Anda di halaman 1dari 33

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN
ATAS
BELANJA BARANG DAN MODAL TA 2006 DAN 2007
PADA
SATKER PEMBANGUNAN JALUR GANDA CIREBON-KROYA
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN
DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
DI
PURWOKERTO

Nomor : 57/S/III-XI.2/08/2007
Tanggal : 15 Agustus 2007

DAFTAR ISI

Halaman
Resume Hasil Pemeriksaan.......................................................................

Hasil Pemeriksaan.... .............................................................................

I.

Gambaran Umum............................................................................

A.

Tujuan Pemeriksaan...............................................................

B.

Sasaran Pemeriksaan.............................................................

C.

Metode Pemeriksaan..............................................................

D.

Jangka Waktu Pemeriksaan..................................................

E.

Obyek Pemeriksaan................................................................

II.

Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern..............................

12

III.

Hasil Pemeriksaan Tindak Lanjut....................................................

14

IV.

Temuan Pemeriksaan......................................................................

15

1.

15

Kekurangan Volume Pekerjaan dan Kelebihan Perhitungan


Harga Pekerjaan Pengeprasan Tebing dan Pekerjaan
Relokasi Jalan Umum Senilai Rp16.869.000,00

2.

Pekerjaan

Persiapan

Relokasi

dalam

Rangka

19

Pembangunan Jalur Ganda di km 284+000 dan km


283+825 tidak Perlu Senilai Rp20.267.000,00
3.

Pekerjaan Pengadaan Fiber Optik Melebihi Kebutuhan


Senilai

Rp29.450.000,00

dan

Kelebihan

20

Pembayaran

Senilai Rp2.831.818,00
4.

Terjadi

Kelebihan

Pembayaran

dalam

Pelaksanaan

23

Pekerjaan Pengawasan Senilai Rp10.000.000,00


5.

Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Underpass dan


Jalan Raya di Km.357+119 Mengalami Keterlambatan

Lampiran

24

RESUME HASIL PEMERIKSAAN


Berdasarkan ketentuan Pasal 23 E perubahan ketiga Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1973 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
(BPK-RI) telah memeriksa pelaksanaan anggaran belanja barang dan modal TA 2006 dan
2007 pada Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya di Purwokerto yang termasuk
dalam Program Peningkatan dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Kereta Api
Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Audit atas pelaksanaan anggaran tersebut dilakukan
dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan BPK-RI
pada Tahun 1995.
Tanpa mengurangi keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang telah dicapai, hasil
pemeriksaan masih menemukan kelemahan-kelemahan :
1. Sistem pengendalian intern atas pelaksanaan kegiatan satker belum memadai
sehingga pelaksanaan kegiatan belum dapat berjalan secara tepat azas, terutama
aspek perencanaan, pembukuan, penyetoran dan pengawasan yaitu :
a. Perencanaan, yaitu penyusunan OE/HPS dan RKS kurang memperhatikan kondisi
sebenarnya di lapangan antara lain pada pekerjaan pengadaan dan pemasangan
fiber optik untuk hubungan antar blok antara Margasari-Prupuk lintas Tegal-Prupuk
terdapat item pengadaan dua unit Frame Distribusi Optikal yang hanya dapat
dipasang satu unit karena tempat yang terbatas.
b. Pembukuan dan penyetoran, yaitu pelaksanaan pembukuan dan penyetoran
pengembalian sisa anggaran. Pencatatan/pembukuan yang dilakukan oleh Satker
belum sepenuhnya menggambarkan kondisi

hasil

kegiatan. Penyetoran

pengembalian anggaran kegiatan Satker TA 2006 dilakukan pada bulan Januari


2007 atau melampaui tahun anggaran 2006.
b. Pengawasan, yaitu kurangnya pengawasan dari pihak pengawas Satker sehingga
pelaksanaan pekerjaan belum sepenuhnya mengacu pada RAB dan Rencana Kerja
dan Syarat-syarat (RKS).
2. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan hal-hal sebagai berikut :
a. Kekurangan volume pekerjaan dan kelebihan perhitungan harga pekerjaan
pengeprasan tebing dan pekerjaan relokasi jalan umum senilai
Rp16.869.000,00
Hasil pemeriksaan atas:

1) Pekerjaan mengepras tebing melalui kontrak No.180/DTCK-TH/2006 tanggal 19


Mei 2006 oleh PT Yala Putra-Semarang senilai Rp1.458.886.000,00 dan telah
dibayar lunas melalui SP2D No.0016/439511/2006 tanggal 17 Nopember 2006.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 23 Maret 2007 dan
perhitungan volume yang dilakukan bersama dengan Satker Cirebon Kroya atas
pekerjaan

pengeprasan

terjadi

kekurangan

volume

pekerjaan

senilai

Rp816.750,00 dan kelebihan harga satuan senilai Rp7.332.327,75 sehingga


kelebihan

pembayaran

senilai

Rp8.149.000,00

(Rp816.750,00

Rp7.332.327,75);
2) Pekerjaan relokasi jalan umum melalui kontrak No.371/DTCK-TH/2006 tanggal
23 Agustus 2006 oleh PT Pulung Karya senilai Rp2.721.905.000,00 dan telah
dibayar lunas melalui SP2D No.575277E/029/110 tanggal 21 Desember 2006.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa terdapat kekurangan
volume pekerjaan relokasi jalan umum senilai Rp8.720.000,00,sehingga terjadi
kelebihan pembayaran senilai Rp8.720.000,00.
Kenyataan ini tidak sesuai dengan Lampiran masing-masing kontrak, Keppres
No.42 Tahun 2002 pasal 12 dan analisa harga satuan pekerjaan tanah menurut
BOW,

yang

mengakibatkan

kelebihan

pembayaran

seluruhnya

senilai

Rp16.869.000,00 (Rp8.149.000,00 + Rp8.720.000,00).


Hal ini disebabkan Pengawas Lapangan dan Konsultan Pengawas lalai/tidak
cermat dalam melaksanakan tugasnya.
Masalah tersebut telah ditindaklanjuti pihak Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon Kroya dengan menyetor kelebihan pembayaran senilai Rp16.869.000,00
ke Kas Negara dengan SSBP No.684/DTCK-TH/2007.
b. Pekerjaan persiapan relokasi dalam rangka pembangunan jalur ganda di km
284+000 dan km 283+825 tidak perlu senilai Rp20.267.000,00
Hasil pemeriksaan pekerjaan relokasi dalam rangka pembangunan jalur ganda di
km 284+000 dan km 283+825 oleh PT Dian Previta dengan kontrak No.499/DTCKTH/2006 tanggal 11 Oktober 2006 senilai Rp1.072.064.000,00 dan telah dibayar
lunas berdasarkan SPM No.00149/BEND/DTCK/2006 tanggal 15 Desember 2006.
Berdasarkan uraian RAB kontrak terdapat pekerjaan persiapan sebanyak dua paket
(diantaranya pembuatan direksi keet dan gudang kerja), satu paket di km 284+000
dan satu paket lagi di km 283+825 masing-masing senilai Rp20.267.000,00. Hasil
pemeriksaan fisik pada tanggal 23 Maret 2007, diketahui pekerjaan relokasi di km

284+000 dan km 283+825 berdekatan yaitu hanya berjarak 175 meter sehingga
pekerjaan persiapan cukup satu paket saja senilai Rp20.267.000,00.
Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 5 huruf f Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003.
Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan senilai Rp20.267.000,00.
Hal tersebut terjadi karena Panitia Lelang tidak cermat dalam membuat HPS/OE
yang tidak disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan lemahnya pengendalian
dari Kuasa Pengguna Anggaran terhadap pelaksanaan pekerjaan.
c. Pekerjaan pengadaan fiber optik melebihi kebutuhan senilai Rp29.450.000,00
dan kelebihan pembayaran senilai Rp2.831.818,00
Pengadaan dan pemasangan fiber optik yang dilaksanakan oleh PT Mega Profindo
berdasarkan kontrak No.183/DTCK-TH/2006 tanggal 19 Mei 2006 senilai
Rp1.041.496.000,00 dan telah dibayar lunas berdasarkan SPM No.00167/BEND/
DTCK/2006

tanggal 18 Desember 2006. Hasil pemeriksaan fisik pekerjaan

pengadaan dan pemasangan dua unit Frame Distribusi Optikal hanya terpasang
satu unit, karena keterbatasan tempat di stasiun Prupuk, sedangkan 1 unit lagi yang
tidak dipasang telah diserahterimakan ke PT Kereta Api DAOP V dan disimpan di
DAOP V

Purwokerto, namun biaya pemasangannya tetap dibayarkan senilai

Rp2.831.818,00. Dengan demikian pengadaan Frame Distribusi Optikal melebihi


kebutuhan

senilai

Rp29.450.000,00

dan

kelebihan

pembayaran

senilai

Rp2.831.818,00.
Hal ini tidak sesuai dengan lampiran kontrak No.183/DTCK-TH/2006 tanggal 19 Mei
2006 dan Pasal 5 huruf f Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003.
Hal

tersebut

mengakibatkan ketidakhematan senilai

Rp29.450.000,00

dan

kelebihan pembayaran senilai Rp2.831.818,00.


Hal tersebut di atas terjadi karena Panitia Lelang tidak cermat dalam membuat
HPS/OE yang tidak disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan

lemahnya

pengendalian dari Kuasa Pengguna Anggaran terhadap pelaksanaan pekerjaan.


Masalah tersebut telah ditindaklanjuti pihak Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon Kroya dengan menyetor kelebihan pembayaran senilai Rp2.831.818,00 ke
Kas Negara dengan SSBP No.685/DTCK-TH/2007 tanggal 9 Juli 2007.
d. Terjadi kelebihan pembayaran dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan
Senilai Rp10.000.000,00
Hasil pemeriksaan atas dua kontrak pengawasan berikut :
1) Paket

KRL-7

oleh

CV

Laras

Mandiri

Utama

dengan

kontrak

No.198/DTCK/TH/2006 tanggal 19 Mei 2006 senilai Rp101.250.000,00

termasuk Biaya Langsung Personil senilai Rp75.000.000,00 di antaranya biaya


juru gambar senilai Rp5.000.000,00 dan telah dibayar lunas melalui SP2D No.
574466E/029/110 tanggal 05 Desember 2006.
2) Paket KRL-8 oleh CV Adhistya berdasarkan kontrak No.199/DTCK/TH/2006
tanggal 19 Mei 2006 senilai Rp68.150.000,00 termasuk didalamnya Biaya
Langsung Personil senilai Rp45.000.000,00 diantaranya biaya juru gambar
senilai

Rp5.000.000,00

dan

telah

dibayar

lunas

melalui

SP2D

No.574468E/029/110 tanggal 05 Desember 2006.


