Anda di halaman 1dari 26

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

RANCANG BANGUN MESIN (MOSCUVE) OPAK SINGKONG CUTTING


VERTIKAL DENGAN BENTUK VARIATIF

BIDANG KEGIATAN:
PKM KARSA CIPTA (PKM-KC)

Diusulkan oleh:
Sutini
Muhammad Sholeh
Manila
Wijayanti
Nurdiansyah

1212010020
1212010075
1212010070
1212010089
4213010026

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


DEPOK
2014

Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2013

PENGESAHAN PKM-KARSA CIPTA


1. Judul Kegiatan

2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: Rancang Bangun Mesin Opak


Singkong Cutting Vertikal dengan
Bentuk Variatif
: PKM-KC

: Sutini
: 1212010020
: Teknik Mesin
: Politeknik Negeri Jakarta
: Jln. A.M.Thohir No.52, Pondok Cina,
Beji, Depok
f. Alamat email
: sutini.tini92@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
: Seto Tjahyono
b. NIDN
: 0030105906
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP
: Jl. Margonda Raya RT 05/11 No. 15
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
: Rp 8.285.000,b. Sumber lain
:7. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 4 bulan
Depok, 19 September 2014
Menyetujui
Ketua Jurusan

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Tatun Hayatun Nufus, M.Si)


NIP 19660416 199512 2 001

(Sutini)
NIM. 1212010020

Pudir III Bidang Kemahasiswaan

Dosen Pembimbing

(Agus Supriyadi, S.E., M.M)


NIP. 19610818199003116

(Seto Tjahyono, M.T)


NIP 195810301988031001

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..........................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................
DAFTAR ISI ......................................................................................................
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................
RINGKASAN ....................................................................................................
A. BAB I ( PENDAHULUAN ) ......................................................................
B. BAB II ( TINJAUAN PUSTAKA ) ............................................................
C. BAB III ( METODE PELAKSANAAN ) ..................................................
D. BAB IV ( BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ) ....................................
4.1 ANGGARAN BIAYA .........................................................................
4.2 JADWAL KEGIATAN .......................................................................
E. DAFTAR PUSTAKA .................................................................................
F. LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK
SERTA DOSEN PEMBIMBING ...............................................................
LAMPIRAN 2. JUSTIFIKASI ANGGARAN KEGIATAN ......................
LAMPIRAN 3. SUSUNAN ORGANISASI TIM PENELITI DAN
PEMBAGIAN TUGAS ..............................................................................
LAMPIRAN 4. SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI ................
LAMPIRAN 5 GAMBARAN TEKNOLOGI YANG HENDAK
DITERAPKEMBANGKAN .......................................................................
FLOW CHART MEKANISME MESIN .....................................................

i
ii
iii
iv
v
1
4
6
8
8
8
9

10
16
18
19
20
21

iii

RINGKASAN
Indonesia merupakan salah satu produsen produk halal di kancah
internasional. Salah satu produk yang diminati konsumen adalah kerupuk
(Replubika, 2014). Kerupuk merupakan makanan kudapan yang bersifat kering
dan ringan yang terbuat dari bahan yang mengandung pati yang cukup tinggi.
Kerupuk merupakan makanan kudapan yang popular, mudah cara membuatnya
beragam warna dan rasa, disukai oleh segala lapisan usia (Wahyuni, 2007).
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka yang
dicampur dengan bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan
mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar
matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak (Soemarmo, 2009).
Tim kami ingin membuat sebuah kerupuk/ opak yang berasal dari
singkong. Singkong merupakan salah satu produk hasil pertanian yang dapat
dikatakan berlimpah di Indonesia. Chuzel, Zakhia and Cereda (1994)
menyatakan bahwa beberapa produk antara (intermediate) singkong (chips,
tepung, dan pati) merupakan sumber nutrisi untuk manusia dan ternak, serta bahan
baku berbagai macam industri makanan seperti roti dan kerupuk. Namun
pengolahan opak dinilai masih belum optimal. Selama ini pengolahan singkong
menjadi opak masih menggunakan model punching machine, model mesin seperti
ini kurang efektif dalam pencetakkan. Hal ini dikarenakan masih banyak adonan
opak yang tertinggal dan harus mendapatkan proses pemipihan dan punching
kembali.
Dalam rangka meningkatkan nilai jual singkong dengan jalan pembuatan
opak. Tim kami akan membuat sebuah mesin cetak opak dengan model cutting
vertikal. Dengan model ini hasil cetakkan tidak memerlukan lagi proses
pengulangan karena tidak adanya sisa-sisa adonan. Hal ini dapat mempersingkat
waktu produksi sehingga hasil opak yang diproduksi tiap harinya akan meningkat.
Cetakkan opak juga dapat diganti dengan mudah sehingga hasil cetakkan akan
menghasilkan bentuk yang beraneka ragam. Bentuk-bentuk yang menarik ini
diharapkan akan meningkatkan keciri khasan suatu produk. Dengan adanya mesin
cetakkan opak seperti ini, diharapkan industri pengolahan opak akan mengalami
peningkatan produksi. Dan dibarengi dengan dukungan pemerintah, diharapkan
opak singkong dapat menjadi salah satu makanan yang dikenal di kancah
internasional agar dapat meningkatkan taraf ekonomi Indonesia khususnya
daerah-daerah penghasil singkong.

