Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ipraditya Langgeng Prayoga

NIM : 130342615328
Off
:G
Resume
FAKTOR FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERPENGARUH TERHADAP
TUMBUHAN (cahaya, suhu, air/kelembaban, angin, tanah/mineral)
Dalam rantai makanan tumbuhan memegang peranan yang sangat penting. Dalam
rantai makanan tumbuhan selalu terletak didasar rantai makanan. Tumbuhan merupakan
produsen makanan terbesar dari mahluk hidupSama seperti hewan tumbuhan juga melakukan
proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam melakukan
metabolismenya tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktorfaktor abiotik. Faktor abiotik ini sangat berpengaruh dalam proses metabolisme tumbuhan
karena faktor ini dapat mempercepat dan memperlambat metabolisme tumbuhan.
Cahaya Energi cahaya yang sampai ke bumi adalah gelombang elektromagnetik
radiasi cahaya matahari. Tumbuhan menyerap cahaya matahari, dan mengubahnya menjadi
energi kimia. Cahaya mempengaruhi proses tranpirasi pada tumbuhan. Karena pengaruhnya
dalam mengendalikan pembukaan dan penutupan stomata, cahaya mempengaruhi laju
tranpirasi lebih daripada faktor yang lain. Stomata sangat tanggap terhadap adanya
rangsangan cahaya, sehingga biasanya transpirasi terjadi pada siang hari lebih cepat daripada
malam hari(Loveless, 1991).
Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat menembus dan menyebar ke berbagai
tampat di muka bumi. Masuknya panas ke tempat tertentu akan mengubah temperatur benda
di tempat tersebut, baik padat, cair, gas. Perubahan temperatur itu sendiri berpengaruh
terhadap organisme yang ada di tempat tersebut, demikian pula perubahan kombinasi faktor
lingkungan abiotik yang ditimbulkan. Suhu mempengaruhi laju transpirasi karena suhu
mempunyai efek yang berbeda terhadap tekanan uap di luar dan di dalam daun. Daun-daun
cenderung menyamakan suhunya dengan suhu udara sekitarnya, dan karena udara dalam
ruang-ruang antarsel biasanya dipertahanakan dalam keadaan jenuh pada suhu daun yang
berlaku, kenaikan suhu udara akan menyebabkan kenaikan tekanan uap dalam daun
Air berpengaruh terhadap ekosistem, karena air sangat menentukan kondisi
lingkungan fisik dan biologis di muka bumi. Air sangatlah penting, karena air dibutuhkan
untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan,
perkecambahan, dan penyebaran biji. Sifat-sifat air yang unik berpengaruh pada organisme
dan lingkungannya. Air sangat penting bagi kehidupan, tetapi ketersediannya bervariasi pada
setiap habitat (Campbell, 2004).
Kelembaban merupakan jumlah uap air di udara. Kelembaban mutlak adalah
sejumlah air dalam udara (misalnya gram per kilogram udara). Karena jumlah uap air yang
dapat disimpan di udara (pada kejenuhan) bervariasi dengan tempertaut dan tekanan,
kelembaban nisbi merupakan presentase uap yang sebenarnya dibandingkan dengan
kejenuhan di bawah keadaan temperatur tekanan yang ada.

Angin memperkuat pengaruh suhu lingkungan pada organisme dengan cara


menghilangkan panas melalui penguapan (evaporasi) dan konveksi (faktor wind-chill atau
pendinginan oleh angin) (Campbell, 2004). Angin yang sangat kencang dapat menimbulkan
kerusakan pada berbagai macam ekosistem. Angin menyebabkan hilangnya air tumbuhan
dengan cara meningkatkan laju transpirasinya. Dalam udara yang sangat tenang, suatu lapisan
tipis udara jenuh terbentuk sekitar permukaan daun yang aktif bertranspirasi. Dalam kondisi
seperti itu, transpirasi terhenti karena lapisan udara jenuh bertindak sebagai penghambat
difusi uap air ke udara di sekitar permukaan daun. Akibat adanya angin adalah mencegah
terkumpulnya uap air di sekitar daun, sehingga gradasi uap air melalui stomata menjadi lebih
tajam dan demikian meningkatkan laju transpirasi (Loveless, 1991).
Tanah adalah kumpulan bahan-bahan alami yang terdapat pada permukaan bumi
tempat berpijak pohon-pohon yang terjadi karena pengaruh iklim kehidupan pada bahan
induk. Faktor-faktor pembentuk tanah dengan demikian adalah iklim, organisme, relief,
bahan induk dan waktu. Struktur fisik, pH, dan komposisi mineral batuan serta tanah akan
membatasi perserbaran tumbuhan, sehingga menjadi salah satu penyebab timbulnya pola
mengelompok pada area tertentu yang acak (patchiness) pada ekosistem terrestrial. Tanah
adalah medium dimana pohon-pohon tumbuh; dimana pohon-pohon mempertahankan diri
dengan perakarannya dan dimana pohon-pohon mengambil air dan zat makanan dari
dalamnya. Tanah mempunyai fungsi utama sebagai sumber penggunaan unsur hara yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, sebagai tempat tumbuh dan berpegangnya akar,
serta tempat penyimpan air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup tumbuhan.
Sumber.
Campbell, A. Neil, Reece, B. Jane, Mitchell G. Lawrence. 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga
Hopkins, G. William, Huner, P. A. Norman. 2009. Introduction to Plant Physiology. The
University of Western Ontario
Loveless, L.A. 1991. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama