografik/laboratorium akan diperoleh diagnosis yang tepat
sehingga dapat dilakukan perawatan penyakit/kelainan oromaksilofasial pada pasien anak,
dewasa/lansia dengan kondisi sehat maupun kompromis medik, yang sesuai serta dapat
melakukan penatalaksanaan yang rasional, holistik dan komprehensif serta rujukan pada
kasus-kasus yang memerlukan rujukan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu pada mata
kuliah IKGK 4 ini mahasiswa FKGUI akan melalui proses pembelajaran tentang hal tersebut.

3.3. URAIAN MATA KULIAH


Pada mata kuliah ini mahasiswa akan mempelajari cara menyusun prosedur diagnosis yang
sistematik (mampu melakukan pemeriksaan subjektif, objektif, menentukan pemeriksaan
lanjutan, menegakkan diagnosis dan menyusun rencana perawatan), mempersiapkan serta
melakukan penatalaksaan penyakit/ kelainan OMF-2. Dalam menegakan diagnosis dan
menatalaksana penyakit/kelainan tersebut, berbagai pemeriksaan penunjang dan
pengetahuan Ilmu Kedokteran Klinik (IKK) yang terkait dengan penatalaksanaan penyakit /
kelainan oro-maksilofasial akan dipelajari.
3.3.1 Penyakit / Kelainan Oromaksilofasial
Infeksi odontogenik non spesifik, Infeksi spesifik jaringan lunak rongga mulut yang
disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan jamur, Gigi Impaksi, Kista Odontogenik dan
Non Odontogenik, Neoplasma Odontogenik dan Non Odontogenik, Bedah
Preprosthetik

serta Penyakit/kelainan Kelenjar Liur. Penyakit/kelainan yang

disebabkan oleh kecelakaan, penyakit/kelainan saraf,

Gizi, kelainan tumbuh

kembang dan kelainan TMJ, penyakit/kelainan jaringan lunak mulut sederhana non
infeksi (lesi ulserasi dan vesikulobulosa, lesi putih dan bukan putih, serta ganas dan
praganas), halitosis, Osteoradionekrosis, dan transplantasi dan implan kedokteran

12

gigi. Selain itu mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi hal hal yang dapat
menjadi fokus infeksi di rongga mulut atau fokal infeksi.

3.3.2 Penatalaksanaan Penyakit/Kelainan oro maksilofasial


Penatalaksanaan penyakit/kelainan jaringan lunak rongga mulut yang
disebabkan infeksi spesifik maupun non infeksi, lesi putih dan non putih serta lesi pra
ganas dan ganas, beserta prosedur rujukan. Penatalaksanaan infeksi odontogen non
spesifik. Esktraksi gigi dan komplikasinya.

Penatalaksanaan gigi impaksi serta

komplikasinya. Penatalaksanaan kista odontogenik/non odontogenik di rongga


mulut dan prosedur rujukan. Penatalaksanaan neoplasma dan prosedur rujukan.
Penatalaksanaan

peyakit

/kelainan

Penatalaksanaan

kasus-kasus

kelenjar

keperluan

liur

pembuatan

dan
gigi

prosedur

rujukan.

tiruan/orthodonti.

Penatalaksanaan bedah dan non bedah pada penyakit/kelainan yang disebabkan


oleh kecelakaan (trauma OMF). Gangguan tumbuh-kembang (khususnya celah bibir
dan celah palatum) dan kelainan TMJ. Penatalaksanaan kerusakan syaraf.
Penatalaksanaan osteoradionekrosis. Penatalaksanaan fokus infeksi di rongga mulut
dan

pencegahan

terjadinya

fokal

infeksi

akibat

penatalaksanaan

dental.

Penatalaksanaan tersebut termasuk penatalaksanaan bedah dan non bedah.


Prosedur rujukan pada kasus transplantasi dan implant. Memahami persiapan pasien
untuk rawat inap ataupun yang akan direncanakan untuk pembedahan.
Mahasiswa juga akan mempelajari cara mendeteksi kesehatan umum pasien,
karena seorang dokter gigi tidak hanya merawat pasien yang sehat saja tetapi juga
pasien dengan berbagai kondisi kompromis medik. Oleh karena itu melalui proses
pemelajaran pada mata kuliah IKGK 4 diharapkan mahasiswa mendapatkan
pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat memahami tanda dan gejala
penyakit sistemik tertentu, manifestasi oral dan hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam melakukan berbagai tindakan kedokteran gigi serta kegawatdaruratan medis
yang dapat terjadi pada saat dilakukan perawatan dental. Penyakit sistemik tersebut
meliputi penyakit jantung dan kardiovaskular khususnya hipertensi; penyakit hepar
khususnya hepatitis karena infeksi; penyakit darah khususnya anemia, kelainan
perdarahan dan leukemia; gangguan pencernaan khususnya gastritis; gangguan

13

pernafasan; gangguan imunologi khususnya kondisi imunosupresi dan alergi;


epilepsy ; kelainan ginjal; kehamilan; serta infeksi HIV

3.3.3 Modul mata kuliah IKGK 4


Mata kuliah IKGK 4 terdiri dari 7 modul
Modul 1: Diagnosis dan penatalaksanaan infeksi spesifik dan non spesifik di regio
oromaksilofasial pada pasien dengan/tanpa status kompromis medis;
Modul 2: Diagnosis dan penatalaksanaan bedah dan non bedah kista dan neoplasma
regio oromaksilofasial pada pasien dengan/tanpa status kompromis medis;
Modul 3: Persiapan perawatan prosthodontik dan orthodontic pada pasien
dengan/tanpa status kompromis medis;
Modul 4: Diagnosis dan penatalaksanaan trauma oromaksilofasial dan kerusakankelainan saraf;
Modul 5: Gizi dan Diagnosis serta penatalaksanaan kelainan tumbuh kembang oral
maksilofasial dan kelainan Temporo Mandibular Joint (TMJ);
Modul 6: Diagnosis dan penatalaksanaan penyakit/kelainan jaringan lunak
sederhana non infeksi;
Modul 7: Transplantasi dan implan dalam kedokteran gigi dan lanjutan jaringan
lunak sederhana non infeksi (lanjutan) pada pasien dengan/tanpa status kompromis
medis.

