Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN MESIN FRAIS
Mesin
freis
adalah
suatu
mesin
yang
digunakan
untuk
mengerjakan/menyelesaikan suatu benda kerja dengan mempergunakan pisau freis
( cutter ) sebagai pahat penyayat yang berputar pada sumbu mesin. Mesin freis
termasuk salah satu mesin yang gerak utamanya berputar, di mana pahat potong
(pisau freis) dipasang pada spindel. Spindel ini dapat berputar serah jarum jam
( clock wise ) atau berlawanan arah jarum jam ( counter clock wise ) disesuaikan
dengan arah mata potong dari pisau freis, sedang putarannya dapat diatur sesuai
dengan kebutuhan dengan menggunakan rumus yang telah disediakan. Umumnya
mesin freis digunakan untuk meratakan permukaan, membuat alur, membuat roda
gigi, membuat benda kerja yang mempunyai segi banyak beraturan, membuat profil
dan bentuk yang tak beraturan dan lain sebagainya. Prinsip kerja mesin freis adalah
alat potong ( cutter ) mempunyai gerak putar, sedangkan benda kerja yang
terpasang pada meja mempunyai gerak mendatar, tegak, atau berputar secara
lambat (sesuai dengan kecepatan pemakanan).
B.

NAMA BAGIAN MESIN FRAIS


Bagian Bagian Utama Mesin Frais ( Milling )
1. Spindle utama
Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat untuk mencekam
alat potong. Di bagi menjadi 3 jenis :
a. Vertical spindle
b. Horizontal spindle
c. Universal spindle
2. Meja / table
Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau benda
kerja. Di bagi menjadi 3 jenis :
a. Fixed table
b. Swivel table
c. Compound table
3. Motor drive
Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian bagian mesin
yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin ( cooling ). Pada
mesin milling sedikitnya terdapat 3 buah motor :
a. Motor spindle utama
b. Motor gerakan pemakanan ( feeding )
c. Motor pendingin ( cooling )
1

4. Tranmisi
Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang
digerakkan. Berdasarkan bagian yang digerakkan dibedakan menjadi 2 macam
yaitu :
a. Transmisi spindle utama
b. Transmisi feeding
Dibagi menjadi 2 bagian :
1. Sederhana
2. Komplek ( CNC )
Berdasarkan sistem tranmisinya dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
a. Transmisi gear box
b. Transmisi v blet
5. Knee
Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian
ini terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ).
6. Column / tiang
Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian bagian mesin
yang lain.
7. Base / dasar
Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan /
tiang. Tempat cairan pendingin.
8. Control
Merupakan pengatur dari bagian bagian mesin yang bergerak. Ada 2 sistem
kontrol yaitu :
a. Mekanik
b. Electric

C. PERLENGKAPAN MESIN FRAIS


Mesin frais mempunyai perlengkapan-perlengkapan yang harus di pasang
jika ingin menggunakannya.perlengkapan-perlengkapan iitu antara lain:
1.

Arbor (poros mesin)


Arbor atau poros frais adalah perlengkapan mesin frais yang digunakan sebagai
tempat dudukan pisau frais dan ditempatkan pada sumbu utama mesin.
Bentuknya bulat panjang dan sepanjang badannya berulir, bagian ujungnya
berbentuk tirusdan berulir. Ada dua jenis Arbor yaitu tipe A dan tipe B, dimana
tipe B lebih panjang dibandingkan dengan tipe A.

2. Ragum
Ragum digunakan untuk menjepit benda kerja, karena ukuran dan bentuk benda
kerja berbeda-beda maka disediakan juga bermacam-macam ragum seperti
digambarkan dihalaman berikut ini, rahang ragum dibuat dari baja perkakas yang
dikeraskan.

3. Kepala lepas
Kepala lepas suatu mesin frais fungsinya adalah sama dengan pada mesin bubut
hanya disini konstruksinya berbeda, dimana kedudukan sumbu senternya dapat
diatur dalam arah memutar veritkal dan dapat dinaik- turunkan sesuai tinggi
sumbu benda kerja yang dibutuhkan. Kepala lepas dipasang diatas meja mesin
dengan kedudukan segaris dengan kepala pembagi.

4. Kepala pembagi
Kepala pembagi sering dipakai dalam mesin frais untuk memegang dan
mengatur letak benda kerja selama proses pengefraisan.

