Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Tujuan pembangunan kesehatan sesuai undang-undang no. 23 tahun 1992
tentang Kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Untuk
mencapai tujuan tersebut pemerintah menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan
dengan pendekatan pemeliharaan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit,

penyembuhan

dan

pemulihan

secara

menyeluruh

terpadu

dan

berkesinambungan.
Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan yang dilakukan secara langsung
kepada masyarakat, pelayanan tersebut tidak lepas dari Sumber Daya Manusia (SDM).
Dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat haruslah sesuai dan dapat
tersentuh kepada seluruh lapisan masyarakat. SDM yang berada di pelayanan
kesehatan, khususnya di tingkat Puskesmas haruslah SDM yang benar-benar
profesional.
Profesionalnya SDM tergantung dari tingkat pendidikan, Profesi dan keilmuan
serta kesediaan dalam memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan yang merupakan
SDM pelayan di Puskesmas haruslah mempunyai dedikasi serta kemampuan untuk
melakukan kegiatan pelayanan dengan maksimal dan optimal. Salah satu indikator
SDM yang baik adalah tenaga kesehatan teladan pada institusi kesehatan yang berada
di tempat kerja tersebut. Tenaga kesehatan teladan merupakan suatu penghargaan
yang diberikan atas upaya dan tindakan inovatif untuk meningkatkan derajat kesehatan
serta memperdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan.
Puskesmas Langsa Barat pada tahun 2014 ini mengirimkan 2 orang nominasi
tenaga kesehatan teladan dimana dalam seleksi tingkat Kabupaten terpilih salah
seorang tenaga kesehatan paramedis (Perawat) sebagai tenaga kesehatan teladan,
yang berdasarkan dari beberapa penilaian yang dilakukan oleh tim penilai kabupaten.
Perawat tersebut selanjutnya di kirim ke tingkat provinsi untuk dilakukan seleksi guna
menilai sejauh mana keteladanan yang telah dilakukan untuk tingkat nasional.

Tenaga kesehatan teladan tersebut diharapkan mampu untuk memberikan


inovasi yang berharga bagi pembangunan dibidang kesehatan dimasa sekarang dan
masa yang akan datang.

BAB II
CURICULUM VITAE
N AM A

: PARIDAH, S. Kep

TTL

: Rantau, 11 Maret 1970

NIP

: 197001131990032002

Pangkat /Gol

: Pembina / IV a

Jabatan

: Perawat Madya Puskesmas Langsa Barat

Riwayat Pendidikan:
1.

SPK Depkes Langsa Tahun 1989

2.

Program Pendidikan Bidan D I Banda Aceh Tahun 1992

3.

Diploma D III Politeknik Kesehatan Banda Aceh Tahun 2006

4.

Sarjana Keperawatan Bina Bangsa Kuala Simpang Tahun 2012

Riwayat Pekerjaan:

1.

Status
Kepegawai- Golongan/Ruang
an
CPNS
Pengatur Muda. II/a

2.

PNS

3.

PNS

4.

PNS

Pengatur. II/c

5.

PNS

Pengatur Tk.I. II/d

6.

PNS

7.

PNS

No

Surat
Keputusan

Tanggal

Kanwi 1421

01 Maret 1990

Pejabat
Pembuat SK

A.n.
Kanwil
Propinsi Aceh
Pengatur Muda. II/a
Kanwil 221
01 Maret 1992 Kanwil Propinsi
Aceh
Pengatur Muda Tk.I. 22032/K.P / X 01
Oktober BAKN
II/b
1994
1994
00043/Kep / IV 01 April 1997
/ 1997

BAKN

00079 /Kep / X 1
Oktober BAKN
/ 1999/I
1999
Penata Muda. III/a
823 / 3 / 2002
21
Oktober Bupati Langsa
2002
Penata Muda Tk.I. 823 / 3 / 87/ 11 11
Oktober Bupati Langsa
III/b
/ 2007
2004
3

8.

PNS

Penata. III/c

9.

