Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Getaran didefinisikan sebagai gerak bolak-balik melalui titik kesetimbangan. Titik
kesetimbangan adalah titik dimana saat benda diam.
Gelombang adalah getaran yang merambat, baik melalui medium ataupun tidak
melalui medium. Perambatan gelombang ada yang memerlukan medium, seperti
gelombang tali melalui tali dan ada pula yang tidak memerlukan medium yang berarti
bahwa gelombang tersebut dapat merambat melalui vakum ( hampa udara ) , seperti
gelombang listrik magnet dapat merambat dalam vakum. Perambatan gelombang dalam
medium tidak diikuti oleh perambatan media, tapi partikel-partikel mediumnya akan
bergetar. Perumusan matematika suatu gelombang dapat diturunkan dengan peninjauan
penjalaran suatu pulsa. Dilihat dari ketentuan pengulangan bentuk, gelombang dibagi atas
gelombang periodik dan gelombang non periodik.
Berdasarkan sumber getarnya, tanpa disertai dengan medium perantaranya, gelombang
dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu gelombang mekanik dan gelombang
elektromagnetik.
Gelombang mekanik adalah sesuatu yang dapat dibentuk dan dirambatkan dalam
zat perantara bahan elastis. Sebagai contoh khusus diantaranya adalah gelombang bunyi
dalam gas, dalam zat cair dan dalam zat padat. Gelombang Elektromagnetik perambatan
secara transversal antara medan listrik dan medan magnet ke segala arah.
Gelombang didefinisikan sebagai energi getaran yang merambat. Dalam kehidupan
sehari-hari banyak orang berfikir bahwa yang merambat dalam gelombang adalah
getarannya atau partikelnya, hal ini sedikit tidak benar karena yang merambat dalam
gelombang adalah energi yang dipunyai getaran tersebut. Dari sini timbul benarkan
medium yang digunakan gelombang tidak ikut merambat? padahal pada kenyataannya
terjadi aliran air di laut yang luas. Menurut aliran air dilaut itu tidak disebabkab oleh
gelombang tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan suhu pada air laut. Tapi mungkin juga
akan terjadi perpindahan partikel medium, ketika gelombang melalui medium zat gas
yang ikatan antar partikelnya sangat lemah maka sangat dimungkinkan partikel udara
tersebut berpindah posisi karena terkena energi gelombang. Walau perpindahan

partikelnya tidak akan bisa jauh tetapi sudah bisa dikatakan bahwa partikel medium ikut
berpindah.
Bunyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya arahnya sejajar
dengan arah getarnya (gelombang longitudinal). Bunyi dihubungkan dengan indera
pendengaran kita, dan berarti juga dengan fisiologi telinga dan fisiologi otak yang
menerjemahkan sensasi yang mencapai telinga. Istilah bunyi juga berhubungan dengan
sensasi fisik yang merangsang telinga kita, yaitu : Gelombang Longitudinal.
Kita dapat membedakan tiga aspek bunyi. Pertama, pasti ada sumber bunyi; dan
seperti halnya dengan semua gelombang, sumber gelombang bunyi merupakan benda
yang bergetar. Kedua, energi yang dipindahkan dari sumber dalam bentuk gelombang
bunyi longitudinal. Dan ketiga, bunyi dideteksi oleh telinga atau sebuah alat.
Ada dua aspek dari setiap bunyi yang dirasakan oleh pendengaran manusia
mendengar. Aspek ini adalah Kenyaringan dan Ketinggian, dan masing-masing
menyatakan sensasi subyektif. Kenyaringan berhubungan dengan energi pada gelombang
bunyi. Dan Ketinggian bunyi menyatakan apakah bunyi tersebut tinggi, seperti bunyi
suling atau biola, atau rendah, seperti bunyi bass drum atau senar bass. Atau dengan kata
lain Ketinggian merupakan Intensitas Gelombang. Intensitas didefinisikan sebagai energi
yang dibawa sebuah gelombang per satuan waktu melalui satuan luas dan sebanding
dengan kuadrat amplitudo gelombang. Karena energi per satuan waktu adalah daya,
intensitas memiliki satuan daya per satuan luas atau watt/meter2 (W/m2).

