Anda di halaman 1dari 184

(

KUMruLAN

UNDANG.UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1987

RUMUS TEKNIK

Tentang

pasal 44

Barangsiapa dengan sengaja

oleh

dan tanpa hak

K. Gieck

mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan

atau memberi izin untuk itu,; dipidana

dengan
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus
juta rupiah).
(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, mema-

merkan, mengedarkan, atau menjual

kepada
umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran

Cstrho keenam

Hak Cipta sebagai mana dimaksud dalam ayat (1),

dipidana dengan pidana penjara paling lama


5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp. 50.000 000,00 (lima puluh juta rupiah)

PT PRAI}TEA BRA}ITTA
JAKANTA

(
(

Hak Cipta

(1)

Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT)

Kata pengantar

GIECK, K
Makrud dari kumpulan rumus-rumus teknik ini adalah untuk menyediakan sebuah podoman yang ringkas. ielas dan mudah digunakan
untuk msnelaah rumus-rumus taknik dan matematik

Kumpulan rumus tekniVoleh K. Gieck;


terjemahan Inggris oleh J. Walters; penerjemah.
R. Slamet Brotodirejo, Heryanto Slamet, Cet.6
Jakana: Pradnya Paramita, 2005
xiv, 353 hlm.; 14 cm
Edisi Inggris ke-6 tahun 1985.
ISBN 979-408-229-5.
I. Teknik, Ilmu-Rumus. I. Judul. II. Walters, J.
III. Brotodirejo, R. Slamet. IV. Slamet, Heryanto

Setiap pokok persoalan yang berbeda telah digobur ;":::_


scbuah hurul besar. Rumus-rumus y8ng berbeda-beda telah di kelompokan di bawah huruf-huruf kecil yang sesuai serta diberi nomor
yang berurutan. Metode inl memungkinkan untuk memberi tanda
kepada rumus.rumu! yang digunakan dalam setiap perhitungan khu-

620.002 l2

9Jl.

Kata pengEntar
Edisi Revisi Keenam

$rr

Untuk edisi kc6 telah diperluas dan disempurnakan.


Sgbuah Bab baru mengenai STATISTIK telah dimasukkan, mengingst pontingnya perkembangan dalam hubungannya dengan distriburi kamungkinan pengswassn kualitas dan keandalan.

/*'/ tfurlrf (zcvi7 -

Transformasi-transformasi Fourier dan l-aplace telah ditambehkan


dalam Bab yang disebut ARITMATIKA bersama dengan sebuah
Bab mengenai pecahanf ecahan sebagian.

KUMPULAN RUMUS TEKNIK


Oleh

K. Gieck

K. Gieck

Terjemahan Inggris oleh : J. Walters B. Sc (eng). C Eng.,

Judul asli : A. Collection of Technical Formulae


Edisi Pengetahuan 1985 dari edisi ke-66
Diindonesiakan oleh : R. Slarret Brotodirejo
Heryanto Slamet
o Cieck Verlag, HeilbronrliN. West Gcrmany
o Hak Cipta edisi bahasa Indonesia pada :
PT Pradnya Paramita

JalanBunga8-8A
Jakarta 13140

Cctakankeenam: 2005
Dicetak

oleh : PT. Perca

M.l. Mach.

E.

I
(
/
I

DAFTAR ISI
Satuan

s
(

Luas

llmu ukur ruang


Aritmatika

Fungsi Iingkaran

llmu ukur analisa


Statistik
Hitungan diferensial
Hitungan integral
Persamaan diferensial
Statika
Kinematika
Dinamika
Hidrolika
Panas

Kekuatan
Bagian dari mesin
Teknik produksi
Teknik listrik

Fisika radiasi

llmu kimia
Tabel

(
(

{
Referensi bagi DS, DIN dan VDE
BS

British Standards lnstitution


(Alamat: 2 Park St., LONDON W 1 A 2 BS)

DIN

Deutsches lnstitut fur Normung


(Alamat: D-l000 B ER LIN 30, Postfach

VDI

Verein Deutscher lngenieure

(Alamat: D4000 OUESSELOORF

1.

11

07)

Postfach 11391

Metode Penyajian dan Penggunaan Satuan-satuan


Sebagian besar persamaan?ersamaan dengan ielas mengemukakan hubungan-hubungan fisik yang mereka terangkan dan tetap
berlaku tanpa mengindahkan sistom satuan{atuan yang digunakan, asal saja mereka itu dalam keadaan tetap,
Beberapa persamaan berasal dari pengalaman dan pengamatan,
dan satuan6atuan yang diambx'l harus digunakan dalam rumus
untuk memperoleh hasil yang besar; hal ini sebagian besar dapat

dijumpai dalam Bab O dan Bab R.

Untuk selanlutnya ditetapkan penggunaan cara penulisan Stroud


pada lvaktu menghitung dengan rumus-rumus, yaitu kuantitas
dan satuan keduaduanya ditulis sebagai pengganti suatu rimbol
yang ditentukan dan perhitungan selanjutnya mdibatkan cara
pengaturan penempatan angkaangka dan satuanatuan bersama.
sama

Sebagai contoh, ambillah persamaan

Jika s (jarak)
v (kecepatan)
maka
t
sehingga
t

123:

= 2.8 meter
= Smeter/detik
_ 2.8 meter x detik
I meter
= 0.35 detik (waktu)
tanpa satuan meter

Di sini jelas tiahwa f akan mempunyai satuan waktu, bilamana


tidak demikian, maka meniadi nyata, bahwa suatu kesalahan
telah dibuat, dan pekerjaan penyelesaian soal itu perlu diteliti.
tx

I
Sebasai alat bantu dalam banyak kejadlan, dlambll

trturnrltu!n

yang telah diketahui sebelumnya, dengon manggunakan tanda


singkatan

"EU" (- Example-Unitl yang borarti: tatuan contoh.

Bilamana nilai-nilai berbentuk angka (numerikl dan retuantstu.


an termasuk di dalam perhitungenparhitungan, mlkr lkuivalsnekuivalen atau dsfinisideflnisinya rsbolknya dltullr redernlklan
rupa. rehlngga meraka ltu tldak momlltkl ukur.n (t!np. dlmonrl)
dan bernllal 1.0. Dalam bontuk rap.rtl lnl mcrokr krdbng-kadrng
dlrebut rebagal "lkatan kcutuen" (Unlty Brrckrbl d.n pcnggu.

nunny! daprt dlkorJrkrn drngrn tl$ c.r!l


dongln ratuan trtlp,
parramaan a 6
1 km
10lm

persamaan a 62

12in .

dldaprt!-

lt

didspar,-

persamaan a 90

778.6

ft

lbf -

didspst

1 Btu

misalnya, untuk mengub$ 14.7

lbf/ln'

,0,lfl = ,4.7 i:{ [#]'-

ke

I r xm'l

0.102ksf

3.281

perramaan a 1 10

Btulb -

0:556 kcaUkg

F n

F-

rz'roo S = 2'r7i$
[o.roz xotl

. L-trfj
-

.4
cm.

rooo

98'l

I rm

'l

L 3r8, r,

I o.sso rcat tu I
didapatl"L tkSBr, I

rgf I s ar N I [ro'
".,1 fr

uN

il[Ltke,JLrm,Jlro'HJ

_"__..-

rs,rur I

,-[H]
dtdapot , -[ffi

yansmenladr

ma, peroamaanml.

3rb,

2.5

!82 [g1r*!s-l[__,._l
lrb
L

L_Ud

JL3.28trrJIicC

r 2'5 r 0.4538
11

3.28r

t.036 N

yang manr merupakan satuan gsya.

Misalnya, untuk mengubah 1000 kgf/cm2 ke satuan S.1.,

looo

rN-1ke.+p
in r ksr - I ke ,0.8t *

lbf/ft'

didapat'l

L
,_F

'

Dongan cara ysng rema, Satuan Newton ditotapkan oleh pe6a-

[r+*,,-]

didapat 1

ft

moon

[#]

perramaan a 65

1m -

Scbogrl contoh, untuk mcndapltksn gaya dalam ukuran ratuan


S.l. dlmanc rebuah marra reberar3 lb diberl psrcapatsn roborrr
2.51t1.1 kerjakanlah rebegal berlkut :

Lr. l

dalam konversi di sntara berbegsi rirtem satuan,


persamaan a 36

1N -

tLlam pcnggg66an dcf lnirldcllnlrl :


I lbf cdalah botrr gry! di mana rebuah mara tebesar I lb dibcri
prcopamn teberar 32.t 74 ft/r, .
meniedi ,
lbl I lb 32'l;;
[sz'rz'l ru rtl

Kuantitar Dasar dan Satuan Dasar pada Ukuran Sistem


lnternasional
darar Kuantltas

nama

rlmbol

d8S8r sOtusn

nama

(huruf ltellc)

penjang
m83SA
unktu
arur listrik
whu absolut
jumlah zat

I
m

I
T
n

moter
kilogram
detik
8mpro
kelvin
mol
candela

intantitar cahoys Iv
(Saturn lams dlletakksn dalam ikatan []

simbol
( huruf tegak I
m

kg
s

A
K

mol
cd

(
(

P t.mg!/d.y!
? efirlenrl

Daftar rlmbol

Ruang dan waktu

o. F, f sudut
o sudut masif

D,Sleber

d,Ddiameter (diagonal I
A.IItinggl
I L panlang

(dircct

rtress)
tegpngpn geser {rhear

rtress)
P

takan6n normol

memanlang, regengsn

modulur ols3tlr lmodulur


young)
modulus kskakuan (modulur g6ser)
momon ohanan lbeng-

iaftk

r.fl jaii-iari

s
,

togangan utama

jangkauan, perlmster
ketabalan

kok!

u,U keliling

,4

Panal

T
(
o

tuhu abrolut
tuhu
koeflrlen llner darl per

kooflrlon kubik darl pe.

muaian/ekspansi
muaian/ekspansi

O arur panat atau aliran


g kerapatan aliran panar
g beraran pana3 por ratusn
msta

kuantlt$ panat

cp prnas tpBlrlk

lua5, perumpang-llntang
Aa pormukasn yang'ditim.
bulkan

modulur rekrl

cv plnat 3p6ifik

ao

gays goser, beban grer


r'eakri vertikal
berat atau beban, usaha

luas permukean

y lsi
t waktu
u kecepatan linear
ar kecepatan sudut
a percepatan linear
a percepatan sudut
t percepstan gravitasi

Fenomena periodik dan

kaitannya

f
/
,,

ro

I
c

periode
frekuensi
kecepatan putar
frekuensi sudut
panjang galombang
kecepatan cahaya

Mekanika

,a

maSsa

lerapatan
9.y., gay. bngsung

mornon torrl, momen

puntlr

v
w
U

T
Ie

t
z
p
Fo
Irq

I
tl

beban terbagl rata


mornen inmla, momen
kedua pa& luar
momen lnersla polar
konstanta torsi
modulus raksi
koefisien friksi sellp
koefislen lriksi statis
koeflslen friksi dsya dukung (bentalanl' radial
koefisien friki daya dukung lbantalanl longi.

tudinal '
koof isien frlkri gelinding
kakentalan (vlskorltas)
dinamis
kakentalan lviskorltar)
klnematls

poda teka-

nan kaprtan

pada

volu.

me totlp
porbandlngn cp trhadap
Cy

R
I
a

konduktivltss panas
koefitlen pemindahan pa-

/<

koefisienpancaran/trans-

C
u

konstsntr radia3i

konstanta ga!

na3

mbl panar
volume spetlfik

Lirtrik dan magnet

/ arul
.l kerapoton rrur
Y, tegEngEo

Uq tegEngan rumber

R prhrf,n n (rclltbntll
C kofldqkbnrl
Q kuanttur llrtrlk (lrl)
C kaparltanrl
D perplndshsn dldektrlka
E kekustsn medan lbtrlk
O flukr in.gnot
a lndukrl nrcgnet
I lnduktantl
I/ kekuatan med6n magnet
e tirkulasl medan magnet
,/ tsgEngFn magnet
R,

rerlrtanrl magnat

/V

fumlah lilitan
Permeabilita!

d konduktansl magnet
d panlang celah udara
o kooflslen ruhu reclstansl
r konduktlvlta
0 rerlnlvlta:
6 pcrmitivita!
to permltlvitarabrolut
r pormltiviutsrelatif
I

,/o

&
P
z
A

d
Z
X

Pr

Pq
Cu

pormeabilltas ab6olut

permeabilitasrelatip
iumlah pasangan kutub
jumlah peng8ntar
kualltas,angkaongka
baik-buruk
sudut rugi
impedansi
reaktansi
daya temu (samar)
daya reaktif
konstanta momen

c
(
(
(

SATUAN

Radlarl rlnar dan elektro.


magnet yang berkaltan

/c

intensitar paocar (radiant)


lntenritar cahaya

0.

onorgl psncar

kuantltar rlnar

h
k
M
G
T
P

E1 lredlcnrl

Ev

llumlnorl

lll

perrcaheyaan pancar (ra.

fl"

c
n

pencahayaan rlnar (light


exposure)
radiansi
luminasi
kecepatan rlnar
indeks refraktif (pem.

/
p

panjang titlk apl


daya refraktlf (pembiassnl

=
=
=
.
.

da

cahaye

0v

deca = l0r
heclo = .|02
kilo ='t0,
m80a = 10.
et98 - tOe
tera n l0r,
pot! E 10r!
ox! ' 10tl

dlant exporurel

L"
L,

biaran t

Ar
d = dcl ='10-l
c = conti ='10-,
m - milll =10-,
mlcro . 10-t
n-nEnO-to-t
P'Plco'10-r,
t - lemto ilO'!!
!Illto.10-ll

al
a2
a3

al
a5
a6

'|

1pm

l0 -3
10- 2

1cm
1dm

10-

lkm

10!

106

10-5

lmm

103

102

't0-r
10-i

10-r

103

10.

10

105

t02

10

t0o

106

l0t

0-t

I 0-5

0-e

10

-?

10'l

t
10r

lll

nm

a 10

.ll
i 12

a 13

14

a l5
a 16
a 17
a 18

lpm

10'r

,I

10'c

nm
[r A]

l0'

lom

'I m? -1pm2 =
lmm? =
Icm? '| dm? =
1 km2

10-e

hmll -

"I

\-

10

I 0-6

10-.

l0-.

Satuan panjang
rjan (sambungan)
gan

lmm

t0-r0

ld
I

to-r

l0-.
t0-6
l0- 7

'to - 1:

10-6

l0'?
1

"

pm

l0'

l0e

[m A1
l0ro

10r
10

106

101

l0r

.1

10?

10.
10r

10

10-2

0-l

t0''

cm2

dm:

10"

102

m2 I p-,
106
t

0-5

l0'

't0-?

t0-'c
l0-

'10.

105

10.

r0:

to-2

10'

10r0

10.

102

.t

1018

= Angsrrci-

06

't0',

Ur mi = r

XE

lrmlmm
lm

Satuan panjang

a7
a8
a9

xtv

Kelipatan desimal dan pecahan pada satuan

@. daya psncar, flukr pencar

O, flukr

10'0

=I

108

X-satuan

'
2

't

t0 5
l0-,i

,10-'?

l0 "o

l0:r
1

SATUAN

SATUAN

Az

Ag

Satuan tekrnan
Pa

Satuan volume
ml

1 ml1mm:1cm!1 dm'I kml-

I
10-r

'10-.
1

0'3

10c

m-J I
l0e
1

10r

103

't0-l

0-t

0-r

10.
10rt

10r

'I

l0ll

10r,

0't

10- rt

10- t5
10- 1?

19

r20
.21

!{l

dt=
t=1Mg=

106

0-6

0-l

103

102

10,

10r

10e

l0r
0-.

10--?

0-r

0-t

0-e

0-t

t0-6

103
106

10

10-

a26
a27
a28

ms=

min

d=

10-e
t o-6
I

O':

10e
1

108 |

tO-3 |

rO,

'I
'r

t17
r48

1 kcall

a30

03

6.66.10-l

e3t

6.66. I 0-6

s32

'I

a33

60,106

I
|

60,103
3.6, 10'2 3.6,tOe 3.6,106
4' 10!2 86.4,10ri 86.4,106
86'4' 1 03
60
3600

60, 1 0e

60

440

a35

s49
a50

N=
kN=
MN=

,lldmt=1r=lliter

0-3
'|

103

t 0-6
1

0-r
1

l r,,

ru

02
0 102,

10

0.r02,106

10r !

rd

= 1 kgm/s2 = 1 Newton

a36
a37
e 3{l

'02r t (

0.0075
7'5
750
736

r'td

10.2
1,02

9.81rt0-, I 0.981
I 33rt0-r h.3ilr

t
'36,

l[retm]

10-.

ll

Ircal]

[trp tt]
1.36

Wl,

l'58'10-t
t

6:t2

kw

a60

1000

I kgl m/sl
I kcal/hl
t hpl

9.Ot

lg.B1,t6-rl

102 I
1

r.ro l1.r6,ro-tl 0.119 I


7361 0.736 I 75 I

860

1'36,10-t
1.36

8'43

13'3,'10-t

'1.58,10-r

632

Satuan rirassa untuk b'atu permata


- 200 mg - 0.2x l0-rkg - t/5000 kO
Satuan keindahan untuk loqam-looam mulia
24 karat A ro@.Oo %
| ia farat-a 75o.oo %
14 karat a 5m.gr %
I ekarat A 3at.3at %
Satuan suhu

, . (+, ztt.t))x.3,#;* t;ili:j.",t ),,Jl',L


,r'(+ { a5e'67)Rant 't,f n"^* 760 tott ,,,rl
, -ZG+ - ,r)o..({- rzr'':)".
'- (;,+ ' ,z)oF - (rh - 45s.67)oF
o

T,

ra,

dan

t) 1

lorr

1/760

bsol' nol
Celcius. Fahrenheit

lr

adalah suhu

atm

alJ-Nm-1Wc

- I mm Hg pads t - 0-C
lotW-I.l/r'lNrvr

1.33322mbar

lt pl

1 karat

i50
a57

kw l[16 mrr]l [rzaun]


to-, lo.rozl0.860

t0-0

367'td

0.736 lo.zz.td

'|

0,102

2.72.10-'I
1.16'10-t I 128.9

h'l

r55

a59

lavnl

0.1

hp

5.1

a56

[rst]

[torrl

Satuan tenaga

3,1

Satuan gaya (juga gaya gravitasi)


N2)

a29

6.65''10-3
6.66,10- r2

1o-t

I
0'l

kwh

1 kgl ml

rO-.

Ja

a4E

853

106

.i

10-. I

kwh

s5!

ns

bar

Satuan uraha

a32

s=

r3it

.24
r25

Satuan waktu

ns=

10r
98 100

a23

Satuan massa

bar

.22

.45

kgm9=

,a? [txgtrtmr-164.
r tl3 1 torrltt

a rt4

mg

rd

r40 1 lVmmt

103

l(g

Pr-1N/m'.

.39

cm3

Nlmmt I

l16:

m.3,

i(

SATUAN

SATUAN

Ar

Pcrubehrn Setuan
lnggrbAmcrlke kc dalam ratuln metrik

&tun
tln
lrr
lyd

Satuan kerja

12

'l

0.31lll3

3C

t
l@4r10-'

lmm

328'r

tm

39.37
39370

lkm
Srtuan

002778

3.28r
328r

1.094
1094

25.1
304.8
91a.4
1

1000
10.

.tl
rt2
rt3

0'0254
0.30.18

0.914.
0'@r

'l

0-.

0.@1

1fi)O

't

.C4

rc6
etO

rl

laa

r200

cm'
dm'
m'

0.r55
15.5
1550

sq yd

3q r!

qyt!

cu in

cull cutd:

.772,1O-' 6.452

o.il11
I

m2

64.t 10-5 !67


o0929 .C8

9e,

9'29

8361

83.61

0.8361

e69

o01

0.000r
0.00r

t7O

1'197r10-'

o.r076

0.01196

r00

10.76

1.196

10000

cu

lt

l0-

cmJ

1728
1
40556
27
102 3a32, rO'.

dm3

6r.02

0'03532

61023

35.32

mt-

100

dram

1oz

cu yd

cmt

dmJ

m!

44r
0.037

16.39
28316

0.01639
2A-32

1.64.10-,

llb
19
lko
lMg -

0.0283
0.7646

76r.55
0.oor

'l'3t' lO-r

0.00131
1.307

r000

1d

1000

r87 1J.lWs
a88
a09
a90

0.1 383

7.233
0.7376

I
0.102

l kwh
I kcal
I BIU

1277

8,tq-

lrl

? 555.1 06

3.087'
778 6

r?t

.72

10

-.

o.oor
1

,73
.71

r75

.76
t77

.78

'I hP
I
a92 I k9l
I 3.r 5.r 0'l
a93 J/s . lW r 34r,10'
a94
1341
a95 I kcalrs = 5 614
a96 1 Sluis = i 4l5
a 9l

a97
a98
a99
a100

al01
z1
a

02

103

al0.l
a1
a

mar

1 dram

kwh
1.356
9 807 12.725.10

hO

dm'

cm2

Satuan ld

culn -

lrrtb
lkglm

8tu

kcal
-6

324,1 0

1.285.1

0-l

2.344.r 01.1 0- I
239,r 0-6 948.4.1 0-6
860
34 t3

426 9
107 5

3.968

0.232

Satuan tenaga

sq ln

Eeturn

a85
005

lul

rq ln
!q tt

kgl m

rr tb

yd
o.@3i}3

lanlutan dari A 4

Prnlrng
ln

As

05

106

at 07

oz

0.0625

1.772
20.35
453.0

'I

t6
0.ut527
35.27
35270

0.003906
0.0625
't

0'002205
2.205
2205

(}001

l0@

1d

Mg

k9

0'0O177 I 1'77'10-'
0,02832 I 28.3"1 0_.
0..53r 14.53^tO_.

1 I

1o-.
O00l

r000
bersambung ke A 5

.79
.00

108

al09
.1

l0

altl

.Cl
.oil

al l3

e83

all{

e 0rl

al l5
al t6

al l2

Satuan lainnya
l mri = l0'lrn
1 sq mrl = 10'6sq

lyard=3ll

x9t mrs

llrs-wl

76 04
I

45.7

807

000

0 r02
102
426.9
107 6

lo-r

0.1 782
0.7073
344,1 0 - 9.296,1 0-!
4.1 O -6
239,1 0 -5

0.239

4187

0 9484
3 968

055

1 055

o.25?

'I Mrl inggns - 1 760


'l mil (nautical) laLrr vds

I mil geograf ik
t torr panlang . 2240 lt)

1 ton pendek (US) = 20OO lb


1 ton pantanq = 2240 lb
1 ton Pendek (US) = 2000 lb

1 imperial gallon
1 US gallon

I BTU,f,' = 9 547 kcaliml


1 BTU/Ib = 0.556 kcal/kg
1 lbl/fl?

= 4.882 kgl m2
I lbt/in2 (p.s r) = 0 0703 kgl,cml
1 chain = 2? yds

I Ouarter (GB) = 28 lbt


1 Stone (GB) = 1a 151

0.7 457
807,1 0 -

Elu/s

caUs

4187

rn

1 Hundredweroht (GB) (cwt)

112

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

0 0254 mm
645.2

pm?

0 914 m
1609 m
1852 m
7420 m

l016Md

0.9072 M9

996MN
9.00

MN

4
3
39

546 dml
785 dm!
964 kJ/ms

2:327 kJtkg
47.8924 N/mz
0 6896 N/cm2

20.11m
498 kN
124.5 kN

62'3 kN

Br
bujur ungkar

A.ar

,Vt

d."{V

(
(
iaiaran genlang

r . $1

r'T

. Ii^

raD

regitiga

.lffiDiGi

_l

LUAS

LUAS
Segitiga rama riri

A.

Segi lima (pentagon)

{r,

b14

*vr

b15

t - ] ali.iF
" - +,lto-6
e - i,tf-:ff
konstru ksi

76
Segi enam (hekragonl

br0

bt7
b18

86. cD

cE

^d -, lsY;
?a

" - $o ,,

2as
zs

a
I

0.7a5 d2

b32

?xr

b33

b34

r (a + b)b

b35

D-d

b36
b19
b20

r'155s

b21

o.B65d

b22

0.8)s?

b23

Vll?

b 2.r

s lan22'50- O'115 s
d cos 22 50- O.92,1 d
.*r-lZE" = l o8]s

b37
b38
b39

= xd

{o' - a')

b40
b

4l

- ,fot'

d1

7'

_ b,

Sektor ling

u = ffi'"

-x =
a
le6do

(d = adi dalam lingkara^)i_],il

= ?r sln*

sur linqkaran

- *(5n:,+s')
/r
2-

s?

b25

b42

b26

b43

a.
= r(1-cosz)

b27

b44

lihat rumus b 39

th

b45

Segi banyak (poligon)

b3t

- 0.r,. 6c -

- fr" '

Segi delapan (oktagon)

Lingkaran

b30

A1+Az+At
a hi+b fu +b
2

b28
A,

!' 46

b47
b29

.(;.+.?4.+)'^'' -

a-9
'Jl.dimana,l - a+o

ILMU UKUR RUANG


c

Cr
Kubus

6 a2

liTc

(
(
(

Paralelepipedu m

11

ILMU UKUR RUANG

Cz
Silinder

v - !a'n
Am

'

t r

ILMU UKUR RUANG


lt

c26

c12

c27

*n (: "' + 1.!' + h')


?r rh

ct3

c28

r(zrh.

c29

f^ti

Ao -- 2rr(r+hl

Silinder Kosong

Kerucut konus
a2

v . !r'n
Am
I h

ct5

^ =
A2t \

Kerucut terpancung

-'l l, \

= ?th2

{-m
,

12

\,1,,"

a'

*, ,'
1'r89
Ao

(
's2 . ,t')

T("'

4 hr)

*, o'

r'
t

t72

Sektor

l^sn
t'(o

c33

Ao

cm

c34

4nt
b

c2l

c35

Ao

2th(R

s)

:"

v = $a(D'+Dd+d2)
t^. +n(D+dl .2rph
1'

c3l
c32

cll
ctt

lfn2.r'

12-:!

?^rh

c16

' '
Ao = rr(r+ml
r+

aa. b')

(r - ht
t'

A2

c30

It

Cs

Bo Ia

dengan luEing-sil

inE,il

r..=+

r)

c2.
Bola dengan lubang kerucut

c36

ln"n

c37

,^r(n,

t3

Cc

ABITMATIKA

ILMU UKUR RUANG

Pangkat dan

umum
dt
d2

lo'

d3
d4
d5

lrisan silinder

p a'!

g o".

1p

aD on '
fr,
o f o"^

d6

)o'

B
Angula

d6

v . l,'a

c /al

Aa'

c12

2rh

c43

d9

nt.--

d'ro

drr

Gentong (barrel)

i,

ntz

p' , d')

d\2

Vo^'

W
G

Yt
ta-l'

(l/"1=

otl

or'! .

d'
o

'r

oF.rE
a--

l/t o,

(*l

/o'

aaar -- \/t o ,l/ar

#=vi=z
6_

J-

V"" = V"'

."

-. ,W','--f,
J

= ,,|/r

(i6'l= "*
--ff '-

Vr

-,tidak dapat dioakai unruk)


misalnya V(_?)r
perhitungan

khusus

06

(+)'

br

= \tr.ltr
[+

7o

(ot )' = (ot )r -

(*)"

Yo

ot/a'Eol-2.03
m

,WroF = tprilW

V",
E:

'lo

ol, ot =

h-D

^"

.i7

oh'n

, n,m
r to
, .
dn . 1/ao

IU '

contoh dengan angla

Lq)o"

, r.n
(a
,

It

akar

=Vi = ,r,
lV+-ll, ='-Z

'

Eksponen dari pangkai dan akar harus merupakan besaran ya


tida k berdimensi!

v . i

r-

(1,

r rr r

4,r)

rumus ini dapat digunakan


untu k perhitungan-perhitun
yang menyangkur benda.be
masif dalam gambar C1... C3
dan juga bola serta bagianbagiannya.

Persamaan kuadrat (persamaan pangkat dua)


dl3 Bentuknormal y'+px+q
= O
-r.-_
d14

Penyetesaian rr.r i

dr5

Aturan Vieta

x. =

+t

lf{ -

Perhitungan berulang'ulang (iteratif) untuk akar ke'

Jika, -h,

maka, = *
[,^-t1,. ;#-],

15

ARITMATIKA
Pangkat, Akar

ARITMATIKA

Dz

Teorema Binominal

lanjutan dari Dl
Di mana ro adalah nilai perkiraan pendahuluan dari x.
Dengan memasukan nilai x yang didapat sebagai nilai baru
dari 16 secara berulang-ulang, maka ketelitian dari harga x
berangsu r-angsur men ingkat.

eerlu
d17

dr0
d19
d20
d?1

d22
d23
d24
d25

(oIu)': = ottzob+b'
(a t a;! . att,a2D+ JoD'! D,
(o . D)" = on + o'-'o .
o,-2 b. +
i
+*
n(a:l
r
*' -1;i4)(3-2) o.q o'+
oi
D"
'" bn
(o + b + c)2 = o' * ?ob + 2ag+ D,+ Zbc + c2
(o - b + 6)'?
o2-2ab+2a.+0,-l!..",
o'-b'
o)+b)
or-bl
a"-bn

(o+b)(o-b)
(o+O)(o'a-b+bz)
(a - b)(a'+ ab+ bz)
(o - b)(on-' + o^-2 b + o.-J

=
=
=

+ Obn-:+

...

(;),'.0,"'

d27

Eksponon: Penjumlahan dari e!'ponen a dan b untuk sotiap


faktor yang berbeda adalah se.'na dengan eksponen z binomial. Apabila pangkat dari a b'trkurang maka pangkat dari D

d31

Taodt: (a+b)

akan bertambah.
adalah selalu posil,p.
adalah qositin oar a awalnya dan berubah dari
faktor ke faktor.

(o + D)i - qs+ !o'D + lQotbl+ lQolDl+ 5oD(+


(o - 0)3 = +os- 5oa6 + lgotb'- l6orb'+ 5ob(-

6r

Koefisien ay,

b2 +

nl

D"-l)

dapat berupa nyata atau kompleks. Apabila


adalah nol-nol denominator Q{x), maka bentuk dengan

laktor dari ylx) adalah:

yt,)-ffi-ffi

(n-rrr)')

dimana nol nyata atau nol komplek dari


kt,kz... kq kali;qadalah faktor konstan.

(o * o)o(o r b)r
(o + o1 I
(o + b)l
(o + o){
(o.+ o)5
(o + D)3

6ol b,

,lo.O!

Penyelesaian dengan diagram

D1

Untuk mempermudah penggunaan


tegrasi, perluasan
bih cocok.

segitiga pascal

1,ft) meniadi

Qft)

dapat teriadi

.r'1/x,/,

misalnya untuk in.

pecahan-bagian seringkali le-

I
'|

ll
121
1
.lt

vG) ={+i.
)

t . f6--l--Tl
r'.-i-i-o ---T-_15

?o

1,

5.1

Eerlanjut dengan setiap baris dimulai dan diakhiri


dengan
angka 1. Angka kedua dari awal dan kedua
dari akhir, harus
mc:':pakan nilai eksponen, dan angka-angka lainnya
adalah
jumlah dari angka-angka sebelah kiri
langsung di atasnya.

dan kanan yang berada

T;;Fi

' x-ar'

(t-n)z

#-t ii *"''

'4*

b;;tt

F-Ari-

.4a

51

+h.
#.;"
A,,
ATT

(
(

Perluasan pecahan parsial

= q( + 46) 6 +

,6

DS

ylrr=!_(?T-ffi

d26 (a + b){

d29 koelisien

D:

Pecahan yang tepat untuk fungsi rasional


P(r)
!o+rirt + eyr'+.,.+a-r-

o.(;)""-, 0,.(!)."-,

/a\ _ a(n-t)(n-2) ...


\^/
l,2r)...

d30

(a-b)

Teori Binomial

d26 (o *

Dg

Perluasan pecahan bagian dari fungsi-fungsi

nol-nol kompleks terjadi dalam pasangan-pasangan (penafsiran bilangan kompleks) bila Qft) mempunyai nilai koefisien
yang nyata. Untuk perluasannya, pasanganfasangan ini meniadi pecahan bagian yang nyata. Apabila dalam d 33, iumlah
17

l.nruon d.rl

Oo

ARITMATIKA

angka yaog nol n2 - a-1 (n2adalah penal:iran komplekr pada


zrl dan apabila, karena terjadinya pasanganfasangan itu
fut12-1, maka pecahan bagian dari d 34 dengan konstanta

Att . . . Ato &pat

liut ini:

t#.

Untuk mendapatkan konstanta-kon3tanta Arr ko Aqrq 3aperti luga 8rr, Crr ke Strq Crr koefisien-koefisien pangkat
yang sama dalam x pada persamaan di sebelah kiri, dapat dibandingkan dengan koefisien-koefi3ien di rebelah kanan, setelah diubah di dalam penyebut (deminator) bersama Q(x).
Contoh:
v

(, )'

F:,,:af*#fl;rF #. ffi
.

2:-l 8,rx ( r+ i),rGr ( r+l)r +Iqr( rr t) ( rr+2r+!


Of,-I'
21-1. (ta+ 61,)rl + ().lqr + I.2+

)+

L,u.

&,

t.l l+2 r +51

28rr + C11)r, +

* 17 Ar, + 2,11 + Bt + ZCr, ): + jAlt + JAl + Ct


Perbandingan koefisien-koefisien antara ruas kiri dan ruas kanan.
atr

. -1/2;

Ctt

Umum

digabungkan dalam pecahan parsial berl-

(it##i'....*flffiy

- l/1'

l.t - 1/?;

A"2

- -)/1.

Apabila terdapat angka-angka nol tunggal n, maka konstanta


A11, A21 ... Aq1 dari persamaan d 34 daprt dihasilkan de-

- p(n,)/Q'(ar) i .irr- p(^)/e'(^rl;...

berdasarkan

ststem

log

loq'o

fogro = 19
loge = ln
log: = Ib

l0

log biasa

log biasa (natural)

d
d

log dengan dasaro

log dengan dasar 2

Simbol di chlam log


o

= b dapat

disebut

dasar

x. lawan logaritma
o logaritma (log)

Rumus untuk perhitungan logaritma


logo (r._v) = logo r + logo y

d41

d42

.:.oo

d43

'o
loo

d41

roeo

logor - logoy

y
xn

4 , 1oo

fi

-floo,
a

-o

Persamaan eksponensial
d45
d46

br

se

hi ngga

19 r

lr- p(aol/e,(a"l

In r

Idx

.rtaD

=
. rosod I o - yi
logo

n9an:
1,,

Dc

Logaritma

Konversi logaritma
19 e , ln t
= O.434294x ln
19 r
2.302585 x 19

19. c

= 1.442695,rnx

3.321928x

lg

Dasar logaritma biasa e = 2.71'Zs1g?g4sfl. . .

d50
d51

d52
d53
d54

Kunci logaritma umum dari ribuan angka

tq 0'0,l
Ig 0'l
lS I
19 1O
l9 l0O

= -2.
= -1.
= 0'
= l.
= ?.

atau O. ...-tO
atau 9. ...-tO

dst

Cetatan: Lawan logaritma selalu harus merupakan sebuah kuantitas tanpa dimensl.
19

ARITMATIKA

Ds

Kombinasi, permutasi
Permutasi

Suatu seleksi atau susunan yang diatua r, dari iumlah ll hal dikatakan sebagai "permutasi" dari rl hal dengan mengambil r
pada suatu saat,

lanjutan dari D5

Contoh: Untuk n

- 3 hal di mana c, t,

c digabungkan, hanya

memberikan satu kombinasi aDc. Di sini n =

3.

r-

3.

. (i) -l;fi), - t.
":
Tabel di halaman D6 membandingkan kombinasi-kombinasi
sehingsa

dan

permutasi-permutasi (dengan atau tanpa pengulangan hal).

Jumlah d?ri permutasi ini dapat ditunjukkan oleh:

pn . n(a-r)(a-2)...(n-r+l),

r
^ >

hal dengan yang lainnya (yaitu 3 pada satu saat) dengan 6


langkah berikut ini:

abc bac cah


ocb bu cln

di sini r = rt = 3

1,2,)=6

Pt-

Kcadaan khusus: iumlah permutasi dari n hal yang keseluruhan


merupakan penggabungan nt bentuk pertama, nf bentuk lain
dan, nr dari sebuah bentuk ke'r, adalah:
o
=
tA..
n,!

nr!^l

n.!

, ...

Contoh: n = 3 hal a,a,bdapat dipermutasikan dengan 3 langkah


beri kut ini :

aah aha

haa
O=
' 1,2

=2,n2=1
_ 1.2')-1
1,2'
2! . l!
di sinirr=3,nl

Kombinasi
r dari fl hal lanpa memperdulikan susunannya dika
"kombinasi" dari n hal dengan mengambil r pada satu saat
seleksi

kombinasi ini dapat dituniukkan oleh

nt
-n =;(^-:lr
c.

/n\"'
- \r/

n! diucapkan "n faktorial"


Simbol biasa untuk koef isien binomial (lihat d 27)

20

21

Nf
(')

N,

Catatan

kinan

kemung-

Juntlah

Jrada

tungan

Perh i-

Kcmungkinan

6E

6Q3
>o
:nD
-O
oo,blbo
oPo
nf

Lt -

<o
$
:
Jo

9-o
9_o6

Nf

?'

=@
YO
JJ

"Lp-

s o j

ol-o

*c^,rl

a(a+l )"'(a+r-1

(". : - t) ''
)

- n(n-l )..'(n-r+l
)

e:'n*r - (r';' 'ei


=

n'

I dengan

Jumlah permutasi

tanpa

pengulangan dengan memperha.


tikan keadaan hal

0.1
rT--=

=(;)

t1

cc

oc

2 I

( ) ,z *"t
-r -

oa oO
'bbbc

l6

)o
'fl

\
.x.

oJ

4
I

\f
- A

.c l
c

t+
\oa
o\o
I
aoo
rta
ll+
ooo
too
D
o.!\

o
o
...LIar
a+

+ .r '.

+ --+---i-l-

.a. ,

o
oAI.o 1....r
i
t,..':,
Oo'oC

tct
't

o3
_o

kombinasi sama

,!

(r-2)!

r
o

o
B

o
L6

9PP
ooa
E!!
ooo
tta
ltt
ooo
oo0
:!D
ooo

l+

ooo
tla

o'

o
b.

o
t.-

o
o
ct,2

oo
oo
oq

alt

[r

xhx
.a +
.'
ooo
tNn
o <ES
l++
ooo
o but
.a
NNN
o

ooa

ro

a
o

J
J

o
I

o6

OD

iN

-s oEoJ
o o
3 ,

9.

o
o
o

o
3

9-

rr

3
o

li

Io

oo

oo
I..

b
C

++
oo
!i
<s
fln

f:xx

'!t

=!13.
e3l

o.

:
o
ro

=
o

:'o

-o -l

-.:

E'

A,

dr

[{
:=
TD

o)

d>
rtr

(D

o
o

I
g

i$13

=-cEl5i
=

?11.u

rlili >=

II
IO

I
)' o)
<.n!l

":-.9

50 bb b(
:o cb c(

lo ob o(

contoh ob dan 6a permu


tasi yang berbeda
sebagaa

- ,!
t!

.'.?.r.,

e1- (f)z,

-oDac
bo.bc
co cb

') perhitungan menurut ke d 27

sebagai contoh ob dan bd merupakan

/l\
l. 2
\21 1'2

ob oc
.bc

D.

l,=znatdipilihdari3halyangditentukan

Jumlah ksrnunqkinan kombinasi

n = 3 hal r,

o,
rO
-a
roc
k-r
oai
fl

dengan

p, Nomor pernyataan permutasi


I
ditentukan
r: Jurnlalr hal yang clipilih darihal-hal yang ditentukan r

Cr

n. Jumlah hal vanq

rY : dengan pengulangan

t
o

Pemberi

simbol

Penjelasan

Rumus

Jumlah kombinasi

tanpa

pengu langan, tairpa memPedu likan

ARITMATIKA
Determinan dan persamaan linear

ARITMATIKA

Da

Dg

Deret
Deret hitung

Determinan yang lebih besar dari orde ke-2:

(Aturan Sarrus, lihat 07, dapat digunakan untuk determinan-determinan dari orde yang lebih besar daripada orde ke-3). Dari
penjumlahan atau pengurangan perkalian-perkalian yang sesuai
dari dua baris atau kolom, dapat diusahakan untuk mendapatkan nilai-nilai nol. Kembangkanlah determinan dengan memulai
dari baris atau kolom yang memiliki jumlah nol terbesar. Bolakbaliklah tanda-tanda faktor dengan mulai dari Ql I sebagai +.

Urutan 1, 4,7, 10 dan setorusnya disebut deret hitung. (S.lblh


antara dua bilangan terdekat adalah konstanl.
Rumus:

oa -

t73

,^'

o, + (a - t)d

+(o1r

6') .

o, r,

3!,!-E

Angka rengah deret hitung (arithmatic moan):


Setiap bilangan dari deret hitung adalah angka tengah dsrct hltung a6 dari bilangran-bilangan terdekat o--r dan a..e

Contoh:

Maka, bilangan ke-rn adalah


0

ol
d!t
otr

dtt

9i.

arl

6'

+
+l
orr-""'crr
or,---"
orll
orr
or.l o:,
o.,
drr
I o.r

- --

l::l

Qa '

d75

mus:

=!

9oz
"" -

..".=ff

Untuk determinan dari orde ke.rr teruskanlah hingga


mendapatkan determinan pada orde ke-3.
24

gn-l

grqn-oi

Angka tengah deret ukur lgeometric meanl:


Setiap bilangan dari deret ukur adalah angka tengah darat ukur

-.,.( )

Untuk membentuk determinan Dr,.D2 . . . (lihat D7), masukkan


kolom r untuk yang pertama, kedua, . . . dari D, dan buatlah evaluasi dengan cara yang sama seperti untuk D.
Untuk determinan pada order ke a, dapatkan tr1
dari ru.

",

o, gn-t

!-^-tg-lq-l
- .

:::l)

Rumus:

Pengembangan lebih luas sebagai:

.",,1::;

Urutan 1 ,2,4,8 dan seterusnya disebut sebuah der6t ukur (Haril


dari dua bilangan terdekat adalah konstanl.

+t

otr

:::

= o,,(",,1::l ::: -",,1::i


I

t<r<a

Deret ukur

untuk

o,-!#.?)

(misalnya, dalam deret di atas)

Pengembangan pada kolom ke-4:

o-..]*

171

!tr "'

otr
""

a^

dari bilangan-bilangan terdekat

a.-r

dan a6-r'

Maka bilangan ke-m adalah

d76

o^-

w; "*

(misalnya dalam deret di atasl

Untuk deret ukur tidak terhingga {r-*;


rumusan berikut ini:
(ta'Ila6r-O;
^+@

untuk

or

l<r<a

. /e,G. . rl

l9|< 1)

berlskupc.

I
'". l3;". orTli

Der.t ukur-d..lnal

Pinerapan untuk menghhung perkalian de,ot-angk! ttrndrr dlti


dua bilangan yang berdekatan disobt t "porblndingln progrcdf

{progressiie ratiol O"

25

jumlah bilangan
jumlah sampai n bilangan
hasil bagi dari dua
bilangan terdekat

bilangan awal
bilangan akhir
selisih antara
dua bilangan terdekat

Deret binomial
d80

e = tlo:

f(x)

. (r r r)o .

"(?),

. (;)u r (;),,,

..

dapat bernilai positif ataupun negatif, dapat berupa angka


bulat atau pecahan.
Perluasan dari koefisien binomial :
a

integer b menentukan jumlah bilangan, atau jumlah dari angka


standar sebuah deret di dalam satu dekade. Nilai-nilai bilangan
yang harus dibulatkan, dihitung menurut d 77:

1a\ -_ o(a - t)(a - ?)(a - ))...

\a/

(a - n + t)

Contoh:

=
Contoh-contoh

... I R5.

En. e24,...
R 10. R20.

...

mtern, dere(
deret DlN. lihar R

J:) -t

100 atau..
cat.atan

6, 12,24,... I ee.
5. 10, 20,

n = 1...b
da2

TT;
ln-m

d83

'|

)'i:?

! r)r .
!

. (t 1x)'.

rtlrr-*t'
I ++r r;/

Oeret
d

8,1

11x)

d85

(L =

'lf"
+

*e"

taylor

,+

- t(a). ';1"' ,.

memasukkan

(r - o).

(
r

0 akan menghasilkan deret MacLaurin

t(x). /(o) '#9,

, 1fL* + .

untu k
o86

d87
d88
d89

d90

'-ir'zr'JT* "

o
o

semua

,x'l!

(rIno)t

(rlno)'

.--T-.----TT_.-'T-..
=,F+.;(..,J". i(#J
l
rlno

x'
x'
xl
rJ
--T.A+J-.-5-+..
_ r . r _ | . l --.
211t

laniutan di D

11

26

ARITMATIKA

Drr

ARTTMATIKA
Deret
Deret Trylor
(sambunganl

Contoh:

rr{rr

t1n r . r

-5r'5T-7T+ "

dc?

cor r -

irrz' -JT+..
-T,,TT

d93

tan r., *.tr' ,#r' ,iJir'

cotr.+-i, -#,'-fi,'

grt

d95
d96

Arccot , -;

d99
d1@
d

l01

dr02

d104

arcosh

d106

, -

'lr) xr
-, . Fi -j-

I rr

r = ln ?: -+

bentuk berikut ini (r = o/):

(^r)dr

dengan indeks * = O,1,2 , .


2,.. ..
Penyederhanaan hitungan urtuk koefisien gelomban! simet.ris

', '*-l""coa

semua

(,ir)d:

Fungsi

genap: f(x) = l(-t)

fungsi

ganjil:

o, =

llrt'lsln

semua
T

lrl<i
o.l rl

llr'5
?.-1;6

lrl

x'

7..

*-n ii-Hi* #

xl
ll
x'
x'
+J+.=i-.,i-.
artanh, . x . a'
arcoth r = lirl
r. ,I . ,T + ixr r

..

ot -0

l:l<

lrl)

l:l(

lrl>

t(xl - -l(-x)

r' - l"[ra

cln (Ar)dr

dengan indeks L = O, 1. 2..


Fungsi harmonis genap
dl l3
dl

14

f( r) - l(-t)

t(!

- -t(, - ,)

+,1

dll5

r/t

", - +).,,(,)

cos (Ar)ar

intukr=1.3,5,...