PNS

Penata. III/d

10. PNS

Pembina. IV /a

823 / 939 / 1
Oktober Bupati Langsa
2007
2007
823.3 / 2009
1
Oktober Bupati Langsa
2009
823.4/75/2012 1 Oktber 2012 Gubernur Aceh

Riwayat Jabatan:
1.
2.
3.
4.
5.

Bidan Desa Di Desa Buket Seleumak Kec. Birem Bayeun 1992 1994
Staf Puskesmas Langsa Barat Sebagai Petugas TBParu Kusta 1995-2002
Sebagai Petugas SP2TP Puskesmas 2003-2006
Sebagai Kepala Ruang IGD 1 April 2010 s/d Sekarang
Sebagai Pendamping Program TB Paru Kusta 01 Januari 1996 s/d Sekarang

Riwayat Pelatihan:
1.
2.
3.
4.
5.

Juru Kusta TB Paru 23 s/d 27 Oktober 1995 Aceh Timur


Training Competency Emergency 14 s/d 17 Tahun 2011 di Bireuen
District Heath Management Curse 26 s/d 30 November 2007 Bireuen
Pelatihan Manajemen Klinik 26 s/d 28 September 2011
Pelatihan Manajemen Bangsa dan Pi Keperawatan 02 s/d 07 Desember 2013

Sebagai Tenaga Fungsional Perawat:


1.
2.

Sebagai Penanggung Jawab Kepala Ruang IGD


Penghargaan Satyalencana karya Satya XX Tahun Jakarta Presiden DR.H.Susilo
Bambang Yudhoyono 2012

BAB III
PROFIL PUSKESMAS LANGSA BARAT
4

Puskesmas Langsa Barat terletak di wilayah Kecamatan Langsa Barat. Dengan


luas Wilayah Kerjanya 4103 km dan membina 10 desa yaitu : PB. Beuramoe,PB.
Teungoh, Seuriget, Simpang Lhee, Birem Puntong, Lhok Banie, Alue Dua, Alue Dua
Bakaran Batee, Serambi Indah, Timbang Langsa serta besar wilayahnya terdiri dari
daerah daratan rendah dan daerah pesisir.
a. Luas wilayah
Luas Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat keseluruhan 4103

km yang

terdiri dari 10 ( Sepuluh ) desa yaitu :

No

Nama Desa

Luas ( km )

PB. Beuramoe

399

PB. Teungoh

175

Seuriget

290

Simpang Lhee

300

Birem Puntong

300

Lhok Banie

642

Alue Dua

266

Alue Dua Bakaran Batee

237

Serambi Indah

102

10

Timbang Langsa

1392

Jumlah

4103

Sumber : Kecamatan Langsa Barat Dalam Angka

b. Batas Wilayah

Sebelah Utara berbatasan dengan Birem Bayeun dan Selat Malaka


5

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Langsa Kota dan


Kecamatan Langsa Baro

Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Langsa Barat

Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Malaka dan Kecamatan Langsa


Kota

c. Kependudukan
Jumlah Penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Langsa Barat tahun 2012
berjumlah 18.981 jiwa dan tahun 2013 berjumlah 20.548 jiwa
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jumlah Penduduk
Tahun 2012
Tahun 2013
1440
2354
1315
1234
1844
1945
1035
1018
2835
3675
2308
2540
2711
2642
1123
3045
2629
449
1741
1646
18.981
20.548

Desa
PB. Beuramoe
PB. Teungoh
Seuriget
Simpang Lhee
Birem Puntong
Lhok Banie
Alue Dua
Alue Dua Bakaran Batee
Serambi Indah
Timbang Langsa
JUMLAH

d. PETA Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat

No

LOKUS

Simbol Jml

1 Bumil risti

2 Gibur
Penykt.Potensi
3
KLB
4 Rawan bencana

1
0
0

5 TB

Tb

6 Kusta

Kt

7 Malaria

8 DBD

M
l

Db

9 Diare

Di

14

Sv

10 Surveilans AFP

e. Visi dan Misi Puskesmas Langsa Barat


Visi
Visi puskesmas adalah Tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya
Indonesia sehat: Lingkungan sehat, Prilaku Sehat, cakupan kesehatan yang bermutu
dan derajat kesehatan yang optimal.
Misi
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas adalah
mendukung tercapainya misi pembangunan Kesehatan Nasional.
Misi tersebut adalah :
1. Menyelenggarakan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat

Stategi Pembangunan kesehatan Adalah :


1. Pembangunan Kesehatan Nasional berwawasan kesehatan.
2. Profesionalisme.
3. Jaminan Pemeliharaan kesehatan masyarakat.
4. Desentralisasi.
Janji
1.