iv

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka
dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus
adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari dan
digoreng dengan minyak goreng yang banyak (Soemarmo, 2009). Di Indonesia
kerupuk biasanya menggunakan bahan utama yang memiliki kandungan tepung.
Kerupuk adalah komoditas pangan yang cukup diminati baik di dalam negeri
maupun di luar negeri. Kerupuk menjadi salah satu bahan pangan yang diminati
ketika pameran ke-11 Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2014
(Republika, 2014).
Untuk meningkatkan nilai jual singkong, kami ingin membuat kerupuk
berbahan dasar singkong. Singkong merupakan salah satu bahan yang
mengandung kadar tepung cukup tinggi. Produksi singkong dunia diperkirakan
mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di
Afrika 99,1 juta ton dan 733,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.
Singkong merupakan tanaman yang dapat hidup di dataran rendah sampai dataran
tinggi yang kurang dari 1 (1300m dpl), pada udara yang hangat dan suhu rata-rata
20C dan curah hujan 500-5000mm (Hasbullah, 2000). Karena Indonesia
merupakan daerah tropis maka, Indonesia merupakan penghasil produk singkong
yang cukup besar. Singkong merupakan produk hasil pertanian terbesar kedua
setelah padi (Ir Sutrisno, 2009). Singkong berperan cukup besar dalam
mencukupi bahan pangan nasional dan dibutuhkan sebagai bahan baku berbagai
industri makanan (Rahmat, 1999).
Namun pemanfaatan singkong di Indonesia dapat dikatakan kurang
optimal. Kandungan singkong terbesar adalah sumber karbohidrat, sehingga
singkong terkadang digunakan untuk pengganti kentang atau gandum.
Kadar gizi yang terdapat pada singkong per 100 gram yaitu kalori 121
kal, air 65.50 gr, fosfor 40.00 gr , karbohidrat 34.00 gr, kalsium 33.00 gr, vitamin
C 30 mg, protein 1.20 gr, besi 0.70 mg, lemak 0.30 gr, vitamin B1 0.01 mg
(wikepedia, 2014).
Pengolahan singkong menghasilkan produk yang beraneka ragam, salah
satunya adalah kerupuk singkong. Kerupuk singkong lebih sering disebut dengan
opak singkong. Pemanfaatan singkong menjadi opak merupakan salah satu jalan
meningkatkan nilai jual produk singkong. Namun, sejauh ini produk singkong
yang diolah menjadi opak masih dicetak secara manual atau menggunakan punch
machine. Punch machine merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk
membentuk sebuah adonan opak menjadi bulat. Penggunaan punch machine ini
dinilai masih memiliki kekurangan, diantaranya:

