Anda di halaman 1dari 3

Sekilas Sejarah BUMD

Posted on 11 Maret 2011 | Tinggalkan komentar


Istilah Badan Usaha Milik Daerah atau disingkat BUMD tidak terlepas dari
perkembangan kebijakan terkait dengan Badan Usaha Milik Negara. Pada awalnya,
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah perusahaan-perusahaan negara baik
yang berbentuk badan-badan berdasarkan hukum perdata maupun yang berbentuk
badan hukum berdasarkan hukum publik antara lain yang berdasarkan UndangUndang Perusahaan Indonesia/Indonesische Bedrijvenwet, Staatsblad Tahun 1927
Nomor 419 dan perusahaan-perusahaan milik negara yang didirikan berdasarkan
undang-Undang Kompatilbilitet Indonesia (Staatsblad Tahun 1925 Nomor 448).
Dalam rangka mensikronkan segala kegiatan ekonomi pada saat itu, Pemerintah
mengeluarkan Perpu nomor 17 Tahun 1960 tentang Perusahaan Negara.
Selanjutnya, dalam rangka menertibkan usaha negara berbentuk Perusahaan
Negara terutama karena ada banyak usaha negara dalam bentuk Perusahaan
Negara yang inefisien, maka Pemerintah menerbitkan Perpu Nomor 1 Tahun 1969
tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara. Dalam Perpu ini, ditetapkan bahwa usahausaha negara berbentuk perusahaan dibedakan dalam Perusahaan Jawatan (Perjan)
yang didirikan dan diatur menurut ketentuan-ketentuan dalam Indonesische
Bedrijvenwet (Staatsblad Tahun 1927 Nomor 419), Perusahaan Umum (Perum) yang
didirikan dan diatur berdasarkan ketentuan UU 19 Prp. Tahun 1960 tentang
Perusahaan Negara, dan Persero yang merupakan penyertaan negara pada
perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum
Dagang atau KUHD (Wetboek Van Koophandel, Staatsblad Tahun 1847 Nomor 23).
Seiring dengan perkembangan zaman serta dalam rangka menjamin kepastian dan
penegakan hukum mengingat terjadinya dualisme pengaturan pada Perseroan
Terbatas yang selama ini diatur dalam KUHD (Staatsblad Tahun 1847 Nomor 23) dan
Ordonansi Maskapai Andil Indonesia (Ordonnantie op de Indonesische Maatschappij
op Aandeelen, Staatsblad 1939: 569 jo.717) Pemerintah menerbitkan UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas sebagai penganti Buku
Kesatu Titel Ketiga Bagian Ketiga Pasal 36 sampai dengan Pasal 56 Kitab Undangundang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel, Staatsblad 1847: 23) yang
mengatur mengenai Perseroan Terbatas berikut segala perubahannya, terakhir
dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1971 dan Ordonansi Maskapai Andil
Indonesia (Ordonnantie op de Indonesische Maatschappij op Aandeelen, Staatsblad
1939: 569 jo.717).
Sejalan dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995, Pemerintah
menerbitkan beberapa peraturan pemerintah sebagai peraturan pelaksana Perpu
Nomor 1 Tahun 1969 yaitu Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 12 Tahun 1998
tentang Perusahaan Perseroan (Persero) dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun
1998 tentang Perusahaan Umum.Namun demikian, mengingat bahwa Perpu 1 Tahun
1969 dan kedua Peraturan Pemerintah tersebut dianggap sudah tidak sesuai lagi

dengan perkembangan zaman, serta didorong dengan terbitnya Undang-Undang


Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara, Pemerintah menerbitkan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang hanya
mengatur dua bentuk hukum badan usaha negara yaitu Perum dan Persero.
Sementara Perjan, dengan terbitnya Undang-Undang ini, harus dirubah bentuk
hukumnya menjadi Perum atau Persero.
Istilah BUMD diilhami dari terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998
dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1998. Namun demikian, definisi BUMD
sampai sekarang belum ditetapkan secara baku oleh peraturan perundangundangan. Berbeda dengan BUMN yang definisinya telah ditetapkan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Dilain pihak, istilah BUMD telah
tertuang baik dalam Peraturan Mendagri Nomor 3 Tahun 1999 tentang Bentuk
Hukum BUMD, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang dirubah
menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
maupun dalam banyak Undang-Undang Sektoral seperti UU 1/2004 tentang
Perbendaharaan Negara, UU Kelistrikan, UU Minerba, UU Pelayaran, UU Jalan, dsb.
Hal ini dapat dimaklumi karena pendirian dan pengaturan BUMD sampai saat ini
masih tunduk dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 Tentang Perusahaan
Daerah walaupun undang-undang ini telah dicabut dengan Undang-Undang Nomor
6 Tahun 1969, namun karena ditegaskan bahwa UU 5/1962 tidak berlaku sejak
diterbitkannya undang-undang pengganti, dan sampai sekarang belum ada undangundang penggantinya, maka UU 5/1962 masih berlaku sampai sekarang.
UU 5/1962 tentang Perusahaan Daerah merupakan undang-undang yang
penyusunannya diilhami dari terbitnya Perpu Nomor 17 Tahun 1960 tentang
Perusahaan Negara. Berdasarkan UU 5/1962, Perusahaan Daerah adalah
perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari kekayaan
daerah yang dipisahkan. Mengingat bahwa pembinaan pemerintahan daerah
berada di bawah tanggungjawab Menteri Dalam Negeri, maka peraturan pelaksana
UU 5/1962 diterbitkan oleh Mendagri baik berupa Instruksi Mendagri, Keputusan
Mendagri, maupun Peraturan Mendagri. Sejak terbitnya UU 1/1995 tentang
Perseroan Terbatas dan Permendagri Nomor 3/1999 tentang Bentuk Hukum BUMD,
maka sebagian BUMD ada yang berbentuk Perseroan Terbatas, seperti misalnya PT.
Jaya Ancol, PT. Riau Airlines, PT. Ratax, dsb. Mengingat definisinya sampai sekarang
belum baku, maka BUMD yang berbadan hukum Perseroan Terbatas terkadang tidak
mencerminkan mayoritas kepemilikan Daerah di perusahaan tersebut. Contoh yang
paling nyata adalah PT. Delta Tbk yang dianggap sebagai BUMD DKI Jakarta. Pemda
DKI Jakarta hanya pemegang saham minoritas dalam PT. Delta Tbk. sehingga saham
pengendali berada di tangan swasta sepenuhnya. Namun, karena ada unsur Pemda
di dalamnya, maka Pemda menganggap PT. Delta Tbk. sebagai BUMD. Jika berkasa
dari definisi BUMN, maka hal ini seharusnya tidak terjadi jika definisi BUMD sudah
ditetapkan. Ketidakjelasan definisi BUMD berdampak negatif terhadap pelaksanaan
peraturan perundang-undangan sektoral yang memberikan priviledge atau

keistimewaan dalam melakukan usaha dengan tujuan untuk lebih meningkatkan


pendapatan daerah namun pada kenyataannya perusahaan-perusahaan perseroan
terbatas yang dianggap sebagai BUMD justru memberikan keuntungan yang lebih
besar kepada pengusaha swasta karena Pemda hanyalah pemegang saham
minoritas.
Tinggalkan komentar
Dipublikasi di Umum

Search It!

Cari:

Recent Entries
o

Sekilas Sejarah BUMD

Tautan
o

Kementerian BUMN

Kementerian Dalam Negeri

Meta
o

Mendaftar

Masuk log