2A

1r r

# [.. cos(nr) ' o, crn(ar)]


Berbagai
^n koefisien dapat dihitung dengan:

.t

lrl=

cothr-+'+, -#",#,
errlnh r

dalam deret-deret konvergen dari

lrl =t

r#r'-*,

tanhr'r-irt

masing-masing interval ini, dapat


diperluas dalam interval ini, ke

lrl<r
lrl !l

rtlu'rt
slnh x,, .JT . j_i .Jl_ *gl-.
tr'rtr'
coshrol+rT+IT.ZT.ET

dl03

d105

- Arctan

tnu (continuous curve) dalam

o< kt

.rltr?tr

d98

dapat diuraikan dengan kurva kon-

lrl<?

lrl

yang dapat dibagi-bagi lagi ke


dalam jumlah Interval terbatas
sedemikian rupa sehingga /(x)

,
lemua
,

I lt , lrJ rt 1rl'J r'


r ' r + Z3
T-1.r, Z4-,6a.
AFccor , -+-Arcsin r

Arct.n,-x-T.T-TrT-

denganperiode-rsrS

semua

Arcrln

d97

Deret Fourier
Umum : Tiap fungsi periodik /(r)

untuk

d9r

Dp

Deret Fourier

Fungsi harmonis ganiil

f(r). -l( x)
'r{!,,i
.
,al

-tt}-,)

/(x) srn (rr:)dr


'r = +)ountukt=1,3,S,...
29

ARITMATIKA

ARITMATIKA

Drs

Deret Fourier
laniutan dari D 12

or
br

d1

dt17

- o untuk t=0,2,0,... lo, . o


. 0 untuk k= 1,2,3,... lb, . 0

untuk k4'o,1'?,..untuk t=2.'4.6,...

Tabel perluasan Fourier


I

dr 18

dl l9

d12r
d't22

34
d135

yy=-o untuk t<x<2x

*[.r^.*{5!.stfd.

dr 20

d133

d1

o untuk Q<xcx

y = o Untuk a <x<x-d
y --a Untuk r+a <x <?t-a

136

d1 37

dr 38
d1 39
dl 40

,i

t i

|zn

tl

d 141

I i"o" a s1n r *
sln ()r)
rI
]"o"
*
f"o, (5o) stn tirl ' ...]

Oo

dl42
d143
d 144

o untuk a < x <zt-q


l(2r.' t)
cos r
"-a - sln(r-o)
- I -

;t2

dr 26

dl27
dl 28

dt29

d1

s1n

Ir-a).o,

v = a\/b untuk0!r!b
y-- c untukO5rSa-b
v' o(r - r)/5untuk r-b5 x I t

a,"{I:9.l
(fr) * ...]

(5r)
I sln (561 sin

v-ffuntukO<x<Zx

dl32

y-

y(2a+t)

cos (2r)

laniutan dari D13

o fstn

T- ;L--r-- .

.,^r,r', *

lln

-42n.

...1

untuk6{xlx/2
y-zox/r
y = ?a(t-x)/x untvk t/2Uxtx
y .-l(a + x)

$oIrrn, -

sln-(]r) .'1^rl5')

..]

y. or/x
untuk05rlx
y = a(Zx-x)/t untuk r !xr-2x
, = 1(Zn+x)

t - #[o,+ . *+rr) . *#d '


y = o slnr
y =-o s1n,

, = 1(t+

untuk0!r5r
untuk x*x{?x

x)

untuk0!x{t/2

146

dr47
d

1{B

d1

30

d131

d145
d

?o I

Dr+

Deret Fourier

49

ol50
d1 5l

t/ = xt
y = f(-x)

untuk-rtr!r
= l(/n+x)

o152
d153
d154

v = ax/x
y = l(2x+ r)

untuk

(x (r
lanjutan di D 15
31

ARITMATIKA
lanjutan dari Dl4

2o fcor r
v'tr-o 7[-1t-'

a frln r
trLt

cor ()r)

),

ARITMATIKA

Drs

Transformasi Fourier

Dro

Transformasi Fourier

lanjutan darl Dl5

,--r

cor (5r)

r(s(r))
r(s(ar ))

d !66
d t67
d lcE

rln (2r) - sta (Jr)


2

Umum: Transformasi Fourier f {s((|l yang berlandasan lntegral Fourier merubah fungsi waktu s(l) ke dalam spectrum
berlanjut (kerapatan spectra) s((u) sedemlkian rupa tehingga

156

d
d

157

frekuensi (, meniadi sesuai dengan kerapatan spectra. sll) harus mempunyal karakteristik sebagai berikut:
a) mudah dipisah-pisahkan dalam jumlah interval terbatas yang
telah ditentukan.
b) mempunyai nilai tertentu pada loncatan t0+o) dan t(r-o),
sehingga nilai ini sama dengan nilal rata-ratanya.
s(t) = 112 [s(r-0) + r(l+0/l

158

c)

F{"r(r) . sr(r)}'

. s(o)
'f stfl

resr > o

5r(o) r Su(o)

Dengan menggunakan d 159, kerapatan spektra yang telah dihitung diberikan untuk beberapa fungsi waktu yang penting. Penyesualan antara fungsi waktu dan kerapatan spektra.

169

Fungsi waktu

d't70

"(r),*is(.) c''' d.;


s1r1

empat,aPr(l)

s1,) =Js(r) o'''

dl

Kerapatan spektra J(o,)


2

AT sln(uT)/(uf

sla)

Jlr(01 dr harus merupakan konvergen mutlak

lnversi transformasi Fourier


fungsi waktu s/l)

F-!

d 171
d 17?

Def inisi

sr,l - iir!)

159

r(s( r ))

160

r-'{s(@)}

161

Enersi

spektra

c-i"'

- v--?

*1i''' "

-rr

_Jls(

t)l' ol

(S(@))

|'ft'ot1' -

Dirac,{

6(t)
S(o) = r

(kerapatan spektra adalah


konstan untuk kelebihan <l)

r73

il2

t-?/2)-

Rrr, ( I +T/2)

171

- 7@l
sln
:

s(o

-J2

Ar -;;-

Aturan hitung

162

163

Peralihan

(translasi) r(s1 t - r))

pembelitan (konvolusi)s,( 1) *

sz

(t)

s(o

Js'(r

-5

164

-@

32

165

r{sr(t)rsr(t)).

"'(' ,r(r -t)

175

s(u) = 417 cos(zrr)2!!9L

cr

st(a,) 5r (o)
33

ARITMATIKA

ARITMATIKA

Drz

Transformasi Fourier

Drs

Transformasi Laplace

laniutan dari D16

176117?

lanjutan dari D17

(r)=*,.:1+:+!. o"nn"n

uo-j."

, ltrtt

s(o) - I R. (o)

(fungri segi
empat)
Sarf

Pulsa cosinus

dl

kuadrat

,t2

.co

.''('{)

2(oot with
)
uo

2x

'-f

r
. -T-t7{ut3
^

T2 u'
t-rr;r

t +'I
Fungsi waktusfr)

d
d

178
179

ngsi segitiga

\'-|_i

Kerapatan 3pektra S(ar,

s(.) - ---I)u + u

a c''1

,{ o, ( I

Umum: Transfornrai Laplace

t (/(0)

(
berdasarkan fungr

si integral

F(p)=[t(t)e
J

dl

7iit. yang mana harus bernilai


nol untuk ,<0 dan yang seluruhnya harus diberikan
untuk t>0. ke dalam suatu fungsi gambar. Bagian e o'
di dalam d 190 digunakan sebagai sebuah faktor persiapan untuk menentukan konvergensi integral untuk
sebanyak mungkin fungsi waktu, di sini p = rr r,ro dengan rr 2 0 , adalah variabel kerja yang kompleks. Oi
daerah gambar ini persamaan dif erensial dapat dipecahkan dan proses-proses dengan ciri khas yang tidak
periodik (misalnya osilasi) dapat ditangani; sifat (watak) waktu yang diinginkan akhirnya dapat dicapai
dengan cara transformasi inversi di dalam daerah r
mengubah fungsi waktu

.,nrrttls(')

tl

18.0

165

Pulsa
Cosi nus

,. co3(oo. )denganoo. ji
tttt

(,) -

- stn f(o ' o")


l+
. s1n f(- - o")

(lihat D 20).
Def inisi

-rtrrr,I

r1o1="17at;"0rIe-'{rrnr }=

uraian singkat:

,/(r)+f(p)
3a

^n

-*!i;;tu,",

(
(
(
(

uraian singkat:

f(p).+r(.)

i
36

,(

bniutln dori Dl9

ARITMATIKA

Drg

Transformasi Laplace

dalam lungsi-fungsi bagian yang rcdemikisn rups untuk m.n!


di dalam D20 konversi-konversi diberikan kemball kc dalam
daerah waktu.

l.niutln dsrl Dl8

Aturrn hitung (aturan operarll

tt

Llnearitas

I L{lrlt) r,r:(r)) .

.t

l{c ,(

Lll(. -

cr)

-[

lekl
- !tr(rl lzlt-tl

1t(t) t !z(t) e

t^1.-t,

4(p)

Dalam hal ini menunjuk pada d 213 F(p)-1tpl.l

Fr(p)

::::':T")
seterah

D2o

'l'' 'il1bil ' +#'r - #*"'lo;'

ytrl - r

-rl;\ *z,zl;'4 - t, r')'

Panerapan aturan koovoluli (pcmbelitan) terhadap transformr:l


pada jaringan-iaringon linear.

pada

daerah-t

porr.m.an deferenriat

daerah-t .t Operasi
Operasi

l;;.;------1
I

+-r!rlihat pada - I
aturanatrr"n
untuk penia-

untuk ,tr) + kondisi


start

baran
t---

penyelesaian
hasil penyelesaian
I lhasil
l1
dilerensial |
diferensiat
lpersamaan
I
!

daerah p

p".',nd.h* llp.nr"t"r.illIl
inversi

!
I
!

cetrn- !lr"m"an normat

I jukdi D2O rluntuk


.-. vrpr

(
(

-L

I iI

209

daerah-p

dN

Persamaan diferensial

at

Fungsi asli adalah h0 dirubah meniadi sebuah responsi .r,/r.l


setelah melalui sebuah jaringan. Jaringan ditetapkan deng8n
fungsi pemindahannya Fzb). Fttil pemindahan inversi lz0.

Penorapan transformasi

or

- p r(pl-t(e)
- lr(pl-p t(o.l-l'ltl

t,l ttl
.(J"(r))
t-( 1"1 t t\
{

skema

/( t ) !d8l8h fungsi start


y( o') - 2 a kondisi 3tart
I
r(pt-iv3')+r(pt - F(pl
E l: Xlt zp
r1r1 . r(P-)leY-(o') .'Ti';i'
l: ffi' y( r )+
Sesuai dengan l()*
flp) terdapat berbagi macam penyelesaian untuk y@. aDi slni I0 dianggap sebagoi fungsi langkah.

. c fr(p)
'. . -tP r(p)

)}

i(tl , h(tl

Contoh: 2y' + y - l(t):

7t(pl + r2(pl

, ft(p)' fr(p)
v(tl - h(.1 * h(.)-r(p)
Untuk iaringan yang ditentukan responsi .,/(r, tergantung dari
hO. y(t) dapat diperoleh dari d 205. Selelah memperoleh
y(p, perhitungan diteruskan pada baris d 206. Seluruh Transformasi inversi ke daerah-r adalah mungkin,iika Fzb) ditentukan
sebagai fungi rasional Irakri yang vtaiar p dan bila transforma-

si*t

yaitu

fr(pj

ditentukan dalam D 20.

Kesukaran penyelesaian persamaan diferensial dialihkan ke


inversi. Hal ini dapat disederhanakan dengan eksdari ygt ke dalam fraksi-Iraksi bagian (lihat D3) atau ke
37

(
(

ARTTMATIKA I n
r-.pi*.
I Ll ZO

ARITMATIKA

rr.nrtor,nrri

Tabel korelasi

Bilangan
Umum

6o'ia

?
-or
F(il =lAt)
"-" dt; t(t) = # [rro, "o' o,
Oung.;, o Lu - L?rf;,
= d-''
aerah-p daerah-t ldaerah-p
; daerah-t
ansformisi fungsi asli I transformasi I fungsi asli
aplace.F(ptt [(t)
F(ot
lLaolace
I lltl

d 2t1
d 212
t3
d 213
l4
d 214
15
d 215
t6
d 216
d 2177
d 218
d 2199
d 220
d 221I
d 222
d 223
d 224
25
d 225
26
d 226
227
d
28
d 228
d 229
29
d 230
30
d 231
31
JZ
d 232
233
d 33
d 234
34
d 235
d
d

't

_r_-c

/p

237i238

I unrul< > ol

p{

0Urtult<0lf

1/p"
|

G{"y

-w

/p"

/(p - a)

/(p - al

1rT

(p

ero(at)

;G:;I

exp(at

exp( at

)-

e,e(-t/r)

;r-;I

cosh(al)

ptth'
p

--r--:7
P +x

(p'* r.')'
p

Gr.Ttr

1^(

t)

cos(Al

;l:
-fir

f,

rln(hr)

fi

.6!r -

srn(lr )-

r coslrrt I

lor r>O:
I -rlpp
-e

E;,=

d 247

d 249

-6

/t s7n(at)

d 250

a _^i7-ai

d 251

ztYil

-&
errc

"

zlT

(lihat G 8)

(
(

Ti-=
/

menggantikan huruf i

untuk menghindari kekeliruan.


Oalam sistem koordinat Cartesians

d 24A

","n,

+l

Catatan: Dalam teknik listrik huruf

I I -.t

i-t"

ft . -r.
l.2--l
fl ,+1
f..+l

+t

dst.

,^4'6a

l. -;

d 246

-1/(?Y7 t'h)

"t^1^,1

z,o+lb

d 245

,y+

pW

c'"li

d 241

T-

ii 1r.-l
1r.-1
l' r

d 240

"et

sln(/r.t

lor a > O:
)

d 239

.r7

a. cla^( a/p

--5:-t-

1n P+D
P+a

bagian imajiner darl z


nilai absolut z
= atau modulusz
? = argumen z
o dan b adalah nYata

o + ta

Ta

pY r,

.
r.

-|r ,rn1lr)

v;

. o + 1D
z z t.i
o . bagian nyata dari t

* cos(^. )
cor(tr!) -

- ar(p

slnh(al)

236

38

t-

d(r).oirac

Dzt

Bilangan kompleks

21

(a,+ o1) + 1(br+ ,L)


(o,- or) + 1(Dr- Dr)
(o.o2- b.6t) + !,(o1\+ o1b,)

.Za
-za
,2,

*. s+:++.r_$it}

a: +D'

'

(a+10)(a-tb)

}t--I-rt
dimana o, = ar dan b, - bt,maka zr-

'-o *

)6[i

zz

lanjutan di D

22

{!'"ie"i

(
39

_)

ARITMATIKA

Dn

Bilangan kompleks

ARITMATIKA

Bilangan komplekt

Perhitungan bunga majemuk (Compound interest)

(sambungon)

Aa

Di dalam rirtom koordinat polar:

r(coe9 r1slno)

z ,

d
d
d

252

255

slnp

256

zt, 22 = r, .r[cor(q

257

258

?s9

V; . ip

260

W -

"o" f.

261

c,0

co3

.,?

cos I - 1 s1n 9

253

r . l6t;T

254

* . i [cos(q-e.)+1sln(q-e")]
zn = r'[cor(^e) + I rln(.rp)j (r>ointogrst)

262

263

264

cos g

265

In:

Perhitungan bunga tahunan (Annuity interest)

A^. ^"{-,o$*

d26

269

t+UL + 1 31n t+Ilf

3r!

(satuan akar ke-a)

"1n
dalam rumus d 259 dan d 260 k = O, 1.2..... n-1

.W

) r 1 rt n(q +7, )]

ltqn

- 19c

. + | "o"r = + 1,"", . *
,
t"o"

r:t_

o + lD

. .rcten 3

+91

Dzg

Penerapan dari deret ukur

^ '

270

di

mana

--r s - rrJq-l)
"F;::-Ero-tJ
rgc

* = 0 kita mendapatkan

"rumus-rumus pembebasan"

Perhitungan deposito

l"'o l -

9 + I s1n t

F;r;;;t

(rumus bank simpanan)

r
?;i-r;i
"'7*"'i
'---2
| rin'
(rr' 0,!1,!2. ...)
In r + l(F + 2rl)

di mana r,

Catatan:

I
k

12 dan 9t

92+2 t h,

r^= Aoqn..o$*

cos, + 1 31nt

maka zt

harus dapat dikur sepanjang arc.


adalah sembarang bilangan genap

_
fffiiic
- --------,
re

i*

Huruf'huruf -

z,

:
hn:
r :
Ao

a : iumlah tahun
q : 1+p
pensiun tahunan
p : suku bunga
(pengambilan kembali)
(misalnya 0,06
modal

awal

modal setelahtrtahun

pada 6%)

40

41

\-

!t

ARiTMAT|KA

I rr

Konstruksi geometri dari ungkapan aliabar

FUNGSI LINGKARAN

| lJ 24

lstilah dasar

Er

Ukurrn mclingkar dan ukurcn rudut drti tudut deter


Ukunn mdlngkar
Ukuran melingkar adalah pcrbandingnn iarak d yang diukur
sepanjang busur dengan jari-

pembanding ke-4

iarl r.
b2

o;b

Satuan ukuran

= b:r

dimensl.

278

219

280

28r

(rad)

v;-t
Ukurrn rudut
Ukuran sudut didapatkan dengan cara membagi sudut yang
berrda di tengah-tetlgah lingkaran menjadi 360 bagian yang
dikenal sebagai "deraiat"

AIAU

.r :

t2

hipotenusa dari sebuah

ang segitiga

c3

siku'siku

Tlm"
ketirrggiarr dari
segitiga sama-sisi

o : r

i#l\v
i--_ ,

__-r

ia
t5

= r : (o-r)

seksi lebih besar dari garis


yang berulang'ulang dibagi
lagi (seksi terbaik)

a
(

O:t=Xrb
pembanding lengah

a . 4

at

pembanding ke-3

inl disebut "ra-

dian" yang tidak mempunyai

i6

-i

A satu

derajat dibagi dalam 60 menit {satuan: 'l


detik (satuan: "l

a satu menit dibagi dalam 60

Hubungnn rnterr ukunn mclingkar dan ukuran sudut


Bilamana sebuah lingkaran diperhatikan, maka dapat dilihat,
bahwa:
360 - 2rt radian
atau 1 rad'- 5?.29580

(
(

FUNGSI LINGKARAN

FUNGSI LINGKARAN

lstilah umum

c7

tlnd

e8

co3a !

.9

t-t-

berhadapan

hipotenusa

tana '

sisi samping
hipotenusa
srsi berhadapan

sisi

samping

.D
-

e 15 crn( 9Oo - q)
e '15 cos( " )
c 17 taa(
"
)
c 18 cot(
"
)
e 19 ;"(r80" -c20 cos( " "))
c 2l tan(
" )
c22 cot(
" )
c25 ;(r?oT=A
c24 cor (
c2) ten(

riku*iku

Segitiga
risl

bl

a
D

-ro,\o
c

COr

o r:

sisi samping

SlSr

berhadapan

e26
e21
e28

Fungri rudut yang lebih penting

sin

0.5@

o.707

cos a

0,707

0.866
0,500

lan d
cot a

0.866
0.577

7,732

1,000
1,000

0,577

0,966
0,259

r,732 3,732
0,268

c29

'|

-1

0
@

0
@

eJO

c )l
c)2
e)J
c )tr

cot(
s1'n()50"-o)
cos(
"
tan(
"
cot(
"
tln(
- A
coc (
"
tan(
"
cot(
"
+y

Hubungan antara fungsi sinus dan fungsi cosinus


fungsi sinus
fungsi cosinus

=
) =
) ) ) .
) E
) =
) .

90o + q)

+ cos q

) = - sln o
) ' - cot o
) = - tan 0

ten(

cot(
sln( l8O- + c)
cos(
"
)
)
cot(
s1n(270 r o)
cos(

= - stn q
= - cos 0
= + tan q
'

tan(

cot(
)
s1n(160"+o)
cos(
"
)
tan(
"
)
cot(
"
)
rln(ct n.)600)
cos(
"
)
tan(Ct n't8Oo)
cot(
"
)

=
=
.
=
=
.

- cos Q
+ s1n &
-cotd
- tan Q
+s1nq
+ cos e
+ tanc
l cot o
. s1n c
+ coc (t
+ tan d
i cot Q

sinus I dengan L

dant=t
5 dan k.2
danA=t
lengkung cosinus I
l.r fengkung sinus dengan fasa yang besar pada o ' - i
=
=

(
(

o..
.d..,

'tb.

'\9

.6,Y.-

i
-v
0

eo"lf

I
45

l-

\.'

,t stn (ta - 9)
I cor (rto - p)

lengkungsinus lamolitudelr

atau

51^(
cos(

\.

f\T,..;:
lengkung

r cos C
1 s1n (l
r cot O
+ tan e
+ !1n (r
- col c
-tano
-cotq
- col c
-a1nc
+cotq
+ tla Or
-31nq
+ cos o
- tan.e
- cot e
- stn q
+ cos c
-tanq
-cotq

\ sio/

Persamaan dasar

e13
e14

Es

Kuadran

iI

FUNGSI LINGKARAN

FUNGSI LINGKARAN

Konversi ilmu ukur segitiga


ldentitas dasar
o35

c36

31n'c + cos'a t + ten2o =

l,

tan a

cot

I + cotro

cos_ a

yang sederhana.

;;);

Jumlah dan selisih fungsi sudut-sudut


- Zr1yL*2
ro"L{

s1na+316P

e4l

slna-s1nF

o42

co! o + cos ,

e43

Z.o.L|2

sLag-J--E-

z .r" 9f
cos c - cos P = -2 516 1-l-!
s1n(a t ll)
= cos a cos
I

e44

tanattan!

e45

cotatcotrr

o46

sln c

iln(Pta)
- = s1n
o sln P
I
cos F = Z-sln(o + r)

e47

cos c

cos I

o48

31n c

aln

f
f,

cos(o

,orff
"ot

ajj

p=

46

L-

arctanf

dan e

- arcsrn

cos(9oo- o)

rrr

5,1

e55

1n(

!6o-

q1

-;;i';- fr - .fi5-

zstn

cos

I cos'!- srn'!

e57
e58
e59

| stn(c

ffl;:.[::Sll

cot

cot(9oo- o)

ta^;

cot ,
sln q
cos a

cog
sln

coJa-

coa 2a

rn=;;:7;-

Yz

:.-F

y'l + cot'a

t.

eGl 2 !lna

tan?l

2
t,

t"nt{

r.a"

cot'i-

r - tan'I
la^

20

e64

l/r --"Il"v?

2a

cot?o - t
2cola
lt
Ecotd - Ztana

Zcoc'a - |
'| - 2s1n'a
co3

2 cor!
cot

2a

cos

e tiz
e63

e66

a
a

=,ll.L-g---[l - cos'a

sln

e65

tan(9oo- o)

e56

2 tan?

* f) * |"o"(o
- 9) -fco"(o

ffi

e53

e60

cot(o
tan
a + tan , ,
tan q - tan P
e49 tan a
tan 'I - cota-cot,
coto+cot!
e50 coto
cotB- = goto+cotP-_coto-cotP
tann+tanF
tana-tanp
e51
cota
trnf - = gotd+tanr--cota-tan,
tana+cotF
tano-cotp
Jumlah 2 getaran harmonis dari frekuensi yang sama
e52 o sln(ol + 9r) + b cos(or + p:) - V-;A sln(or + 9)
dengan6 - o.slnpr+ b cosg2 ; d = o_cospt - b s1n92
P

ten

sl^ o '

Jumlah dan selisih sudut-sudut


sln(a!p)
e37
- slna cosp t
slnP
B cosa cos,
e38
f "o"o
cos(a1p1
slno slnp
s39 tan(a tp) . l-!^-s-i-!-tpi cot(o tp) = i*?+:lg+
e40

Es

Konversi ilmu ukur segitiga


sntara setengah 3udut, dan rudut rangkap

7
sli d
t . co3 a
,| - cor a
s1n

I - cos
'I I co3

a
a

cot 7d
_'l sln o
-cosa
t + cos al1n a
lftr-"=;;?fl - cos a

I
47

]J

FUNGSI'LINGKARAN

FUNGSI LINGKARAN

Segitiga bersudut lancip

Kebalikan dari fungsi ilmu ukur segitiga


Kebalikan fungsi melingkar

Segitiga berrudut miring


A

Aluran sinus
o67

c68
e69
e70

a1n a : a1n ,

: srn /

o : D : c

b
o - --;3.ln a - ;1*; .rn
0 - rlno
sln l--.,"
=f-.rn, _ - -:Lslna

c .

oln y -

-:L

;*7.tn

Aturan cosinus

e7t
e72

e73

o. .
bt c' .

Dl + cr - 2 occor o
cl . o. - Z ac cot p
or + b: - 2 obcoa I

(untuk sudut yang tumpul nilai cosinus adalah negatit,


Aturan Tangensial
e74

a+o- r''nff lo..

ta^f D+c u"ff


-:-r=;q lo=;;"
r-....@

..^;.;-

AtuTan sotengah sudut

e75

1.."i-;{;

t.n4.
I

t-c

Luas, lari-jari lingkaran-dalam dan lingkaran-keliling

c76
a 77
p78

J'79
e80

48

l-

r - |ocrrac
- locttag
a , t6ia -;I(" - DjT;
;t
o

- o)(s - D)(s -

l6
2 .L^a
o.Drc
2

|oDrtn
es

tentukan

e82
e83

'f?i,1"';'

Arccos1rT

e87

arclan

c
D

3in,

cr

Arccot,

= |-Arctan x
(-.r)
Arccos
= r-Arccosr
Arccot (-.r) = r-Arccotx

Arcsin.x
Arcsin
Arctan

r
r

Perbandingan'antara fungsi-fungsi melingkar


Arcsin -r =

ffi

,/11i7
Arccot -n:-

r>)>0

r)

Arccosl = I Arcsin (-.t) = Arctan (-.r) = -

e85
e86

-i"trI

r2y20

" I-1:=,=,;

Sifat-sifat dasar
e84

@<r<+@

di dalam

eBB

x = coly

e81

Arccos .r =

Arcsin

y']:7

ir"t"n @
x

2)

Arccot.r =

Arctan -r =

Arcsin
Arccos

vq=Z
I

ffi

r1

Arcsin

ffi

tccosffi

r)

ircun 1
x
ffi
nilai-nilai prinsip ditandai dengan huruf-huruf besar

2)

Rumus-rumus ditandai dengan

e89

Arccd

irccot 1

i
i

c
/

digunakan untuk r > o


Laniutan di Eg

49

il

(ra

Arccoga-Arccosb Arctana+Arctanb

93
s94

\
rg

OE

lt

clv

l+

3-l

;li
-

l!

t.
l^

ls

o.lr
9ls
P
l:-

L lx
-lrlr
ol:
lr

*.o

r)

@
o oi
=

-=*.---!!-

tr

9.
o.

re

t-

3.
(.t

o,

r - r
.t-

1+aD

oCL
ld=
.8'=
:.@
=

-o

i
j,

:.

L,

G
o

a.

CL

l-' o=
s

--i
rq t

.l ll
tt-l
'l+

rl'

+l

-lF

t
$
I

,1,

;83

co

oO

EE

S-

Arctan :a - D,
1+tb

" c il,g

;3

ca

oi
i.9
oO

F;
oO

oc

E9
o.o.

i'a E
EQE
OJ

-l*l{ u)
l1.3
l< lx
l-

lr

,,lr

It:
-l=

6s
IT
ls

oNro@@{o0ao

E f lxlr

=t^
Oil

6";;;;;;'!?
1-ab

Arcoott+ArccotD - a;6s61 4:J


Arccota-Arccoto - erccsl
*:I.

Bs3r

lr

<)

oo
do

?s
!r3

.:

e97

96

ab=o

o-!
e2

+ t2s1

a+D>0

ab<1

lle

rat

k
})

:o

.!

2.

!ls i

.rls
,l'

rle T
rlr I
rl= E5
-r-

E
o
I

ET

ofs

\r t
rl o

tl'S
t- c

!E
rI

ol\

I
o c
F
-1.
@

a>0,eD<-1
,<0,ab<-1
a+-b
e+b

a<o.aD>'l

a>0,ab>1

o,

r sls !
x

o rl'

-. I
o_t'o
+t
aa
I

otn

i- ".

i ri

EEi

!=.o 6 !0
of

a<O,D>0 and e + 8>1

a>0,0>0 and *+ I !>1


a<0,0<0 and *+8 r>1
ab>O or d+b2s1
a>0,0<0 a d e2+b2>1

:. . .|i3.??1.1?"9. :
- :f--"n. :."19":".0Arocos 1ao + t/l-V
\/1-41
a>b
(aD
Arccoe
+ lT=V {I4l
e<b

_{=

I::l: !:{--a^ ":. 2f : P.


Arccos (ab - rfi=A tfi-=-Ozl

- :.1 "-

= :r + Arctan .4
7-eb
-r+476b6.4
1-eb
,":,""_.^--."_"."-_ .--...^._._...".,.,)...-..
Arctana-ArctanD - arctan i-9
I +eD
E ,t + Arctan i-:!

"--

Arcoosa+ArccosD

e95

Arcsln(a{-1
-ff+byll=
r.:- Arcsln (a!l-=E + b\/l-=-d

D - Arcstn (i {1]7- olGF)


- *-Arcstn la:.fi=-F- b\fi-- dt

e92

Arcstn

Arcsln a

Arcslna+ArcalnO

691

e90

-{
o

E,

c^
t->

fo

?:Z

3:9
.: !-

$o

3Z
^'C

xo

$rr

e.z
.8.
orrD

FC

3
6)c

m-i*try

In

A)

E>
-=Z

i!
o
o

0)

cr

-{
o

ILMU UKUR ANALISA

ILMU UKUB ANALISA

Hiperbola

Lingkaran Parabola

Hiperbola

Lingkaran
Persamaan Hiperbolis

Persamaan lingkaran
usat

di tempat

di tempat
.L asalldi 5embarang tempat

l.

r'l

yz =.'[{r-ro)r*(y-vo)2=

ox + bv + c =

?- f.

Sifat dasar

pada

EF

|.27

Koordinasi dari titik tengah

Tangens

dlsar

.Al+Bf +Cr +Dy

126

r = W6*
vo ='Z

Persamaan
o

Jari-jari lingkaran

xo = -7ol

* -$ -, - E+d-(v-vo)'-,.

t25

Persamaan dasar

i'
t2g

tiiik Pl fr1, )r)

t?9
Yo

persamaan
Persamaao parabola (dengan mengubah ke dalam
ini, puncak/verteks dan pararneler p dapat ditetapkan)

t30

Tangensial I
Pt $t, yt)

t23 Sifat

Tangens
124

Pada

empatpaniang a

titikPr

_v/.s
t
l\/

-,2
T"l: F--'rf

I
L

- -

'

4ro

(
(

ma ka

(untuk garis asimtot pa


alel rerhadap sumbu .r dan sumbu I'

Persamaan

titik perpotongan garis-garis asimtot


di rempat asal ldi sembaraig-lerqal
-_-=-._-^l+
xy .

(r1, Yrl

"t l(x-16)(v-vo)'

cr

Jari-jari prrncak (Verteks radius)

*)
52

'$ t''-.;p]r;-- '. I

Deraiat kemiringan asimtot


(a
tan a'). n - tt

PF-c!.

dasa r

--f-\

Hiperbola empat persegi panjang

I . 2pu I (r-ro )' = lp(v-vo)l atas lS; tangens di


S = -zoi l{r-,0)'=-2p(v-!o)l,bawan I verteks

rlv

puncak e.i- al

F: fokus
[narabola!
L: direktriks
di
buka
tempa{di
di temoat asal ldi sembarang

Jari-iari Puncak

zo

tans . n r:- oD asimtotsimtot

Puncak

o? +bx

E.o

. lF;l;' +)
"
Deralat kemiringan (gradientl
Jari-fari

Parabola

Persamaan dasar

-iV

Eksentrisitas

I - (r-io)(r,-:o).
,.
, _
9,_ Vo

di sembarang tempat

asal

Keadaan menurut catatan pada hlm.

F1

ILMU UKUR ANALISA


Garis tengkung (curve) Elips, Eksponensial

ILMU UKUR ANALISA

Fq

Fungsi-fu ngsi Hiperbolis

Elips

Porramaan Elips

Fungsi-f ungsi hiperbolis


Delinisi

titik perpotongan sumbusumbu

a-a
slnh r = -----;-Z

_t)?
cosh r t ---;-z

Jari-iari puncak

o'l
rx'7lt-';

---t-

ol

Eksentrisitas (keganiilan

e , W-:V

it-'

.l

Sifat dasar

F+6F

angensial T pada

Catatan:

zo

h 0t:

danFz adalah

et- eo
r.-.ffi'c ?
e
el+ e-'
cotnrE--._ a-aa-l
ttnh

Sifat dasar
144

cosh'x

145

tanh r
tanh x

t46
Yt)

titik.titik

)a".hr;-:-T

Oi ;ini a adalah konstanta Positif',


;Fr dan r adalahsebuah bilangan.

lr-cottrr, = ;;*-,

1"hi, . t
/coqh'x cosh r

coth r nh'x +
slnh x

cosh

%;Tr;-:-i

t
colhl
r I
coth r
tanh r
oth'r - 1 |
untuk bukti lgslnrr(-r) = -slnh rJcosrr(-r) = +cosh r
(argumen) negatit jlta"n( -:) = -tanh xlcotn(-r)
= -cotir r

Dalil-dalil tambahan

oth'r

Catatan:
Sebuah lengkung eksPonensial
menerobos melalui'sebuah titi k

1.

Turunan dari lengkung yang menerobos melalui titik ini de-

r) = 1)adalah sama
ngan deraiat kemiringan sebesar 45'(tan o
dengan lengkung itu sendiri. Konstanta a, sekarang meniadi e
(Bilangan Euler) dan merupakan dasar logaritma biasa (natural
e = 2.718281828459
+1 Keadaan menurut catatan pada halaman F1

tanh r
- tanh-r
lf-:la"hr"

a\l

54

**i I r-t"n,,',' ;;r

api

Lengkung eksponensial (curve)

log).

s1nh2x :
coth x =

Perbandingan di antara fungsi-fungsi hyperbolic


dimana r adalah positif
s1f,h r =
cosh r =
tanh r -

Persamaan dasar

x- 0 ; 9=

el* - 'l
= --r----:e t I
et'+ I

slnh(o : b)
cosn(6 I 6)

r52
r53
r54

tanh(q

1 6)

r55

coth(6

I 6)

slnh o
cosh a

cosh
cosh

b
b

cosh o
slnh o

tanh o I tann

t i tanh o tanh b
coth o coth b t 'l
coth o 1 coth b

*) Eksponen x selalu harus kuantitas non-dimensional


Tanda + untuk r > O; - untuk x< O

slnh
slah

ssI

i
(

il

ANALISA I F
hiperbolis terbalik (inversi) |

ILMU UKUR
Fungsi-fungsi

ILMU UKUR ANATISA

Komponon-komponon. ukuran besar (magnitude), arah cosinus vektol

Fungsi-lungsi hiperbolis terbalik

Delinisi
r56

A:
8:

3ama

dengan

,. tlnh

t - 1+r
rn(r+pi'i rn(r+/7J ._rnlI

r57
r58

ditentu kan -@ <r<+ @ l3r(+o

I - x+1
-_rnlii

l:l

dalam

lxl)1

05y<+e l-e<v<rc{

nilaiawal [--<y<'-l

r60
r61
162

artdnhr =

| .."ortt.'l

arrtnhr.

arco!hl4;7
|"..rnn)!fT
[I
.
ra

;.6,i"j.^nEl

t09

ar, at, az'"

170

8x =

172

Perbandingan antara f ungsi-{ung5i hiperbotis inversi


dimana r adalah Positif
=

,64

'.".,n$j"..ou,ft1 "'"otn| |
I

Dalildalil tambahan
arslnholarslnhD
f65
arcosh o : arcosh b
r66
t67

artaaho:artaahb=

r68

lrcoth o : arcoth b

.
56

Tanda

untuk

=
=

vektor

t olPi

lf o'* t)
arsr.nh (o 1ta'i
)l
Xt-r]
arcosrr IoD1 ]Gt-l

;{,

r >O; - untukr<O

-o

?x

Ukuron besar atau no?m8

vektor: la'l

atau a dalam catatan teknik

(l?l selalu -

""unnI

arcoth(-r) = -arcoth'

o:b
artann l_l;6.
cb:1
arcoth
:

al

persamaan

.."",nffi | .."."n*
|

arrlntr(-r) = -arslnhr
artanh(-r) = -artanhx I

:-::-_.:='-'->Y

az

*) persamaan

0)

Arah cosinus vektor-yektor: cos a, cos p, cos y


Sudut-sudut a, p, Y, anlata vektor i dan poros-poros OX, OY dan OZ.

Untuk bukti (argumen) yang negatif


r63

ar+ar+a,
a,i+atJ+

174

"."r"n6] | """nfr
.'

lnoz

/z- It
ct = Uz- lt
8z = 2t- Zl

173

arcotrrr

i: x.1, fi, 21
d: x2, f2, Zz
Oy, OZ:i,i,i

Komponen-komponen dengan
ukuran besat sorta arah

171

1vl > o

Koordinat-koordinat asal dari vektoi


Koordinat-koordinat titik-akhir vektor

Satuan voktor-vektor sepanjang OX,

'r lartanh .r I arcoth x


r.cothy
, - coch !r r-tanh!
arcosh

ekuivalen
logaritma

r59

V6ktor: Kuantitas dengan ukuran besar serta arah

fungsi y =

I arslnh r I

Ft

Vektor

lu,

t76
177

178

f, y :0" ... 180").

"ot, =4;
t;t

cosp

=2t

l;l
cosza+cog'p+cos27=1

cosf =

Porhitungsn dari komponen-komponen apabila


a, = lE'l cos a ;
ar=lilcosp

o:i

t;t

lil

d,

Fr,

diketahui:

a,=lf,lcosT

Catatan: Komponen-komponen sepanjang OX. OY, OZ digunakan


unluk menentukan ukuran besar (magnitude), arah cosinus, jumlah
vektor dan produk vektor.

(
6tl

i(

ILMU UKUR ANALISA

ILMU UKUR ANALISA

Vektor

Vektor

Produk skalar dari 2 vektor

Jumlah (selisih) vektor


'Jumlah voktor s dari dua vet<to, a dan

f79
,80
t81

t82
t83
184

t85
t86

s E a+b = sr (+srJ+s2lt
s:= dztbz
sr- ar+br \'al+\

Ii= lt,\;I;;?
solisih vaktoi

dari Cua vektor

t-it

s = a+ (-b)

dan

Produk skalar dari 2 vektor

r89

t95

tg o- ')
ts6

t3t. l,f;;t;;t
Hal-hal

I Contoh:

,97
I

,*

o'l 360'

khusus unluk

t;t

vektori dari vektor-vektor?, 6, 'i, dst.nya'


(persamaan vektor)
a'-i t....
;-i.
",i* "ri, ".i
sr=!r+bl -Cl +." ist= altlt- cr+"" s:=6zt bz-czt"'
l;l= t{I-g--",".

"f

(k

c . ,(xa

,91

cl = ftr5r,: cr= r\xat;

Jikak>0

maka dif

n>o; f,tti,

o)

c=r l?l (c 5 o)

iie

o---H

CA

t ro4l

ruru,a,

cz

= a,,br

Hr,-tr,

tn'","

- ot,b,

I Contoh: Moaen M dari


seputar trtrk

r 106f

{=^,i-;
n

membentuk sebuah

la = lI,, . "; *
"1

I
I
I

m kali percepatan a

tetapi dengan arah yang berhadapan

I i = i, o- = -to',?l

lOei

,os

i
*,9.go...rr.o*

untuk Produk Vektor: Silang"r"


lSl-Uot

I o, o, c

l-----4

,,orl

Produk vektor dari 2 vektor?dan b adalah vektor

"-1,i,=ir:'::"='tJ'1;n p (" i

(persamaan vektor)

cz= Xxaz

Jikak<o maka dll?ro


contoh I Gaya F. = massa

l-

-.f
4, : ol6hF

i;fl ';=";:i:-:;.::

Skalsr: Kuantitas dengan ukuran besar (magnitude) saia


Produk dori sebuah skalar k dan sebuah voktot a adalah vektor c

t90

I es

Usaha yang dikerjakan W oleh gaya F melalui iarak s

| t!,/ = saya ( iarak = F,i = fis.cos


(w.: oi

Produk dari sebuah skalar dan sebuah vektor

58

"'"

t93
f94

Jumlah

t87
t88

? dan 5 adalah skarar k.

Simbol untuk Produk Skalar: Noktah

i =

c,

,V

"M__-

pff

basis,---.: p>180"...<3600*

;/

-{+
3l-_

zto"
aran

\-

-(f"A ;h\-';/;
o, r,f ? ri $1ffi

caya=i^E

i = r,f.s1ne ,, i

(
(

l;

I o':soo'l go" I rao" I

sebuah gaya

Radiarvekto,

"l

59

STATISTI K

Gr

Teori dasar kemungkinan-kemungkinan

Kemungkinan teorctis P (A )
Apabila E adalah suatu himpunan akibat dari sebuah ekrperimen yang semuanya dianggap sama dan serupa, dan
suatu keiadian A ditimbulkan oleh suatu bagian himpunan ,4 dari himpunan-himpunan akibat itu, maka P(A) =

n(A)ln(E)

g1

92

Kemungkinan ekspeimen P (A )
Apabila suatu keiadian ,4 ditimbulkan oleh suatu akibat
tertentu dari sebuah eksperimen dan, apabila eksperimen
iru diulangi n kali dalam kondisi yang tepat sama,.4 akan
timbul r kali dan n, maka

P(A) = timit V/nl

Aksioma bagi sebuatr kemungkinan

93
g4

s5

P(A) >_

.,., _
=

jumtah kejadian di mana A timtrul


jumlah kemungkinan keiadian
frekuensi relatil

ZP(Al = 1,0. Jumlah kemungkinan dari


mungkinan keiadian

(
semua ke-

zli yang berlangsung

harus 1,O

g6

P(Aaflfl =

P(A) + P(B)

- P(AaB)').
Apabila A dan B tidak dapat terjadi pada

waktu sama, maka

=
97

P(A/B) =

P(A) + P(B) dan kejadian-kejadian itu disebut terpisah (disioint).

p(,c,

A)rp(q' disebut

syarat rerhadap

kemungkinan

(
(

ber-

B (kemungkinan kejadianz{,

dengan ketentuan keladian, telah berlang-

sung).

laniutan di G2

61

lgz

lstilah umum
laniutan

G1

P(A e' B1

P(A^i)

1l

rl

o I

F(:)

P(A) x P(B), apabila kejadian-keiadian ber'


langsung terPisah.
= P(A)xptil = 0' sebab Adan A masing-ma'
sing berada di luar'

Fungsi kerapatan kemungkinan,/l/.r/

Fungsi kerapatan kemungkinan

Diagram Venn

AwB

tidak,{)

(,4

atau 8)

AaB

(e 'dan-

F(x) - f

,2'

r(t) =-lf(x)

pt

untuk suatu distri


bUsir s l5pgl;5p6

d,

ungsi.f

ungsi ber
'lfrr lnruk
lanlut dari distribusi
f

Daerah bergaris miring di bawah garis pengenal (curve)


fungsi kerapatan kemungkinan, memperlihatkan kemungkinan teriadinya variabel bebas,4 berada di antara rr dan 12

Variabel bebas (random variabel) ,1


Variabel krebas .{ adalah suatu kuantitas yang dapat diu'
kur dan yang dapat mengambil tiap angka r, atau suatu
iangkauan nilai-nilai dengan suatu distribusi kemungkinan
yang ditentu kan.

tertentu r

memperlihatkan be-

ia?
a) (stapi tidak,{)

Fungsi distribusi kumulatif (bertimbun) f (.r/


Fungsi distribusi kumulatif F/-rl memperlihatkan kemungkinan variabel bebas yang lebih kecil daripada suatu nilai

['(x)

berapa kali, satu nilai khususp/ atau jangkauan nilai-nilai


J(x) dari variabel bebas,4 akan timbut.

ruN@N
\-

tanjutan darl G2
berubah-ubah antara 0 dan r.o.
F(-@l - 0 danF(il meningkat dengan r.
untuk fungsi-fungsi ber
untuk suatu distri
F/rt
' 'laniut
dari distribusi
busi ekperimon

Lingkaran besar menunlukkan keiadian e


Lingkaran kec,il menuniukkan keiadian I
Daerah bergaris miring memperlihatkan gabung'
an peristiwa'peristiwa yang berbeda'

62

f(r7

Persegi paniang menuniukkan iumlah selwuh


keiadian ,{

4\

l.f

lstilah umum

Apabila keiadian-keiadian itu terpisah (apa'


bila diketahui, bahwa timbulnya keiadian
yang satu tidak mempengaruhi kejadian lain
yang timbul) dengan menganggap P(A) .ber'
turut-turut P(B) + O.
P(A/B) = P(A)' dar| P('Blt1 = p161

90
g10

STATISTI K

STATIST! K

t,

P(r, s,. <rr) . !1(r) ox


,r
= f(r.) - f(xt)

(
P(A < xz) - p(1.< rr)

Nilai rata-rata I atau E'(x) rata-rata yang diharapkan atau p


Variabel bebas I
Variabel bebas,4

ber

918

I
I

xtPt+x2Pz

. tx,P,
p, dan l(.t)
mana
di

P . I, l(t)

ar

adalah kerapatan-kerapatan kem ungki

d
n

an.

63

r.l

or

o
5

mial

bino-

i*
i[

*r?1 FT

/p,v\I,vGp il

tersendiri

, . \rrl\n-t /
trr= ---7\--

Pi

7(r) berlaniut

tat
. kemungkinan

ilr rata-ratat

<u

o,l

l-6

l-6

", l^,ffir,-,

bahwa dalam con.

^,,,-,,
(ii)'

(rp)'

p|
"-., |
4

Ianiutan pada G 5

fl, akan timbul A kesalahan

.:
bebas

.-^,1

bebas(lihatGl1)

toh<ontoh

*l=

kesa la han

loh-contoh bebas rr, akan timh.rl, teparnya sejumlah ii

1-r=(i),^n-rr'1.{(l),^u-,,'''l
l'(k) berarti sebuah kemungkinan,

^,

sel ruah kemungkinan, bahwa dalam con'


toh-contoh beb as r dari seiumlah N, yang cacat adalah

.;u4#+rl
ln/ I

tTafr-rlf-

r(x)

i, tt,t o,l it 11,10,-,


r(,1= l,p,
I i,,ot Li,,' ,,-r'

j^,t

Variansi
Funssi trata
l',itiJiiati--l
x Yang d

distribusi

t3=r i

: u ngs i -kera pa

-c\

n.20

tr06

"lI,'1,

"{\",.

I Ptkt

0ltr0rj

i:f\i:",-,

lptrt

r..i A/!l0O
n. to

t i-

.0.I

.Gl

+J

i:.i,

NNNND
O !O

ooooc

II

-P

rx
!.
,l

:,a

angka dalanr

la

h
da-

,t)@;p10

da6 nilar rendah

toh ile&s

contoh{on.

Nilei lin99i

Ko6di5,:

Bet..^ya iumlah,

Kondrri:

Tanpa gengganri.

Pe.hitungan cer
mat tetagi mahal

clcat di

p,v: Sagion yang

ium

,\ I 6eSarnya

p: kemungliien

variabel bebai

contoh bcbat
.xi : niia' te/5end:
ri darr iebuah.