Dari hasil pemeriksaan terhadap dua kontrak tersebut berikut dokumen pendukung
dan sesuai Berita Acara Permintaan Keterangan tanggal 17 dan 18 Maret 2007
kepada pelaksana dan pengawas pekerjaan, personil juru gambar tidak pernah
melaksanakan tugasnya sebagai juru gambar yaitu membuat gambar pelaksanaan
sebelum dan setelah pekerjaan.
Hal ini tidak sesuai Keppres No. 42 Tahun 2002 Pasal 12.
Hal tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran senilai Rp10.000.000,00.
Hal ini terjadi karena pengawas kegiatan Satker lalai/tidak cermat dalam
melaksanakan tugasnya.
Pihak Satker membenarkan kondisi di atas dan telah menindaklanjuti dengan
menyetorkan kelebihan pembayaran ke Kas Negara senilai Rp10.000.000,00
sesuai SSBP No.685/DTCK-TH/2007 tanggal 9 Juli 2007.
e. Pelaksanaan pekerjaan pembangunan
km.357+119 mengalami keterlambatan

underpass

dan

jalan

raya

di

Pekerjaan pembangunan underpass dan jalan raya di km.357+119 di antaranya


pekerjaan listringan dengan menggunakan MTT, PBR, dan VDM, dilaksanakan oleh
PT Dian Berda dengan kontrak No. 501/DTCK-TH/2006 tanggal 11 Oktober 2006
senilai Rp2.975.378.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan mulai tanggal 11
Oktober 2006 dan harus selesai paling lambat tanggal 9 Desember 2006, namun
pekerjaan baru diselesaikan pada tanggal 28 Desember 2006.
Berdasarkan Pemeriksaan dokumen kontrak, konfirmasi kepada pelaksana
pekerjaan MTT, PBR, dan VDM, yaitu PT KAI dhi. Kasubsi konstruksi DAOP V
Purwokerto, menunjukkan bahwa pekerjaan baru diselesaikan pada tanggal 28
Desember 2006, dan diperkuat dengan Surat Keterangan dari PT KAI dhi. Kasubsi
konstruksi DAOP V Purwokerto tanggal 22 Maret 2007 yang menyatakan bahwa
pelaksanaan kegiatan MTT, PBR, dan VDM tersebut baru dikerjakan pada tanggal

23 Desember 2006 sampai dengan tanggal 28 Desember 2006, sehingga


penyelesaian pekerjaan mengalami keterlambatan selama 19 hari (tanggal 9 s.d.
28 Desember 2006), namun demikian Penyerahan pekerjaan 100 % telah
dilaksanakan sesuai dengan Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan No.
501/BA/DTCK-TH/2006/ST-1 tanggal 9 Desember 2006, hal ini dilaksanakan untuk
menghindari hangusnya Anggaran pada akhir tahun, sementara pekerjaan selesai
pada tanggal 28 Desember 2006.
Kenyataan ini tidak sesuai dengan kontrak No.501/DTCK-TH/2006 tanggal 11
Oktober 2006 Pasal 5 ayat (1), yang mengakibatkan PT Dian Berda dikenakan
denda keterlambatan sebesar Rp56.532.182,00 (19x 1 0/00 x Rp2.975.378.000,00).
Hal ini disebabkan kontraktor tidak menaati ketentuan yang telah disepakati
bersama serta lemahnya pengendalian dan pengawasan oleh Pengawas Kegiatan
Satker, Kuasa Pengguna Anggaran dan Konsultan Pengawas.
Masalah tersebut telah ditindaklanjuti pihak Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon Kroya dengan menyetor kelebihan pembayaran senilai Rp56.532.182,00
ke Kas Negara dengan SSBP No.686/DTCK-TH/2007.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, BPK-RI menyarankan kepada Menteri
Perhubungan agar memerintahkan Ditjen Perkeretaapian supaya :
1. Melakukan teguran secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran agar
meningkatkan pengendalian dan pengawasan.
2. Menginstruksikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan teguran secara
tertulis kepada Panitia Lelang agar dalam membuat HPS/OE disesuaikan dengan
kondisi di lapangan.
3. Menginstruksikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan teguran secara
tertulis kepada Konsultan Pengawas/Pengawas Lapangan Satker atas kelalaiannya
dalam melaksanakan tugas.

Penanggung Jawab,

Drs. A Sjakir Amir, MM


NIP. 240000913

HASIL PEMERIKSAAN
I.

Gambaran Umum
1. Tujuan Pemeriksaan
Untuk menilai apakah :
a. Informasi keuangan Satker telah disajikan sesuai kriteria yang
ditetapkan.
b. Satker telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan
keuangan dalam pelaksanaan APBN dan/atau guidelines pemberi
pinjaman luar negeri, khususnya anggaran belanja barang dan modal.
c. SPI Satker, baik terhadap laporan pelaksanaan kegiatan maupun
terhadap

pengamanan

atas

kekayaan,

telah

dirancang

dan

dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian.


2. Sasaran Pemeriksaan
Sasaran

pemeriksaan

ditekankan

pada

seluruh

kegiatan

Satker

Pembangunan Jalur Ganda Cirebon Kroya yang dilaksanakan pada TA


2006 kecuali Administrasi Umum sebagai berikut :
No.
I
1
2
3

5
6
7
8
9

10

Sasaran Pemeriksaan
Fisik/ Konstruksi
Konstruksi Pembangunan Jalan KA Jalur Ganda Cirebon-Kroya
(pembayaran Uang Muka)
Penyiapan dokumen teknis Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon-Kroya
Pembuatan Pangkal Baru pada BH.1120 Km.305+586 Kali
Glagah Tahap I antara Linggapura- Bumiayu Lintas CirebonKroya
Perkuatan pangkal/ pilar pada BH.1120Km.305+586 Kali
Glagah tahap I antara Linggapura-Bumiayu Lintas CirebonKroya
Mengepras tebing di Km.317+475 Km.317+650 kiri kanan
antara Banjar-Langen Lintas Cirebon Kroya
Pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan blok
antara Slawi-Balapulang Lintas Tegal-Prupuk
Pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan blok
antara Balapulang-Margasari Lintas Tegal-Prupuk
Pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan blok
antara Margasari-Prupuk Lintas Tegal-Prupuk
Pembuatan underpass di Km.235+969 dan pembongkaran
pangkal
BH.796
Km.236+867
antara
SindanglautKarangsuwung serta pembongkaran jembatan viaduct di desa
Tonjong dan Paguyangan Lintas Cirebon-Kroya
Ganti rugi tanah, tanam tumbuh dan bangunan termasuk jasa
panitia, sertifikasi
dan biaya pendukung lainnya untuk pembangunan Jalan KA

Volume
1paket
1 paket
1 paket

1 paket

1 paket
1 paket
1 paket
1 paket
1 paket

1 paket

11

12

13

14

15

16
17
18
19

20
21

22
23

II.
1

2
3

jalur ganda Lintas Cirebon-Kroya


Relokasi Jalan Raya di Km.233+650 s.d. Km.233+866
sepanjang 230 m di Km.234+883 s.d. 235+083 sepanjang 200
m dan penataan Viaduct Km.233+866 antara LuwungSindangLaut Lintas Cirebon-Kroya
Relokasi Jalan umum di Km.235+700 s.d. Km.235+925
sepanjang 225 m antara SindangLaut-Karangsuwung,
peningkatan jalan perlintasan dengan jembatan beton di
Km.375+550 lebar 5 m panjang 30 m dan relokasi fasilitas
masjid Km.374+700 antara Randegan- Kroya Lintas CirebonKroya
Relokasi jalan Km.256+675 s.d Km.256+825 sepanjang 150 m
antara Ciledug- Ketanggungan, di Km.283+100 s.d.
Km.284+100 sepanjang 1.076 m antara Songgom Prupuk dan
di Km.231+970 s.d. Km.232+970 sepanjang 100 m antara
Luwung Sidang Laut Lintas Cirebon-Kroya
Relokasi jalan Km.287+930 s.d. Km.288+225 sepanjang 295 m
antara Songgom- Prupuk dan di Km,295+450 s.d. Km.296 +150
sepanjang 700 m antara Prupuk Linggapura Lintas Cirebon
Kroya
Relokasi jalan Km.296+550 antara Prupuk Linggapura
(mesjid), relokasi jalan, jembatan termasuk pembangunan
underpass Km.324+750 antara Kretek-Patuguran, pekerjaan
pembuatan saluran irigasi dan jembatan beton Km.364+450 s.d.
Km.364+700 antara Kebasen Randegan Lintas Cirebon-Kroya
Peningkatan jalan penghubung dengan jembatan beton di
Km.308+825 antara Kretek Patuguran Lintas Cirebon Kroya
Pembuatan talang air baja sebanyak 6 unit antara Prupuk
Purwokerto
Pekerjaan Pembuatan Syphon Air sebanyak 15 unit antara
Prupuk-Kroya Lintas Cirebon-Kroya
Relokasi Bangunan Masjid di Km.284+000 dan musholla di
Km.383+825 Desa Songgom Kecamatan Songgom antara
Songgom-Prupuk serta Musholla di Km.358+850 Desa Notog
Kecamatan Patikpraja antara Notog-Kebasen Lintas CirebonKroya
Pembangunan Underpass di Km.355+911 antara Purwokerto
Notog Lintas Cirebon-Kroya
Pembangunan
Underpass
dan
Jalan
Raya
untuk
menghilangkan perlintasan sebidang tidak terjaga di
Km.357+119 antara Purwokerto Notog Lintas Cirebon - Kroya
Pembuatan Syphon Air sebanyak 21 unit tersebar antara
Prupuk Kroya Lintas Cirebon-Kroya
Pembuatan talang air baja sebanyak 4 unit (tahap II) dan
pembongkaran talang air baja (lama) sebanyak 6 unit antara
Prupuk-Legok-Purwokerto Lintas Cirebon-Kroya
Pengawasan/ Supervisi
Pembuatan Pangkal Baru pada BH.1120 Km.305+586 Kali
Glagah Tahap I antara Linggapura- Bumiayu Lintas CirebonKroya
Mengepras tebing di Km.317+475 Km.317+650 kiri kanan
antara Banjar-Langen Lintas Cirebon Kroya
Pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan blok