1. Adanya proses pengulangan pada adonan yang tidak terkena punch


machine sehingga produksi kurang optimal.
2. Menghasilkan bentuk kerupuk yang tidak variatif.
3. Masih banyaknya campur tangan manusia, sehingga produk dinilai kurang
bersih.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat yang dapat mengurangi
kekurangan-kekurangan dari mesin tersebut. Maka kami membuat sebuah
MOSCUVE (Mesin Opak Singkong Cutting Vertikal) dengan bentuk variatif.
MOSCUVE adalah suatu mesin yang didesain untuk proses produksi
pembentukan/ pencetakan opak. Mesin ini tidak lagi menggunakan punch untuk
pembentukan, tapi menggunakan benang potong untuk pemotongan adonan,
sehingga tidak lagi membutuhkan proses pengulangan cetak dan dapat
mempersingkat waktu. Selain itu, mesin ini juga menggunakan nozzle cetak yang
dapat dibongkar pasang sehingga bentuk dapat ditentukan oleh produsen. Nozle
cetak yang dibuat akan memiliki bentuk yang bervariatif sesuai permintaan pasar,
hal ini dapat meningkatkan minat beli konsumen dan menjadi sebuah ciri khas
suatu produk.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana meningkatkan nilai jual produk singkong?
2. Bagaimana menciptakan mesin pencetak opak singkong yang lebih
efisien?
3. Bagaimana menciptakan mesin pencetak opak singkong dengan berbagai
bentuk yang menarik?
4. Bagaimana bentuk-bentuk pencetak opak singkong dapat diganti dengan
mudah?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah sebagai berikut.
1. Meningkatkan nilai jual produk singkong.
2. Menciptakan mesin pencetak opak singkong yang lebih efisien waktu.
3. Menciptakan mesin pencetak opak singkong dengan berbagai bentuk yang
menarik.
4. Menciptakan bentuk-bentuk pencetak opak singkong yang dapat diganti
dengan mudah.
1.4 Nilai dan Manfaat Jangka Panjang
Nilai dan manfaat jangka panjang yang diharapkan antara lain:
1. Membantu terpenuhinya permintaan-permintaan konsumen opak singkong
dengan cepat dan efisien.
2. Meningkatkan komoditas pangan Indonesia di luar negeri.

3. Menciptakan kreativitas-kreativitas tentang pengolahan singkong.


1.5 Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan adalah dapat menciptakan sebuah alat yang dapat
mencetak opak singkong dengan lebih efisien tanpa proses pengulangan,
mempunyai bentuk yang bervariatif dengan perawatan dan penggunaan yang
mudah dilakukan dibandingkan dengan alat pencetak opak singkong dengan
metode punching machine.
1.6 Kegunaan Program
Program ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru khususnya di
bidang teknologi pengolahan singkong yaitu menggunakan MOSCUVE dengan
berbagai bentuk. Penggunaan alat ini diharapkan dapat meningkatkan
produktivitas industri pembuatan opak singkong.
Adapun manfaat penulisan program ini, antara lain:
1. Bagi mahasiswa dapat menumbuhkan kretivitas untuk terus berinovasi
dalam pengolahan singkong.
2. Bagi pengolah singkong dapat meningkatkan efisiensi waktu serta
meningkatkan minat beli konsumen.
3. Bagi pemerintah dapat menjadikan kerupuk singkong variatif menjadi
makanan khas suatu daerah, dan dapat melakukan peng-eksporan pangan
demi meningkatkan produk halal yang sangat dicari.
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna menumbuhkan ekonomi
suatu daerah penghasil kerupuk singkong variatif.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Singkong
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi pertanian yang tinggi
karena tanah Indonesia yang subur. Ada yang menggambarkan negeri ini dengan
peribahasa Gemah Ripah Loh Jinawi, yang artinya memiliki kekayaan yang
berlimpah, bahkan syair sebuah lagu "Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman"
mewaikili tanah Indonesia yang sangat subur. Kesuburan itulah yang
menyebabkan Indonesia mempunyai keanekaragaman dalam hasil pertanian.
Singkong menjadi salah satu hasil tanaman yang ada di Indonesia yang
terbesar ke dua setelah padi. Tercatat bahwa saat ini produksi singkong di
Indonesia telah mencapai kurang lebih 20 juta ton per tahun (BPS, 2008).
Singkong merupakan hasil pertanian yang jumlahnya berlimpah dan perlu
alternatif lain dalam pemanfaatannya untuk menunjang program ketahanan
pangan sesuai dengan PP Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan yang