,l :

=J
;EA

r(h

+i
a7

9o

3-l

cf
o

o
f.
o
CT
o

is
:.8'

Keterangan,
bidang
penerapan
I r tumrih le$la-

tq

lv

hi 8:i

;s,

<-'ooo o

:.
o: :'

(r
ol

qg
P :!i'r .'i g-:
P Bg

itr, it'.r. .. ?
5.

tu ngs i
kera patan

Eentu k

flq

];;Eii
q
ui
-t;gE Bi
iT=;qi
ailg ei i'i'',t ilt Ii
rS
Eg
.*s ;g
::;Uiot
' iiE i =i 'yr EE rr

iiiEEfi
i:rE:aF

l.^/
metris
/)1*/ berarti

geo-

hiper-

an

Def ini
si Per.
sama

bus

listr

Jeni

@60@
NNNN
66!0

q'iis*itEEiil'li

rA

o
{

CD

o
Jen is

Def in

ks-

.5

o
q

o
:.
E

o.

x
o

a-

!e

a.

3
c
o

xc

2.

:.
('

9am

sera

OE

o,ej:
@G

)-

EA:

-c

o 96

LO

sial

B pon

E sama
8n

o si per

Fungsi kerapat

tersendiri

p;

Fungsi

f
p,

!tu)

1-e

r(y) =

tG)

distribusi
d

!
rata-rata

-a

tr,'p,-u'

Ir'z 71r\ or-p

p;

airrari'iran

V ari ans i

f.r;

I, tG)

Nilqi_19!q:
rata yan(

.,,.

i
",
l-i:"7,
tr*

-2

nilai

Nf
qo
o

-o
[$
fo

dq
9.s

@_ -o

ool
IO
l

oNi

DO
oo
ol,

o\o

*dr
JO

5o
60

$s
or

E2
o=

3*r{

Ei;
ie'-

&i.L

^F
'I
5;
eF f ;

sE
i;o5
@r

Ie

$
E
1
gi-; s;* tE F L

56

if
*r;
:i
Egg i+ is

o o:.

:;:.

oTL FXO l3 i:
a[6 :: E-p rs

i6'6

4$$q+i 5[

--

-!

jtY'

ha n

untul

-o

x-.o
bca

l-E

s-s

,
g
:.

i'

5
o

so

6;;
qd

fo

o o
-{
2.
r

3.>
,a{

o
ur

o,

(c)

U'
l =

(D

l.

o
o)

qX

.o{

g6

i" ?o
s.{
3iE

6ro

--

E
) {E
ra

-oao39.c
f o
; !o

angantara a, /,.
Di sanasetiaP
nilai adalah kemungkinan yanl

+0,ha
nyadidalam ru
.v adalah

Variabel bebas

p = 0'5 =konst.

dari distribusir
Binominal

Kasus khusus

n- a;p+0.

kemu ngki nan


tanpa kesalaha

Memberikan

r=O

Poisson

dari distribusi

Kasus khusus

esa la

arialpl hphrc
emu ngkinan

ari sebuah

ailri tar.an.liri

angka dalam con

bidang
penerapan

K etera nga n

toh bebas

lf+

1""

4\"'

#,

E4

rutl

5t:gi$i I:++i**
3:' ii il' *,a r i
'6

r:

'/",',,V.J

kerapatan

Bentuk fungsi

iilg i{5 Ef EE i
?H1;-&q1 qq9;

lain mengenai distribusi di antaranya.

Penerapan hanya apabila nilai maksimum dan mini'


mum saia yang diketahui, tanpa adanya keterangan

I
I

luntut<'r(r)=Ountut<l
7111 =
z.r6-6 l " -L.r.al a+b I (o-r)t
--lZa<r<bl
.r-orn,,lr-TI
D-r I
= 0 untuk r'
tuar I
a<r<ol

l-Lu
Sering diperoleh dalam prakte <, sebagai ilai-nilai yang
telah diukur dengan distribus ber ben tu qenta timbul
di sekitar suatu nilai rata-rata

rrl---*L"T
o f .^

-(r. yl'

Digunakan unt u k perhitu ngar yang dapi )t diandalkan


Penggantian a-r oleh tingkat I ecacatan ) . dikalikan de

l(x) . a e-"
a>0
x>0

berlanjut

!( )

distri- rn kemungkinan
busi

STATISTI K
Distribusi normal (Gussian

tl

STATISTIK

Gz

Garis pengenal kesalahan atau

pongenal lcurve) untuk kerepatan kemungkinanT/it


- 1 dan lr = 0 dalam g 39

lengkung Gaussian

Garis pengenal

menghasilkan kerapatan ke'


murrgkinan standar dengan ni'
lairata-rata l=0.

rabl

'14

11,1

Z 26 dar' Z 27 untukO

-<

wah lengkung

/''1 '99'

diberi standar

$ttt

= Jort)

Sebagar

ot

-ffi)'"

g"(,) -

-,,

ft1"'

or

Nilai-nilai @o1x| antara

sr

1,99 dimuat dalam tabel 226


besar periksalah perkiraan
pada fasal berikutnya. Hubungan antata OoG) dengan fungsi
kesalahar': adalah do( r ) = .erl I x/{7 ).

Untuk menggunakan tabel terlebrh d':irulu carilah nil:ri kera'


patan kemungkinan stanclar f'(l) Ya^g berkaitan dr:ngan )'
Bagilah dengan 0 untuk mcmperoleh nilai nyata da(t k"taqat'
an kemungkinan //.\'/ untuk nilai r (lihat'g 44).
distrr
aris pengenal (lengkung) kemun$kinan normal {Fungsr
busi kemungkinan).
(lrstribusr normal vanq
o2 - 1 clan 1r = 0cl g 39 menghasilkan

anrara

dan +r dari fungsi kerapatan simetri5 gi'tl.

-r

, -tl

di ma4a I

memberikan

nilai fungsi distribusi

^Yala.ll')

odala

, i-"

yang

g45 untuk o2
= 1 dan I = 3. Daerah di ba-

.t1!!=h.''#'

berdasaryang

menggunakan

retapi iuga dapat dihilung dari g 43.


Hubungan antara kerapalan kemungkinan '{'(L) vang tr:lah di'
u^'
beri standar , dengan kerapatan kemungkinan

tuk/r+Odano2 +l

ini

kan distribusi normal


dibeqi standar dan

r
ai-.-r
,/.(l) dimuat dalam

ic,

Distribusi kemungkinan

227. Unruk nilai-nilai .r yang lebih

Fungsi kesalahan

951

= Q.Qt2) _

9s2

$!"-,,

t",^E l'r'

...'(2n+ l)

Nilai-nilai er| (x) antara 0..x.. 1,99 dirnuat dalam obel226dan


27. Urrtuk .t>2, nilai-nilai erf r.r, yang rrr,rndckati ketepatan.

a'

nya clapat clrperoleh dengan nletrqqunak3rl

lirnil @(i.) = I unluk a'- ' dan ( (lt

a<lalah iqhuan

= f - -gr e-

Clr

mand

lungsi simetris, berarti bahwa:

. {t-t) = r-r(r)

Huhungan antara lungsr clrSlrtbtrsi <l'tr.t yang (libel'i staorjar


dengan distribusr nyata unluk rr + O dan 41: - I 66l6l3h

;*!.:* "

",

dr nlana

A t

c = Ostsurltuk ? s .\ a 3
c = 0535untuk3:- \ s 4
a . Osrsuntuk4 = r s 7
a=056untukTars,

Daerah di bawah lengkung kesatahan apabila

erfrr dikursnqr

tanjutan di G9

errc(r) = I - ertr.) =4[J".,l;.1


69

(
\.

STATISTI K
laniutan dari GB
QoG) dan 11-<Do$)l dalam

STATISTI K

Gg

Percontohan bebas

lanjutan dari G9
Contoh:
Dalam ratu kumpulan l0O sekrup, makimum terdapat 3
buah yang ccat W = 100, pl\ = 3). Kemudian diambit
contohcontoh 3embarangan n - 20. Berapakah iumlah bagian
cacat yang diizinkan dari contoh iru?
- Kemungkinan-kemungkinan f P(r, sdalah

hubungan dengan seluruh daerah

e(t)

untuk nilai-nilai khusus

Gro

Pernyataan kelayakan; Karakteristik keria

q55

-2a-c0olat
Umum: Bilamana pengetesan setiap komponen sendiri-sendiri
menjadi terlalu mahal ataupun tidak mungkin dilakukan,
maka digunakan cara percontohan bebas untuk pengujian itu.
Contoh harus dipilih secara sembarangan, agar semua bagian
mendapat kesempatan yang sama (artinya penyampur-adukan
yang baik).
Tuj.uan pengetesan dengan percontohan bebas adalah untuk
meramal kemungkinan tingkat kekurangan nyata dari seluruh
iumlah berdasarkan jumlah kekurangan dan kesalahan yang
telah diukur dalam contoh.

Tabel di atas menunjukkan, bahwa untuk kemungkinan


satu btgian yang mungkin cacat.

apabila percontohan itu dilakukan !anpa penggantian. Sebuah


kemungkinan l>(k) bahwa di dalam sejumlah N yang menggunakan contohcontoh n, tanpa penggantian, dapaLditemukan
dengan saksama I; bagian-bagian cacat, apabila p adalah kemungkinan yang diduga untuk sebuah bagian cacat (yaitu pA'
adalah iumlah dari bagian-bagian cacat nyata dalam ,\' dan
merupakan angka bulat).

,t^l

\^/t;ii^

/;

p.vadarahanskabutat

(^J
Kemungkinan, bahwa tidak akan ditemukan lebih dari k bagian-bagian yang cacat adalah:

957
gsB
'1o',

rangkan.
kelayakan

P(k)

[nv)('v1r i \t /i n-,
,:o
lill
I n,r

r11

r,p.vadalahangka bulat

059

P(r>tr) - P(h + 1)

P(h +2 )

r... r p(n) -

P(r

Bilamana r! itu besar, yang umumnya demikian unruk kebanyakan proses pabrik, danp<0.1, maka distribusi poisson dapat menggunakan:

P(r>/r), T!!!-I-;"e
x
,;..

P(x>kl

Dari seiumlah .fr' diambil sebuah contoh bebas ,, dan dikete.


mukan k bagian cacat di dalamnya. Apabila kemungkinan pe.
nemuan bagian cacat di dalam iumlah itu adalah p, maka ke.
mungkinan untuk menemukan lebih dari /c bagian cacat di da.
lam contoh ,, dapat diturunkan dari g 57.

/nn)(r1r -P1)

901i

Distribusidistribusi khusut retanjutnya: Di samping distribusi


hipergeometris yang memorlukan banyak waktu untuk perhitungan. ada lagi distribusidistribusi khusus unruk pendugaangendugaan dan kondisi-kondisi tertentu, Dalam tabel G4
dan G5 hal itu diperlihatkan bersama-sama dengan distribusi
hipe.geometris; karakteristik mereka yang khusus juga dite_

Distribusi hipergeometris: Distribusi hipergeometris teriadi,

956

<

(
(
(
(
(

laniutan dari G 10
dan apabila ukuran contoh k

g6

p(r>,t)

-,-

STATISTI K

itu kecil, maka

jq#;'a= 1-;^r[t+ff,ry{....tt?,''

Dengan menggunakan g 61. pernyataan kelayakan P(r > k) untuk


bagian cacat di dalam seitmlah N dapat ditetapkan, apabila
dapat diketemukan /r bagian cacat di dalam contoh n, atau g

Dengan menggunakan g 64. karakteri:tik-karakteristik keria


L(pc) dapat digambarkan dengan dua cara:
Tipe B
TiPe A
a = konstan c: parameter
c=konstan r:Parameter

Conloh

61 dapat juga digunakan untuk dapat menemukan ukuran


contoh yang diperlukan, apabila dengan suatu kemungkinan
kesalahan p = kln, li bagian cacat dapat dipakai untuk sebuah
pernyataan kelayakan

P (x

> k).

teristik kerja (OC = Operaring Characteristic)


Seorang pemakai perlu mengetahui apakah kualitas barang
pesanan yang dikirim oleh pembuatnya memenuhi permintaannya. Dengan dugoan adanya suatu bagian p cacat di dalam
seluruh kumpulan barang (P=Pd maka ia ingin menentukan
apakah seluruh iumlah pesanan itu diterima atau ditolak apabila di dalam contoh bebas sebesar r bagian, hingga c bagian
ditemukan cacat. Kemungkinan bahwa pesanan akan diterima
berdasarkan bukti contoh adalah

L(p,c)) t -a
di mana o adalah tanggungan si pengirim

c9;
.:o
!E
o.=
:o
FO

Eo,

)l

!ittrt57
bagian cacat

dari p = O.
c harus <

keria

0.

r.l
bagian

! ( t
cacat '-

p'L

Perhatikan: Semakin besar

nilai rt, semakin

curam
kerianya;
apabila n = y'y', maka garis
pengenalnya (lengkung)

karakteristik

meniadi paralel dengan


ordinat dan tiap barang

telah di-uji. Semakin cu.

ram garis

(^f!r..

pengenalnya.

semakin mendalam

pe-

ngontrolannya.
rr harus ) c

Tingkat Kualitas yang Dapat Diterima (A.O.L.= Acceptable


Level): Persetuiuan antara produsen dan konsumen

atau dengan menggunakan distribusi poisson:

""-"'= "'n[r'^r*

ol,

nilai c, semakin dekat ia'

rak karakterislik

barang atau dari

L(p,c) =P(O) +P(1) + ... +P(h= c)

' *tif

Perhatikan: Semakin kecil

s 57:

L(p,c)

A
\r
rr

Karakteristik keria; nilai AOL

.*f:]

menghasilkan

sar 90%, maka tanggungan produsen adalah dari 9 62:

ritik terpenting mengenai karakteristik keria.


yaitu nilai AOL. Pabrik perlu diyakinkan, bahwa metode percontohan dapat memperkirakan kualitas barang dengan cermat. Apabila hal ini dapat mencapai suatu kemungkinan sebe-

L(p,c1 z 1 - a = 1 -O'9 = 10%.


namun metode percontohan dapat meningkatkan tanggungan
produsen. Untuk mencegahnya, produsen dapat memutuskan

rr : jumlah dalam contohcontoh bebas


c : jumlah bagian-bagian cacat yang paling banyak dapat diterima

72

d
73

STATISTI K
Keandalan

Grz

Reliabilityf

STATI KA

tiuttn dtrl

G 1t
untuk mempertahankan
tingkat kekurangennya
lauh di bowah nilai AOL

lanjutan dari Gl2


Dalam sistemsistem yang dapat diperbaiki, MTTF diganti dengan waktu rata-rata antara dua kesalahan, yaitu
larak kekurangan rata-rata m = MTBF (mean time between failures/waktu rata-rata antara kekurangan_kekurangan). Nilai MTTF dan
nilai MTBF adalah sama.

yang telah disetuiui, misalnya safa Pot), yang


memberikan suatu kekurangan cr, yang diizinkan,

dalam contoh seperti


yang terlihat dalam grafik
L(p,c) terhadap p, yang

MTTF

971

Rs

--Rr

ada-

972

Dcfinisi umum
Keandalan (reliabilitas)

R(r)

Kemungkinan terhadap kekurangan


Kerapatan kekurangan

f( a )

-(

e! ^,.t
=

",

1-R(.)
dR
-dt
i
-[^rt ,,
l( I ) e o
ldR

r(r) = #i+= - ?ril

MTTF (mean time to failure/waktu rata-rata terhadap

R"

"t
keku'

,,n,.

e'

dt

- IlR,

^^,,i1'

Ke-andalan

R(r)

Kemungkinan terhadap

f(r)
/(t)

I -a
Ae

Kerapatan
keku

ra

kekurangan

ngan

. Jntr) .:r

)(t) =#*.

Jarak kekurangan (MTBF)

[ .x
a - le
dt
0

0) : iumlah elemen pada waktu t

: iumlah elemen pada permulaan

71

(
(

=konsran
(Dimensi: l/wakru)

laniutan di G13

,,

Distribusi eksponensial digunakan sebagai fungsi keandalan

Tingkar kekurangan

rangan)
I

JR(t)

e r h a t i k a n:
Ungkapan-ungkapan untuk fungsi.fungsi ke-andalan R(t) adalah fungsi-fungsi distribusi L'(x) datam rabet G4 dan G5 (untuk perhirungan gunakanlah g66). Disrrlbusi eksponensial
yang mudah dihirung itu, umumnya dapar mcmenuhi keper.
luannya ( l= konstan)

arrF=[t(.)!dr

Rr

'lp,n, .

lah sekitar O,65.

t u ra n h as i I p r od u k s i untukkeandalan R.:
Apabila Rr ... R" adalah ke-andalan elemen-elemen t ... n.
maka ke-andalan seluruh sistem meniadi :

sukses dalam penanganan


barang naik 99%. Dalam

Tingkat kekurangan

MTEF

lebih sedikit daripada cz'.


yaitu nilai asli yang dike.
hendaki. Sebagai akibatnya, maka kemungkinan

praktek, nilai AOL

Grs

Keandalan; Distribusi eksponensial

Aturan produk untuk keandalan A,

8r=e

^rl
?5

lanjutan dari G13

- C'^t ' rr'"' ' rt'"


ls : lr +,1, + ... +f, r

979

980

Tfngkat kekurangan

kumulatif

Untuk nilai-nilai

lanjutan dari Gl3


Sambungan y.ng di keriting

TTBF
-L

kecil tingkat kekurangan dapat dihitung kr-

kasar

29500, halaman 1, DIN 40040 dan DtN 4t6t

jumlah elemen pada permulaan x waktu kerja'


nilai-nilai l- kebanyaloan berkaitan denEan iam-iam keria.
Satuan: 1 fit = 1 kekurangan/ tOt iam

Bipolar analog-lC (OpAmp)


Transistor-Si-Universal
Transis tor-S l-Daya
Dioda-Si

dalam

5...30

15
100
20
100
5

20

Kondensator elektrolit-Alu

20

Kapasitor kerami k (mul tilayer/berlapis-lapis)


Kapasitor kertas
Kapasitor Vulkanite

10
2

Perlawanan-karbon > 100 kQ


Perlawanan-karbon = 100 kO
Perlawa nan -logam
Perlawanan -kawat gulung

o.5
1

10

Transformator kecil
Kumparan (coil) HF

berkurang

0,3
0.4

fit:

Tantalumdenqan eleKtrolrr cair


kapasitor
--Padat

Kuarsa (Ouartz)
Dioda ber'emisi cahaya

0,26

Prrhetian: Bincian untuk ke-andalan (reliabiliryl adatah OIN

iumlah yang cacat

Contohcontoh khas untuk tingkat kekurangan


Bipolar digital-lC (SSl )

Kontak rtekar rumbot


Soket rteker tumba.t untuk tiap kontak yang dipakai
Sakelar steker sumbat

5
1

(:

t0

intsnsitas sinar

507o

Sambungan yang drsolder


Sambunqan yang dibungkus

500
0,5

0,0025

d
d

76
77

HITUNGAN DI FERENSIAL
Koef isiensi diferensial

Hr

Koefisien diferensial (atau turunan)


Gradien suatu garis lengkung (kurval
Deraiat kemiringan sebuah lengkung y = f(x) berbeda-beda dari
satu titik ke tirik lainnya. Yang
dimaksudkan dengan derajat ke-

miringan sebuah lengkung pada


titikP adalah derajat kemiringan
dari tangen pada titik tersebut
Apabila x dan y memilik! dimen.
si yang sama yang tidak demikian halnya pada
kebanyakan diagram teknik dan diperlihatkan pada
skala yang sama, maka derajat kemiringan dapat digam.
barkan sebagai tangen sudut a antara tangen pada
titikP dan sumbu horizontal

ten
hl

Derajat kemiringan yang selaluln


dapat digunakan

-!v
Ax

Koelisien selisih
Koefisien selisih atau derajat
kemiringan dari sebuah fungsi
y = lH antara PPr adalah:

dv - l(x+axl-f(x)
Ax
Ar
Koefisien diferensial
Apabila J: adalah kecil tak terhingga, yaitu apabila dr mendekati nol, maka garis miring (slo'
pe) pada titik P menladi nilai li'
mit dari garis miring salah satu
dari garisgaris potong (secants),
garis miring ini disebut "turun-

an" atau "koefisiendif

(
(
(

erensial"

dari fungsi di titikP.


7a

HITUNGAN DI FERENSIAL

HITUNGAN DIFERENSIAL

Hz

Maksud dari turunan

Maksud dari turunan

l.nlutrn darl

laniutan dari H1

h3

Hg
H2

Koordinat iengah unluk lari.!ari O

,'- ff'

t'tt)

Lf-l ,,

ort

,'' ]::"*- ]P,tJ':4ft(r) -ff'rct

Dr

yr-f,I

+ url

Keadaan Geometri dari turunan

!iit komiringsn suatu lsngkune


Apabila, untuk setiap harga x dari suatu lengkung, dera,at ke'
miringan yang berkaitan itu digambarkan sebagai ordinat y',
maka akan diperoleh lengkung miring yang pettama y'=f'(x)
atau turunan pertama dari lengkung asal y=t(-t). Jika kita am'
bil turunan deraiat kemiringan pertama yr['(x)' maka kita
dapatkan y"=f'(x) atau turunan kedua dari lengkung asal

Penentuan minlmum, mrklimum dan pelengkungrn


Minlmum dan maksimum

Nilaix=d diperoleh bilamana;"--i dimasukkan dalam y"

Untuky" (a) > O akan.diperoleh nilai minimum pada x=a


Untux-y" (i1

y=l'lx) da seterusnya.

lrt+ 8l+

Ct +

Pelengkungan (i nf lexion)
Nilai i=a-diperoleh apabila

t,

\.

\:.

Untuky"faT

,.t!'-/

\?

*0

),t
t-'-"-/""""

dalam y",

akan diperoleh ruatu pelengkungan pada x--a

Naik dan turun

v'(t) > o
Y'(r) < o
v'(r) ' o

Jari-iari dari lengkungn O pada setiaP titik x


berada di bawah lengkungan bita e
l(,berada di atas lengkungan bila p +

Epabila x meningkst
betkwangapabila x meningkar
y(x) adalah Paralel recara tangen
dengan sumbu'.t di x

y/x/
-y(x) meningkar

Pelengkungan

mlntrnunt

ilf

./'!0 dimarukkan

Bentuk lengkungY=//x/

zJ-;

.9

O akan diperoleh nilai maksimum pada x=a


19.

16 . lT
--r;-

<

UniukY"(a) - Olihath

v/x/ adalah cembung (dilihat dari ata!)


v"(x) < o
y'(r1 uaaun cekung (dilihet dari atas)
v"(r) > o
dengan suatu perubahan lbelokan (flsxionl
v"(x) 'o Ifffififif,lI randa,y'(x) oadr ftitik darar
.r memgunyai

81

HITUNGAN DI FERENSIAL
lanjutan darl H3
Kesur khurus
di mana pada ruatu

ht7
hlE

HITUNGAN DIFERENSIAL

He

Diferensial dasar

lanjutan dari H4

I ,,-t=

tltik.r--a

y,(o) . y,(o) . y.(o) . O, terapl


y"(o) r o, iatu di antara 4 keadaan,ra-r)1q)
berada di sini:
n- bilangan genap
rt-bukan bilangan ganlil
yh'(o) . o

,IA

---#-

Turunan dari fungsi-fungsi inversi


Persamaan t'=J'(.\) yans dipecahkan
fungsi inversi

h30
h31

h32

Turunan-turunan

- arcoax I
l(x)
b'erit<anr--'91y1 - cory I

h23
h24

h25

u(r) t u(r)
u(r) u(:)

u(:)

;frT
v,

Y' -

',,,

/ ['(')]

h33

- ,'(+.

a2

t(x) {;: ll:i

-W

na n

h35
h36

x e'

h38

u'rnu)

turunan
-e

oo

or

ox ln o
no'llno
o" 2,Ino

an'

h40

ox

v'

h41

du
dr

du.

h42

ilmu ukur
91n r
co8 r

atr

543

tan

Fungsi-f ungsi

tlu da
dt Cx

* r)

v=

h39

h4d

er (t

}6r

l'(u) u'(r)
du
du

cot :

(
(

su Cut

v'

co9
-sln

yt

Eentuk parametris dari turunan

h28

'-1^v-

v-r(x)

h34

h37

zYv

Turunan rebuah fungi drri sebuah lungsi


(aturan berantai)

n27

'l

f'l')

fungsi

c n .rn-l

y'- u'(r)l u'(x)


Y'- utu + l,a u'
u'u - u u'
---;,-

v'

h26

menentukan

Fungsi-f ungsi eksponensial


tu runan

cx" +C

untuk.t,

I ,,,,, -l*--rt

x ' p(v)
Contoh:

furu

Aluran darar

h?l
h22

Hs

Diferensial dasar

v'

;;r;
-t

;1;T

1 + tan2:
soc2t

-(1 + cot2:)
-cosec'r

,t

83

l"

HITUNGAN DI FERENSIAL
Diferensial dasar

Ho

Turunan-turunan (derivatif)
Fungsi logaritma

turunan (derivatif)

a rtn (A.r)
o coe (hr)
rlna:
cog'r
tan'l
cotn:

h45
h46
h47

h48
h49

h50

- o lcoc(hr)
v . -o ,( sln (}-r)
tl - nclf-lrco6x
,/ - -n "o""-t x a1n r
,/ - n tan''lr (l + tan2r)
- -n cot'-l.r (1 + cot'.r)

h5r

cln :

v'

h52

v - ;;;-i

v'

h53

V = ln

h54

y = Logox

v'

h55

Y i

y'.

h56

Y = ln r"

yt

h57

v e rn/i-

v'

ln

(1

h59

Y = slnh r
Y z coshr

h60

Y '

y,=

cosh r

slnh r

t'
i

,,

tanhr

h61

rrctan r

yt

ht6

arccot r

v'

h60

.ralnh r

v'

h67

rrcoah r

v'

h@

trtrnh r

v'

hc9

arcoth r

v'

lanjutan dari H 6
I

i-Titr

t
'-rr-r
' IFTT
I

- 7-r
I

r -I.
1

r -.c

v'

Fungsi hiperbolis

h58

h6a

v'
yt

;;a;
-l

Y = arcaln r

v'

h63

Y c arcco! r

u'

i
I

.1^F;

Fungsi ilmu ukur sudut inversi

h62

84

HITUNGAN INTEG,RAL
lntegrasi

lntegrari
Krbrlikrn lnt era a drrl dlfrrrolei
Yang dlrnrkrud dengon huhrngan lntcgral adolah mdralah
pcncaharhn ruatu fungri y-f(x), turunan dari F/x/ adalah
rama dengan//x/.
Hingga

f (tt . T)- - ilrt

jadi. dengan integrarl


lntag?ll tlkt ntu

ll(xl ax ' f(r)

Di rini

+c

C cdalah konstants yang ridsk dikctahui yang meng.


hilang bila dUiferenriari,karena turunan dari suatu konstante
adalah nol.
Makrud Gcomctrit dari integrcl tidak tentu
Sepeni terlihat dalam gambar
ini,_ rerdapat jumlah lengkung

)'=t'(x) yang tidak

rerbatas

dengan iebuah derajat kemirl-

ngal y'=f(x). Semua lengkung

y=F(x) mempunyai bentui

yang sama, tetapi memotong

rumbs..r pada jarak y8ng berbeda-beda. Ncmun konstanta


C, membentuk suatu lengkung

ytng teEp. Apabila garis

kung tgrrebut memotong

rol)o.

leng-

mEks

c.

titik

tb -r(tr)

lntcarrl tartantu
I

ntegral tertentu dinyeta kan sebaga I

,bb

t4

' r(')l
oJt"' '

- f(D) - f(o)

,i

dI

HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN INTEGRAL

lz

Aturan integrasi

Integral dasar

Di iini int"gtati mengambil tempat di antara limita dan b' te'


sultan substitusi kedua diambil dari yang pertama, yang me'
ngakibatkan konstanta C menghilang.
113

Rumus dasar

i7
i8

i9

* C,

I**

i5
rt

disini

I+ ' rnr + c
.
a, t J,t') a'
J[,,,,. u(r)]ar J,tr)
ffE* ' rn u(r) + c
I" ,,,

u'

(r) d:

- | [,t,t]' .

l, A

u,

(r) a: . u(:) u<rl - {* fl

t15

f;-:,:; =,

t18

i19

iN
t21

u(r)

cr
t22

lntegrasi molalui substitusi

p<'t

i11

* -

t23

lrlrra) s'(zt dz

disini t t S(l2) dan rlr - s,'(21

t21
6z

. ltt;;- .
2, turunannyaadalah ,''

,x - 5 '
iadi a, - $

J(

rn

r)' dx .

rn1,1

r(

1n

_,

lxl)'

zx r^

lil + 2,

" r' l(rnl,ll[.irnr,t. $!1.


[x nx dx = r[+!.i_+]
!x^u, o, =,*' [^+4 ,+-]

l;*"

t*'ii"' .

r"ltr^l,lll

+;'
/";;;;
f
=

^o,

Jteardx.:r(ox-1)

ltu",o,="",6
lr"ro'

d,

+r+)

1 ,n"o' - L
".
fx^-t eo' dx

t25

Contoh:

r(r)

=*"#

foo,o,

t17

I* o,=-*.;,

i14

t16

lntegrasi melal ui bagian-bagian

i10

lntegral
(pengabaikan konrtanta integral

di<nana

dinvatakan dalam bilangan

t20

*- l.
,,;:l?":J

ttrt -*lW* -l,li, c.


tl,"lf"
rumur.n di rtrr: .1111 -f trr-ill/iiJi + c

nirrrz kr

l2t

I#o,

":(;I#* -+,^1,-:;'l

tu I*:

=+-l-

-"!ili *)

rnlo+ceo'l

(n+ !)

d
d

HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN INTEGRAL

lntegral dasar

lntegral dasar
lntegral

(mengabeiken konstanta lntegral Cl

(mengabai kan konstanta integral C)

tat
t2s
t30

t3r

f##;-1/u"
/e"'

rnr6,
ern ar

at . -fir.10

';[oo'

134

r35
r36
137

tat
i39
I

,10

l4r
ta2

eo'-lnlrl l/*

cos b, dx -

132

t33

tnlt*c"o'l

A*r

a1n
co

.,

l1t

br - b'cos br)
bt ] b

iG, - b)1

;(r.

JXd

6Ln bx )

bJ;-r

of+D

b -Inlox+Ol
r
-r
.?
I
o-

/a*"-

laa

i['GHro.

,*#y

4[to,rol - zb rnlox+ul

' "#rl]

$]

t51

t52

ls3
t54

r'1"*'l
(Dc-ad

0)

*5 . #F,., + b)' - 2b(or + b) + b2 rnJo,. ol


lut.l'ol'+rb.(orrb)- u,rn
lo,rol-l
/#t . 4l(glqll-

t$

/d+,"-,-,.*?D $

rnlo,+ol

t60

Ii;mii;-- " '"l, '" J#++l


ffi==l'"+;;'"1:+*1
ffi,"tt;1 Fl?l*r"|"'+al-g
'
r
o
--

r19

H- ' 1rnl"'-ol
l-__ d,
J(*-b)'=
;G:ll6:Fr-

r dr

lo',*o1-'"to'*u'

t48

H:r=fr"lo,,ol
l----!,

,16

/,-#:a' -*[""^

-#'"1"*l

-* - firl"-+]

r55
t56
r57

t68
r69

t60

IXr -+ arctani
I** " ] rnlo'*rl
Ii:*

Ii'*

f ar

' r-o!arctanr
-4-+1nro'+:'l
r dx

1 I - lo+rl

JT-:ir''ll:7'--t";sl

fxdr
fxdx
' -li*
' -f rnl"?-,'l
ii?

d
d

HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN INTEGRAL

lntegral dasar

lntegral dasar
tntegral

lr,

(Mengabaikan konstanta integral C)

lmenoabai kan konstanta integral C)

t77

r7c
r79

tB2
t63

t80

i64

t01

r65

182

i66

i83

r07

t84
l68
t69
170

I t-gv,"). 2lo'-

)1u" -

t85
x'')

Ie*r= fil:?t-'*1
I "\ ar
J(J - ,'i'=

a'

1(J:?1

''n tnlor-rrl

* -iV;
ly6,7i a, =+Vt*,;\'
'l,t*, * = IILqLINGLDL
t
,t o, - 2Lt2i-t-:!o'o':]!D-[Gl ol
lnYn

J'rr

r86

rot
188

- z(":-:P) l,{",, r)

I*

fJ,lt

lE_I',m

4abr + ao")

y'Gl*6

!W= ", -+lF; *{"."rnr,i


!,tn;z o, -+ttri,a'
=+t[?;A' ts (,/uZ.o,"."rnr,])
[,'/"'* ,, = /@io' - "' [+7t'
o,

{,,W=

-. r^y.qJl
lry = l/o\t
- *?
Iry
ry,,=-87'*
o,

+arslnhtl

o, =

dr

ffi

'

,. x
arelnh-:-

ffi'w;7
=+1tr-,, -

i90

#
r-dg

i92

f o,

t89

2(ro2r2

l-

/@. rp
w;7 =- ,

I:

fVa'* r'

fi;e
o-

'

{,.,,nn r

- o, lk . o,

d
d

HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN INTEGRAL

lntegral dasar

lntegral dasar
lnlegrat
(Mengabaikan konstanta integral

rv"ns"uuit"n [13"1*ta intesrat c)

pfu=-wir*,"Pry\
o, =*VVe-*o'".",tnr]
,1ft -7 o, = -!Wi -7f

Itfr-

f1n=

a,

-ifiEtf .{(tn-l*o'..".lnr)

[:tri-:::ff!ff

far
r."511J1
t:
o
JVaz_f f xax

lvoz-f
,?or

v7- = -+W=
I iax

102

103

104

105

ro8

107

108

l1/a2 - x'

-rrnP.q=l

*(,rc-

110

GJj ^- =- t/j
fx-o ^, -oarccos--a

J-r-"'

ftF:e
f/7:7 ,
J---v- o,

v7-7
x
/7 -7 + 1 uccos:o
= ---2"7;

o, dx - - 1
[rrn
I tt3 rtntor dx -+-+
I

112

B1n2or

lnlar dr . - -l1ntro.r d-r

115

[x

o:

coe

o, *

"o,

3| "o"rot
i- ox slnn-ror * n11
"o"
[.u"-'o,

stn or
su ax OX=-oo

117

,rn o, o,

118

/t'

nrn o,

119

120

122

123

124

[*+'

=#

slnor -

{ QtfZ-- o'"."o"h.]l.)
,, - nn;}f * o'ftV-if

a,

(n is an integer > 0)

,r cos or

({ -#)".'",

,, = (+- #).,^ ",

e - !r)"o. o,

(or)u (or)1
,, =ar- (or)r
141 '35
TTt* "

,i

- o, "."o"r,f)

,y'7-17 o, - +14,'*?)'
{V?- o, = +l[7-7f .

il7*'

*$".".rn:

/7- ---3x

'y?:;, o,

109

t:

C)

1"o,"

o, o, -;

stn zo:

,d

94

dI

(
HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN INTEGRAL
lntegral dasar
lntegral

lntegral dasar
'

't25

126

It

"o,

o, o,

=ficosor+(*-+;,'^.,

f"o" o,

J--7-

cog

dY = ---4r-

fco" ot or
=

Jr"

or

'xJ.x

--!+-=At"no,
or
a

-!#X.

f sln or dr

tan^o: d:

-.;ftunn-'o, c,

= '1- tan

dr

cotno:

drl
s1n'ar

',1,

/ox

r\

-lcot(E +) = -1-tun(+.+)
2

(n+1)

o.

cos

bx dx

"o"o,.cosDr dr

-.":[-;i,)

(tot+ tot)

= ={:04".#
";t:i;i,).{{gip

ool+tot)

d:. "-itJ]t"f -Jcotn-2o: a:


- Jsrn
o ,, , !oJfr^-t "tno,
= 1 rn ltrn orl

--cotaI
a

or.
96

n-2 f
dx
n-1Jcos^-zox

ax + ;? In lcos orl

dxlor
I - Coao.r --col:
o

-.in

cot2or d: = -: --l-coto,
o

*..,

o, - ,.

- iti"],'f

x dx
;:;i;

rlnq:

costr-l or

t.nE.T
I + CO8(r.r..1
A
2

or dr = - ] fnl"o. orl
1un

d,
1
.coatro.r o(a-l)

i+;lno;=atan(z-zJ

cos or
o fsln o: dx
- ;:1
- 1;=iI;i:r
J Ii:r-

tan'o: dx - J-

cos-

* = (+-q) ""..' .(t- $).,^.,

,,-;;i;;i-9.#

xdx
x .
;!;q;. -f coto: +-! lnlsrno:l
1

141

*k=*r"1,"^("i,i)l

lx

tan

r sln or
cos or
--r-*
-_a-

o' dr

o'
Jt' "o.

(Mengabaikan konstanta integral C)

C)

I
.,i[' "o"

lnt6gral

(Mengabaikan konstanta integral

lrr

coso.r

o.

=+['^1,,.(+.+)l #^J

t
,(

,d

157

158

159

160

r61

HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN TNTEGRAL

lntegral dasar

lntegral dasar
lntogrr!

(Mengabaikan konstanta integral C)

(Mengabaikan konstanta integral C)

ffi=*('"ltanorl

=+-)

''*-)

=+('"lt"no'l

1ldx2

I = -^g95'sr
= _ __:cot?or
a
Jsln'6y

a+ n

fsrn'or'cosn-? ox d:

Bilamana angkanya ganjil, maka penyelesaian integral sisa (romaindorl


162

163

164

l65

166

t67

f.tn'r,
or dr
"'
---"^
-^ -= l9"t
-^ cos
o(,-l.]T
J--'

172

173

174

(n + -l)

175

178

177

176

179

r dx = r arccosr

- tn-

180

181

1d2

r83

rccos

rctan

r dr = r arcttnr

ccot r d.r = r arccot. r


1nh

(o:

lnh?

169

ftnn^,

98

, tA-r'

168

170

171

csln: dr = r arcsin r

ur

r dr

cosh( or

o,
)

F;il;";;. *;;6;;i;;i-*--"---

-*,^1,

-trnlr

+ cosh(q5)
=]orar'tzrl -{

ax

= .r

cosr'r ' stnhn-t , -n]l


, a,
AJ [trnn"-'
:

* slnh(or)

(n>o)

(n>o)

tanhr

coth(o!) or -.1 rnf slnn(ox)l


.,i/cottrrr

Jcotri:

o:

r r - cotht

ox = - *

coth^-t .r

.;[cottri-'

.r o.r (n + t )

,m,.{:."1,.^n9il
fr#- . -coth r
' df
cosn

o.l =3a sr6qslgor

cosh'.r

- trnht

slnhrdr=rarsl.nhr

-tffi

184

coshtdr=rarcoshr

- t/7-1

185

tanhrdr=xartanht

186

*{rnl(r-l)l
*]rnl(/-r)|

= -1N

o"

r d.r ={srnr(zx) +f

Jtann'zx

sin"r or'cosn-r or
fstn'ox
- dr = -l- cos'ar
o[m+n)
J
-trj

lntegral

/arcotfr

x dx = x arcothr

(
(
(
g9

HITUNGAN INTEG RAL

HITUNGAN INTEGRAL

PeneraPan integrasi

Penerapan integrasi
koordinat titik tengah gravitasi

i 192

,r-

Ilx
Ys - :i-

Moment statis sebuah benda

187

(dalam hubungannya dengan


s bidang y.z)

moment statis sebuah lengkung ,


sumbu'l'
sumbu-.\

ty,

^"1'Y'

dr

i't88
t
t

koordinat titik tengah gravrlasl


{gaya berat)

Koordinat titik tengah gravitasi

189

lE

xs

Volume dari sebuah


benda vJno beroulsr di- I benda, Vang penam
lintangnva A ada
-r., luas]{ berputar I pang
mengelilingi sumbu--\

Teorema (dalii) Pappus


Luas permukaan benda yang bsrputar

i I95

,{m

'

mornen statis sebuah lengkung


dalam hubungannYa dengan

196

paniang busurs kali jarak yang dijangkau oleh titik te.


ngah gravitasi (gaya beratl
(lihat juga rumus i 86 dan i 881
? x s y"

Volume benda putar


v -luas z{ kali jarak yang dijangkau oleh titik tengah

gravitasi (gaya beratl


(lihat juga rumus j 89 dan j 9ll

y,

lntegrasi menurut angka (numerik)

Pembagian luas ke dalam jumlah


yang genap pada lajur

191

197

lebar yang

sama i

' +:b

maka, menurut

Aturan Trapazium

loo

lol

(
HITUNGAN INTEGRAL

HITUNGAN INTEGRAL

!ro

Penerapan integrasi

Penerapan integrasi

lnjutan dari J 10

198

Momen inersia dari lengkung rata (plane curves)

(vo.2yr1292....+Yn)

dalam hubungannya dengan


sumbu-r
sumbu-y

Aturan Simpson untuk tiga ordinat:

199

At.

i,r"

+ 4Yt +

9r)

i 203

Aturan Simpson untuk lebih dari tiga c;dinat

i 200

i[*

+vn+2(v2+v.+...+v^-')*1(v, +vr+"' *r^-,

Umum
Yang dimaksudkan dengan momen inersia dalam hubungan'
n"uf"ngun rebuah sumbu'x atau sebuah titik O, adalah ium'
ta'h pertltlan dari garis', lu8s', Volume', atau elem.en-massa

Momen
intersia
i

201

I
I

, - 1, * .r.'i,

titik O'

M,M

Momen kedua
dari luas

'

t2o4

i 202

Irt . Iyy . n l3r

kg m'

Persamaan'Persamaan Yang sama

dapat diPakai untuk momen'


momen garis, luas dan volume
innersia:

- \r

- Ivy + tl5'

m'

.I-- : momen inersia sekitar sebuah sumbu yang umum sumbu'xr


f ' : momen inersia sekitar titik tengah gravitasi
massa total
,", f , paniung total, luas total, volume lotal , atau .
i; , i"tui titik te.gah gravirasi dari sumbu atau titik
102

1-lr,at
r

t 205

"-,1*"|"-"/i'"

ang dimakrudkan deogan momen polar kedua dari luas

se-

buah permukaan rata dalam hubungannya dengan sebuah tirih O di-dalam bidang datar tersebut ada-

rl,
tl
i{

5F

tr-lv'at;

Suatu fungsi yang ditentukan y= f (x )


menghasilkan :
sumbu-y
trrmbu-x

fn- ^' o.Z'

Dalil Steiner (Dalil semua sumbu paralel)


polar'
Untuk tiap momen massa inersia, baik aksial maupun
persamaan berikur dapat digunakan :

rata
Yang dimaksudkan dengan momn aksial kedua dari luas suatu
bidang rata, dalam hirbungannya dengan sumbu.x atau sumbuy di dalam bidang datar itu adalah per- y
kalian antara elemen+lemen luas (area-elemen) d{ dengan kuadrat jarak-jaraknya
dari sumbu-x dan sumbu-,1,, masing-mas ing:

Momen lnersia

iarat-iarat<nya dari sumbu'l atau

-[tt1t;,'

Momen tnersia, moman{nomen sentrifugal dari permukaan

{momen kedua dari luas)

J"ng"; irrar"t

'",

lah perkalian antara elemenelemen-luas

(area+lements) d,.l dengan kuadrat iarakr dari titik fr.

jaraknya

i 2(,6

4'

fr'at

Bilamana hubungan sumbu*umbu dari /.t dan /;, adalah te.


gak-lurus anlara satu sama lainnya, maka momen polar kedua
dari luas dalam huhlngannya dengan kutub{umbu (titik per.
potongan O dari sumbu x dan 1 I adalah :

I 20,

le 'fr'

6t - li(''lvt)dt

- Ir + Iy

(
(

103

HITUNGAN

INTEGRAL

Penerapan

integrasi

I lt A

I,r'lxvot

Penerapan lntegrasl

lanjutan dari J l0
rng dimrksudkan dengon momrn tentrifugll (hasil inerrle)
daii sebuah bidang rata dalam hubungannya dengan kcdua
sumbu di dalam bidang datar tersebut,
adalah perkalian antara elemen'elemen'
tuas d4 dengan perkalian iarak'iaraknya
x dan y dari ke-dua sumbu

llngkrran lsemiclrclel

-r,li,{6oy-*-\
i 222

i 212

D!h

i 214

lrf -

r, - ir*

i 215

hr'i*to^,- (+!l

Ir,

re -,1!,

o^

(Ragular polygonl

-ffi(rerr+or1

: juri-lari lingkaran

. aqr'-!'-{

didalamnya

yang membebani I

(6Rt-at);rry

a : paniang sisi
11 : jumlah sisi

Momen kedua dari volume sebuah benda


Eilamana

- !!15,*n,1

^.

Lingkaran

i 216

223

t.rrtur

.+

karenaymeruPakan"sumbu

Momen inenir drri scbuah kubus (cuboid)

i2

, +.+
,,,

Iy

r, - rt

Irf -u,

R: iari-jari lingkaran

t2

Ipo' It

-+,

Segi-benyek

.[+]:= DAI
,
bAr

r,-$;

b .2*

dari luas di halaman J 10


Empat persegi paniang

,r' ' L.-,(*)'

rum-

bu yang rimetri.

corla * f, alnro - I* s1'n2a


yang berhubungan dengan momen-ketiua

-,|f,, o o,

Ir ' It . Jg
- .4'- aL
216{
Itt- o, karona r dan, adalah

i 218
i 219

dap sumbu-x, dapat dihitung dengan:

i 211

- ,'[+J" -

i 217

Saru dari sumbu-sumbu yang berkaitan, merupakan sebuah


sumbu yang simetris dari permukaan rata itu. akan menghasilkan ,xy = 0.
,onversi ke dalam sumbu miringix': Bilamana momen-momen
Ir, Iy, dan /1y dalam hubungannya dengan kedua sumbu'x
dan sumhr-y yang saling tegak lurus dike'
tahui, maka momen kedua dari luas /o da'
lam hubungannya dengan sebuah sumbu
yang dimiringkan x, sebesar sudut a terha'

,,

HITUNGAN INTEGRAL

-.ll' z, , o,

rN - **(0,.t')
r2

Jika x' dan/atau Y' adalah


sumbu simetri, lx',y' ada'

(+ . +)

adatah momen

inersia polar dari sebuah persegi


panjang (lihat J 11). maka per.
remaan untuk irmbu{ adelah:

lah not.

"."

-"1(+|l.*}- - 1?ro'. a')

104

d
I.

| Momen
,o-"n inersia dari
(circular
(circutar cylinder)
|
untuk sumbu':::

;.:J;"'^,.-#.
^, . -f.
,T

, ,,,1
rrulr,,,.

'

rl*
.,

u
"u| "

rilinde b.?bontuk bulrt


soburh 3ilind.t
rebuah

.{-1
:",

PERSAMAAN DIFERENSIAL

z,

lstilah umum

k.r"p",rn

itr=ffi

Suatu OE adalah sebuah persamaan fungsi-fungsi yang tidak diketahui, yang mengandung derivatif-derivatif (turunan) (turunan-turunan
bagian) dari tungsi-tungsi yang tidak diketahui dan variabel-variabel
yang berdiri sondiri. Jenis-jenis yang berbeda-beda adalah:
Pcrramarn Dllcrcnrial Blaaa (ODEI: fungsi-fungsi yang tidak diketahui hanya tergantung dari satu variabel yang berdiri sendiri (indepen-

lr

den), misalnya:

:,:":, .,":"":"::,,",

un,u* momen'momen

ru,z,,+

- "i!'h - *
lihat M

m6ssa inertia lainnya

31n

v=lG)

.u'\0v'= rrr r9^S


du 0v

x:l(u,v,w)

Persamaan-persamaan Diferensial Partial tidak dibahas secara khusus di sini, karona metoda-metode untuk Persamaan-persamaan Diferensial Biasa dapat diterapkan.