1 paket

1 paket

1 paket

1 paket

1 paket

1 paket
1 paket
1 paket
1 paket

1 paket
1 paket

1 paket
1 paket

1 paket

1 paket
1 paket

4
5
6

9
10
11
12

13

14
15

16
17

antara Slawi-Balapulang Lintas Tegal-Prupuk


Mengepras tebing di Km.317+475 Km.317+650 kiri kanan
antara Banjar-Langen Lintas Cirebon Kroya
Pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan blok
antara Slawi-Balapulang Lintas Tegal-Prupuk
Relokasi jalan Km.256+675 s.d Km.256+825 sepanjang 150 m
antara Ciledug- Ketanggungan, di Km.283+100 s.d.
Km.284+100 sepanjang 1.076 m antara Songgom - Prupuk dan
di Km.231+970 s.d. Km.232+970 sepanjang 100 m antara
Luwung Sidang Laut Lintas Cirebon-Kroya
Relokasi jalan Km.287+930 s.d. Km.288+225 sepanjang 295 m
antara Songgom- Prupuk dan di Km,295+450 s.d. Km.296 +150
sepanjang 700 m antara Prupuk Linggapura Lintas Cirebon
Kroya
Relokasi jalan Km.296+550 antara Prupuk Linggapura
(mesjid), relokasi jalan, jembatan termasuk pembangunan
underpass Km.324+750 antara Kretek-Patuguran, pekerjaan
pembuatan saluran irigasi dan jembatan beton Km.364+450 s.d.
Km.364+700 antara Kebasen Randegan Lintas Cirebon-Kroya
Peningkatan jalan penghubung dengan jembatan beton di
Km.308+825 antara Kretek Patuguran Lintas Cirebon Kroya
Pembuatan talang air baja sebanyak 6 unit antara Prupuk
Purwokerto
Pekerjaan Pembuatan Syphon Air sebanyak 15 unit antara
Prupuk-Kroya Lintas Cirebon-Kroya
Pembangunan Underpass di Km.235+969 dan pembongkaran
Pangkal
BH.796
Km.236+867
antara
SidangLautKarangsuwung serta Pembongkaran jem batan Viaduct di Desa
Tonjong dan Paguyangan Lintas Cirebon - Kroya
Relokasi Bangunan Masjid di Km.284+000 dan musholla di
Km.383+825 Desa Songgom Kecamatan Songgom antara
Songgom-Prupuk serta Musholla di Km.358+850 Desa Notog
Kecamatan Patikpraja antara Notog-Kebasen Lintas CirebonKroya
Pembangunan Underpass di Km.355+911 antara Purwokerto
Notog Lintas Cirebon-Kroya
Pembangunan
Underpass
dan
Jalan
Raya
untuk
menghilangkan perlintasan sebidang tidak terjaga di
Km.357+119 antara Purwokerto Notog Lintas Cirebon - Kroya
Pembuatan Syphon Air sebanyak 21 unit tersebar antara
Prupuk Kroya Lintas Cirebon-Kroya
Pembuatan talang air baja sebanyak 4 unit (tahap II) dan
pembongkaran talang air baja (lama) sebanyak 6 unit antara
Prupuk-Legok-Purwokerto Lintas Cirebon - Kroya

1 paket
1 paket
1 paket

1 paket

1 paket

1 paket
1 paket
1 paket
1 paket

1 paket

1 paket
1 paket

1 paket
1 paket

3. Metode Pemeriksaan
Pemeriksaan dilakukan dengan metode-metode sebagai berikut :
a. Pengujian secara uji petik (sampel acak) terhadap dokumen keuangan
dan pengadaan barang/jasa.
b. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

c. Pemeriksaan fisik terhadap hasil pengadaan barang/jasa.


4. Jangka Waktu Pemeriksaan
Pemeriksaan dilaksanakan selama 35 (tiga puluh lima) hari (26 Pebruari
s.d. 1 April 2006) sesuai dengan Surat Tugas Anggota Pembina Auditama
KN I No.09/ST/III-XI.2/02/2006 tanggal 1 Pebruari 2006.
5. Obyek Pemeriksaan
a. Kegiatan Obyek Pemeriksaan
Entitas yang diperiksa adalah Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon-Kroya,
Perhubungan

Direktorat
di

Jenderal

Purwokerto

yang

Perkeretaapian,
termasuk

Departemen

dalam

Program

Peningkatan dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Kereta Api


Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Tujuan Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon Kroya adalah
peningkatan keselamatan dan waktu tempuh perjalanan Kereta Api
dan Peningkatan kapasitas lintas di Cirebon - Kroya.
Sasaran Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon Kroya TA 2006
antara lain pekerjaan jembatan BH.1120 Km.305+586 (Tahap I) antara
Linggapura Bumiayu Lintas Cirebon Kroya, Pekerjaan Keprasan
Tebing Km.317+475/650 antara Banjar Langen Lintas Banjar
Kroya, Pengadaan dan pemasangan fiber optik blok Slawi Prupuk,
pekerjaan pembebasan tanah/pengadaan tanah di wilayah kab.
Banyumas, Brebes, Tegal dan Cirebon, pekerjaan relokasi jalan/
fasilitas umum sebagai berikut :
1) Relokasi jalan di Km 233+650 s.d. Km.233+866 sepanjang 230 m,
di Km,234+883 s.d. Km.235+083 sepanjang 200 m dan penataan
Viaduct Km.233+866 antara Luwung-Sindang-Laut lintas Cirebon
Kroya;
2) Relokasi jalan Km.235+700 s.d Km233+295 sepanjang 225 m
antara Sindang Laut-KarangSuwung, Peningkatan jalan perlintasan
dengan jembatan beton di Km.375+550 lebar 5 m panjang 30 m
dan relokasi fasilitas masjid Km.374+700 antara Randegan-Kroya
Lintas Cirebon-Kroya;

3) Relokasi jalan Km.256+675 s.d Km.256+825 sepanjang 150 m


antara Ciledug- Ketanggungan, di Km.283+100 s.d. Km.284+100
sepanjang 1.076 m antara Songgom Prupuk dan di Km.231+970
s.d. Km.232+970 sepanjang 100 m antara Luwung Sidang Laut
Lintas Cirebon-Kroya.
4) Relokasi jalan Km.287+930 s.d. Km.288+225 sepanjang 295 m
antara Songgom- Prupuk dan di Km,295+450 s.d. Km.296 +150
sepanjang 700 m antara Prupuk Linggapura Lintas Cirebon
Kroya;
5) Relokasi jalan Km.296+550 antara Prupuk Linggapura (mesjid),
relokasi jalan, jembatan termasuk pembangunan underpass
Km.324+750 antara Kretek-Patuguran, pekerjaan pembuatan
saluran irigasi dan jembatan beton Km.364+450 s.d. Km.364+700
antara Kebasen Randegan Lintas Cirebon-Kroya;
6) Peningkatan jalan penghubung dengan jembatan beton di
Km.308+825 antara Kretek Patuguran Lintas Cirebon Kroya;
7) Pembuatan talang air baja sebanyak 6 unit antara Prupuk
Purwokerto;
8) Pembuatan Syphon air sebanyak 15 unit antara Prupuk Kroya;
9) Pembuatan underpass di Km.235+969 dan pembongkaran pangkal
BH.796 Km.236+867 antara Sindanglaut- Karangsuwung serta
pembongkaran jembatan viaduct di desa Tonjong dan Paguyangan
Lintas Cirebon-Kroya;
10) Relokasi bangunan mesjid di Km.284+000 dan mushola di
Km.283+825

Desa

Songgom-Prupuk

serta

mushola

di

Km.358+850 desa Notog Kecamatan Patikraja antara Notog


Kebasen Lintas Cirebon Kroya;
11) Pembangunan underpass di Km.355+911 antara PurwokertoNotog Lintas Cirebon-Kroya;
12) Pembangunan Syphon Air sebanyak 21 unit tersebar antara
Prupuk- Kroya Lintas Cirebon-Kroya (tahap II);

10

13) Pembuatan talang air baja sebanyak 4 unit (tahap II) dan
Pembongkaran talang air baja (lama) sebanyak 6 unit antara
Prupuk Legok Purwokerto Lintas Cirebon Kroya.
b. Anggaran dan Realisasi
Anggaran Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya TA. 2006
senilai

Rp662.481.434.000,00

Rp523.100.000.000,00
Rp139.381.434.000,00,
Rp50.000.000.000,00

terdiri

dan
terdiri

dari

rupiah
dari

dan

dana
belanja

PHLN

senilai

murni

senilai

pendamping

senilai

modal

senilai

Rp89.381.434.000,00. PHLN dan dana pendamping realisasinya


adalah nol

sedangkan dana APBN telah terealisasi senilai

Rp83.563.116.262,00 atau secara keseluruhan adalah 12,614%


terhadap pagu DIPA (APBN dan dana pendamping) atau 93.490%
terhadap pagu APBN.
Anggaran Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya TA. 2007
senilai Rp695.027.085.000,00 terdiri dari PHLN Rp523.100.000.000,00
dan rupiah murni Rp171.927.085.000,00 per tanggal 31 Maret 2007
PHLN belum ada realisasi, sedangkan rupiah murni terealisir senilai
Rp141.799.182,00.
Anggaran dan realisasi keuangan Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon-Kroya 2006 terinci sebagai berikut :
(dalam ribuan rupiah)
No.
I
1
2
3
4
5

Uraian Kegiatan
TA 2006
Administrasi Umum
Pengadaan Tanah
Pekerjaan Relokasi utk mendukung Jalur Ganda Cikro
Peningkatan Sintelis
Pemb.Jalan & Jembatan KA

Sb.Dana

Anggaran

Realisasi

APBN
APBN
APBN

351.864
45.617.265
39.422.305

316.724
40.472.702
38.798.334

APBN
APBN
PLN

3.990.000
50.000.000
523.100.000
662.481.434
100%

3.975.356
83.563.116
12,61%

APBN
APBN
APBN

571.520
56.591.218
22.738.597

141.799
-

Jumlah
Prosentase realisasi
II
1
2
3

TA 2007 (31 Maret 2007)


Administrasi Umum
Peningkatan Jalan Kereta Api
Pembebasan Tanah

11

Pek.Relokasi Jalan
Pemb.JKA Jalur Ganda

APBN
APBN
PLN

Jumlah
Prosentase realisasi

22.025.750
70.000.000
523.100.000
695.027.085
100 %

141.799
0,02%

Pembiayaan pekerjaan Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon


Kroya diperoleh melalui Pinjaman Luar Negeri (PLN) Loan Exim Bank
Of China tanggal 17 Desember 2002 (closing date tanggal 17
Desember 2006) dengan pagu loan sebesar USD194,88 juta dan
direncanakan

penyerapan

dimulai

tahun

2006

sebesar

Rp523.100.000.000,00.
Sampai dengan pemeriksaan berakhir pekerjaan utama jalur ganda
Cirebon Kroya belum berjalan.
c. Pencapaian Tujuan dan Sasaran Kegiatan Entitas yang Diperiksa :
Sasaran kegiatan Satker TA 2006 yang dibiayai oleh dana APBN
umumnya tercapai tetapi untuk Pinjaman Luar Negeri dan dana
pendamping TA 2006 dan TA 2007 tidak tercapai, karena pelelangan
untuk

pekerjaan

pembangunan

Jalur

Ganda

Cirebon-Kroya

mengalami kegagalan. Pinjaman Luar Negeri dari Loan Cina dengan


Master Loan Agreement tanggal 17 Desember 2002

kemungkinan

besar dibatalkan, dan anggaran pembiayaan untuk pembangunan


Jalur Ganda Cirebon-Kroya dalam proses pengalihan ke APBN secara
bertahap menjadi beberapa segmen pelaksanaan.
II. Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern
Hasil

pemeriksaan

menunjukan

bahwa

Sistem

Pengendalian

Intern

pengelolaan informasi keuangan maupun pengamanan atas kekayaan, telah


dirancang dengan memperhatikan unsur-unsur pengendalian intern, yaitu :
1. Organisasi
Pada setiap awal tahun anggaran, Ka. Satker telah membentuk/memiliki
organisasi Satker guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan
utama Satker. Organisasi yang telah disusun tersebut juga telah
dilengkapi uraian tugas dan tanggung jawab personil sesuai masingmasing jabatannya.