mengatur ketersediaan pangan, cadangan pangan, penganekaragaman pangan,


pencegahan, dan penanggulangan masalah pangan. Namun singkong merupakan
komoditi yang mudah rusak yang praktis tidak dapat disimpan dalam masa waktu
yang lama. Oleh karena itu, singkong harus segera dimanfaatkan atau diolah
menjadi komoditi yang bisa disimpan dalam masa waktu yang lama, sehinga
dapat dimanfaatan dalam waktu yang lama.
Pengolahan makanan dengan bahan dasar singkong sudah banyak
dilakukan dari sejak lama. Hampir setiap daerah di Indoenesia mempunyai olahan
makanan yang berbeda-beda seperti berbagai macam jenis kripik atau olahan
makanan yang berbahan dasar tepung singkong (gaplek). Salah satu olahan dari
gaplek adalah opak. Opak adalah salah satu jenis kerupuk yang khas Indonesia
yang sangat digemari oleh seluruh masyarakat tingkat ekonomi rendah hingga
tingkat tinggi.
2.2 Adonan Opak
Adoan opak yang dibuat berbahan utama tepung singkong. Tepung
singkong terbuat dari potongan ubi kayu yang telah kering kemudian dihaluskan.
Selama ini tepung singkong masih terbatas penggunaannya, karena secara umum
dibatasi oleh sifat fisik dan kimia-nya. Pati pre gelatinisasi adalah pati yang
mengalami proses gelatinisasi dan selanjutnya dikeringkan. Pati ini akan
mengalami perubahan sifat fisik dan sifat pati alami. Padmaja et.al. (1996)
modifikasi tepung secara pre gelatinisasi dengan perebusan (parboiling) dapat
memperbaiki karakteristik dari pasta tepung. Hasil dari tepung singkong yang
telah direbus ini akan menjadi bahan adonan opak yang akan kami buat.
2.3 Peluang Pasar dan Analisis Ekonomi
Opak adalah salah satu jenis kerupuk yang khas Indonesia yang sangat
digemari oleh seluruh masyarakat tingkat ekonomi rendah hingga tingkat tinggi.
Segmen pasar yang sangat luas dan sumber bahan dasar yang melimpah menjadi
potensi bisnis yang tinggi yang bisa dimanfaatkan setiap orang di daerah-daerah
yang ada di Indonesia. Namun potensi bisnis yang tinggi ini belum dibarengi
dengan produktifitas yang tinggi sehingga kepercayaan akan peluang yang besar
ini dikalangan masyarakat menjadi berkurang.
Perlunya terobosan yang handal yang mampu mengakomodir peluang
pasar yang tinggi ini terhadap pasokan bahan dasar yang melimpah yang ada di
Indonesia yang bisa menambah kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satu
upaya yang akan dilakukan adalah membuat mesin kerupuk cutting vertikal
dengan berbagai bentuk agar dapat meningkatkan produktifitas pembuatan opak.

Analisi SWOT pada produk opak singkong.


Strength (kekuatan)

Bahan utama opak singkong mudah ditanam di Indonesia sehingga bahan


mudah didapatkan.
Nilai jual singkong meningkat karena diolah menjadi opak singkong.
Produk opak singkong akan menggunakan mesin cutting vertikal sehingga
proses produksi dapat lebih cepat dan efektif.
Penggunaan bentuk cetakan yang variatif akan meningkatkan minat
konsumen.
Mesin yang digunakan dalam proses produksi tidak terlalu membutuhkan
campur tangan manusia sehingga hasil produk lebih higenis.

Weakness (kelemahan)

Opak singkong dipandang sebelah mata oleh sebagian kecil masyarakat


Indonesia.
Tekstur adonan opak singkong kurang bagus jika tanpa proses gelatinasi.

Opportunities (peluang)

Di daerah tertentu, pemerintah daerah mencanangkan mengenai one


product one village sehingga opak singkong dapat menjadi produk khas
suatu daerah.
Harga opak singkong terjangkau oleh segmen pasar kalangan rendah
hingga kalangan atas.

