Anda di halaman 1dari 14

HUKUM ADAT SEBAGAI

ASPEK KEBUDAYAAN
Sarkawi, SH.,MH.
081917431789

HUKUM ADAT SEBAGAI


ASPEK KEBUDAYAAN

Kebudayaan = hasil cipta, rasa dan


karsa
- Cipta : ilmu pengetahuan dan teknologi
- Rasa : Nilai-nilai sosial (norm, art,
value)
- Karsa: Kepercayaan, keyakinan
(conviction, confidence)

Masy Indo sbg masy majemuk (heterogin), tiap


daerah memp kebudayaan, adat istiadat, dan
hukum adat yg berbeda.
Setiap kegiatan masy senantiasa diselenggarakan
sesuai dgn nilai-nilai atau norma hk adat yg berlaku
pd masy tsb.
Misal: berkaitan dgn masalah keluarga, perkawinan,
pewarisan, perjanjian dan kegiatan kerja sama dll.
Demikian pula jika terjadi sengketa, penelesaiannya
lebih mengutamakan prinsip musyawarah secara
kekeluargaan sesuai dgn norma hukum adat.

SIFAT-SIFAT HUKUM ADAT


Sifat religio magis (magic religious / magisch-religieus), adalah prinsip hidup yang
masih dianut oleh masyarakat sederhana. Prinsip ini merupakan perpaduan kata yang
mengendung unsur beberapa sifat atau cara berfikir, seperti prelogika, animisme,
pantangan, ilmu gaib dan sebagainya.
Sifat Komunal (Communal) merupakan prinsip yang mendahulukan kepentingan umum
dari pada kepentingan pribadi. Dasar pikiran dalam hukum adat seperti ini merupakan
corak khas dari suatu masyarakat yang masih sederhana yang lebih mengutamakan
kepentingan umum, kepentingan bersama dari pada kepentinya individual.
Dalam masyarakat pedesaan seluruh warga mempunyai peranan dalam menentukan
atau dalam mempertimbangkan suatu keputusan. Oleh karena itu Keputusan Desa
merupakan keputusan bersama yang harus dihormati dan dipatuhi oleh semua warga.
3.Sifat Kontan (Contant) merupakan prinsip hukum yang mengandung pengertian bahwa
dengan suatu perbuatan nyata, suatu perbuatan simbolis atau pengucapan tindakan
hukum yang dimaksud telah selesai seketika itu juga bersamaan waktu ketika
perbuatan itu dilakukan.
Misalnya dalam bertransaksi, antara prestasi (pembayaran) dan kontra prestasi
penyerahan barang dilakukan sekaligus bersama-sama waktu itu juga. Dengan
demikian segala sesuatu yang terjadi atau perjanjian yang dilakukan menurut hukum
adat merupakan perbuatan tunai (kontan).
4. Sifat Konkrit (visual) merupakan prinsip yang masih yang masih hidup dalam
masyarakat Indonesia bahwa dalam melakukan perbuatan hukum selalu dilakukan
secara nyata, misalnya dalam perjanjian jual beli si pembeli secara langsung
menyerahkan uang / panjar dan sepenjual langsung menyerahkan barang yang dijual.

SIFAT-SIFAT HUKUM ADAT


Hukum adat dalam pelaksanaannya tidak dapat
dipisahkan dengan sifat-sifat yang merupakan
prinsip-prinsip dasar dari hukum adat itu sendiri.
Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh FD.
Holeman maupun Koentjaraningrat buku Iman
Sudiyat bahwa hukum adat mempunyai sifat
adalah sebagai berikut:
1. Sifat religio magis (magic religious / magischreligieus), adalah prinsip hidup yang masih dianut
oleh masyarakat sederhana. Prinsip ini merupakan
perpaduan kata yang mengendung unsur
beberapa sifat atau cara berfikir, seperti
prelogika, animisme, pantangan, ilmu gaib dan
sebagainya.

a. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus, rohkrokh yang menempati alam semesta, demikian
pula pada gejala-gejala alam, tumbuh-tumbuhan,
hewan, manusia dan benda-benda lainnya.
b. Kepercayaan kepada kekuatan sakti yang meliputi
seluruh alam semesta dan khususnya terdapat
dalam peristiwa-peristiwa luar biasa baik pada
alam, tumbuh-tumbuhan, binatang dan bendabenda lainya.
c. Kepercayaan pada kekuatan sakti dari ilmu-ilmu
gaib yang dipergunakan sebagai magische
kracht dalam berbagai perbuatan ilmu gaib
untuk mencapai kemauan guna menolak bahaya
gaib.
d. Kepercayaan kepada kekuatan sakti dalam yang
menyebabkan timbulnya berbagai macam bahaya
gaib yang harus dihindari sebagai pantangan.