5. Meja putar keliling


Dinamakan juga meja pembagi yang sering dipakai pada mesin frais
tegak(vertical). Meja ini terdiri dari rumah tetap yang didalamnya terdapat pelat
putar, dalam pelat ini terdapat pelat T untuk menambatkan benda kerja atau
perkakas dengan bantuan baut pengikat.

6. Collet
Digunakan
frais jari atau
bertangkai
koled,
yaitu
digunakan
frais silendris
digunakan untuk memegang pisau frais silendris berulir.

untuk memegang pisau


pisau frais alur yang
silendris. Ada dua jenis
koled
bikonikal,
untuk memegang pisau
tanpa ulir dan koled W

7. Pisau frais
a . Pisau Frais Sisi
Digunakan untuk mengefrais permukaan datar benda kerja dengan menggunakan
mesin frias horizontal. Dalam pemakaiannya pisau frais ini terdapat tiga type yaitu
type H untuk baja keras, type N untuk baja sedang (normal) dan type W untuk baja
lunak
b. Pisau Frais Muka
Pisau ini mempunyai dua arah sisi pemotongan yaitu sisi muka dan sisi
samping. Pisau ini digunakan untuk menfrais permukaan mendatar dan tegak benda
kerja dengan menggunakan mesin frais vertikal.
6

c.Pisau Frais Alur Sisi dan Muka


Disebut juga dengan pisau frais celah (slotting cutter). Gunanya untuk
membuat alur atau celah dengan menggunakan mesin frais
d. Pisau Frais Gergaji
Disebut juga dengan pisau belah (slitting cutter). Digunakan untuk membelah
atau memotong benda kerja dan membuat alur.
e. Pisau Frais Pembentuk
Sama juga dengan form milling cutter. Digunakan untuk
permukaan benda kerja.

membentuk

f. Pisau Frais Roda Gigi


Digunakan untuk membuat roda gigi. Pisau ini terdapat dua jenis ukuran,
yaitu sistem modul untuk ukuran mm dan sistem DP (diameter Pitch) untuk ukuran
inchi.
g. Pisau Frais Sudut
Digunakan untuk membuat permukaan bersudut. Pisau ini ada dua macam,
yaitu pisau frais bersudut tunggal dan pisau frais bersudut ganda.
h. Pisau Frais Jari
Disebut juga dengan end mill cutter, digunakan untuk membuat alur,
pembesaran lobang dan pembuatan permukaan bertingkat. Mata pisau terdapat
pada bagian muka dan bagian samping.
i. Pisau Frais Alur T dan Alur Bersudut
Pisau frais alur T mempunyai mata pemotong pada bagian muka, belakang
dan samping. Pisau alur bersudut digunakan untuk membuat alur berbentuk sudut.
Mata potong pisau terdapat pada bagian depan dan sampingnya. Pisau alur
bersudut terdapat dalam dua bentuk, yaitu pisau alur bersudut tumpul dan pisau alur
bersudut lancip.
j. End Mill

Adalah mata bor frais seperti gambar diatas yang memotong bahan di satu
sisi, serta di ujungnya. Mata bor frais umumnya digunakan untuk merujuk kepada
pemotong dasar rata. Mereka biasanya terbuat dari baja kecepatan tinggi (HSS)
atau karbida, dan memiliki satu atau lebih alur/flute. Mereka adalah alat yang paling
umum digunakan di milling vertikal.
k. Slot Drill

Pisau Slot (baris atas di gambar) adalah jenis endmills dengan pemotong
pusat. Umumnya memiliki dua-(kadang-kadang tiga atau empat-) alur pemotong
yang mampu melakukan pengeboran ( pemotongan tembus) langsung turun ke
dalam bahan dan kemudian bergerak lateral untuk memotong slot .
l. Roughing Endmill

Pisau ini cepat memakan sejumlah besar bahan. Jenis ini menggunakan
bentuk potong gigi bergelombang di pinggiran. Gigi-gigi bergelombang membentuk
tepi tajam banyak berturut-turut memproduksi chip kecil, menghasilkan permukaan
akhir yang relatif kasar. Selama pemotongan, gigi beberapa berada dalam kontak
dengan benda kerja mengurangi berisik dan getaran.
m. Ballnose mill

