Anda di halaman 1dari 26

PENGUKURAN DAN PEMATOKAN (SETTING OUT) GEDUNG

SISTEM KOORDINAT
PENGUKURAN DAN PEMATOKAN (SETTING OUT GEDUNG SISTEM
KOORDINAT
DRS. SURYANA, MT

A. Pendahuluan
Pengukuran dan pematokan (setting out/stake out) adalah pekerjaan tahap awal
dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, sebelum malaksanakan pengukuran
dan pematokan juru ukur perlu menyiapkan dokumen gambar kerja (gambar
rencana, gambar denah ruang dan gambar denah pondasi). Pada pengukuran
dan pematokan bangunan gedung serta bloking dan kavling perumahan dengan
bentuk ruang siku siku dapat dipergunakan 2 (dua) cara yaitu dengan cara
menerapkan rumus Phytagoras untuk menghitung panjang sisi segitiga. Pada
umumnya untuk membuat kesikuan gedung di lapangan menggunakan
perbandingan sisi segitiga dengan ukuran sisi segitiga 60 cm: 80 cm : 100 cm, 3
m: 4 m : 5 m, 6 m: 8 m : 10 m dsb, pada cara ini menggunakan alat ukur jarak
datar pita ukur baja panjang 30 m atau 50 m dengan ketelitian bacaan mm.
Selain cara sederhana pada pengukuran dan pematokan dapat juga
menerapkan sistem koordinat, alat yang digunakan pada cara ini adalah teodolit
manual, teodolit digital atau teodolit total station (TS) dengan ketelitian bacaan
sudut satuan detik, pada pelaksanaan sistem ini juru ukur dapat
melakukan pekerjaan pengukuran dan pematokan titik-titik as sesuai data
ukuran yang ada pada gambar denah ruang yang sudah dihitung jarak dan sudut
datarnya, dengan sekali berdiri teodolit pada patok tetap sebagai referensi dapat
melaksanakan pengkuran dan pematokan semua titik as gedung sesuai
kemampuan jarak bidik minimum dan maksimum teodolit.
1. Garis Sempadan (Rooi)
Pada
pekerjaan
pengukuran
dan
pematokan
garis
sempadan
(Rooi) bangunan
dan titk
tetap
(benchmark)harus
sesuai
persyaratan yang ditentukan dan bekerjasamadengan instansi yangterkait,
pada awal pekerjaan pengukuran dan pematokan.
2. Datum Utama Dan Sekunder.
a. Sebagai ketinggian (level) referensi, patok tetap yang ada di lapangan
digunakan sebagaireferensi atau pedoman. Patok permanen dibuat dari
beton dengan ukuran panjang,lebar dan tinggi sesuai dengan persyaratan,
ditempatkan pada daerah aman serta diikat dan ditandai dengan
teliti, Patoktetap referensi harus dijaga sampai akhir pelaksanaan pekerjaan
pembangunan. Patoktetap referensi
inimerupakan
referensi
semua
pengukuran dan pematokan gedung (jarak dan sudut datar serta koordinat).