3.4 KOMPETENSI MATA KULIAH


Setelah mengikuti perkuliahan pada IKGK 4, mahasiswa diharapkan mampu :
a. Memahami cara menegakan diagnosis penyakit/kelainan oromaksilofasial
b. Menentukan diagnosis kerja dan diagnosis banding penyakit/kelainan tersebut
c. Menentukan pemeriksaan penunjang yang sesuai dengan kasus (laboratorium,
histopatologi, radiografis)
d. Melakukan

interpretasi

hasil

pemeriksaan

penunjang

(laboratorium,

histopatologi, radiografis)
e. Mengidentifikasi penyakit/kelainan jaringan lunak rongga mulut
f. Mengidentifikasi fokus infeksi pada rongga mulut

14

g. Mengidentifikasi penyakit sistemik terutama yang memiliki manifestasi di rongga


mulut
h. Mengidentifikasi kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi pada perawatan
dental
i.

Memahami gizi termasuk makronutrien, mikronutrien, vitamin dan mineral

j.

Merencanakan penatalaksanaan sesuai kasus penyakit/kelainan oromaksilofasial


serta penatalaksanaan fokus infeksi

k. Melakukan tindakan ekstraksi gigi sederhana dan komplikasi, odontektomi kasus


sederhana serta mengatasi komplikasi yang mungkin terjadi
l.

Melakukan fiksasi rahang dan penatalaksanaan dislokasi

m. Melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi pada


perawatan dental
n. Melakukan prosedur rujukan pada kasus kasus yang diluar kompetensinya

3.5 SASARAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Mahasiswa mampu menjelaskan dan menegakan diagnosis serta rencana
penatalaksanaan

dan

rujukan

pada

infeksi

odontogen

non

spesifik,

penyakit/kelainan jaringan lunak rongga mulut yang disebabkan infeksi spesifik


maupun non infeksi, lesi putih dan non putih serta lesi pra ganas dan ganas, kista
odontogenik/non

odontogenik,

neoplasma,

penyakit/kelainan

kelenjar

liur,

penyakit/kelainan syaraf, penyakit.kelainan yang disebabkan oleh kecelakaan


(trauma oromaksilofasial), gangguan tumbuh kembang (khususnya celah bibit dan
celah palatum), kelainan TMJ, osteoradionekrosis, halitosis, fokus infeksi pada
rongga mulut, bedah preprostetik/preortognatik, transplantasi serta implant.
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang gizi,

manifestasi oral dan

kegawatdaruratan medis dan komplikasi yang dapat terjadi pada pasien dengan latar
belakang kehamilan dan penyakit sistemik tertentu meliputi penyakit jantung dan
kardiovaskular khususnya hipertensi; penyakit hepar khususnya hepatitis karena
infeksi; penyakit darah khususnya anemia, kelainan perdarahan dan leukemia;
gangguan pencernaan khususnya gastritis; gangguan pernafasan; gangguan
imunologi khususnya kondisi imunosupresi dan alergi; epilepsy ; kelainan ginjal;
kehamilan; serta infeksi HIV
15

3.6 SASARAN PEMBELAJARAN MODUL


a. Modul 1 : Diagnosis dan penatalaksanaan infeksi spesifik dan non spesifik di regio
oromaksilofasial pada pasien dengan/tanpa status kompromis medis;
Sasaran belajar Modul 1:
Apabila mahasiswa diberi data kasus pasien anak/dewasa/lansia dengan penyakit
infeksi regio OMF dengan / tanpa kondisi kompromis medis, mahasiswa mampu:

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif termasuk pemeriksaan penunjang, sebagai
dasar pertimbangan dalam memilih tindakan yang sesuai dengan
ada/tidaknya kondisi kompromis medis pasien.

Menjelaskan patofisiologi penyakit infeksi spesifik & nonspesifik regio OMF


serta faktor-faktor yang mempengaruhinya

Menentukan adanya penyakit sistemik yang perlu konfirmasi

Menjelaskan tanda-tanda dan manifestasi oral penyakit sistemik tertentu


(penyakit / kelainan darah, penyakit jantung dan kardiovaskuler; infeksi HIV )

Menjelaskan tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam bidang


kedokteran gigi, faktor risiko yang dapat menimbulkan komplikasi pada
tindakan kedokteran gigi berikut mekanismenya, serta tindakan kedokteran
gigi yang boleh dan tidak boleh dilakukan dokter gigi umum pada kasus
kompromis medik yang dihadapi, termasuk pertimbangan karena faktor usia
(anak/lansia)

Menyusun rencana terapi dan tata laksana infeksi spesifik & nonspesifik regio
OMF yang rasional, serta rujukkan yang diperlukan pasien pada bidang yang
terkait, termasuk bekerjasama dalam tim kesehatan untuk menangani pasien
secara bersama baik rawat inap maupun rawat jalan.