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud getaran,bunyi,dan gelombang?
2. Apa saja jenis-jenis dari bunyi dan gelombang?
3. Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 TUJUAN
Makalah ini di buat bertujuan untuk dapat membantu meningkatkan pemahaman
pembaca mengenai getaran, bunyi, dan gelombang, sehingga akan memungkinkan kita
dapat lebih mengerti bahwa pelajaran fisika itu bisa di aplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari.
BAB II
2

PEMBAHASAN
A. Getaran
1. Pengertian Getaran
a. Definisi Getaran
Getaran adalah gerak bolak bolik secara berkala melalui suatu titik keseimbangan.
Pada umumnya setiap benda dapat melakukan getaran. Suatu benda dikatakan bergetar
bila benda itu bergerak bolak bolik secara berkala melalui titik keseimbangan.

Getaran adalah gerak bolak balik di sekitar titik setimbang;


2 = titik setimbang ; 1 dan 3 = titik terjauh (Amplitudo);
b. Beberapa Contoh Getaran
Beberapa contoh getaran yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari hari
antara lain :
- Senar gitar yang dipetik

- Bandul jam dinding yang sedang bergoyang


- Ayunan anak-anak yang sedang dimainkan
3

- Mistar plastik yang dijepit pada salah satu ujungnya, lalu ujung lain diberi
simpangan dengan cara menariknya, kemudian dilepaskan tarikannya.

Pegas yang diberi beban.

2. Periode dan Frekuensi Getaran


Perhatikan gambar berikut ini!

titik A merupakan titik keseimbangan

simpangan terbesar terjauh bandul ( ditunjuk kan dengan jarak AB = AC )


disebut amplitudo getaran
4

jarak tempuh B A C A B disebut satu getaran penuh


a. Amplitudo
Dalam gambar 2 telah disebutkan bahwa amplitudo adalah simpangan terbesar
dihitung dari kedudukan seimbang. Amplitudo diberi simbol A, dengan satuan meter.
b. Periode Getaran
Periode getaran adalah waktu yang digunakan dalam satu getaran dan diberi simbol
T. Untuk gambar ayunan di atas, jika waktu yang diperlukan oleh bandul untuk
bergerak dari B ke A, ke C, ke A, dan kembali ke B adalah 0,2 detik, maka periode
getaran bandul tersebut 0,2 detik atau T = 0,2 detik = 0,2 s
Periode suatu getaran tidak tergantung pada amplitudo getaran.
c. Frekuensi Getaran
Frekuensi getaran adalah jumlah getaran yang dilakukan oleh sistem dalam satu
detik, diberi simbol f. Untuk sistem ayunan bandul di atas, jika dalam waktu yang
diperlukan oleh bandul untuk bergerak dari B ke A, A ke C, C ke A, dan kembali ke B
sama dengan 0,2 detik, maka :
- Dalam waktu 0,2 detik bandul menjalani satu getaran penuh
- Dalam waktu 1 detik bandul menjalani 5 kali getaran penuh
Dikatakan bahwa frekuensi getaran sistem bandul tersebut adalah 5 getaran/detik
atau f = 5 Hz.
d. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran
Dari definisi periode dan frekuensi getaran di atas, diperoleh hubungan :

Keterangan :
T = periode, satuannya detik atau sekon
f = frekuensi getaran, satuannya 1/detik atau s-1 atau Hz

B. Bunyi
1. Pengertian Bunyi
Bunyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya arahnya sejajar
dengan arah getarnya (gelombang longitudinal).
2. Sifat-sifat Bunyi
Bunyi ditimbulkan oleh benda yang bergetar, dan dirambatkan berupa rapatan dan
renggangan molekul-molekul medium yang dilaluinya. Tanpa medium (hampa/vakum),
bunyi tak dapat merambat. Gelombang bunyi termasuk gelombang longitudinal. Bunyi
hanya dapat didengar jika ada penerima yang berada di dekat atau dalam jangkauan
sumber bunyi.
Syarat-syarat untuk terjadi dan terdengarnya bunyi antara lain:
1. Ada benda yang bergetar (sumber bunyi).
2. Ada zat antara (medium) tempat merainbat nya bunyi.
3. Ada penerima yang berada di dekat atau dalam jangkauan sumber bunyi.