b. Pengukuran titik dan level lainnya dikerjakan secara teliti menggunakan


alatsipat datar (Waterpass) dan theodolite yang telah dikalibrasi.
c. Kontraktor
harus
memberitahu
pengawas
secara
tertulis
setiapketidaksesuaian antara gambar dan kondisi site dan jika menemui
keraguan atas data patoktetap referensi.
d.Kontraktor bertanggung-jawab atas semua hasil pengukuran. Pengawasan
olehpengawas resmi tidak melepaskan tanggung jawab kontraktor.
3. Papan Referensi Elevasi
a. Papan
referensi
bangunan dibuat
dari
kayu dan
dipasang dengan kokoh dan akurat pada posisinya.
b. Tanda
referensi
bangunan
dibuat
dari
kayu dengan
ukuran lebarminimum 150 mm dan tebal 20 mm.
c. Referensi elevasi bangunan sama dengan datum utama, kecuali
ditentukanlain.
d. Setelah
selesai
pemasangan
referensi
bangunan,
kontraktor
harusmelaporkan kepada pengawas untuk inspeksi dan persetujuan.
e. Semua tanda yang menunjukan as dan elevasi harus dibuat dari cat
terangdan tahan cuaca, menggunakan simbol standard yang disetujui
pengawas.
4. Pengukuran Site
a. Kontraktor harus memulai pekerjaan berpedoman pada as utama dan
asreferensi seperti yang terlihat pada rencana tapak dan bertanggung
jawab penuh atashasil pengukuran.
b. Kontraktor harus menyediakan material, alat dan tenaga kerja, termasuk
juruukur yang berpengalaman, dan setiap saat diperlukan harus siap
mengadakanpengukuran ulang.
c. Kontraktor
harus
bertanggung
jawab
untuk
melindungi
dan
memeliharapatok tetap utama selama pekerjaan pembangunan. Kontraktor
bertanggung jawabuntuk memelihara patok sekunder dilapangan dengan
jumlah dan posisi sesuaipengarahan pengawas.
5. Tahapan-tahapan Pematokan dan Pengukuran
Tahapan-tahapan pengukuran dan pengukuran yang harus dilakukan oleh juru
ukur dalam menerapkan sistem ini adalah sebagai berikut:
a. Meginterpretasi data dan informasi yang disajikan pada gambar kerja
(gambar site plan, denah ruang dan pondasi).
b. Menghitung jarak datar dan sudut datar setiap as gedung sesuai gambar
kerja.
c. Menyajikan hasil hitungan dalam bentuk tabel.
d. Menentukan garis sempadan ( Rooi ) bangunan sesuai gambar rencana
(site plan)
e. Menentukan basis ukur sebagai pedoman pengukuran jarak dan sudut
datar .
f. Menentukan setiap as bangunan gedung sesuai jarak dan sudut datar yang
telah dihitung.

g. Mengontrol kesikuan dan jarak datar sesuai data ukuran yang tersedia pada
gambar denah ruang dan pondasi
h. Menghitung kebutuhan bahan konstruksi bowplank.
i. Memasang patok bowplank menerus sesuai bentuk dan ukuran gedung
j. Menentukan peil lantai ( 0.00 )
k. Memindah as ukuran gedung pada konstruksi bowplank
l. Mengontrol kesikuan dan jarak sesuai denah ruang dan pondasi

B. Perhitungan Jarak dan Sudut Datar As Gedung


Pada pelaksanaan pengukuran dan pematokan sistem koordinat, perhitungan
jarak dan besaran sudut datar sisi miring setiap as gedung berdasarkan data dan
informasi yang disajikan pada gambar denah ruang dan pondasi harus dihitung
terlebih dahulu dengan menggunakan kalkulator atau komputer dengan aplikasi
exel proses perhitungan harus dilaksanakan minimum dua kali agar
menghasilkan data ukuran jarak dan sudut datar yang akurat, hasil hitungan jarak
dan sudut datar disajikan mulai besaran sudut datar terkecil sampai dengan
besaran sudut datar terbesar sesuai putaran teodolit searah jarum jam dalam
bentuk tabel agar memudahkan dalam pelaksanaan pengukuran dan
pematokan. jika hasil hitungan dan penyajian jarak dan sudut datar pada tabel
salah maka akan mengakibatkan kesalahan juga pada hasil pelaksanaan
pengukuran dan pematokan, pada setiap titik as gedung diberi notasi angka
susuai gambar denah ruang dan pondasi dan buatlah garis ukur dari titik tempat
berdiri teodolit ke setiap titik as gedung. Tulislah data dan spesifikasi kalkulator
atau komputer yang dipergunakan pada tabel dan lakukan pengontrolan hasil
perhitungan akhir sebelum data hitungan dipergunakan pada pekerjaan
pematokan.
1. Alat dan Bahan :
a. Alat
Kalkulator/komputer
Gambar denah ruang dan pondasi
Alat tulis
b. Bahan
Kertas A4

1 buah
1 exp
1 buah
3 lembar

2. Langkah Kerja :
a. Menyiapkan gambar denah ruang dan pondasi
b. Menyiapkan peralatan dan bahan
c. Menyiapkan tabel hitung
d. Menentukan garis ukur dan garis sempadan
e. Menghitung jarak dan sudut datar setiap titik as gedung
f. Menyajikan hasil hitungan dalam bentuk tabulasi.
3. Cara Kerja

a. Buatlah arah garis ukur dari titik tempat berdiri teodolit ( PT ) ke setiap titik
as gedung 1,2,3dst, lihat gambar di bawah
b. Berilah notasi angka pada setiap tiik as gedung sesuai putaran besaran
sudut pada gambar denah ruang dan pondasi lihat gambar 1 di bawah