Menjelaskan tentang kegawatdaruratan medis yang mungkin terjadi pada


praktek kedokteran gigi, serta penanganannya

Menentukan perlu tidaknya rujukan dan atau pemeriksaan penunjang yang


tepat

Menentukan indikasi dan kontra indikasi pencabutan gigi sulung dan gigi
tetap,

16

Menjelaskan secara berurutan langkah-langkah pencabutan gigi dan


mengatasi komplikasi yang mungkin terjadi.

Menjelaskan tentang gigi impaksi (Etiologi, klasifikasi, akibat yang


ditimbulkan, penatalaksanaan dan komplikasinya)

Menjelaskan tentang kontrol infeksi

b. Modul 2: Diagnosis dan penatalaksanaan bedah dan non bedah kista dan
neoplasma regio oromaksilofasial pada pasien dengan/tanpa status kompromis
medis;
Sasaran belajar modul 2:
Apabila diberi data kasus penyakit/kelainan kista dan neoplasma odontogen maupun
non odontogen regio oro maksilofasial serta penyakit/kelainan dengan / tanpa
kondisi kompromis medis, mahasiswa mampu :

Menjelaskan klasifikasi dan etiologi kista dan neoplasma regio oro


maksilofasial serta kelainan kelenjar liur

Menjelaskan patogenesis kista dan neoplasma regio oromaksilofasial serta


kelainan kelenjar liur

Menjelaskan tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit/kelainan kista dan


neoplasma odontogen maupun non odontogen, regio oro maksilofasial serta
kelainan kelenjar liur

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif termasuk pemeriksaan penunjang, sebagai
dasar pertimbangan dalam memilih tindakan yang sesuai dengan
ada/tidaknya kondisi kompromis medis pasien.

Menentukan adanya penyakit sistemik yang perlu konfirmasi

Menjelaskan tanda-tanda dan manifestasi oral penyakit sistemik tertentu


(penyakit/kelainan hepar; penyakit/kelainan pencernaan; penyakit/kelainan
respirasi )

Menjelaskan tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam bidang


kedokteran gigi, faktor risiko yang dapat menimbulkan komplikasi pada
tindakan kedokteran gigi berikut mekanismenya, serta tindakan kedokteran
gigi yang boleh dan tidak boleh dilakukan dokter gigi umum pada kasus
17

kompromis medik yang dihadapi, termasuk pertimbangan karena faktor usia


(anak/lansia)

Menyusun rencana terapi dan tata laksana dan neoplasma regio


oromaksilofasial serta kelainan kelenjar liur, yang rasional, serta rujukan
yang diperlukan pasien pada bidang yang terkait, termasuk bekerjasama
dalam tim kesehatan untuk menangani pasien secara bersama baik rawat
inap maupun rawat jalan.

Menjelaskan tentang kegawatdaruratan medis yang mungkin terjadi pada


praktek kedokteran gigi, serta penanganannya

Menjelaskan tentang halitosis (etiologi, prosedur diagnosis, klasifikasi,


pemeriksaan penunjang dan penatalaksanaan)

c. Modul 3 :Persiapan perawatan prosthodontik dan orthodontic pada pasien


dengan/tanpa status kompromis medis;
Sasaran belajar modul 3:
Bila diberi data kasus perawatan ortodontik dan prostodontik yang memerlukan
persiapan tindakan bedah pada pasien dengan/tanpa status kompromis medis,
mahasiswa mampu :

Menentukan jenis kasus perawatan ortodontik yang memerlukan persiapan


tindakan bedah.

Menentukan jenis kasus perawatan prostodontik yang memerlukan


persiapan tindakan bedah

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif termasuk pemeriksaan penunjang, sebagai
dasar pertimbangan dalam memilih tindakan yang sesuai dengan
ada/tidaknya kondisi kompromis medis pasien.

Menentukan adanya penyakit sistemik yang perlu konfirmasi

Menjelaskan tanda-tanda dan manifestasi oral kondisi sistemik tertentu


(kehamilan)

Menjelaskan tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam bidang


kedokteran gigi, faktor risiko yang dapat menimbulkan komplikasi pada
tindakan kedokteran gigi berikut mekanismenya, serta tindakan kedokteran
18

gigi yang boleh dan tidak boleh dilakukan dokter gigi umum pada kasus
kompromis medik yang dihadapi.

Menjelaskan macam-macam tindakan bedah untuk persiapan perawatan


ortodontik maupun prostodontik.

Menentukan prosedur rujukan

Menjelaskan tentang kegawatdaruratan medis yang mungkin terjadi pada


praktek kedokteran gigi, serta penanganannya

Menjelaskan tentang fokus infeksi di rongga mulut (jenis, patogenesis, fokal


infeksi, penatalaksanaan)

d. Modul 4 : Diagnosis dan penatalaksanaan trauma oromaksilofasial dan kerusakankelainan saraf;


Sasaran Belajar modul 4:

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif termasuk pemeriksaan penunjang, sebagai
dasar pertimbangan dalam memilih tindakan yang sesuai dengan
ada/tidaknya kondisi kompromis medis pasien pada kasus trauma
oromaksilofasial dan kerusakan/kelainan syaraf

Menjelaskan tentang iIdentifikasi/kategori keadaan kegawatdaruratan akibat


trauma OMF(tingkat kesadaran, primary survey (A,B,C,D), secondary survey)

Menjelaskan tentang trauma oromaksilofasial dan fraktur (definisi, etiologi,


klasifikasi, biomekanisme, proses penyembuhan trauma, komplikasi(

Menjelaskan tentang kegawatdaruratan akibat trauna oromaksilofasial

Menyusun rencana terapi dan tata laksana trauma oromaksilofasial dan


kerusakan/kelainan syaraf,

yang rasional, serta rujukan yang diperlukan

pasien pada bidang yang terkait, termasuk bekerjasama dalam tim kesehatan
untuk menangani pasien secara bersama baik rawat inap maupun rawat
jalan.