Bertaqwa kepada Allah SWT.

2.

Memberi pelayanan optimal kepada masyarakat.

3.

Meningkatkan disiplin kerja dan setia kawan.


MOTTO
Melayani masyarakat dengan setulus hati .
Etika Keperawatan Internal
1. Melakukan pelayanan dengan tidak membedakan ras, suku, dan kasta atau
pelayanan secara komprehensif.

2.

Melakukan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3.

Melakukan pelayanan dengan 3 S (Senyum, Sapa, Salam).

4.

Mendahului kepentingan pasien daripada kepentingan pribadi/kelompok.

5.

Menjaga kerahasiaan pasien (privacy).


Fungsi

1. Pusat pemberdayaan masyarakat.


2. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
3. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, meliputi:
1. Pelayanan kesehatan perorangan (private goods)
2. Pelayanan kesehatan masyarakat (public goods)

Struktur Organisasi

10

BAB IV
PERAWAT TELADAN
11

Dalam menempatkan Tenaga Kesehatan sebagai penggerak pembangunan di


bidang kesehatan dan keperawatan yang sudah tentu berkaitan erat dengan peran dan
dukungan lintas sektor dengan Pelayanan Keperawatan (Perkesmas). Perkesmas
merupakan kegiatan praktik Keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat dalam
rangka meningkatkan kemandirian keluarga dalam melakukan 5 (lima) fungsi
Keperawatan keluarga yaitu dalam mengenal masalah kesehatan, mengambil
keputusan, melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang mengalami masalah
kesehatan, dan memodifikasi lingkungan serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada di wilayahnya.
Selain Perawat sebagai penggerak pembangunan, perawat juga sebagai Tenaga
Pemberi Pelayanan Strata Pertama. Tenaga Keperawatan dalam melaksanakan
aktivitasnya selalu berpedoman kepada tatanan manjemen agar semua yang dilakukan
sesuai dengan target yang diinginkan dan berjalan dengan lancar maka untuk itu
dilakukan melalui :
6. Membuat Uraian tugas secara rinci sebagai perawat.
7. Melakukan koordinasi berkala baik melalui lokmin maupun di rapat bulanan
tentang Keperawatan.
8. Membantu manajemen pelaksanaan tugas.
9. Diskusi tentang pelaksanaan SOP.
10. Refleksi diskusi Kasus-Keperawatan yang ditemukan di lapangan tentang
Keperawatan.
11. Merujuk Pasien ke Rumah Sakit.
12. Membantu pelaksanaan Administrasi Pasien.
a. Tugas Pokok :
Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh pelayanan IGD.
Bekerja sama dengan berbagai pihak yang terlihat dalam kegiatan diruangan.
Mengenal dan mengetahui penggunaan obat-obatan/alat serta mengamprah
pengadaannya.
Menyusun permintaan rutin alat-alat dan bahan lainnya.
Mengatur pemeliharaan alat/ inventaris peralatan.
12

Memberikan penyuluhan pada pasien dan keluarga.


Menerima pasien gawat darurat.
Melayani pasien rujukan ke rumah sakit.
b. Tugas Tambahan :
Merencanakan jumlah dan kategori tenaga di IGD.
Mengatur jadwal pelaksananaan pelayanan UGD 24 Jam
Memberikan pengarahan dan motivasi pada paramedis.
Mengkoordinasikan pasien dan petugas agar terasa aman dan terlindung.
Memelihara dan mengembang system pencatatan dan pelaporan
Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.
c. Tugas Khusus : Pendamping Pengelola TB Paru dan Kusta
Menyusun rencana kegiatan P2 kusta berdasarkan data program Puskesmas

dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman.