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable


{mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm
5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-paramargin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; msopagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-asciifont-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-biditheme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Gambar 1

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {msostyle-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-stylenoshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; msopara-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-paramargin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; fontfamily:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; msohansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New
Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

c. Dengan cara yang sama, hitunglah jarak dan besaran sudut datar semua
titik as gedung sesuai gambar denah pondasi dan ruang.
d. Sajikan hasil hitungan jarak dan besaran sudut datar semua titik as gedung
sesuai gambar denah pondasi dan ruang dalam bentuk tabel lihat contoh
tabel di bawah.

Tabel Perhitungan
Titik As Gedung
Nama

Nama Proyek

No. Kalkulator/Komputer

No.Teodolit

No.PPD

Besaran
ut datar
()

Sud

Jarak
Sisi
Miring
m)

No.
Tempat
Pesawa
t

No.
Targe
t

TP

0 00"

15 1518.43"

11,401

Patok Bowplank

As Gedung

Patok Bowplank

As Gedung

Keteranga
n
Garis Ukur
Referensi

As Gedung

dst

dst

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {msostyle-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-stylenoshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; msopara-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-paramargin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; fontfamily:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; msohansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New
Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

A. Pengukuran dan Pematokan As Gedung


Pengukuran dan pematokan as gedung dilaksanakan sesudah data hasil
hitungan jarak dan besaran sudut datar selesai, berdasarkan data dan informasi
pada gambar rencana, gambar denah ruang, gambar pondasi dan tabulasi data
hasil hitungan yang sudah benar. Alat dan bahan, keselamatan kerja, cara kerja
dan langkah kerja diuraikan sebagai berikut:

1. Alat dan Bahan :


a. Alat

Teodolit (Manual, Digital, Total Station)

Statif

Rol meter ( 30 m )

Yalon

2 buah

Trifoot

1 buah

Nivo Kotak

1 buah

Meteran Lipat

1 buah

Alas tulis

1 buah

Palu besi 1 kg

1 buah
1 buah
1 buah

1 buah

Payung

1 buah

b. Bahan

Gambar kerja

Tabel data hasil hitungan

Kayu 2x3 x 30 cm

sesuai jumlah titik as gedung

Paku paying

sesuai jumlah titik as gedung

2. Langkah Kerja :
a. Menyiapkan gambar kerja
b. Menyiapkan peralatan dan bahan
c. Menyiapkan tabel hasil hitungan
d. Menentukan sempadan bangunan
e. Menentukan setiap as gedung

3. Cara Kerja :
a. Tentukan garis sempadan (lihat gambar dibawah) sesuai ukuran pada gambar kerja
(gambar site plan, denah ruang, denah pondasi)

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {msostyle-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-stylenoshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; msopara-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-paramargin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; fontfamily:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; msohansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New
Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Gambar 2
b. Tentukan garis ukur (garis referensi ) sesuai dengan jarak yang direncanakan.
c. Setel Teodolit di atas titik tetap ( PT ) sehingga siap dioperasikan
d. Setel besaran sudut datar pada posisi 0 0 0 kemudian arahkan teropong teodolit ketitik
tetap target (T ).
e. Putar teodolit searah jarum jam dan setel besaran sudut titik as no.1 sesuai hasil hitungan,
serta kunci teodolit jika bacaan bearan sudut datar sudah benar.
f. Ukur jarak datar sisi miring dari titik tetap PT ke titik as no.1 sesuai hasil hitungan dan arah
teropong teodolit.
g. Rubah obyek titik as sesuai isyarat yang diberikan oleh si pengukur sudut , jika ukuran
sudut dan jarak belum tepat.
h. Tancapkan patok dengan kokoh jika ukuran sudut dan jarak sudah tepat

i. Pasang paku di atas patok , jika ukuran sudut dan jarak sudah tepat
j. Berilah notasi angka dengan warna merah pada patok sesuai tabel data
k.Dengan cara yang sama , kerjakan semua titik as gedung sesuai gambar denah pondasi
dan ruang yang sudah dihitung.
k. l Kontrol jarak dan kesikuan jika sudah membentuk ruang.