Threat (ancaman)

Adanya pesaing yang cukup banyak sehingga harga yang dipasarkan


relatif sama.
Kurangnya lahan pertanian pada wilayah perkotaan.

2.4 Metode Pengolahan Singkong Menjadi Opak


Selama ini pengolahan singkong menjadi opak adalah menggunakan
metode punch, yaitu penekanan adonan dengan cetakkan. Proses ini biasanya
dilakukan secara manual menggunakan tangan manusia atau menggunakan
punching machine. Penggunaan metode punch akan menyisakan adonan yang
tidak tercetak kemudian adonan akan mengalami pengulangan proses punch.
Metode ini juga menghasilkan bentuk bulat saja, meskipun ada bentuk-bentuk lain
itu masih jarang sekali ditemukan.
Mesin MOSCUVE (Opak Singkong Cutting Vertikal) akan mencetak
menggukan metode press and cutting. Adonan opak akan ditekan oleh motor
listrik, kemudian akan tercetak melalui cetakkan dan terpotong oleh kawat potong
yang digerakkan sedemikian rupa sehingga dapat memotong adonan opak.

Metode ini akan menghilangkan proses pengulangan cetak. Selain itu, cetakkan
akan dibuat dengan metode bongkar pasang. Metode ini bertujuan agar cetakkan
dapat diganti dengan mudah dan hasil cetakkan dapat berbeda-beda.

Gb. Punch rolling


2.5 Rancang Bangun
Aktivitas perencanaan atau perancangan suatu konstruksi harus
mempertimbangkan beberapa kriteria sebagai berikut : (Rosnani, 2010).
1. Mudah dan sederhana, yang ada di pasaran
2. Ergonomis
3. Estetik
4. Tepat guna
Pada dasarnya ada dua hal yang harus diperhatikan dalam merancang
suatu produk, yaitu:
1. Aspek fungsi
Rancangan suatu produk yang baik harus dapat berfungsi sesuai
dengan keinginan penggunanya. Kekuatan dan ketahanan produk harus
dipertimbangkan.
2. Aspek kemudahan untuk dibuat
Suatu produk harus mampu dibuat dengan mudah supaya biaya yang
dikeluarkan untuk produk tersebut tidak tinggi. Selain itu harus
diperhatika juga tentang bahan baku dan perkakas bantu yang harus
digunakan.
2.6 Tinjauan Ergonomi
Untuk memperoleh rancangan yang baik perlu juga meninjau
ergonominya. Produk atau alat yang tidak dirancang dengan baik akan dapat
menyebabkan ketidaknyamanan, tidak efisien dan tidak efektif bagi penggunanya.
Oleh karena itu, mesin kerupuk cutting vertikal dengan berbagai bentuk ini harus
ditinjau sisi ergonominya.

10

BAB 3
METODE PELAKSANAAN

Start

Identifikasi masalah

Perumusan masalah

Studi literatur

Perancangan dan pembuatan alat

Pengujian alat

Analisis hasil pengujian

Pembuatan laporan

Selesai
Gambar : Flow chart pengerjaan alat
1. Identifikasi masalah
Pada tahap pertama, kami mengidentifikasi kembali semua masalah yang
ada untuk menyesuaikan dengan alat yang dibuat agar terjadi keselarasan
antara alat yang dibuat dengan masalah yang ada.