3. Cepat Rambat Bunyi.


3.1. Definisi
Cepat rambat bunyi didefinisikan sebagai hasil bagi antara jarak sumber bunyi ke
pendengar dan selang waktu yang dibutuhkan bunyi untuk merambat sampai ke
pendengar. Secara matematis :

Dengan v = cepat rambat bunyi (m/s), s = jarak sumber bunyi ke pendengar (m),
dan t = selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat sampai ke pendengar (s).
Seperti halnya berlaku untuk gelombang lain, pada gelombang bunyi pun berlaku rumus

dengan v = cepat rambat bunyi (m/s), = panjang gelombang bunyi (m), dan f = frekuensi
bunyi (Hz).

3.2. Pengaruh Suhu Pada Cepat Rambat Bunyi


Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu udara. Semakin tinggi suhu udara,
semakin besar cepat rambat bunyi, atau semakin rendah suhu udara, semakin kecil cepat
rambat bunyi. Dalam hal ini berlaku rumus:
V= V0 + 0,6 t
dengan V = cepat rambat bunyi pada suhu T 0C, V0 = cepat rambat bunyi pada suhu 0
0

C, dan T = suhu udara (0C).

3.3. Perambatan Bunyi Pada Berbagai Zat


Bunyi dapat merambat pada zat padat, zat cair, dan gas. Bunyi merambat paling
baik dalam zat padat dan paling buruk dalam gas. Hal ini disebabkan, dalam padatan
jarak antar partikelnya sangat berdekatan sehingga energi yang dibawa oleh getaran
mudah dipindahkan dari satu partikel ke partikel lainnya.
4. Audiosonik, Infrasonik, Ultrasonik dan Ultrasonik.
Audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya berkisar antara 20 Hz 20.000 Hz.
Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya di bawah 20 Hz. Ultrasonik adalah bunyi yang
frekuensinya di atas 20.000 Hz. Manusia hanya dapat mendengar audio sonik. Infrasonik
dapat didengar oleh jangkrik dan anjing, sedangkan ultrasonik dapat di dengar oleh
kelelawar dan juga anjing. Ultrasonik digunakan oleh manusia di antaranya untuk
kacamata tunanetra, mengukur kedalaman laut, dan ultrasonografi (USG).
5. Nada Bunyi, Kuat Bunyi dan Warna Bunyi.
7

5.1. Nada dan Desah

Nada adalah bunyi yang frekuensinya tetap. Desah adalah bunyi yang frekuensinya
tidak teratur. Nada bunyi bergantung pada frekuensi sumber bunyi. Semakin tinggi
frekuensi sumber bunyi, semakin tinggi nada bunyi yang dihasilkannya. Sebaliknya,
semakin rendah frekuensi sumber bunyi, semakin rendah nada bunyi yang
dihasilkannya.
5.2. Kuat Bunyi
Kuat Bunyi (Intensitas Bunyi) adalah keras atau lemahnya bunyi yang terdengar.
Kuat bunyi bergantung pada amplitudo. Semakin besar amplitudo getaran sumber
bunyi, semakin keras bunyi yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin kecil amplitudo
getaran sumber bunyi, semakin lemah bunyi yang dihasilkannya. Telinga manusia dapat
mendeteksi bunyi dengan intensitas serendah 10-12 W/m2 dan setinggi 1 W/m2. Tingkat
Intensitas, , dari bunyi didefinisikan dalam intensitasnya, I, sebagai berikut :
(dalam dB)

