Anda di halaman 1dari 5

Bahasa Rakitan

MEMULAI DENGAN ASSEMBLY

TEXT EDITOR

Untuk menuliskan source file untuk program assembly bisa anda gunakan berbagai
editor, misalkan SideKick, WordStar dan Word Perfect. Source file yang diketikkan
harus berupa file ASCII, file ini bisa anda hasilkan melalui WordStar dengan file 'NON
DOCUMEN', atau dengan SideKick. Untuk meyakinkan bahwa source file yang anda
buat adalah file ASCII, bisa anda coba ketikkan perintah Type pada A>. Bila file yang
terlihat dengan perintah type sama persis dengan yang anda ketikkan pada editor,
tanpa tambahan karakter-karakter yang acak, maka file tersebut adalah file ASCII.
Source file untuk assembly harus berektensi .ASM.

COMPILER

Source file ASCII yang telah anda ketikkan perlu dicompile kebentuk file object
dengan extensi .OBJ, dari file object inilah nantinya dapat dijadikan kebentuk file .EXE
atau .COM.
Untuk mengcompile source file, misalnya file COBA.ASM menjadi file object dengan
extensi .OBJ bisa anda gunakan file TASM.EXE dengan mengetikkan:
C:\>tasm coba
Turbo Assembler Version 2.0 Copyright (c) 1988,
1990 Borland International
Assembling file: coba.ASM
Error messages: None
Warning messages: None
Passes: 1
Remaining memory: 307k
C:\>dir coba.*
Volume in drive C is Sto
Directory of C:\
COBA OBJ 128 08-12-94 10:42p
COBA ASM 128 08-12-94 10:41p
2 file(s) 246 bytes
1,085,952 bytes free

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Bahasa Rakitan
LINGKING
File object yang telah terbentuk dengan TASM, belum dapat dieksekusi secara
langsung. Untuk membuat file object ke bentuk file yang dapat dieksekusi(ektensi
.COM atau .EXE) bisa anda gunakan file TLINK.EXE. Bila source program yang anda
buat dalam bentuk EXE maka untuk membentuk file dengan ektensi EXE bisa anda
ketikkan :
C:\>tlink coba
Turbo Link Version 3.0 Copyright (c) 1987,
1990 Borland International
Bila source program yang dibuat adalah file COM, maka bisa anda ketikkan:
C:\>tlink/t coba
Turbo Link Version 3.0 Copyright (c) 1987,
1990 Borland International

PERBEDAAN PROGRAM COM DAN EXE

Program dengan ektensi COM dan EXE mempunya berbagai perbedaan yang
menyolok, antara lain :
PROGRAM COM : - Lebih pendek dari file EXE
- Lebih cepat dibanding file EXE
- Hanya dapat menggunakan 1 segmen
- Ukuran file maksimum 64 KB (ukuran satu segment)
- sulit untuk mengakses data atau procedure yang terletak pada segment yang lain.
-

100h byte pertama merupakan PSP(Program Segment Prefix) dari program


tersebut.

- Bisa dibuat dengan DEBUG


PROGRAM EXE : - Lebih panjang dari file COM
- Lebih lambat dibanding file COM
- Bisa menggunakan lebih dari 1 segmen
- Ukuran file tak terbatas sesuai dengan ukuran memory.
Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Bahasa Rakitan
- mudah mengakses data atau procedure pada segment yang lain.
- Tidak bisa dibuat dengan DEBUG

BENTUK ANGKA

Assembler mengizinkan penggunaan beberapa bentuk angka , yaitu :


1. DESIMAL
Untuk menuliskan angka dalam bentuk desimal, bisa digunakan tanda D' pada akhir
angka tersebut atau bisa juga tidak diberi tanda sama sekali, contoh : 298D atau 298
saja.
2. BINER
Untuk menuliskan angka dalam bentuk biner(0..1), harus ditambahkan tanda 'B' pada
akhir angka tersebut, contoh : 01100111B.
3. HEXADESIMAL
Untuk menuliskan angka dalam bentuk hexadesimal(0..9,A..F), harus
ditambahkan tanda 'H' pada akhir angka tersebut. Perlu diperhatikan bahwa bila
angka pertama dari hexa berupa karakter(A..F) maka angka nol harus ditambahkan
didepannya. Bila hal ini tidak dilakukan, assembler akan menganggapnya sebagai
suatu label, bukannya sebagai nilai hexa. Contoh penulisan yang benar: 0A12H,
2A02H.
4. KARAKTER
Penulisan karakter atau string diapit oleh tanda petik dua (") atau
tanda petik satu('), Contoh: ' Ini adalah karakter '.

LABEL

Label bisa anda definisikan dengan ketentuan akhir dari nama label tersebut harus
berupa tanda titik dua (:). Pemberian nama label bisa digunakan:
- Huruf : A..Z (Huruf besar dan kecil tidak dibedakan)
- Angka : 0..9
Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Bahasa Rakitan
- Karakter khusus : @ . _ $
Nama pada label tidak boleh terdapat spasi dan didahului oleh angka, contoh dari
penulisan label yang benar: mulai: MOV CX,7. Nama label terpanjang yang dapat
dikenali oleh assembler adalah 31 karakter.

KOMENTAR

Untuk memberikan komentar pada source file digunakan tanda ';'. Apapun yang
dtuliskan dibelakang tanda ';' akan dianggap sebagai komentar, Contoh :
mulai: MOV BX,7 ; berikan nilai 7 pada BX

PERINTAH MOV

Perintah MOV digunakan untuk mengcopy nilai atau angka menuju suatu
register,variabel atau memory. Adapun syntax untuk perintah MOV ini adalah :
MOV Tujuan,Asal
Sebagai contohnya : MOV AL,9 ; masukkan nilai 9 pada AL.
MOV AH,AL ; nilai AL=9 dan AH=9
MOV AX,9 ; AX=AH+AL hingga AH=0 dan AL:=9
Pada baris pertama(MOV AL,9), kita memberikan nilai 9 pada register AL. Kemudian
pada baris kedua(MOV AH,AL) kita mengcopykan nilai register AL untuk AH. Jadi
setelah operasi ini register AL akan tetap bernilai 9, dan register AH akan sama
nilainya dengan AL atau 9. Pada baris ketiga(MOV AX,9), kita memberikan register AX
nilai 9. Karena AX terdiri atas AH dan AL, maka register AH akan bernilai 0, sedangkan
AL akan bernilai 9.
Perintah MOV akan mengcopykan nilai pada sumber untuk dimasukan ke Tujuan, nilai
sumber tidaklah berubah. Inilah sebabnya MOV(E) akan kita terjemahkan disini
dengan mengcopy, dan bukannya memindahkan.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.

Bahasa Rakitan
PERINTAH INT
Didalam pemrograman assambler, kita akan banyak sekali menggunakan interupsi
untuk membantu kita dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Untuk menghasilkan suatu
interupsi digunakan perintah INT dengan syntax:
INT NoInt
Dengan NoInt adalah nomor interupsi yang ingin dihasilkan. Sebagai contohnya bila
kita ingin menghasilkan interupsi 21h, bisa dituliskan dengan:
INT 21h, maka interupsi 21h akan segera terjadi.

Asep Jalaludin,S.T.,M.M.