Anda di halaman 1dari 1

Ilmu pengetahuan humanistik

Sains di barat sudah semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, semakin tidak humanis,
dangkal, terlalu mekanistis, pesimis dalam memandang manusia dan hanya merefleksikan
keterpurukan pandangan hidup. Namun, keadaan ini berbeda dengan ilmu pengetahuan
humanistis yang digagas oleh Abraham Harold Maslow. Kemunculan ragam ilmu
pengetahuan ini telah mengusung rehumanisasi ilmu pengetahuan, terutama ilmu
pengetahuan yang menjadikan manusia sebagai obyek materianya. Maslow mengatakan:
sambil membantu mendehumanisasikan planet, batu dan bintang, kita akan semakin
menyadari bahwa tidaklah perlu mendehumanisasikan manusia dan mengingkari tujuantujuan kemanusiaannya.1

Sains yang obyek materianya non-manusia dapat menggunakan pengetahuan mekanistis 1


sebagai pisau bedahnya. Tapi, tidak kepada manusia. Ilmu pengetahuan yang obyek
materianya manusia harus disertai dengan proses rehumanisasi. Lihat: Abraham Harold
Maslow. 2003. Psikologi Sains. Terj oleh: Haniah. Teraju. Jakarta. Hal: 3