A. Pemasangan Bowplank
Pekerjaan pemasangan bowplank biasanya dilakukan bersamaan atau setelah
pekerjaan pengukurandilakukan. Pemasangan Bouwplank (Pematokan)
dilaksanakan bersama-sama olehPihak Proyek, Perencana Pengawas,
Pelaksana dan dibuat Berita AcaraPematokan.
Bowplank terbuat dari kayu papan yang bagian atasnya rata dan dipakukan pada
patok
kayu
persegi ukuran 5/7cm
yang
tertanam di dalam
tanah dengan kuat dan
tegak.
Untuk
menentukan
ketinggian
papanbouwplank agar datar(Level) bagian atasnya, papan bowplank harus
diukur menggunakan alat sipat datar (waterpass), sedangkan untuk mengukur
dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran.Setiap titik pengukuran
ditandai dengan paku dan dicat dengan cat merah dan ditulisukuran pada papan
bouwplank
agar
mudah
di
cek
kembali.
Pemasangan
papan
bowplankdilaksanakan
pada
jarak
1,5
m
dari
As gedung
dan
dipasang sekeliling bangunan dan dipakukan pada patok (Konstruksi bowplank
menerus),sesuai bentuk dan ukuran gedung.

1. Alat dan Bahan :


a. Alat :
Teodolit TL - 6DE
Statif
Rol meter ( 30 m )

1 buah
1 buah
1 buah

Levelling

1 buah

Baak Ukur

1 buah

Nivo Kotak

1 buah

Meteran Lipat

1 buah

Alas tulis

1 buah

Palu besi 1 kg

1 buah

Palu besi 5 kg

1 buah

Payung

1 buah

b. Bahan :
Gambar kerja
Tabel data hasil hitungan
Kayu 2 x 3 x 3 cm

sesuai jumlah titik as gedung

Paku usuk

sesuai jumlah titik as gedung

Benang snur

1 rol

Kapur tulis warna merah

2. Langkah Kerja :
a. Menyiapkan gambar kerja
b. Menyiapkan peralatan dan bahan
c. Menyiapkan tabel hasil hitungan
d. Menentukan sempadan bangunan
e. Menentukan setiap as gedung

f. Menentukan Konstruksi bowplank

3. Cara Kerja :
a. Tancapkan patok dengan kokoh dan tegak setiap panjang 2 m atau
disesuaikan dengan panjang papan lihat gambar 3 di bawah.

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable


{mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm
5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-paramargin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; msopagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-asciifont-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-biditheme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Gambar 3
b Tentukan peil lantai 0,000 pada setiap patok bowplank dengan
menggunakan AlatSipat Datar (Waterpass) lihat gambar 4 di bawah..

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable


{mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm
5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-paramargin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; msopagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-asciifont-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-biditheme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Gambar 4

c. Pasang papan bowplank pada patok bowplank yang sudah ditandai


(marking).
d. Dengan cara yang sama pasang bowplank secara menerus,lihat gambar
5 di bawah

Norma
l 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {msostyle-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; msostyle-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt

0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-marginbottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widoworphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-themefont:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minorbidi; mso-ansi-language:IN;}

Gambar 5
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {msostyle-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-stylenoshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; msopara-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-paramargin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; fontfamily:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; msohansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New
Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

e. Pidahkan setiap as gedung keatas papan bowplank dengan menggunakan


teodolit.
f. Pasanglah paku dan dan tanda paring warna merah di bawah paku pada
setiap as gedunglihat gambar 6 di bawah.
.

Norm
al 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-stylename:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margintop:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; msohansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-themefont:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Gambar 6

g. Tarik benang dari as ke as yang ada di atas patok bowplank.


h. Kontrol ukuran dan kesikuan ruang yang sudah dipindah di atas bowplank.