12

2. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan

penatausahaan

dan

pertanggungjawaban

informasi

keuangan termasuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada Satker


telah dilaksanakan dengan berpedoman pada Keputusan Menhub No. KM.
53/1994 tentang Tatacara Tetap Pelaksanaan Administrasi Keuangan di
Lingkungan Departemen Perhubungan, Keppres No.42/2002 tentang
Pedoman

Pelaksanaan

APBN,

Keppres

No.61/2004

beserta

perubahannya tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa


pada Instansi Pemerintah, SE No.1203/D.II/03/200 dan SE-38/A/2000
tanggal 17 Maret 2000 tentang Petunjuk Penyusunan Rencana Anggaran
Biaya untuk jasa konsultan kecuali pengadaan jasa konsultan pihak
konsultan tidak melampirkan bukti pembayaran pajak terhadap gaji yang
diterimanya;
3. Prosedur
Prosedur dan tata kerja personil Sakter umumnya telah dilaksanakan
dengan mengacu pada uraian tugas dan tanggung jawab sebagaimana
tertuang dalam struktur organisasi tentang tugas pokok dan fungsi Satker.
4. Personalia
Penempatan staf (personalia) Satker dalam jumlah yang memadai telah
memperhatikan kebutuhan guna menunjang kelancaran penatausahaan
dan pertanggungjawaban pengelolaan kegiatan utama Satker.
5. Perencanaan
Berdasarkan DIPA/PO TA 2006 dan 2007, Satker telah membuat rencana
pelaksanaan tahunan yang menunjukkan target pencapaian kegiatan fisik
untuk tiap interval waktu tertentu, sehingga perencanaan Satker telah
dibuat secara memadai untuk dijadikan sebagai salah satu panduan dan
dasar

penilaian/evaluasi

kinerja

Satker,

kecuali

pengadaan

dan

pemasangan Fiber Optik yang melebihi kebutuhan, serta pembebasan


tanah yang tidak ada tolok ukur baik dalam DIPA maupun PO.
6. Pembukuan
Pencatatan/pembukuan yang dilakukan oleh Satker belum sepenuhnya
menggambarkan kondisi hasil kegiatan yaitu seperti:

13

a. Pencatatan/pembukuan barang-barang milik Satker termasuk barangbarang sisa pekerjaan satker belum diselenggarakan secara memadai.
b. Pencatatan/pembukuan terhadap penerimaan dan pengeluaran Satker
belum diselenggarakan secara memadai.
Buku-buku yang digunakan Bendaharawan Satker adalah Buku Kas
Umum (BKU) dan buku pembantunya. Sedangkan bukti-bukti pembukuan
yang digunakan adalah bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran kas
(antara lain seperti SSP, SP2D, kuitansi, BA pembayaran/kemajuan/serah
terima pelaksanaan pekerjaan, dll).
7. Pelaporan
Pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Satker telah dilakukan secara
periodik (bulanan, triwulanan) meliputi informasi realisasi keuangan dan
laporan fisik hasil kegiatan.
8. Pengawasan Intern
Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan Satker secara
umum telah dilaksanakan secara periodik. Pengawasan intern dilakukan
oleh Ka. Satker diantaranya dalam pemeriksaan kas maupun realisasi
kegiatan fisik dan keuangan.

III. Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan


Inspektorat Jenderal Departemen Perhubungan telah melakukan pemeriksaan
atas Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya TA 2006 sesuai Surat
Perintah Tugas No.341/I/ITJEN/SPT/11/2006 tanggal 6 Nopember 2006 dan
telah ditindaklanjuti.

14

IV. Temuan Pemeriksaan


1. Kekurangan

Volume

Pekerjaan

dan

Kelebihan

Perhitungan

Harga

Pekerjaan Pengeprasan Tebing dan Pekerjaan Relokasi Jalan Umum


Senilai Rp16.869.000,00
Pada TA 2006 Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon Kroya melaksanakan
Pekerjaan :
a. Mengepras Tebing di Km.317+475 s.d. Km.317+650 sepanjang 250 m kirikanan

antara

Banjar

Langen

Lintas

Banjar-Kroya

melalui

kontrak

No.180/DTCK-TH/2006 tanggal 19 Mei 2006 yang dilaksanakan oleh PT Yala


Putra-Semarang senilai Rp1.458.886.000,00 (termasuk PPN 10%) dengan
jangka waktu pekerjaan selama 150 hari kalender terhitung mulai tanggal 19
Mei 15 Oktober 2006. Pekerjaan tersebut telah selesai diserahterimakan
melalui BAST I No.180/BA/DTCK-TH/2006 tanggal 180/BA/DTCK-TH/2006
tanggal

Oktober

2006

dan

telah

dibayar

lunas

melalui

SP2D

No.0016/439511/2006 tanggal 17 Nopember 2006.


Hasil pemeriksaan secara uji petik terhadap pekerjaan pengeprasan tebing
senilai Rp1.326.260.300,00 dan dokumen pendukung lainnya sebagai
berikut:
1) Harga tersebut merupakan harga terendah hasil pelelangan umum;
2) Kegiatan utama item kontrak adalah pekerjaan tubuh baan berupa
penggalian dan buang tanah keras/cadas sesuai dengan laporan
Mingguan yang dibuat;
3) Pekerjaan mengalami perubahan tambah kurang pada item normalisasi
drainase pasangan batu berdasarkan Surat Keterangan Kepala Distrik
52A Wanareja namun volume tetap;
4) Hasil konfirmasi kepada panitia lelang Satker Cirebon Kroya diperoleh
penjelasan bahwa perhitungan analisa harga satuan pekerjaan OE dibuat
secara turun temurun berdasarkan kontrak sejenis yang pernah
dilaksanakan selain berdasarkan BOW, Pedoman Harga Satuan Pokok
Kegiatan (HSPK) TA 2006 Dephub Prop. Jawa Tengah serta Analisa
Pekerjaan Jalan Rel dan Jembatan Dirtek Sub Jalan dan Jembatan
Tahun 2000;
5) Perhitungan volume BQ kontrak terpasang telah sesuai dengan
perhitungan justifikasi gambar lapangan.

15

Hasil pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan hasil uji fisik pada tanggal 23
Maret 2007 dan konfirmasi maupun menurut formulasi perhitungan yang
biasa digunakan diketahui sebagai berikut:
1) Pembongkaran Direksi keet belum dilaksanakan dan menurut penjelasan
pihak Kontraktor Pelaksana bahwa permasalahan tersebut karena
permintaan Kepala Stasiun setempat;
2) Jarak lokasi pembuangan material batu cadas maupun tanah keras
adalah 250m;
3) Menurut formula BOW diketahui bahwa Koefisien galian tanah cadas/ m3
memerlukan 2 oh pekerja dan 0,066 oh mandor dan sedangkan untuk
tanah dibuang lebih dari 30 m memerlukan 0,33 oh pekerja dan 0,01 oh
mandor dengan menggunakan rumus k = a/275(L+75), dimana a = upah
pekerja setempat dan L = jarak;
4) Menurut Analisa PT KAI (persero) diketahui bahwa galian tanah keras/
m3 memerlukan 1 oh pekerja dan 0,033 oh mandor sedangkan untuk
tanah dibuang lebih dari 30 m memerlukan 0,33 oh pekerja dan 0,01 oh
mandor dengan menggunakan rumus k = a/275(L+75), dimana: k = biaya
per kubik; a = upah pekerja setempat dan L = jarak;
5) Harga satuan upah pekerja per hari OE dan kontraktor pelaksana adalah
senilai Rp25.000,00, sedangkan upah pekerja menurut Harga Satuan
Pokok Kegiatan (HSPK) Dephub Provinsi Jawa Tengah TA 2006 adalah
senilai Rp35.000,00. Sehingga diperoleh upah rata-rata per-hari adalah
senilai Rp30.000,00 ;
6) Hasil perhitungan volume bersama dengan satker Cirebon Kroya
diperoleh volume batu cadas 85% dan tanah keras 15% dari volume BoQ
berdasarkan kondisi lapangan dan gambar bestek;
7) Dengan memperhitungkan formula analisa BOW yang dianggap sebagai
koefisien tertinggi maka diperoleh perhitungan harga satuan pekerjaan
galian tanah keras/m3 adalah Rp85.090,00 ~ Rp85.000,00 setelah
dikalikan faktor kesulitan 20% dan untuk galian tanah keras drainase
senilai Rp70.909,00 ~ Rp71.000,00.
Dengan

demikian

terjadi

kekurangan

volume

pekerjaan

senilai

Rp816.750,00 dan kelebihan perhitungan harga senilai Rp7.332.327,75

16

sehingga kelebihan pembayaran senilai Rp8.149.000,00 (Rp816.750,00 +


Rp7.332.327,75) (perhitungan pada lampiran 1a).
b. Relokasi Jalan Umum di Km.256+675 s.d Km.256+825 sepanjang 150 m
antara Ciledug Ketanggungan, di Km.283+100 s.d Km.284+100 sepanjang
1.076 antara Songgom-Prupuk dan di Km.231+970 s.d. Km.232+970
sepanjang 100 antara Luwung Sindanglaut Lintas Cirebon Kroya melalui
kontrak No.371/DTCK-TH/2006 tanggal 23 Agustus 2006 yang dilaksanakan
oleh PT Pulung Karya Semarang senilai Rp2.721.905.000,00 (termasuk
PPN 10%) dengan jangka waktu pekerjaan selama 120 hari kalender
terhitung mulai 23 Agustus 2006 20 Desember 2006. Pekerjaan tersebut
telah diserahterimakan melalui BAST I No. 371/BA / DTCK-TH/ 2006 / ST-1
tanggal 14 Desember 2006 dan telah dibayar lunas melalui SP2D No.
575277E/ 029 / 110 tanggal 21-12-2006.
Hasil pemeriksaan uji petik RAB kontrak pekerjaan dan data pendukung
lainnya diketahui sebagai berikut:
1) Harga tersebut merupakan harga terendah hasil pelelangan umum;
2) Perhitungan bersama dengan pihak kontraktor pelaksana dan konsultan
pengawas mengenai kesesuaian perhitungan BQ RAB dan pembacaan
sebagian As Built Drawing diperoleh hasil bahwa volume yang terpasang
telah menunjukkan persamaan sebagaimana tertuang dalam justifikasi
volume;
3) As Built Drawing khusus untuk pekerjaan jalan tidak dapat dibaca karena
notasi ukuran potongan melintang tidak tergambar jelas dan detail.
Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut melalui Berita Acara Pemeriksaan
Fisik tanggal 22 Maret 2007 dan hasil konfirmasi kepada pelaksana lapangan
diketahui antara lain pekerjaan pasangan batu kali campuran 1 : 3 untuk
perkuatan tubuh, plesteran campuran 1 : 2 tepi pasangan batu kali, siar
campuran 1 : 3 pasangan batu kali, plesteran campuran 1 : 2 pengadaan dan
pemasangan pipa galvanis, jalan galian tanah rawa dan pemadatan tanah
rawa terjadi perbedaan volume yang terpasang.
Dengan demikian berdasarkan justifikasi volume dan pemeriksaan fisik
terjadi selisih kekurangan volume senilai Rp8.720.000,00. (perhitungan pada
lampiran 1b).