Pemotong hidung bola (mirip dengan bor slot) tetapi ujung pemotong adalah
hemispherical. Mereka ideal untuk mesin bentuk 3-dimensi berkontur di pusat
mesin, misalnya dalam cetakan dan die. Mereka juga digunakan untuk menambah
radius antara permukaan tegak lurus untuk mengurangi konsentrasi
tegangan/gesekan.
n. Slab Mill

Slab mill digunakan baik sendiri atau dalam operasi bersamaan pada mesin
milling horizontall atau universal untuk permukaan mesin yang luas dan besar
dengan cepat. Untuk penggunaan di mesin frais vertikal mereka digantikan oleh
pisau pemotong permukaan karbida.
o. Pisau permukaan dan Samping

Pisau pemotong permukaan dan sisi ini dirancang dengan gigi pada sisinya
serta lingkarannya. Mereka dibuat dalam berbagai diameter dan lebar tergantung
pada aplikasi. Gigi di samping memungkinkan cutter untuk membuat pemotongan
tidak seimbang (memotong pada satu sisi saja) tanpa membelokkan pemotong
seperti yang akan terjadi dengan pemotong gergaji yang tidak ada gigi samping.

p. Pemotong gigi berbentuk spiral/Involute gear cutter

Ada 8 pemotong (tidak termasuk ukuran dengan setengah yang jarang


jarang) yang akan memotong roda gigi dari 12 gigi sampai diameter tak terbatas.
Diatas adalah contohnya yaitu sebuah Gigi pemotong berbentuk spiral - nomor 4:
pemotong 10 diameter pitch
Potongan roda gigi dari 26 hingga 34 gigi
14,5 derajat tekanan sudut

10

q. Hobbing

Pisau pemotong permukaan dan sisi ini dirancang dengan gigi pada sisinya
serta lingkarannya. Mereka dibuat dalam berbagai diameter dan lebar tergantung
pada aplikasi. Gigi di samping memungkinkan cutter untuk membuat pemotongan
tidak seimbang (memotong pada satu sisi saja) tanpa membelokkan pemotong
seperti yang akan terjadi dengan pemotong gergaji yang tidak ada gigi samping.

r. Pisau Frais Permukaan/Face mill

Sebuah face mill terdiri dari beberapa sisi potong yang dirancang untuk
menahan tip karbida. Tips yang tidak dirancang untuk resharpened/diasah kembali
dan dipilih dari berbagai jenis yang dapat ditentukan oleh berbagai kriteria, beberapa
di antaranya mungkin: bentuk ujung, tindakan yang diperlukan, bahan yang
dipotong. Ketika tips yang tumpul, mereka dapat dilepas, diputar (diindeks) dan

11

diganti untuk menyajikanpermukaan pisau


meningkatkan kehidupan pisau.

tajam untuk benda kerja, hal ini

D. JENIS-JENIS MESIN FRAIS


1.Mesin Frais Horizontal

Adalah mesin frais yang poros utamanya


sebagai pemutar dan pemegang alat potong
pada posisi mendatar. Mesin ini termasuk
type
knee, namum bentuknya sama dengan
mesin frais universal. Biasanya digunakan
untuk mengerjakan permukaan datar dan
alur.
Type lain dari mesin ini adalah mesin frais
type
bed. Type bed ini lebih kuat karena meja
mesin ditahan sepenuhnya oleh sadel yang terpasang pada lantai

2.Mesin Frais Vertikal

Adalah mesin frais dengan poros utama sebagai pemutar dengan pemegang
alat potong dengan posisi tegak. Poros utama mesin frais tegak di pesang pada
kepala tegak (vertical head spindle). Posisi kepala ini dapat dimiringkan kearah kiri
atau kanan maksimal 600. Biasanya mesin ini dapat mengerjakan permukaan
bersudut, datar, beralur, melobang dan dapat mengerjakan permukaan melingkar
atau bulat.
12

3.Mesin Frais Universal

Adalah mesin yang pada dasarnya gabungan dari mesin frais horizontal dan
mesin frais vertikal.mesin ini dapat mengerjakan pekerjaan pengefraisan muka,
datar, spiral, roda gigi, pengeboran dan reamer serta pembuatan alur luar dan alur
dalam. Untuk melaksanakan pekerjaannya mesin frais dilengkapi dengan peralatan
yang mudah digeser, diganti dan dipindahkan. Peralatan tambahan etrsebut berupa
meja siku (fixed angular table), meja miring (inclinable universal table), meja putar
(rotery table) dan kepala spindel tegak (vertical head spindel).

