Anda di halaman 1dari 7

PARTISIPASI PETANI DALAM PEMBANGUNAN IRIGASI ANAI DUA

DI NAGARI SINTUK KECAMATAN SINTUK TOBOH GADANG


KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Oleh :
Novri Yani Asmi*Dasrizal**Widya Prarikeslan**
*Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat
** Staf pengajar Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This study aims to determine the participation of farmers in irrigation


development Anai Dua in Nagari Sintuk Toboh Gadang District Padang
Pariaman. This research is descriptive. The population in this study were all
farmers living in Sintuk Toboh Gadang, amounting to 1.536 people. Sample were
taken in 2 ways, the sample area is Jorong Balai Usang, Tanjung Pisang dan
Batang Tapakis located near irrigation development, while the sample were taken
with a proportional random sampling technique with a proportion of 10% so that
the total sample of 66 people. The research found that: 1) Participation from the
attention of farmers on irrigation Anai Dua average score was 3.39 with 67.68%
respondents' level of achievement on the criteria that are good, 2) participation of
responsibility farmer seen its average score is 3.86 with 77.27% of respondents
level of achievement that is in pretty good criteria and 3) Participation views of
farmers on irrigation development action Anai Dua average score was 2.85 with
57.05% of respondents achievement levels that are at criteria are less well
Key Words: participation, irrigation

ABSTRAK
Novri Yani Asmi (2013). Partisipasi Petani dalam Pembangunan Irigasi
Anai Dua di Nagari Sintuk Kecamatan Sintuk Toboh Gadang Kabupaten
Padang Pariaman. Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI
Sumatera Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi petani dalam pembangunan
Irigasi Anai Dua di Nagari Sintuk Kecamatan Sintuk Toboh Gadang Kabupaten
Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh petani yang tinggal di nagari sintuk kecamatan Sintuk Toboh
Gadang yang berjumlah 1.536 KK. Sampel penelitian diambil dengan 2 cara,
sampel wilayah adalah Jorong Balai Usang, Tanjung Pisang, Batang Tapakis
yang berada di dekat pembangunan irigasi, sedangkan sampel penelitian diambil
dengan teknik proporsional random sampling dengan proporsi 10% sehingga
sampel berjumlah 66 KK. Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Partisipasi dilihat
dari perhatian petani terhadap irigasi Anai Dua skor rata-ratanya adalah 3,39
dengan tingkat capaian responden 67,68% yang berada pada kriteria cukup baik,
2) Partisipasi dilihat dari tanggungjawab petani skor rata-ratanya adalah 3,86
dengan tingkat capaian responden 77,27% yang berada pada kriteria cukup baik
dan 3) Partisipasi dilihat dari tindakan petani terhadap pembangunan irigasi Anai
Dua skor rata-ratanya adalah 2,85 dengan tingkat capaian responden 57,05% yang
berada pada kriteria kurang baik.

Kata Kunci: Partisipasi dan Irigasi

PENDAHULUAN
Pembangunan nasional sebagai
pembangunan
pancasila
dilaksanakan secara bertahap dari
repelita, dimana repelita merupakan
kelanjutan dari repelita sebelumnya
dan sampai sekarang rencana
pembangunan
jangka
panjang
nasional
dengan
tujuan
meningkatkan taraf
hidup dan
kesejahteraan seluruh rakyat.
Pembangunan jangka panjang
tersebut sesuai dengan asas dan
tujuan pembangunan nasional setiap
tahun adalah meningkatkan taraf
hidup dan kesejahteraan seluruh
rakyat serta meletakan dasar yang
kuat untuk pembangunan tahap
berikutnya (UU RI No.25 tahun
2004.
BAB
II).
Kebijakan
pembangunan dan irigasi dilakukan
dengan tujuan untuk menunjang
kegiatan pertanian sehingga dapat
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat khususnya dibidang
pertumbuhan
perekonomian
masyarakat.
Berdasarkan
hal
diatas
mengingat bentuk negara indonesia
berbentuk
negara
kepulauan,
pembangunan masyarakat indonesia
perlu
memperhatikan
kondisi
wilayah sesuai dengan konsep
wawasan nusantara. Untuk itu perlu
diperhatikan penguasaan faktor dan
aspek geografi, potensi sumber daya
alam dan manusia dalam memenuhi
tujuan pembangunan mewujudkan
masyarakat adil dan makmur yang
merata dan spiritual.
Kondisi
sosial
ekonomi
masyarakat indonesia masih belum
seragam
ada
yang
sedang
berkembang,
tertinggal,
hingga
sudah maju. Hal ini disebabkan
karena ketidak seragaman letak
geografis, sosial, budaya, dan potensi