I ' Io, I
kg mr, kg, m c'. lb ltt
, ?trl
kg m-!, kg dm-t, lb tt-'
e. zcf dimana
i
sumbu'sz
sekitar
silinder
I misalnva untuk sebuah

2x2Y

Du

p.

rzz

Y" +

Pcrramaan Dilcrcneial Partial lbagian) (PDEI: fungsi-fungsi yang ti


dak diketahui torgantung dari sejumlah variabel yang berdiri sendiri,

Persamaan Diferensial Biasa

,".f

Definigi Pergamaan Dilerenaial (DEl

massa inersia / sekitar sebuah sumbu tertentu tdelah


lhasil dari momen kedua volume /r' sekitar sumbu tersebut dln

lMo-"n

Jr

F b, y@, y'(x), ... y(r)(x)) = o.


Oi manay(x)adelah fungsi yang tidak diketahui. y' ... y(n) adalah derivatif
ke-1 hingge ko-n; r adalah variabel yang berdiri sendiri.

l4
l6

Contoh: y"'(x) + nt(x) y'(x) + n(x)y2(x) + p(x)y = q(x).


Orde: dorivatrl teninggi yang rimbul dalam orde ke-3 ODE dalam
contoh di atas.

jt

Tingkat: ekspon6n tertinggi dari fungsi yang ridak diketahui dan derivatifderivatifnya; tingkat ke-2 dalam contoh di atas.
Linear: ODE berarti, bahwa eksponen tertinggi dari fungsi yang diperlukan
adalah satu; yaitu sebuah OOE tingkat 1.
ODE homogsn berani fungsi paksa (forcing function),g(r) - 0.

l0

ODE inhomogen berarti fungsi paksa,

lr0

Penyslesaian:

111

112

113

4(r) =

y - y(x) dari ODE borani,

0.

bahwa fungsi ini dan derivatif-

derivatitnya memenuhi ODE.


lntegrasi OOE menghasilkan penyelesaian itu.
Penyelesaian umum suatu ODE orde ke-n mengandung konstanta-konstanta
n Ct Cz .... Cn. Konstanta-konstanta ini. semata-mata ditentukan dari
kondisi-kondisi tapal b8tas.

y'(x) - yi, .,. ytn-t)(x) -

Yln-r)

lntagral khas ODE adalah suatu penyelesaian khusus.

106

lo7

PERSAMAAN DTFERENSTAL

PERSAMAAN DIFERENSIAL

Js

Persamaan diferensial linear

Persamaan diferensial linear

Penyelesaian khas
Penentuan dengan menggunakan "Variasi konstanta" apabila
)mm dari ODE orde ke-a linear telah terkenal (lihat j 2, i 20),
rumusan berikut selalu mengarah ke suatu penyelesaian khas:

Metodc PenYelesaian ODE


1

. Pindahkan ODE ke dalam salah satu bentuk standar yang terte-

radalamJ6,J8...J12.

2. Penerapan metode khusus (lihat J pl.


Dengan n'enggunakan metode ini ODE seringkali dapat disederh"nit"n ,^"ii-aAi ODE standar yang orde atau tingkatnya lebih
rondah (lihat J 9 ... J 12)

123
124

Tentukan

Pertamaan Diferensial Linear

Ir0
117

B.ntuk: y@ + plx) y,,-t) + ... + pn-(x) y' +


Oi sini
ke- 1

y(r) adalah fungsi yang diminta.

hingga ka-n dari y(x) dan

Pn6)

y=

y' ...

Plx) . . . Pn(x)adalah

C1:,

i20

lntegrasi Cl' (r) untuk I : 1, 2...n menghasilkan


untuk penyelesaian itu
Contoh : Penyelesaian untuk

SQe)'

yl", derivatif

y"+

fungsi-fungsi dari

C2y2G)

+ ... + Coynt)

menggunakan

121

108

Penyelsaian khas dari ODE inhomogen yr.,1


v--- ditantukan untuk q(x) + 0. J 3, J 6 dan J 7 mengarah[5il"r" menemukan penyelesaian-penyelesaian' J 9 dan J-12
membri penyelesaian untuk Persamaan Diferensial Linear orde ke-l dan orde ke-2.

)pan : C{x)

j 24

rnr'r+c2

: [:;::,"; :: ),i;=''
yy

c;@) t"t*t

: ln lxll6n

y2

g) =

C2G) t2

+ c)(x)'l = o

+c!(x),o:2t

Iriet!

oleh karena ituCi(x) - ?x2; Cik) = -2:2 lnkl


lntegrasi dati Cr (x) dan C2 $) memberikan:

c(x) - lx,;

I33

J 9 ... J 12 memberi penyelesaian untuk Persamaan Diferensial

Linear orde ke-1 dan orde ke-2'

(r)

dari ODE itu:

menggunakanyr (x)

ttapkan

Penyelesaian dari ODE homogen yno.


/tun ditentukan dcngan menempatkan fungsi paksa Ck) = O'
Tiap ODE orde ke-a homogen linear memiliki',, penyelesaianpenyelesaian indopendsn linear y 1 y 2... yn dengan a konstanta
independen Ct . .. C".

= CrI(r) +

.yp.rt

n;16;-n;16; C|

=Lt

Menurutr 121: )nom

.I=.Inomf.Ipart

)rrom

q(x)

(r) untuki =1,2...n denganmenggunakan

Penyeloaalan darl ODE lnhomogon linoar

lls

sistem persamaan di atas.

26

r.

i18

Ci$) yr(n-zt + C)(x) yr{n-z) + ... + C;(x) ynb-2) :


Ci6) y{r-r) + C)(x) yrtn-r) + ... + C;(r) y,,(^-t) =

Laplice-Transform lihat D 18 ..' D 20.

Yn.

B6ntuklah persamaan-persamaan simultan


ci@) yt + c)(x) yz + ... + c;(x) yn = o

ciq) yi + ci@ yi + ... + c;(x) y;:

3. Dengan cara pemindahan (transformasi). khususnya

115

lpar,= c(x) Y, + C2$) lz +...+ cn\)


Motode untuk menentukan c,1x1, C2ft) ..C^(x):

134

Maka

ptn =

Penyelesaian umum:
./ : )nom * /psn

Periksa: y'-A*lr,

- {,, [r"r,r - ]]
|rr 6nL.r - *1., :

c2g) =

Cf lnEl 1' C, +

|xt,
,"--S

y"*{: -#***"\*\,-2,

L
* T'

t_

PERSAMAAN DIFERENSIAL

PERSAMAAN DIFERENSIAL

J+

Persamaan diferensial linear

136

ODE orde ke-2 linear dengan koefisien-koefision konstan

Bentuk: Y' + PG)Y = q(x).


Bentuk ini bersesuaian dengan J 2, j 1 5 untuk z = 1; derivatif di sini
adalah y'. Penyelesaian-penyelesaian untuk y, yhom dan /parr dibe-

137

rikandalamJ2danJ9.
Contoh: y' +{ = sinx

110

dari i

l3q

l3e

qG)

dari
)hom

-fla,'

--

',

C,

/p"n = Jsin

o'

'

= Ji.in r.'n''';

d, d'n'''

c1

o.

o'

= lsinx-cosx
x

Periksa:

y' = -?1{-!9r{:1nr

cos

r.

1 5;6,

]-

c,

C,

i43

y(xJ = luntuk xo= ilZ

o;

Maka: ,= #rr,+ sin|) -

145

Memberikan: C,

146

tt0

plx)

vr"n =

Cr eeo+k),

154

ls5
156

5#

t-

tsb-*t'

0,

a2

16:

q1x)

Ioan

- -e-uJx

ed q(x) dx

>

q1l ax

Penyelesaian dengan lembab kritis:


)tom = Ct B-ut Czx @-u

dr .l
/<2

42

+ rc-*[*

b2

qft) dx'l

Penyelesaian dengan lembab-kurang (underdampcdl t2


)no. = e--[Cr sin(@r) + C2cos

(afl
:
dengan @ \/F:a

Yp"n

"os|.

l.

lebih /<2 = az - b2
+ Cr eGa-L)r

_ e( o t)r 1.1,t rt,


2k J"'

Jss

y'+p2@) y = q(x)
Bentuk ini bersesuaian dengan J2, j1 5, untuk n = 2; derivatif tertinggi adalah 1r'. Penyelesaian-penyelesaian untuk I, .Irrom dan yo"n diberikandalamJ 11 danJ 12.

,',

j53

ls8

ODE Linear Orde ke-2


Bontuk:

o. =

.yt

ditentukan dengan menggunakbn kondisi tapal


batas misalnya

i44

adalah konstanta-konstanta
adalah fungsi paksa

Penyelesaian dengan lembab

i52

157

)'+i=sin.r
i42

js1

y = q(x).

idan,

! = lnomt lptn

= Jl.in x ' x\dxI

.I = /nm * lpaa: ]{a, * rin.r) -

bz

Penyelesaian umum, sesuai dengan J 2,

j50

d'n''' = $. oengan

o' u /l

"lj1

Zay' +
a

Sk)

dari | 110 penyelesaian khas adalah

iq

Bontuk: y' +

sin x.

| 109 penyelesaian homogen adalah:


Cr

t47 Oleh sebab jenis ODE untuk soalsoal getaran (osilasi) sangat penting, maka hal-hal khusus telah ditiniau.

y=)r'nom*}pan

p@ =

Js

Persamaan diferensial linear

ODE Linear Orde ke-1

e-u sln(uxt

_ g <O

=#
)e^ c$((Dx) q(x) dx _ o-* coa(ux)
I e* atn(u) q(x) dx.l
J'
a

r) Catatan: Untuk hal khusus q(x) = A"slr'(a$) adalah:


lpaa= Asin(aox-Y)'
di

mana: A=-::--A:::

dan:

\Ab2-ao2)z +

4a2ato2

, = x1gs61 !:q"
2a ao
lll

rl-

PERSAMAAN DIFERENSIAL

PERSAMAAN DIFERENSIAL

Je

Persamaan diferensial linear

Persamaan diferensial linear

ODE orde ke-n linear dengan koelisien-koefisien konstanta

ODE Orde ke-n linear dengan koefisien-koefisien konstanta

Bentuk:

an.y@ + an-r.y(n-t) + ... + aty' + oSt = q(r).


163
Penyelesaian dari ODE ke-n homogen dengan koefisien-koefisien

konstanta (q(x) = 0\.


l6s Tetapkan y = s',; y' =

J64

r'e"i

...y(n) = ,4'e',
Substitusi dalam ODE homogen dari j 63 menghasilkan persamaan

J66

aliabar:

'

onF t an-rr"-li ... + a( t ao =

0.

akar-akar ini, maka penyelesaian-penyelesaian yang berbeda-beda un-

tuk .Itrm dapat diketemukan.

a):

i67

11,

/2

ft

: Cr'e'i.' +

)no, =

r,r*1 , lnr2' ,..

tn.

c)

/{

cosh rrrx

sinh ,'lr

182

A *cosmx

J85
186

B ee sln

aeL

z*

cos

nx + P*sln na

AelJcosru+BeJtsinrrrj
contoh:

y'-y = cos2x; menurut bentuk dariJ6,i 65tetapkan


y' : r eo.
y : eEl
J':ta g,
Substitusi ke dalam ODE dari contoh

r.:a-ip-4.
r
+
C't
Cz e')' ')
= 'r

j 85

memberikan

P=71 rr:l;
12=-L
= Crerrx + C2dz': Crd + C2e-x'
P-t:o;

i88

/tro,n

la0

lptr -aco92t+pdln2a
!'paa = -2o sl^zx + 2P cos2x
./'pan - -4d cos2x - 4P 8ln2t

bentuk dari:

190

= e6.(/.cos l).r + B-sin px)

l0r

A=Cr+C2; B=i(C.C2)
Penyelesaian khas dari ODE oide ke n homogen dengan koefisien-koe{isien

konstanta

Dengan menggunakan bentuk yang memadai untuk -Yoan' derivatif


derivatif )'pan, I'pan dan seterusnya diketemukan dan disubstitu

si ke dalam ODE.

Dengan memperbandingkan koefisien-koeJisien

ilu, a, dan

tidak dikerahui dapat ditentukan (lihat contoh di J

le2

le,

+ g,/x)'

Bentuk dari penyelesaian khas ini tergantung dari q(x). Beberapa contoh telah diberikan di J 7.

112

Acosm+Bsinru

187

rr =a+ill,

f pat= qrk) + 8)G) +

cos mx
sin mx

Acoshru+,8sinhru

Hal c):Terdapat akar-akar pasangan majemuk (conjugate complex roots)

.) Cr, Cz ...

181

i84

''' * Cr'x'e'r' + CYz'ert-7

e,rr(Cr{ C2.xt.-. l Cm.rD'-1,


I C,ri l.e'.'r t + ... + C,,.e,""-

)nom

183

... +
+ C,t.rm-t.eryx + Ch+let^,tr + .. + C,,-et,'
Ct

i7a
,ao

rn semuanya nyata dan berbeda-beda

= fZ = ... = ,-,-

i75

i76

17e

C2'enr + " + C,,'e'r;'')


Terdapat akar tunggal nyata dan akar berganda (multiple):

/hom
Hal

...

173
174

177

Akar-akar r1, 12 ... rn dapat ditentukan. Tergantung pada jenis

Hal'

i72

7)

Cn adalah konstanta konstanta sembarang arbitrary.

yang

F
104

Persamaan-persamaan j 89 dan i 91 yang digunakan dalam ODE (line j 85) menghasilkan:


-5a cos 2x 5P sin 2.r cos 2r.
Memperbandingkan persyaratan (terms) itu menghasilkan

- o;

= -|

Penyelesaian

arn karena itu

umum:

)n".r: -]cos 2:

.I = /rrom+ lpra= Ctel + C2e-'

-icos

2r

= Cr 6t - C2 e-x + { sln 2r ' 2


f'= cr e'l-C, e-x +] I cos2-r
v"-v Cr e,+C2 e-r+{ + "ot2t-Cre,- C2 e-, + {cos zr = cos 2r

Periksa: Y'

r13

&

gr

o
o

o
o

o
o

y{n) -- f(x, yk+l), ... y(n-l))


(lihat contoh B

s6
97

'l02

dspat dipi.'

istilah

ke-l mullak (implicil) tanpa

ODE orde

linear

inhomogen

ke-1

ODE orde

liM

homogen

ke-1

ODE orde

kes8m88n

ODE

sahkan

= tnlyl + ln c

lnrpr

C1 Cz 4-cx

l4)

f(o,

+ py +

cO)

y,

=u+x*

=u

/ -)nom + .Ipart
lr= c(a) sJturu

v'

#="*Pr'
,' =b<*-')

ax+py+y=y

Substitusi

v = f(y')

y'=

g-l n@dr

-C(x) p(t)x

tt+p$)y=q(x) yi= C'(x) E-Jil'n'-

l'+P(x)Y=s

,=

t,=

cb

,,=9t-f@)

Bentuk

su

bstitu si

=., =92
d-r
:

Y'

pi y' = fi= ,'

+ x2

di mana

v=l@)

*=fud-lP+c

o).

e-lpt'ta'

b *!n,, "!*r,

y = gs-tetx)& = )no.

{Y- [T@j+. "

[a,=!s,# * c

khr

dal8m bontuk parsmstrik

ponyol$aiEn diketsmukan

o
ct

9i
:3.

x2,

o.=
oc

Oo

o2
mb

O3

E.E
Jo

3o
oO

Dengan menghapus p, maka

lihatJ2,J3

\z

1E
90

:m
x,

6' 'll

9o

".D
FZ

d=
g>

E>

T!
q(,,

!m

c-

z@

9m
ci
:O
om

s;' Eo
t'n

io
<:

dengan menggumkan vadasi


konstanta-konstanta

Ponsntuan ponyolssaian

yhom lihar j I09

./ = /nom

E>

E
m
u
(tt

P=
-=
Fd a>

Pedkaalah apakah mungkin


dipindahkan tq/(y{r1

int6grasi

Substitusi sotolsh

!
o
(o

cg

alan veilabal
dapat dirhhkrn ke dt{cm
sisi kiri dEn kEnln dsri
poBamasn

Vorilbol

Keterangan

Periksa: y- + 2y' - 4t =
_2C, e-2, + 2 + 2C, e-2, + 4x _ 2 -

4x.= (

- x + C)or + C,

].-u
t=irre-2,+czr*{-!*c,

y = IG

t'= jfcre-2, +2x -t) dx + C2


,'=
'2'dx -9e-L+xz-:+a=9

Penyeleaaian

"7tr,tt

orde

n-k

Pengurangan dari
orde r hingga

ords n-

Pengurangan dari
orde n hingga

p = Cte-2,+2J.-t=*y,=y.
d:

yp= Jq@stt't*

y=

keterangan
Pengurangan dari
orde n hingga
orde ,t- 1

p' + 2p - 4: = 0,denganmenggunakanjll(

Substitusi

Y'lzY"-4x=0.

Contoh B:

,rt*zt

ylr+L) = P

y =p = do
P
UY
-*_
y,=P
,do

,dv
v =D ----+
dx

ls64ay = [fril a* + c

y y' - y'2 = f,, s-cx C1 C2 p'cx -Crz 6z e-cx2 = 0

oDE tidak
langsung

lnlPl

=tnc)=gl-)$
dx
p =cy=y'
y'-cy=o
y = 6r"-l'o'= Qrs-ct
Periksa: )'= -q e-cx C

oDE dapal
dipiiahkan

y tidak secara
mutlak
tersedia
derivatif
ke-1 hingga ke-t
tidak tersedia

tersedia

mutlak

r tidak secara

asumsa (anggapan)

p; y' = p92
y 2Q.-oz - g, 9r. :9ro'
"oy'
P y

6uustltusl:y':

!!'-y'2=o;

Contoh A:

Jenis

j 105

103
I 104

j 101

l 100

I 98
I 99

yt^t = 1ft, yt, ... y(n-t))

llihat contoh A)

yat

95

- f(y, y', ... yh-r))

BntUK ODE

o
N

ts

J.nis

rn dsk

kel

ada

istilat

t!npa

homogQIt

oDE orde
ko-2 linoar

loncrmr

sion*ooftisn

uut ordo
ke.2 linear
inhomogr.l
dengan kocfi-

konstanta

sien-lootisien

008 orde
kB-2 linear
homogen dengsn koofi-

ydny'Mat

lsul8lr.istilah

Euler ODE
orde ke-2
homogen
linear

Persamaan

Jenis

k*2

008 iingka

ordo

00E Rlxsti

kln

iel,

00E EEnqI
orde
tinokat

Clairaut

ODE

kcl

ofi

limdilill

mld*

t&1

0D orrh

PGD',+q(x)yn =O

f(x)

y'+ bf y,+ boy =

zt-^

iE)

=erx

l'= Peo

/-&

.,, _ dr.

|,.u

q(x)

densan rrp

=;? rE;

y(x) = Cre4, + C2ea: =

yn*
atau

c, ?'o + Cz e,:r 4 )pad


\+ 12 cf. J llti etau

tcre-!m@u dx*

\,

e = Jno,n

+ sin pr) +)prn


!p-1_*6cosFx
7ang.n
d + lpi ?2= a- lp = fi-

1(x) = C, aer,, + Cir e'rr +.yD.rt


12
dOngAn tl
at,u

dengan

l,@l =

dongan

potch:*n

pararHa
lnlryal

I
I

ODE

sdikil

Oatam

pat;ng

stu

i 9.

intnmosn

l*':iili''fi:f"

sepertdalamJ9,ill0

PerEurarEan hingga
ODE orde ke.1

tung$l (hrra anDlopl


drpar menghaqs p

Urann

rd'ly.

orarctrik

ddsm bemri

hrar

Ketorangan
Pbngh$$8p rEnt

drn C2adatah

^'.ll

$brhu.i,

ordJ

rclas!ikrn

kc-I, k.mudlm

hingsra OoE

mub-mul! kurunoi

Ocneln

de|i q(r)i
Perhituman
tihar J6,J7.
Xsterlngen lthltlr.tl 7

Yp.n tlrganlung

A-C1+C2
B - t (Ct-Cz)

sombarsng

korutanls-kon8tante

C'

lem linn.r-i^t

Mulilah m6nghitmg
dongsn int6gral-d6-

8=t(Q-c)

A=Cr+Cz

g6mbatang

Cr dan C2 sdalah
konstanta-kongtant,

Keterangan

dikerahui.

tilo'dil ro:mtl

cos(B lnkt) +

+ a sin (F tnlxt)l
danganrl{+ ip anq r, = f,_16

atau y(x) = xdlA

1,2=+ t\@

C2 Xn;

r, + 12

eJtPr't * zqut

Penyelesaian

IC + I q 8

llt) = Lt r,t +
densan

ylx)l z =

e,llp@.2ct,)

+ 2q(x)

\/z

!q1r1,

t(r)=v,.,t+ 1ytq)t -

z'-lPft)

!
V = Z^ '

,s!1-ttoa,*)

|;r'*rllz=-q(x)
2 = s-to-ntr@ efc-o_d

lsnfsab,

1,6) = e* (A cos Bx + d sin Bx1 = yno^


Tr=d+ iB; rr= a-1B=i, ffi;
y(x) = c,ery+c^ra4r:

r(r-l)x,-z

Y' = rett

Y' =

! =x'

Y' = r xt-l

Substitusi

tx) =

stardar

penyelsaian khas

di manayl(r)adalr

q = ,y':

Y= xq+IG)
imegrd umuml
x = -r@)
v=-Ar@+f@)

dongdt

dx- s'(o),* f(p)


dp P-s(il- p-s@)

Y= Jpf@ap+c

x=f@l

Ponyolesaian

)=q+qx+[l!7r4ax)a,

(x) = u(x)+yt()

!'=1;

1-L

zr=;

Z = yl-n

aty' + aoy = q(x) I=ltrom*)prn

'+p{x)y'=Q

l'*

!'1ar!'*aoy=g

x2

Bentuk

=p

f(y') = f(p)

y,=P

y'=P

Substitusi

withn+0: n+1 ! =

y'+p(x)y+q7lyz= 4x)

y'

y=xy'+10')

v=xs0')+f(y')

x = l0')

Scntuk

gs

c.
j

irO

dz

*H

9m

iB
3z
ds
!L l-

g=

I!
I-m
lo"!

dzgD
:.

9m
+,

:>
B=
:>
=D
3z
io
=rl

io

!
-m
q-!

Jn

PERSAMAAN DIFERENSIAL
Persamaan diferensial orde ke-2

STATIKA

Kr

Uraian umum

S=

,c
6
o
c
o

o
o
!z

EEE?

!EEE

:9

iEE-.-e

-P

d
+

G
dx

i+ gd
?{ ^+
+

.!o
g
o
c
o

(-

ri=
i{
fG

+
d

:k
ll
:lr

o
[(J

-[]-r

IIX
a :tolo

+
E

uu?
eB

co

Q
+

s13

Ill

Ele' *

ao

-il

-ll

e
E

{
+

g
o

- i'gE
zzt
118

Ilr

i3

r8
l_{

5 r

.t:*
s tE

ll

..:\

= E15
[ il llll
a,tr:>

Iltll

:-

Y:

ll

fl

il

Ei

E5

-lilx r'li
flllll
-i
5:j

o
+ll

:-

:\

>'

8E

\\
++

lt

Satuan*atuan-

f'(lilrrr

kstersngon dalam M I

Sebagai rebuah vektor, gaya

l;

itu di-

tentukan dari besarannya, arahnya


dan dari titik tolak penggunaannya

-<

sudut er.h
garis karja

Gaye gravitesi Cl

Definisi: Titik tolak penggunaan gay8 tarik bumi: pusat gravitari. S.


garis kerja: garis vertikal memotbng
arah:
besaran:

pusat gravitasi
bergerak ke-bawah (manulu pusat bumi)
ditentukan dengan ke.
reimbangan pegas.

tegak.lurus

Reaksi pcrletakrn Fe
gaya yang diberikan oleh tumpuan
A.

BE

E=g
ezt

il

li

::X

besar, lihat da-

nya: m: cm: km

Gryr

9-_.4

'l:

!am pendahuluan.

()
>.:=

il

lni adalah kuantitas

N@

:l>
olE

.-e ES
:l \,

ntitas-kuantitat statika dan satuan.satuannyr yang

Panlang /

::-

e+
-l-- ig
6
:^'lY 'a -^
C\-

terpenting

\e

K ua

rlA
otD

6
a

.--E_t

Sratika adalah ilmu ma.roenai taori Ln.imbangan (ekuilibriuml


dan rnenetapkan gayaaya luar yang bcfcrp pada benda-benda
masif yang tidak bergerak (misalnya reak3l gerletakanl. lsi dari
halaman Kl . . . Kl4 dapat dipergunakan hanyl 9t& gaya{aya
yang bekeria pada satu bidang datar/rara saia.

i.t

:l!lf
]l le\

.'6-t'd, ls
'6

$i*?

lt

:E^

E9

Ir
()

{d
(-S
lLllll

^g
s<

tirE
* -6-- -

r39

t9-

Umum

e!,
&er

F.E E

(.)

r!

:i

t;
aF=

gzr

.=

100

rzt

p99

Pes

tzt

auI

Gaya resultan Fn'

gaya yang menuniukkan aksi total


dari beberapa gaya luar.

119

rd

iL

STATIKA
laniutan dari K
Mornen

,4'l

dari sebuah gaya

sekeli-

Komposisi gaya-gaya secara grafis

dari rrtik 0
"1'":;:T};'lln?* ,,,u,
dinamagava
ker'la
kan lengan gava /'

,ltnrolo n1,it

Kz

Percontohan bebas

(
(
(

'lt

sepasans

;' ;;; F2 mernbentuk


oluul-*ot"n dapat digambarkan
ialam benruk vektor'

k1
k2

f'=fift='fi
!Ft
rnornen s =

::rut*

u*l'

^["fl"J.

Jumlah beberapa gaya,gaya dengn sebuah titik tolak pengguna'


n

ad aIa

sa

an bersama

ma

yru ; : 3il',i::' :""*'la

Gaya{aya Paralel

ffui
poligon'

i:

bersambung ' 'R


l(omponen gayaaaya dan baberapa titik tolak penggunaan di
icmbarang temPat
./c

./' ./ .- 'r
poligon

.'
=\,'t,.uto*

blok kutub

penyambung

bersambung

onstruksi dari poligon bcrlrmbung


GambErkan poligon gaya dan tentukan kutub O, sedemikian
rupa agar setiap garis penghubung tidak mengarah secara pa'
ralel. Gambarkan garisgaris penghubung menuiu kutub' 8en-

tuk poligon bersambung sedemikian ru.pa' sehingga garisgaris

penghubung'mengarah secara paralel dlngan garis'garis kutub


yang bersangkutan. Dengan demikian maka potongan dallm
121

120

(
(

STATI KA

Ks

Komposisi gaya

lanlutan dari K2
poligon bersambung dihubungkan pada sebuah segi-tiga poligon gaya (misalnya segi-tiga F,-1-Z dad poligon gaya berhu.
bungan dengan titik perpotongan Ft-l.2 dari poligon bersam.
bu ng)

Komposisi matomatika dari gaya_gaya


Penguraian sebuah gaya

k8
k9

fx-

f.coro L-

STATIKA
Tanda-tanda ilmu ukur sagi

4tan
k

k1

r -.[7,.-,11,""".*

...
-..

180 . . .2700

270

..

lanjuten darl K 3
Fa, Fyi

fno

Fny

fcoralrlnaltenal r,fr,fp,l9,

9oo
18oo

.3600

Suatu bnda dikar.akan dalam keadaan setimbang apabila gaya


resulrant dan iumlah momen dari semua gayaaya luar disekitar setiap titik yang sembarang adalah sama dengan nol.
dengan

titik tolak poligon

peng9unaan

to-af,l

o
90

tlg. untuk^r, !:

Kondisi dari kesetimbangan

f..tno

(unluk tanda-tanda fungsi ilmu

kr0

K+

Setimbangan (ekuilibrium)

+5

- \r-fry

[',

gaya

yang tertutup

Eft'oi I\-o;

poligon gaya

IFv-

dan bersambung

(untuk tanda.tanda {unqsi ilmu


ukur segi tiga dari a lihat tabel
k 16sampai K 19)

poligon tertutup
E

O;

tt .

ft. o; rFv- ot r, '

Gaya resultan F6 untuk setilp gaya yang tidak boraturan.

k tl

komponen

12

besaran

13

:::;:,^]

r4

15

*,.2r, I Ar-rru 'rlyhffi\r,


,; -.t/87;El h#------i
tenc, -

iarak
(ian9 kauanl
tanda dari fp.

h
h

3.. ,,
-?;i
-

,,no,

randa dari

fn,

,fp, i

komponen dari

sumbul'

fs

lto

terhadap sumbu-.t dan

paralel terhadap sumbu.x dan

x tY : koordinat dari F
o .an i sudut I dan rudut fR
I , lp : jrrak l'dan larak Fa dari titik
122

Penyelesaian secara graf is

(teorema momenl

fx ,fv : komponen dari F paralel


sumbu/

-+,"oror--!

Daya dukung balok sederhana dengon beban-beban trpusat Iyt


dan ll2
Cari reaksi-reaksi R1 dan Rs:

f(r) - y'arf,rr
retcrenri.

rr':

kNm, Ncm. Nmm

skala panlang = panjang sebonarnya/paniang diagram

123

STATIKA

Ks

Balok konstruksi
lanlutan darl K 4

124

r25

tkrla

gpy6

gsya/psniang diagram

:.larak diantara kutubyr : jarak vertikal antara garis psnutup


s dan poligon bersambung
(link polygon)

-4 \/l + 4 \/l
pr.(rr+rr) -n^

Penyelesaian dengan matematika:,?^

Dirtribusi beban dapat dibagi dalam bagian-bagian kecil dan disnggap sebgai gayagaya dengan titik hubungan yang bekerja
torhadap pusat-pusat massa dari bagian-bagian itu.

Kerancngkat dinding (3 gaya): Cari.reaksi fa,,FArrF"


penyelesaian

masalah

-titik

per-

gaya yang

f
F^l

bekerja

tA, - tA =

v_)

o-;rL

\,

Ks

Balok konstruksi

lanjutan dari K5
Tentukan persamaan momen 2M = 0 dengan momen-momen
dari gaya3aya luar dan gaya-gaya dalam, diambil sekitar titik
perpotongan dari dua gaya yang tidak diketahui.
Aturan untuk tanda-tanda momen
Bilamana momen berputar berlawanan arah jarum iam maka
tandanya posit;p.
Bilamana momen berputar searah iarum jam maka tandanyd

(
(

negatip.

Contoh (dari konstruksi di atas)


masalah : untu k mendapatkan gaya Iu2 pada batang

U2.

penyelesaian:
Tariklah garis X. . . Xmemotong batang Oz-Dz-lJz. Karena
batang O2 dan batang D2 bertemu pada titik Cl maka hal ini

F8

potongan
dari tiga

STATI KA

=\

merupakan titik perpotongan relatip yang dipilih, sehingga


momen Oz dan Dz dapat sama dengan nol.
Lanjutkan sebagai berikut
:

t4Go
o fu"

b Fz - c(fo - 4) -

fu, - - b f2 +o c(A -fl)

Penentuan matematis dari beban batang


{Metode Ritter-metode potongan bagian)

O : barang repi atas


U : batang tepi bawah
D : baran3 diagonal

Penentuan seqara grafis dari gaya-gaya


pada batang-batang
(Merode Kremona-diagram Bow)
(Metode Cremona

F,

FA

Fe

diagram 8ow)

Tentukan reaksi perletakan dari K4 (gelagar dengan dua perletakan). Gambarkan sebuah garis X. . . X melalui rangka batang itu ke batang yang bersangkutan. tetapi pemotongan tidak boleh lebih dari 3 batang. Tentukan gayaaya tarik seba,
gai gaya positip, sehingga gaya-gaya tekan menjadi negarip.
124

125

lanjutan dari K 6

STATIKA
Titlk tengah gravitasi (titik boratl

Kz

d
(

Buiur lingktrrn
Ft

k2a

t2.l
k30

FA

k3t

v;

r rin-a tSoo r. !
_-a--._-b0.6166 r pada 2a. l80o
o.g6ol r Pada 2a - 9oo
o.irlg r pad,a 2a. 6o0

S.gitier
dasar

;h

5 edalah titik Perpotongan


dari garir{arii berat lme'

Setiap batang diikat oleh dua titik yang berbatasan. Gaya luar
hanya bekeria pada titik sambung.

diansl

Scktor (baeirnl llngkaran

osedur

Buatlah skala dari gaya-gaya dan dapatkan reaksi-reaksi perletakan. Karena setiap poligon gaya tidak boleh terdiri atas lebih dari dua gaya yang tidak di ketahui, maka mulaiiah dari titik A, Buatlah urutan gaya yang sama (cw atau ccw) untuk
semua titikpertemuan (misalnya: Fe-Ft- Fsr -Fsz).
Titik,-l :Poligon gayaa-b-c-d-a- Buatlah calatan dari gayagaya
yang bersifat menarik atau menekan.
Titik C': Poligon gaya d-c-e-f-d.

k32
k33
k34
k35

2r rln a l80u
v----T^
o.id+t- r
, - o'Oooz r
i - o.Slei r

Pada
Poda

2r t

2a.
'.

2a
pada 2a

t8o:
90:
5oo

Trapasium

k36

dsb

Pemeriksaan (check

il

k3l

a +2b
o+b

Gaya-gaya yang bekerja pada saIU ritik sambungan dalam


rangka, membentuk sebuah poligo.n pada cliagram 8ow.
Gaya{aya yang bekeirla pada satu titik dalam diagram gaya
membentuk sebuah segi-tiga dalam rangka itu.

Sektor (bagian) annulur

k37
k38

'

2 P - / .r1ns
, g - rt rrco
2 P-/
s
tFr'D

Segmen (temberangl lingkaran

s!

72A
untuk luas,'l lihat B 3
tuk penerapan titik tengEh gravitati S, lihat iuga I 14

(
127

126

_l

STATIKA
hrat

STATI KA

Ka

gravitasi

Gerakan gaya paralel pada sebuah bidang luncur

Menentukrn purat gravitasi dari

luu
Penydohn rcen grafis
Lu.t tot lz{ dibagi-bagi menjadi

permukaan muing-ma3ing

rombarrng

Kg

Gesekan (Friksi)

luas bagian Ar, A2.... .rtn


yanO mcrupakan pusstfusat gravitasi yang sudah diketahui.
Ukuran dari retiap luas bagian ditetapkan sebagai gaya yang
bokeria pada pusat luas dari setiap luas bagian. Gunakan po.
ligon gaya (lihat K2) untuk menentukan gaya rata-rata Anr
don gpya rato-rata rlny yang bekerla untuk setiap dua arah
(dlutrmrkan pcdr sudut*udut cikutiku). Titik perpotongan
darl garb{arli yang dlgunakan akan menandakan posisi dari

puEt luas/,

limit I

gesekan

gesekan statis

'(
{(

gesekan luncur

{(

u-0

l(
F*o

k44

4r, --fz, 'O tan0l Ipo, :t-

k45
k46
k47 o <

fw=-fz=Ota^0
fx --G
,/
,J. tan9 <lJo
9, (variabel) <co | ?o - konst >0 g-konst.<9o

lx '-o

tan

Fx '-a
,ro - trn 9o >

Sebuah gaya F21 !an$ secara her'


angsur-angsur bertambah dari nol

diimbangi oleh Pertambahan

k-.40

Fv1

tanpa mer)yebabkan benda itu ber' F*^


gerak, samPai saat F71 mencapai

k48 nilai

f,,o -

G tto.

Apabila keadain ini rerjadi, benda


mulai meluncur, pada saat mana
Fz turun ke Gp. Setelah itu setiap
penambahan gaya akan memper-

gerakan

---

srsa

ig

Fw

gaya pengganti

cepat gerakan benda itu.


Pcnyelesaian m.t6matis
Luas total z4 di atas, dibagi-bagi menjadi luas{uas bagian 41.
Az .. . Ani dengan demikian akan dip-eroleh
secara umum

Ai ,i

kat
ka2

9e

Catatan:

J*A'

Y'

-7__

dalam contoh di atas

lt ,t +

A2xz

y2 dan y3

(obliquely)

r lg lGaya f dibutuhkan unruk

menggerakkan gerak sebuah benda, be-

ratG: (o(>tcr:
f-O a1n
, s lo
- /6cos

A)xt

I
&yt r A, yr + ltyt
__-1-

Pada contoh di atas iarak-jarak rr,


ring<nasing odalah same dengan nol.

Penggunaan gaya secara tidak langsung

-6 s1n(a
,slnfo
- 9o/

fvt ,frvo,f- : koefisien friksi


(9era k)

ma-

fz, ,fzo,fr : sudut geser

gaya gesek I tihat

gayatraksi lZz

128

STATI KA

STATI KA

Kro

Gesekan (friksi)

Krr

Gesekan (friksi)

Gaya yang dibutuhkan untuk

mempertahankann gerakan
ditentukan dengan cara mengganti ,1o oleh p. Bila hasil .F
adalah negatif , maks tidak mungkin rerjadi geraksn.

"a{

ke bawah

9(.a1a*

Bidang miring

lanjutan dari K 10

gesekan

(friksi)

/,J-.

p-6e1.0(9-JJ-

f.C

coE 0

Eentuk sudut or'yang membuat tebuah benda dengan mudah


bergerak ke bawah pada sebuah bidang miring adalah sydut

cl

tan(o-p)

Sumbatan

9.

tana r tane
Penerapan dalam pcnentuan

yang bersifat percobaan dari ru.


dut gesek (friksi) atau koelisien

gesek

lfriksi):

a - trng
k5r Keadaan dari pengunci otomrtir: a

deser

(horisonal)
<

k55

Sifat fri ksi


kecepatan konltan yang diperrahankan
oleh gaya tarikFparalel pada
bidang miring
dasar

gera kan

per9e

= 'r

flrlr!itr-]jlsGdl,r
'l
gl,tan (a2 +9t

k56

f2- frl6n(6-291

k57

Sekrup

ke atas

0(a(ar

r.f,l,u(o*r)

ke bawah

o<a<p

,Y
l//

k58

k59

r30

sudut kemiringan sebuah benda

momen-

putar

linaikan r. = frrrtan(a+9)
lrturun

{z ' frrrtsa(o-p)
x60 ngu ncian otomatis
a<o
bila

keadaan pada pe-

bila diturunkan

k61

Catatan: Untuk gesekan (friksil statis gantilah tt &n tlo dan p


oleh ta..

ryw./, ?ww

r.cten(o+9)

f.Ctan(g-a)

a-:

f,trn(a+?9)

fi.

- tan

efisiensi
se kru p

bila

dinaikkan
daturun
kan

momen naik
momen turun

an
,;- trnIo+9,
,' - lir!:!j
tan a
t

,r

! Ftrrtan(a+9'r

. f,rrtan(a
a

Q'

ran a
'
tan(a+
_ - tan (a-g')
'
tan a
N m. lkgl ml
N m, [kg, m]

l3t

STATI KA

Kp

Gesekan (friksil

lanjutandariKll

a:
I :
g' :

alur dari uliran sekrup

,."n o -

sudut friksi (gesek)

(tan 9 - ,1
(tan e'.

r :

iari-iari rata-rata uliran sekrup

sudut friksi

(gesek)

Daya dukung gesekan (friksi)

Krg
lonluttn derl K 12

ufi)
#ZZZ\

daya dukung radial

STATI KA
Gosekan (friksi)

Pcngge ntian rebuah pelat yang dltuntang oloh rlllndoruillnder

k71

t72
k73

, - |fi+l,l 9f nha,
di mana

l- lz - |

dan a or

< O.:

r.Lo,
G ,', or : berat Pelat dan 3atu rilinder
i ti , tengan{"ngnn penlangkat dari gaya

daya du kung longitudinal

i i g;v"+a;ir
r r iiri-iati silinder

In:

resistansi gerak
Putar

iumlahrilinder

tali
untuk I

Gecekan
Gaya tarik

I. :

pI : t

g$ek

dari

radial ldaya dukung (nilai


I
suaru I longitudinal lvang tidak konstan)

Catatan: !q dan ltr ditentukan dalam percobaan sebagai suatu


funqsi dari kondisi daya dukung, ruang main (speling) bantal'

Penggunaan rumus pada saat Silinder dalam keadaan diam dan


tali tergerat dengan kecepatan konstan, atau pada saat tali da'
lam keidaan diam dan silinder berputar pada kecepatan sudut
yang konstan.

an dan pelumasan. Dalam keadaan bekerja (gerak).

lh.Gunakan selalur,)O untuk memungkinkan pelu-

= tlt -

masan.

Resistansi gerakan Putar


Gerakan putar sebuah silinder

k77 Keadaankeseimbangan:

(l'

: gaya tanpa gesekan)

7=J-t,=Lq r

k69
k

Keadaan gerak
w.

/
!o

momen gesek
r<oef islen qesek

n1

k67
k68

dan gEYa

putar:&

<

F<\l o ;'" < F < o

ard

Transmisi sabuk mesin

<rro4v
gerak

gaya dari resistansi


ptr

tar

: lengan pengangkat

lai

dari niresistansi gerak putar

' - konst.

pada Z7 (disebabkan oleh


ke-ausan dari silinder dan perletakan)
koefisien darl gesekan statis di-antara silinder dan

k78

-la t
'u

k79

4'

rn

::le+ryirn
(

perletakan.

t33
132

STATIKA
Mesin-mesin yang bekerja dengan tali
dari K 13
dalam keadaan gerak

6-

#,

ua

Kr+

laniutan darl K 14

dalam keadaan diom

6-4 -rrffi

k85

1o

fo'

k86
k87

fu ; Saya tangensial dari rbda penggerak


fp : gaya gesek pada tali
ls: ,rlofien puntir penggerak
a : sudut persinggungan (radian). Gunakan selalu nilai-nilai
yang rendah ke dalam rumus

t( &l

i
keuntu ngan

il*

..1 -

f,o
2h
mekanis -

') o
I

to
a

Ah
9"Y,"
usaha

*(i-fl"
:;--n
f1
Ac

4 : gaya yang diperlukan untuk

mengangkat beban, tanpa


mempedulikan daya dukung gesekan 6

f : gaya,

....

. (dasar dari log biasal

dukung geser.

lY:ttij?i-t

katror

katrol
bebas

mempe'dulikan daya dukung gesekan.

tanpa mempedulikan ketegaran (kekakuan) tali dan


daya dukung gesekan
: faktor kehilangan untukketegaran (kekakuan) tali
. - I,
(untu k tali-tali kawat dan rantai-rantai - i.oS)
a : efisiensi
A: jalur gerakan beban
a : iumlah katrol (sheave) s: jalur gerakan gaya

takal (pulley blockl


biasa

diferensial

I;s7

''{e(J

it

qG

4.

u:

kecepalan sabuk mesin

i (, -#),

G: gaya yang diperlukan untuk penurunan beban, tanpa

luncur Inilai dari pengalaman untuk


ssbuk kulit pada drum baia: ,r - 0.22 + O.Ot2 u Jm

Mesin-mesin yang bekerja dengan tali


Gambargambar berikut sernata-mata merupakan penjelasan
mengenai ketegaran lkekakuan) tali, dengan mengabaikan daya

134

s.

p : koefisien dari gesekan


c : 2.11828183

k64

k88

r-h

cO

*o

-.d

4Tro

(
135

KINEMATIKA
lstilah umum
Umum
Klnematika adalah llmu mengenal gerakangerakan bcnda
rebagai suatu fungsl darl waktu.

Yang terpenting dari pada kuantitat'kuantital

kinematika dan ratuan'ratuannya


Panjangl.' lihat K
Unit: m; km
Perputaran sudut

g:

Satuan: rad

Waktu

adalah suatu kuantitas dasar, lihat pengantar,


Satuan: s; min; h
Frekuensi /':
Frekuensi dari suatu getaran harmonis atau sinusoida adalah

perbandingan dari jumlah periode (putaran penuh) dengan


waktu yang berhubungan.
lumlah getaran
waktu yang berhubungan
Satuan-satuan: Hz (Hertz) = 1/s = putaranls:1lmin (s=detik!

f=

'eriode

Periode I adalah waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran


penuh. Periode merupakan kebalikan dari frekuensi /.

t2

r -l t

Satuan{atuan: s(detik); min(menit}; h(iam)


Kecepatan putaran ,t:
Dimana sebuah getaran dikopel sangat eral dengan putaran
dari sebuah poros penggerak (shaft), dan satu putaran dari
poros itu dapat disamakan persis seperti satu putaran penuh
dari getarannya, maka kecepatan rotasi n dari poros itu ada'
lah sama dengan frekuensi.l:6"t getaran.

t3

n - I..
Satuan-satuan : pu taran/deti

putaran/menit. r.p.m.

(1

k (1 /s)
/min)

,?,

mrn

60s

lanjutan ke L 2
137

KINEMATIKA

KINEMATI KA

lstilah umum

Jarak, kecepatan, dan percepatan dari pusat masa


dalam gerakan

Kecepatan y adalah turunan prtama dari jarak s yang berkenaan dengan waktu ,:

&rak.longkung waktu

ds

l4

u ' ??-'t

Sebuah lengkung s-t digaml-nrkan untuk sebuah gerakan.

Dimena kecepatannya adalah konstan, hubungan berikutnya

t5

digunakan:

ini merupakan

Satuan-satuan : m/s; km/h

tti

I lt
Kecepatan sudut or, frokuensi rudut ar
Kecepatan sudut c.r adalah turunan pertama dari suctut putar
terhadap g, yang berkenaan dengan waktu t;

"-*-,

Selaniutnya, untuk kecepatan sudut yang konstan:

t7
oimana

r8

/:n

(tihat

ngan frekuensi sudut

;";"f"

3),

sudut ar adatah sama de-

ar.

u - erl

. 2ta t

,i

Satuan-satuan: 1/s; radls; 1o/s

Percepatan a
Percepatan adalah turunan pertama dari kecepatan u yang

!;

berkenaan dengnn waklu

.rdu

dt

.,-#.5

Satuan-satuan : nV!2; krrrh,


Percapatan sudut a

It0

Percepatan sudut c adalah turunan pertama dari kecepatan


sudut ar yang berkenaan
, . _d,
t'dr'u'i?

"Or":nUr,r:'

Satuansatuan l/sz: rods2;

!o/s2

(
(
(

Turunan pertama dari lengkung

, . i

t6

Ls

Umum

lanjutan dari Ll

kecepatan sesaat

u = ds
da -

Di sini luas yang bergaris adalah


jarak yang ditempuh s-/.
Lengkung-waktu kecepatan
Hubungan waktu kecepatan digambarkan sebagai sebuah lengkung r,-t. Turunan pertama daripada lengkung ini merupakan percepatan berlanjut a. Selaniutnya, percipatannya merupakan turunan
kedua dari lengkung jarak-waktu.
du
, B -d?-!

u r

Di sini kemiringan dr adalah tangen ter.


hadap lengkung l,-t. Luas yang bergaris
menunju kkan iarak yang ditempuh s/t/
Lengkung-waktu percepatan
Hubungan waktu pe.rcepatan digambarkan sebagai sebuah lengkung d.t. yang
memungkinkan percepatan puncak dapat ditentukan.

a>0:
a<0:
a=0:

a (co

percepatan
(kecepatan bertambah)
perlarnbatan'
(kecepatan menurun)

kocepatankonstan

Keterangan peda diagram-diagram

Huruf-huruf dalam kurung dipakai unruk rotasi (unruk penie.