DAFTAR PUSTAKA
1. Markus Gerig, Vermesungskunde und Feldmessen Fur das Baugewerbe,
SKBU Zurich, 1984.
2. Soetomo Wongsotjitro, Ilmu Ukur Tanah, Kanisius, Yogyakarta, 1980.
3.W. Schofield, Engineering Surveying 2, Second Edition, London, 1984.
4. Ir. M. Yusuf Gayo dkk , Pengukuran Topografi dan Teknik Pemetaan, PT
Pradinya Paramita, Jakarta, 1994.
5. Ir. Indra Simarga, M. Surv. Sc, Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan
Konstruksi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1997.
6.Russel Brinker, Paul Wolf, Djoko Walijatun, Dasar-dasar
Tanah ( Surveying ),Erlangga, Jakarta, 1993.

Pengukuran

7. S G Brighty, Setting Out A Gide For Site Engineers, Granada, London, 1982
Sumber : http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/departemenbangunan-30/888-setting-out

Kurikulum Baru
kurikulum 2013
Sabtu, 12 Oktober 2013

Memasang Papan Duga Pekerjaan Pasangan Batu


Memasang Papan Duga Pekerjaan Pasangan Batu

Papan duga pekerjaan pasangan batu (Bouwplank) adalah sebuah benda kerja yang
terdiri dari pasangan papan-papan. Pasangan ini dimaksudkan untuk menempatkan
titik-titik hasil pengukuran yang diperlukan dalam mendirikan suatu bangunan dan
membentuk bidang datar.

Agar menghasilkan bentuk bangunan sesuai dengan perencanaan, pemasangan


papan duga harus memenuhi persyaratan:
- Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah.
- Berjarak cukup dari rencana galian.
- Titik hasil uitzet ditempatkan dengan tanda yang jelas.
- Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan
bangunan (bouwplank) yang lain.
- Letak kedudukan papan bangunan harus seragam (diusahakan menghadap ke
dalam bangunan).
- Untuk bangunan besar dan banyak terdapat ruang, pemasangan bouwplank
dilaksanakan mengelilingi seluruh area calon bangunan didirikan, sedang untuk
bangunan kecil, pemasangannya cukup pada lokasi sudut atau pertemuan
bangunan.

Gambar III-4, Pemasangan Bouwplank di Sekeliling Bangunan

Gambar III-5, Pemasangan Bouwplank di Sudut/Pertemuan Dinding

Titik-titik pada papan bangunan yang menunjukkan dinding tembok dapat


dijelaskan dengan tanda dari paku yang juga berfungsi untuk menarik benang
sebagai sumbu tembok. Untuk menghindarkan kesalahan yang disebabkan letaknya
paku, pada kedudukan paku diberi tanda panah dengan cat/meni. Bidang atas
bouwplank harus diketam rata agar bidang atas papan dapat membentuk bidang
datar (bidang waterpas). Bidang atas papan bangunan biasanya dipasang pada
kedudukan 0,00 sebagai duga lantai. Sudut pertemuan papan bouwplank harus
benar-benar siku, karena hal tersebut sebagai acuan untuk kesikuan pertemuan
dinding.

Gambar III-6. Pemberian Tanda pada Bowplank

Sambungan papan bouwplak diusahakan terletak pada sumbu patok, sehingga jarak
patok harus memperhitungkan terhadap panjang papan yang akan dipergunakan
sebagai bouwplank. Bila sambungan papan bouwplank terletak di antara patok,
maka sambungan papan harus harus menggunakan klem.

Gambar III-7. Sambungan Papan pada Patok

Gambar III-8, Sambungan Papan diantara Patok

Cara memasang Bouwplank


Jan 26,2012 - by Admin0
Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan
sesuai dengan hasil pengukuran. Syarat-syarat memasang bouwplank :
1.

Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah

2.

Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang akibat pelaksanaan galian

3.

Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda.

4.

Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bouwplank lainnya.

5.

Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua)

6.

Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi dan dinding batu bata.

Bentuk hasil pemasangan bouwplank dapat dilihat pada gambar berikut :

Pemasangan Bouwplank

Posisi Bouwplank Terhadap Pondasi Dan Dinding Bata

Pembuatan adukan beton secara manual


Mengaduk beton secara adukan tangan
Campuran beton secara pekerjaan tangan, tidak boleh dicampur lebih dari 0,25 m3 sekaligus.
Pasir, kerikil dan semen diaduk dalam keadaan kering di atas lantai yang bersih, paling sedikit tiga
kali seperti terlihat pada gambar berikut.

