Anda di halaman 1dari 13

HIPOPITUARISME

KELOMPOK II

Definisi
Hipopituitarisme

adalah

hiposekresi

atau kurangnya produksi satu atau lebih


hormon hipofisis anterior.

Etiologi
Hipopituitarisme dapat bersifat primer atau sekunder
(Jennifer Kowalak, 2011).
Disebut primer apabila gangguanya terdapat pada
kelenjar hipofise itu sendiri
Sedangkan Sekunder apabila gangguanya terdapat
pada hipotalamus

Penyebab hipopituitarisme primer adalah:


Tumor pada kelenjar hipofisis
Defek kongenital (hipoplasia atau aplasia kelenjar
hipofisis)
Infark hipofisis (paling sering akibat perdarahan pasca
partum)
Hipofisektomi parsial atau total melalui pembedahan,
radiasi, atau zat kimia
Penyakit granulomatosa, seperti tuberkulosis (jarang)
Sebab idiopatik atau autoimun (kadang-kadang)

Penyebab hipopituitarisme sekunder (disfungsi hipotalamus


atau gangguan pada tangkai hipotalamus) :

Tumor (termasuk kraniofaringioma)

Infeksi

Infiltrasi

Radiasi

Pembedahan

Trauma

Manifestasi Klinik
Timbul sesuai dengan gejala kekurangan hormone target organ
terutama karena kurangnya fungsi kelenjar gonad, adrenal dan tiroid.
Penurunan BB yang ekstrim
Kerontokan rambut.
Impotensi
Amenore
Hipometabolisme.
Hipoglikemia.

Hemianopsia bitemporer karena kerusakan kiasma optikum dan mungkin


gangguan saraf otak.

Gejala-gajala

lokal

lainya

menimbulkan sakit kepala.

karena

tekanan

(Biasanya

oleh

tumor)

Patofisologi

Penatalaksaan Medis
1)
a.

b.

Penatalaksanaan medis
Penggantian hormon
Glukokortikoid
Tiroksin
steroid gona
hormon pertumbuhan pada anak-anak
terapi pada wanita untuk memulihkan fertilitas
Kausal
Bila disebabkan oleh tumor,umumnya dilakukan radiasi bila gejalagejala tekanan oleh tumor progresif dilakukan operasi
Hindarkan minum obat yang dijual bebas tanpa konsultasi dokter
Beri penjelasan tentang tujuan efek samping dan efek toksis dan
pengobatan
Beri pendidikan kesehatan tentang defisiensi hormone

2) Tindakan operatif
Pembedahan transphenoidalis
Pembedahan transfrontal

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian / DSDO
Pertumbukan lambat
Ukuran otot dan tulang kecil
Tanda seks sekunder tidak berkembang : tidak
ada rambut pubis dan axial, payudara tidak
tumbuh, tidak mendapat haid, dll.
Infertilitas
Impotensia
Libido menurun
Nyeri senggama pada wanita

Lanjutan..
2. Diagnosa Keperawatan
Resiko gangguan konsep diri b/d perubahan penampilan
Gangguan pola seksual b/d defisiensi hormonal
Keletihan b/d penurunan masa otot
Kurang pengetahuan b/d kurang informasi mengenai
proses penyakit, pengobatan, dan perawatan diri