138

lasanlihat L4danL6)

139

(
KINEMATI KA

KINEMATIKA

Jenis-jenis gerakan yang terpenting

Ls

Gerakan llnear

rakan

Goirkrn llnerr rercgam dan yang dipercepat

gerakan merupakari garisAaris lurus:


Semua titik dari sebuah benda menutup ia-

$Gtrt 3srtgSm

seraglitm

!,
E

o o

It

e-0
u.konst

r9ragam
!r

rb'o

/ percepatan (c > 0
I dilambatkan (c < O
konstan

q>

EU

Gerakan putar (rotasi)

Jalur gerakan adalah lingkaran-lingkaran


sumbu. Sudut putar @. kecepatan sudan percepatan sudut o adalah identik untuk semua titik dari benda itu.

dut

It9

Gerakanaerakan linear khusus

cm
km

percepatan seragam
konstan

s, kecepatan r', dan percepatan tangen a7 adalah sebanding terhadap iari-iari-

Jarak
nya:

u - ro
percepatan

sen

tripetal

,^.

ota

Yi;_.l - .t

t20

-+

Getaran harmonis
Jalur gerakan adalah garis lurus atau lingkaran. Benda bergerak bolak-balik di sekitar tempat kedudukan pada waktu ia diam.
Pembiasaari (defleksi) maksimum dari ke- 5
dudukan ini dinamakan "amplitude".

a.

Kedudukan sesaat, kecepatan, dan perce- a


patan adalah fungsi harmonis dari waktu.

pegas

kedudukan saat
berhenti

121

u -. I = lu2 -zas

t22

u-ua=u2-uo?
?s
t

m/s2

cm/h2
km/h2
3

min

t23

Luas

yang diarsir

menuniukkan iarak s yang dijangkau sela'

ma periode waktu r.

tangen
't40

uo+a!r l[uo'*2."

menuniukkan percepatan sudut a.

141
(

KINEMATIKA

I.

I L

Gerakanmemutar

KTNEMATTKA
Getaran
tL
I

Putarrn terugam drn yang dipercepat 3oc!r! terlglm


pada rebuah rumbu tetep (fixed)
g:

(
z

Sebuah benda yang ditopang dengan sebuah pegas akan membuat getaran linear harmonis. Untuk ienis gerakan ini, kuantitas
s. y dan a sebagai fungsi dari waktu adalah sama dengan proyek
s,y dan a^ dari sebuah titik yang berputar dengan kecepatan

gE

L o-

p#l*,"ni",l ,","*. [ 'mff:[:" [:: Sil


s$1,:;:,,],,. J - ton""'!,o,0 I "

sama.

putaran

(
(

gerakan harmonis sederhana


lengkung waktu kedu
dukan

tu
LtJ-i
9-

ol
I
a

ua ott n
T --T'7F,
|(,+.,1

.osr.Iar

pG-31 ""t

- yffi

q^+

at

p-ot+goi O=r(4t +6)

,td

s =,

sln(ot +

9o')

lengking waktu kacepatan

'Ur

,rvmt
konstan

o -at

. ye-z"v

rtdls
ds
u =fr=

percepatanl
A-

a=

u?o.2
a+-_
-at'2O

W-+-+

u - t4
tzt u-qn.
?

,'-

r4'

to cos(ot + 9o)

lengkung waktu percepatan

Tlsz
nVms2

rsdlsr
3

?9

'o*

min
2
arUi_-u2
in=;=",

Catatan
Luas yang diarsir menuniukkan sudut rotasi g yang diiangkau
selama periode waktu r.
(sudut rotasig
= 2 a. iumlah rotasi masing-masing
360o.iumlah rotasil
Tangen p menunjukkan percepatan sudut d.

Persamaan diferensial dari sebuah gerakan harmonis sederhana

r32

143

KINEMATI KA

La

Gerakan di atas sebuah bidang miring

Jatuh bebas dan proyeksi


lanjutan dari L 7
r : iari-iari vektor (asal: pusat lingkaran; tuiuan: kedtjdukan
dari benda)
8,c:
kedudukan yang paling jauh
dari ritik yang berputar.

yang t'da

Jatuh bebas dan proyeksi vertikal


Proyeksi lke atas (u^ >
uo'0
vertrkal cJke bawah( rro <

ditgtahui

tl
+-'

*r =*,'
o,

t=
o

!.:

c!o
E
o:,o
o

; E:
o>t

u
o

'^l tinssi
;r--ffi7

tinooi
uermulaan

^l

t2

i;

-!-p6

proye ks i
horisontal

0o)0

2'

t = !r1n

lx

O(rln s

/r cor o)

'"i"::lf'?r'r1!(q : P)

km/h
s

+ u.

min

proyek| ke atas (a >


me- lke bawah (q <

sl

nyudut

uo

0
0

EU

Gerakan menggelindinS (rolling) di atas 3ebuah bidang


Parame- tidak
ter yang

..1'd9\1.

l-:-i:6-- r
-gdr_-uol cot

2c

termasuk

r-o

termasuk

.friksi

L>o

.l

$tsln, - +.

m
cm

YC

km/s

-zn

lihat I 45 di atas
lihat 146 di atas

cm

caia

rln'q

tan

a-; - +

silinder masif

I ;;

sudut proyeksi yang mengenai bidang horisontal


waktu unruk tinggi.{/
,, , *it ,, untuk iarakL
J

Ama*s lin ANt, , lo

Jangkauan L'dan tinggi maks. H untuk sebuah proyeksi


yang menyudut ke atas (angled upwards projection)
,

tLaa

cm

2h

bidang miring

-u
--;v

trx ffi.
yr-.-dv

138

!fr'5 Gerakan meluncur di ata! sebuah


tidak t
t-=tt t.t."tuk
termasuk
,r;ksi (sesekanl I
E B! |

%- e, ,V,";lzrn

Proyeksi horisontal danproyeksi menyuAut

.9_,2

137

EU

$,-+,'-rt.j--tt.,

?h rlTF
u lo

".t' = ,"V+

r36

0
0

tmats'*

{ekstrim)

iatuh bebas

KINEMATIKA

a':

sudut miring, di mana pusat gravitasi S secara vertikal berada di atas tepi miring

145

ql

KINEMATIKA
r64

Mekanisme
laniutsn dari lJ9
p .: koefisien gesekan lfriktil luncur
(liht Z 7l
(lihat Z 7l
rro : koeficien gesekan statir
gesekan
:
luncur (p - tan p1
? sudut
90 : sudut gBekan statis (/o - tan eo)
(lewr
.t : lengan tuas
arm) dari resistansi yang menggelinding
(rolling resistance) (lihat k7O danZ 7l
It : i3ri.lari dari perputaran (gyrationl

t55
t56
157

ts8
159

r : r(t -

cos

l) *i

oti

r66
Kedua kapak Gtos) / dari sa-br"$
an<ambungan poros pembantu harus
seiaiar antara satu terhadap yang lain.
nya.

sudut inklinasi p, semakin bertambah percepatan


ksamum a dan momen percepatan Mo; oleh karena itu, nraka
am praktek /, J 45o
besar

(baca: konrod) sederhana

Mekanisme

rs1nt9

u - &rrs1n9(t +l69jg)
. . r.lr(cosg+)cot2r)

"r -3-A
r

{ "'

9 - ua - 2tnt

t
6

(ldisebut perbandinsan

"nnklJl"n * r"r,o!

konst

Mekanisme Scotch-Yoke (baca: skotsyookl


I

t61

t62
r63

s
u
,
ot

r
'
-

rcln(ol)
orcos(ot)
-l r eLn(u t)
2xn

(gerakan adalah harmonis sederhana)

Kopeling kardan atau sendi peluru


Untuk penggerakkan yang seragam, penggerak ke samping
(off drive) akan men.iadi
seragam karena poros pembantuH

Untuk semua poros penggerak {shafts} yang ditempatkan da.


lam satu bidang dipakai hubungan*rubungan berikut ini:
146

147

(
D!NAMIKA

M1

lstilah umum

Umum
Dinamika menyangkut gaya-gaya yang bekeria pada benda-benda
bergerak dengan menggunakan istilah-istilah "usaha, energi dan
daya

".

Kuantitas dinamika yang terpenting dan


satuan-satusnnya
Massa m (adalah kuantitas dasar,

lihat kata pendahuluan)


Satuan: kg; Mg = tg; g
1 kg adalah sebuah massa standard internasional. Massa A
diukur dengan bantuan sebuah dacing (steelyard)
a (gaya gravitasi) F
Gaya F adalah hasil perkalian massa nt dengan percepatan e.

mI

n2

Gaya gravitasi W adalah gaya yang bekerla pada suatu


m karena adanya percepatan bumi g.'

t 1 ^9
ll diukur

Sebagai suatu gaya gravitasi, berat


sebuah timbangan pegas

massa

dengan bantuan

Satuan: N; Ikgf; lbf]


'l N adalah gaya yan9, apabila bekerja pada sebuah benda
dari sebuah massa n = 1 kg untuk I detik, mempercepat
benda itu hingga kecepatan tertinggi 1 ms-r (yaitu mem.percepat benda itu pada 1 ms-').9,81 N (= 1 kgf) adalah
gaya gravilasi yang bekerja pada sebuah massa 1 kg karena
adanya gaya tari k bumi.
Usaha

W'

Usaha mekanis, adalah hasil perkalian gaya F dengan jarak s,


di mana gaya konstan F bekerla pada sebuah benda dalam gerakan linear ke suatiJ arah yang sejajar dengan jangkauan ja-

raks

(IV

= Fi).

Satuan: N m = Joule = J = Ws; Ikgf m;ft lbf)


Apabila suatu gaya sebesar 1 N bekerja sepaniang jarak 1 m,

(
DINAMIKA
Massa, Momen massa inersia
laniutan dari M

maka gaya

lNm(J).

DINAMIKA

Mz

lanjutan darl M 2
ngan ketebalan dinding yang tipis tak terhinggo, yang memi.
likl massa rama dan momen rnssa inersia sama. reperti !enda dimaksud.

itu skan

menghasilkan usaha (energi) sebesar

Daya P adalph kelanjutan usaha yang berkaitan dengan wakUs'aha (energi) meningkat atau menurun secara linear dengan waktu, maka daya adalah hasil pembagian usaha
dengan waktu lP = Wltl.
Satuan: W (Wattl ; Ikgf ms-I ; H.P.]
Apabila dalam waktu 1 detik (s) suatu energi sebesar 1 J

m6

bersang.

ma

tu, Apabila

diubah pada tingkat konstan, maka daya yang


kutan adalah 1 W.

m5

momn massa inersia /

Elek roda

rh.2

kg

m2

Badius girasi (perputaran) I


Radius girasi sebuah benda massa n dan momen massa inersia
/ adalah radius dari sebuah silinder khayalan (imaginary) de.

150

agk'-

gI

kgcm!r-2.Nm,
k: lihat M 3l

t'o =
#

F,

u - fs (f'konst

mll

4-

m12

tp- ag

mz

f,'^u'

kg

gerakan berputar

lisfJ
[rgt

'

llt-

I e

|/ . trp(,y-konst.

4'Ir"

e-

ff

[rst m]

-l . mln-t
' -r--!

f,tar

.kw

m. [xet m]
m, [rst mt
,

[rst
, [tet m o - 2xn
. [rstm ry,

e.ff.ru

14

N m.

ry-!ru

t'

s. [ret m]
.kw

Untuk keterangan simbol-simbol lihat M 4


Momen masa inersia di sekitar poros

0{
(poros putarl

tar

Iss

r h'

Rumus-rumus dasar
gerakan linear
rumus-rumus
satuan

ml0

eorma Stoinor (Teorema poros paralel) (lihat iuga J g)


Bilamana sebuah momen massa iner.
sia dari sr.iatu benda massa ,? di seki-

6o '

gaya

m9

sebuah poros melalui pusat gaya


beratnya S -S adalah /... ma ka mo.
men massa inersia di dekat sebuah
poros paralel O-0 pada jarak ,'g akan
menladi:

m,cm. mm

(rumus
Massa ekuivalen (untuk benda-benda berputar)

ml

m3

ittr A '

karena

Efek roda gaya (flywheel)'

1W=1J/s
Momen massa inersia sebuah benda di dekat sebuah poros te.
lah ditetapkan sebagai jumlah hasil perkalian elemen-elemen
massa dengan kuadrat iarak mereka dari poros itu
_ 6-

Mg

Massa, Momen massa inersia

PorOS

Poros b-D

yang bergerak melalui


pusat gaya berat S

gelang

t .l,l.t
x' . lr'

m15

1 - ar'

m16

h'

m17

t-12-V-^?

kr

k'.+(5rz+h')

r2

-#1512

jenis bentuk

"*$'"
+

silinder
h2)

(
(
(

'3,llill.['},

hnlutan dari M3

m19
m20

: : i ;::1 : : l':,1*:,n,url

m2t

t .$^r

m zit

*'.#t

m23

m?1

l'

m25

m26

,tt

.lt

"tc*|/l

r,+r

^'

,r'

t,'

{td
fi

r-A-zt'-Ir--'
Clt
Zt

srt

momen gaya momen beban

Total
t,

ef

hasil usaha
sr^" rs"ha

Energi kinctir bendt bergerak di atas roda

m30
m31

tr-i(ntr.o)ur'
ut - ul

l. [tet

4t,

l-Lr-

PP

t,

.-

output
input

a*:lihatmS
u, : kecepatan gerak linear pusat gaya berat
l, : qaya Percepalan
,, : momen Percepatan
/, : energi kinetis
llP : enetgi potensial
tF : energi pegas helikal di bawah tegangan
Al : perpaoiangan pegas helrkal
li : deleksi sudut pegas spiral (dalam radian)

digerakkan

N, [ke0
N m. [ksl ml

.r, [rgr m]
J. [k9, ml

.t,

[t<gt m]

Gaya sentrifugal
AU

a
'z

ridak meluncur
J. [k9t ml

ru.

[tet]

r.t.

Ix9tl

38

1t'nl??

39

2trt

m,/s, km/h

40

?r1

l/s, l/mrn

m/s. km/h

zrl

rtz, D, r

ml

Momen putar (rotational torque)


m32

o-

affit

,r - *nu,'*l'!",'

t,
tL

isiensi untuk suatu transmisi seri

Total energi kinetis rebuah benda


m29

Ua

Perbandingan momen putar (torque ratio)

LpJo

tdrc')

4,

N m. [kgl m]

'I

152

ff

Perbandingan transmisi

Ef isiensi

!%

I .S{a'+c!)
t2

Perband ingan transmisi

)
s+.L
a.L
\s. lt.
g

laniutan dari M4

ffi

Ms

Gaya sentrifugal

bota

I
hz

ru -

kerucut

't "(rl't')
. $ {t"'*a')

I .L^l
,
ir -2)
5'

. L.i
s

t27 I .|.rt
m28

DINAMIKA

53

DINAMIKA

DINAMIKA

Mo

Getaran harmonis

Getaran harmonis

,11

o,-

,t r'p

m{6

u2o

kecepatansudut

o - 2tl

kekakuan cq dari
poros penggerak 2-bantalan, beban
I

m. cm, mm
m. cm. mm
m. cm. mm

gaya sentrifugal

t9
momen massa inersia sekitar o
tq
momen massa inersia sekitar S
momen yang diperlukan untuk membiaskan
per spiral denoin 1 rad = 57.3"

N. [ksr. ed
m?. [t<91 m s2]
m2. [tgt m 's?]

N m. [tgl cm]
Nim2, kgl'cm2. {xgtrmmzl

tegangan tarik (tensile stress)


periode getaran
(B ke B'dan kembali)
ua : kecepatan pada E
u5 r kecepatan pada /'
YKi energi kinetis pada t'

s, min;

dl: detleksi arau perpaniangan


f : momen kedua daerah penampang.lintang poros penggerak
r : massa. Pada waktu perhitungan kecepatan kritis, massa zr

detik/menit

mls. cmrs. kn/h


mrs. cm,'s. km/h
N m. lkgt ml

ce :

Getaran mekanas
Umum
m43

periode

I r.r - z^lf?

m44

keka kuan

-at
tl

a
I

deti k/men

(s.min)

(mi5alnya dari sebuah cakram sabuk) dianggap telah dipusatkan pada satu titik. Massa dari poros penggerak harus
diperhitungkan dengan suatu peningkatan kecil
kekakuan untuk getaran melintang
Pendulum (ayunan)

(Keterangan lihat L4)


Pendulum konus (berbenruk kerucut)

it
m50

T.

m51

trns -

N/m. [rgttqm]

(lihat L |)s-r.mrn-!

I
r54

,oo/ffiE

rr' .

jarak dari pusat gaya berat


ayunan pendulum maksimum
ayunan pendulum seketi ka

frekuensi

?nV n

Nh?. [kgt/cm1

m45

l/F

_r_lE

Gelang

o, . ,'j

Keceprtan kritis Poros Penggerak

'z

vm2, [tgf/cm2]

m12

Mz
Irnjutan dgri M 6

lanjutan dari M 5
Stress (tegangan, gaya) dalam benda-benda
berputar (rumus-rumus kasar)
Cakram

m52

?'rT-1.^t'[#
r.' - ,
gh

wl^-*

l',
gJ

_t

-F- )-l

.12 _]l

r55

lanjutan dorl M 8

DINAMIKA

Ma

Benturan (lmpact)

Arah benturan
benturan
la

Prndulum rrdlrhrnr
Tangen pendulum tidak memiliki mas$.
total massa dinyatakan dengan satu titik

m54
m55

serong dan
konsent ris
be ntu ra n
serong dan
e kse ntr is

, . rrlE_t

,6."f+1". 14,/ - /,
Jre

'nc*

-*I
m62
m63
m64

m57
mgE

,"}/F

6 . Is. nlsl
rs - ", \(*-

s.min

m65

Nmsz,[rgtcms2]

benturan elastis+

c-0

koefisien restitusi

m59

O.,

u.,

Untuk benturan serong, konsentris, elastis, vektor kecepat.

an t,terbagi dalam

? - 2rff,

disini

0=Esl

normal terhadap bidang


singgungan pada

titik

benturan

sebuah

komponen normal dan sebuah


komponen tangensial. Kompo-

s. mtn

nen normal r,^ menghasilkan

suatu benturan langsung (lihat

keterangan simbol-simbol lihat M 5

m@

di atas), sedangkan komponen

Benturan
Apabiia dua buah benda massa tnr dan ,,2 serta kecepatan t,11
dan uar bertabrakan. maka lotal momentufr P - rn u akan tetap

u, tidak berpenga'
ruh terhadap benturan itu.

tangensial

konstan selama periode benturan (kecepatan'kecepatan menjadi


Ir12 6lgn t,22):

mOt

156

trr

Urr

aa uI

fir tAr

a,

il

Pendulum torsional

,t un
lt r tt

Koefisien rni menunjukkan dengan faktor mana kecepatan rela'


sebelum (urr) dan serudah (ua) ben'
turan:

m 58.

nr ui+

langsung dan
konsent r is

tif iru akan berubah-ubah

massa inersia sekitar O


dihitung dengan menggunakan

benturEn

kecepatan setelah

kan momen
dapat

benturan plastis

sama, sebelum dan


sesudah benturan

ben tu ra n

ision restitusi

- m s2. [rst cm s2]


f)
Apabila sebuah benda dengan gaya berat S menggantung pada O, iarak l. dari
J, dan periode ayunan yang menentu'

normal terhedap
singgung pada titlk
benturan melalui
pusat gsya berat
kedua benda
bidang singgung
titik benturan

kecePata n
rel ati f

J. N m, [rgt cm]

t - 2, /8.

kecepata n- kecepa tan


paralel dengan normal
(9aris tegak) terhadap
bidang singgung pada
titik benturan

Jsnis bsnturan

Pendulum kompon (comPound)


m56

ngsu ng dan

konsentri s
benturan

hnlutrn

m53

uu

157

HIDROLIKA

Nl

Umum

Umum
Hidrolika adalah ilmu mengenai sifat cairan. Bilamana ditiniau ledekat. maka cairan dapat dianggap tidak dapat dimanfaatkan
lincomprcsslble), yang berarti, bahwa pengaruh perubahan tekanan pada kerapatannya dapat diabaikan.

Kckentalan dinrmis

(Nilai-nilai

lihatZ

5)

. $-

(eu oetit< . pascat pas = #

t= ro

d
"t)

Kekentalan dinamis adalah suatu konstanta bahan, yang merupakan lungsi tskanan dan suhu:

4 '

llp'tl

Ketergantungan pada tegangan seringkali dapat diabaikan. Maka

o =

./( r )(untuk angka-angka lihat Z 14)

Kekentalan kinematis v (EU. 6:rs [= 10. Sr = ro6 cSr])


Kekentabn kinematis adalah hasil pembagian kekentalan dinamis 4 dengan kerapatan p

u-!

Hidrostatika
Disrribusi tekanan ddem fluida
n

P, '

Fq. gQhr

Pz -

.Dr

pr

le

99(hr-h1)
99r'h

Kuantitas

Tckanenp lihat O 1
Kcrapatan o lihatOl

lgradien
lrekanan

lanjutan di N

il

HIDROLIKA

HIDROLI KA

Nz

Hidrostatika

Hidrostatika

Gaya hidrostatis pada permukaan datar


Gaya hidrostatis adalah se.
buah komponen yang be.

Daya apung (Bouyancy)

n9

te-

qQYsAcoso

cQhsA

vo'fi'v,

n7

I,

nl0

ia

Gaya hidrostatis pada permukaan lengkung


Gaya hidrostatis yang be'
keria pada sebuah Permu'

kaan lengkung 1,

2,

n tl
n12
n13

di-

uraikan ke dalam komponen horisontal

kan.

fi-9gY+gQ'V'

dan
komponen vertikal Fv..
berat fenida dalam (a) atau
fv adalah sama dengan

berat ekuivalen fluida (b),

mengapung
I dalam fluida
pr, maka benda akan tetap melayang-layangiyang lebih
? < 9r , maka benda akan tenggelam
J berat
e.

digunakan

l't'

sev

N. KN

: pusat gaya berat daerah ,'l


: pusat tekanan = titik keria gaya f
: momen kedua daerah A dalam kaitannya dengan porol r

kedua daerah , dalam kaitannya dengan sebuah


poros yang membuiur paralel dengan poros r mcb,ui putat
gaya berat (lihat I t7 drn P 101
: rriomen sentrifugll dauah / dalam kaitannya dcngrn poroi

l rnofien

dan poros

,(

g > 9r, maka benda akan

Fx adalah sama dengan gaya lekanan hidrostatis yang bekerja


pada proyeksi permukaan yang dipertimbangkan 1. 2 di bidang
regak lurus pada /';r. Perhirungan dilakukan dengan n 6 dan.n 7.

trl

ini:
F^ , ggY
N, KN
pr sebagai kerapatan benda,

di atas permukaan 1, 2.
Garis kerla membujur

s
o
fr
fs

NKN

Penetapan kerapatan Q benda-benda padat dan cair


ntuk f,uida tentukan lebih dahulu
Benda padat dengan
kerapatan yang
F1 dan m dari sebuah benda
lebih besar I lebih kecil
tentu di dalam fluida yang telah
diketahui kerapatannya Pudaripada

l;j

melalui pusat gaya berat


volume Y.

mus berikut

,o-

gsA

da h

Apabila fluida kerapatan p'


berupa gas, maka berlakulah

kanan atmosfer ;ro.


nG

Daya apung (tekanan keatas) Fr


adalah sama dengan berat fluida
kerapatan 0 dan P' yang dipin-

keria pada sebuah permu.


kaan sebagai akibat dari be.
rat fluida sendiri, yaitu tan-

pa memperhitunqkan

Ng

I (lihat | 171

a:

massa benda yang tetap melayang-layang.di dalam


da

flui-

t i gaya ekuilibrium yang diperlukan


t* i gaya ekuilibrium yang diperlukan dalam percobaan
?r

permulaan untuk benda-bentu sendiri


ketapatan fluida yang digunakan
r61

HIDROLIKA

HI DR OLI KA

N+

Hidrodinamika

o22

-; - re *

-|tr-o,)

il
k9

t,

n25

untuk PomPaPomPa

,rr,, )

cml

-S-

.sf . ;(6-A)

n26

..1

P:+ ozt+ iU,l


I

u1

satu;n massa

adalah kecepatan ke luar dari {luida yang meninggalkan


volume referensi
uf adalah kecepatan ke dalam dari {luida yang memasuki volume referensi.

if

*,

Persamaan sudut-momenlurn

Di dalam suatu aliran berputar yanq mantap keadaannya, diusa'


hakan adanya sua(u rnomen putar .t/ pada fluida yang mengalir
melalui volume ref erensi, dinyatakan dengan:
garis datum
(f

resistensi sepaniang ialur dari 1 ke 2

^27

luida nyata)

*' o,,'*'?'",* S' '^"


u : kecepatan
,",.r'', t!-Si"n-kerugian

pada

gaya volume (misalnya beratl


gaya tekanan
gaya friksi

energi tekanan Per


satuan massa

Termasuk kerugian-kerugian

u2 v

dan

t/1.u

= m(o2,,. r, - vr,u'rt\

Nm

adalah komponen'komponen sekeliling kecepat'

an ke luar dari, dan kecepatan masuk ke dalam volume referensi.

;l

r2

dan r1 adalah

lari'iari yang berkaitan dengan u2dan ul'

lr
II

162

N, KN

-f,Fadalan jumlah vektor dari gaya3aya yang bekerja


fluida di dalam volume referensi' lni dapat berupa:

energi Porensial Per


satuan massa
energi kinetis per

92

Untuk suatu fluida yang rnengalir melalui sebuah volume refe'


rensi yang diam berlaku persamaan vektor berikut ini:

+-+.sz'i'
.v

Persamaan momentum

Tanpa friksi ({luida ideal)

I trl-u,')-,r,,,
o

Persamaan Bernoulli (Aturan konvorsi energi)

T+

+ slz7z1),

utr,r (

92,

kw. w

ilutrt

untuk mesinfi esin hidrolis

Aturan konservasi vol ume

o,

n24

i
i.

-im3

@r,,1

n23

massa

,4rur9r = AvP ' Arvr?,

n18

usaha teknik per satuan massa

Persamaan brlaniut

'17

Daya P sebuah mesin hidrolis

Hidrodinamika

Ns

Hidrodinamika

(untuk aliran Yang mantap)

Aturan konservasi

rl

rl

r63

HI DROLI

KA

HIDROLIKA

No

Hidrodinamika

Kerugian-kerugian friksi dalam aliran pipa


n20

[::'-l::i'fl.per satuan massa fl

n29 Kerugiantekanan

Dr

!.,

- r(l

n3l
n3?

Lubang dasrr

karena itu

n39
na0

dan koafisien bentuk o:

c,l/ili

c,e

RQ -

udQ
,)

u d,g

Rc

^12

Jikalaunc <2OOO, maka aliran adalah laminer (berlapis'lapisl


Jikalau Rc >300O, maka aliran adalah turbulen (berkisarl
JikalauRc =2OOO . . .3000, maka aliran adalah laminer
ataupun turbulen

na3

^41

I c,o[Ti (x,\ - tt,\, I

na5

Tekanan-lebih pada permukaan cairan

q = -L untuk pipa lurus


untuk pipa lurus
l" - *
o . I untuk fiting, union dan tabung-tabung
Penotapan koefisien

g-

^al

Tckanan-lebih yang dikenakan pada sebuah

(annularl

n38

o/al t I s I s I z lro lso lso lzo lroo lco


e II s0 ll.'r7 1r.44 1r.42 1r.10 1r.32 l't.29 11.27 l1 2sll'00
ntUkpenarnpang-lintangpersegi(rectans"t",lffi
o/ol o lo l lo'2lo'sIo'r Ios lo6 io7 los ir'0
TTrtolTs4irro-f .ToJ@
d : diameterdalam PlPa e
da= 4 a/tl : diameter hidrolis

, :

I : Panlang

164

,"w

,18

n49

titik

lubang keluar

q^y4

: kecepatan keluar

m/s. km/h

p.,: tekanan di dalam kelebihan tekanan atm(6fer N/m2. kgt/cm2


C6 ; koelisien pembuangan lC6 = e, x (S
C. : koefisien kontraksi
(Cc = 0. 62 untuk lubang dengan
pinggiran talam)
(Cc = 0'97 untuk lubang bulat

PlPa

penarnpang-lintang tegak'lurus lerhadap aliran fluida

U : keliling yar dibasahi


h/d da^ ,1/d^ : kekasaran lelatif

lt : kekasaran rata'rata (lihat Z 9)


t, viskositas dinamis (lihat N1, nilai-nilai
; daambil dara diagram Z 8

u r c,l/;rctt.F
a ' co^lfzGi.$

na6

n36 Untuk penampang'lintang berbenruk gelang

n37

- Cgu

Lubang samping besar

n33

n35

u . c,yz;i
'.z@i
. c, tl/Ts-F
e

n4l

c, :'koefisien

kecepatan

D : lebar lubang

lihat 214)
:

t
I

: gaya reaksi
Q' : volume aliran keluir

(
(

lTlT

Lubang 3amping kocil

pipa-pipa tidak bulat

turbulen')

n34

Aliran cairan dari beiana

Angka Reynold)
pipa-plFb bular

n30

) ,

zPv - 9urr,r

Pcnetapan koefisien resistonsi

(Re

o#

Nz

Hidrodinamika

tr".t

"irt?lTl3)l

m, cm
N. kot
mJ/s- mt/h

165

PANAS
Variabel-variabel termis keadaan

Or

-variabel termis keadaan adalsh tekanan p, suhu ,, dan


rapatan p atau ,uga volume per satuan massa (volume spesif ikl.
Tekanan p (EU: N/m2 - Pa, bar)
Tekanan adalah hasil pembagian gaya

(
l'

dengan daerah

A:

o -L

ol

Tekanan absolut dapat diartikan lebagai seluruh hasil benturanbenturan molekul pada sebuah dinding. Tekanan yang diukur
dengan sebuah alat ukur tekanan adalah diferensial tekanan dp
dalam kaitannya dengan tekanan lingkunganpu..Suatu keadaan
tekanan berartiap>Ovakum berarti A p<.O, Karena itu, maka
tekanan ab,solut/} dapat dinyatakan dengan:

Pu +

'4P

Suhu I, t (kuantitas dasar) lihat keterangan pada bagian muka


buku. Satuan suhu ir adalah Kelvin K yang diretapkan dengan
persamaan

Trt

1l(

21r:16

dimana T1s adalah suhu air murni pada tirik tripel (lipat tiga).
Di samping skala Kelvin, juga digunakan skala Celcius. Skala ini
telah ditetapkan secara internasional dengan

= (l-nt
'
Keraparanp (Nilai-nilai

+ ezr'r5)x

;T

lihat Z 6)l
EU: kg/m3'
Kerapatan adalah hasil pembagian massa m dengan volume lr:

o -L

Volume per satuan massa (volume spesilik) t'


EU: m3/kg
Volume spesif ik adalah hasil pembagian volume I/ dengan mas
sa nl

v-l
49

'.

Volume molekuler VVolume molekuler adalah hasil pembagian volume


jumlah mol yang terdapat di dalam volurrle:

v^Jumlah substansi rr (kuantitas


mu ka bu ku ini.

m3/mol

dengan

keterangan

di

oagran

167

(
(

PANAS
Pemanasan benda-benda padat dan cair

PANAS

Oz

Pemanasan bahan-bahan padat dan cair

Pemanasan benda-benda padat dan cair


Penas (energi

termis)

Ekrpenri tpemuairn) bahan padat


Sebuah benda padat mengubah ukuran-ukurannya yang dise'
babkan oleh perubahan-perubahan ruhu. Dengn menggunakan
a sebagai koefisien ekspansi linear (untuk angka'angka lihat 2
11) rumus-rumus berikut berlaku untuk:

(EU :J)

Panas adalah pertukaran energi antara sistem-sistem dari berba-

gai macam suhu, di mana sistemsistem ini saling berpengaruh


terhadap yang lain melalui .:inding-dinding diatermis'
Panas per satuan massa

(EU. J,k9)

Panas per satuan massa adalah hasil pembagian panas Q dengan


massa ,r,

Panar spesifik

('

Eu

Ji

14

(kg K,

a zti

Panas laten (Lalent heat) Pr satuan massa i (EU: J kg)


Nilai-nitai lihat Z 10
Penamtrahan atau pengurangan panas laten menvebabkan sebuah benda berubah keadaannya ranpa rnengubah suhunya'
Berikut ini adalah panasfanas laten yang dapat diiumpai:

/,

r--j

--l

oenor-

.
'ol olaPan

--l
I

,,1

benda padat dengan


suhu berfusi ke da.
lam sebuah {luida I
f luida dengan sufru didih- j
(tergantung dari tekanan)
ke dalam uap lenuh
i

rus,

oi
- L---J

Hl
or

I
I

I
I

yii0 d,De'

'
keilno
benda padar dengan i
suaru suhu dr bawah
I

lsuolima-l

Iit s'
ir

I g".trng dari tekarran)


I seca.a langsung ke
i

dalam uap ienuh kering

trlrrZo(r1-r,[
Ar-1,. Arza(tr-t,)

vt . ,, [r * ,(., - !r)]
av - Vt-tL . \.tltt-t,l

o19
o20

karena panas

z4

Jalur-jalur bimetalik dapat mudah melengkung sebagai akibat


panas. Pelengkungan terladi di bagian sisi logam yang memitiki
koefisien ekspansi lebih rendah. Dengan menggunakan o6 sebagai "pembengkok termis spesifik", pelengkungan _yang disebabkan panas, dapat dihitung (ad kira-kira 14 x 1O{/K,untuk

nilai-nilai yang tepar lihatlah petuniuk-petuniuk pabrikl

yang

de-

os L' al

o21

sama

ll

lr
yt
V2

,t

I=

t2

pan,ang pada t

t - t2
: volume gada t - tt
: panjang gada

: volume gada
: ketebalan

Ir : bidangpadatotl
l,:bidangpadar-12
suhu
l*#l
#./i : selisih
suhu

(
(

tto(rr-tr)

lr-lr'

h [r.5o1tr - a,)]
6V . v2-q.4ta(.2

l' [r+s1t, -.,)]

Ekspansi (pemuaian) brhrn cair


Dengan menggunakan , sebagai koefisien ekspansi lmuai) volume {untuk angka-angka lihat Z 1l ) rumus'rumus meniadi seba'
gai berikut:

,11

liharZ1....Z5.

Panjang: l, .
Al'
AtL u a s:
AA Volum e: vr .

o18

spesifik adalah sebuah fungsi suhu. Untuk angka-angka

Panas

168

o
ol

Panas spesif ik (' menuniukkan iumlah panas Q v3ng harus di'


tambahkan kepada, atau dikurangi dari suatu substansi massa
,I untuk mengubah suhunya deng,an suatu selisih -l t

o12

o13

o15

o'f

Os

Pemanas'
an

r69

I
PANAS
Keadaan termodinamis dari gal dan uap
Persamaan umum dari keedran

O+

PANAS

gasgr ldeal

Keadaan gas ideal ditetapkan dengan dua variabel termis dari

keadaan. Karena

itu, variabel ketiga dapat dihitung

dengan
menggunakan persamaan umum dari keadaan. Dengan R seba'
gai konstanta gps karakteristik (hilai'nilai berbeda untuk gas'
gas berbeda, lihat Z 12) persamaan meniadi sebagai berikut:

pu -

o22

stau pV '

aR

atau , - gRT

a konstanta gas ini berkaitan dengan volume mol, maka


men

jadi:

oIt

PV^ - R5?
mana R. = 8314,3 J/(kmol K) adalah konstanta gas universal (berlaku untuk semua gas ideal). R dan Rm dikaitkan me'
Rm' ll R
o'24 lalui
Di mana M adalah massa molekular (lihat Z 12)
Keadaan termis gas{as nyata (non ideal} dan uap
Keadaan termis gas nyata dan uap dihitung dengan mengguna'
kan persamaanfersamaan khusus atau diagramdiagram.
ubahan keaddan
Perubahan-perubahan keadaan disebabkan oieh sistem dan ling'
kungan yang saling mempengaruhi (inter-action). lnteraksi ini
dihitunq dengan menggunakan hukum ke-l dan ke-2:

h'}X[/<" 2
untuk
I
terbuka
sistem
tertutup
sistem
1
I semua sistem
hukum ke-l

o25
o26
o27

e,.r'&,,r = ur -u, lo'.r*rr,.r =h:- ^,-1":|qr,, =.)T

d"

dalam rumus-rumus ini,

energi adalah positif


q1.2. u1 2, tat \ 2\

dan output energi negatif.

h : entalpi per satuan masa


J: entropi per massa unit
u : snergi dalam per satuan massa

usaha luar yang dilaksanakan per satuan massa (lihat O7)

U, l,I:

y'c'.

Os

Perubahan keadaan gas

usaha luar yang dilaksanakan tanpa berhenti per satuan massa (lihat O 7)
perubahanperubahan dalam energi kinetis atau energi po-

gs{as

abel pada halaman O

6 menunjukkan

hubungan*rubungar,
berbagai perubahan keadaan, yang telah dikembangkan dari rurnus-rumus O 25 hingga O 27.
Keterangan -keterangan beri kut i ni menyatakan :
Tiap perubahan keadaan dapat dituniukkan dengan persamaan
p un - kons
Berbagai komponen diberikan dalam kolom 1.
cpm dan cvm adalah panas spesifik rata-rata untuk tekanan
konstan dan volume konstan masing-masing, dalam jangkauan
suhu antara lt dan t2. Dalam hal ini berlaku hubungan berikut

(nilai-nilai untuk com lihat Z 13):

cvml

cp-

;'r
|

1,,

l^

t^

l'r
|

ttz

',^1,,

./t,,

ry',*1,,

perubahan entropi yang ter iadi dalam perubahan keadaan di

".-,.(+).

r.(f)

Perubahan_keadaan gasgas nyata dan uap

Tabel di bawah ini menunjukkan hubungan-hubungan berbagai


perubahan keadaan, yang telah dikembangkan dari rumus-ru.
mus O 25 hingga O 27.
Variabel-viriabel termis keadaan, p. t,, 7- seperti iuga sifat+ifar,
rr, ,lr, s pada umumnya diambil dari diagramdiagram yang se.
suaiperu bahan

eadaan kuan

titas konstan

usaha luar

tanpa berhenti
l2

utt.2 -,lu dp

isokhoris
r/ = konstan

GoE;is/)

= konstan

tensial

17'l

(
(
(

{q,

31

(o 3l

(o 3(

konst.

(o 4(
I

nuDungan

\url

5 -/7,\F
u' \ ?r,l
=

,o o,rl

H-(*)*

Fr

politropis I Pr
" /l.lffi
t,Trl
konstl

ur.t

?r)

u(pr - pr)
R(7r

\7h,= co^ l7r-711

iistem terbu ka
dapat dib6tik
tl
ut1.2 .,J u tlp

,|n

r, t

^[#,)-

*'t',-t,l
_,

,fi,r,[#)"-,

.*,,[*)*_,] _*,

tr, -

-t]

n[(i+'-'] '.,^ ''(#)# -']

-^,^^[(fl"

""

l;(EI
, n r rn(a)

n'

p(ur - ur)

dv

. n(f, - fi)

tet.r.'Jltp

sistem tertutup
dapat dibalik

ul-rrr. c,a ( rt -tr


r
el , /rrlr- pr llnr/ ,

u,

P'

PJ.1ut1'

U.

lt

Ot

ut

;.7

*-*

keadaan 2

antara te&
daan I dan

, ilrl"
proses er
P, \.vl n

n=l

isentropis
r = konst.

n=l

rsotermrs

'konst.
a-0

io
isobaris

a*c

isokhoris
u = konst.

eksponen

proses

ri ncian

pemtnd0han

a.

",-*{(?,-ri)

-l0r.t

cr, (r, - r, )

cr- (7r - r, )

pana3 per
Satuan massa
9r,r

agnr sesuai
dengan
proses ysng
ada

dihilangk8n,

l6ltuaca,

or[.L

i_r- l-j/-t'
l-; r'

7-r-

ol

-lb

i,

>t
EI

ditgram

a
-

P-o-

t'\

l^:--

'l!

?
o

dz
J>

i;

A,
AI

o.

o-

Ct

C)
g

o)

=
9.

q)

CL

ccr

qu,

t-

l!

l:
ls

l,:
l:-

l-

l!

li

li

Lrt

lC b b
lvvv

i **
I l$;l

diagram

Tlr
L-

iq

'drf

isl
E; $l
"t.
$i{ ?i ;
ill , >c

;El

:
eil 5E q

38

PANAS

Perubahan-perrb;;;;'il;aan

sas-gas

0""

I.
IO

PANAS

l)lrgrem p-r

Massa

Uniuk proserfro.g yang dapat diba- c

m dari ruatu campuran komponenllrl.

lik. daerah di antara garis pengenal

(curvol variasi keadaan dan poros.u manuniukkan usaha luar per satuan massa,
daerah di antara garis pengenal dan poros-p menuniukkanusaha luar tanpa ber'
hentl per 3atu8n massa,
Diagram I-s
Untuk proses-proses yang dapat diba'
lik, daerah di antara gnris pengenal

dan poros{

menun

jukkan

li
t

v, '*

dan ,Ev;

massa molekular ekuivalen


pat dihitung sebagai berikut:

r = Z(x,,,y;)

o 5l

i/

dari suaru campuran da

/i\

'j \x, )
,7i

dan

Konversi antara lraksi massa dan fraksi rnol

,, -_
S,

Tekanan

t'

,,,.
X ,,

p dari campuran dan tekanan-bagian p, dari

komponen
p

dr

mana p, = V,,p
lan

174

ini:

t;-;danx=i
di mana

Daya luar yang lerus-menerus ditambahkan pada atau dikeriakan oleh sebuah sistem terbuka dinyatakan dengan:

i'^

ai

rmlah pemindahan usaha


Usaha luar yang ditambahkan pada atau dikerjakan oleh sebuah
sistem tertutup selama satu variasi keadaan adalah:

Iutr,]

4t

Masa molekular ekuivalen ,?f dari suatu campuran


Untuk massa molekular berlaku rumus-rumus berikut

di mana rn adalah aliran massa (EU: kg/s)

Fraksi-fraksi mol y,; dari suatu camputan

Aliran panas yang terus{nenerus ditambahkan pada atau dikeluarkan dari sebuah sistem terbuka adalah:

Ptz

n2, ..

4r t 4I

Q',1 - agr,,

Q,,r = ag,,

mi

Jumlah mol n dari suatu campuran komponen n\,

pemin-

tr,, - [lrr.,

Fraksi-Iraksi massa :i

Jumlah pemindahan panas


Panas yang ditambahkan pada atau dikeluarkan dari sebuah sis'
tem tertutup selama satu variasi keadaan adalah:

'

ar2.

at + at

dahan per satuan massa.

$t,,

Oe

Campuran gas

jutan di O 9
175

T
PANAS

PANAS

Og

Campuran gas

Pancaran (transmisi! panas

Oro

Karena adanya perbedaan suhu antara dua

titik, mak! panas mengallr dari titik yang memiliki suhu lebih tinggi ke titik yang
lebih rendah. Jenis-jenis pancaran panas harus dibeda-

lanlutan dari O 8
Fraksi-fraksi volume dari suatu campuran
vi

f 'n:

dan

sebagai berikut:

Konduksi

rl

i,

oEt dalam sebuah dinding

sini, yang dimaksudkan dengan volume-bagian V1 adalah voyang akan ditempati komponen pada suhu 7'dan seluruh
2 dari campuran itu. Untuk gasas ideal berlaku ru,
-rumus berikut ini:

!i_!!
p

V;

n; RmT
p

dan Z

datar
oOz dalam dinding sebuah
pipa
Daerah

o 6:l

l-1- ta2
0'c - ^A^---7logaritmis rata*ata adalah

' t dnl ;

dimana

ds-d;
d^' -T

."[fJ

sebagai pembawa panas.


(

Apabila aliron timbJl sendiri, maka konveksi itu disebut sebagai konwksi alami-

{i, h;)

ah. Kohveksi yang teriadi dalam suatu

menggunakan rumus-rumus ini, suhu campuran dapat


tetapkan, untuk gasgas nyata dan uap de;rgan menggunakan
amdiagram, dan untuk gas{as ideal dengan cara berikut:

aliran disebut konveksi paksa.

O'a'aAlt-t.l

Radiasi

ini tidak memerlukan massa sebagai pembawanya (misalnya radiasi matahari menembus angkasa)' Untuk perhitungannya digunakan rumus o 64.

Pancaran panas ienis

.ll ar +cr-

energa

,
9.e-^A---;-

'ang dimaksudkan dengan konveksi panas adalah pemindahan


panas dalam suatu fluida. Karena adanya aliran mereka itu.
maka molekul<nolekul sebagpi pembawa massa luga berfungsi

vi

Energidalam rr dan entalpi/r dari suatu campuran

tr = .5

Ah

dalam

panal

en

talrri

cc^,

Yang dimaksudkan dengan pemindahan


panas adalah hasil gabungan dari trertra-rr
gai proses yang menuniang pancaran pa-

na5:

di mana
heri

o59
c60

panas-panas spesifik dari campuran ditetapkan sebagai

o65

",.
c-

0'i'Ar(rr-tri

k ditentu'
kan oleh, (untuk nilai-nilai yang mendeKoefisien pemindahan panas

kut:
cp-

c66
o67

rti lihatZll!:
dinding datar

*. #(i),'*

plpa

kondukiivitas termis (untuk nilaioilai lihat z1 . ..zn:l


koefisien pemindahan panas luntukPerhitungan liharO
176

1.,' l-t

121

lv7

PANAS

Orr

Pancaran panas

o6B

Hitungan koefisien pemindahan panas a t)

guhu penukar panai memancarkan pana: dari fluida yang 3atu


ke yang lain. Aliran panas dapat dihitung dengan:

Untuk konveksi bebas (menurut Grigull)

0-erhAy',h.

o71

Di sini. drm adalah selisih guhu rata+ata logaritmis. Rumut berikut ini berlaku bagi penukar panas crusfaralel maupun pe-

o72

nu kar panas arus-lawan:

It^

o69

On

PANAS
Pemindahan panas

(ltbesar -

pada
pelat

verti-

oLg

kal

o74

pada
pelat
hori-.
zontal

,p 7s

{-_Pr

llu

o= tt

Nu = O'55VAr
L
Nu = O.lrlar

p;

, untirk 1 7Og

)d

<Ar Pr< ld
Gr pr>1ff

a-

ilu=O.4llAlpr, untuk
=-6- Gr =9tzl,tD'
= gi/a.g2D3
v'
NUA

Or Pr>105

o76 Sifat-siIat fluida (zat cair) harus berkaitan dengan temperatur


(suhu) referensi
o77 Koefisien ekspansa (pemuaian) dari gas adalah fgr = 1/T@

,r=fu;=

Untuk konveksi paksa di dalam pipa-pipa (m6nurut Hansen)


a
o

llu

o79

)/d

o80
arus

paralel A a'

arus

lawan

8'l

Dalam kondisi kerja arus lawan dl besardan dr kecildapar rimbul di kedua ujung penukaryang saling berhadapan, seperri rer.

lihat dalam gombar.