alam. Keadaan demikian tentu saja


tidak menguntungkan bagi negara,
baik dilihat dari segi sosial politik
maupun ketahanan nasional dan
tertinggal
suatu
daerah
lain
menyebabkan terjadinya kesenjangan
yang akhirnya merusak persatuan
dan kesatuan bangsa.
Pembangunan
merupakan
suatu upaya yang dilakukan dalam
rangka menunjang kesejahteraan
masyarakat baik dalam bidang
ekonomi maupun sosial yang
bertujuan
untuk
mengurangi
kemiskinan
tanpa
merusak
lingkungan atau kehidupan sosial.
Dan merupakan sebuah tranformasi
atau perubahan ekonomi, sosial dan
budaya yang di gerakkan atas tujuan
atau strategi yang di inginkan yang
berguna untuk peningkatan kualitas
manusia dalam memperbaiki kualitas
hidupnya.
Pembangunan irigasi ini dapat
membantu
masyarakat
dalam
meningkatkan
kesejahteraan
pertanian
khususnya
dibidang
tanaman pangan hal ini akan
mempunyai dampak yang positif
bagi pembangunan suatu daerah
yang berpengaruh pada kegiatan
perekonomian masyarakat.
Irigasi sebagai alat penunjang
perekonomian
yang
berbentuk
jaringan yang memiliki fungsi sosial
ekonomi
yang
memerlukan
pemeliharaan dengan pemerintah,
badan hukum dan masyarakat
dengan pembiayaan yang cukup
tinggi. Irigasi di Nagari Sintuk
Kecamatan Sintuk Toboh Gadang di
harapkan dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sintoga dan masyarakat
sekitar irigasi.
Pembangunan irigasi Anai dua
di Nagari Sintuk Kecamatan Sintuk
Toboh Gadang merupakan salah satu
usaha pemerintah dalam rangka

mengurangi kesenjangan masyarakat


di indonesia dibidang kesejahteraan
ekonomi, sosial, politik yang
diharapkan
dapat
memberikan
pengaruh positif terhadap masyarakat
indonesia pada umumnya dan
disekitar irigasi di Nagari Sintuk
Kecamatan Sintoga khususnya.
Berdasarkan observasi awal
pada lokasi proyek yang terletak di
Nagari Sintuk Kecamatan Sintuk
Toboh Gadang. Daerah tersebut
sangat sulit mendapatkan air untuk
pertanian. Untuk mengolah pertanian
masyarakat petani hanya menunggu
air hujan. Perekonomian di Nagari
Sintuk sebagian besar didukung oleh
sektor pertanian, peternakan dan
perikanan.
Dilihat dari segi positif dapat
di duga lahan irigasi dapat di
manfaatkan oleh masyarakat untuk
lahan pertanian serta keperluan
lainnya, dan dapat mempermudah
masyarakat dalam mengolah lahan
pertanian. Apabila irigasi ini nanti
sudah dapat dialiri maka masyarakat
tidak lagi menunggu air hujan untuk
lahan
pertanian
dan
akan
memanfaatkan saluran irigasi sebaik
mungkin. Dilihat dari segi negatif
lahan irigasi akan berdampak apabila
masyarakat tidak memanfaatkan
lahan irigasi sebaik mungkin, apalagi
kalau masyarakat tidak menjaga
saluran irigasi ini nanti. Dalam
pembangunan irigasi ini banyak
lahan masyarakat yang terpakai, baik
itu berupa lahan kering dan lahan
basah seperti perkebunan kelapa, ubi
dan sawah. Namun lahan tersebut
sudah diganti rugi oleh pemerintah
tetapi ada sebagian lahan yang belum
keluar dananya.

