Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

Abrams, M. and Simon, H., dan Bhaskar, R., ASTER User Handbook ; Advanced
Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer Version 2,
NASA, US.
Azizi, Z., Najavi, A., dan Sorahbi, H., Forest Canopy Density Estimating, Using
Satellite Images, The International Archives of The Photogrammetry,
Remote Sensing and Spatial Information SciencevXXXVII (88) : 1127
1130.
Badan Perencaan Pembangunan Daerah Langkat, (2012), Langkat dalam Angka,
Badan Pusat Langkat.
Biradar, C. M., Saran S., dan Roy, P. S., (2005), Forest Canopy Density
Stratification : How Relevant Bipphysical Spectral Response Modelling
Approach?, Journal of Geocarto Internationalv20 (1) : 1-7.
Budianto, E., (2010), Sistem Informasi Geografis dengan ArcView GIS, Penerbit
Andi, Yogyakarta.
Dwiyanti, E.,(2009),Analisis Data Landsat ETM+ untuk Kajian Geomorfologi
dan Penutup/Penggunaan Lahan dan Pemanfaatannya untuk Pemetaan
Lahan Kritis di Kota Cilegon, Skripsi, Fakultas Pertanian, IPB, Bogor.
ESRI, (2001), ArcGIS Spatial Analyst ; Advanced GIS Spatial Analysis Using
Raster and Vector Data, ESRI Press, USA.
Eko Haryono,(2006). Geomorfologi Karst (Proses Pembentukan dan
Macamnya). UGM : Yogyakarta
Forest Watch Indonesia, (2010), Modul Pelatihan Sistem Informasi Geografis,
Bogor, FWI 31 Januari 15 Februari.
Ford, D. and Williams, P. 1992. Karst Geomorphology and Hydrology, Chapman
and Hall, London
GIS Konsorium Aceh Nias, (2007), Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar, Staf
Pemerintahan Kota Banda Aceh, Banda Aceh.
Howard, J. A.,(1996), Penginderaan Jauh untuk Sumber Haya Hutan: Teori dan
Aplikasi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Huzaini, A., Sri, R., (2013), Tingkat Kekritisan Lahan di Kecamatan Gunungpati
Kota Semarang, Jurnal Teknik PWKv2 (2) : 270-280.

Hyub, K.T., Lee, W.K., dan Kwak, D.A, (2012), Forest Canopy Densiy Estimation
Using Airbone Hyperspectral Data, Korean Journal of Remote Sensing,
v28
(3): 297-305
Ikawati, Y., (2009), Survei dan Pemetaan Nusantara, Badan Koordinasi dan
Pemetaan Nusantara, Jakarta.
Instruksi Presiden Republik Indonesia, (2012), Penyediaan, Penggunaan,
Pengendalian Kualitas, Pengolahan, dan Distribusi Data Satelit
Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi, Dinas Kesejahteraan Rakyat, Jakarta.
Lillesand, T.M., danF.W. Kiefer, (1997),Penginderaan Jauh dan Interpretasi
Citra, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
Lo, C. P., (1996), Pengideraan Jauh Terapan, University Indonesia, Jakarta.
Matthews, E., (1989), Global Data Based on Distribution Characteristic and
Methane Emission of Natural Wetlands : Documentation of Archived Data
Tape, NASA Technical Memorandum, New York.
Mega, I.M., (2010), Buku Ajar Klasifikasi Tanah dan Kesesuaian Lahan,
Denpasar : Universitas Udayana.
National Aeronautics and Space Administration, (2014), Landsat 7 Science Data
User Handbook, NASA Press, US
Pemerintah Daerah Kabupaten Pakpak Bharat, (2012), Rancangan Kerja
Pemerintahan Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2012,
Pemda Langkat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, (2012), Rancangan Kerja Pemerintahan
Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2012.
Prahasta, E., (2009), Sistem Informasi Geografis: Tutorial ArcView, Penerbit
Informatika, Bandung.
Prasetyo, A., (2011), Modul Dasar Sistem Informasi Geografis, Departemen
Konservasi Sumberdaya Hutan Dan EkowisataFakultas Kehutanan IPB,
Bogor.
Raharjo, B., (2010), Tutorial ArcGIS Bagi Pemula Versi ArcGIS 9.3.1,
Yogyakarta, GISTutorial.NET
Rikimaru, A., Roy, P.S, dan Miyatake, S., (2002), Tropical Forest Cover Density
Mapping, Journal of Tropical Ecologyv43 (1) : 39-47.
Saputri, D. E., (2010), Analisis Kemampuan Lahan dengan Menggunakan
Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di DAS Grindulu

Pacitan Propinsi Jawa Timur, Skripsi, Fakultas Pertanian, Universitas


Sebelas Maret, Surakatra
Sistem Informasi dan Manajemen Data Dasar Regional, (2013), Profil
Pembangunan
Sumatera
Utara,
BAPPENAS.
http://simreg.bappenas.go.id/view/profil/clickD.php?id=2
Sunartomo, A. F., (2011), Inventarisasi dan Sebaran Lahan Kritis di Kabupaten
Situbondo, J-SEPv5 (1) : 12-22.
Suryadi, I., (2012), Petunjuk Teknis Perhitungan Reference Emission Level untuk
Sektor Bebrasis Lahan, UN-REDD Program Indonesia, Jakarta
Suseno, A., (2008), Modul Sistem Informasi Tingkat Dasar, Jakarta.
Thoha, A. S., (2008), Karakteristik Citra Satelit, USU Press, Sumatera Utara.
Tim SIG PT. Geomatik-Konsultan,(2010), Sistem informasi Geografis, PT
Geomatik, Jakarta.
Trisakti, B., (2012), Pemanfaatan Data Citra Satelit dalam Mendukung
Pengelolaan SDA, Pusat Pemanfaatan LAPAN, Bogor.
W, Asriningrum, 2002. Studi Kemampuan Landsat ETM+ Untuk Identifikasi b
bentuklahan (Landforms) Di Daerah Jakarta-Bogor. Tesis S-2, Program
PascasarjanaIPB, Bogor
Wischmeier, W. H. dan Smith, D. D., (1978), Predicting Rainfall Erosion Losses
A Guide to Conservation Planning, Departemen of Agricultire,
Agriculture Handbook No. 537, US.
Yayasan pelaGIS, (2011), Modul Pelatihan Sistem Informasi Geografis Tingkat
Lanjut, Yayasan pelaGIS Press, Aceh.
NASA.
Landsat
Data
Continuity
http://www.usgs.gov/diakses 19November 2014.

Mission

http://landsat.gsfc.nasa.gov/news/news-archive/news_o429.html
19November 2014.

Brochure
diakses

http://landsat.usgs.gov/diakses tanggal 19November 2014.


http://terra-image.com/band-landsat/ diakses tanggal 17 Ok 2014, Jam 01.39 WIB.