13

BAB II
JURNAL PRAKTIKUM
LABORATORIUM : PERMESINAN
MATA KULIAH : FRAIS (MILLING)

NAMA : ALFI LIGANDHI


NIM : 141211005

CATATAN MINGGUAN

Hari / Tanggal
Senin, 8 September

Kegiatan

Waktu ( jam )

- Peminjaman alat dan pengembilan benda kerja

07.20 - 07.40

- Pengenalan mesin frais

07.40 - 08.30

2014
*Meliputi :- Pengenalan mesin
- Demonstrasi pemasangan alat-alat yang
akan dipakai
- Demonstrasi pengaturan kecepatan putaran
mesin

Senin, 15

- Demonstrasi penggunaan handle


- Memulai proses pemakanan bagian 1 (hanya meratakan)
- Pembersihan mesin frais
- Pengembalian alat
- Peminjaman alat

08.30 11.40
11.40 12.00
12.00 12.10
07.10 07.20

- Pembahasan ulang langkah persiapan


- * Praktek :

07.20 08.25
08.25 08.40

September 2014

- Pemasangan alat-alat yang akan dipakai


- Menyetel kecepatan mesin
- Memasang cutter ukuran 20
- Melanjutkan proses milling pada benda bagian 2 dan

08.40 11.40

bidang 3 (hanya meratakan) kemudian mengikir sisi-sisi

Senin, 22

benda yang tajam dengan kikir


- Pembersihan mesin frais
- Pengembalian alat
- Peminjaman alat

11.40 12.10
12.10 12.20
07.10 07.20

* Praktek :

07.25 07.35

September 2014
- Pemasangan alat-alat
14

- Menyetting dial indicator


- Memasang cutter jari 16 dan 10
- Proses melanjutan pengefraisan bidang 4. Setelah selesai

07.35 11.40

lalu melanjutkan ke bagian 5 dan 6, kemudian mengikir sisi

Senin, 29

benda yang terasa tajam.


- Pembersihan mesin frais
- Pengembalian alat
- Peminjaman alat

11.40 12.10
12.10 12.20
07.10 07.20

* Praktek :

07.25 07.35

September 2014
- Pemasangan alat-alat yang akan dipakai
- Menyetting dial indicator
- Memasang cutter jari 10
- Proses pengefraisan sisi ukuran 3mm dan 4mm
- proses pengefraisan dari ukuran 10mm ke 23mm dengan

07.40 09.30
09.40 1140

kedalaman 3 mm sepanjang 13mm. Kemudian mengikir sisi


bagian benda yang tajam dengan kikir
- Pembersihan mesin frais
- Pengembalian alat

11.40 12.10
12.10 12.20

Bandung, 29 September 2014


Pengajar

BAB III
LANGKAH KERJA
A. GAMBAR KERJA

15

B. Alat dan Bahan


Alat

Endmill ukuran 10 dan 16


Dial indicator ukuran

Jangka sorong

Kunci ukuran 19 dan 22


16

Palu plastic

Parallel block 15, 27 dan 31

Kikir

Kuas

Kunci ulir ragum

Baut pengunci ragum

Kunci mur bor

Ragum

Kacamata

Gambar kerja

Bahan
- ST37

C. LANGKAH KERJA
1. Mengefrais Bidang Pertama (hanya meratakan)
-

Pasangkan alat-alat yang akan dipakai.


