Anda di halaman 1dari 4

SITZ BATH

A. Pengertian
Sitz bath ( rendam duduk) adalah jenis mandi di mana hanya pinggul dan
bokong direndam dalam air, air garam atau larutan. Nama Sitz berasal dari kata
kerja bahasa Jerman "sitzen," yang berarti "duduk."
Rendam duduk atau rendam pinggul digunakan untuk merendam bagian
pelvic klien. Klien duduk di bak khusus (bak mandi) atau di kursi, umumnya
rendaman dari mulai dari pertengahan paha sapai ke iliac crest atau umbilikus.
Bak yang dapat digunakan adalah bak khusus atau bak mandi biasa, namun
jika menggunakan bak mandi biasa dapat menyebabkan kurang efektifnya
sirkulasi darah ke bagian perineum atau pelvic. Disposable sitz baths juga
tersedia, dan ini umumnya digunakan dirumah dan baik pula digunakan dirumah
sakit. Lama perendaman biasanya sekitar 15-20 menit.
B. Teknik Sitz Bath
C. Alat-Alat Yang Diperlukan
1. Penampung seperti baskom (kom) kecil untuk merendam jari atau tangan,
atau kom khusus untuk lengan atau kaki, atau bak rendam atau bak duduk.
2. Larutan khusus dengan temperatur yang sesuai. Jika dokter tidak
menentukan suhu larutan, maka suhu larutan hendaknya ditentukan antara
40-43C, sesuai dengan kemampuan klien mentoleransinya. Penampung
tersebut harus diisi setengahnya.
3. Termometer untuk menguji suhu larutan.
4. Handuk untuk menopang tepian baskom (kom) dan untuk mengeringkan
bagian tubuh setelah dilakukan perendaman.
5. Bahan-bahan pembalutan sesuai kebutuhan. Kasa persegi dan kasa gulung
mungkin diperlukan setelah melakukan perendaman ekstremitas; perineal
pads dan T-binder mungkin diperlukan setelah melakukan perendaman pada
area perineal.
D. Kegunaan Sitz Bath

Sitz bath digunakan untuk pasien yang telah menjalani operasi di daerah
rektum, atau untuk meringankan rasa sakit wasir, kram rahim, infeksi prostat,
ovarium menyakitkan, dan / atau testis. Hal ini juga digunakan untuk
meringankan ketidaknyamanan dari infeksi kandung kemih, prostat, atau vagina.
Penyakit radang usus juga diobati dengan mandi sitz. Dan juga bagi ibu yang
telah mengalami persalinan normal.
E. Efek Samping
Sitz bath hampir tidak memiliki resiko. Pada kesempatan langka, pasien
dapat merasa pusing atau mengalami detak jantung yang cepat karena pelebaran
pembuluh darah. Oleh karena itu diperlukan pengawasan ketika seseorang
melakukan sitz bath.
F. Luaran Yang Diharapkan
Sitz bath dapat mengurangi nyeri pada post partum yang salah satunya
diakibatkan oleh episiotomi, dapat mempercepat penyembuhan luka pada episiotomi,
selain itu pada ibu post partum yang mengalami kesulitan berkemih dapat dilakukan
sitz bath untuk merangsang proses relaksasi pada kandung kemih sehingga fungsi
eliminasi berkemih dapat dengan spontan.
G. PROSEDUR SITZ BATH
1. Tujuan
a. Untuk mempercepat supurasi, mencairkan eksudat, dan mempercepat
penyembuhan.
b. Untuk memberikan medikasi/pengobatan pada bagian tubuh tertentu.
c. Untuk membersihkan luka, seperti luka insisi, eksudat.
2. Pengkajian Klien
a. Catat jumlah, warna, dan karakter drainage pada balutan yang diangkat.
b. Catat penampilan area yang akan direndam meliputi adanya kemerahan,
warna, jumlah, dan karakter drainage, adanya pembengkakan, dll.
c. Catat keluhan-keluhan rasa tidak nyaman.
d. Selama sitz bath, catat warna klien dan denyut nadi. Penambahan denyut
nadi atau kepucatan yang berlebihan dapat menyebabkan pingsan.

3. Informasi Pendahuluan
1. Cek advis dokter untuk mengetahui tipe larutan yang digunakan.
2. Cek apakah rendam itu dilakukan dengan tehnik steril, baik baskom
maupun larutanya steril.
3. Tentukan praktek-praktek (standar operasional prosedur) rumah sakit
tentang temperatur dan lamanya waktu yang dianjurkan untuk
merendam.
4. Persiapan Alat
Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyiapkan alat untuk mencegah
transmisi mikroorganisme terhadap klien. Selanjutnya alat yang dibutuhkan
adalah sebagai berikut:
a. Penampung seperti baskom (kom) kecil untuk merendam jari atau
tangan, atau kom khusus untuk lengan atau kaki, atau bak rendam atau
bak duduk.
b. Larutan khusus dengan temperatur yang sesuai. Jika dokter tidak
menentukan suhu larutan, maka suhu larutan hendaknya ditentukan
antara 40-43C, sesuai dengan kemampuan klien mentoleransinya.
Penampung tersebut harus diisi setengahnya.
c. Termometer untuk menguji suhu larutan.
d. Handuk untuk menopang tepian baskom (kom) dan untuk mengeringkan
bagian tubuh setelah dilakukan perendaman.
e. Bahan-bahan pembalutan sesuai kebutuhan. Kasa persegi dan kasa
gulung mungkin diperlukan setelah melakukan perendaman ekstremitas;
perineal pads dan T-binder mungkin diperlukan setelah melakukan
perendaman pada area perineal.
5. Prosedur
a. Isi baskom sitz bath dengan air.
b. Alasi tepian bak atau tempat duduk dengan handuk sesuai kebutuhan.
c. Buang/buka pakaian klien atau tarik/kaitkan keatas sampai diatas
pinggang.
d. Buang T-binder dan perineal dresing (pembalut perineal) jika klien
menggunakannya, dan catat adanya drainage.
e. Tutupkan selimut mandi disekitar bahu klien.
f. Bantu klien kedalam bak, letakan bel pada tempat. Tetap bersama klien
jika diperlukan dan pada waktu mengakhirinya jika diperlukan.

g. Cek klien dan uji suhu larutan paling tidak satu kali selama merendam.
h. Bantu klien keluar/mengakhiri sitz bath, dan keringkan area dengan
handuk.
i. Kaji area perineal dan gunakan kembali balutan dan pakaian sesuai
kebutuhan.
6. Langkah Selanjutnya
a. Bersihkan alat-alat bekas pakai, kemudian cuci tangan
b. Catat tindakan perendaman, meliputi lamanya, suhu, tipe larutan,
penampilan luka, dan respon klien.
c. Laporkan penampilan luka dan respon klien kepada perawat penanggung
jawab.
REFERENSI:
Kozier, Erb, Techniques in clinical nursing a comprehensive approach, AddisonWesley Publishing Company, Massachusetts, California, 1982, p.p. 956-958.