Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai kawasan karst yang tersebar di
semua pulaupulau besar dari Sumatera sampai Papua. Kawasan karst di Indonesia masih
mengutamakan untuk kawasan konservasi. Potensi kawasan karst dan guanya dari sisi non
ekonomi mulai meningkat. Ekosistem karst saat ini belum banyak tersentuh, kawasan karst
menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang baik di permukaan maupun di dalam gua.
Beberapa penelitian di kawasan karst menunjukkan temuan yang menarik.
Kars adalah suatu daerah yang mempunyai karakteristik relief dan drainase yang khas,
terutama disebabkan oleh derajat pelarutan batu-batuannya yang intensif. Daerah kars ini identik
dengan lahan yang selama ini dianggap kering, gersang, tandus, kurang subur, dan kekurangan
air. Meskipun demikian daerah ini mempunyai potensi sumberdaya alam yang tinggi terutama
sumberdaya mineral batuan karbonat/gamping.
Daerah kars dengan mudah dapat dikenali dari morfologi permukaan berupa bukit-bukit
kars kerucut (conical hills), depresi tertutup (dolin), lembah kering (dry valley) dan banyak
dijumpai sungai-sungai bawah tanah. Daerah ini sangat dipengaruhi oleh struktur geologi berupa
pengkekaran (joint) karena umumnya, kars terbentuk pada daerah berbatuan karbonat (gamping,
dolomit, atau gypsum).
Bentuk lahan kars terbentuk akibat proses pelarutan pada daerah yang tersusun oleh
batuan yang mudah larut, yaitu batu gamping kalsit, dolomit, aragonit dan gypsum. Ada empat
kondisi yang mendukung terbentuknya bentuklahan kars, yaitu pertama kondisi litologi tersusun
oleh batuan yang mudah larut. Kedua, batuan tersebut tebal dan masif serta memiliki retakanretakan atau kekar yang akan meningkat permeabilitas dan porositas batuan sehingga mudah
ditembus oleh air. Ketiga, daerah tersebut terletak pada posisi yang relatif lebih tinggi dari daerah
sekitarnya sehingga air dapat mengalir dengan lancar sehingga mempercepat proses karsifikasi.
curah hujan yang cukup tinggi sehingga air cukup melimpah sebagai media pelarut.(Haryono.
2006)
Topografi karst adalah bentukan rupa bumi yang unik dengan kenampakan atau fenomena
khas akibat proses pelarutan dan pengendapan kembali CaCO3 diatas dan dibawah permukaan
1

bumi. Selain itu, bentang alam seperti karst juga dapat terjadi dari proses pelapukan, hasil kerja
hidrolik misalnya pengikisan, pergerakan tektonik, pencairan es dan evakuasi dari batuan beku
(lava). Karena proses utama pembentukanya bukan pelarutan, maka bentang alam demikian
disebut pseudokarst. Sementara itu karst yang terbentuk oleh pelarutan disebut truekarst.
Kawasan karst adalah bentang lahan yang didominasi oleh proses pelarutan batuan. Proses ini
merupakan interaksi yang unik antara batuan yang mudah larut, karbondioksida dari atmosfer
dan air, menciptakan suatu fenomena alam yang sangat unik dan khas. Perkembangan
loronglorong pelarutan termasuk diaklas-diaklas yang menghubungkan bagian permukaan
dengan sistem sungai bawah tanah menyebabkan kondisi kering dijumpai di bagian permukaan,
sedangkan di bagian bawah permukaan kawasan karst memiliki sumberdaya air yang melimpah.
(Sari Bahagiarti, 2004).
Pengembangan teknologi satelit sumber daya saat ini, sudah banyak digunakan untuk
keperluan berbagai disiplin ilmu , khususnya untuk keperluan pemetaan geologi dan morfologi
kajian terkait. Penggunaan penginderaan jarak jauh dinilai memiliki banyak kelebihan dan
keuntungan, salah satu keuntungan penggunaan citra satelit ialah selain cakupan areanya yang
cukup luas, kemampuan dalam hal pengulangan rekaman di daerah yang sama dilakukan pada
waktu yang ralatif singkat atau perekaman secara temporal cukup baik oleh sebab itu sangat
membantu untuk mengetahui geologi dan morfologi daerah karst .
Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit seperti Landsat
ETM mampu mendeteksi daerah di muka bumi. Informasi yang diperoleh dari citra satelit
tersebut dapat digabungkan dengan data-data lain yang mendukung ke dalam suatu sistem
informasi geografis (SIG).
Kabupaten Langkat yang mempunyai wilayah seluas kurang lebih 6.263,29 km 2 atau
626.329 hektar merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Utara. Kabupaten Langkat
berada di bagian utara Propinsi Sumatera Utara dan secara geografis terletak antara 3 014- 4013
Lintang Utara dan antara 97052 98045 Bujur Timur. Kabupaten langkat memiliki daerah karst
dengan luas 7713.06 Ha atau hanya 1.23 % dari luas wilayah Langkat . Walaupun demikian
wilayah daerah kars di Kabupaten Langkat sangat berpotensi dan memiliki nilai-nilai yang
sifatnya strategis . Seperti (1) nilai ekonomi ; berkaitan dengan usaha pertanian , kehutanan ,
pertambangan, pengeloalaan air dan pariwisata , (2) nilai ilmiah ; berkaitan dengan ilmu

geologi ,biologi, arkeologi dan paleontologi,(3) nilai kemanusiaan , berkaitan dengan keindahan ,
rekreasi ,unsur-unsur spiritual (BPS Langkat, 2012)..
Penelitian ini menggunakan Citra Landsat -7 ETM yang akan diolah dari pengolahan
citra digital ,Interpretasi citra sampai analisis kerapatan untuk mendapatkan informasi bentuk
morfologi dan struktur geologi daerah karst di Kabupaten Langkat .
Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin meneliti Identifikasi Daerah Karst
dengan Pendekatan Morfologi Dan Struktur Geologi Menggunakan Citra Landsat -7
ETM+ didaerah Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat. Dalam upaya untuk mengetahui
bentuk Daerah karst dikabupaten Langkat yang memiliki banyak potensi .
1.2. Batasan masalah
Untuk memberi ruang lingkup yang jelas penulis membatasi masalah hanya pada
Penggunaan Citra Landsat -7ETM+ untuk mengidentifikasi morfologi dan struktur geologi di
daerah Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat .
1.3. Rumusan masalah
Dari latar belakang masalah yang telah di uraikan di atas maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah:
1

Bagaimanakah bentuk morfologi daerah karst di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat?

Bagaimanakah struktur geologi daerah karst di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat ?

Bagaimanakah perkembangan daerah karst di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat ?

1.4. Tujuan penelitian


Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1

Untuk mengetahui bentuk morfologi daerah karst di Kabupaten Langkat .

Untuk mengetahui struktur geologi daerah karst di Kabupaten Langkat .

Untuk mengetahui perkembangan daerah karst di Kabupaten Langkat .

1.5. Manfaat penelitian

Adapun maanfaat dari penelitian ini adalah:


1

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan ilmu untuk mengetahui bentuk
geologi dan morfologi daerah karst di kabupaten Langkat .

Sebagai bahan referensi untuk perbandingan dalam penelitian-penelitian selanjutnya.