Menjelaskan tentang reposisi dan fiksasi serta komplikasi penatalaksanaan


trauma oromaksilofasial

Menjelaskan tentang kerusakan/kelainan syaraf (macam, etiologi, proses


penyembuhan)

19

e. Modul 5 : Gizi dan Diagnosis serta penatalaksanaan kelainan tumbuh kembang oral
maksilofasial dan kelainan Temporo Mandibular Joint (TMJ);
Sasaran belajar modul 5:
Apabila mahasiswa diberi data kasus pasien anak/dewasa/lansia dengan
kerusakan/kelainan tumbuh kembang (khususnya celah bibir dan celah palatum) dan
kerusakan/kelainan TMJ, mahasiswa mampu :

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif termasuk pemeriksaan penunjang, sebagai
dasar pertimbangan dalam memilih tindakan yang sesuai dengan kondisi
pasien pada kerusakan/kelainan tumbuh kembang(khususnya celah bibir dan
celah palatum) dan kerusakan/kelainan TMJ

Menyusun rencana terapi dan tata laksana pada kerusakan/kelainan tumbuh


kembang(khususnya celah bibir dan celah palatum) dan kerusakan/kelainan
TMJ, yang rasional, serta rujukan yang diperlukan pasien pada bidang yang
terkait, termasuk bekerjasama dalam tim kesehatan untuk menangani pasien
secara bersama baik rawat inap maupun rawat jalan.

Mengenali kelainan tumbuh kembang (macam, klasifikkasi, embriologi,


etiologi, gangguan fungsi akibat gangguan tumbuh kembang

Mengenali kerusakan/kelainan TMJ (macam, etiologi)

Menjelaskan tentang gizi (Definisi, komponen nutrisi, sumber nutrisi, fungsi


dan kegunaan, undernutrition, overnutrition, pengaturan diet, peran rokok
dan alkohol terhadap status nutrisi)

f. Modul 6 Diagnosis dan penatalaksanaan penyakit/kelainan jaringan lunak


sederhana non infeksi;
Sasaran belajar modul 6:
Apabila masiswa diberi simulasi kasus pasien anak/dewasa/lansia dengan
penyakit/kelainan mulut sederhana non infeksi berupa :

Lesi ulserasi-vesikulobulosa (ulkus traumatikis, stomatitis aftosa rekuren,


eritema multiforme, sindroma steven Johnson, stomatitis medikamentosa,
stomatitis venenata, cheilosis, cheilitis)

20

Lesi putih (lesi praganas termasuk leukoplakua dan eritroplakia, karsinoma


sel squamosa, lichen planus dan reaksi lichenoid, stomatitis nikotina)

Komplikasi

akibat

penatalaksanaan

keganasan

rongga

mulut

(osteoradionekrosis dan mukositis)


Mahasiswa mampu:

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif.

Menjelaskan tentang etiologi dan faktor predisposisi penyakit tersebut

Menjelaskan patogenesis penyakit tersebut

Menjelaskan gejala klinis dari penyakit tersebut

Menentukan perlu tidaknya rujukan atau pemeriksaan penunjang yang tepat

Menentukan diagnosis dan diagnosis banding

Menjelaskan susunan rencana terapi dan tatalaksana di bidang kedokteran


gigi yang rasional, serta rujukan yang diperlukan pasien pada bidang yang
terkait, termasuk bekerjasama dalam tim kesehatan untuk menangani pasien
secara bersama

g. Modul 7 : Transplantasi dan implan dalam kedokteran gigi dan lanjutan jaringan
lunak sederhana non infeksi (lanjutan) pada pasien dengan/tanpa status
kompromis medis.
Sasaran belajar modul 7 :
Apabila mahasiswa diberi data kasus pasien transplantasi dan implan dalam
kedokteran gigi dan lanjutan jaringan lunak sederhana non infeksi (lanjutan) pada
pasien dengan/tanpa status kompromis medis, mahasiswa mampu :

Menjelaskan prosedur untuk memperoleh informasi diagnostik yang


sistematis dan komprehensif termasuk pemeriksaan penunjang, sebagai
dasar pertimbangan dalam memilih tindakan yang sesuai dengan kondisi
pasien dengan lesi bukan putih internal dan eksternal (nevus pigmentosis,
macula melanotika, amalgam tattoo, hipervitaminosis A, smokers melanosis)
serta transplantasi dan implan dalam kedokteran gigi.

Menyusun rencana terapi dan tata laksana pada dengan lesi bukan putih
internal dan eksternal (nevus pigmentosis, macula melanotika, amalgam
21

tattoo, hipervitaminosis A, smokers melanosis) serta transplantasi dan implan


dalam kedokteran gigi, yang rasional, serta rujukan yang diperlukan pasien
pada bidang yang terkait, termasuk bekerjasama dalam tim kesehatan untuk
menangani pasien secara bersama baik rawat inap maupun rawat jalan.