Simbol*imbol yang digunakan dalam halaman O 12
,r :permukaan badan yang lebih kecil I Cr : anqka
angka Grashc
Grashol

,, :permukaan badan yang lebih besar | ,f : tiniqi oetat ,


1 'q!ry919l-9alam. pipa
I t : pai'iins perar
o:dramerer-tuarpipa
lu :i<ecipaian
c, .dan
ve,r et
er :konstanta-konstanta
.^e.,r.orrro-^errlrclla
raotast oart raaiiiivinq
radiasi'dari
raotasl yanq menu.
kar permukaanpermukaan (untuk nilai-nilai litrai"Zm,
''
is - 5;67 i ro-! w(m2 K.): konstanta radiasi badan hii"rir'- f)
Pr i angka Prandtt; pr - (n c")zrlunitr[-nitat-niiai titatz tat
4, - I t- - t @ l.selisih .suhu absolut .antara dinding Oan fluiJa ' '
ot oatam oaeran vang trdak terpengaruh termis.
t-: suhu lingkungan
v : kekentalan (viskositas) kinemaris (v 4//9 )
, : kekentalan dinamis
?rr: kekentalan diriamis pada suhu rata<ata f luida
?ry : kekentalan dinamis pada suhu dindino
r : konqukrivitas termis fluida_(untuk niiii-nitai tiharZS,?:6l
7- : koef isien eksoanii volume llihatZ tl aan o ljl! ; faktor suhu

/tru

= 0.t t6(ae%-

tZ5

rt

2320< Re < 1OG ;


0'6<Pr<500'
1 > L/d<
Dengan pengecualian 4w semua nilai bahan dikaitkan dengan suhu ratarata dari fluida (zat cair).

Untuk faktor gas (rt ,/?do'l4 harus dihilangkan


Untuk radiasi (koefisien pemindahan dalam panas: cg1)

qsrr = F'Cr,t

ter-

tlc dalam J(m2 s K) atau w/(m2

K)

Untuk keterangan lihat simbol-simbol O

11

17s

KE

KUATAN (STRENGTH}
lstilah umum

lji

,",

Pr

i';il; jll1l' ll; j illJ T,,*:

" ^:l:"":'.
nampang-lintang

,,4.

Tegangan tarik dan tegangan tekan teriadi tegak lur


nampang-lintang.

pr
Dalam perhitunsr^

;:

il

,o""i'^,,ii,
I ":I' (
|_-fl|---|Pada
umumnYa

Tegangan-tegangan gser bekerla sepanjang penampang.lintang.


,

ratauc *

p2

Diagram.tegangan-regang (Uli tarik)


Bahan-bahan dengan

batas plastis
campuran aluminiuml

Ca

t at a n: Simbol standar BS 18 OIN 5O145.

p3
^^=

p4

*,

f :

[."=

+] :

tesansan tarik. dimana

gaYa tarik
5o ; [roJ : penampang

'

lintang asli (dari percobaan

tanPa beban)
',
/t x
r
/,
toofJ
lootr;
:resangan,dimana
, =t
i. =T;,
fo ; Lt"J : paniang asli (percobaan tanpa beban)
zL; l.4t\ : perubahan panjans o"f"."!ii&0,.?r*0""

Laniutan di P2

KE

KUATAN

; IOr]

tulen atau kekuatan leleh


(lihat gambar diagram sebelumnya)
Eatas-batas proporsional kadang-kadang dikenal sebagai limit
Ao

elastis

.p * O'Ol, :=t Rpo.o,; [6r]


Titik leleh (logam mengandung besi)
Rrr

i t6'.l ' :liitJ:i#fliii

[o*1

'

1i,u."*li,ti?"*n3in,,tik

Kuat tegangan (logam yanb tidak

tn = O'21 *

P6

iJiJi.'

Rpo.r;

-f , l" =+j

rereh.
mengandung besi)

"modulus Young".

o7
pa
p9

,'Yq' "'

diizinkan (tegangan yang diperboleh kan)


Harus berada di bawah limit elasris Rp. sehingga iegangan yang
R6
diizin kan adalah :
P, - -in-: kekuatan leleh dari bahan
v : faktor keamanan, selalu lebih besar dari 1.
Faktor keamanan ultimit (batas)i Proof faktor keamanan
(terhadap leleh atau O.2 oroof)
(terhadap retakan)

Tegangon yang

Beban-beban
ien is

2...3..

sifat dari leganqan

bergel om ba ng

r82

v = 12...15...

pto

pll

( P'

o,'*

o,-*1p,

zt
-l]=

-t

l-l^
t.*=

ci,

n
E = E.A

tekan tgr di bawah tekanan

zl
lo

l"-t
lo

a.
E
transmisi di

n I
E,A I

aa . kekakuan tarik

atau kekakuan tekan


bawah tegangan (perbandingan Pois-

Perbandingan
Untuk penampang-penampang bulat
,
amelintang
di mana r.me- E
-u _

sonf

- jg:3
; ,o dun cmelintang do
maniang 'o
logam perbandingan Poisson dapat diang-

ememanjand-

Untuk sebagian besar

gapsebagaitr=0'3

Tegangan termal: tegangan tarikatau tegangan tekan disebabkanotin pembatasan ekspansi termal (lihat iuga O 13/14)
p12
(cn = o' nt)
Oo = E , Co . E, a , ZJI
Zt adalah selisih suhu antara keadaan asli tanpa tegangan
dan keadaan yang dipertimbangkan

4t > o
4l < O

Unruk

tegangarr

tarik, Positaf

tegangan tekan, negatif


bagian-bagian pra-tekan (prestressed) yang dapat terke'

na tegangan termal, seluruh reganqan meliputi:

p13

trot - tct + e,h- F/(E,AI + uZl;


Tegongan

diagram beban

'lr--

tarik dan tegangan tekan oi danoc lFt

Regangan

untuk contoh{ontoh

sebesar

o/c.6,lo/ll

Regangan s di bawah tarik

'o

setelah retak
dengan penampang bulat, persentase pemaniangan dapat dicatat. berdasarkan panjang ukuran, misalnya As [65J berdasart<an paniang ukuran

6=E.c-E,41/lo:,

Tegangan

[Ooo.,l

, kekuatan tarik
, .+, rool; [a -!]v!', rcol]J :oersentase pemaniansan

n-

Pg

Tarikan, Tekanan
: Hubrrngan antara o dan c (hukum Hookel
dapat dipergunakan pada jangkauan elastis, yaitu di bawah limit elastis (lihat Z 16/17 untuk nilai-nilai .t'). L dikenal sebagai

: tegangan

^cx

p5

KEKUATAN

Pz

lstilah umum

p14
p15

tarik dan

ca =

F/(E,tl

tegangan tekan dalam silinder dinding tebal

(rumus ketel-uap):
Tegangan melingkar
- (tegangan Hoop)

te[anlan tarik

c -- p a/ (2s)
o = p, d, /Qs). J oertatu g,t < 1.2
6 - -4d"/l2s) J untuk d, -

tegangan tekan
p, dan po:tekanan dalam dan tekanan luar
d; Oan do :diameter dalam dan diameter luar
s =-b.r(ao - d;') : kerebalan dindinq
egangan

tarik dalam benda-benda putar: lihat M 5'


183

KEKUATAN

KUATAN

KE

Pq

Tarikan, Tekanan

Ps

Beban dalam balok

trrik delrm reburh grehng rulut (rumus terdekatl


Gelang susut pada sebuah porot peng.
gerak:
Gaya penyusut Fp dari gclang, paling

sedikit harur dua kali goyo sntripetal


Fs,

p16

rx

p24

>zfi

fg . i gr o, . Cnll y, al
. 4 nl- rl

917

ptc

9s

j;,ei-:;r

ffff::;""J
(,1 boleh kan

o",.

%l%;lwl

, - *l.Gn

Semua beban luar pada sebuah balok (termasuk reaksi-reaksi


penopang dan beratnya sendiri) menghasilkan gaya{aya dalam
dan momen-momen dalam yang menegangkan bahan. Dengan
cara mengambil sebuah seksi sepanjang balok pada suatu titik,
dapat diperliharkan beban-beban dalam: gaya geser vertikal ['
dan momen pembengkokan l},/.
Beban akhir P dan total I dianggap terpisah

^^'.fr^,,,w

diameter luar poros : diameter dalam gelang)


Gelangrusut untuk peniepitan bagian jepitan yang berputar
Celah, bagian.bagian lepitan yang
berpu tar.

.Fg mencakup:
Gaya sentripelal fc* untuk gelang
Gaya sentripetal t|, untuk lepitan

berputar
atau
FH> zlFcl *f_);

.\

getang

keinudiansebagaiplgdan

p20
Energi delormasi U (energi regangan)
Energi yang disimpan di dalam komponen yang berkurang kualitasnya (deformedl adalah:
U = wV; dimana

-. *o,

923

+r

rr.- L

D^

sumbu'.tl

arah

lsumbu-/l menohasit-l_

ke

i#*Httan"

beban akhir

ga_)f_ge:e!_

lffier

eern-qselekan

an-

tara seluruh gayogaya dan momen-momen dalam dan luar:


Dipertimbang kan terpisah
o 25t26

I
pusat massa setengah getang (lihat K 7)
diameter rata-rata (D^ - R+ r)

Gaya.meng-

Perhatikanlah selalu sisi sebelah kiri dari seksi.


Oi tiap bagian balok harus ada keseimbangan (ekuilibrium)

terjadi gaya tarik (atau tekan) pada seluruh penampang-lintang.


Bila diberikan pada sembarang titik yang lain, maka akan ter-

FT,'\

ffflil

Limit penampangJintang untuk ienis-j6nis tegangan yang sama


Apabila suatu gaya tarik (atau tekanan) diberikan pada sebuah
titik di dalam daerah inti yang bertitik-titik, maka hanya akan

yang sama.

8P

Menunjuk pada bidang x..y (sumbu z di sudut kananl:

!r : volumekomponen

jadi tegangan pembengkok, yaitu tegangan rarik dan tekanan

(,

P rAsal

27/28

vtzl/;-o
, + -t:l,

, , *P,

:: i

+ ZTi
i:t

Metode perhitungan
'I
. Hitunglah reaksi-reaksi

r85

(
(

KEKUATAN

KE KUATAN

Pt

Beban dalam balok

Beban dalam balok


laniutan dari P 5
2. Bagilah balok pada tempat-tempar berikut ini:
2.1 Titik-titik bekerja dari beban titik h/ dan dimulai dan
berakhir pada distribusi beban w
2.2 Beri titik-titik dimana sumbu balok berubah arah atau

laojuon dari P6
4m<.s<6m

lm<r<4m

0<r<1m

&ri

dari

dari
peBamaan p ..
211 26i29 t?5

peEamaanp,..

pelsamaanp...
27126i29125

27

dimana penampang-lintang berubah


yang dianggap sesuai

co

'Y
E

Atu ran :
M adalah maksimum apabila, Y

Re=2.5kN: I'r=3kN:

n
x

N
I

at
i

ln

kNm

/'

dalam kN

Perhitungan Lihat

P7

n
n

a:

q
I

{
q'
a
q-

\
I

I
+
q
I

( {
I

l
q.

lr

r9

l.
izt-

=1.
o
I

lt;

tO

l*-'
',
t.
l+

l
+

6
I

\ \
I

l.
lr
t.
l<

IE

t,
Ir

:
2

I
q<

(I
ie
I
l2

t:
lr ro
rl
+ I'r
t:
lr i- ll

i-l'
rf

Y Ir

*t
,l*
JI

q'
I

q'
I

z :-l
el

o
I

o
x

Nilai

lr5-Maksimum l/

l,

lX

I
N

c
o

Contoh: Balok yang ditopang sederhana dengan beban akhir


(dipasang di z1 ). Reaksi'reaksi adalah:

Beban akhir

=0
tanpa beban v = konstan

I
E I

J l= l=
lla i-ltt
;z l-

dr

2s

dv

Momen pembt'ngJ kokan .l/ dalam

EE(

kokan

Di seksi-seksi

3. Carilah gEya{aya dan momen'momen di sisi sebelah kiri


seksi seperti di I 25 . .. p 28
4. Tentukan gambar diagram gaya geser dan momen pembeng'
titik

o-

o-

2.3'Tiap tempat

Hubungan antara rv, V dan fi'l disembarang

co

26"?s123

tl

q.

o
I

C
I

{<
+

q.

KEKUATAN

KE KUATAN

Pa

Analisis gaya

Pembengkokan
Tegangan Pembengkokan maksimum

tcniutan darl P7

ujuns)
1\
.V
konstan) ,, Y Limit{imitadatah o{ p ( eo9 I
//ii"r?
o

P31

032

Balok kantilever (dijeprr di

P39

yang dilengkungkan (z =

pao

<:
;;;";,".:i'
L{il;,,;eA
\.(r-,or9l
I + Ar(l-cos9)+firslnp ';? O t
f.

-fi r+flrcosg-f.rr1-^p
Pada semua seksi 9, F1 , F2 le-

lah diuraikan ke datam r."ri.to"nen-kornponen tangensial dan

radiar

la.l*,

.\

f'.(j
"

momen kedua dari daerah sekitar sumbu Sr atau se'


kitar bidang sumbu netral.
fegangan pembengkokan pada iarak,t dari sumbu netral

ft
b

o l*-N4_ A

p35

. !,d(-fr r+4 at ", -4, r "tn,,.-',

p36

pal

12

slne_f1 cosg

y nEt\

penting dari luas


Ir = / .dan /a = /-,n daPat di'

kenaiiinTdigu nakan/di teraP kan


pada seksi'seksi asimetris apabila
sumbu/Poros utama berPutar

melalui sudut fo
p43
-t{

a:.

!0.

to.

.G6'

o7l

p44

r.6
2.JC

o.

,ntuk metode penetapan momen pembengkokan secara graf is


lihat K 4
r88

l0

Momen-momen kedua yang terpenting dari luas dan sumbu utama


Momen-momen kedua yang ter'

Fe

,l - ,::j. j{r, .r,


?I,U

Z-i"

I
Momen-momen kedua dari luas (penampang)
Momen kedua aksial dari luas lihat J l0 dan tabel P
Momen kedua polar dari luas lihat J 1O
lihat J 1O
Momen hasil

f^ -fr, coar+fi 's.ln?.0


4,.fr,cotr-frrslnt

p38

_Ty

Modulus seksi

Gaya normal (tangensial):

p37

., -

ob

ata, sumbu netral

,rr :

,."-

4 *^ slnp +frco3r.o
.o, .
L-fl \0',
",
4 . -f, r1n t - f, co." t; atau dlri p 30:
4 ' dr';';;
(karena s. r7t ds. rdp)

p 3:l
p31

l,
z 16117
+v-r.(tarikan) li"r6t-ju.i garis permukaan ke sumbu--r
.- .-- .--_l ditarik melalui titik berat (centroid) S
-yr,^(ltekananl

lr-rf)
/ )K

geser (radiall
*[':::]1"^t;']
Gaya

Nilai-nilai untuk Pb lihat

r+W;ii.,,l

tan 29.- ;---;


tv-'r
Untuk perhitungan dari i,y lihat J 1O/11
Sumbu-sumbu utama selalu berada tegak lurus antara satu dan
lainnya.
Sumbu simetri dari sebuah seksi simetris adalah sebuah sumbu
ulama misalnVa /r = /x.
189

KEKUATAN
Nilai-nilai dari I dan

Z untuk

KEKUATAN

Pro

Pembengkokan

Defleksi balok dalam pembengkokan

beberapa reksi.seksi umum

Balok-balok dengrn penampang'lintang reragam

(tihat p 41 dan p 42l.


Untuk kedudukan titik berat (centroid) S (atau sumbu netrall li_

hat K7

Z,

/1 dan /y

p tts
p116

P17

lcngkung

dapat digunakan untu


letiap sobi balok (lihat P 5,
Metode perhitungan, Pasal 2l:

bd
L'
12

clrtir

Berikut ini

Penampang

dan Z,

Prr

,r-#

p6t

\-1.$

962

fi-,"-*'-+
E.I'y"

. -t

p63

p64

pae
919
p50
P5t
952
p sil

c:l

11- rr-

ftrr1a.t

Zt. Zy
z D'-d D'-d
-tct

' tl'--F-:

Ir- Ir- O060tls'

0'5412

Ir' !

Zt - g.'l2O)
Z,

.
-

0.6250

,oD- . --T.,

It- - tarD
--t-

p55

,r-+

r,t

Dh'
- -ll

p56

_ Drrr
tt'-6

Lt

957

pfa
p59

o+D
2o+ b
o+D

or2b
o+b

Teorema (dal il ) Steiner


(Dalil sumbu paralel untuk
momen kedua dari luas).

pco
r90

IE-B-Ir+to2

O'rO12 ct
O.Sal 1 n'

D,A

-7T-

p65

R : Jari-iari lekuk dari lengkung elastis pada titikx.


y' ' t"i p : inklinasi tangen pada lengkung elastis pada

titik

,.

defleksi balok Pada titik.(


cr dan Cr adalah konstanta'konstanta integrasi dan.ditetapkandari faktor-faktor yang telah diketahui.

y-

misalnya
- ',.',y,

o PadaPenopang.

(i+1 )'
9i.r Pada samorngin antara seksi ,.0"n t"1t;
balok kantilever
v; ' o'iaOa penopang dari sebuah
Oanoitenf,at'tengah'bal6k dengan pembebanan simetris
(j+1)
9'; - t!',.1pada sambungan antara seksi i dan t"Lt;

regangan karena Pombengkokan L/:

untuk sebuah balok sepaniang

'r ltr' o'


u '' d)ET
Sebuah balok dengan

beban yang tidak ter'


atur dapat dibagi
menjadi rt paniang
l1

l+

dx,+...

jIlt'

r"

r"
\

an)

It

a*,to,'ii

r -<t4z

vs

l;l'

tr_-Ai]
ft rl

-l
tt9

;..'

;T

Ll

lJJ!+fr8

t!

iz
",#g- -ro$
- t o bt,/l' arrff
ro
o,/t2

i,

ul

lR1
lRu

fr(to,,,-ro,.zf o)

_ _

.Y1

|"r

v,-ZZ;lf-TJ

(a

(c)

trl

(8)

-t o

_D_.ll_e.lfsi.

wlt

-rt

x1\
=g

a.

Rumus-rumus untuk Y dan Y-t


kan untuk defleksi geser.

tan q.. la6 q

-olt lrt

gs

-,il.,f,)

-tan

v'T1 Er\7-zl"rr/

tan 9r.

ol'

, = #*(+

-:-j-

#*(i-ti::)
6= -Z-

tan p^=

tan

tann.f$(zt+1o)

-j']
!, - #r 9'-'- ? I "-t
tan 6={9J
tan t^= -ffi;
"-

_ _-_

Y'= Gn q
:\
t o lt/xt
_

Kemirinqan,

'

_____

tlngr- ttngr r 0

.t:-c-ri,J:':i::,-':i:i)-

,,. *

titik (...)

'rtmaksdi

16

u ll
. u, l/2 --f2.
(4,8
= u, l/?
Itl^ = u'l'z/t
ll" = w. l'?/l *,,,,

(r^=|,r'

fne=]r,r
In^=fr.,r

,,

, (' ' T)

ti

n^=lnr=

(lo

lRo

lRo

lR,

penopang

R ea ksi

'tr1

o\

(r)

-r"
(B)

l:

(c)

,t
-o.r7r ,t
o.r7r

0.4t4

E^" r?i!

tener.fr(r.*v' . ;*+( , ?r - 'l; l- ' o'r!

,.,r^.f.(t.*)

.,r:-#.ii1(::-i--#

,,-#if;+('-+-#

u,'i#b-.#. +i)(A) -----:#-[,-::f-r#


tan e.. , db /(\
I tl

(c)

l/nu di
titik(.-.

i".=,$(i.31) D-

t^*;;

ltu=r!
a.= rf.

Reaksi

penopang

(ta-

>-lr-*l,,tl

r o,r'

t8,r--

r l.'

i:
ffi

Pembebana n

r;

ln

,l

Catatan o,

,t

'17

Pembebanan

: -=-.-

G)

(o

(o

7t

Dr

sx
6'm

2.

o
=

o
o

lol'
=-1flE7

ul

=6f7

=,77\"o'

dak dapat diguna-

OL

O.1?1) I

titik

v^ =|6TTT

x-

yn pada

l'

v^'76rTT

5ul'
vtu =t6{Ej

Y^

Uc

ro2 .-

0.577 t

\ .

Umt=

Y\Pada titik

v^1

Dellek-lPadac,.v
si lMaks, Y.

,- - 21'b
" 2D+ I
. I otDJ
,EI t,

Ua

o,

o)

ro

(o

(D

E>
)62

3>

r-

Ex
o lll

9.

o
=
x

(D

,\,

ro
x
o,

ac!

'v.$]AE oA
or_ L
pada titik
g>
l/TtT'
-{
r. ol-E-E>
)dz
o
:

_ult
-rTi or

Maks.h

ada C. ,c

KEKUATAN

KE KUATAN

Defleksi balok dalam pembengkokan

Defleksi balok dalam pembengkokan

lanjutan dari P 14 (Analogi Mohr)

Analogi Mohr

grafis

Prs

an balok ekuivalen

1. Tetapkan lengkung momen

pembengkokan dengan cara


membuat sebuah poligon bersumbu link (lihat juga K 4).

Penopang-penopang dari bafqk q.kulvalen harus scdemikian


rupa sehingga monien pembengkokan ekuivalen maksimum
lvlt maks pada waktu sama dengan def leksi tiiik maksimum
dalam balok asli.

diagram gaya

-.....*-

R^

I *onst

Balok sederhana
P8

Baiok kantilever

Balok dengan berbagai penampang - lintang

2. Buatlah sebuah poligon bersumbu link sebagai beban


distribusi ekuivalen w' pada balok ekuivalen." Sebuah

Gbr. I
lt m .al

bllok rsli tnisalnya

i-a

os pbrtggerak

P1

,i

3.
976

Def leksi balok asli pada

. H H.
v ' n'77 ar ^e arr'

(ftstnl)u'
Ternpat lengkung momen ptimbengkokarr sebagai bcl)an
yang
serag(irri
ekuivalen
pada
lxlok
sebuah
si ekuivalen w'(z)
clarr penarnpanq'lintang yanQ sama dengan motnctl ks('ua rn')ksrmum dari luas Ir r-,.i balok asli (lihat P 14, pasal 1)'
Tempatkan wt1z7 sesuar dengan pt:rbarldtnqan i1J

Gbr. 2

titik.r:

kemiringan pada penopang A dan B:


tan 9^ - R^'-!- r, r^ r1, dan iuga tan pr= Ar,
977
4 a. r^ ",)
Metode ilmu ukur
l.Hitunglah reaksi penopanq ekuivalen ttr. dari "balok ekuivalen" yang membawa beban disrribusi ekuivalena. = ;, *
97A
... + Aa (lihat obr 2)
2. Hitunglah momen pembengkokan ekuivalen .lIr dan gaya
geser ekuivalen I't pada rir,k.r.:

979

i'= R.', - Azt)


r^ : iarak

(lihatgbr.l+21
V'= Rl- I
antara c dan g dari beban distribusi ekuivalen.{

dan seksi

p80

.\'.

3.Defleksi y - r'/Ef

;Kemiringan

y = V'/E t
laniutandi P15

194

,l

p 8l

cb,.

Botok tkuivalen

d;.i poros pen


gcrak Jalom gbr

il

Kernudian hrtur.llalr sesudr (lonqan P 14 (pasal

2dan3) atau p 28

...p80.

i(

t95

KE KUATAN
Balok dengan kekuatan seragam
ukuran seksi
maksimum

kuran khas
= resp.) =

defle ksi

maksirnum

_E,.
jenis balok

KEKUATAN
Balok yang secara statis tidak tentu
Ubahlah sebuah balok yang secara

P,N

E'

sratis tidak tentu itu (gbr. 1 I ,


menladi sebuah balok yang secara

statis terlentu (gbr. 2l dengan


cara mengganti satu perletakan

dengan reaksi perletakannya (Rc

'{

dalam gbr. 2l

Bagilah meniadi dua balok terpisah Subsistem ke-l

atau menladi

Terapkan defleksidefleksi pada tirik perletakan yang secara statis tidak tenlu (lihat P 11 hingga P l5l Subsistem *e-2
dari setiap subsistem ke dalam bila-

6l t

p83

^,p";

t/-t;-t-.-

p84

) u l/lf
6.T-

\^/

I o lj
n

ngan-bilangan Rc.

Karena defleksi tidak dapat teriadi


pada perletakan C:

lr.,l '

lv.,l

Oleh sebab itu, hitunglah gaya perletakan pada C. Rc dan kemu'


dian reaksi-reaksi perletakan yang tertinggal.
Metode penyelesaian untuk balok-balok sederhana yang secara
stalis tidak tentu

r ll"-Iblpo,

u85

sub6istem-subdistem.

r-r*

Balok yanq
statis

iidak tentu

l/ I u, t:
I { bo.,

h i t/-

tl)2h t
I rP.'
lv
Pb,

l)et)aln lrlrK
kN
b.rt)ar) vang (libaqi meratil (lteban rnerata)kN,m
teqan$an pernberrgkokan yaDrl clrrzrnkan N.mm? (lihat

Zl7)
197

&rl

KEKUATAN

KE KUATAN

Geseran (shearl

Geseran
lanlutan dari P 18

P 17

Dalil tegangan-tegangan geser yang


berkaitan
Tegangan-tegangan geser pada dua

-J-

permukaan sebuah elemen yang


tegak lurus adalah sama dalam hal

i l': reaksi*eaksi dan momen<nomen pertetakan y.ng GI-rtr-

besarnya, tegak lurus terhadaP

tis tidak tentu

Hooke untuk tegangan gosor

969

meninggal kan nya

gatauf r o r
regangan geser

yang disebabkan oleh gaya geser Q

g': tegangan geser aksial (paralel terhadap sumbu balok)


"geseran pelengkaP".

Yourry

O -z#r'l-

9,atau"r .*

egangan geser aksial karena gayagaya geser

0.3858:sesuai denganP3dengan p=.Q.3

Tegangan geser rata-rata9, atau r,

p91

ar"

p95

p96

,1

ienis beban
(lihat P 2)

992

n - Q*t'
I

Tegangan geser maks.

ultimit

I'

untuk besi
u

tulang:

g, er .

untuk berbagai penampang-lintang.

,w l,@

O.g R^

R-

ntu k

geseraneseran I alat potong


memgtong (guilotin)l (punch . . .)

a:ml

a ;panrang potongantp : perimeler potongan

p97

)
En ergi

\,dd2 + d.o .lt + d,/


cat + c,2
)

t**.s.t),-m,ilil-

reqangan r/ sebaqai akibat qeseran

l^
2"'

198

ll

A,,,r1r:- O',,,r^r= h

q3

diqunakan

p93

q,),,, teriadi. apabila ob= 0


yaitu di surlbu netral.

Pqo

untuk.logam-logam lentur (ductite):

Gaya pengqeser

ol
bI

q = 0untuk6o = 6b.,Jr,

Kekuatan geser yang diizinkan pq (untuk nilai-nilai lihat Z 16)

Tegangan geser

q: tegangan geser melintang (melintang pada sunlbu balok)

ngan antara modulus geser dan modulus elasti3itas alau mo-

p90

a.q'

p94

o : modului geser

/:

pinggiran mereka bersama dan


bergerak menu ju elemen itu alau

( do

d'

- aC

199

KUATAN

KE

KEKUATAN

Pzo

Torsi

Pzt

Torsi

lanjutan dari P l9
Defleksi geser sebuah balok

lani utan

,..izrc=x##,,
Tr;ntukan konslanra (' clari faktor-faktor yang telah diketahui.
misalrrya

y.O

pada perletakan-perletakan.

Faktor

kt'tz
A
ll b r JI

silanq. Mi53lpy2

r.

seksl

q I rao i
r.1 |

raao I
2.. | 2r I

Q : gaya geser pada titi k r balok


,r : morrlen pembengkokan pada seksi
/ : rnomt:,r kedua rJari luas Seluruh seksi
[:tt,v

seksi pa(la

108

109

tidak bulat, benda atau seksi dinding tipis bolong

konstanta I
rorsi J=l

z.o

silang

/ sekrtar

daya

t Po'
PP
u
2tn

jarak dari garis pernrtrkaan kr: pusat massa


konstanla torsi; rumus-rumus Iihat p 21 (perhatikan: kon
starlta torsi tlukan rnomen polar rnersta; hanya Untu k pe
[amt)an(f "lrf]tang bulat.l

- lo

ir

l0a

=;---

Por

t)

105

f) l116

200

e 5)

L)

9
o

I 0.298

Pada l:1.rr ' Ttmait

on
46.19

zor ttr
I
l=r,-4,
r,,

26

oada

112

2:

113

p I14
p 115

T
= 5297 ,l

c ll54 s'
0.0649

d'

116

=8$7+

111

at1: rtf -ftrutt


i

n,rlcl

- :'

16 Dl+Cr

o-at

al 2. Ttt = ftmak

TL

--'r o
os-poros bertahap
.
I
--t_.- '--

p lll

10.196

5 10.8s2 10.928 I 0.977 oegolo997l o.egel 1.oool t.ooo


1.0@108581079610.753 0-745 I 0.743 | 0.7,(3 I 0.74i) I 0.74it

t)'2)

Batang penampang-linrang bulat


u1 pilin,i (lrhar
r80c
t'I

l/tl

Ca

Umum

(
(

sum
Ct
c2

nerl l,untrr (torrlur:)?"

penampang.
linrang

lirik y

r, 'l-

besarnyarr II

pr '110

Sr^: pusat daerah seksi dl

Tr:t1;rng;rn gr:srtr karr:na,

, - ++. t$,r-4
kedudukan dan

dutpirin

rsoo

,,.1

b : lebar

1O7

memungkinkan unluk bentuk

rar'L

l%m1
12

x- I

d,a

dari

p ll8
p I l9
g

tZO

n'l c{ -d,')
a?

D,/d,

^)

at

2: trt - ,, -"rr*

KEKUATAN

laniutan dari P 22

Pelengkungan (tekuk)
lsniutan dari P 21
_ --. konst!nta
torsi

besarny
fr

p
9

123

121

-T2

.i;-

122

lri-

kedudukan dan

dengan berbagai kerebalan dinding


lZt
!l 1: trt
b lm2

V.ti
/' a;

Rumus

-ttnuli

la tnia

i: rn . T*T
dengan dinding tipis yang seragam
_t
.4 An' I
'

*fnln'
Foppl:

'*zl!".t

2 t6t
?b

.+

Metode

rl

^ro''

)' -

,l I

589
776
30

perhitungan

tetapkan momen

38

o'

Mula-mula
P, o r
kedua minimum dari daera
rumus
dengan menggunakan
Proor
E uler:

o.818
3.818
12.000
o.20
0.25

r. = Konst
Euler
Dapat digunakah untuk perletakan yang elastis tidak stabil. Beban minimum F. pada saat pelengkung6n terjadi:

r00

0
0

60. .. 100
5... 80

2...too

0...loo

- AtAr4 Y,ng lat


d;tebrbt.o otoh rl'^g'uag2'
":* t9"- r
/,
c

P, - v.'r.
Kemudian pilihlah Penam-

pang-lintang yang sesuai, misalnya tabung bulat, segiempat panjang yang masif ,
dan lain-lain dan carilah /
dan A.

(
(

bcagon'

r-".+F ;

Rumus

P'-

13

?'

pembengkokan
Bahan oerletakan tidak dapat dipakai karena
dan tekanan
g
+
o
bt
P,vr
=
e,
berla ku
b
Bahan
N/r

kavu ienrs beach atau oak

9.nltn! lbi p.n.


i.ne ri d.,l tckll

lmlslnyJ l.du.

Tetmaier

balok

Da.tanrohan ra.

rublrnun Dmrlr

- r

289

tl^lr.

ttgi hp.t plnl.ne


d.rl0.^ t.nb.l^n

o.ot

Berlakuuntukiangkauan Rpoct'

garis median

.t

S^

Limit 2 atas dasar 890.2'

Limit 'l atas dasar FP0'01

rlia Oi

lrh0Ot

Pelengkung
.:laJtit ving

---,,

lanjutan di P 23

":W

I
P

127
128

91?9

202

U-Zt
Eeban kerja yang diizinkan
Perbandingan kelangsingan

tr.

O.?07

tl rr. 0.5

f . Pc/vt

,-+",y*

I
203

I
KE

KEKUATAN

KUATAN

Pelengkungan
lanjutan <lari p 22

vr |ffl

.. 5

Kombinarl tcgongon langrung

Pembcngkokan di dur bideng dcngnn bcbrn'boben


Tegangan-tegangan u

dalam jangkauan Tetmaler


dalam jangkauan Euler untuk struktur

yang timbul sebrgsi aki-

tukanlah pelengkungan dan tegangan tekan dengan cara beri

Jika r

) lr-oor

gunakanlah

Iri-o.ot >
A ) )r^ot
< lr,-or
,l

p-

133

134

<

v.

127

o.

(p.

dimanao = /(.1

loo

10d

1.06

.30

141
J.79

l .14

155
190
3.31

l.l9
253
365
496

I .03

1.39
1.99

336
5.2s

757
r0 30

r80

4?2
547

3 21

r703

200

5.75

10 3r

21.02

Metode perhitungan:
P+:rkirakanlah rr.r clarr

6r8

13 45

16nn.

i kauan ini
l.tidak berlaku

- f cot0.
- f cot,
2t
- f cotT
cosr0 + cosrP + eor'y -

lrr

lLrngl.lh .l.

/.,n clan i. d51i p 134. Dari taltel kenruclian terltar:a o. Ularrqrlalr llerlrrtunr;an clenqarr nilai bar u (rr, yan!t sesuar, sdnlpilr nrl.ti

Bl

82 83 84

6-+-#'-'i"
I

l,

lf

hddap pelengkungan (teku k).


(, = O adalah garis lurus:

Sumbu netral

F,

1a0

,1, ,

t,
L-. at

yang memolong sumbu-sumbu pada

t-

1d!

r.

,!t
,;,rl

'/)

F2 It

4',i-l

Dengan penampang-lintang yang asimelris F diuraikan dalam

arah'arah sumbu-sumbu yang terpenti0s. (lihat P 9).


g6rl,.

Er maupun Fy dalam rumus-rumus p 139...p

141 ada-

lah nol

mbenokokanl--.1

clenq"an I tekanan I

memindahkan

I rekarran

sumtru netral kel------J


aran daerah I tarrkan

perrrtulaan rlan nrlai a[rhrr rlapat drketahui.

204

Pembengkokan dalam satu sumbu dengan beban akhir

I tarrkan t

pilrhlalt penitmpang-lrntan(1,

'1

rlah tanda x dan y. Bilamana fz merupakan sebuah gaYa


tekan, a, p dan t akan berada dalam kuadran-kuadran yang
. Untu k tanda f ungsi cosinus lihat E 2 .
Balok-balok paniang dalam keadaan lekan harus diuii dulu ter'

1.05

1.22

h
Fl
f2
dimana

139

r67
I
sso
s.s
I
-l-dalam

harus disatukan.

Untuk setiap titik P(xJ) pada penampang-lintang


tesultan tegangan normal adalah dalam arah'z:

tegangan pelengkunoan

koefisien pelengkungan (, untuk


besi lunak BS 97O
a lum
bcsi tuang
c50 A
8S L 102

120
140
.l6Lr

!30

rancanglah kembalidenganpenampangJintang
yang lebih besar.

pel eng ku ngJ

p 135
p t36

I r3l

gunakanlah p 13.|
gunakanlah p g

Metodo'koefisian pelengkungan (, (DtN 4114)


Dirinci untuk konstruksi gedung dan jembatan, pekerjaan baja
dan keran-angkat.
Koelisien L
Pc
_ tegangan tekan yang diizinkan

20
40
60
80

rkhir

bat dari pembengkokan


dan beban'beb.n rkhir

t ini:

Pzq

Kombinasi tegangan

205

KEKUATAN

KEKUATAN

Kombinasi tegangan

Kombinasi tegangan

esansan datam batok-u"GtGng[;;il/r:;,


ya lanl6urrg Fn .dan rnomen
Pclengkunqan Mx llihat p 8l be'

Pzo

kerja parla penampang-lintanq I 4


,'
\.'..d.,
rrirn^ ma,r^rt^-:
.'.
lS
y.lnq
menqalami
-., .teganqan
rsYorr9drr
Oaling,
Pd[[q
tingqi. Untuk rlrslribusi
tinggi.
rlrstritrrrci teqo,,q1j4-rf:
to.;\th,^+--r--

terlra(lap peirampang-l intairq

- |, *e,,L{.r*;
-n
I egangan.tegff,ngan pada
oe(fl:lu.

Kombinasi tegangan-tsgangEn ge3er


timbul sebagai akibat dari geseran

Tegangan-tegangan yang

dan

torsi pada setiap penampang-lintang harus disatukan menjadi


or -ve ktor Tegangan geser maksimum f,res teriadi pada titik 1 dan bekeria
bidang penampangJintang. Suatu gesekan pelengkap bekeria padanya secara tegakJurus.
Tr:gangan torsi maksimum Trg.

kaan (lalanr dan ltrar acJalah:

o,,-!,t.+.;t!*
6,,.+,+-la.ii
A

AR

Runrus-runrus koetrsien C

\.'-*

1pt

n-lort

o.zoo,$ (

c=oa,(r^t'#-g\

,,

y
'

4244

r,DJffi (

1:i)+ tid(D+d)
po:7;--

por

(
pqr

Po'

Untuk --tabung-tabung berdinding tipis


5.1 TD
2.1' r
-;7:-;r-'--;;=--

c, T
.. tth

Kedudrrkan Irusat. n)assd, lihat K

tr

Pqr

15F
bh

I
I

r) < o",
7

po, :
T
Ta
t :
7 :
untuk

tegangan geser yang diizinkan (lihat Z 16)


tegangan geser
tegangan geser torsi maksimum yang dihitung

torsi penghasil gaya


Fnomen

cl

puntir yang dihasilkan oleh

F'

dan c2 lihat P 20

207

J
d

KE

KUATAIV

KE

Pzt

Kombinasi tegangan

Pola dari tegnngan dapat diganti

an tegangan sum b,rrtunggal. Karena i tu, maka tega ngan-tegan ga n


sumbu banyak diubah menjadi tegangan-tegangan ekuivalen sum.
bu runggal o; (lihat P 29). Sesuai dengan jenis bahan, kemudian
dapat digunakan aturan berikut ini:

pc or

'ffir#lrii,l)j;-:#

t_Egalg1_g:=. _
d"lr. *"h;-l;-'",
oy daram arah )' I irl = ;1a"trrn bidans.t
Dengan memutarkan elemen itu melalui sudut (,,

158

f .

(dimana tegangan geser adalah nol).

Pemutaran elemen melalui sudut q., memberikan legangan-te

159

(ry6(^,^ = :0'5

- U )\0, - ur)

Tegangan-tegangarr .langsung bekeria pada saat bersamaan

160

6u = O.5(62. 6r\ = 0.5(6,

+ or

Arah dari tegangan geser maksimlm rmaks adalai.

p l6l

tan Zpr
Tegangan-tegangan utama dan tegangan-tegangan geser maksr'
mum berada pada 45" antara sat'J dan lainnya') Penyelesaian menghasilkan 2 buah sudut. Hal inr berarti,
bahwa keduanya, baik tegangan-tegangan utama maupurl
tegangan geser maksimum terjadi dalam 2 arah pada.su'
dut siku-siku.

208

I.,-Jn""ur."U" dan

terpol

di

'r'

as

geser

menentukan tegangan
>
Kejadian di mana o1 > th ,o3
nl
lor
-iktiaua rnp*i= o'5
po'- penseerak densan penam
;"]J;;;;.,;fi^iun io"l a"i'-

gan(an geser maksimum

Tetapkan persarnaan

'"J:::*11'":Xr""L".s""s"'s"'"k'g'11:------l s
' [""" 11o^ ttl'
ekuivaten

'"

Tegangan

g.l
167

Momen

'rr'r

ekuivarun '' =Vii;]i""f


tetat)kan ntodul seksr

Unluk mendapatkan diarneter


2 yang diPerlukan dari:

poros

z=

Zl.l"sa^r"@
; i;d;;san
;::

akibat torsr
eescr sebasai

r rnomelr Pembengkokan
, rti"-". Puntir (tortlue)
"'ac : sesuai dengan P 29

2Trr(v(2,'6'(r,t'6rT"''6'Li

tempatkan/gambarkatr
sisi sebetah kananl,'-t-"rnuai"" sumbu,nol memberikan
p"rnorong dengan
v=./.(o/. Titik-tirix
inl dalam I 162 dan
iawabannva. rvr"s'rtran n]railniiai
densan cara
lebih
Yans
nitai-nilai
.::'-T1t
'#";;;t;
.
(penv tpan t'

dari kedudukan asli ialah:


'l

OrOrO. +

p 162 untukor' oz daa os


Selesaikanlah Persamaan kubik
sebagEi berikut
r-.^.. ^anriratr l,u
r. untuk
162 = (atau gantilan

6,,6r = O 5(6r: <rr) 1 O 5


Arah dari tegangan utama yang tertinggi {,r pada sudut putar
2(
ta^ 29a
= 6io,

6, o, - T,i -Tr,'-(,'2

S-616r+6t6t

an utama

(p,,

R - 6.r6;+6e

dimana

tegangantegangan campuran hanya dapat diuraikan ke dalam tegang.


an tarik dan tegangan tekan yang dinamakan tegangan-tegang157

Sr-A6r+S6-f-O

tegangan langsung

trf . tl
trz' ftt

d, = r,,

dengan

pbr

Tegangnn -tegangan dalam dua dimensi


Sebuah elemen dapat terkena

Pzs

Tegangan dalam tiga dimenri

Kombinasi tegangan langsung dan tegangan geser


Nilai-nilai kekuatan bahan hanya dapat diteopkan untuk keada-

o, -( ,rr 'o(

KUATAN

Kombinasi tegangan'

2Og

.lj,[:1,"1],
c

.:
I

o
o

IE
li.l

l:l{
lolo

l: l-:
13l .6
Hl

l,l--lrIi

l-I^

,_

{e

l:ln
tE l:
;s
EA
g
ia
i'
o
c
-o
FO

o.:r:
o
5! C
E;ET
l- 6. -'o
+
E E,E :i, e
.35 f, !:429 t o.
395 "
o
cr
AEir=
3I
q.o : $ei8 I
-@ca-c 6
<ca
.1;!
:
az
b
!
E:'
Ei gr ,EtE

t:

'-

-9

ts

E_

0
r"

oq
.-c
oa
LO
oc

EE

.-o
o
o

u6
o

D
@

.c

'.tl{
*l?

.lg\v

Jr

l-i
zlo
tl I

ll
o0
8,
c
s cjij
o

0
Jo
';L
@o

F.

ol

!
lo
l.-v
oaol

;!

anQ5
oooO

E.

pb

-- !
'l** tr;5 | $ Ei:,

9:s5-i
0ori,-rr

!iI

_t_

_l

_.1

l-

-t- -.1:.
Ei E
ol o 5l'=

q1

q2

c,
oo
Jo
o!
J
a-

;e,

f3I
o:
o;n
C

s2

J@

PE

otr

; ai
'-g;o

36.E
--_,6

vE

c
f 6
o

beban keria aksial


FmLt

It*At

F1

fp211 = 11.3 .. 1.6) f^


(dengan menggunakan diagram

perpaniangBn beban, lihat Pl

Fr ,

q3

,o
:!
Ot;

Anggapan Yang
praktis adalah:
bahwa pusat
tekanan adalah

fi;
EE
gs
c.
oC
oo
oo

q'a

Et
@o

OJ
6L
>J

E-g

.r!
:.-

q5
q6

)=

E,

v3
oo
-o :o
ET
o:

=..
.5
-E

fxrr,

'f#T

(untuk nilai-nilai ylihat

Z7l

rl_

titik outaran,

8? tI
ta
oo6 e!

o=
o.:
oj
3OE c'E
6

-..ofrI6-'o.,

Pengikatan*iku (perhitungan topat tidak mungkinl

=;

a
o

ffil

t'* a''rc.

Sambungan baut dongnn 3tt63-tingga lihat VOI 2230

6:
oa

O-

(0.2S...0.51 RpO.2

faktor pengaman)

!+

i81

Pre*tre$

,Ei

!c
.-6
Qz

Oo
J._
'=!o

C*

c.E

lo
(\v

5..,t."
9g
.,J

-t_. -.t--l
el

i:!9>l{ii

.J

l.i
2lo
rl I

Ol

Baut-lrut pengikat

dengan baut (perhitungan terdekatl

(diizinkan untuktorsi dan

fo
Oo

li

alv]

$gE

210

!r=- .sEEi 5lc


ilc
o0
tt
. lo" .lj
oo
;l:
dl:
tt
r
r

E
c
a
o

tt
!

l-

:'l=

-li

Qr

Sekerup dan baut

I;E;

ilb
o.lg

;g
Oto

BAGIAN DARI MESIN

I P,n

misalnya a

h/4

k suatu ikatan yang tegar:

f I - f11 b1+ f22 Dr+ .,. fAn


f11 : f1'2 , , .. ftn- Dr : Dr ...

bn

D"

Diizinkan untuk beban geser ekstra F. = F. Apabila dibebani, ha'


rus ada gaya kompresi (compressive stres) pada seluruh bidang
ikatan.

tr: penampang{intang inti


I
.
lr : penampang-lintang stres3 (teganganl I rt , I (q+sl)
fr,,, : daya leprt yang diperlukan
\-rT-tr5
m-3:n-l
a : iumlah
baut
misalnva
--r-#r
m=t',n-?
:iumlah
:=Eia
muka sambungan
y :faktor pengaman tcrhadap selip Iv - 1.5... (2)l
RpA.2 = stress percobaan ll dr : diameter luar Clari baut
\ : rtr6s yang diizinken ll ar : diameter inli dari baut
211

BAGIAN DARI MESIN

BAGIAN DARI MESTN

Qz

Poros penyangga dan poros penggerak

Sendi-sendi nabe-poros (shaft-hub joints)

t;::]

Poros-poror penys nggE dan pe.pggerak ( perh itu n gan


masif
diperlu kan
penampangmodulus
lintang bulat
seksi untu k
pembengkokan an ea 4n0\

Poros

penya
(axis)
q
q
q

/raarr tihat q 47 untuk bantatan-banta


'j[?:l"r,.
lUmas secara hidrodinamis, untuk kasus""tain
lihat 2 1g
4,u,6o, t,Tru : nilai-nilai lihat Z 16
Sendi-sendi tritsi terku@

iiroetai)1)
-poros

StEbilitas

bergerak2

--t

berputar

tegangan

bengkok yaQg
diizinkanr )

Patent penemuan (misalnya pegas berbentuk gelang, perkakas jepitan Doko, selongsong Spieth, dll.), lihat majalah terbitan pa-

Ubr u

Pb'!' 6;-')

't0 i

brik.