Pasangkan benda kerja pada ragum.
Atur kecepatan mesin sesuai dengan perhitungan.
Kemudian simpan cutter di ujung benda, kemudian sentuhkan pada benda
kerja.
17

Mulai proses pemakanan dengan menaikkan meja 1mm dan menyalakan


cairan pendingin.
Kemudian lakukan ke bagian yang belum termakan hingga benda rata.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

2. Mengefrais Bidang Kedua (hanya meratakan)


-

Bersihkan ragum dan parallel plat dengan kuas dan lap hingga bersih.
Kemudian pasangkan benda kerja pada ragum.
Simpan cutter di ujung benda kerja, kemudian sentuhkan dengan benda
kerja.
Mulailah proses pemakanan dengan menaikkan meja 1mm dan
menyalakan cairan pendingin.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

3. Mengefrais Bidang Ketiga (ukuran 13mm)


-

Siapkan alat-alat yang akan dipakai


Pasangkan benda kerja pada ragum.
Atur kecepatan mesin sesuai dengan perhitungan.
Mulailah proses pemakanan dengan menaikkan meja 1mm dan
menyalakan cairan pendingin.
Lakukan ke bagian yang belum termakan hingga benda rata dan
mencapai ukuran.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

4. Mengefrais Bidang keempat (ukuran 48mm)


-

Bersihkan ragum dan parallel plat dengan kuas dan lap hingga bersih.
Pasangkan benda kerja pada ragum.
Simpan cutter di ujung benda kerja, kemudian sentuhkan dengan benda
kerja.
Mulailah proses pemakanan dengan menaikkan meja 1mm dan
menyalakan cairan pendingin.
Lakukan hingga mencapai ukuran yang di inginkan dan matikan mesin.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

5. Mengefrais Bidang kelima (hanya meratakan)


-

Siapkan alat-alat yang akan dipakai.


Pasang benda kerja pada ragum.
Atur kecepatan mesin sesuai dengan perhitungan.
Mulailah proses pemakanan dengan menggeser meja ke kanan sebesar
1mm dan nyalakan cairan pendingin.
Lakukan hingga benda rata.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

6. Mengefrais Bidang keenam (ukuran 80mm)

18

Bersihkan ragum dan parallel plat dengan kuas dan lap hingga bersih.
Pasangkan benda pada ragum.
Simpan cutter di ujung benda dan sentuhkan ke benda kerja.
Lalu mulailah proses pemakanan dengan menggeser meja ke kanan
dengan ukuran 1mm dan nyalakan cairan pendingin.
Lakukan hingga ukuran yang di inginkan.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

7. Mengefrais sisi benda (ukuran kedalaman 3mm dan lebar 4mm)


-

Siapkan alat-alat yang akan dipakai.


Pasangkan benda kerja pada ragum.
Atur kecepatan mesin sesuai dengan perhitungan.
Simpan cutter di ujung benda kerja dan sentuhkan pada benda kerja.
Lalu mulailah proses pemakanan dengan menaikkan meja 0,5mm terlebih
dahulu.
Lakukan secara berulang hingga kedalaman 3mm/
Setelah itu, lanjutkan dengan menggeser cutter secara melintang ke
kanan dengan ukuran 0,5mm terlebih dahulu.
Lakukan secara berulang hingga ukuran 4mm.
Setelah selesai jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

8. Mengefrais bagian tengah benda (ukuran kedalaman 3mm dan lebar


13mm)
-

Setelah proses pemakanan ukuran kedalaman 3mm dan lebar 4mm,


geser cutter dengan arah melintang ke kanan dengan ukuran 19mm.
Lalu mulailah proses pemakanan dengan kedalaman 0.5 mm dan
nyalakan cairan pendingin.
Lakukan secara berulang hingga mencapai ukuran 13mm.
Setelah selesai, jauhkan cutter dari benda kerja dan matikan mesin.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mesin milling adalah mesin yang pahatnya berbentuk melingkar dan
dipasang pada seumbu/poros utama dan berputar bersama-sama gerakan
mesin, ia berputar dan memakan benda kerja, sedang benda kerjanya
berjalan sepanjang alas mesin, baik secara gerak mendatar maupun
melintang.
19

Ketika melakukan praktik kerja milling kita dituntut untuk selalu


berkonsentrasi, teliti dan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil dan
ukuran yang diinginkan.
Gunakan juga alat keselamatan kerja karena sedikit apapun bahaya bisa
merugikan kita sebagai pekerja, produk yang kita buat, mesin yang kita pakai
dan lingkungan tempat kita berada.
Terimakasih sudah menyimak laporan ini, semoga bermanfaat untuk
pedoman pembuatan laporan di mesin milling pada masa-masa selanjutnya.

Daftar pustaka
- Daryanto.2007.Dasar-Dasar Teknik Mesin.Jakarta:Rinerka Cipta

20