17

Hal ini tidak sesuai dengan :


a. Lampiran (Rencana Anggaran Biaya) kontrak No.371/DTCK-TH/2006 tanggal
23 Agustus 2006;
b. Keppres No. 42 Tahun 2002 pasal 12 yang menyatakan bahwa pelaksanaan
anggaran negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat, tidak mewah, efisien
dan sesuai kebutuhan teknis yang dipersyaratkan;
c. Untuk pekerjaan pengeprasan tebing analisa harga satuan pekerjaan tanah
menurut BOW, halaman 119.
Hal ini mengakibatkan terjadi kelebihan pembayaran senilai Rp16.869.000,00
(Rp8.149.000,00 + Rp8.720.000,00).
Hal ini disebabkan Pengawas Lapangan Satker Cirebon Kroya dan Konsultan
Pengawas lalai tidak cermat dalam melakukan pengawasan.
Pihak Satker menjelaskan untuk pekerjaan:
a. Mengepras tebing di Km.317+475 s.d. Km.317+650 sepanjang 250 m kirikanan antara Banjar Langen Lintas Banjar-Kroya
Pihak Satker sependapat dengan asumsi perhitungan analisa galian tanah
keras

sesuai

BOW,

terhadap

selisih

perhitungan

yang

ada

akan

dipertanggungjawabkan dan disetorkan ke Kas Negara.


b. Relokasi Jalan Umum di Km.256+675 s.d Km.256+825 sepanjang 150 m
antara Ciledug Ketanggungan, di Km.283+100 s.d Km.284+100 sepanjang
1.076 antara Songgom-Prupuk dan di Km.231+970 s.d. Km.232+970
sepanjang 100 antara Luwung Sindanglaut
Pihak Satker akan mempertanggungjawabkan selisih hasil pemeriksaan fisik
dengan menyetorkan ke Kas Negara.
Masalah tersebut telah ditindaklanjuti pihak Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon Kroya dengan menyetor kelebihan pembayaran senilai Rp16.869.000,00
ke Kas Negara dengan SSBP No.684/DTCK-TH/2007.
BPK-RI menyarankan kepada Menteri Perhubungan agar menginstruksikan
kepada Dirjen Perkeretaapian dhi. Kuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan
teguran secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Pengawas Lapangan Satker
atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan.

18

2. Pekerjaan Persiapan Relokasi dalam Rangka Pembangunan Jalur Ganda di


km 284+000 dan km 283+825 tidak Perlu Senilai Rp20.267.000,00
Satuan Kerja Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya dalam Tahun Anggaran
2006 telah melaksanakan pekerjaan :
a. Relokasi dalam rangka pembangunan jalur ganda di Km.284+000 dan di
Km.283+825 desa Songgom kecamatan Songgom antara Songgom-Prupuk;
serta relokasi di km.358+850 desa Notog kecamatan Patikraja antara NotogKebasen

Lintas

dilaksanakan

oleh

Cirebon-Kroya
PT

Dian

(Paket
Previta

RL-10).

Pekerjaan

berdasarkan

Surat

tersebut
Perjanjian

Pemborongan Nomor 499/DTCK-TH/2006 tanggal 11 Oktober 2006 dengan


nilai sebesar Rp1.072.064.000,00 (termasuk PPN 10%). Jangka waktu
pelaksanaan pekerjaan selama enam puluh hari kalender terhitung mulai
ditandatangani surat perjanjian pemborongan tanggal 11 Oktober 2006 dan
harus selesai paling lambat tanggal 9 Desember 2006.
Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak, keuangan berikut
dokumen pendukung, pemeriksaan fisik diketahui hal sebagai berikut :
1) Penunjukan rekanan dilakukan melalui pelelangan umum;
2) Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai Berita Acara
Serah

Terima

Pertama

Pekerjaan

No.499/BA/DTCK-TH/2006/ST.1

tanggal 8 Desember 2006 dan telah dibayar lunas berdasarkan SPM


No.00149/BEND/DTCK/2006 tanggal 15 Desember 2006;
3) Berdasarkan uraian dalam RAB kontrak terdapat pekerjaan persiapan
relokasi sebanyak dua paket masing-masing senilai Rp20.267.000,00;
satu paket untuk pekerjaan relokasi di Desa Songgom Km 284+000 dan
satu paket untuk pekerjaan relokasi di Desa Songgom Km 283+825.
4) Berdasarkan pemeriksaan fisik pekerjaan di Desa Songgom pada tanggal
23 Maret 2007, lokasi pekerjaan berdekatan yaitu di Desa Songgom km
284+000 dan di Desa Songgom km 283+825 atau berjarak 175 meter.
5) Dengan jarak lokasi yang berdekatan yaitu hanya berjarak 175 meter,
maka pekerjaan persiapan (antara lain pembuatan direksi keet dan
gudang kerja) cukup satu paket saja sehingga tidak hemat pada
pekerjaan persiapan relokasi senilai Rp20.267.000,00. (rincian pada
lampiran 2)

19

Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 5 huruf f Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun
2003 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun
2005, yang menetapkan bahwa baik pengguna barang/jasa maupun penyedia
barang/jasa harus menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan
kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/ jasa.
Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan senilai Rp20.267.000,00.
Hal tersebut di atas terjadi karena :
a. Panitia Lelang tidak cermat dalam membuat HPS/OE yang tidak disesuaikan
dengan kondisi di lapangan;
b. Lemahnya

pengendalian

dari

Kuasa

Pengguna

Anggaran

terhadap

pelaksanaan pekerjaan.
Pihak Satker menjelaskan bahwa untuk kegiatan yang akan datang, Panitia
Lelang akan membuat HPS/OE lebih cermat dan menyesuaikan kondisi di
lapangan.
BPK-RI menyarankan kepada Menteri Perhubungan agar :
a. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian untuk melakukan teguran
secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran agar meningkatkan
pengendalian dan pengawasan;
b. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian dhi. Kuasa Pengguna
Anggaran untuk melakukan teguran secara tertulis kepada Panitia Lelang
agar dalam membuat HPS/OE disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
3. Pekerjaan

Pengadaan

Fiber

Optik

Melebihi

Kebutuhan

Senilai

Rp29.450.000,00 dan Kelebihan Pembayaran Senilai Rp2.831.818,00


Pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan antar blok antara
Margasari-Prupuk lintas Tegal-Prupuk. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT
Mega Profindo berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Nomor 183/DTCKTH/2006 tanggal 19 Mei 2006 senilai Rp1.041.496.000,00 (termasuk PPN 10%).
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender terhitung mulai
ditandatangani surat perjanjian pemborongan tanggal 19 Mei 2006 dan harus
selesai paling lambat tanggal 14 Nopember 2006.

20

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak, keuangan berikut


dokumen pendukung, dan pemeriksaan fisik di stasiun Prupuk diketahui hal
sebagai berikut :
a. Penunjukan rekanan dilakukan melalui pelelangan umum;
b. Pekerjaan tersebut telah diserahkan kepada

Satker sesuai Berita Acara

Penyerahan Pertama Pekerjaan No.183/BA/DTCK-TH/2006/TM-3 tanggal 7


November

2006

dan

telah

dibayar

lunas

berdasarkan

SPM

No.00167/BEND/DTCK/2006 tanggal 18 Desember 2006;


c. Berdasarkan pemeriksaan lapangan dan uji petik RAB pengadaan bahan dan
pekerjaan instalasi senilai Rp891.769.830,00 antara lain terdapat pekerjaan
pengadaan dua unit Frame Distribusi Optikal @ Rp29.450.000,00 dengan
total senilai Rp58.900.000,00 dan pekerjaan pemasangan dua unit Frame
Distribusi Optikal @ Rp2.831.818,00 dengan total senilai Rp5.663.636,00;
sehingga untuk pengadaan dan pemasangan satu unit Frame Distribusi
Optikal senilai Rp32.281.181,00 (biaya pengadaan senilai Rp29.450.000,00
dan biaya pemasangan senilai Rp2.831.818,00);
d. Frame Distribusi yang baru tersebut akan dipasang pada tempat Frame
eksisting (sebelumnya sudah ada). Namun mengingat tempat di stasiun
Prupuk terbatas, maka hanya dipasang satu Frame Distribusi Optikal saja;
e. Berdasarkan keterangan Site Manager PT Mega Profindo dan pengawas
teknis Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon Kroya diperoleh
penjelasan bahwa satu unit Frame Distribusi Optikal yang belum dipasang
telah diserahkan ke PT Kereta api DAOP 5 sesuai surat tanda terima/surat
jalan No. 01/MP/SJ/XII/2006 tanggal 16 Nopember 2006 dan disimpan di
DAOP V Purwokerto.

Hasil pemeriksaan fisik pekerjaan pengadaan dan pemasangan dua unit Frame
Distribusi Optikal hanya terpasang satu unit, karena keterbatasan tempat di
stasiun

Prupuk,

sedangkan

unit

lagi

yang

tidak

dipasang

diserahterimakan ke PT Kereta Api DAOP V dan disimpan di


Purwokerto,

namun

biaya

pemasangannya

tetap

telah

DAOP V

dibayarkan

senilai

Rp2.831.818,00. Dengan demikian pengadaan Frame Distribusi Optikal melebihi


kebutuhan

senilai

Rp29.450.000,00

dan

kelebihan

pembayaran

senilai

Rp2.831.818,00.

21

Dengan

demikian

disimpulkan

bahwa

perencanaan

kebutuhan

dalam

pengadaan dan pemasangan fiber optik untuk hubungan blok antara MargasariPrupuk yang tertuang dalam OE kurang matang dan tidak melihat kondisi
kebutuhan senyatanya di lapangan (stasiun Prupuk), sehingga pengadaan
Frame Distribusi Optikal melebihi kebutuhan senilai Rp29.450.000,00 dan
kelebihan pembayaran senilai Rp2.831.818,00.
Hal ini tidak sesuai dengan :
a. Lampiran (Rencana Anggaran Biaya) kontrak Nomor 183/DTCK-TH/2006
tanggal 19 Mei 2006;
b. Pasal 5 huruf f Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 yang menetapkan
bahwa baik pengguna barang/jasa maupun penyedia barang/jasa harus
menghindari

dan

mencegah

terjadinya

pemborosan

dan

kebocoran

keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.


c. Kondisi tempat di stasiun Prupuk tidak memungkinkan lagi dipasang Frame
Distribusi Optikal.
Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan senilai Rp29.450.000,00 dan
kelebihan pembayaran senilai Rp2.831.818,00.
Hal tersebut di atas terjadi karena :
a. Panitia Lelang tidak cermat dalam membuat HPS/OE yang tidak disesuaikan
dengan kondisi di lapangan;
b. Lemahnya

pengendalian

dari

Kuasa

Pengguna

Anggaran

terhadap

pelaksanaan pekerjaan.
Pihak Satker menjelaskan bahwa untuk kegiatan mendatang, Panitia Lelang
akan membuat HPS/OE lebih cermat dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Masalah tersebut telah ditindaklanjuti pihak Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon Kroya dengan menyetor kelebihan pembayaran senilai Rp2.831.818,00
ke Kas Negara dengan SSBP No.685/DTCK-TH/2007 tanggal 9 Juli 2007.
BPK-RI menyarankan kepada Menteri Perhubungan agar :
a. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian untuk melakukan teguran
secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran agar meningkatkan
pengendalian dan pengawasan;

22

b. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian dhi. Kuasa Pengguna


Anggaran untuk melakukan teguran secara tertulis kepada Panitia Lelang
agar dalam membuat HPS/OE disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
4. Terjadi Kelebihan Pembayaran dalam Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan
Senilai Rp10.000.000,00
Tahun Anggaran 2006 Satuan Kerja Pembangunan Jalur Ganda Cirebon
Kroya di Purwokerto telah melakukan pekerjaan pengawasan/supervisi sebagai
berikut :
a. Pembuatan Talang air Baja sebanyak enam unit antara Prupuk Purwokerto
Lintas Cirebon Kroya (paket KRL-7) yang dilaksanakan oleh CV Laras
Mandiri Utama berdasarkan kontrak perjanjian No. 198/DTCK/TH/2006
tanggal 19 Mei 2006 senilai Rp101.250.000,00 termasuk Biaya Langsung
Personil senilai Rp75.000.000,00 diantaranya biaya personil juru gambar
senilai Rp5.000.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama
120

(seratus dua puluh) hari kalender. Pekerjaan tersebut telah selesai

diserahterimakan melalui BAST I No. 198/BA/DTCK-TH/2006/ST-1 tanggal


15

September

2006

dan

telah

dibayar

lunas

melalui

SP2D

No.

574466E/029/110 tanggal 05 Desember 2006;


b. Pembuatan Syphon air sebanyak lima belas unit antara Prupuk Kroya
Lintas Cirebon Kroya (paket KRL-8) yang dilaksanakan oleh CV Adhistya
berdasarkan kontrak perjanjian No. 199/DTCK/TH/2006 tanggal 19 Mei 2006
senilai

Rp68.150.000,00

Rp45.000.000,00

termasuk

diantaranya

Biaya

biaya

Langsung

personil

juru

Personil

senilai

gambar

senilai

Rp10.000.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 120


(seratus dua puluh) hari kalender. Pekerjaan tersebut telah selesai
diserahterimakan melalui BAST I No. 199/BA/DTCK-TH/2006/ST-1 tanggal
05

September

2006

dan

telah

dibayar

lunas

melalui

SP2D

No.574468E/029/110 tanggal 05 Desember 2006.


Hasil pemeriksaan uji petik terhadap dokumen kontrak dan dokumen pendukung
serta konfirmasi kepada pelaksana dan pengawas pekerjaan sesuai Berita Acara
Permintaan Keterangan tanggal 17 dan 18 Maret 2007 diketahui bahwa :
1) Harga kontrak merupakan harga terendah hasil pelelangan;

23

2) Biaya Langsung Personil dua kontrak konsultan pengawasan tersebut adalah


Rp120.000.000,00 yang terdiri dari Site Manager, Ahli Sipil, Pengawas
Lapangan, Juru Ukur/Gambar, Administrasi; biaya juru ukur/gambar untuk
kedua kontrak tersebut senilai Rp10.000.000,00;
3) Hasil pelaporan pengawasan berupa Laporan Final Report sebagai
kelengkapan dokumen kontrak belum dibuat oleh Konsultan Pengawas.
4) Personel Juru Gambar tidak menghasilkan gambar pelaksanaan sebelum
dan sesudah pekerjaan.
Dengan demikian personel juru gambar/ukur tidak melaksanakan tugasnya yaitu
menghasilkan gambar pelaksanaan sebelum dan sesudah pekerjaan.
Hal tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran senilai Rp10.000.000,00.
Hal tersebut terjadi karena :
a. Pengawas Kegiatan Satker Cirebon Kroya lalai/tidak cermat dalam
melakukan pengawasan kegiatan konsultan;
b. Lemahnya

pengendalian

dari

Kuasa

Pengguna

Anggaran

terhadap

pelaksanaan pekerjaan.
Pihak Satker membenarkan kondisi di atas dan telah menindaklanjuti dengan
menyetorkan kelebihan pembayaran ke Kas Negara senilai Rp10.000.000,00
sesuai SSBP No.685/DTCK-TH/2007 tanggal 9 Juli 2007.
BPK-RI menyarankan kepada Menteri Perhubungan agar :
a. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian untuk melakukan teguran
secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran agar meningkatkan
pengendalian dan pengawasan;
b. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian dhi. Kuasa Pengguna
Anggaran untuk melakukan teguran secara tertulis kepada Pengawas
Kegiatan Satker.
5. Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Underpass dan Jalan Raya di
Km.357+119 Mengalami Keterlambatan
Satuan Kerja Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya dalam Tahun Anggaran
2006 telah melaksanakan pekerjaan Pembangunan Underpass dan Jalan Raya
untuk Menghilangkan Perlintasan Sebidang tidak terjaga di Km.357+119 antara
Purwokerto-Notog lintas Cirebon-Kroya (Paket RL-12) diantaranya pekerjaan

24

listringan dengan menggunakan MTT, PBR, dan VDM.

Pekerjaan tersebut

dilaksanakan oleh PT Dian Berda berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan


Nomor 501/DTCK-TH/2006 tanggal 11 Oktober 2006 senilai Rp2.975.378.000,00
(termasuk PPN 10%). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama enam puluh
hari kalender terhitung mulai ditandatangani surat perjanjian pemborongan
tanggal 11 Oktober 2006 dan harus selesai paling lambat tanggal 9 Desember
2006.
Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak, dokumen pendukung,
dan informasi dari pihak DAOP V diketahui hal sebagai berikut:
a. Kontrak merupakan hasil dari pelelangan;
b. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai Berita Acara Serah
Penyerahan Pertama Pekerjaan No.501/BA/DTCK-TH/2006/ST.1 tanggal 9
Desember

2006

dan

telah

dibayar

lunas

berdasarkan

SPM

No.00162/BEND/DTCK/2006 tanggal 18 Desember 2006;


c. Berdasarkan Surat Keterangan dari pihak kasubsi konstruksi DAOP V
tanggal 22 Maret 2007 menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan MTT, PBR,
dan VDM untuk Paket RL-12 tersebut dikerjakan dari tanggal 23 Desember
2006 sampai dengan tanggal 28 Desember 2006 sehingga penyelesaian
pekerjaan mengalami keterlambatan selama 19 hari (dari tanggal 9 s.d. 28
Desember 2006).
Hal ini tidak sesuai dengan kontrak No.501/DTCK-TH/2006 tanggal 11 Oktober
2006 Pasal 5 ayat (1) menetapkan bahwa bila terjadi keterlambatan
penyelesaian pekerjaan karena kelalaian Penyedia Barang/Jasa, maka Penyedia
Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan tersebut
sebesar 1 (satu perseribu) dari nilai kontrak atau bagian kontrak untuk setiap
hari keterlambatan.
Hal ini mengakibatkan PT Dian Berda dikenakan denda keterlambatan minimal
sebesar Rp56.532.182,00 (19x 1 x Rp2.975.378.000,00).
Hal ini disebabkan :
a. Kontraktor tidak menaati ketentuan dalam kontrak yang telah disepakati
bersama;
b. Lemahnya pengendalian dan pengawasan oleh Pengawas Kegiatan Satker,
Kuasa Pengguna Anggaran dan konsultan pengawas.

25

Pihak Satker menjelaskan bahwa sesuai dengan aturan yang berlaku di PT


Kereta Api, waktu pelaksanaan kegiatan MTT diatur oleh pihak PT Kereta Api
sebagai pemilik MTT, sehingga apabila pihak lain (pihak ketiga) ingin
menggunakan MTT tersebut, harus menunggu hingga selesainya pemakaian
MTT di kedinasan PT Kereta Api.
Masalah tersebut telah ditindaklanjuti pihak Satker Pembangunan Jalur Ganda
Cirebon Kroya dengan menyetor kelebihan pembayaran senilai Rp56.532.182,00
ke Kas Negara dengan SSBP No.686/DTCK-TH/2007.
BPK-RI menyarankan kepada Menteri Perhubungan agar :
a. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian untuk melakukan teguran
secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk lebih meningkatkan
pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan pekerjaan;
b. Menginstruksikan kepada Dirjen Perkeretaapian dhi. Kuasa Pengguna
Anggaran untuk melakukan teguran secara tertulis kepada Konsultan
Pengawas/Pengawas Lapangan Satker atas kelalaiannya dalam melakukan
pengawasan.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI

26

Lampiran 1a
PEKERJAAN MENGEPRAS TEBING DI KM. 317+475 S/D KM. 317+650
SEPANJANG 250 M KIRI-KANAN ANTARA BANJAR-LANGEN
LINTAS KROYA - CIREBON
NO.
1

I
1
2
3
4
5
6
7
8
9
II
1a
1b
2
3
4
5
III

URAIAN PEKERJAAN

SATUAN

VOLUME
RAB

VOLUME
AKTUAL

HARGA
SATUAN RAB

HARGA
SATUAN AKTUAL

JUMLAH
HARGA RAB

JUMLAH
HARGA AKTUAL

SELISIH
Rp

8(4x6)