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif yaitu penelitian
yang
mengambarkan
dan
menginterpretasi
apa
adanya.
(Arikunto,
2006)
mengatakan
penelitian
deskriptif
adalah
penelitian dengan menjelaskan atau
menggambarkan variabel.
Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh petani yang tinggal di
nagari sintuk kecamatan sintuk toboh
gadang. Dalam hal ini menurut data
yang ditemukan bahwa jumlah KK
petani yang tersebar di nagari sintuk
kecamatan sintuk toboh gadang
adalah 1.536 KK petani .
Sampel
wilayah
dalam
penelitian ini adalah yaitu Jorong
Balai Usang, Tanjung Pisang, Batang
Tapakis. Dimana ketiga jorong
tersebut
yang
dialiri
oleh
pembangunan irigasi
Sampel penelitian diambil secara
proporsional
random
sampling
sebesar 10% sehingga sampel
berjumlah 66 KK petani.
Teknik analisa data pada
penelitian ini menggunakan analisis
persentase yaitu:
P=

( )
( )

(Sudjana, 2010)
deskripsi
data
dilakukan
dengan rumus yang dikemukakan
oleh Sudjana (2001: 53) sebagai
berikut:

=
100%

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Penelitian
Perhatian petani terhadap irigasi
Anai Dua skor rata-ratanya adalah

3,39
dengan
tingkat
capaian
responden 67,68% yang berada pada
kriteria cukup baik. Hal ini
memperlihatkan bahwa partisipasi
dilihat dari perhatian termasuk
kategori cukup baik
Tanggung jawab petani skor
rata-ratanya adalah 3,86 dengan
tingkat capaian responden 77,27%
yang berada pada kriteria cukup
baik. Hal ini memperlihatkan bahwa
tanggungjawab petani termasuk
kategori cukup baik
Tindakan
petani
terhadap
pembangunan irigasi Anai Dua skor
rata-ratanya adalah 2,85 dengan
tingkat capaian responden 57,05%
yang berada pada kriteria kurang
baik. Hal ini memperlihatkan bahwa
tindakan
petani
terhadap
pembangunan irigasi Anai Dua
termasuk kategori kurang baik
2. Pembahasan
Pertama, partisipasi dilihat dari
perhatian petani terhadap irigasi
Anai Dua skor rata-ratanya adalah
adalah 3,39 dengan tingkat capaian
responden 67,68% yang berada pada
kriteria cukup baik.
Faktor
yang
mempengaruhi
perhatian adalah faktor eksternal dan
faktor internal. Perhatian yang
berasal dari faktor eksternal antara
lain: gerakan, intensitas stimuli dan
kebaruan. Sedangkan faktor internal
yang mempengaruhi perhatian antara
lain: faktor biologis dan faktor
siopsikologis. Perhatian
juga
dipengaruhi oleh faktor fungsional.
Faktor fungsional berasal dari
kebutuhan, pengalaman masa lalu
dan hal-hal lain yang termasuk apa
yang kita sebut faktor-faktor
personal. Partisipasi ditentukan oleh
karakteristik orang yang memberikan