Menentukan adanya penyakit sistemik yang perlu konfirmasi

Menjelaskan tanda-tanda dan manifestasi oral penyakit sistemik tertentu


(kelainana/penyakit ginjal)

Menjelaskan tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam bidang


kedokteran gigi, faktor risiko yang dapat menimbulkan komplikasi pada
tindakan kedokteran gigi berikut mekanismenya, serta tindakan kedokteran
gigi yang boleh dan tidak boleh dilakukan dokter gigi umum pada kasus
kompromis medik yang dihadapi.

Menjelaskan tentang kegawatdaruratan medis yang mungkin terjadi pada


praktek kedokteran gigi, serta penanganannya

22

BAB 4
ASESSMEN PROSES PEMELAJARAN DAN PENILAIAN

4.1 Jenis Ujian Dan Waktu Pelaksanaan Ujian


4.1.1. Jenis Ujian

Ujian lisan berupa OSCE & SOCA

Ujian tulis berupa essei atau pilihan ganda(MDE=multi discipline


examination)

4.1.2. Waktu Pelaksanaan Ujian

Ujian Semester Genap

Bila memungkinkan ujian setiap mata kuliah dapat dilakukan minimal 2 (dua) kali,
yakni ujian pada tengah dan akhir semester.
4.2 Penilaian Ujian
4.2.1 Tutorial
No
Yang Dinilai
1

Pengetahuan

Jenis Evaluasi
Ujian Tertulis (MDE)

Bobot
70%

Reinforcement (20-25%)
2

Proses dan Sikap

Penilaian tugas / presentasi oleh fasilitator

25%

Penilaian tugas/presentasi oleh teman


(peer assessment)

5%

TOTAL

100%

Catatan : Nilai Lulus minimal C atau IPK 2.00


4.2.2 Skills Lab
NO
Yang Dinilai

Bobot

Teknik / Keterampilan

70%

Instrumentasi/Persiapan alat

20%

Proses dan Sikap

10%

TOTAL

100%

Catatan : Nilai Lulus minimal C atau IPK 2.00


23

4.3 Tahap Evaluasi


Evaluasi keberhasilan selama Program Pendidikan Akademik Kedokteran Gigi
dilaksanakan 4 (empat) kali, sebagai berikut :
- Akhir tahun pertama lulus minimal dengan 24 sks dari mata ajar denga IPK 2.00
- Akhir tahun kedua lulus minimal dengan 48 sks dari mata ajar dengan IPK 2.00
- Akhir tahun keempat lulus minimal dengan 96 sks dari mata ajar dengan IPK
2.00
- Akhir Program Pendidikan Akademik Kedokteran Gigi, mahasiswa memperoleh
IPK 2.00 dari 144 sks yang dipersyaratkan, dengan nilai terendah C

4.4 Ujian Perbaikan


- Perbaikan nilai pra-yudisium diwajibkan bagi mahasiswa yang mendapat nilai C,
D dan E. Nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah C.
- Ujian perbaikan hanya diberikan 1 (satu) kali pada akhir semester Gasal dan
Genap sebelum yudisium. Ujian perbaikan dikoordinasikan oleh Koordinator Blok
- Apabila pada saat ujian berlangsung peserta ujian perbaikan tidak hadir, maka
ditetapkan nilainya menjadi E.
- Mahasiswa yang memperoleh nilai B dan C diperbolehkan mengikuti perbaikan
nilai pada tahun akademik berikutnya dengan syarat peserta perbaikan harus
mengikuti seluruh kegiatan blok yang diulang. Nilai tertinggi yang dapat dicapai
adalah A.

24

LAMPIRAN 1

MATRIKS KEGIATAN ILMU KEDOKTERAN GIGI KLINIK 4


Diskusi Diadakan di Ruang KC 103 s/d KC 112
MINGGU 1

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00

SENIN
9 Feb 2015
Introduction
IKGK4
KC 301
DK 1 M1 S1
KC

SELASA
10 Feb 2015

RABU
11 Feb 2015
Introduction Skills
Lab IBM

KAMIS
12 Feb 2015

JUMAT
13 Feb 2015

DK2 M1 S1
KC

Skills Lab IBM 20


(Ekstraksi dan
Odontektomi)
DSL-1 LB 308

Introduction Skills
lab IPM
Salemba

15.10 16.00

MINGGU 2

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10

SENIN
16 Feb 2015
DK 1 M1 S2
KC

SELASA
17 Feb 2015

RABU
18 Feb 2015

KAMIS
19 Feb 2015

JUMAT
20 Feb 2015

KAMIS
26 Feb 2015
DK 1 M1 S3
KC

JUMAT
27 Feb 2015

Skills Lab RKG 2


(impaksi)
DSL-3
LB 418

Reininforcement
/ Pleno M1 S1-2

Skills Lab IPM


(PL umum, PL
PM, Specimen)
Sim Klin LC 253

Skills Lab RKG 1


(ekstraksi)
DSL-3
LB 418

14.10 - 15.00
15.10 16.00

MINGGU 3
SENIN
23 Feb 2015
08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

DK 2 M1 S2
KC

SELASA
24 Feb 2015

RABU
25 Feb 2015
Skills Lab IBM 20
(Ekstraksi dan
Odontektomi)
DSL-1 LB 308
Skills Lab IPM
(PL umum, PL
PM, Specimen)
Sim Klin LC 253