dimana I0 adalah intensitas tingkat acuan, dan logaritma adalah dari basis 10. I0
biasanya diambil dari intensitas minimum yang dapt didengar manusia (ambang
pendengaran).
5.3. Kualitas Bunyi atau Timbre
Umumnya, sumber nada tidak bergetar hanya pada nada dasarnya, tetapi disertai
pula oleh nada-nada atasnya. Gabungan nada dasar dan nada-nada atas menghasilkan
bentuk gelombang tertentu untuk setiap sumber nada yang menunjukkan kualitas bunyi
atau timbre dari sumber nada. Sebagai contoh, nada suling dan nada terompet pada
frekuensi yang dibedakan bunyinya.
6. Hukum Marsene
Menurut Marsenne, faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi alamiah sebuah senar,
dawai, atau kawat adalah sebagai berikut:
1. panjang senar; semakin panjang senarnya, semakin rendah frekuensinya;
2. luas penampang senar; semakin tebal senarnya, semakin rendah frekuensinya;
8

3. tegangan senar; semakin tegang (kencang) senarnya, semakin tinggi frekuensinya;


4. massa jenis senar; semakin kecil massa jenis senar, semakin tinggi frekuensinya.
7. Resonansi.
Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda bila benda lain digetarkan di dekatnya.
Resonansi terjadi apabila frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi alami
benda yang ikut bergetar. Bila sebuah garputala digetarkan di atas tabung berisi kolom
udara, udara pada tabung akan beresonansi apabila panjang kolom udara dalam tabung
merupakan bilangan ganjil kali panjang gelombang. Secara matematis di tuliskan:
l = (bilangan ganjil) x
dengan l = panjang kolom udara dalam tabung (m) dan = panjang gelombang bunyi (m).
8. Pemantulan Bunyi
Bunyi akan dipantulkan apabila mengenai permukaan-permukaan keras.
8.1. Hukum Pemantulan Bunyi
Bunyi hukum pernantulan bunyi sebagai berikut
1. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu bidang dan
berpotongan di satu titik.
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul.
8.2. Manfaat Pemantulan Bunyi
Pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan antara lain untuk :
1.

menentukan cepat rambat bunyi di udara,


2. melakukan survei geofisika untuk mendeteksi lapisan-lapisan batuan yang
mengandung minyak bumi, mendeteksi cacat dan retak pada logam, dan,

3.

mengukur ketebalan pelat logam.


8.3. Macam-macam Bunyi Pantul
1. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, terjadi jika jarak antara sumber bunyi
dan bidang pemantul sangat dekat sehingga bunyi pantul bersamaan waktunya
dengan bunyi asli.
9

2. Gaung atau kerdam, yaitu bunyi pantul yang sebagian bersamaan dengan bunyi
aslinya sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas.
3. Gema, yaitu bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai diucapkan/
dibunyikan.
9. Efek Doppler
Efek Doppler adalah efek berubahnya frekuensi yang terdengar oleh pendengar karena
gerak sumber bunyi atau pendengar. Jika sumber bunyi mendekati pendengar, maka
pendengar akan menerima getaran yang lebih banyak sehingga frekuensi bunyi lebih
tinggi. Sebaliknya, jika sumber bunyi menjauhi pendengar, pendengar akan menerima
getaran lebih sedikit sehingga frekuensi bunyi lebih rendah, tetapi frekuensi asal tidak
berubah.
Dalam kehidupan sehari-hari, bunyi dapat dimanfaatkan untuk:

Mengukur kedalaman laut atau kedalaman gua dengan memanfaatkan bunyi pantul.

Mengukur cepat rambat bunyi di udara atau cepat rambat bunyi di dalam air.

USG (ultrasonografi) dengan memanfaatkan ultrasonik.

Mengetahui tingkat keropos atau kerusakan logam dengan ultrasonik.

Memecah batu ginjal dengan tembakan ultrasonik.