Semen dituang di atas pasir lalu diaduk

Sesudah itu dibentuk sebuah kolam di tengah campuran komponen yang masih kering dan
diisi air menurut tabel yang tercantum diatas. Perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak air
mengurangi mutu dan ketahanan beton. Kemudian pencampuran dimuali pada bagian pinggiran
yang kering dengan air di kolam pada pertengahan sampai semua air tercampur dalam campuran
komponen. Sekarang beton dicampur paling sedikit tiga kali lagi sampai adukan menjadi homogen.

Cara mencampur komponen kering dengan komponen basah beton


Kualitas campuran adukan beton ini mempengaruhi kualitas beton selanjutnya.
Mengaduk beton menggunakan mesin molen
Pada mesin pengaduk beton pengisian komponen beton kering dan penuangan dilakukan dengan
mengubah keringan tabung pengaduk beton. Jika tabung berdiri tegak, maka pencampuran beton
tidak dijalankan, karena itu tabung pengaduk beton selalu berputar dalam keadaan miring.
Cara mesin pengaduk beton sederhana sekali (karena diciptakan sebagai alat pengaduk beton)
dan sangat umum, terutama sebagai mesin pengaduk beton yang agak kecil.

Mesin Aduk Beton

Pencampuran

Pemasangan Bekisting
Manfaat : Sebagai konstruksi pembantu/cetakan dalam pembuatan beton sesuai dengan ukuran
yang diharapkan.
Bahan Bekisting
Papan kayu tebal min 2,5 cm, kayu harus kering dan kuat
Paku
Kertas semen atau plastic untuk mencegah agar beton tidak menempel pada bekisting
sehingga bekisting mudah dilepas.
Kaso-kaso
Pengontrolan terhadap bekisting
Kedudukan bekisting harus kukuh dan kuat
periksa posisi tegak dan kerataan dari bekisting yang terpasang
Periksa ketepatan posisi bekisting terhadap as bangunan (benang bouwplank)
Periksa skur-skur dan klem-klem pada bekisting
Tidak diperbolehkan adanya lubang sehingga menimbulkan kebocoran
Cek apakah bekisting sudah dilapisi oleh kantong semen/plastic atau belum
Bersihkan bekisting dari kotoran seperti daun, tanah dll

Bekisting Sloof

Bentuk-bentuk Bekisting Kolom

Plesteran Dinding
Membuat plester adalah melapisi pasangan batu bata, baik bagi pasangan batu kali maupun batu
cetak agar permukaan tidak mudah rusak, rapi dan bersih.
Tahapan pelaksanaan plesteran dinding :
a. Dinding yang akan diplester dibasahi terlebih dahulu
b. Membuat adukan untuk plesteran seperti adukan untuk batu bata
c. Membuat kepala plesteran di beberapa tempat dengan jarak 1 1,5 m antara satu dengan
yang lainnya dan diratakan memakai batang (bilah) perata.
d. Kemudian permukaan dinding di antara kepala plesteran diplester secara merata dan
diratakan memakai bilah perata.

Sumber : http://www.ilmutekniksipil.com/bekisting/cara-memasang-bouwplank

Plesteran Dinding

Pemasangan Kusen Pintu dan Jendela


Kusen pintu dipasang pada pasangan tembok. Kusen pintu dipasang sebelum dibuat tembok,
tetapi setelah profil-profil dipasang.
Syarat-syarat untuk kusen pintu sebelum dipasang ;
1. Disetel dengan baik dan tidak terpuntir
2. Diberi batang penguat sudut pada kedua sudut atas dan batang penguat datar yang
menghubungkan kedua kakinya agar sudut atas tidak berubah.
3. Sudah diketam halus
4. Sudah dilengkapi dengan angkur baja dan sepatu baja serta papan
5. Sebaiknya sudah dicat dengan meni kayu
Syarat-syarat pemasangan kusen :
1. Dipasang pada tempat yang telah ditentukan sesuai dengan gambar rencana
2. Dipasang tegak/vertical
3. Tidak boleh tertukar bagian luar dan bagian dalam kusen pintu sehingga membukanya
daun-daun pintu akan terbalik
4. Dipasang terjepit kukuh pada pasangan tembok.

Pemasangan Kusen Pintu

Ukuran Bata dan Cara Memotongnya

Tags: Bahan Bangunan, Bekisting