25

MINGGU 4

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00

SENIN
2 Maret 2015
DK2 M1 S3
KC

SELASA
3 Maret 2015

RABU
4 Maret 2015
Skills Lab IBM 20
(Ekstraksi dan
Odontektomi)
DSL-1 LB 308

KAMIS
5 Maret 2015
DK 1 M1 S4
KC

JUMAT
6 Maret 2015

Reininforcement
/ Pleno M1 S3

Skills Lab IPM


(PL umum, PL
PM, Specimen)
Sim Klin LC 253

13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

MINGGU 5

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00

SENIN
9 Maret 2015
DK 2 M1 S4
KC

SELASA
10 Maret 2015

RABU
11 Maret 2015
Praktikum IPM
Skills Lab IBM
(Interpretasi Lab +
(Ekstraksi dan
Rujukan + Resep)
Odontektomi)
DSL-1
LB 308

13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

KAMIS
12 Maret 2015
DK 1 M2 S1
KC
Skills Lab RKG 3
(Kista + HIV)
DSL-4
LB 418

JUMAT
13 Maret 2015

Reininforcement
/ Pleno M1 S4

MINGGU 6

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
16 Maret 2015
DK 2 M2 S1
KC

SELASA
17 Maret 2015

RABU
18 Maret 2015
Praktikum IPM
Skills Lab IBM
(Interpretasi Lab
(Ekstraksi dan
+ Rujukan +
Odontektomi)
Resep)
DSL-1
LB 308

KAMIS
19 Maret 2015
Ujian 1 (M1 S1-4)

JUMAT
20 Maret 2015

Skills Lab RKG 4


(Neoplasma)
DSL-3
LB 418

26

MINGGU 7

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
23 Maret 2015
DK 1 M2 S2
KC

SELASA
24 Maret 2015
MING

Skills Lab RKG 5


(Preprostetik)
DSL-3
LB 418

RABU
25 Maret 2015
Praktikum IPM
Skills Lab IBM
(Interpretasi Lab
(Pemeriksaan
+ Rujukan +
lengkap)
Resep)
Sim Klinik
LC 253

KAMIS
26 Maret 2015
DK2 M2 S2
KC

JUMAT
27 Maret 2015

Reininforcement
/ Pleno M2 S1 2

Reinforcement
Fisiologi

Praktikum
Histopatologi

MINGGU 8

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
30 Maret 2015
DK 1 M3 S1
KC

SELASA
31 Maret 2015

RABU
1 April 2015
Skills Lab IBM
(Pemeriksaan
lengkap)
Sim Klinik
LC 253

Skills Lab RKG 6


(Trauma 1)
DSL-3
LB 418

KAMIS
2 April 2015
DK 2 M3 S1
KC

JUMAT
3 April 2015

Reinforcement
Famakologi

MINGGU 9

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
6 April 2015
DK1 M4 S1
KC

SELASA
7 April 2015

Skills Lab RKG 7


(Trauma 2)
DSL-3
LB 418

RABU
8 April 2015
Skills Lab IBM
(Fiksasi dan
Dislokasi)
DSL-1
LB 308

KAMIS
9 April 2015
DK2 M4 S1
KC

JUMAT
10 April 2015

Reinforcement
RKG 1

MINGGU 10

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10

SENIN
13 April 2015
Ujian 2 (M2 S1-2 ;
M3 S1)

SELASA
14 April 2015

RABU
15 April 2015
Skills Lab IBM
(Fiksasi dan
Dislokasi)
DSL-1
LB 308

KAMIS
16 April 2015
DK1 M4 S2
KC

JUMAT
17 April 2015

Ujian Skills Lab


dan praktikum
IPM

27

14.10 - 15.00
15.10 16.00

MINGGU 11

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00

SENIN
20 April 2015
DK2 M4 S2
KC

SELASA
21 April 2015

RABU
22 April 2015
Skills Lab IBM
(Fiksasi dan
Dislokasi)
DSL-1
LB 308

13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

KAMIS
23 April 2015
DK1 M5 S1
KC
Skills Lab RKG 8
(TMJ)
DSL-3
LB 418

JUMAT
24 April 2015

Reininforcement
/ Pleno M4 S1-2

MINGGU 12

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00

SENIN
27 April 2015
DK2 M5 S1
KC

SELASA
28 April 2015

RABU
29 April 2015
Skills Lab IPM
(Interpretasi
Penyakit Mulut)

10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

KAMIS
30 April 2015
Reininforcement
/ Pleno M5 S1

JUMAT
1 Mei 2015

KAMIS
7 Mei 2015
DK2 M6 S1
KC

JUMAT
8 Mei 2015

MINGGU 13

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00

10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
4 Mei 2015
DK 1 M6 S1
KC

SELASA
5 Mei 2015

RABU
6 Mei 2015
Skills Lab IBM
Skills Lab
(Fiksasi dan
IPM
Dislokasi)
(Interpretasi
DSL-1
Penyakit
LB 308
Mulut)

Ujian 3 (M4 S1-2


; M5 S1)

28

MINGGU 14

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00

SENIN
11 Mei 2015
DK 1 M6 S2
KC

10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SELASA
12 Mei 2015

RABU
13 Mei 2015
Skills Lab IBM
Skills Lab
(Fiksasi dan
IPM
Dislokasi)
(Interpretasi
DSL-1
Penyakit
LB 308
Mulut)