-----o;_
eo'''(illli)

Por

Pot

Qs

Untuk montase-montase interferensi (percampuran) lihat DIN


7190 (metode slafis).

Sendi jepitan (Clamped joint)


Poros penggerak (shaftl

q
q
q

torsi dan pembengkok

diameter untuk

stress torsional

poros masif

diizinkan3

"-w

Tegangan dukung (Bearing stressl

r^

= !-lud

--------'Tw

po''

l5ll5

(
tidak terlalu
ioint) sendi khavalan'
kaku
J
d
(taper) dari ta.q =
:
11
I

Sendi meruncing (Taper


Peruncingan

disederhanakan aktual

Untu k perpanlangan ooros penqgerak yang diruncingkan lihat

,.&.ffi

DtN 1448, 1449 12541.


Rumus untuk gaya aksial l. I pada mur

t,^

2T v ran,7'
rO

i'iJ

9/

D+t
lika

'r'I.,

,n,rt

1;T. u;1,

semua poros pengqerak idengarr penam'l bulat

u n

tlFfi676iffiffis-f,Ill

pan s

diam
'l
Defleksi karena pembengkokan lihat P 2
karena torsi lihat P 20
lihat M 6
Vibrasi

ta

ns

s i

Sendi.sendi khusus buatan

!'u * i ku

Patent

tegangan gabungan.

212

18)

be.rpasak, nabe pada poros misalnya

poligon: lihat majatah rerbiran pabrik.


Kunci datar {plairr key) {perhirungan terdekat)
Pcrhiturrgan berdasarkan tekarran bantalan pada sisi jalur kunci
di dalam bahan l,ang.lebih lunak. Dipersiapkan bagi lengkungan
poros dan alur-alur (chamler) ,.. ketinggian bantalan kunci
dapat diambil sel:itar i.
Pan jarrg bantalan , adalah untu k
rneneruskarr monlen punlir (torque)

1) Untuk perlritungan cermat lihat D lN 15017


2) Runrus-rumus terbatas untuk kelas-kclas beban l+ll '?2) sala
3) p:,. dan /,qr diizinkan untuk faktor'korrserrtrasi,-kekasaran,
-ukuran, (lihat DIN 15017), pengaman stress dan t?gatrgatr'
I : tanqan qaya F
n,'r , ii o,iui, pemberrgkok, momerr puntir (torclue)(lrhat
Z
ln.^(P,,) | tegangan dukurrq rata-rata (yang diizirrkarr)

fiting

:ffi

pabrik ;,

T.

2r
213

BAGIAN DARI MESIN


Sendi-sendi nabe poros penggerak

Qo

lanjuton dari Q3

Ukuran menurut DIN 6885, diutamakan Lembar ke 1. Membuat perhitungan untuk pelat-pelat (fillets) dengan bentuk A.
Untuk perhitunganperhitungan yang cermat periksalah Mielitzer, Forschungsvereinigung Antriebstechnik e.V. Frankfurt.
Forschungshef t 26, 1 975.
Poros penggerak berPasak (Splined shaft)

2T
,' =
d. hp

q19

d,+d,

q20
q21

Nabe (hub)

npo

lanjutan darl O 4

a : iumbh p.hat

: ko.fi3icn friksi pcluncuran (lihat Z 7)


: faktor pcngsman (lihat O

1I

? : tudut frikri (g r rrc irn Il


p.: tGkanan bantalan yang diizinkan. Untuk
dekat:

perhitungan ter-

Poros

...!,

NW

n = or;ot -g-1^dt:_dt
Beban tidak terbagi rata antara pasak-pasak, karena itu untuk

bantalan yang tak seragarn dibuat perhitungan dengan laktor


Jenis kedudu

kan |

.r'

d'dudu t lra.t potosTo?5


didudukkan nabe I o9

Untuk ukuranrkuran penampang lintang periksa DIN 5462

...5464
Ukuran nabe
Gunakanlah diagram pada halaman Q 5 untuk menetapkan ukuran nabe.
C o n t o h:Carilah panjang 1- dan ketebalan.iari-jari s cari sebuah nabe yang diperlukan untuk meneruskan momen puntiran T sebesar 3000 N m, terbuat dari baia ruang yang diikatkan
dengan sebuah kunci datar.

1.
2.

Tetapkan jangkauan "panjang nabe /., CS/St, grup e" yan9


dianggap sesuai, rkuti garisgaris batas hin99 I = 3000 N m.
Hasil:1. (liD . . 140) mm.
Tetapkan jangkauan "ketebalan nabe s, GS/St, grup 1"
yang dianggap sesuai, ikuti garisgaris batas hingga 7'= 3000

Nm.
Hasil

r.
t:

:s=(4Q...56)

mm.

gaya normal luas pancaran

paniang bantalan sambungan

214
215

BAGIAN DARI MESIN


Sendi*endi nabe poros penggerak

Qs

BAGIAN DABI MESIN

Qo

pegas

Diagram untuk mendapatkan ukuran nabe pada Q4


Nilai-nilai berdasarkan praktak ini adaleh untuk poros baia rcrbuat dari baia sesuai ASTM A 572 Tingkat 42 - iuga sesuai BS
4360 43 B -. tetapi tidak untuk hal.hal khusus (seperti gaya rentrilugal tinggi dan eebagainya). Tingkatkan L apabila ada gaya-

gaya dan momen-momen lain vang akan ditanggung.

(
v'!2
Gv

9.o:

,!o

;o
o
)a-

o.o

c\
!o(,
, c(J

pt

Sor

3,

'a'@

mrsalnya pcAas gelang (pegas gellevrlle)

o'.l

Pegas

dalam lengkungan

Pegas segr-empat, pegas trapesoidal, pegas


segitiga

L=:1
---t-

o@9

c
vo
=o
cc
66
,2F

E3

gi-o6
?gB
'--= -

;:s

-lC
rLo
ot
L<
=
c.lLo
!.-'o

g:E

6oO
E

E-E

s'a

i2+t+

Jrq2i

leganoan bcngkok

q28

beban yang

q29

6rL

defle kst

ffiti

#-=--

b. h'

dirzinkan 7" =

bo-A'-P",

6l

.t

s = 1v*,f !,,Lr

pegas sega-empat
pegas segitiga

laniutan di O

217

BAGIAN DARI MESTN


Pegas

BAGIAN DARI MESIN

Qz

rkala (500

laniutan dari O 6

#ffi

,.*Lt"r.iraal
q30

s : iumlah daun

Maka (seperti q2281:


a31

, ^

ini kedua ujungnya bebas dan harus dipasang datam


kedudukan terqentu, Pengaturan penempatan yang pasti untuk
tangan-tangon pegas ak n lebih baik.

Sudut defleksi

37

Paniano gulungan
pegas
_

frl
-7-{
1+ p-r

(Koreksi tambahan diperlukan untuk defleksi tangan-tangan paniangl


U nt u

k pe rh it

Pegas batang

pra ktek

untuk {riksi'.Dalam
Perhitungan tidak dapat drpakai
. 12',1.
anlata 2
oerntjawa
kapasitaq
{riksi meningkatkan
ke'1 rh. 1974
edisi
394'
Lembar
mcrrurut
Perhitungln
'Alr",."ott,"'i. ccrnrat
Dusseld-orf '
f ur Stahlverwend''rng'
(Pegas
gelang)
Pega cakram
ri-i-l
Karakterrstik'karakteristik yang

E
EI
-:g
H

u n ga n ce rm a t,lihat DIN 2088.


Pegas-pegas dalam torsi

torsi

Momen puntir

olN2@2:PerhitUngancermatdaripegasfegascakramtUnggal
p"ftt'ptg" cakram lunggal

DIN 2O93: Ukuran dan fa'atr' Oa'i


pegasfegas menurut
ii",-ti"t- o"a"n: Baia olahan-keras untuk

p"g"' aa11-92!S-t6t50 - iuga


ASTM A 322, misalnva 'ntt.rk
A 53;735 A 50 - (Modulus
250
misativa
menurut BS 970/5

2r8

E = 2oo ooo N/mm2)

Sudut pilin

rorlr
cd'
Stress por dan gaya lelah rr dalam N/mnrr

stalis

Pe, : stalis 910 N/mm2

i1

rr : iumlah gulungan

2b

;;;',;;;'l*.*envaran):

oo

36

!'-P'
ot
Bilamana daun 1 dan
daun 2 panjangnYa sama
(seperri dalam skersa)
maka:

fr-?

GaYa Pegasrt
Pegas

cti_

torri gulung (Coiled torsion spring): Jenis yang tertihat

--T-'

5.. . zb

laniutan dari Q 7
2251N/mm2 yang bergetar diambit dan

pada skctia

daPat oiqanti 1:if:1Y'


;;;;;;
paralel) o3'",1a3',og

dalam

redakan

daun berlaPis
sebagai pegaspe
's6-Peua
daun berlap-ts claoat digambarkan
Pegasfegas
resd)?sYqJ
r^,^- ialur-jalur
:^r... iarrrr dan
rian disusun
.isusur
dalam
tong
dipo'yang
gas trapesiodal
. - ri-^^.i r^^^an rlrra o'"n
lruah

['-[Tffill

Qs

Pegas

-t,
prr[a"e"uunrto,.o.t
'f. : stress rata-rata

a39

1
11020

bergetar (oscillating):

,, - ,- .,^iJ=30_m

5oo:zcc,

T^ : amplitude stress bolakbalik dari qaya lelah


Tidak dapat digunakan untuk Iaktor stress yang timbul dari lengkungan (curvature) kawat.
?,Tanah permukaan dan bekas ledakan peluru (shot-blasted), de'r

ngan beban pendahuluan

219

BAGIAN DARI MESIN


Pegas

laniutan dari O 8

erhitungan

BAGIAN DARI MESIN

Qs

c e r m a t lihat OIN 2091, khususnYa untuk

1:aniang PePs

Peias-ulir (helikall silindris (kompresi dan repngan)

..J
tsro,

'[

beban pendahul uan


(De+ D')/?

- 5""15; p -

pegas regangan

Gunakan rumus-rumus dari buku-buku keluaran pabrik yang memuat kapasitas-kapasitas beban dan ukuran-ukuran, misalnya
S.K.F. Timken

) ticlak diketahui
ditaksir /
Detleksi maks Yang
Total iarak minimum
di antara gulungan'
ef

B*= B/D

r.c
paniang masif
(berisi)

Mesinmesin

mobil

ektil

Mrs rn

U"trk p"Gm.han yang lebih besar (higher relaxation)


lihat DIN 2089

I'"1\' ?;';ii';i: ;:;:',"i::;,',, o,.


,u,.
d,h,,k
l;ll:l;J#"i:1ll\l*:,
!f "un1
'hu'u\
nqaullg ,:?"lll_"-'tJ ""1{\:*e4< a 8. c tt
i
ri pesas reoreris

e,tos

vails

pesawar
urlara

r.s

Pompa.

-._

B'z

Pel

ipompa

ie".uruJ

-o"t.
|Itransmrsr

.san

dengan
gemu k

I
I
I
I

l.

Sifet{ifat umum

Bantalan pendek

Bantalan Pantang

Jatuh-tegangan yang kecil pada


tiap ujung, karena itu perlu tiap uiung, karena itu perlu kapasitas beban tinggi.
pendingin yang baik de
arus minyak yang sesuai.

Jatuh-tegangan yang besar

Sangat baik untu

putar yang tinggi.

220

Pembagian tegangan dalam


seksi transversal (mel intang)
dan seksi longitudinal
(memaniang)

mas.

Perbandingan paniang/diameter

$r/)

da

ngalami keausan yang


berlebihan, Vaitu pemisahan poros dari bantalan dengan suatu lapisan

mes i,r

')

Bantalan ini lrarus bekeria pada suhu yang ^inv"k


sesuai dan tanpa me-

1) diketahui

Jumlah gulungBn

A-

beari n9l
I

:1

lanlutan dari O 9

untuk lengkungan kawat dan menggunakan kekuatan lelah (fatigue strength) baja pegas (lihat DIN
2089) dalam perhitunganf erhitungan.

Termasuk koefisien

Bantalan poros {Journal

;:

Pegas .idrnnon tanpa..-)


regangan'
Perbandingan gulungan not.Ii.al"O/ct
S t r e s s s t a t i s:

Strcss osilasi (getaran)

Bantalan beroda (Bolling bearingr)

s'ot)o -'

Qro

Bantalan (Bearings)

kecepat

Baik pada kecepatan PUtar Yang


rendah.
221

BAGIAN DAR!

MEsIN i Q ,,
I -

BAGIAN DARI MESIN

Bantalan
Tck.nln

q46

(l i7

b!nt!l!n i, P^*
l; t'
-

I'
]t ll

rata- |

rcta I T"k"n.n

rrat si l uantatan 1

ffi;' l--

Kctebalan rclatil darl lapisan pclumas

,. - ?
/'-"'
= 5'nn

Jika oartidak diketahui, gunakanlahRog'2


/'ma' l-erulama targantung dari
ketebslsn rslatil lspisan pelumas,r-mln'
(lihat angka Sommerleld q 56).
Diagram di sebslah ini menunjukkan
oerbandingan tekansn maksimum
terhadsp tokanan bantalsn rata'rata
dalam kait8nnYa dengan kotsbalan
rglatil lapisan polumas (Menurut Bauer,
vDt 2204).

('-/)s-Dl
!.1,

s;
E6

i,
I'

t,
2

'\\\r

t \\FI
\\-*=t

\N

\ 1'\-

--\
'r >{;
\

0 ql

Nilai-nilai khas:

r/'-

3...

bahan bantalan
kskentalan (viskosi-

tas).
kec6patan koliling
tekansn bant8lan
perbsndingan Panjang/diameter
penunjang

q50
q sl
q52

rui-ir t.i"arnva

- - I ["-taJl.i"atnvi tottot

relati, tinggi

B'<08

Il'>

v,>
Nilai-nilsi minimum untuk plastik
,,.
untuk logam brikst'isintel
r) Bantalan dats] Yang dilumesi gemuk r1' -

tin99i
tinggi
tinggi

rendah

0.8
tegar (kaku)

( 3...4)10

(1.5...2)10

1 2

' 3) 10

laniutan dari Ot2

))')

111

1t2

4
5
6

114

l/J

Memasukkan

5'o

1/6

1t8

-{t
ii,55 \

diagram

menghasilkanr/r.-1.
Nilai atas

menyssuaik8n dili

So= ,tiu'tr2

sebelah ini

relatif
relatif
relatil
relatif

logam putih)
relatif rendah
relatif rendah

q56

dalam

1)

Kriteris untuk P8mulihan V':


Nilai bawah

Angks Sommoilcld So
(tanpa dimsnsi)

V'

oada dssarnva adalah ruang main bantalan relatil yang teriadi selama
j;;;6i;;;il
i",,it o"n deformasi (=timbulnva cacat)

.. 3) 10 3

iika tidak demikian


"m6niadi tidak mantap

0.2 0,3 0.1. 0,5


- Dfal.

elastis).

q49

;rffi

(bantalan poros)

!-('ll)

(0

rolstit
Ruang main (clolrancol banldan C, ruang main bsntalsn

q48

laniutan dari O

during operation /r1;. in pm.

::

t,

Qu

Bantalan

lsniutan dari O 1O (bantalan poros)

dan karona itu pula


hn*n'

Untuk perkiraan

rwal

kekenyalan

(viskositas) diambil
sebagai dasar suhu
{temperatur} ratarata dari bantalan.
Taksiran yang lebih
baik adalah:

0,1
6

ferf= 0'5 (fen + 4x)

laniuten dr !l r 3

BAGIAN DARI MESIN

BAGIAN DARI MESIN

Qrs

Bantalan

lanlutrn dari O 13 (kooeling friksi)

lanjutan dari Q1 2 (bantalan porosl


Kcccpatan arus pelumas (Lubricant flow ratel pada psngombsngan tekanan hidrodinamis Q3
Kecepatan arus tooretis yang diperlukan untuk mempsnahankan peluma'
san hidrodinamis adalah (nilai yang tepat dari pombayaran DIN 31652):

q57

0.:05

Apabila luas dari permukaan penyingkiran panas A ildak diketahui, pcrkirakan nilai untuk bantalan-bantalan bertahap:

A:nHu[*,'+]

1,

q68

Btr((''-2lr^,nl

Ksteno trpka tsrhadap suhu dan suhu minyak yang berubah pada awal-

Aturan-aturan: Pemasukan minyak ke bagisn bantslsn yang momuai


Kekentalan (velositas) minYak u:'

dalamalur pemssok:u
dalam alur balik : u

- 2 mls ',
= 0.5 nl/s;

p"n

0.05
0.

p.n

...

nya tidak diketahui, maka gunakanlah metode iterasi untuk taksiran-taksiran


.rB

Penyingkiran panas dengan pelumas Prh. L:


Sirkulasi minyak, bilamana perlu dengan pendingin minyak {konveksi, pengantaran panas diabaikan):

q69

yang lebih tinggi.

q70

F tr:

Pr6 (ringkat penyingkiran panas)

berikut

20

r'1
s

10

0.5

ina

dan

0,02

0,05

0,1

0,2 0,5 1 2

0,1
5

Ilr,t :

So+

Penyiflgkiran panas dengan konveksi pada pormukaan parumahan A.


I'rh.

a.b = k

A (TB

- Ir.6)

rnll6= - t'''''tl.*l
w4.?[l

Dengan rumus empiris untuk

l4

llr.B :

(.1.6 . ..

sederhana bagi minyak

1.81,lge J m-3 K-l

satuan-satuan I

(
I

(
i

nilai rat&.rst8 penyelesaian pemukaan C.L.A. dari permukaan yang berkaitan


dengan poros.
tinggi puncak-lembah (peak-to-vallsy) rata-rata dari permukaan bantalan

I".6 : suhu lingkungan


T.n, T"r: suhu pelumas
,i

: viskositas dinamis dari pelumas (nilai-nilai lihat

odF :

kerapatan

titik batas penghancuran I

rlt
ra

:
:

gembersihan bantalsn relatif


velositas angular, kecepatan sudut
kD =

zxn

14)

?letr : viskositas dinamis efektif dari pelumas

(
(

di tempat masuk, keluar bantalan

7'a : suhu bantalan

!
(

bekerja

yang meluncur.

/porssmaandiukuruntuk\
lanjutan di 014

Simbol-simbol lihat O

mineral; c p
=

Iren : tekanan pemasokan pelumas


lr, lla^, tekanan bantalan maksimum rata-rata
u : kecepatan tegak-lurus {peripheral) dari poros bantalan
wamb : kecepatan udara yang mengelilingi perumahan bantalan
Bg : lebar luar dari perumahan bantalan dalam arah aksial
C : pembersihan nominal, konsentrasi, Dembuatan alur {chamfer)
l) : diameter bantalan nominal
lr : gaya bantalan (beban nominal)
//[ : tinggi perumahan bantalan
N . frekuensi rotasi (perputaran per satuan waktu)
Irh, a-t, : tingkat aliran panas terhadap lingkungan
O : tingkat aliran pelumas, tingkat alaran volume

0,2

0,01

minyak

c . panas spesifik (nilai-nilai lihat Z 5)


/ : koefisien friksi {nilai-nilai lihat Z 7)
/lmin : tebal lapisan pslumas minimum selama
/< : koefisien pemindahan panas

(Hitunglah/
q 56)

p1..1=e c e(Te\-Tenl
Nilai-nilai pedoman untuk perhitungan-perhitungan

smentara dan dengan hasil yang lebih baik dengan q 61, sampai saat,
sesuai dengan q 60,
4n. amu = pr.

0.2 MPa

Kantung-kantung minyak, celah-celah minyak (kedalamsn = 2 O tidak boleh


berada di dalam daerah-daerah yang dibebani, tidak tg]sambung dengan
daerah permukaan bantalan-bantalan; pada tekanan yang lebih tinggi h8nya celjh atau kantung minyak yang pondak: kantung-kantung minysk yang
panas
lebih besar hanva dalam keadaan-keadaan khusus untuk penyingkiran
P6nyingkiran Panas
Persyaratan:
Daya friksi Pr :

Qrn

Kopeling (clutches)

22s

BAGIAN DARt MESIN

BAGIAN DARI MESIN

Cl rs

Hantaran kepala.silang, kopeting

Kopeling (clutches)

laniutan dari Q 14
laniutan da.i

Hantaran kepala.silang (Crosshead)


Hantaran kepala-silang hanya dapat bekerja secara mulus apabila
q 7l
tana<,l
atau

(unruk nilsi-nil8i lihal Z

c;;-ll;

perbandingan paniang adalah


972

I
h -

1S {kopeting rriksi)

Igl

Untuk s6mu8 jenis permukaan friksi:

q75

- ?;tanQ
I -ptana

Porhltungen tckonan kontak pb

q76

i I '2 --Tc
pb, thy";'n;

dimana

bahaya rerjadinya ungkatr.rngkit (tilting) dan kemacetan gerak


(jamming).

r^ = 3,X>#=

&;!,
berbentuk
silinder

Kopeling friksi

q77

Waktu selip dan kerugian energi pada setiap kali bekerja


Kopeling Sisi yang digerakkan
Sisi penggerak

q78

Gaya bekerja
(aksisl)

q79
ebuah model sederhana dengan kondisi-kondisi seperti berikur
dah cukup untuk membuat perhitungan kasar.
Percepatan sisi yanq digerakkan dari u2 = 0 hingga ao?
or, or = konslan; fL. = konstan; fC = konstan ) T,
Maka, setiap kali bekerja:

Hitungan untuk poros panggarak

,, - ,.

,,',"n|l

Pcrlrllungen k.nllksn suhu yrng diizinkan

Pada AWAL-GERAK BEBAN-BERAT suhu maksimum dicapai dalam sekali

ksria. Hal ini tergantung dari k6rugian energi, waktu solip, panyaluran panas. panas sposifik don p6ndinginsn. Kaitan ini tidak dapat digabung meniadi s6tu di dalem sebuah rumus.

Tr\

kerriqian energi

n'rr)

waktu selip
Pcrhitungnn lu8' dari permukran friksi

polat kopeling
| kemOar I pelat ber. I lipat genda
Oatar

runggal-

Dengan BEXEBJA TANPA BEBHENTI suhu konstan hanya dapat terjadi se_
tolah boborapa kali keria. Di sini terdapat nilai-nilai yang diporoleh dan praktek
(omprical) untuk kapasitas termis psraturan luas
4p yang diizinkan dengan
bkoria tanps berhonri {lihst Z l9).

koPeling

ro.,u. I

silindris

q80

Osya friksi

q8t

Kondisi

Pr

tA

=r\z
,-

(
(
(

!\-aQp

Jumlah dan ukuran permukaan lriksi tergantung dari tekanan

kontak pu yang giizinkan dan

kapasitas termis per satuan luas

Simbol-simbol lihat Q 17

gp Yong diizinkan.

227
I

BAGIAN DARI MESIN

BAGIAN DARI MESIN

Qrz

Kopeling friksi dan rem

re

Roda gigi dengEn gigi bortuk lpirul

Rem friksi
Semua kopeling friksi dapat juga digunakan sebagai rem. Dt sittrlr
itu juga masih ada:

nL;

Rem cakram
Dengan jangka bengkok (capiler) dan
bantalan {pads)
Momen puntir pengereman (Braking torque) fB:

q82

Cl

Roda gigi dengan gigi bentuk spiral


Roda gigi lurur (spur gc!?sl. ilmu

q86

Perbandingan roda

q87

Perbandingan

q88

gearing):

gigi

"

transmisi

ulur
=

IZ1

@"
io
= Ub = nb = -jqt)
2^

Perbandingan transmisi roda gigi dongan tingkat lipat gsnda (muhi-stago

Ta =2pfstr-

q89

Fungsi bentuk spiral

(involute function)

itnt = ir' iEriEr.,.i

lnv

in

= tana-d
Menunjukkil jalurlintang kontak

Rem drum s6patu-bentang (orpanding-lhool


{Garnbar rem sederhana menunjukkan, secara sederhana. gaya gaya ydn(l
bekerja pada sepatu)

(lihot ISO/R 1122)

Drum rem

(training)

83y84

F"r

lt F^t

(Servoaction =
(Aksi penunjang)

Bilsmano A dan E tidak iatuh di antaraIl dmQ,maka akan terjadi interferensi, sehingga harus digunakan roda gigiroda gigi yang "disompumakan" seperti dalam O 20.

Fnl

.I

Momen puntir pengereman IB:

q85

l.

(Fa+Fn)pr

Rem Sabuk lihat K

I ) Nsgatif untuk roda-gigi luar, karena putaran bsrlawanan. positif untuk

15... O

17)

,( : luas permukaan friksi


7c : momen puntir kerja kopeling
7|. : momen punti] beban
fl,i : momen puntir motor
fr I waktu pemindahan kopeling
: kerugian energi dalam waktu sekali keria
I lldvn r Pstat lfriksi, Iriksi luncur. koellsien statis dari friksi
: jumlah permukaan lrlksi
: iumlah pengungkat-ungkil (caliper) di dalam rem cakram
: jari-jari lradius) permukaan friksi
, R., Ri : radius luar. dalam, rata-rata dari permukaan lraksi
frekuensi kerja
kecepatan sudut
(Untuk sifat-sifat dari bahan-bahan friksi lihat Z 1 9l

228

roda-gigi dalam. Pada umumnya tanda


dapat diabaikan
t\
Roda gigi-roda gigi standar

'13

Catatan untuk kopeling lriksi dan rem (O

(Eu:

!-r, h-t)

helikrl

q90
q91

jarak (pitch) normal

q92

iarak (pitch) linokar

q93

modul normal

nd
P = z = na

cos p

*"osP

q94

q95
q96
q97
q98

n^tr

iln=

modul lingkar

co6

adendum

dsdsndum

h1

hte = mt c

ruang main (speling)

BAGIAN DARI MESIN

BAGIAN DARI MESIN

Cl rg

Roda gigi dengan gigl bcntuk spiral

lanlutan darr O 19 (transmisil

lanjutan darl O 18 roda gigl lurur


q

99/100

diameter referensi

q lot
q 102 diameter kaki(r6s1
g
a

p. Pa, Pr,

Zn,

d^

103

.
tan o"
r -------ri;
lano

104

lihat roda-roda gigi - roda-gigi standar

.Le:te.l-Il-1 nr-l
4la^

'corzo , cor o

'#r*'i
lot op.zoe^

hindari inter
ferensi

1'12

zi;-

14

.-l*

a lq co!t,

helikal (ulir)

113/114

qll5

iarak tengah
paniang ialur
ko nta k
(panjang total )
perbandingan kontakl

melintang

perbandingan kon

"'+l/a.T:aJ.
-(d6, + dor) 111 4,

127

a*r dihitung darir

COg cwr

128

atau

1nv a*,

l?9

iarak tengah

lanjutan di O 20

adendum

131

,-:+

"

4- ( z/

cott

:-

co6 or

cos o.
cos o-r

a" - an.(r,

(
(

dt.d-2ht

; (dbr l

LVd,"l--7?

- ,"rC

, t/i,7=7,7 '

db, ) t an c*,

*;,i-.". ,,rk,-.;

139

) Jika data perkakas tidak diketahui ambillah op =

Catat tandanya. Dengan rodagigi luar k x rnn < Ol ! Jika r <0'l


modif ikasi adendum seringkali dapat dihindari
untuk simbol-simbol lihat O 29, akhiran lihat O 23

2l

A. = /trp + r a^ + /k i^

138

s!-)

lnvor+?ffit"^o^
"

koefisien modifikas A rn .

36/t 37

q
q
c, - co + t.

t..

Untuk simbol-simbol lihat O 29, akhiran lihat O 23

230

130

-$.

(zr o :r). (1nv o-r - tnv or


,, ,
2 trn o"

r25

q 132
q 133
q 134
q 135

dtldt
, .
-r?t+2t

. .
(transversel'"

x L_-___s-ie. _
J luntuk menentu

q
q

U'D ta

menyebar (spread)

t24l125

^z
- costS

l.trs:-e,e-Ll

dapat naik sampai 0,17 mm

tr

tabel lihat orN 3950

Helikal (ulir)

lurus

dr =d+2i'

untuk meng

Qzo

Roda gigi dengan gigi bentuk spiral

BAGIAN DARI MESIN

BAGIAN DARI MESIN

Qz,

Roda gigi dengan gigi bentuk spiral


lanjutan dari O 20

q
q

Roda gigi lurus, rancangan


Ukuran-ukuran dijabarkan dari

143

t44

kapasiras kaki gigi yang nrembawa beban


kapasitas samping gigi yang membawa beban
yang harus dipertahankan secara terpisah.

menjabarkan beberapa rumus yang

mendekati dari DIN 399O.

tas beban dari samping gigi (perhitungan terdekat)


Faktor pengaman SH terhadap teriadinya bopeng

1a5

Kapasitas beban dari gigi (perhitungan terdekat)


Faktor pengaman.\. terhadap gangguan kelelahan dari kaki
grgr:
r40

laniutan dari o 2l (roda gigi lurus, rancangan)


Sr-,n = 1.7 (nilai penuntun)
6.,,- : nilai-nilai penuntun lihat tabel di A22
Untuk simbol-simbol lihat O 29, akhiran limit Q 23

Rancangan transmisi (gearing) harus direliti sesuai dengan DIN


399O. Pada konversi dan pengelompokan kasar dari berbagai fak.

tor, dimungkinkan untuk

s,

la6

147

sx

6rr-

y=IE,

zr.

"

q taz

Xt, Ku

- ! ..

3.

"r:,

Wr".t;;t;

,,, V + J+

kan untuk benturan luar dan gangguan{Engguan


yqng mencapai momn Puntir Yang di-

E'z'.?tqffi#,*X

-;-

*l

zH

k transmisi luar (lihat diaqram)

I
baja

j',

?.5

izinkan, gaya-gaYa
dinamis dalam tam-

1o

bahan yang timbul

t,0

dari kesalahan gigi


dan kecePatan Yang
mengelilingl.

232

;,

tr5

lebih

iarang, (mengizih-

) 5".;^

, . 'tli'ti

V.rrV

Rincian

zt.zt

7y'Xu'Za'Kt

Untuk bahan logam {aktor bahan Zu disederhanakan


meniadi
di nrana
zt =
Karena itu, rumus terdekat menjadi

untuk

)', : gigr dari laktor

Qzz

Roda gigi dengan gigi bentuk spiral

6lo

!0

50

O0henya bcrlahu untuk

an=2oo

B+

laniutan di O 23

233

i
(

BAGIAN DARI MESIN


Roda gigi dengan gigi bentuk spiral
lrnjuton dari O 22. lrodo gigi lurus, rancanqanl
q
q
q
q

2x : laktor

r48
149
150

r5t

Cl

zs

bentuk samping (lihat diagram)

{r , ,(v : lihat kapasitas beban dari kaki gigi (O I 42}


sx.in

(nilai Penuntun)

6,1,. : pilai-nilai penuntun lihat tabel


Ze'Xa1 , Zs tl(, t 0 5... t. Nilai lebih tinggi untuk

kecepatan

keliling yang lebih tinggi, kekentalan minyak pelumas yang lebih tinggi dan kekasaran lebih rendah.
Untuk simbol*imbol lihat Q 29, untuk akhiran lihat O 23
Daf6rp q 14'1, q 145 rlan 147 harus diketahui D ataupun b dan
Perbandingan-perbandingan berikut ini adalah untuk mak-

d.

sud-maksud perkiraan dan hendaknya digunakan untuk perhitungan pendahuluan.


Ukuran-ukuran pinion
Dapat diambil dari :

pinion berintegral dengan

dl
dporor
penggera k1

poros penggerak (shaf t)


pinion yang bebas memutar
pada poros penggerak

(
Atau:
dari perbandi.

ngan bantalan
i dan suatu iarak yang
ditentu kan a
(lihat q 113'I 14-l 29)

Perbandin gan-perbendi ngan lebar gigi

Kualitas gigi dan bantalan

gigi-gigi dituang atau dibakar

gigigigi dibuat dengan mesin; bantalan


bantalan menopang kedua sisi pada kon.
struksi baja atau pada gantungan pinion
gigi-9igi dibuat lebih halus dengan mesin

bantalan-bantalan menopang keduasi

si di dalam selongsong bantaian.

234

236

I
I

BAGIAN DARI MESIN

BAGIAN DARI MESIN

Qza

Roda gigi konus

L.tuan &tiO2q

Roda gigi konus


kmu3, ilmu ukur
Pcrsamaanfcrsamaan q 86 . . .

Gryr drrirl dm ndid yme p.e.ng{n.m.e.ne (in

eiga

f, - Frn t.n a^ r rln d


tklial
gayaradial f, - fr^ tanon. s6"6

tra

q t5t

t.n

Krpritg b.brrl d.ri krki

gryr (pcrhitungan terdekatl


Faktor pcngoman SF terhadap gsngguan kelelahan kaki gigi:

0,.;;ffi-

(: .

9oo=,>t.^ a,-

e,-

111!ff,5-

6rur'- 'H.rr.nrh

|)

t6a

Konus betikang
suay1jja1133.r --Tanya
+
1'"T;E:Iff ' ) .r - dr r,, fr"*."#i"#f:lr#iiiii:*
".
"
roda iarinsan
jarak konus *r"r
) ^. _gae
1

Parkembong8n konus belakang untuk menguji kondisi-kondisi


iaringen pegang{nemang (meshing conditions} menentukan
roda gigi silindris menengph (akhiran "V"= menengah/virtual)
berikut nilai-nilainya :
roda gigi
konus

ode gigi konus, rancangan


Rania-ngan diarahkan pada

,r

,^.
qt

) *.r,

ft-

d2

??
d-

laniutan di O 25
Untuk simbol-simbol lihat Q 29, untuk akhiran lihat O 23

236

xr.

h. r,|.
at

tq. &r.

&,*
sl

rr :Gaotikan iumlah gigi dari roda gigi lurur

pelengkap

;,

rtau, dsngan roda gigi rpiral:- a zttc,/i A Grafik untuk


rod. giga lurut pEda halaman O21 kemudian iugo dapat
dimanfaatkan untuk roda gigi konus (bevet gebrl.
Unok tcmua dara yang lain lihat q142,q 143 dan q 144.

brbrn untuk rmping gigi (perhitungan terdekatl


F-aktor pengaman SH terhadap timbulnya bopeng (pitting)
pada permukaan gigi.

(
{
(

t*

TITIK PUSAT DARI LEBAR

"m"l berikut nilai-nilai


R.. R. -*

d-=2R.sla6

Memberikan rumus terdekat:

q 92, q 95 . . . q lOO iuga dapat dimanfaatkan


permtkaan konus belakang (akhiran "e"l

(akhiran

fs.h
\ c
f?7f,ix,-.:|; ? 'rna

(t .9oo=)tra dr. u)

mesh)

eaya

q 88 dapat dimanfaatkan dan


lusa

rudut konur a

Qzs

Roda gigi konus

z, D

fi67

Memberikan rumu3

o,-,

>

|/ffi

with E -1*P,

terdekat:

oE,z,,.

zn,VC

tM,*

zh, : tihat da.gram untuk Zy (r,ara?[n O 22), tetapi hanya


berlaku untukGr + xzlllzi + ?zl - 0 deng6n r - rh.
Untok remur data yang lain lihat q 148 . . . q 151 .
, untuk akhiran lihat o 23
237

BAGIAN DARI MESIN I


Transmisi episiktis ttrt"r.'* *.ri"nf I

a
Q

BAGIAN DARI MESIN


Ze

Transmisi ulir (Worm gearing)


Trammbl ulir. ilmu ukur

(berkenaan dengan ruang tetap)

I
I

iN

l.n
| \1..

gA
;'
S/
: Et

r'l

ril
I slr

^(lc

11c

iN
;N
tillil
!
I

sp
Errt
ilt

.Jc

5
I

.5

I
I

ED
sl
ll

o
o

I
I

Fa,,dan Fr.
Dalam contoh:

Clr"

zr

il"
Elf

.,-

2,

ulir tangan

kanan

c
o
or
c

cl
3l

.t

ll-

I
:t

1c

t
I

+--f

q 183

Perbandingan gigi-gigi dari roda gigi dan perbandingln transmisi sepsni


't Ulir. akhiran 1 I Roda ulir. akhiran 2
9 86....88

-l

q+l rlrq 182

penggerak

Far

.l

.t

(l(

,: g0o)

Semua gaya yang Dekerla c


pada gigi-gigi yang pegangmemegang linmesh) diperlihatkan dengan tiga panah

?l
.l

Ulir

r'l

-l

o
o
o

'1

penggerak

?1.

.k

(Transmisi ulir, silindris,


modul normal dalam ssksi
aksial, BS 251 9, sudut
di antara po.os-Dorot

q'185

q
q

pt= a n = p2 = dzn/27

186
187

q 1BB
q 189
q 19o
q 191
q 192
q 193
q 194
q 195
q 196
q 197
q '198

diameter rata-rata

(
sudut ulir tengah

d1=mZz
.z = n(t+r)

diameter puncak
a-denclum

l,

h11 = n(l+c1r)

dedendum

0:2...O'f)=crl
az = dz*Z haz

diameter luar
radius alur ujung (tip groove radius)

,\=;-d.r/z

lobsr gigi

br*O'9 da-2m

t
(

diameter kaki
i8rak

bilamanatidak,x =

'8.

O.

Untuk simbol-simbol lihat

o 29, untuk

akhiran lihat O 23

239

_l

BAGIAN DARI MESIN

Qze

Transmisi ulir

lanjutan dari A27

rrenrmisi Ulir, rancangan (penggerak ulir)

Ef

iiiersi
Penggerakan

ulir

2 - tan l^/laa(7^

Penggerakan roda

gl

friksi (nilai-nilai

ulir

a' - tan( r^ - g)/tan.t^


(

Koefisien

khas)

r- < P ) :+
g=

me ngu

166 9

ug6lm/s

uo

ncidiri

10 m/s

Untuk perhitungan defleksi poros penggerak dengan ulir lihat

P12

q 204
q
q

tungan modul m
Kapasitas beban dari kaki gigi-gigi dan samping-sampingnya serta kenaikan suhu telah digabungkan dalam rumus terdekat;

\2 = C bt pz ;

mana 62- 0.8 dmt, p2 = m \.


t: = 272/dr = 272\az7')
q :10 untukli = 10. 20, 40
I :17 untuki = 90. mengunci diri

di

Nilai-nilai yang diperkirakan untuk roda-roda gigi ulir dengan


pendingin alamiah yang normal (ulir diperkeras dan baia yang
diasah, roda ulir dari broms):

cffi

Eilamana pcndinginan cukup, maka nilai berikut ini dapat di-

gunakan untuk semua kecepatan:


2O7

240

Catrtan untuk O 18

..

.O

zs

28 (akhiranokhiran lihat O23l

standar

,l.o : adendum Perkakas Pemotong

4r' f,r

gaya radial

Cl

Roda gigi, Transmisi

r : iarak tefigh
b : lsbar gigi

- S! x,'r"

ru

BAGIAN DARI MESIN

Cpc,-)gNmm-2
Untuk semua simbol lihat O 29, untuk alni.an tinat O Zg

ir : adendum profil referensi (misalnya OIN 8671


hrp : dedendum Profil referensi
t : perubahan faktor adendum
p. : puncak normal (p. = p cog d t Fcr ' pr cos dr)
z : iumlah gigi
en. : ekuivalen iumlah gigi
(C*.. ), C : koef isien beban (yang diizinkan)
f, : gaya keliling pada silinder puncak (seksi datarl
r(r : faktor keria (benturan luar)
(, : faktor dinamis (benturan dalaml
rF. : faktor distribusi beban akhir luntuk stress kaki
r.Fo : l.akr.or distribusi beban mukal
fFr : laktor ukuran
trx. : faktor distribusi akhir I untuk stress samplng
f,x! : faktor distribusi mura J
P. : total panjang konus puncak (roda-roda gigi konusl
R- : pan.iang konus puncak rata-rata (roda-roda gigi konus)
f : momen puntir (torquel
rF, (r) : : faktor bentuk, (faktorkonsentrasistressl
l'a : Iaktor miring (skew factorl
f. : faktor perbandingan beban (load proportion factor)
zx : laktot bentuk samping
z. : laktor pegEtng-memegang {engagement factor}
zR : faktor kekasaran (roughness factor)

zv : faklo( kecepatan
cp ; sudut profil referensi (olN 867 : ,p -- 2Q"l
ow : sudut keria

silinder puncak

ftJ

rror,

miring untuk roda gigi ulir

I : sudut friksi geser (tan I = rr)


9{ ; radius pinggir uiung perkakas
6r r,- : kekuatan lelah

6x,r;o : tekanan Hertz (tekanan kontak)

silinder dasar

(
(
(
(
(

cI

lrnlutrn Orl O 29

TEKN!K PBODUKSI

Pcrhltungrn ccrmat untuk roda*oda gigi lurus dan konul:


DtN 3990

lrtiloh dan

Uof

initi untuk

roda gigi lurut dan transmiri : DIN 3960)


roda gigi konur dan transmisi: DIN 3971 |atau BS 2519

transmisi ulir

langsung

: DIN 39751

Hal ikhwelmesin

Rr

prrkrkl mrrln: pandan06n umum


Komponen-komponern bagian mesin yang torkona pengaruh
stras keria (kcrangka'dengan permukaan kopel/mating

dan

permukaan luncur/guide, eretan (slide) dan meja penopang, batang<rlir keria dengan bantalan-bantalanl dirancang untuk tetap bekeria dengan cermat-selama bertahun-tahun. Alatlat itu
dibuat dengan bidang-bidang bantalan yang berlimpah dan di-

ffi

[::

,,j#l:.frI
:"J'.lf ;:', #' t*
ill
pada pinggiran
maksimum yang
-,]T

-:L

Delleksi

#, :l

diizinkan

motong (titik formasl tatal/chip formationI ad3tal


0,O3 mm. Untuk bidang ulir perhatik3n rumus P 13
gEyaaya potong lihat r 4.

Penggerakan psmotongon (penggerakan utama) dengan u = konsl,


sepaniang jangkauan keria (potongan kerja maksimum dan minimum atau diameter perkakas dapat diperoleh dengan kecepatao-kecepatan output dalam deret ukur:
,lr. 4r gr-l
Perbandingan progresif guntuk kecepatan-kecepaian n1 .. .np
dengan kecepatan.kecepatan output sebanyak k dapat dihitung

dengan:

^' _ '\]lT
Yn'

dan seri yang dikehendaki telah tersusun.

Standar perbandingan progresif e: 1j2-1 ,25-1,4-1 ,6-2,0


Seri dasar kecepatan R2e di mana

1 1 2 : 1 25 - 1 40 -r 60- I 8o-2oo
-224 -250 -280 -31 5
s5-400-450- 500-560-630- 7 1 0-800-900-1 000- . ..
-3
rpm.

Bantalan-bantalan pemotong telah dircncang menurut jumlah po.


ros penggerak dan tingkat.tingkat.
Contoh: Sebuah penggerak roda.gigi lli/6 mencakup 3 poros
penggerak dan dilengkapi dengan 6 kecepatan output. Di ba.
wah ini adalah gambaran mengenai unit roda gigi (untuk /t

242

(
(

q = 'f/td = t.tz,

. . . 1 oo-

=6;{= 1,4:n1= I80;rrp

= 10O0):

(
(
(

243

N
5

1.

2.
3
ro
E
o

9.
3
q

l
@

,a

4.

f
14

o
o

3
o

dalam

Asahan
muka

Julat

Polongan

Asahan
bulat,
luar
dalam

<*

cc
OG
- 6)0

o=E

-q

-oPL

dan
menggerak

Mongebol

E
o

9.
3
q
9. rd

dan

Msnurut

k dalam

membubut

rnmsnisng
ke luar

9.
3
q

-l
ol
ot
ol
,l
ol
ol

ct
,l uol uetooa
t-l o MomutSr
t-J

I t-lJ
l1\

5.t

3.0

3.4
3:2

4.5
4.0

2.8
?.6

36
30

4.3
3.9

4.0
3.5
3.2
2.8
2.6
2.1

r.z
*ss

"r'

!SS

HM

0.c5

SSS

1.?

H14

1.2

HM.

ucQ

2,5
2.3
2.2

30

3-2

36

o oo2 | o.oo3 i o oo4

9, ' l+/

Faktor l(orsksi

o.oorl

v\._)/

X(il\-"rjll
ilii;r tl
'Y:tR

ffi4

analog dongan r 5

2.a
-+ -,-

-.r--#-

,-

Sk6B8

s:.n:

ln

o, dan

t = -5-

z a,

.
t -2a/
ccs Pr

ou

kasar

21
32
40
53
56
68

14

44
18
50

31

23

Ei
l-tr
lilz

l'l

Penghalusan'

iarak burir efektif lx

o.oo.o

r 10)

l"l:1=

lsl-16
I ; lr l:.

la l:ts
I .lol=

sudut 9!
ssoeni dalam

rl--lE
{ -:--z II :l^ia

o-lrLl '
lN^l
irs

d i l;ljl=

{m

='s

=O
do
OF

!
g!

+=

IA
NZ

l-t
l-ld
iil-.1""151'A

;"lrll3;

>l--

6l

;
l=-"lull=o

i*

o01 I 0 021 0 03 lo.oo3 | o oot 1 o.oos

Ketam

Bl r
ia
a
.
:..
":l

= 9

E,l
6l

"a'g
E
o :l
ol
- o

putaran (rotasi)

I dalam arah

cos r.=
I menghitung
I

Li-

118'
utk bsia

a=

= 0 iika
mengabor

Cautan

fccs

o'7

bor
pilin

untuk

,l

22

+#trGtTII ;+

A.A

E40
;80
coo120
!
3, .r50
180

,!

r-S-rS1n

ccs ,r - acs

,,."'