11

2. Perumusan masalah
Pada tahap ini kami mulai mengkerucutkan masalah yang ada menjadi
lebih spesifik agar mempermudah dalam merancang alat ini supaya bisa
memiliki fungsi sesuai dengan permasalahan yang ada.
3. Studi literatur
Ide yang penulis ajukan akan lebih kuat bila didukung dengan literatur,
maka penulis melakukan studi literatur sesuai dengan alat yang penulis
kembangkan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini :
a. Artkel ilmiah di internet
b. Jurnal ilmiah online dan karya tulis ilmiah
c. Buku-buku yang berhubungan dengan bahasan
d. Diskusi dengan dosen terkait
e. Survei aplikasi sejenis yang dikembangkan di luar negeri
f. Survei kebutuhan masyarakat akan alat ini
4. Perancangan dan pembuatan alat
Penulis merancang alat ini sedemikian rupa sehingga alat ini lebih nyaman
dan mudah untuk dipergunakan serta proses pembuatannya lebih mudah.
Perancangan alat ini memperhatikan nilai-nilai ergonomi dari masyarakat
Indonesai serta penggunaan mesin yang mudah sehingga tidak
memerlukan keahlian-keahlian khusus dalam pengoperasian alat.
5. Pengujian alat
Alat yang telah dibuat akan mengalami pengujian kualitas, layak pakai,
dan keamanan. Sehingga ketika alat ini telah dipakai oleh industri
pengolah opak, alat sudah dipastikan layak pakai dan aman dalam
penggunaan.
6. Analisi hasil pengujian
Setelah proses pengujian, maka dilakukan analisis tentang apa saja
kekurangan dan kelebihan alat. Dengan adanya analisis ini diharapkan
akan membantu terbentuknya alat yang lebih sempurna.

12

BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
No
Jenis Pengeluaran
1 Peralatan penunjang
2 Barang habis pakai
3 Perjalanan
4 Lain-lain
Jumlah

Biaya
Rp 2.000.000,Rp 5.885.000,Rp 250.000,Rp 150.000,Rp 8.285.000,-

6.2 Jadwal Kegiatan


No
1
2
3
4
5
6
7

Bulan ke-1

Bulan keBulan ke-2 Bulan ke-3

Bulan ke-4

Identifikasi masalah
Perumusan masalah
Studi literatur
Perancangan dan
pembuatan alat
Pengujian alat
Analisi pengujian alat
Pembuatan laporan

13

DAFTAR PUSTAKA
Chuzel G, N Zakhia, and M P Cereda. 1994. The Potential For New Cassava
Products in Brazil. Cassava Flour and Starch: Progress in Research
and Development. p: 299-303.
Koswara, S. 2009. Pengolahan Aneka Kerupuk. www.ebookpangan.com. Diakses
tanggal 18 September 2014.
Koswara, S. 2009. Teknologi Pengolahan Sin gkong.
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:IvlCLYj9vW
MJ:tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2013/07/TeknologiPengolahan-Singkong-Teori-danPraktek.pdf+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a. Diakses
tanggal 20 September 2014.
Padmaja G, C. Balagopalan, S.N. Moorthy, and V P Potty. 1996. Yuca Rava and
Yuca Porridge : The Funtional Properties and Quality of Two Novel
Cassava Poducts. Cassava Flour and Starch: Progress in Research and
Development p: 323-330.
Ramadhan, B. 2014. Produk Halal Indonesia Diminati di Malaysia.
www.republika.com. Diakses tanggal 20 September 2014.
Rezkisari, I. 2014. Depok Memiliki Sentra Oleh-Oleh Khas. www.republika.com.
Diakses tanggal 20 September 2014.
Titi P, H dan A. Zainul. 2011. Pengaruh Pre Gelatinisasi Terhadap Karakteristik
Tepung Singkong. Teknologi Pangan. Vol 1 (1): 1-5.
Wikipedia. 2014. Ketela Pohon. http://id.wikipedia.org/wiki/Ketela_pohon.
Diakses tanggal 18 September 2014.

14

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata ketua dan anggota serta Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
Seto Tjahyono
2 Jenis Kelamin
Laki-laki
3 Program Studi
Mesin
4 NIDN
0030105906
5 Tempat dan Tanggal Lahir
Magelang, 30 Oktober 1958
6 E-mail
Setotjahyono.seto@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP
08128353066
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
D3
S1
S2
Nama
Sekolah SMPN 2
SMKN 1
Politeknik ITS
Universitas
Instansi
Rakyat
Magelang Magelang ITB
Pancasila
Jurusan
Tahun
19641970-1973 1973-1976 19861991- 2011-2013
Masuk1970
1989
1993
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
Waktu dan
No
Judul Artikel Ilmiah
Seminar
Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM KARSA CIPTA.
Depok, 23 September 2014
Pengusul
(Seto Tjahyono)