Melaksanakan kegiatan P2 kusta meliputi penemuan dini, pengobatan penderita
kusta, pemeriksaan kontak penderita kusta, pemeriksaan anak sekolah,
penyuluhan kusta dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur

dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Mengevaluasi hasil kegiatan P2 kusta.
Membuat catatan laporan.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Membantu memeriksa pasien kusta.
Melakukan edukasi pencegahan cacat dan penanganan reaksi kusta atas

perintah dokter.
Mencatat di register pasien kusta.
Melaksanakan tugas administrasi pelayanan pasienkusta.
Kunjungan rumah dan pemantauan pasien.
Survei kontak penderita kusta secara aktif.
Pemantauan penderita RFT.
Penyuluhan dan edukasi pasien.
Melaporkan kegiatan kepada Kepala Puskesmas.

d. Hasil Kegiatan Data Kunjungan Kasus IGD Tahun 2011 s/d 2013
13

NO
1

KASUS PENYAKIT

JUMLAH KASUS

KLL
-

Berat

59 org

Ringan

172 org

Sedang

141 org

Abses

105 org

V. Puntum

138 org

Asma Brochiale

26 org

V. Morsum (gigitan binatang)

31 org

Combustio (Luka Bakar)

39 org

Jumlah

711 org

14

Hasil Kegiatan Data Kunjungan Kasus IGD Tahun 2011 s/d 2013

KLL (Berat)
26

31

39

59

KLL (Ringan)
KLL (Sedang)
ABSES
172

138

V. Puntum 138
Asma Brochiale
V. Morsum (gigitan binatang)
Combustio (Luka Bakar)

105

141

e. Jumlah Cakupan Penderita Pasien Kusta Tahun 2012 s/d 2014


HASIL
NO

KUSTA

Jumlah Penderita Kusta

Jumlah
Penderita
Kecacatan Tingkat 1

Jumlah Penderita Kusta dengan Tipe MB

Kusta

Tingkat

15

2012

2013

s/d April
2014

Jumlah Cakupan Penderita Pasien Kusta Tahun 2012 s/d 2014


2.5
2
1.5
1
0.5
0

2
1

1
2012
2013

s/d April 2014

f. Jumlah Cakupan Penderita Pasien TB Tahun 2012 s/d 2014


HASIL
NO

Indikator

Target

2012

2013

s/d April
2014

30 Kasus
(70%)

40%

60%

21,2%

Angka Penemuan Kasus (CDR)

Angka Konversi

80% (9)

90,9%

73,7%

50%

Angka Kesembuhan

80% (26)

75%

68%

25%

16

Jumlah Cakupan Penderita Pasien TB Tahun 2012 s/d 2014


100.0%
90.0%
80.0%
60.0%
70.0%
60.0%
50.0% 40.0%
40.0%
21.2%
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%

90.9%
73.7%

75.0%
68.0%

50.0%
25.0%

2012
2013
s/d April 2014

17

BAB V
Penutup
Penyusunan Makalah ini sekiranya memberikan masukan dan gambaran tentang
beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di Puskesmas Langsa Barat oleh penyusun
selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Ruang IGD dan juga
pendamping Program TB Paru dan Kusta. Sebagian besar dalam pelaksanaan kegiatan
tersebut adalah dilakukan secara tim.
Syukur dan puji pada Allah SWT selama ini juga penyusun dipercayakan sebagai
Penanggung Jawab Ruang IGD, yang tentunya merupakan suatu tanggung jawab yang
berat tetapi atas dasar komitmen bersama yang dicita-citakan demi pelayanan
kesehatan di masyarakat pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan
maksimal.
Tidak terlepas juga atas peran Kepala Puskesmas Langsa Barat beserta
penanggung jawab program lainnya yang telah memberikan bantuan, dukungan serta
sumbang pemikiran sehingga terlaksananya kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Penyusun sangat menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Penulis mengharapkan mendapat koreksi, saran dan kritikan yang sifatnya membangun
demi memberikan kesempurnaan pada Makalah ini.
Demikianlah yang dapat penulis sampaikan dan penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan.

18