Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Oleh : Khairina Ariesta XII IPA 2

Percobaan Pengaruh Faktor Luar terhadap


Kecepatan Pertumbuhan
Tujuan :
a. Mengamati dan mengukur kecepatan pertumbuhan tanaman
kacang hijau.
b. Membandingkan kecepatan pertumbuhan di tempat yang
berbeda intensitas cahayanya.
Alat dan Bahan :
1.
2.
3.
4.
5.

20 biji kacang hijau


2 buah gelas aqua (pot)
Tanah
Mistar & alat tulis
Air

Cara Kerja :
1. Rendam 20 biji kacang hijau yang telah disiapkan selama
beberapa menit. Setelah itu buang airnya, lalu pilih biji
kacang hijau yang besar dan bagus.
2. Gelas aqua yang telah disediakan, pada bagian dasar gelas
diberi lubang yang bertujuan untuk resapan air dari tanah.
Isi 2 gelas aqua dengan tanah yang telah diberi pupuk
setinggi gelas, kemudian masukkan 10 biji kacang hijau
pada tiap masing-masing gelas.
3. Menanam 10 biji kacang hijau dalam masing-masing pot
yang telah diisi dengan tanah. Berilah label pada kedua pot
tersebut, masing-masing pot I dan pot II.
4. Letakkan pot I di tempat terang dan pot II di tempat gelap.
Siramlah setiap hari selama 10 hari.

5. Mengukur panjang batang dari kedua pot tersebut bila biji


telah tumbuh. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah
hingga ujung batang.
6. Amatilah pertumbuhan dan perkembangan tanaman setiap
hari selama 10 hari. Lihatlah perbedaan yang terjadi antara
keduanya.

Hasil Pengamatan :
Hari
ke-

Pot 1 (ruangan terang)

Pot 2 (ruangan gelap)

Mulai tampak ujung


akar dan ujung batang
yang keluar dari
beberapa biji.

Mulai tampak ujung akar


dan ujung batang yang
keluar dari beberapa biji.

Kotiledon terdapat
diatas permukaan
tanah

Tampak akar lembaga


(radikula) yang sudah
memanjang dari
keseluruhan biji, namun
belum terlihat ada
tunas yang muncul.

Kotiledon terdapat diatas


permukaan tanah

Tampak akar lembaga


(radikula) yang sudah
memanjang dari
keseluruhan biji.
Pertumbuhan terlihat
lebih cepat, karena
sudah mulai tampak ruas
batang di atas daun
lembaga sekitar 1-2
cm.

Tampak pucuk lembaga


dan batng lembaga
yang semakin
bertambah tingginya,
namun daunnya masih
sangat muda.
Batang dan daun
berwarna hijau.

Batang berwarna putih


dan daun berwarna
kuning.

Tinggi batang 5 cm.


Biji telah membelah
sempurna. Daun
semakin lebar
berwarna hijau terang
dan tinggi batang telah
mencapai 8-10 cm.

Daun berwarna kuning,


batang berwarna putih
dengan tinggi mencapai
10-15 cm.

Tanaman tumbuh
dengan batang menuju
arah datangnya sinar
matahari.
Tinggi tanaman masih
sama seperti hari ke-4

Tinggi tanaman
mencapai 14 cm.
6

Batang tumbuh sangat


cepat dengan mencapai
ketinggian 7-9 cm

Mulai tampak sebagian


batang tanaman yang
berwarna kemerahan.

Tanaman tumbuh lurus


keatas

Tinggi tanaman
mencapai 30 cm.
Batang mulai
melengkung kebawah

Batang semakin
melengkung kebawah.

10 pohon tumbuh subur


dengan ketinggian
batang mencapai 15
cm.

10 pohon tumbuh subur


dengan ketinggian
batang mencapai 1015 cm.

10 pohon tumbuh subur


dengan ketinggian
batang mencapai 1116 cm.

10

Ketinggian tanaman
mencapai 15-18 cm.

10 pohon tumbuh subur


dan pemanjangan
batang terlihat sangat
cepat dibandingkan
tanaman yang berada di
tempat terang.
10 pohon tumbuh subur
dan pemanjangan
batang terlihat sangat
cepat dibandingkan
tanaman yang berada di
tempat terang.
Ketinggian pohon
mencapai 28-32 cm.
Ketinggian pohon
mencapai 30-33 cm.
Mulai tampak batang
dan daun yang layu,
bahkan patah.

Pembahasan :
Pertumbuhan adalah penambahan ukuran (volume, berat,
panjang, atau diameter) yang bersifat kuanitatif dan irreversible
(tidak dapat balik kembali)
Perkembangan adalah perubahan pada organisme yang
tearjadi selama daur hidupnya menuju suatu keadaan yang lebih
teratur atau kompleks. Perkembangan bisa juga disebut proses
menuju kedewasaan.
Pada tumbuhan kacang hijau, terjadi perkecambahan
Epigeal, dimana kotiledon terletak di atas permukaan tanah

karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke


atas.
Pada percobaan yang telah dilakukan, pot I yang dipengaruhi
oleh cahaya mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan
sempurna. Karena cahaya merupakan sumber energy dalam
fotosintesis. Tanpa cahaya, tumbuhan tidak akan mampu
berfotosintesis dengan baik dan menyebabkan tumbuhan
terganggu pertumbuhannya. Hormon auksin menjadi tidak aktif
ketika ada cahaya. Cahaya menghambat pertumbuhan tumbuhan
karena cahaya dapat menguraikan auksin. Hal ini menyebabkan
tumbuhan yang ditanam terlihat lebih pendek dibandingkan
tumbuhan yang ditanam di tempat gelap. Selain itu, cahaya juga
mempengaruhi arah tumbuh tumbuhan. Peristiwa ini disebut
fototropisme.
Pada tumbuhan yang berada di tempat gelap (pot II) akan
lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat
terang. Karena kekurangan cahaya pada saat perkecambahan
akan menyebabkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah
akan tumbuh lebih cepat tetapi lemah dan berwarna kuning
pucat.
Kesimpulan :
Jadi, disamping cahaya matahari berguna bagi tumbuhan,
dalam proses pertumbuhan cahaya matahari bisa menghambat
pada proses pertumbuhan tersebut. Karena kerja Auksin
tumbuhan dihambat sehingga tumbuhan yang terkena sinar
matahari akan tumbuh lambat, tetapi daunnya berwana hijau
segar karena dengan bantuan cahaya matahari tumbuhan dapat
menghasilkan klorofil ( Zat warna hijau daun ) dan tumbuhan
tersebut cenderung mengikuti arah datang sinar matahari (
fototrofisme ), sedangkan untuk tanaman yang disimpan di
tempat yang tidak terkena cahaya matahari, pertumbuhannya
sangat cepat, tetapi tekstur dari batangnya sangat lemah ( layu )
dan warnanya cenderung pucat.

Pot I (tempat terang)


Pot II (tempat gelap)