C. Gelombang
1. Pengertian Gelombang
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada
gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu
gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit
(gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan
(gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh
gelombang dalam waktu satu detik.
10

2. Macam-macam gelombang
2.1 Menurut arah getarnya
- gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah
rambatannya. Contoh: gelombang pada tali , gelombang permukaan air, gelobang
cahaya, dll.

Contoh gelombang transversal :


- getaran sinar gitas yang dipetik
- getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya

- gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar atau berimpit
dengan arah rambatannya. Contoh: gelombang bunyi dan gelombang pada pegas.

Contoh gelombang longitudinal :


- gelombang pada slinki yang diikatkan kedua ujungnya pada statif
kemudian diberikan usikan pada salah satu ujungnya
- gelombang bunyi di udara

2.2 Menurut amplitudo dan fasenya


11

- gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik
yang dilalui gelombng.
- gelombng diam (stasioner) adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah
(tidak sama) di setiap titik yang dilalui gelombang.
2.3 Menurut medium perantaranya
- gelombang mekanik adalah gelombang yang didalam perambatannya memerlukan
medium perantara. Hampir semua gelombang merupakan gelombang mekanik.
- gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang didalam perambatannya tidak
memerlukan medium perantara. Contoh : sinar gamma (), sinar X, sinar ultra violet,
cahaya tampak, infra merah, gelombang radar, gelombang TV, gelombang radio.
Besaran dalam gelombang hampir sama dengan besaran dalam getaran. Besarannya
adalah sebagai berikut ini:
1. Periode (T) adalah banyaknya waktu yang diperlukan untuk satu gelombang.
2. Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam waktu 1 sekon.
3. Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum suatu gelombang.
4. Cepat rambat (v) adalah besarnya jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan
waktu.
5. Panjang gelombang () adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1 periode.
Atau besarnya jarak satu bukit satu lembah.
Persamaan yang digunakan dalam gelombang adalah sebagai berikut :
T = t/n

f = n/t
dan

T = 1/f

f = 1/T

dimana : T adalah periode (s)

t adalah waktu (s)

n adalah banyaknya gelombang (kali)

12

f adalah frekuensi (Hz)

3. Panjang Gelombang
Panjang satu gelombang sama dengan jarak yang ditempuh dalam waktu satu
periode.

1) Panjang gelombang dari gelombang transversal

Perhatikan ilustrasi berikut!

Pada gelombang transversal, satu gelombang terdiri atas 3 simpul dan 2 perut. Jarak
antara dua simpul atau dua perut yang berurutan disebut setengah panjang gelombang
atau (lambda),.
2) Panjang gelombang dari gelombang longitudinal

Perhatikan ilustrasi berikut!

13

Pada gelombang longitudinal, satu gelombang (1) terdiri dari 1 rapatan dan 1
reggangan.

4. Cepat Rambat Gelombang


Jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu sekon disebut cepat rambat
gelombang. Cepat rambat gelombang dilambangkan dengan v dan satuannya m/s atau m
s-1. Hubungan antara v, f, , dan T adalah sebagai berikut :

Keterangan :
(lamda) = panjang gelombang , satuannya meter ( m )
v = kecepatan rambatan gelombang, satuannya meter / sekon ( ms-1 )
T = periode gelombang , satuannya detik atau sekon ( s )
f = frekuensi gelombang, satuannya 1/detik atau 1/sekon ( s-1 )

Untuk menentukan cepat rambat gelombang digunakan persamaan ;


v = .f

atau

v = /T

Dimana: adalah panjang gelombang (m)


v adalah cepat rambat gelombang (m/s)