15

Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
Sutini
2 Jenis Kelamin
Perempuan
3 Program Studi
Mesin
4 NIM
1212010020
5 Tempat dan Tanggal Lahir
Kediri, 25 Maret 1994
6 E-mail
sutini.tini92@yahoo.co.id
7 Nomor Telepon/HP
083879300857
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
Nama Instansi
SD Balowerti
SMPN 1 Baron
SMA N 2
Kediri
Nganjuk
Jurusan
IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006
2006-2009
2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
Waktu dan
No
Judul Artikel Ilmiah
Seminar
Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM KARSA CIPTA.
Depok, 23 September 2014
Pengusul

(Sutini)

16

Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
Muhammad Sholeh
2 Jenis Kelamin
Laki-laki
3 Program Studi
Mesin
4 NIM
1212010075
5 Tempat dan Tanggal Lahir
Blora, 26 Januari 1990
6 E-mail
sholeh.muhammad66@yahoo.co.id
7 Nomor Telepon/HP
081517789011
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
Nama Instansi
MI
SMP Kartayuda
SMA N 1 Ngraho
Muhammadiyah
Jurusan
IPA
Tahun Masuk-Lulus 1996-2002
2002-2005
2005-2008
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
Waktu dan
No
Judul Artikel Ilmiah
Seminar
Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM KARSA CIPTA.
Depok, 23 September 2014
Pengusul

(Muhammad Sholeh)

17

Anggota 2
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
Wijayanti
2 Jenis Kelamin
Perempuan
3 Program Studi
Mesin
4 NIM
1212010089
5 Tempat dan Tanggal Lahir
Jakarta, 8 Februari 1994
6 E-mail
wijayanti711@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP
085692013205
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
Nama Instansi
SDN Kalisari 06 SMP 103 Jakarta SMA N 39
Petang
Jakarta
Jurusan
IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006
2006-2009
2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
Waktu dan
No
Judul Artikel Ilmiah
Seminar
Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM KARSA CIPTA
Depok, 23 September 2014
Pengusul

(Wijayanti)

18

Anggota 3
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
Manilla
2 Jenis Kelamin
Perempuan
3 Program Studi
Mesin
4 NIM
1212010070
5 Tempat dan Tanggal Lahir
Batam, 11 mei 1994
6 E-mail
Miss.manilla88@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP
08566513203
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
Nama Instansi
MI Amanatul
SMP N 1 Batam SMA AL-Azhar
Ummah
Batam
Jurusan
IPA
Tahun Masuk-Lulus 1999-2005
2005-2008
2008-2011
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
Waktu dan
No
Judul Artikel Ilmiah
Seminar
Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM KARSA CIPTA
Depok, 23 September 2014
Pengusul

(Manilla)

19

Anggota 4
E. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 Nomor Telepon/HP
F. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Instansi
SDN Kalibaru 03

Nurdiansyah
Laki-laki
Manufaktur
4213010026
Bogor, 12 April 1994
nurdian_mail@yahoo.co.id
08999558100

SMP
SMA
SMP Madani
SMKN 1
Depok
Cibinong
Jurusan
Teknik Mesin
Tahun Masuk-Lulus 2001-2007
2007-2010
2010-2013
G. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
Waktu dan
No
Judul Artikel Ilmiah
Seminar
Tempat
1
2
H. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM KARSA CIPTA
Depok, 23 September 2014
Pengusul

(Nurdiansyah)