KAMIS
14 Mei 2015

JUMAT
15 Mei 2015

MINGGU 15

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00

SENIN
18 Mei 2015
DK2 M6 S2
KC

SELASA
19 Mei 2015

RABU
20 Mei 2015
Ujian Skills Lab
IPM

KAMIS
21 Mei 2015
DK 1 M6 S3
KC

JUMAT
22 Mei 2015

Reinforcement
/Pleno M6 S1-2

10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00

Skills Lab RKG 9


(Keganasan,
Radioterapi, DM)
DSL-3
LB 418

13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

MINGGU 16

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
25 Mei 2015
DK2 M6 S3
KC

SELASA
26 Mei 2015

RABU
27 Mei 2015
Praktikum BM
(Syok)

KAMIS
28 Mei 2015
DK 1 M7 S1
KC
Skills Lab RKG 10
(Transplantasi)
DSL-3
LB 418

JUMAT
29 Mei 2015

Reinforcement /
Pleno M6 S3

29

MINGGU 17

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00

SENIN
1 Juni 2015
DK 2 M7 S1
KC

SELASA
2 Juni 2015

RABU
3 Juni 2015
Reinforcement
RKG 2

10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

KAMIS
4 Juni 2015
Reinforcement /
Pleno M7 S1
KE
Mini Lecture
Farmakologi

JUMAT
5 Juni 2015
Ujian 4 (M6 S1-3 ;
M7 S1)
KE

KAMIS
11 Juni 2015

JUMAT
12 Juni 2015

MINGGU 18

08.10 - 09.00
09.10 - 10.00
10.10 - 11.00
11.10 - 12.00
12.10 - 13.00
13.10 - 14.10
14.10 - 15.00
15.10 16.00

SENIN
8 Juni 2015
Her 1

SELASA
9 Juni 2015

RABU
10 Juni 2015
Her 2

30

LAMPIRAN 2
DAFTAR NAMA MAHASISWA, FASILITATOR, NARASUMBER DAN INSTRUKTUR SKILLS LAB
DAFTAR NAMA MAHASISWA
Kelompok 1
NO
NPM
1
1206207962
2
1206207741
3
1206207691
4
1206207880
5
1206207760
6
1206207905
7
1206207893
8
1206207773
9
1206256402
10
1206207943

NamaMahasiswa
Ariana Maulina Putri
Cymilia Gityawati
Cinthia Muliadina A
Miana Leily Hapsari
Gadia Canaparimita G D
Rezon Yanuar
Wida Priska Melinda
Rahmatul Hayati
Alberta Yudithia A
Zakia Amalia

Kelompok 3
NO
NPM
1
1206207792
2
1206207703

NamaMahasiswa
Aisyah Mauludia
Atikah Amalina Ghaisani

Kelompok 2
NO
NPM
1
1206207810
2
1206207634
3
1206207975
4
1206207685
5
1206238021
6
1206241060
7
1206237574
8
1206255564
9
1206243702

Kelompok 4
NO
NPM
1
1206208006
2
1206207930

NamaMahasiswa
Citra Mutiah Sari
Amiroh
Diah Ismayanti
Kartika Sri K
Novia Stephanie
Vynlia
Romilda Rosseti
Ameliana Nuraeni
Muhammad Viko Aufar