respons pada stimuli. Objek-objek


yang mendapat tekanan dalam
partisipasi biasanya objek yang
memenuhi
tujuan
individu
(Rakhmat, 2007: 56).
Kedua: partisipasi dilihat dari
tanggungjawab petani skor rataratanya adalah 3,86 dengan tingkat
capaian responden 77,27% yang
berada pada kriteria cukup baik
Tanggung jawab bersifat kodrati,
artinya sudah menjadi bagian
kehidupan manusia, bahwa setiap
manusia pasti dibebani dengan
tanggung jawab. Apabila ia tidak
mau bertanggung jawab, maka ada
pihak lain yang memaksa tanggung
jawab
itu.
Dengan demikian
tanggung jawabitu dapat dilihat dari
dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat
dan dari sisi yang kepentingan pihak
lain. Dari sisi si pembuat ia harus
menyadari akibat perbuatannya itu
dengan demikian ia sendiri pula yang
harus memulihkan ke dalam keadaan
baik. Dari sisi pihak lain apabila si
pembuat tidak mau bertanggung
jawab, pihak lain yang akan
memulihkan baik dengan cara
individual maupun dengan cara
kemasyarakat.
Ketiga: partisipasi dilihat dari
tindakan
petani
terhadap
pembangunan irigasi Anai Dua skor
rata-ratanya adalah 2,85 dengan
tingkat capaian responden 57,05%
yang berada pada kriteria kurang
baik
Max Weber, tindakan sosial dapat
digolongkan
menjadi
empat
kelompok (tipe), yaitu tindakan
rasional
instrumental,
tindakan
rasional berorientasi nilai, tindakan
tradisional, dan tindakan afeksi

KESIMPULAN DAN SARAN


1. Partisipasi dilihat dari perhatian
petani terhadap irigasi Anai Dua
skor rata-ratanya adalah 3,39
dengan tingkat capaian responden
67,68% yang berada pada kriteria
cukup baik
2. Partisipasi
dilihat
dari
tanggungjawab petani skor rataratanya adalah 3,86 dengan
tingkat capaian responden 77,27%
yang berada pada kriteria cukup
baik
3. Partisipasi dilihat dari tindakan
petani terhadap pembangunan
irigasi Anai Dua skor rata-ratanya
adalah 2,85 dengan tingkat
capaian responden 57,05% yang
berada pada kriteria kurang baik
Sedangkan saran
penulis kemukakan:

yang

dapat

1. Bagi Pemerintah setempat untuk


secepatnya
menyelesaikan
pembangunan irigasi agar dapat
dimanfaatkan oleh petani dan
masyarakat sekitarnya.
2. Bagi petani dan masyarakat
sekitar harus menjaga, mengawasi
dan memanfaatkan saluran irigasi
anai sebaik mungkin apabila
saluran irigasi ini sudah dipakai.
3. Bagi peneliti yang akan menindak
lanjuti penelitian ini, dan bisa
dijadikan sebagai bahan rujukan
yang bermanfaat dan menambah
wawasan.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Dwiningrum, Siti Irene Astuti. 2011.


Desentralisasi dan Partisipasi
Masyarakat dalam Pendidikan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Eliza, Weni. 2008. Partisipasi
Masyarakat
Terhadap
Kesehatan
Lingkungan
Pemukiman di Kenagarian
Padang Magek Kecamatan
Rambatan Kabupaten Tanah
Datar (Skripsi). Padang. FPIPS
IKIP
Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi
Komunikasi. Bandung: Remaja
Rosda Karya
Slameto. 2010. Belajar dan Faktorfaktor yang Mempengaruhinya,
Edisi Revisi. Jakarta : Rineka
Cipta
Sudjana, Nana. 2006. Penelitian dan
Nilai Pendidikan. Bandung.
Sinar Baru Algensindo
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R &
D. Bandung: Alfabeta
Sumadi Suryabrata. 1989. Psikologi
Pendidikan,
Jakarta:
CV.
Rajawali
Sukarni, Mariyati. 1994. Kesehatan
Keluarga dan Lingkungan.
Yogyakarta: Kanisius
Thoha, Miftah. 2007. Perilaku
Organisasi, Konsep Dasar dan
Aplikasinya.
Jakarta:
Raja
Grafindo
Purwanto, Ngalim. 1990. PrinsipPrinsip dan Teknik Evaluasi
Pengajaran.
Bandung: PT.
Remaja Rosda Karya

Sardiman, 1994. Interaksi Dan


Motifasi Belajar Mengajar.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2007.
Penelitian
dan
Penilaian
Pendidikan. Bandung: Sinar
Baru Algesindo
http://safirafitriani.blogspot.com/Manusia
dan tanggungjawab, diakses
tanggal 15 Februari 2013
http://psychologyaddict.wordpress.co
m/.