20

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan penunjang
Justifikasi
Harga Satuan
Material
Kuantitas
Jumlah (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Biaya penyewaan
Untuk proses
Rp. 600.000,2
Rp 1.200.000,bengkel kerja
machining
/bulan
Untuk
Penggunaan mesin
Rp. 50.000,pembentukan
5
Rp 250.000,bubut
/jam
poros dan ulir
Untuk
Penggunaan mesin
Rp. 60.000,pengeboran
5
Rp 300.000,bor
/jam
rangka
Penggunaan mesin Pengelasan
Rp. 50.000,5
Rp 250.000,las
konstruksi
/jam
SUB TOTAL (Rp) Rp 2.000.000,2. Bahan habis pakai
Justifikasi
Harga Satuan
Material
Kuantitas
Jumlah (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Motor listrik HP Untuk
1 buah
Rp 850.00,0 Rp 850.000,penggerak
Reducer
Untuk
1 buah
Rp 500.000,- Rp 500.000,mereduksi
putaran motor
Plat stainless
Untuk
1 lembar Rp
Rp 1.600.000,1.600.000,Pulley
Untuk
6 buah
Rp 50.000,Rp 300.000,memutar poros
Besi profil L
Untuk rangka
2 buah
Rp 180.000,- Rp 360.000,Besi st 41
Untuk
2 buah
Rp 75.000,Rp 150.000,100x80x2 mm
konstruksi
Plat Fe
Untuk meja
1 buah
Rp 300.000,- Rp 300.000,Poros St 60
Untuk poros
2 buah
Rp 750.000,- Rp 750.000,Pillow block
Untuk bantalan 4 buah
Rp 75.000,Rp 300.000,poros
Belt type A
Untuk
10 m
Rp 30.000,Rp 300.000,pemindah daya
Kawat potong
Sebagai
1m
Rp 300.000,- Rp 300.000,pemotong
Baut dan mur
Untuk
20 buah
Rp 1.500,Rp 30.000,penyambung
konstruksi

21

Karet shield

Untuk
peredam
getaran
Elektroda stainless Untuk
steel
penyambung
konstruksi

1 buah

Rp 15.000,-

Rp 15.000,-

1 kg

Rp 130.000,-

Rp 130.000,-

SUB TOTAL (Rp) Rp 5.885.000,3.

Perjalanan

Justifikasi
Pemakaian
Untuk perjalanan Pembelian
ke Glodok
material
Material

Kualitas
1

Harga Satuan
Jumlah (Rp)
(Rp)
Rp 250.000,- Rp 250.000,-

SUB TOTAL (Rp) Rp 250.000,4.

Lain-lain
Material

Laporan
Paket internet

Justifikasi
Harga Satuan
Kualitas
Pemakaian
(Rp)
Biaya print dan 1
Rp 50.000,penjilidan
Untuk mencari 3 bulan Rp 100.000,bahan literatur
SUB TOTAL (Rp)
Total (keseluruhan)

Jumlah (Rp)
Rp 50.000,Rp 100.000,Rp 150.000,Rp 8.285.000,-

22

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas


No

Nama / NIM

Sutini

Muhammad
Sholeh

Manila

Wijayanti

Nurdiansyah

Alokasi
Bidang Ilmu
Waktu
Uraian Tugas
(jam/minggu)
Teknik
Teknik
10
Pendesainan
Mesin
Mesin
jam/minggu
konstruksi
Teknik
Teknik
10
Pendesainan sistem
Mesin
Mesin
jam/minggu
pemotong
Teknik
Teknik
10
Proses machining
Mesin
Mesin
jam/minggu
Teknik
Teknik
10
Proses machining
Mesin
Mesin
jam/minggu
Seksi dokumentasi
Teknik
Teknik
10
dan proses
Manufaktur
Mesin
jam/minggu
machining
Program
Studi

23

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Sutini
NIM
: 1212010020
Program Studi : Teknik Mesin
Jurusan
: Teknik Mesin
Dengan ini menyatakan bahwa proposal karsa cipta saya dengan judul :
Rancang Bangun Mesin Opak Singkong Cutting Vertikal dengan Berbagai Bentuk
yang diusulkan untuk tahun anggaran 2015 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dan yang lain.
Bila mana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia di tuntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang
berlakudan mengembalikan seluruh dana penellitian yang sudah diterima ke kas
negara.
Demikan pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya.

Mengetahui,
Pembantu Pudir 3
Bidang Kemahasiswaan

(Dra. Lenny Brida, Dipl. TESOL, M.Psi.)


NIP. 19580812 198603 2 001

Depok, 23 September 2014


yang menyatakan,

(Sutini)
NIM 1212010020

24

Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan.

25

Flow chart mekanisme mesin

Adonan dimasukkan
ke box
Switch on motor

Pulley memutar
poros
Poros ulir akan menekan
adonan opak
Adonan opak akan
keluar melalui cetakan
Adonan yang keluar dari cetakkan
akan terpoyong oleh cutting
Adonan yang terpotong jatuh ke
wadah dan siap untuk dijemur

26