NamaMahasiswa
Amirah Hasna Fitri
Annisa Widiandini

1206241382

Cicilia Wijawati

1206207640

Fiqi Nurul Hidayah

1206241804

Fildza Hasnamudhia

1206241281

Hesti Katarina

1206238356

Fenny Kamadi

1206244195

Ivana Florentina

1206208012

Ranny Rahaningrum H

1206207924

Sheila Silvia

1206245696

Nadia Fadila Irfani

1206207672

Uji Tesli Haralini Br S

1206207722

Wulandari A

1206207666

Yolanda Bilynov

1206256472

Syifa Alfi Maziyah

1206288846

Ham Ji Hoo

10

1206207874

Mohammad Mutawalli

Kelompok 5
NO

NPM

Kelompok 6
NamaMahasiswa

NO

NPM

NamaMahasiswa

1206207735

Ayu Salvionita Armadi

1206248943

Nourma Nurillah H

1206240083

Cahya Adriani Putri

1206244964

Fadila Khairani

1206207836

Dina Helmaya Anisja

1206239554

Adira Putri W

1206207653

Khalishah Hannah

1206256390

Hudzaifah Muhammad

1206239005

Fanny Anduari Dianty

1206207590

Liesma Dzulfia

1206243072

Rista Lewiyonah

1206207855

Devina Rahma D

1206207754

Royan Diana

1206207602

Yossi Nurul Utami D

1206239541

Siti Latifah Nuraini

1206207981

Luluk Latifa Ayu Leonita

1206207716

Tahbis Gesti Nurhuda

1206249800

Bernard Kurniawan

10

1206207911

Ivan Surija

31

Kelompok 7
NO

NPM

Kelompok 8
NamaMahasiswa

NO

NPM

NamaMahasiswa

1206256485

Egy Puti Lenggogeni

1206256440

Endah Dwi Handayani

1206241956

Fatma Karima

1206249196

Ayuni Rahmadina

1206248193

Huditami Ajeng W

1206243103

Saskia Karenina

1206207994

Fidhianissa

1206256610

Hafshah Samrotul M

1206207786

Fika Aksha Mardiyanti

1206207615

Dina Septia Hidayati

1206242750

Ariq Noorkhakim

1206256573

Miranti Anggraini

1206249593

Khodijah

1206256516

Cristy Arianta Sitepu

1206207842

Rozanna

1206256623

Elizhabet Napitupulu

1206240575

Shierly Citra S

1206288865

Moon Ju Yon

10

1206207956

Marina Rosyana

Kelompok 9
NO

NPM

Kelompok 10
NamaMahasiswa

NO

NPM

NamaMahasiswa

1206237183

Farahdillah

1206249214

Hanny Faizah

1206238614

I Gusti Ayu Bella

1206256586

Rosi Sriandita Worosatiti

1206207804

Anisa Savitri

1206207861

Hana Tania R

1206207621

Winasih

1206241243

Lius Putri F E

1206240051

Dwiseptia Nadiantari

1206242145

Alya Rahmania

1206256522

Haulah Rahmah

1206256604

Reina Lamtiur H

1206207823

Hastinefia Putri

1206244781

Edlyn Dwiputri

1206208025

Dela Medina

1206247562

Keren Esterlita N

1206249864

Syifa Adinda

1206239895

William

10

1206244365

Liza Noah Febriana M

32

DAFTAR NAMA FASILITATOR


TAHAP 1 (9 Februari s/d 10 April 2015)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Fasilitator
drg. Bramma Kiswanjaya, Ph.D.
drg. Gus Permana S, Ph.D., Sp.PM.
Dr. drg. Yuniardini S Wimardhani, MSc.Dent.
Dr. drg. Ellyza Herda, M.Si.
Drg. Hedijanti Joenoes, M.Si
Prof. drg. Bambang Irawan, PhD.
drg. Agoeng Tjahajani, M.S.
drg. Endang Winiati, M.Biomed, Ph.D
drg. Dewi Fatma S, M.S.Ph.D
Dr. drg. Decky Joesiana Indrani, MDSc.

TAHAP 2 (13 April s/d 12 Juni 2015)


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Fasilitator
Dr.drg. Menik Priaminiarti, Sp.RKG(K).
drg. Siti Aliyah Pradono, Sp.PM
Dr. drg. Harum Sasanti Y, Sp.PM.
drg. Anandina Irmagita, Sp.PM
drg. Vera Julia, Sp.BM
Dr. drg. Ellyza Herda, M.Si.
Drg. Hedijanti Joenoes, M.Si
Dr. drg. Eva Fauziah, Sp.KGA
drg. Nurtami, Ph.D
Dr. drg. Decky Joesiana Indrani, MDSc.

33

DAFTAR NAMA NARASUMBER


TAHAP 1 (9 Februari s/d 10 April 2015)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

drg. Vera Julia, Sp.BM.


drg. Rachmita Anne, Sp.BM.
Dr.drg. Lilies Dwi Sulistiyani, Sp.BM.
Dr. drg. Corputty Johan EM, Sp.BM.
Dr. drg. Pradono, Sp.BM.
drg. Siti Aliyah Pradono, Sp.PM.
Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM.
Prof. Dr. drg. M. Suharsini, S.U., Sp.KGA (K).
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
drg. Sri Angky Soekanto, PhD.
Dr.drg.Rr.Tut Wuri Andajani,M.Biomed.

Departemen
Ilmu Bedah Mulut

Departemen
Ilmu Penyakit Mulut
Departemen IKGA
Departemen Ilmu RKG
Departemen Ilmu Biologi Oral

TAHAP 2 (13 April s/d 12 Juni 2015)


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

drg. Gus Permana S, Ph.D., Sp.PM.


drg. Afi Savitri Sarsito, Sp.PM.
Dr. drg. Yuniardini S Wimardhani, MSc.Dent.
drg. Dwi Ariawan, Sp.BM.
Prof.drg. Iwan Tofani, Sp.BM. Ph.D.
Dr.drg. Lilies Dwi Sulistiyani, Sp.BM.
Prof.Dr. drg. Benny S. Latief., Sp.BM(K).
drg. Vera Julia, Sp.BM.
Prof.drg. Heriandi Sutadi, Ph.D., Sp.KGA (K).
drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
Dr. drg. Sri Redjeki, M.S.
drg. Sri Angky Soekanto, PhD.

Departemen
Ilmu Penyakit Mulut
Departemen
Ilmu Bedah Mulut

Departemen IKGA
Departemen Ilmu RKG
Departemen Ilmu Biologi Oral

34

DAFTAR NAMA INSTRUKTUR SKILLS LAB


JUDUL SKILLS LAB
1 Interpretasi radiologi
Pemeriksaan lengkap umum, IPM,
Pengambilan spesimen
Ekstraksi dan odontektomi
3 Pemeriksaan lengkap BM
Fiksasi, reposisi dan dislokasi
2

4 Interpretasi gambaran klinis penyakit mulut

NAMA INSTRUKTUR SKILLS LAB


drg. Heru Suryonegoro, Sp.RKG(K).
drg. Benindra Nehemia, M.Si.
drg. Siti Aliyah Pradono, Sp.PM.
Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM.
drg. Vera Julia, Sp.BM.
drg. Gus Permana S, Ph.D., Sp.PM.
drg. Afi Savitri Sarsito, Sp.PM.

DAFTAR NAMA INSTRUKTUR PRAKTIKUM


JUDUL PRAKTIKUM
1 Interpretasi hasil laboratorium dan rujukan
2 Syok
3 Histopatologi

NAMA INSTRUKTUR PRAKTIKUM


drg. Siti Aliyah Pradono, Sp.PM.
Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM.
drg. Vera Julia, Sp.BM.
Dr.drg.Tut Wuri Andajani, M.Biomed

35