2. Sifat Komunal (Communal) merupakan prinsip yang mendahulukan


kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi. Dasar pikiran dalam
hukum adat seperti ini merupakan corak khas dari suatu masyarakat
yang masih sederhana yang lebih mengutamakan kepentingan umum,
kepentingan bersama dari pada kepentinya individual.
Dalam masyarakat pedesaan seluruh warga mempunyai peranan dalam
menentukan atau dalam mempertimbangkan suatu keputusan. Oleh
karena itu Keputusan Desa merupakan keputusan bersama yang harus
dihormati dan dipatuhi oleh semua warga.
3. Sifat Kontan (Contant) merupakan prinsip hukum yang mengandung
pengertian bahwa dengan suatu perbuatan nyata, suatu perbuatan
simbolis atau pengucapan tindakan hukum yang dimaksud telah selesai
seketika itu juga bersamaan waktu ketika perbuatan itu dilakukan.
Misalnya dalam bertransaksi, antara prestasi (pembayaran) dan kontra
prestasi penyerahan barang dilakukan sekaligus bersama-sama waktu
itu juga. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi atau perjanjian
yang dilakukan menurut hukum adat merupakan perbuatan tunai
(kontan).
4. Sifat Konkrit (visual) merupakan prinsip yang masih yang masih hidup
dalam masyarakat Indonesia bahwa dalam melakukan perbuatan hukum
selalu dilakukan secara nyata, misalnya dalam perjanjian jual beli si
pembeli secara langsung menyerahkan uang / panjar dan sepenjual
langsung menyerahkan barang yang dijual.

Menurut Bushar Muhammad, religio-magis


tersebut Participerend cosmisch yang
mengandung pengertian kompleks, artinya
bahwa orang Indonesia pada dasarnya berfikir,
merasakan dan bertindak selalu didorong oleh
kepecayaan kepada tenaga gaib (magis) yang
mengisi dan menghuni alam semesta (dunia
kosmos). Kepercayaan tersebut juga pada
tumbuh-tumbuhan, hewan dan benda-benda
lainnya.
Masyarakat Indonesia sangat percaya
keseluruhan hidup manusia baik jasmani maupun
rohani secara kosmos merupakan bagian dari
alam semesta oleh karena itu keseimbangan
hidup harus ada dan terjaga, dan apabila
terganggu harus dipulihkan.
Pemulihan keseimbangan tersebut biasanya

Sistem pemenuhan kebutuhan, mereka mempunyai pemahaman


untuk mempertahankan, memperbaiki, dan mengembangkan unsur
kebutuhan mereka itu dengan memperhatikan ekolsistem (flora,fauna
dan mineral) serta sumberdaya manusia yang terdapat pada warga
mareka sendiri.

Dari hasil penyelidikan van vollenhoven


membuktikan wil hk adat indo adl
mencakup seluruh kep. Nusantara. Hk adat
tdk saja bersemayam dlm perasaan hati
nurani org indo sja, melainkan sampai
menyebar ke gugus kep. Filipina dan Taiwan
dll.
Dlm wil yg sangat luas ini hk adat tumbuh dan
dianut, dipertahankan sbg perat penjaga tata
tertib sosial dan tata tertib hk diantara
manusia, yg sama bergaul di dlm suatu masy,
spya dpt dihindarkan dr sgl bencana yg
mungkin atau telah mengancam

Ketertiban yg dipertahankan oleh hk adat itu


baik bersifat batiniah maupun jasmaniah,
kelihatan dan tidak kelihatan, ttp diyakini dan
dipercayai sejak dr kecil wkt kanak2 sampai
berkubur baur dg tanah kmbli
Dimna ada masy disana ada hk (adat) di
seluruh dunia. + 2000 thn yg lalu Cicero tlh
mengikrarkan dlm bhs latin kata2 yg tahan
zaman Ubi societas ibi ius.
Pd zaman modern kalimat tsb dg penuh
keyakinan
oleh
mazhab
ethnologische
jurisprodenz (A.H. Post) mengikrarkan kembali,
dan diikuti oleh van Apeldoorn mengikrarkan
kal yg sama

Hk yg trdpt di setiap masy, betapa pun


sederhana & kecilnya masy itu menjadi
cermin. Krn tiap masy, tiap rakyat mempunyai
kebud. sendiri, dgn corak & sifatnya sendiri.
Oki tiap masy, tiap rakyat mempunyai cara
berpikir geestesstructuur sendiri. Maka hk
dlm setiap masy, sbg salah satu penjelmaan
geestesstructuur
masy
bersangkutan
mempunyai corak & sifatnya sendiri sehingga
hk masing2 masy itu berlainan.
Von Savigny mengajarkan: bhw hk itu
mengikuti volksgeist dri masy tempat hk itu
berlaku, krn volksgeist masing2 masy
berlainan.

Sama halnya dgn hk adat di Indo seperti


semua sistem hk dibagian lain di dunia ini,
maka hk adat itu senantiasa tumbuh dri suatu
kebutuhan hdp yg nyata, cara hdp &
pandangan hdp, yg keseluruhannya mrpkan
kebud. Masy tempat hk adat itu berlaku.
Tdk mungkin suatu hk tertentu yg asing bgi
masy itu dipaksakan, apabila hk tertentu yg
asing
itu
bertentangan
dgn
kemauan
masynya, lebih2 tdk memberikan rasa
keadilan, maka hk tsb bertentangan dgn
kebudayaan masy bersangkutan

Oki, tdk boleh meninjau hk adat Indo terlepas


dri apa yg dinamakan von Savigny:
volksgeist, geestessruktur,
grondstruktuur masy Indo, dri sudut cara
berfikir yg khas org Indo yg terjelma dlm hk
adat itu.
Utk mengerti bhw hk adat sbg segi kebud.
Indo terlebih dahulu hrs mengetahui struktur
berpikir, corak dan sifat masy Indo khususnya
yg berhub dgn bid. Hk ? . Istilah von savigny :
bhw volkgeist Indo berbeda dri volkgeist masy
lain di bagian dunia ini, volkgeist Indo memiliki
struktur bepikir, corak dan sifat sendiri.