Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PRAKTIKUM PERBENGKELAN PERTANIAN

K3 DI BENGKEL

Oleh
Kelompok II
Anggota: Afria Siska
Jayari
Riski Sari Utami
Syakur Alim
Yuni Yani
Yunida Lerian Meidya

PRODI TEKNIK PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA

2015
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel

A. Pengertian K3
Keselamatan kerja diartikan sebagai suatu upaya agar pekerja selamat
ditempat kerjanya sehingga terhindar dari kecelakaan termasuk juga untuk
menyelamatkan peralatan serta produksinya. Kesehatan kerja diartikan
sebagai suatu upaya untuk menjaga kesehatan pekerja dan mencegah
pencemaran disekitar tempat kerjanya (masyarakat dan lingkungan).
B. Tujuan K3
1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatan dalam melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta
produktivitas nasional.
2. Menjamin keselamatan dan kesehatan orang lain yang berada ditempat
dan sekitar pekerjaan itu.
3. Menjamin terpeliharanya sumber produksi dan pendayagunaannya secara
aman,efisien dan efektif,
4. Khusus dari segi kesehatan, mencegah dan membasmi penyakit akibat
kerja.
Tujuan K3 Dalam Buku Keselamatan kerja dan Tatalaksana Bengkel
1.
2.
3.
4.
5.

Mencegah terjadinya kecelakaan di workshop


Mencegah timbulnya penyakit akibat pekerjaan
Mencegah/ mengurangi kematian
Mencegah/ mengurangi cacad tetap
Mengamankan Material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan-

bangunan, alat-alat kerja, mesin-mesin, instalasi dan sebagainya.


6. Meningkatkan Produktiffitas kerja tanpa memeras tenaga dan menjamin
kehidupan produktifitasnya.
7. Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat-alat dan sumber-sumber
produksi lainnya sewaktu kerja dsb.
8. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman sehingga dapat
menimbulkan kegembiraan semangat kerja
9. memperlancar, meningkatkan dan mengamankan produksi, industri dan
pembangunan.
C. Ruang Lingkup K3
1. Setiap pekerja ditempat kerja,
2. Dalam lingkungan keluarga /rumahtangga,

3. Dalam lingkungan masyarakat,


4. Pemberian ganti rugi, perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan akibat
pekerjaan.
D. Syarat-syarat K3
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan.
2. Membuat jalan penyelamatan (emergency exit),
3. Memberi pertolongan pertama(first aids/PPPK),
4. Memberi peralatan pelindung pada pekerja dan alat kerja,
5. Mempertimbangkan faktor-faktor kenyamanan kerja,
6. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit fisik dan psychis karena
pekerjaan (ergonomy),
7. Memelihara ketertiban dan kebersihan kerja,
8. Mengusahakan keserasian antar pekerja, perkakas,lingkungan serta cara dan
proses kerja,
9. Mengamankan daerah-daerah, bahan dan sumber-sumber yang berbahaya
dengan pengaman yang sesuai dengan sempurna.
E. 3 Aspek K3 di Bengkel
1. Moral comitment dan tanggung jawab.
2. Kemampuan manusia.
3. Tindakan pencegahan.
F. Kesalahan yang Sering Terjadi
1. Pribadi yang tidak siap bekerja.
2. Suasana tidak kondusif dan nyaman.
3. Pekerja yang tidak kompeten.
4. Alat/peralatan yang tidak sesuai peruntukannya.
5. Kondisi alat/peralatan yang tidak aman.
6. Lingkungan kerja tidak siap / berbahaya.
7. Penerangan tidak cukup / berlebihan.
8. Kotor dan tidak teratur.
9. Perlengkapan keselamatan kerja yang kurang.
10. Bekerja tidak sesuai SOP.
11. Tak ada rambu-rambu / Tanda-tanda.
12. Tak ada aturan.
13. Tak ada alat keselamatan kerja.
14. Pengawasan yang kurang.
15. Kurangnya M & R terhadap Alat/peralatan
G. Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Alat pelindung diri (APD) dipakai sesuai peraturan dan peruntukkannya
2. Pakaian, Rambut, Kuku dsb.
3. Patuhi aturan perletakan alat kerja.
4. Pembuangan bahan bekas, pakaian kerja.
5. Membuat laporan kejadian.
6. Melaksanakan dengan tertib aturan, peraturan, tata tertib, Undang-undang
tentang K3.