9(5x7)

10

PEKERJAAN PERSIAPAN
Pengadaan dan pemasangan papan nama proyek
Membuat Direksi Keet
Membuat Gudang Kerja
Perlengkapan direksi keet dan gudang kerja
Membongkar direksi keet dan gudang kerja
Pengukuran dan pasang patok
Pembuatan alat Semboyan 2A dan 2B
Penjagaan Semboyan dan material serta gudang
Alat untuk pengamanan jalan KA dan naik ke tebing

bh
m2
m2
ls
m2
m2
unit
oh
unit

1.00
18.00
27.00
1.00
45.00
2,500.00
1.00
540.00
1.00

1.00
18.00
27.00
1.00
2,500.00
1.00
540.00
1.00

600,000.00
234,500.00
268,900.00
600,000.00
16,500.00
23,800.00
607,500.00
25,000.00
17,943,600.00

600,000.00
234,500.00
268,900.00
600,000.00
16,500.00
23,800.00
607,500.00
25,000.00
17,943,600.00
JUMLAHI

600,000.00
4,221,000.00
7,260,300.00
600,000.00
742,500.00
59,500,000.00
607,500.00
13,500,000.00
17,943,600.00
104,974,900.00

600,000.00
4,221,000.00
7,260,300.00
600,000.00
59,500,000.00
607,500.00
13,500,000.00
17,943,600.00
104,232,400.00

PEKERJAAN TUBUH BAAN


Menggali dan membuang cadas bebatuan
Menggali dan membuang tanah keras
Menggali dan membuang tanah keras untuk drainase
Normalisasi drainase pasangan batu
Pekerjaan Plesteran dan acian
Pemasangan buis beton

m3
m3
m3
m3
m2
m'

9,759.70
1,722.30
320.00
171.00
890.00
500.00

9,759.70
1,735.30
320.00
171.00
890.00
525.00

89,800.00
89,800.00
74,800.00
506,800.00
32,700.00
68,500.00

89,800.00
85,000.00
71,000.00
506,800.00
32,700.00
68,500.00
J U M L A H II

876,421,060.00
154,662,540.00
23,936,000.00
86,662,800.00
29,103,000.00
34,250,000.00
1,205,035,400.00

876,421,060.00
147,500,287.50
22,720,000.00
86,662,800.00
29,103,000.00
35,962,500.00
1,198,369,647.50

7,162,252.50
1,216,000.00
(1,712,500.00)
6,665,752.50

m2
ls

2,500.00
1.00

2,500.00
1.00

4,500.00
5,000,000.00

4,500.00
5,000,000.00
J U M L A H III

11,250,000.00
5,000,000.00
16,250,000.00
1,326,260,300.00
132,626,030.00
1,458,886,330.00
1,458,886,000.00

11,250,000.00
5,000,000.00
16,250,000.00
1,318,852,047.50
131,885,204.75
1,450,737,252.25
1,450,737,000.00

7,408,252.50
740,825.25
8,149,077.75
8,149,000.00

PEKERJAAN LAIN - LAIN


1 Pembersihan lokasi pekerjaan
2 Mobilisasi dan demobilisasi peralatan
Jumlah I - III
PPN10%
Jumlah Total
Dibulatkan

742,500.00
742,500.00

742,500.00
74,250.00
816,750.00
6,665,752.50
666,575.25
7,332,327.75
8,149,077.75

Lampiran 1b
RELOKASI JALAN UMUM DI KM.256+675 S.D KM.256+825 SEPANJANG 150 M'
ANTARA CILEDUG - KETANGGUNGAN; DI KM.283+100 S.D. KM.284+100 SEPANJANG 1.076 M
ANTARA SONGGOM-PRUPUK; DAN DI KM.231+970 SEPANJANG 100M ANTARA LUWUNG-SINDANGLAUT
LINTAS CIREBON-KROYA
NO.
1

SATUAN VOLUME
RAB
3

VOLUME
AKTUAL

HARGA
SATUAN

JUMLAH
HARGA RAB

JUMLAH
HARGA AKTUAL

SELISIH
Rp

7(4x6)

8(5x6)

9(7-8)

KM.256+675 S.D KM.256+825 SEPANJANG 150 M'

1
2
3
4
5
6
7

PEKERJAAN PERSIAPAN
Pengukuran dan pematokan
Pembuatan Direksi keet
Pembuatan gudang kerja
Mobilisasi alat kerja
Penjagaan direksi keet dan gudang kerja
Perlengkapan direksi keet
Pengamanan lokasi pekerjaan

m'
m2
m2
ton
oh
ls
ls

150.00
18.00
27.00
25.00
450.00
1.00
1.00

150.00
18.00
27.00
25.00
450.00
1.00
1.00

24,200.00
234,000.00
268,100.00
438,700.00
25,000.00
735,300.00
22,500,000.00

3,630,000.00
4,212,000.00
7,238,700.00
10,967,500.00
11,250,000.00
735,300.00
22,500,000.00
60,533,500.00

3,630,000.00
4,212,000.00
7,238,700.00
10,967,500.00
11,250,000.00
735,300.00
22,500,000.00
60,533,500.00

Pekerjaan Membuat Jalan Raya Relokasi


Pembersihan lahan
Stripping permukaan tanah asli
Perbaikan tanah dasar
Pemadatan tanah dasar
Galian tanah untuk konstruksi tubuh jalan
Pemadatan dasar galian tanah
Pemasangan lapis pondasi bawah
Pemadatan lapis pondasi bawah
Pemasangan lapis pondasi atas
Pemadatan lapis pondasi atas
Lapis aspal perekat
Pemasangan lapis aspal permukaan
Pemadatan lapis aspal keras permukaan
Urugan sirtu untuk bahu jalan
Pemadatan sirtu bahu jalan
Galian tanah untuk perkuatan tubuh jalan
Pasangan batu kali camp. 1Pc:3Psr untuk perkuatan tbh jln
Plesteran camp. 1pc:2psr tepi pasangan batu kali

m2
m2
m3
m2
m3
m2
m3
m2
m3
m2
m2
m2
m2
m3
m2
m3
m3
m2

600.00
600.00
360.00
1,200.00
245.50
600.00
180.00
600.00
114.00
600.00
450.00
450.00
450.00
4.50
150.00
36.00
76.50
60.00

600.00
600.00
360.00
0.00
245.50
600.00
180.00
600.00
114.00
600.00
450.00
450.00
450.00
4.50
150.00
36.00
70.89
103.39

4,500.00
5,800.00
48,700.00
1,200.00
19,500.00
1,200.00
152,900.00
1,200.00
159,700.00
1,200.00
3,400.00
69,000.00
1,200.00
75,400.00
1,200.00
19,500.00
504,500.00
23,900.00

2,700,000.00
3,480,000.00
17,532,000.00
1,440,000.00
4,787,250.00
720,000.00
27,522,000.00
720,000.00
18,205,800.00
720,000.00
1,530,000.00
31,050,000.00
540,000.00
339,300.00
180,000.00
702,000.00
38,594,250.00
1,434,000.00
152,196,600.00

2,700,000.00
3,480,000.00
17,532,000.00
4,787,250.00
720,000.00
27,522,000.00
720,000.00
18,205,800.00
720,000.00
1,530,000.00
31,050,000.00
540,000.00
339,300.00
180,000.00
702,000.00
35,764,005.00
2,471,021.00
148,963,376.00

m3
m3

24.00
24.00

24.00
24.00

19,500.00
504,500.00

468,000.00
12,108,000.00

468,000.00
12,108,000.00

B
1
2
3
4
5
6
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
C

URAIAN PEKERJAAN

PEKERJAAN DRAINASE DAN JEMBATAN


1 Galian tanah untuk pondasi jembatan beton
2 Pasangan batu kali pondasi jembatan beton camp. 1Pc:3Psr

1,440,000.00
2,830,245.00
(1,037,021.00)
3,233,224.00
-

NO.
1

URAIAN PEKERJAAN

7(4x6)

JUMLAH
HARGA AKTUAL

SELISIH
Rp

8(5x6)

9(7-8)

4.20
2.52
0.27
32.00

4.20
2.52
0.27
28.00

2,574,700.00
2,574,700.00
2,574,700.00
130,000.00

10,813,740.00
6,488,244.00
695,169.00
4,160,000.00
34,733,153.00

10,813,740.00
6,488,244.00
695,169.00
3,640,000.00
34,213,153.00

520,000.00
520,000.00

1
2
3
4

Pekerjaan Penyelesaian
Demobilisasi
Bongkar direksi keet dan gudang kerja
Pembersihan lokasi / lapangan
Dokumentasi dan gambar akhir

ton
m2
ls
ls

25.00
45.00
1.00
1.00

25.00
45.00
1.00
1.00

438,700.00
16,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00

10,967,500.00
742,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00
14,810,000.00

10,967,500.00
742,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00
14,810,000.00

1
2
3
4
5
6
7

KM.283+100 S.D.284+100 SEPANJANG 1076 M


PEKERJAAN PERSIAPAN
Pengukuran dan pematokan
Pembuatan Direksi keet
Pembuatan gudang kerja
Mobilisasi alat kerja
Penjagaan direksi keet dan gudang kerja
Perlengkapan direksi keet
Pengamanan lokasi pekerjaan

m
m2
m2
ton
oh
ls
ls

1,076.00
18.00
27.00
25.00
450.00
1.00
1.00

1,076.00
18.00
27.00
25.00
450.00
1.00
1.00

24,200.00
234,000.00
268,100.00
438,700.00
25,000.00
735,300.00
22,500,000.00

26,039,200.00
4,212,000.00
7,238,700.00
10,967,500.00
11,250,000.00
735,300.00
22,500,000.00
82,942,700.00

26,039,200.00
4,212,000.00
7,238,700.00
10,967,500.00
11,250,000.00
735,300.00
22,500,000.00
82,942,700.00

Pekerjaan Membuat Jalan Raya Relokasi


Pembersihan lahan
Stripping permukaan tanah asli
Galian tanah bekas rawa
Perbaikan tanah bekas rawa
Pemadatan tanah bekas rawa
Galian tanah untuk konstruksi tubuh jalan
Pemadatan galian tanah dasar untuk konstruksi tubuh jalan
Urugan tanah untuk tubuh jalan
Pemadatan urugan tanah
Pemasangan lapis pondasi bawah
Pemadatan lapis pondasi bawah
Pemasangan lapis pondasi atas
Pemadatan lapis pondasi atas
Lapis aspal perekat
Pemasangan lapis aspal permukaan
Pemadatan lapis aspal keras permukaan
Urugan sirtu untuk bahu jalan

m2
m2
m3
m3
m2
m3
m2
m3
m2
m3
m2
m3
m2
m2
m2
m2
m3

4,304.00
4,219.00
201.00
201.00
804.00
2,070.00
6,328.20
1,089.00
7,018.00
1,266.00
4,219.00
802.00
4,219.00
4,219.00
3,186.00
3,186.00
31.86

4,304.00
4,219.00
0.00
201.00
0.00
2,070.00
6,328.20
1,089.00
7,018.00
1,266.00
4,219.00
802.00
4,219.00
4,219.00
3,186.00
3,186.00
31.86

4,500.00
5,800.00
19,500.00
48,700.00
1,200.00
19,500.00
1,200.00
48,700.00
1,200.00
152,900.00
1,200.00
159,700.00
1,200.00
3,400.00
69,000.00
1,200.00
75,400.00

19,368,000.00
24,470,200.00
3,919,500.00
9,788,700.00
964,800.00
40,365,000.00
7,593,840.00
53,034,300.00
8,421,600.00
193,571,400.00
5,062,800.00
128,079,400.00
5,062,800.00
14,344,600.00
219,834,000.00
3,823,200.00
2,402,244.00

19,368,000.00
24,470,200.00
9,788,700.00
40,365,000.00
7,593,840.00
53,034,300.00
8,421,600.00
193,571,400.00
5,062,800.00
128,079,400.00
5,062,800.00
14,344,600.00
219,834,000.00
3,823,200.00
2,402,244.00

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

JUMLAH
HARGA RAB

m3
m3
m3
m

HARGA
SATUAN

Beton plat lantai jembatan camp. 1pc:1.5psr:2.5 kr


Beton balok jembatan camp 1pc:1.5psr:2.5kr
Beton tiang guardrail camp 1pc:1.5psr:2.5kr
Pengadaan dan pemasangan pipa galvanis railing dia.3"

II
A

VOLUME
AKTUAL

3
4
5
6
D

SATUAN VOLUME
RAB

3,919,500.00
964,800.00
-

NO.
1

URAIAN PEKERJAAN
2

SATUAN VOLUME
RAB
3

VOLUME
AKTUAL

HARGA
SATUAN

JUMLAH
HARGA RAB

JUMLAH
HARGA AKTUAL

SELISIH
Rp

7(4x6)

8(5x6)

9(7-8)

18
19
20
21

Pemadatan sirtu bahu jalan


Galian tanah untuk perkuatan tubuh jalan
Pasangan batu kali camp. 1Pc:3Psr untuk perkuatan tbh jln
Plesteran camp. 1pc:2psr tepi pasangan batu kali

m2
m3
m3
m2

1,055.00
253.50
381.00
366.66

1,055.00
253.50
381.00
366.66

1,200.00
19,500.00
504,500.00
23,900.00

1,266,000.00
4,943,250.00
192,214,500.00
8,763,174.00
947,293,308.00

1,266,000.00
4,943,250.00
192,214,500.00
8,763,174.00
942,409,008.00

4,884,300.00

PEKERJAAN DRAINASE DAN JEMBATAN


Galian tanah untuk saluran drainase
Urugan pasir di bawah pasangan batu kali saluran drainase
Saluran drainase dari pasangan batu kali camp.1Pc:3Psr
Siar camp 1Pc:2Psr untuk pasangan batu kali
Plesteran camp. 1pc:2psr
Galian tanah untuk pondasi dinding penahan tanah
Urugan pasir di bawah pasangan batu kali dinding pnhn tanah
Pasangan batu kali dinding penahan tanah camp 1Pc:3Psr
Galian tanah untuk pondasi jembatan beton
Urugan pasir di bawah pondasi jembatan beton
Pasangan batu kali pondasi jembatan camp. 1Pc:3Psr
Beton plat lantai jembatan camp. 1pc:1.5psr:2.5 kr
Beton balok lantai jembatan camp 1pc:1.5psr:2.5kr
Pengadaan dan pemasangan pipa galvanis railing dia.3"
Beton tiang guardrail
Galian tanah untuk pondasi gorong-gorong
Urugan pasir di bawah pondasi gorong-gorong
Pondasi gorong-gorong dari pas batu kali camp 1Pc:3Psr
Plat beton untuk lantai penutup gorong-gorong

m3
m3
m3
m2
m2
m3
m3
m3
m3
m3
m3
m3
m3
m'
m3
m3
m3
m3
m3

701.37
52.74
332.23
1,160.20
738.50
468.75
50.00
1,291.92
24.00
12.00
24.00
4.20
2.50
32.00
0.27
20.25
0.23
17.00
3.60

701.37
52.74
332.23
1,160.20
738.50
468.75
50.00
1,291.92
24.00
12.00
24.00
4.20
2.50
26.00
0.27
20.25
0.23
17.00
3.60

19,500.00
86,900.00
504,500.00
17,800.00
23,900.00
19,500.00
86,900.00
504,500.00
19,500.00
86,900.00
504,500.00
2,574,700.00
2,574,700.00
130,000.00
2,574,700.00
19,500.00
86,900.00
504,500.00
2,574,700.00

13,676,715.00
4,582,671.50
167,610,035.00
20,651,560.00
17,650,150.00
9,140,625.00
4,345,000.00
651,773,640.00
468,000.00
1,042,800.00
12,108,000.00
10,813,740.00
6,436,750.00
4,160,000.00
695,169.00
394,875.00
19,552.50
8,576,500.00
9,268,920.00
943,414,703.00

13,676,715.00
4,582,671.50
167,610,035.00
20,651,560.00
17,650,150.00
9,140,625.00
4,345,000.00
651,773,640.00
468,000.00
1,042,800.00
12,108,000.00
10,813,740.00
6,436,750.00
3,380,000.00
695,169.00
394,875.00
19,552.50
8,576,500.00
9,268,920.00
942,634,703.00

780,000.00
780,000.00

PEKERJAAN PENYELESAIAN
Demobilisasi
Bongkar direksi keet dan gudang kerja
Pembersihan lokasi / lapangan
Dokumentasi dan gambar akhir

ton
m2
ls
ls

25.00
45.00
1.00
1.00

25.00
45.00
1.00
1.00

438,700.00
16,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00

10,967,500.00
742,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00
14,810,000.00

10,967,500.00
742,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00
14,810,000.00

KM.231+970 s.d. KM.232+970 sepanjang 100 M


PEKERJAAN PERSIAPAN
Pengukuran dan pematokan
Pembuatan Direksi keet
Pembuatan gudang kerja
Mobilisasi alat kerja
Penjagaan direksi keet dan gudang kerja

m
m2
m2
ton
oh

100.00
18.00
27.00
25.00
450.00

100.00
18.00
27.00
25.00
450.00

24,200.00
234,000.00
268,100.00
438,700.00
25,000.00

2,420,000.00
4,212,000.00
7,238,700.00
10,967,500.00
11,250,000.00

2,420,000.00
4,212,000.00
7,238,700.00
10,967,500.00
11,250,000.00

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
D
1
2
3
4
III
A
1
2
3
4
5

NO.

URAIAN PEKERJAAN

6 Perlengkapan direksi keet


7 Pengamanan lokasi pekerjaan

SATUAN VOLUME
RAB
3

ls
ls

VOLUME
AKTUAL
5

HARGA
SATUAN

JUMLAH
HARGA RAB

JUMLAH
HARGA AKTUAL

SELISIH
Rp

7(4x6)

8(5x6)

9(7-8)

1.00
1.00

1.00
1.00

735,300.00
22,500,000.00

735,300.00
22,500,000.00
59,323,500.00

735,300.00
22,500,000.00
59,323,500.00

Pekerjaan Membuat Jalan Raya Relokasi


Pembersihan lahan
Stripping permukaan tanah asli
Galian tanah untuk konstruksi tubuh jalan
Pemadatan dasar galian tanah
Pemasangan lapis pondasi bawah
Pemadatan lapis pondasi bawah
Pemasangan lapis pondasi atas
Pemadatan lapis pondasi atas
Lapis aspal perekat
Pemasangan lapis aspal permukaan
Pemadatan lapis aspal keras permukaan
Urugan sirtu untuk bahu jalan
Pemadatan sirtu bahu jalan

m2
m2
m3
m2
m3
m2
m3
m2
m2
m2
m2
m3
m2

500.00
500.00
200.00
500.00
150.00
500.00
150.00
500.00
500.00
500.00
500.00
30.00
100.00

500.00
500.00
200.00
0.00
150.00
500.00
150.00
500.00
500.00
500.00
500.00
30.00
100.00

4,500.00
5,800.00
19,500.00
1,200.00
152,900.00
1,200.00
159,700.00
1,200.00
9,300.00
69,000.00
1,200.00
75,400.00
1,200.00

2,250,000.00
2,900,000.00
3,900,000.00
600,000.00
22,935,000.00
600,000.00
23,955,000.00
600,000.00
4,650,000.00
34,500,000.00
600,000.00
2,262,000.00
120,000.00
99,872,000.00

2,250,000.00
2,900,000.00
3,900,000.00
22,935,000.00
600,000.00
23,955,000.00
600,000.00
4,650,000.00
34,500,000.00
600,000.00
2,262,000.00
120,000.00
99,272,000.00

1
2
3
4
5

Pekerjaan Drainase
Galian tanah untuk saluran drainase
Urugan pasir di bawah pasangan batu kali saluran drainase
Saluran drainase dari pasanganbatu kali camp 1Pc:3Psr
Siar camp 1Pc:2Psr untuk pasangan batu kali
Plesteran camp 1 Pc:2Psr

m3
m3
m3
m2
m2

126.00
1.65
81.00
150.00
150.00

126.00
1.65
89.00
103.35
103.35

19,500.00
86,900.00
504,500.00
17,800.00
23,900.00

2,457,000.00
143,385.00
40,864,500.00
2,670,000.00
3,585,000.00
49,719,885.00

2,457,000.00
143,385.00
44,900,500.00
1,839,630.00
2,470,065.00
51,810,580.00

1
2
3
4

Pekerjaan Penyelesaian
Demobilisasi
Bongkar direksi keet dan gudang kerja
Pembersihan lokasi/lapangan
Dokumentasi dan gambar akhir

ton
m2
ls
ls

25.00
45.00
1.00
1.00

25.00
45.00
1.00
1.00

438,700.00
16,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00

10,967,500.00
742,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00
14,810,000.00

10,967,500.00
742,500.00
1,400,000.00
1,700,000.00
14,810,000.00

2,474,459,349.00
247,445,934.90
2,721,905,283.90
2,721,905,000.00

2,466,532,520.00
246,653,252.00
2,713,185,772.00
2,713,185,000.00

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
C

JUMLAH
PPN 10 %
TOTAL
PEMBULATAN

600,000.00
600,000.00
(4,036,000.00)
830,370.00
1,114,935.00
(2,090,695.00)
7,926,829.00
792,682.90
8,719,511.90
8,720,000.00