Anda di halaman 1dari 2

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gunung ijen merupakan salah satu gunung aktif yang ada di Indonesia dan
terletak di daerah Jawa Timur tepatnya terletak di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten
Situbondo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi (Badan Geologi,
2012). Di puncak gunung ijen terdapat danau kawah yang berukuran 600 m x 900
m. Danau kawah ini terbentuk akibat adanya akumulasi air hujan. Adanya
interaksi antara air danau dan gas vulkanik yang dilepaskan didasar gunung ijen
mengakibatkan air danau bersifat asam dengan derajat keasaman (pH) ~0,2
(Isnaini, 2010).
Air kawah Ijen menjadi asam karena mengandung gas CO2, SO2, dan HCl.
Jika konsentrasi gas CO2 melebihi 10% volume dapat berakibat membahayakan
keselamatan manusia. Sedangkan apabila terjadi pelarutan gas CO2, SO2, dan HCl
membentuk asam sulfat dan bikarbonat di dalam air danau maka akan membuat
logam berkarat dengan cepat (Badan Geologi, 2012). Selain gas CO 2, SO2, dan
HCl juga terdapat kation Al, Fe, Ca, Mg, Na, dan K yang terkandung di dalam air
kawah akibat terjadinya pelarutan batuan yang disebabkan oleh sifat reaktivitas
larutan asam pada air kawah tersebut (Susiati et al., 2004).
Air kawah yang mengandung sulfat tersebut telah merembes dan melewati
batuan sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan di sepanjang aliran
sungai kali Banyuputih, dimana air kawah yang bersifat asam tersebut digunakan
untuk irigasi (Susiati dan Yarianto, 2002). Disamping dapat mencemari
lingkungan, air kawah ini masih bisa dimanfaatkan untuk melarutkan logam Cu
yang terkandung didalam batuan tambang karena sifatnya yang sangat asam dapat
diaplikasikan dalam industri pertambangan logam Cu.
Menurut Kundari dan Wiyuniati (2008), tembaga (Cu) merupakan logam
yang mempunyai nomor atom 29, massa atom 63,546, titik lebur 1083 C, titik
didih 2310 C, jari-jari atom 1,173 angstrom, dan jari-jari ion Cu 2+ sebesar 0,96
angstrom. Logam tembaga merupakan logam transisi yang berwarna kemerahan,
mudah regang, dan mudah ditempa. Pada penelitian ini akan dilakukan pelarutan

logam Cu dengan menggunakan reagen air kawah yang diambil dari kawah ijen
dan akan dianalisis menggunakan spektoskopi absorpsi atom dengan variasi
volume air kawah yang digunakan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah air kawah ijen dapat melarutkankan Cu dari batuan tambang?
2. Pada pengenceran hingga berapa kali air kawah ijen masih efektif untuk
melarutkan Cu dari batuan tambang?
1.3 Batasan Masalah
1. Reagen yang digunakan untuk melarutkan logam Cu adalah air kawah
yang berasal dari gunung ijen.
2. Sampel yang digunakan adalah batuan tambang yang mengandung logam
Cu.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh air kawah ijen untuk melarutkan logam Cu dari
batuan tambang.
2. Mengetahui pengenceran hingga berapa kali air kawah ijen masih efektif
untuk melarutkan logam Cu dari batuan tambang.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Memberikan alternatif penggunaan reagen lain yang bersifat alami untuk
industri pertambangan.
2. Mengurangi pemakaian reagen kimia untuk industri pertambangan.