7. Jangan gunakan peralatan rusak,


8. Bersihkan mesin sesudah dipakai,
9. Pastikan tak ada peralatan tertinggal,
10. Listrik mati/off sebelum ditinggal.
11. Semua peralatan telah dikembalikan ketempat semula,
12. Jangan gunakan peralatan tanpa hak.
13. Sebelum menjalankan mesin pastikan semua Clear.
14. Saat akan menjalankan mesin pastikan semua kencang, terikat, tak ada
perlengkapan mengganggu.
15. Jangan gunakan peralatan salah
16. Lantai bersih,
17. Membuat laporan akhir,
18. Mengisi log book pemakaian alat / mesin.
19. Semua kotoran, tatal, barang bekas telah dibuang.
20. Buat laporan kecelakaan/kerusakan
21. Pekerja paham K3
22. Dapat menggunakan perlengkapan K3,
23. Menggunakan pakain kerja standard.
22. Memahami system Evakuasi
H. Sumber-sumber Kecelakaan Kerja
1. Bahan Kimia :
Meliputi bahan mudah terbakar, bersifat racun, korosif, tidak stabil, sangat
reaktif, dan gas yang berbahaya.
2. Bahan-bahan Biologis.
Upaya keselamatan bekerja dengan bahan-bahan biologis dikenal dengan
istilah Bio-safety, yaitu usaha mengurangi atau menghindari peluang
terinfeksinya pekerja atau terlepasnya suatu mikroorganisme yang berpotensi
menimbulkan bahaya ke lingkungan.
3. Aliran Listrik
Penggunaan peralatan dengan daya listrik yang besar akan memberikan
kemungkinankemungkinan untuk terjadinya kecelakaan kerja seperti kena
strom aliran.
4. Ionisasi Radiasi
Ionisasi radiasi dapat dikeluarkan dari peralatan semacam X-ray difraksi atau
radiasi internal yang digunakan oleh material radioaktif yang dapat masuk ke
dalam badan manusia melalui pernafasan, atau serapan melalui kulit.
5. Mekanik.
Walaupun robot banyak digunakan, tetapi pekerjaan mekanik seperti
transportasi bahan baku, penggantian peralatan habis pakai, masih harus
dilakukan secara manual, sehingga kesalahan prosedur kerja dapat terjadi dan

menyebabkan kecelakaan kerja. Peralatan keselamatan kerja seperti pakaian


kerja, helmet, kacamata, sarung tangan, sepatu, dan lain-lain perlu
mendapatkan perhatian khusus dalam lingkup pekerjaan ini.
6. Api.
Hampir semua laboratorium atau industri menggunakan bahan kimia Cairan
mudah terbakar yang sering digunakan dalam laboratorium atau industri
adalah hidrokarbon. Bahan mudah terbakar yang lain misalnya pelarut
organik seperti aseton, benzen, butanol, etanol, dietil eter, karbon disulfida,
toluena, heksana, dan lain-lain.
7. Suara (kebisingan).
Sumber kecelakaan kerja yang satu ini pada umumnya terjadi hampir di
semua industri, (kecil,menengah dan besar). Generator pembangkit listrik,
instalasi pendingin, atau mesin pneumatik, industry tekstil merupakan sekian
contoh dari peralatan yang diperlukan dalam industri. Peralatan-peralatan
tersebut berpotensi mengeluarkan suara yang dapat menimbulkan kecelakaan
kerja dan gangguan kesehatan kerja.
I. APD Versi GHS Label / Penandaan Bahan Kimia
Gunakan Alas Kaki
Gunakan Pelindung

atau Sepatu Bot


J. Alat Pelindung Diri (APD)
- Pelindung kepala
- Pelindung tangan
- Pelindung telinga
- Sabuk pengaman
K. Jenis APD

Wajah / Face Shield

- Pelindung mata dan wajah


- Pelindung badan
- Alat bantu pernafasan
- Pelindung kaki

Gunakan Kaca-

mata/googles

DAFTAR PUSTAKA

Aprianto, Yuli. 2014. Jenis dan Fungsi Kompas.(online: http://dataiptek.blogspot.


com/2013/02/jenis-dan-fungsi-kompas.html ). Diakses 23 September 2014
Chy, Geo. 2009. Pembuatan Peta Berdasarkan Jarak dan Arah. (online:http//media
georichi.blogspot.com/). Diakses 23 September 2014
Mutiqoos. 2013. Alat Ukur yang Digunakan dalan Ilmu Ukur Wilayah. (online:http://
www.scribd.com/doc/185407823/Alat-Ukur-yang-digunakan-dalam-IlmuUkur-Wilayah). Diakses 23 September 2014
Wikipedia. 2014. Kompas. (online:http://id.wikipedia.org/wiki/Kompas). Diakses 23
September 2014
Baru, ary sandi. 2013.https://www.scribd.com/doc/142528746/termometer-pdf
https://arifansyah.files.wordpress.com/2010/06/microsoft-word-thermometer.pdf
http://eprints.walisongo.ac.id/914/3/083611018_Bab2.pdf

LAMPIRAN