Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan validasi model sambungan momen end plate

sistem las menggunakan ANSYS 9.0 dapat digambarkan perilaku dari sambungan
momen kolom-balok sebagai berikut:
1. Dimensi end plate yang paling optimum adalah end plate yang menutupi
permukaan profil balok selebar flens dan tinggi profil.
2. Tebal end plate baja yang paling optimum untuk digunakan adalah setebal flens
balok, dalam hal ini tebal end plate (tp = 19 mm) sudah cukup baik.
3. Mutu end plate ( f yp = 248,3 Mpa) cukup memadai. Mutu end plate yang
terlalu tinggi tidak selalu dapat menguatkan sambungan.
4. Mutu las ( f yw ) yang baik adalah sama dengan mutu end plate ( f yp ), dalam
hal ini Mutu las ( f yw ) = 248,3 Mpa sama dengan mutu end plate ( f yp ).
5. Model pengaku yang baik adalah pengaku yang dapat menahan tekuk pada balok
dan kolom. Dalam hal ini pengaku model YN.E.13 adalah yang optimum .
6. Parameter yang memiliki pengaruh yang paling signifikan pada perilaku
sambungan momen adalah Mutu end plate ( f yp ), tebal end plate, Mutu las (
f yw ), mutu end plate ( f yp ).
7. Kekuatan sambungan momen kolom-balok secara teoritis dan permodelan terjadi
pada model yang paling efektif dengan beban ultimit (Pu) 304,556 kN dengan
mutu end plate ( f yp = 248,3 Mpa ), tebal end plate yang cukup (tp = 19 mm),
didapat tegangan maksimum 443,736 Mpa dan tegangan maksimum yang terjadi
pada end plate sebesar 350,085 Mpa.

5.2

Saran
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimum dari hasil penelitian ini maka

memerlukan kajian dan analisis lebih mendalam lagi, yaitu:


1. Permodelan pada penelitian ini memang terlalu sederhana dengan pembatasan
kolom HEB 300 dan blok IPE 360, karena itu perlu penyesuaian kondisi di
lapangan.
2. Mutu las yang digunakan pada penelitian ini hanya terbatas hanya pada mutu las

f
( yw)=313,8 Mpa ; 248 , 3 Mpa ; 230 Mpa . Karena itu perlu penyesuaian

untuk mutu las yang tersedia di lapangan.