Anda di halaman 1dari 1

Membuat Nutrisi Hidroponik Secara Organik

Punya hobi bercocok tanam, tapi ga punya cukup lahan ? tanam di pot, tapi tidak stabil
pertumbuhannya ?, kalau anda punya masalah seperti ini, pilihlah sistem hidroponik
selain ringkas (bisa ditanam vertikal) juga menjamin kestabilan tumbuh tanaman
sepanjang aliran nutrisi masih berjalan.
Dan kalau punya lahan cukup untuk skala besar, bisa jadi lahan bisnis yang menjanjikan,
Tapi kalau sekedar menyalurkan hasrat hobi seperti saya, setidaknya kalau sudah dapat
menghemat pengeluaran belanja sayuran atau lauk pauk saat panen tiba, rasanya itu
sudah cukup menghibur Kendala pertama dan utama yang sering muncul pada sistem
hidroponik ini adalah ketersediaan larutan hidroponik yang agak rumit dalam komposisi
kimianya, alih-alih tanaman jadi subur malah mati keracunan karena takaran nutrisi tidak
pas (ga segitunya kalee....). Nah, untuk mengganti larutan nutrisi kimiawi tersebut kita
bisa menggantinya dengan nutrisi cair dari pupuk organik, atau pupuk kandang yang
terlarut. Tapi pada kesempatan ini saya akan mencoba sistem aquaponik, yang
memanfaatkan kotoran ikan dan sisa pakan ikan yang sudah terlarut di air kolam sebagai
bahan nutrisi tanaman hidroponiknya. Cara ini cukup sederhana, kita hanya perlu
menyediakan bak penampungan ikan (bisa kolam, drum plastik bekas, atau terpal) bak
untuk tanaman, media tanam (sabut, sekam bakar, mos, arang kelapa atau pecahan
batubata) serta sistem irigasi sendiri (pompa air kecil, paralon, dan filter). Penjelasan
ilmiahnya adalah, karena limbah dari budidaya ikan mengadung unsur N,P, dan juga
amoniak (dari keringat ikan juga kali ya...?) yang selama ini dibutuhkan oleh tanaman
untuk tumbuh. Dengan demikian aquaponik memadukan sistem budidaya antara sub
sistem hidroponik dengan sub sistem akuakultur ke dalam satu sistem produksi pangan
terpadu (tanaman dan ikan). Sistem akuaponik juga merupakan sebuah model produksi
pangan yang memperhatikan sisi ekologi sehingga teknologi ini lebih alami alias ramah
lingkungan, dan menghasilkan produk organik yang bebas dari kontaminasi bahan kimia.
Nah, tanaman yang saya tanam di sistem inipun saya biarkan berjuang sendiri melawan
hama pengganggu tanpa saya bantu dengan insektisida dll.

Skema aquaponik ini bisa dirangkai seperti gambar disamping (sumber tulisan
Aquaponic system ditulis ulang oleh Bp. Sumoharjo)atau bisa juga dibuat sendiri dengan
bahan-bahan yang tersedia. Saya sendiri membuatnya dengan memanfaatkan kolam
ikan koi kemudian sistem filternya saya modifikasi dari filter kolam ke filter biologi yaitu
ke tanaman kangkung....sambil berharap suatu saat nanti saya jadi pe bisnis kangkung
organik terbesar....aaamiiiin.