5. Sifat-sifat Gelombang
Gelombang memiliki karakteristik (ciri-ciri) secara umum :

14

1. Dapat dipantulkan atau dicerminkan (refleksi)


Peristiwa pemantulan gelombang ini telah Anda kenal pada saat mempelajari optik
geometri di kelas X. Pada peristiwa ini berlakuHukum Pemantulan menurut Snellius.
2. Dapat dibiaskan (refraksi)
Pembiasan dapat terjadi ketika gelombang melewati dua medium yang berbeda.
3. Dapat dilenturkan (difraksi)
Difraksi (lenturan) terjadi ketika gelombang melewati sebuah celah sempit. Peristiwa ini
akan dibahas lebih lanjut pada pokok bahasan selanjutnya tentang Gelombang Cahaya.
4. Dapat digabungkan atau dipadukan (interferensi)
Interferensi gelombang terjadi ketika ada dua buah gelombang yang bersatu (berpadu)
sehingga menghasilkan pola interferensi maksimum dan minimum. Peristiwa ini akan
dibahas lebih lanjut pada pokok bahasan selanjutnya tentang Gelombang Cahaya.
5. Dapat dikutubkan (polarisasi)
Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian atau seluruh arah getar gelombang.
Peristiwa polarisasi ini hanya terjadi pada gelombang transversal. Lebih lanjut dibahas
pada pokok bahasan selanjutnya tentang Gelombang Cahaya.
6. Dapat diuraikan (dispersi)
Mengapa dinding sekolah berwarna hijau? Mengapa langit berwarna biru? Hal ini
karena cahaya matahari mengalami gejala dispersi. Cahaya matahari yang Anda lihat
berwarna putih, sebenarnya terdiri atas sinar-sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru,
nila, ungu. Ketika Anda melihat dinding sekolah berwarna hijau, artinya dinding
sekolah memiliki kemampuan untuk memantulkan pigmen warna hijau, dan menyerap
warna selain hijau.Demikian juga yang terjadi ketika langit tampak berwarna biru.
Ketika Anda melihat whiteboard berwarna putih, artinya seluruh pigmen warna
dipantulkan ke mata kita, dan ketika papan tulis berwarna hitam, artinya seluruh pigmen
warna diserap oleh papan tulis (tidak ada pigmen warna yang dipantulkan).

15

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Getaran, bunyi, dan gelombang dalam Fisika adalah suatu bagian yang tak
lepas dari kehidupan manusia dari awal peradaban sampai akhir dari segala akhir
kehidupan manusia. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus berkembang seiring
perkembangan peradaban manusia di dunia.
Untuk melengkapi kecerdasan iptek para pelajar, diperlukan pula penyelarasan
pengajaran getaran, bunyi, dan gelombang. Pengembangan iptek dianggap sebagai
solusi dari permasalahan yang ada.

B. SARAN

Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan gambaran dan


menambah wawasan kita tentang Aplikasi Getaran, Bunyi, dan Gelombang dalam
mata kuliah Fisika Listrik dari waktu ke waktu, lebih jauhnya penyusun berharap
16

dengan memahami getaran, bunyi, dan gelombang dalam Fisika kita semua dapat
menyikapi segala manfaatnya dan sehingga dapat berdampak positif bagi kehidupan
kita semua.
Dari pembahasan materi ini saya mengalami beberapa kendala dalam
penyusunan makalah ini. Maka ada beberapa kesalahan oleh saya atau kekurangan.
Oleh karena itu saya juga membutuhkan saran dari pembaca untuk menyempurnakan
makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://arifkristanta.wordpress.com/belajar-online/getaran/
http://yrbloger.wordpress.com/2011/08/01/5/
http://arifkristanta.wordpress.com/belajar-online/gelombang/
http://indonesiaindonesia.com/f/75931-fisika-sma-gelombang/
http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/25/gelombang/
http://www.pustakafisika.com/2013/04/pengertian-bunyi-dan-manfaatnya.html
http://umimazidatulkhorida.blogspot.com/
http://alljabbar.wordpress.com/2008/03/23/kalor/
http://www.crayonpedia.org/mw/Intensitas_dan_Taraf_Intensitas_Bunyi_12.1
http://www.gurumuda.com/
http://www.osun.org/syarat+kesetimbangan-doc.htmlYoung, Hugh D. & Freedman, Roger A.,
2002,

17