.J
3:i7
5.=C'is
S! (

srS:1 z

TEKNIK PRODUKSI

TEKNIK PRODUKSI

Hal ikhwal mesin

Hal ikhwat mesin

paUbisn lFmd drivo.l

Katerangan simbol-simbol
yang digunakan pada halaman R l

Psngisian dalam dsret ukur dengan perbandingan progresif

e= 112-125-14-16-20.
a

infeed/linear serutan masuk

lx :

lebar dari cip


lebar etektif

larak butir ofektit-lihal


tabel 2

ksc6patan

ltl

kscopatsn output minimum

r15

u= n\ szr

r16

untuk bor pilin

zs

zp=Zs=2
.sz = 05s

r17
r18

Perigian (milling), perigian


datsr dan prigian akhir

panotongan ls

UYektu

,<

r19

dimana L, = L + t'

ponglrhn Pv

pengisian

Daya

r21

Gaya pengisian

(22

Gaya friksi

!1h *

Pv

/f.73

lebar cakeram penahan


diameter lubang yang dibor sebelumnya
bagian kerja-diameter luar, sena dalam
diameter perkakas
gaya friksi
gaya Pemotong
gaYa Psnglslan

psrigian diukur dari


lengah perkakas

:
,fv i
q : percepatan gravitasional
/, . tebal dari cip
,r. . jumlah kacepatsn output

kc 1 1 :gaya potong dasar yang berkaitan

/1

/
(f, dari r 4)

Bs:

X
/

'7mech "Telectr

Fv - O.2 fs ;
fn = mb\gxp

= /i./1.4

R) lebil

,fc

lv)-

asahan ketam kasarl,w


asahan penghalusanl*
lebar perigian

n1,

,:n:

flilamana akan menghitung waktu sebuah putaran dan waktu mesin bekeria
untuk sstiap pakst peksriaan, maka gerakan pengisian dan bahan yang akan
diieikan serta juga iarak yang telah dilalui oleh bahan itu pada waktu mesin
hidup tanpa adanya pemotongan, dibagi oleh kecepatan-kecepatan yang
rcsuai haruslah ikut dipsrtimbangkan'

t20

; ;

d :
r/*:
1) :

U=gztn\Zs

Rs

z.

dengan luas
: faktor metode
:. gerakan potong
: gerakan kerja
gerakan kelebihan pada kedua ujung
dengan lingkat pengisian
: ;umlah tepi pemotong dari
tiap perkakas

tlk

kocepatan output maksimum

l,c

daya pemotongsn
daya psngisian

pengisian

sz

!engisian untuk tiap tepi potong


waktu porcepatan

lb
/s

waktu pemotongan

tingkat pengision

llE

kocopatsn laju molintang (trsveBe spoedl


kacopatan momotong
iumlah tepi pomotong yeng bekerjr

z" :
t : pcrbandingsn

kolangsingcn (er
r/s)
tletock: alisien listrik
ry-""1,: efislen mekanik
: sudut psnyotelsn (sotting anglo)
/r koetisien friksi, lihat Z 7
o sudut ungkit bor (drill tip 6nglo)
@ p8rbsndingan progresif
qs: sudut {lubang} masuk pemotong perigian
HM : pengungkit karbid
HSS : pongungkit berkocopatan tinggi
(high-speod tip)

:
:
:

Dimane ,rtu ldalah massa yang digerakkan, misalnya dalam hal mesin-mesln
giling rdrlrh iumlah massa meja dan masa paket keria.

(
{
(
(

Haruslah ditontukan apakah daya pengisian seperti telah dihitung menurut


r 20 sudah cukup untuk mempercepat komponen-komponen yang bergerak, hing0s kocepatan gcrtk cspat UEdalam waktu yang ditentukan /b (da'

lam mein-mesin orodukoi as

= 0.2 m/s).

Selain daripada itu borikut ini dapat digunakan:

t23

Pv

=,r^t(u,

ff)^""nlr",";

keterangan simbol-simbol psrhatikan R 5

246

1^'4'/
(

TEKNIK PRODUKS!
tl

PenggaraPan logam
PonCgaraPan Pclat tonPa aPi
Penant-ai kedalam {deep drawing}

Unluk w, yang berksiton dongan volume dan kakuslan yang dihasilkan tt,
tabh diproleh dari garis psngonal (curve) deformasi untuk nilai yang me(lihal Z 2O).
madEi dori pe'bendingan delormasi logatitmi!

'Gryrypyr pcmnruh werna pudh Fat dan l;az


tinokat

ko-l

(blank holding forces)


tingkat ke-2

r"r=<ai-a,)rlft
Peicrtaksn dasar teri8di apabila

R.<f"'l+--1 f"'

r35

6= f,
Contoh:(diumPamakanr.

D=

{zn a.+ e".

).. + f,

aa'

O_afbz+91Fez
I 02 S

r36 Ioilil.l"kondd p.n.dLn mlkllmum, drn /lm

Blhm -

Sheet metal
Rincian

= h = r)

U.S.A.

* r';;r
1f$ a{aFa, nE-r a* a. l

366-79

,--

a{

Baia Karbon

Th*tt llf

drn ko2

75
283 Gr.

tingkat ke-1

Slainlsss steel

(Y:\-Y

E
t27

Fr=

t29

aDt -

r30

9t=

d1

r.8

1.9

2.O

sAE 33t0

390
360
350
340
410

IL
2.O

1.2

600
150

solt

untukR6danRT

oui,,,o

o.',

't.7

AA 6004

nlMgSl solt

!]",*

r28

t5

-($ o.oor)
rats kt.tvt*
ror= f;,

-($ ".or) ,,i", =

s lt7-1

91 J-

l'^1l;*."

A^;

fot
Ar-

luae permukaan
fot I gaya penarikan di tingkat ke-1 dan ke-2
atau /tr-r : kokuaton rata:rata yang dihasilkan pada

il, :

fi

radius/isri-iari
radius dari slat cotakan lumbuk
rsdius dsti alSt cetakan ,rrikr""hu

16

tingkst k6-1 dan tingkat ke-2


kakuatan yang dihasilkan unluk gt dAn (rt

Arr

delormasi

usaha per satu I n volumo = -roirfr m6-m6e-nill-a n


pr, ,, : perbandingan psnarikan pads tingkat ke-1 dan ke-2
r/= 100 mm
brio :'perbandingan penarikan maksimum untuk s= 1 mm dan
Pr-.., Bt^^, iperbandingan penarikan maks, tingkat ke-'l dan ke 2
,til , ?rr : elieiensi prosos, tingkat ke-l dan ke-2
9tt 9t : perbandingan dolormasi logaritmis, tingkat ke-1 dan ke 2
JV

r31

t32
r33

xrnt=

lmtt
tqE

lroiutan di R 7

249
248

TEKNIK PRODUKSI
Penggarapan logam

r38

r39

A ht^

F-

Gaya remodal, gaya tekanan

t=

usaha remodal

! ht^

^G
p^G
1

kr-

Kekuatan rata-rata untuk de{ormasi

9t
Ekstrusi mundul

Ekstrusi maiu
badan rongga

badan isi

Sr

lttilah umum

Kuantitar listrik dan satuan-ratusnnya yang terponting:


Aturan dasar

Ekst.usi
r37

TEKNIK LISTRIK

Rs

Pcnggunaan huruf-hurul berar den kecil scbagai lambrng

Kuantitas listrik yang bergantung pada waktu, ditulis khusus


dengan huruf-hurut besar: Kuantitas

listrik yang berubah-ubah

menurut waktu ditulis dengan huruf-huruf kecil atau dengan


huruf-huruf besar yang dibubuhi tanda t
Contoh: rumus s 8, s 9, s 13
Pengecualian: l, o, i, i, pp.lg
Usaha listrik W
Usaha

listrik W adalah ekuivalen dengan usaha mekanik l/

perti diterangkan dalam M l. Namun konversi

u::::l *:t*tl;i:rl-^

;;; l;;;;;jri,i _,"

Seranlurnya akan berraku r',ruune"l

ffiJ,i""H;

mengsuna-

kan kuaniitas-kuantitas yang telah diterangkan dalam Sl

52:

=iai

t12

t=la!

q= 1*#

,^=,nffi

v =ftnoao'

, =1

no(dot-d")

=!ai

ao

logaritmis maksimum dari deformasi

iw

Baja
4199.5

mundut

:
PA:

:
V:
. ,
?F

ldrr:

c<0,196 | c<0,

C>0,151

3.9
4.5

30

1.4

1.2

4.0

1.2

t.1

0.9

Il

rendah

0.8
o.05

t..ai"i

t'

rendah

o.7
0.8

luas terpakat
perbsndingan deformasi logaritmis
etisiensi deformasi
volume yang di-temodel
terkait denga' w^ftrme. sesuai dengan kurua-kurva Z 20
ui"tti
kedalaman lsnglGh

52:
1

lunak

metode
map

NUgSi

rlss =

(
(

Nm

Selanjutnya akan berlaku hubungan berikut dengan menggunakan kuanriras-kuanriras yang relah diterangkan dalam Sl dan

94ru

peredaan perantara

250

Daya listrik P adalah ekuivalen dengan daya mekanik p seperti


diterangkan dalam M l. Namun konversi energi dapat mengalami kerugian-kerugian.
Saruan: W {Watr); kW: MW ; lihat luga A3, A5

ts- O'5...O'6

r tl3

olan

IVt-$t-rnt

listrik P

i <ai -a,"1
q=1n#

r40

se-

rr
Periodef

Frekuensi

lrhat L

@.

lrharLl

Frekuensi sudur

ItR

/f)

kec"palan sudut

lihat L

(
1

Arus /
Adalah sualu kuantitas dasar (lihat kata pengantar dan petunluk)
Satuan: A (ampere): mA; kA

25t

lstilah umum
lanlutan darl S

natnrng silang A adalah

1C = lAs
Kapasitansi C

J - +
8pabila pembagian arus

melalui pe-

Pot.ntill Y

Satuan:

'l

F.

sebesat 1

w' maka tegansan di antara

uiung Pengantar itu adalah 1 V

rv " *'
Rasistansi t9

R.7

Fluks (garis kuat) magnet 0

14rl = lt*

'4'
v

(Hukum Ohm)

Kond\tktansi
''?;;;k,;*i G

,-!{-=
' A2

B
I
i
I

lJntuk arus rata:

(lihar s

il,,

_[

=8_
I

Dr srnr A adalail dairrah peilaff\pang lirrtang yaDg dilalui secara


tegak-lurus oleh f luks magrret homogerrf,
Satu.:rr:

T (tesla), uT: nT. V s m3. G (gauss)

rr - 1v:
nl

1)

Ir

tt

Incluksi magnet clalam sebuah I'lr:narrrpanq-lrntang ,4 adalah:

Mhol

cr

lnduksi magnet (kerapatan fluks) I

Kuanlitas listrik, muatan O

[i

(lrhat s 1)

clerrgan kecepatan seragam.

t/R

ll

'N-

nya, apabila ra berkurang menladr nol dalam waktu 1 detik

t w = l-Ng
sA'
5Al

R
G adalah kebalikan dari resistansi

l/l)

' J

kaitan dcngan kurnpararr itu berubah-ubah menurut waktu.


Satuan;Wb{weber) V s'- l08 M (maxwell)
1 Wb adalah lluks magnet yang merrghubungkan sebuah srrkuit 1 putaran serta mengrnrluksikan tegangart 1 V di dalam-

1 V yang metintang pada 9e'


Apabila suatu tegangan sebesar
arus I A dr dalamnva
aliran
menyebabkan
o,IJi'*nn"","r
Q

o = )-1, o,

.A2s2 _
- ,A?s?

Di srrrr ly' adalalr lumlah lrlitan sel)uah kumparan cjan v adalalr


tegangan vang drinduksrkan. apatrila fluks magncrfv"ng b"r-

Satuan: Q (ohml: kQ; MQ

maka resistansi adalah I


IQ

. 42s
w

lF = 1C

sebuah pengantar meng'


arus rata sebesar 1 A melalui
kedua

;";';i

F ({arad). 1rF. nF . pF

Apabila sebuah kondensator memerlukan muatan 1 C untuk


dimuat sampai pada tegangan 1 V, maka kapasitansi adalah

Satuan:
*ao"Oi'aV (volt); mV; kV

lO

Kapasitansi C dari sebuah kondpnsator adalah perbandingan


kuantitas lislrik 0 yang disimpan di dalamnya dengan tegangan
7 yang melintanginya
V

seragam'

A,m2: A'hm2

Porbcdaen

il;;

laniutan dari S2
Satuan: C (coulomb):

pertolongan gaya tarik


dapa! dltentukan dengan
paralel
vang beraliran listrik
pengantar
Lt"n

tbny! drpat digunakai


Satuan:

lstilah umum

f a tel.h
d"
il^i i,i"*r*t.
tcrhedap masing<nastng'
KcnprtrnrrurJ
Arur

TEKNIK LISTRIK

Sz

TEKNIK LISTRIK

ro'J-: -[,0'o - lo'-!Ll


cm'J
cm) L

Apai:rla suatu (luks magnet homogcn sebesar 1 Wb menembus


secara tegak lurus sebuah daerah seluas 1 m:, maka incluksi
magDet adalah 1 T.
2tr3

TE KNI K LISTR I K
lstilah umum
lanjutan dari S 3
tnduktansi L

TEKNI K LISTRIK

Sa

Sifat dasar 3irkuit lirtrik

- r+= r+

(lihat s

s20

1)

323

Kekuatan medan magnet H

tl=B
Satuan: A/m; A/cm;

s24

lo lJr

Fi di

kuit magnet:

Hukum Ohm
Arus melalui sebuah perlawanan:

H;

t.

ZE = r

17

n = l-lA

s26
:,

F = n,oIr *q(+

s27

Reluktansi S dari sebuah seksi homogen sirkuit magnet:

Pemanasan

dengan Hukum Ohm \


^ r I ekuivalen
s=7
I untuk sirkuit-sirkuit magnet i
Satuan: 1 I H : = AlVs ; (Lilitan Ampere/Wb)

2ooc

:l
l

(
(
(

^9

)]

listrik sebuah massa rn

suhu (tihat ZZll


perubahan suhu g
r: konduktivitas (lihat Z 21 ) d,9:
r I waktu
(lihat Z 21 ) Rto ; resistansi pada
9: resistivitas
panas spesifik (lihat Zt _ 4
c:
3= 2OoC
a: ef isiensi
o2l
laniutan di S 6
a'.

254

suhu

Y!lr1 - caAJ.

Untuk simbol lihat S 16

I, -l

= -ltA

Resistansi P suatu pengantar pada


(dalam oC)

il
i

E18

Pr-

r--D---r
,

(tihariusas6)

Resistansi R suatu pengantar

l;

Di sini /; adalah panjang seksi ini.

r.+

s25

dalam sebuah seksi ke-i sebuah slr

F,=

s t6

ng berhadaoan

R>O).

= NI.

Satuan: A; kA; mA (Lilitan Ampere)

Gaya magnelomotit

yang sama

Panah-panah yang melukiskan keadaan iatuh-tegangan antara


kedua ujung sebuah perlawanan dan arus yang menyebabkannya, selalu harus ditentukan dalam arah yang sama (seperti

Gaya magntomotil F

tidak di ketahui

Ketentuan khusus

A/mm; {Lilitan Ampere/m)

315

Arah arus dan arah panah


iq"n"r"to. -*.
melukiskan arus-arus positif pada fftb}-*
Arah selisih potensial dsn arah
I
panah selalu melukiskan tegangan positif
Arah panah yang melukiskan arus atau tegangan
di mana perhitungan mengdi mana fungsi
menentuhasilkan suatu nilai, arah
elemen (genekan arah
positif I negatif
rator atau beban)
panah
mengenai panah arus
maupun polaritas
atau

s22

,H=rf=tf

r14

Arah arus, togangsn dilukiskan dcngan panah


-

s2l

Di sini / adalah arus yang mengalir melalui sebuah kumparan


dengan /V lilitan dan Q adalah fluks magnet yang berada di dalam kumparan ini.
Satuan H (henrY); mH
1 H adalah induktansi sebuah ierat tertutup yang terdiri atas
1 putaran yang, apabila ditempatkan di dalam vakum dan dilalui oleh arus 1 A. mengurung f luks magnet 1 Wb.

Ss

Sirkuit listrik

koef isien

2s5

TEKNIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

So

Kombinasi perlawanan
lanjutan dari S 5
Hukum Kirchoff I
Jumlah aliabar dari semua arus yang

Rangkaian seri
Jumlah resistansi rg (sesuai dengan s 26)

memasuki sebuah titik cabang


lnode'. baca: noodl adalah nol.

EI

s29

Lrl srnl arus-arus

pada umumnya:

lvanq n

asu k

llyang .e- luar I

s30

Rr ' Rr

Pembagian arus

Arus-arus bagian dari 2 perlawanan


yang dihubungkan paralel :

o,
,
. G = '
Kirchoff ll

rr '' ',

G,

R.

Rr +

Rr

Hukum
Jumlah aliabar dari semua tegangan

yang mengelilingi

suatu

rangkaian

tertutup (ierat) adalah nol.


s32

tv

Di sini tegangan'tegangan yang ber'


jalan keliling sesuai dengan (berla'

s33

\:V2:l/1

= Rr:Rz:Rr

Pembagi tegangan

Teqangan'tegangan bagian yang me'


liniang Pada 2 Perlawanan Yang dihubungkan seli:

s34
256

'

ra

C'.Gz

,,

Et
Rr+Rr

s36

untuk n resistansi
Rs = nR

L-grJ

ltll

-Rp

37

Gp = Ct. Gz, Gl+

vr_

Rzl

yor

untuk

nP
^ "
s

RrRrn!

F,

k n perlawan-

an yang sama

F;;T;&-;E?;

,^

-a
I

40

nC

Suatu rangkaian kombinasi dari beberapa perlawanan yang dike"


tahui nilainya terbagi dalam rangkaian seri dan paralel yang mengarah ke luar. Masing-masing rangkaian diubah secara terpisah
untuk dapat dikombinasikan kembali dengan mudah, misalnya:

!:_
Rrl

r{T:lC-r

Jt' , -l
l.aRrPrl

Vz

r{---H--}r
o'-[

I '',

Rangkaian kombinasi

v,

Vr

- -.fr-.; *fr

beberapa perlawanan

]jR,

--G-

= d. E. E.

untuk

,Lb+,L
v, + y^

Jumlah resistansi P (sesuai dengan s 30)


pada umumnya:

r,-il_{-8iJ-

*&i1--

yang sama:

Rangkaian paralel

s38

16&-1,

v2

Ps

-E.L
]_ea].l

wanan dengan) arah panah dianggaP ,, . votpositif (negatifl.


Perbandingan tegangan
Apabila beberapa perlawanan dihubungkan seri, perbandingan tegangan-tegangan bagian adalah sama dengan perbandingan perlawanan'perlawanannYa maslng'masln9.

& = R1+R2+Pr. ..

I positif
fneratli--]

node

Apabila beberapa perlawanan dihubungkan paralel. maka seluruh arus


dan arus-arus bagian berbanding terbalik dengan perlawanannya masinglll
Rr'

.\

-h -Iz-I t'

diunggup

Perbandingan arus

masrng.
I
I'. 11 :12:11 = a:

Sz

Kombinasi rangkaian resistansi

s42

'r =
,=

s 4:l

v-

41

Rt+R'

,,

RrRz+ RrRl+ R2Ry'

R'
R1R2+

,,

RrR1. R2R1'

R'R,
,,
' = RtRz+R1R1+R2Ry'

,d

,rr

TEKNIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

Ds

Jaringan listrik

ls'

Jaringan listrik

P.ny.Lrhn Jrhgm th..r

Pcngsunaan

Urilrn: Ada cararars khusus ysng momungkinkan perhitungan togangsn-tegangan

tcorc-a

**frIiillllllillll!'

rrtc*i.,

Il,ll,_ylp::y,gesan

r,,ri""lny.
"o-" oi-hrl
ganr ) dm arusp

rnirr rJsniluns

ii;l ir]iffi-.."p"t

tcslnsanvr,,yans.metintani reistanei R dt
dangsn nrdggantikan sisa dari isringan itu Oengan
""b;;;JUu"h
%y.ng ekuivalon dan resistansiRi.

dan arus-arus di dalam sustu isringan yang lobih mudah daripsda iala atau sotumpuk analisa, misalnya:

Pcnggunro Tcorom Superporb[ Dalam suEtu ja]ingan umum, masukkanlah semua tegangsnlldan arus2)ke dalam jaringan itu dengan baik, hitunglah tegangan'
tegsngsn dan arus-on. yrng ditimbulkan oleh masing-masing sumber yang be-

;r.-ilr-t"g"rrgm
-"'Er 'q

korja sendiri.

SumbeBumbor tsgsngsn yang tsrsisa meniadi hubungan-pondsk'


o Sumber-sumber arus yang tersisa msnisdi hubungan-tsrbuka'
Penyelesaien seluruhnya adalah iumlah dari penyslossisn-ponyolesaian
bagian ini.
Prosedur umum untuk rrnghiturE Vrdi dalam sustu islimul unrum dengan
rnm sumbsr-sumber ann ;o ... In: r:
sumbor-sumber tegangon fzo

... 4

s44

"=.ZZ'I:Z!,1i I

Csra untuk menghitung

el'. :t?J?-lQ,

-J::i:,:,';;j;,,,:*r. {il$4%'ft
s46
s47

V,=

dimana,yo...7,
V, = /r6,,dimana lo... Ip
Vxoo,

Contoh:

t,,

=
=

0,denganrVo= Q,dan
0, dengan /O= 0, dan

Catatan: Apabila f,1 diketahui, m.aka ydepat


dihitung dongan
I.cadarah
vane'ffi;?;; biramana
fetf:1{fl?0,,"t(."i.

,*

Io ... I, =

OlBh karena itu:

v, =

Vo --.V"

Ri d8n l,i:

Lepaakan cabang 1ytr, dari jaringan itu.


R1 rdalah rosistansi antars A dan A,.
yrldal8h tegangsn pada AA,

Contoh:

.'

^,'
*n,= l*n,

'rus

n*, = ,""ijE+,.

Rr

ffir.

Jaringan-jaringan ekuivllcn

=
intuk

oo Vo+o1v1+bo Io
Vroo+Vro1+Vr6o

menghitung tiap penyelesaian bsgian:

Vo*O; Vr=Q; 1o=0 lVo=g' Vr*O; lo=0lyo=0; yr =0;

Si*uit

,""=f*ft*4

ekuivalen

i.n
?rn ^sl*
r-L-l=-

K",

Xl'ri-

..
v,
v,ot =
F1'I- fi

Rr' fl2' R

Tcgangan vang dipedukan


(lhat s tl8)
,,

''' ,,
- kcorangan lilrtS 9

258

Vr. =

R1' R2' R

(f

t.

Yxbo

r.--iRr' Ri R

r")ir*-;ifr;i77
hniutan di S 9

Ongen mmer

eerkln ! 52:

Ol6h klrcna

itu: I,i = /rcRi

lz _'x

lihat hasit

S8,s51

l(eterangan:

,r" ?"
oo...h
l)

I
I

I arus_arus i

rel8tor didalam jaringan

]rnber teganganl dong&r

4 &mbr

koefisien ltegangan"tegrngan|,Vrng ditemukan oloh rosistor_

arus |

rrsistrnsi dalsm
(intsmsl rosistrncs)

d
2s9

TEKNIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

Kombinasi rangkaian perlawanan

Kombinasi rangkaian perlawanan


PcnersDan daLm p.ngukurln lirtrik

Psmindahan d87i suatu sirkuit sogitigs


(deltal ke sirkuit bintang (star) dan sebaliknya

Mempcrtcrar langtauan rcboch Volt-nl.tcr

vl
Rv

McmpaTtct& ilngkauan rcbuah Am-motol

Ru

Rtt

[,:

jul&q' ll.jl,o
Rro

+ Rro'Rro

RrorR20-{ nrcxRto + R2orRlo


Rru
n1o"

nzo l n rR

f(?o, R

Rro

Rro

o,,'4;7;

lelshdhora(kalibra.ildil9ngksd

R1 Rv+ Rt Rv

s62

drn karona

itu

(
(

of;

R,

&mbttlll Wh.ltrtonc dlgunlkrn r-agnl dcmm uuma

Dl dalam berbagai ienis olat ukur, jombatan Wheatsrono bokoria ssbagai,


pomb.nding untuk mengovElua8i solisih-selisih tegangan.

Rr : perlawanan peraba (sensorl,

perubahan-perubshEnnya

dalah sebending dengan quan-

tita. x

yang hErur diukur

(misalnya suhu, jerak, 8udut dan


L

r.bagsirrya),

la lnirailor

.'ntur.nr 'rl

Hubungan yeng rrrndekati berlatu

untuk
,QM

26a

_.__

Rx
R

Untuk penerapannva, di mans I/v harus


kira-kirasebanding dsngn J, kondisi
Rv > 10 (R1 1. R2) haruslah dipenuhi.

iarak konrak geser dsri kedudukan nol

trl

Maka

-=lr!r--

s :

de- o<_, -_,

ngen ;rnunjuk ekala al(l<).


Ko.t8k 96r t8l8h distol, hingga srus
detektor rB menjadi nol.

nt!+Rt2+Rrl

yang
Pembagi potensial digunakan untuk mendapatkan t{gangan-tegangan
lebih rendah.

RN

bclum dikotahul
Sebuah iembatan Whcrtstone ienis kawst-gos6r dspat digunakrn untuk
pengukuran resistansirssistsnsi antsra 0,1 dan 1 Oc ohm. Kawat gesr yang

R2t{Rr2+Rt!
-tlllr_
R,r,E,r

Pombagai Potensisl

R7

ffi

J.mbrbn Whc.trrona untuk pangukuran resistanriRxyang

s61

,/?1

oui^,iir-.i',i-.,

Rrr, R,:

nto

Rro

fy - zlR -

porlawanan dslsmsni pngukurEn

itul

TEKNIK TISTRIK
Krplslt.nsl

TEKNIK TISTRIK

Srz

Medan listrik

Srs

Aturan elektro-magnot

C dsri sebush kondsnsator

Pamularn ld.fl.l(tll l!rum mlgnct


Kutub U sobuah iarum magnot ditsrik ol6h kutub S sobuah m8gnat dan ditolak oleh kutub U sebuah magnot.

eoerA
o

Panglnttr tctlp dln kurnparan


Kuantlor ll.trlk

Q (lih8t s 8)

Flukr mrgnct m.ngurung a.bulh p.ng[nt!,

yc

bJdl]rn lbtrlk

Andaikata sebuah pencabut gabus diulir ks arah arus, maka arah


putarannya akan menuniukkan arah garis-garis fluks magnet

Ur!h! Llltdk lyc yrng tcrtlmpan d!l!m tncdsn llrtrik


cv1

Fl*r

yang dlhubungkan parCcl

llstrlk

itu.

bertambah.
C2

magnct dl dlhm lcbulh lump.6n b.6ltran

Andaik8ta sebuah pencabut gabus dipular ssarah dongsn arus


yang mglalui kumparan, maka arah gerakan 6ksialnva 6kan menuniukkan arah garis-garis lluks matnet yang melat;i ku.purun

Apabila ada penambahan kondensator dalam


rangkaian paralel, maka jumlah kapasitansi C
C1

-&
fl:::F
._l---i.-1\::--

, F,

Pcnglntrr dan lumpa:an ylng drplt bcrgarak

373 Pongantar-pengant.i psralcl

foodan$iolkon-dciartor ylng dihubungkan red

Apabila ada penambahan kondensator dalm rangkaian seri, maka jumlah kapasitansi C berkurans jl_f

Dua buah pengantar paralel yang beraliran listrik dengan arah *l


sama akan saling larik menarik. Apabila alirannya itu bertolakblakang arahnys, maka mereka akan salinq menolak.

c, C, CJ
i_--ll--s74

Kaparitansi dari dua buah silindcr kosksisl

rr : pormitivitss rolstil
s69 so : pormhivitas absolut
t : d6or8h p6lat (satu sisi)
o : kotsbalrn dioloklrike
r, : radius silindor dalsm
12 : radius sili4der lual
I : paniang silinder

262

msnolak.

,^- c--L
'tnI!

llnrn (gonorsior)
Apabila ibu jari msnuniuk ke arah fluks magnot dan iari tenoah
ke arah gerakan, maka iari telunjuk ke arah aliran arus. Aturan Tangcn

llthat Z 221
ro =

85

x 'lO

r2A

y(v

m)

s76

Aluran Trng.n liri (moror)


Apsbils ibu jari monuniuk ko arah ,luks magnel d6n jari tolunjuk ke arah aliran arus, mska rari tengah monuniuk ke arah
Oerakan.

A,

^/

EL,
Mcrln

ll

rR
Dua buch lump.?!n ylng..ltng bcrhadapan
Apabila dua buah kumparan yang ssting berhadapan beraliran
|
listrik dengan arah sama, maka mereka akan salino monarik: dan - E[,
rf=t
apabila atiiannya bertotak btakang arannya, mati
-erer;;i;;
salins

\ /
l*
7J I\

(
(

p i
H
263

TEKIIIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

Medan magnot

Kulnth!! llrkuli mrgnat


Fluks

mrdx

NI

(tihatiugas 1l)

R^

I
R=O=lrltol!
"A

lnduksi magnot (kerapatan flukrl

s78
lnduktansi L

s79

L=N+

(lihat juga

l(ckurtrn mcdln mlgn

lL

{;

(lih8t jusa s 13)

(gaya pombust magnet)


t

(lih8r

iug. S

14)

(lih6tiug8st5)

NT

H; li
B.auki.nal

(lihst iuga s 16)

,5

(lihat iugs s 18)

s83
En
s85

Ea

Wm

ylng tcrrimprn dchm rcbuah mcdln mlgnct

,^=

benllnn

lltrrl

lnnelnE

4 = ett

)tf

)N1q,=

+
-lI*

t; = **,*,
O : fluks

B=*

p6r kutub
Trgnngon lndukd y| (hukum induksi)
Apabila ssbuah kumparsn dsngan N lilitan dan perlawananRt dltembus
oleh fluks magnet O yo4g borubah dangan waktu
suatu tegangan sirkuit-tgrbuka

vi =

fi

s82

srah fluks magnot timbul sustu g8y! ragang

F5:r ?_
, =!dl
= z_i;

Apabila digunakan pada rotor dari sebuah


masin DC maks momen menjadi:

G!y! megn tomotlt .F

-.

Drllm

S6buah pengantsr yang boralirrn arus I sepaniang badannya I berhadapan


dengan sebuah gaya-lintang lt1 tegak-lurus pada garis-garis fluks magnet:

tfr'.

n-B=1.'
llr lto

Gaya magnctomodl

gtrYlirymy!

Gaya-goya Fr yang bckula padr acfuah


12)

Untuk msnghitung L lihat juga s 140 sampai dongan s 146

tnagn t dm

F5 yang bcf.ri. d rni!'! kutub-kutub m.gnct

m8gnot A

an

Srs

Medan magnet

iv

*?

(lihat iusa

mslintang pada iopitan-iopitannya.


Tegangan ini akan menyebabkan arus meng!lir m8lalui sobuah perlawanan beban luarRv.
togangan yang diinduksikan oloh
gsrak hantaran
Putaran stator
outaran
tegak lurus
generator
-'-"---da
pada fluks O
dalam mod8n magnet

iorat
II
'o"norni"r....
'-

v; = Blo

u1P*rt sln(of
Ohd, = ldB

Vi =

v; =

onz!
ldB 2r.a
=2P u

fttb boco: tI\


Sebagian dari iumlah tluks magnet

!p

bocor molalui udara dan karona ilu

hilang untuk 6fek ysne diharapkan.Ol momiliki hubungan dongan lluks


yang dapat digunakan Ou. Katent itu,

koelisien boco, adalah: 6


Untuk simbol-simbol lihat s

l6

O
Ou

tlul! totsl
lluks berguna

Tcgmgra Vr tarona lndukrl{lrl


untuk simbol-simbol lihat S 18

q = L,da,tdt
Lsniutan pada hrlsmsn S 16

(
(

il
TEKNIK LISTRIK
Tcrminologi umum bcrtalten dcngpa

TEKNIK LISTRTK

Sro

Arus bolak-balik (AC)

Arus bolak-balik

Dalam diagram-diagram vektor kadang-kadang digunakan panah-panah un'


jarum lon'
tuk manuiiukkan sudur lasa. Di sini panah yang melswsn arah
cang dianjgap positil, dan pansh ysng searah disnggap negatil'

r
\
4-/
-t_f,l l-\_ I

tgca.ran frrr, oudut lala qr


Apabila dalam sarkuit arus bolak-balik tordapat borbagai macam beban
(resistansi, induktansi d8n/tau kapasitansi), maka ;kan imbul suatu
porgeseran fasa antara arus dan tegangan.

pengortian sudut fasa

- e, = 360'
e, = ez

s,

ylr/

o
di.grem v.ktd

Nilai puncak (lihat juga s |)


Arus i dan tegangan il srus bolakbalik secara periodik berubah-ubah
dengan waklu, umunnya 8ocara sinusoidal. Nilai maksimum f (6n 6
disebut nilai-nilai puncak. Pada ire-

kuensisudut

o=2tI

tutl

,su-

dut yang dijangkau dalam wakiu !, o

r,

adalah;

s98

-+

0 sin(o I )
Fakror

2nfa

a = ul

100

arusadalah

i = 0 eln(ot)
teganganadalah u = 0 sln(ol)

sin

u s Ln a

= root-mean-squarol
praktis dan pada umumNilai-nilai ini digunakan untuk perhitungan secars
nva dituniukkan dengan meter
untuk gelombang sinus
s8car8 umum

-- Ielf

tt{;

V=Veff
Dengan nilai-nilai ini hubungan P

balik, apabila cos

I = Illihat

--

= Iclt

Vell

T
u

dapaliuga digunaksn untuk arus bolak

s 105)
lanjut8n di S 17

266

? atn(ut

e)

6, rudut-rug[ 6

Di sini f, adalah nilai puncak energi yang torsimpan dalam sirkuit dan tVyp
adalah snergi-rugi yang mony6bar sslama sstu periodo.
Kebalikan dari

taktq O dissbur faktor

e = zti
lvt,

llilai.nilai (rms

Ot hor parcdlm tln

Faktor O sebuah sirkuit tal6h ditentukan olsh

Seiak mulai saat ini

s99

s,,

laniutan dsri S 16

Pcngonian ludut tara

Contoh:

d*uh uur boltk-Mll

persdam

(
(

Fr[cmr, doar untul rut boLl-bdt l!.. txlg[d


Z

',|10

lll

112 Arus mslalui impedansi

I=

113

Rsaktanii

114

115

Daya sktif
Daya reakril

116 Days smu

117

118

s
cos I

Faktor day!
Fluke magnol bolak-balik\
dalam gebuah kumparan J

c
6

zEl^9

l/Icoag = 1'P
VIslag ' 12x
y;,.e
VI
P

YI

-l
I
I

5c
o
E
E

f
E
J

$B

I
lt
p
2
Rp

EE

I
L

s6

I
B

'sh

E
*$
-EE

.II-

TP
>E

).
:-

lsuktansi

dalam
sirkuit skuivalon

dari
kumparan Penghambat
(chokel

bo
a

to

""h

-EE

-El

L w frr
rft

roi

.E

{'.
la
tE

g
ts

--6

tE5
I

120

TT
3 121

EI

-lB

-t3

$e

558,
s 122

rI
I

.fl1-"1

123

el;sE ifEE
,121

'x

E!

",1't

I l.l

,'$

I'

o
c

E
o
4

e'

{'.

*T

fsl

*sl

=l'"

*ls

:O

No,

268

E
c
a

(rro=4rxlo-7Vs/Am)

untuk vakum, gas, fluida, dan kobanyakan


untuk bahan-b;han magnstir ambillah Ir dati Z 23
iumlah rute paralel mglalui gulun!8n
psniang 8irkuit magnit
iumlah lilitsn kumparan
iumlah paaangan kutub
iumlah Penganor
resistansi dalam
rirkuit ekuivalen

B
6

yang digunakan pado halaman S 1 5:

zat Padd:'4 = l'

It

b
>3

irrp.r"n

.l

,1

Jfu

l+

t
o

i
N

FF

12z

induksi-diri)
Bilamana Suatu !ru8 yang mengalir melalui sebuah kumparan berubar
oleh srus itu iuga
aenoan wattu, maks medan magnot ysng dirimbglkan
yl diinduksikan di dalam
o"ngan demikian sebush rogangan
"i"iLtru"tt.
itr. Arihnya adalah sedemikian rupa, sehingga
.ia sslalu
(hukum Lenz)'
berlawanan dengan arus yang bsrubah tsrus-manorus

pormoabilitss relstif

$3

x'

q
i
N

8.

t 96 ( Vi karena

permoabilit8 absplut

_
'13l<,

at

Lrnlutro

f,o.rpoartrrrli-lri d.n paraLa rng


brr*rl rur to[t*
-li

IZ

ll

lihat S 19 dan S 2O

Y = t/z
Tegangan molintasa impdansi

IO

lg19

Arusbotak-batik

Arus bolak-balik

lmpd8nti

TISTRIK

TEKNIK

TEKNIK LISTRIK

125

269

TEKNIK

Iq
lO20
Ir

LISTRIK

Arusbolak-balik
Gr,ana"'t s-.t,
+

Sltitt'md
lo-U3
.-l{lt, ,

lb

-l"l

lF"
-ll+

tt

o
o

E5

_o_

",";3
Ei;

cb

lc

c!-

l6n:

l:

=
l9r h

F.

E-

b=
l.:z!99

gi

6>

o I

lB33=
E*a
le
>o
loJ

-@

F.
;o

l6o 'E
C:

c
.g

E:g
rQ=:EEE
EEEE
EE

=!

s '126

134

'135

s
s

136

arus pada
16gonansi

137

s ,38
s

faktor e

or'4c =

, =V
RR
at Vb=ft-Vr=g
.9 =O

al f5=t-16=q
9=O

,r" L*c =

c*'+P=a
t"ror={

r"

tffi l5E-s;
l5E.:iE

141

regonSnSi

EEEc
6cqb
gE o_
.E+<

E5E

EEgEE
s 127

lJ!3

.t!

:3.
E
'; oE
-h9
'=

EEE.
s 128

9Ea IESHE:

o-9E
rs
6
o'b

a
!
c

lii=PaE

c
E
lz{
dc >
EEiE IE."EsH

.E E

s129 I

s130/131

tan Or=

fi

u"C

Rp

tts

+,i,*

RP
Qp = u,CRp= ur I+

perioda

140

I*t o6 o.-!
{;>--!
E opc

ft

+=d=\y

J00. to6 n

E
E

|6 -',"

#=

sudut-rugi 6
dari

Ig

\=

v6

139

Ildoh 6 .'?i;
6.4 _

c
A
!

vt=
urLp -

133

paniang
gelombang

fir

132

E'

IERE6 33
I O_ f
I o o

s
s

lL

-tp

coY

e!5==
=93s.

diagram
veRtor

pads rssonansi

=5 BE:
6
E:

pnralel

lihat s 127

6 Ei{*l
Pfo-

ov

-o
^v

b
E

Jl

;
sirkuh resonansi

+l
q{QC
ln
oo
e{

z
!

"8

seri

t
-ll*" -J
el",

&

o\

!-l

o
B

l[rs-

lls

o
c

.elj

.I

[.*

- z nVGe

Pc'lnglr.p e.lomblng lw.vc tr.pl

Sobuah sirkuit rosonansi poralel memiliki impedansi maksimumnya .261r


pada frokuensi resonansinya. Karena itu i8 bekeda sebagai reiektor (iht
penolak) untuk srus-aru8 pada frokuerEi ini.

266, = Pp

lihat S 18

r-

v
omqt

271

d
d

d]

TEKNIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

Szz

Arus bolak-balik
Jsnbattr arul bohlt-bdl

menetapkan k8plshansi
Jombstan arus bolsk-bslik (AC) digunakan untuk
variabel,Czdan

kondensator
ilirffi;fiffi u;t r ttrlnu,a r"ilmuangan'
bu;nvi.di dalsm kortolepon K vans
lll#.li,l" iliit*nii"r"t, itus"ttings"
minimum atau men;;;r-;;;i;;#i"nl tena"n t"ncapaikokerasan
tersantung dari trekuensi'

ilii'iliffi:'$;fiiil"ritGiii't

15O

i"i tidlk

In&kJ L darl lrnpodand dan rcdcrrn.i


ffrghlu.lg L d.rl lmgcdx.t d.n rr.hnd
Ali*rnlah arus bolak-balik (, = ltA * 3 Nmm\
drn

s l5t

pongukuran

krplaita8

Szs

Arus bolak-balik

rnoLlui s.buah kumparan


ukurlah tegangan iepit V, arus J, daya aktif p..

, =I t

imoedanri

152

induktansi

Hrltrngnn

rssistansi

a=S

=*W3

untlk kutnpa.ln totoldtl

7 = lh!-tf2t 1n'"'
rr
I

PlhhungmZ untul kumplran p.r!.gi cmpat


angker harus bsrbsntuk bulat

induktansi

143

cx

ffo

L,

s l,l,l

Rx

ffa,

Rr

tan di,

145

Rx @Cx

tan

61

C2 Re

Ra

Rr R.
Rt

154

<l

,ou1niffi

155

>t

1ss -o-

Rr

@Lr

Fmffian lmo..hd yurg tldd( fl(.tlhi

Lg";;;.,ii"i"

deng8n ca]a. mongukur tsggnganreoua u]ung impedansi itu dan perlawanan-bantu:

Pnz

s l,u

cos 9z

!!!z
V, I

7-

148

I'19

pilihl8h prlaw8nan-bantu R sohingga Ve

= lVrl

II ,,....

4 ,

inJuttansi

Rr

resistansi at8u kumpsran stau kondensator yang tidak dik8tatul


(calibratedl
kap8shansi variabel yang ditetspkan nilainya

C2

z
)1)

vz.

y"nitia"t dikeiahui

il'lE'
7u

pH

nilsi-nilai menjadi tidak ropat

IFH = to-oJe

!1*l:vi
2R

146

E3

pH

perlawanan-oerlawanan

157

158

yan{

diketrhui

imfedansi linduktif atau kapasitif) yang tidak dikotsrri

o : t6bol gulungan
,l : ponamp8ng lanteng kswat
D : lebar kumpsrsn
do: diamotor luu dlri kawat d8n isolssi
D t dismotor ratr-rata dad kumparah
t6 : ponlang bagian dalam gulungan sngkor
lD : prnitng rat!-ratr gulungan angko (16 = to+ n al
f : iumlah liliten
r, 3 keliling pooampong-lintang kumperan
a : perbandingan a:I
, : tingkrt pongenduran tittunlititan (t = ;*)

d
d
273

dI

TEKTIIIK LISTRIK

Szc

Arus bolak-balik
Itunrpren nuGmtgnct dcngm lrduktrnrl

l(umorin fr.l(u.n.l

t .t.ntu L

Hht ?rttt

Kmp.t l lhrlr-rrnrrcn lt.

dng0a

sisa sif8t magnei dari ksraparsn ftuks


filfatr
oKsn tatap tinggi di dalam

!.u

,rrr

ruttan
di gini;

s
s

159
160

>1

(*);"'
(*)''"'

+ (,")'eJ

+ [9 (f)

ot'

do

,VT

9"Yo

aotr+al@

s
s
s

---_-\
- renao');
lf"'

163

Pcrtttungm fumbh lffitri


Dad

164

165

:"H:,lif :i;,i";#H::fl ili:,f,


ffi l:"'^#,-1il:i::'ffi
nh

il

162

=t-"

fl=

do'
RA

lunTrfl rclrrrnd

ffi@

referensi dengan No lilitan pada posisi nffi


yang bordekat8n molingkar inti bosi ter
-'-'--'
tutup. Borikan sitat magnor kspada inti itl
dsngan momasang teg8ng.n bolak-balik
peda kumparan pmbuet magnot No.
Ukurlah tegangsn yx dsn yo dongan voh . I ry*

*,n

rfomititi rmpsoa,sitinssr.

tx

- uft

Untuk k8taronesn simbol lihrt S 23

wYr.

t68

Pru= lrl

u'rVvrl

Arur-kbcr

ob

Letakkan kumparan dcngan Nx lilitsn yang tidsk dikrtlhui dan kumptran

il:l"J

/vdrl r.oolh kumpl,rn

et^
P*rggunon

1.""fi

Olya hlrtcrcda Pvlt

prrunprngrlnt&g

Drl nrbtand

274

(Coercive force)

Ut hr hbr.ra.b lytl

D=u,

l61

p"brrt

inti bosi, setolsh kedicsbut.

f/

*',",H:*'i,'J*""8;::r';:,1"*ilryx'"Tmonsuransi

lumparn lrc*ucnrl rcndlh


Misalkan'

modan maonet luar

htib..t

/
I f-*-l
4
I I
r1*1<l,,
lrl+J< l":

vr.l-t-rt/ (il11r.

Menurut hukum induksi teglngan-tegangan bolak-balik juga


diinduksikan
or oaram sbuah inti besi. Tergantung dsri rssistivitas intibesi
itu, maka
tegangn-tegrngan ini monimbulkan lrus-arus induksi yang disebur
arus
kisar. Arus kirar ini diusahakan sekocit mungkin dsnjanliri f"iin'""i
finti
dibuat dongan lembaran-lembaran besi tipislang
lainnya).

(cargrhn-tcnrghn

di-isol".i*,ii,

"",,

o"n

hd (krugba_kcruglrn b.rll

(crugNarkcnrghn tnd p.r mlal.


unftpFe
Korugian ini 8da-rsh gbungan kerugian-kirugian hirtorosis
dan arus-kisar
per mass_a_unit. Mereka diukur padr induksi puncak
d=t
O io .t.u
l, 5 T.=. 1 5 kG dan pada f rekuensi/
5O
Hz
dan
ierigdian
=
masin-g;naeing
ditandsi dongan p l.n stsu pt.6 Unruk nir"i-niiai ilili'i'i-+.""'

f='i

Totd kcuglon

p..

LIdj

P,,
nFa: mac8! 6"r;;nr;

[i'

= P"(*^+")a,.(r+r)

^'"

ro'!"I'!l8ik

mcnombus pinssiran dan sebagai-

275

d
d

-d

,d
)/

TEKNIK LISTRTK

TEKNIK LISTRIK
Arus bolak-balik

istitsh-istitah vari.si kotersanturgaftarus,

Gffi;;i;;ffi;

170

171

imo6dansi
'

172

induktansi

zo

LR

ttf(r-r",tj.

<rtii

rssistansi,kumparrn Rnryang tir


Dalem perhitungan kasar Lp abaikanlsh
hu' RR
i"I-olI[nui. rS"tolsh pngukuran kumparan ponghrmbstlchoko)
iir"iinii, ii^ zarpat diteniukan dengan tepst' Poriksalah dongan rumu8

,, = -?'

'&

dan apabila perlu, ulangilah cara pnontuan tadi'


mprran pcnghambet dlngEn hduktrnd kon3im ttnpr lnd
una"ngan S 21. Tentukanlah sebelumnya sombarsngnilai
u[ur"n.".,iri
-

;J:'

;i;"' il;;i'-"^

iiilv" trr"lg ."-."i"i,


ir.p"t"n pinghambat

i",oioi tt"' p /u (kumpsran lurusl'.Apabila ha,r"ngir"h cara bckoris-ini' Tentukanlah rosistansi


hu sssuai dengan s 26'

lnd bcC
fumpllcn pcnghlmbal dcngm hrdutlrnsl lott'tryrng mcmlllkl
untuk
bellunggi
lnti bosi torulama
menoarahkan lluks magnot dan harul
colah
-"nirtur,rn r.blnYak mungkin
uCari tunssal 6,. Celah-celah ini hatus
Jii"i arnoii lapiian-lapisan isolssi yang
i"nianon-va ridak boloh lobih dari 1 cm'
6r"" irrgn"to.otoris yang diporlukon

m-e.ueri magnot koPada inti


ii"-Urif"n- Niltlnilsi puncsk H dcn I
diounakan untuk pcthitung8n-p't;h";;". Pcrubahan induhlnsi' Ln

Jiirr'

J"-p.,ioiny.,rr"n dsngrn islilth-istilah


i.li"ii- rlr"tgrntung0n-arus ralstil
maksimum dsri induktansi'

276

laniutan di S 27

r1

177

178

179

s
s

180

182

flre

mbilsh riFe daristandarstt

s 175
s 176

tmruku d da

DdGn0sn

z{re=0.9a5*Ar"'
Ar' = ob

r rc"(o+b)l[,lt=

oO

r 5(o + b)d,]

181

Kumptan icnb lnl mcmlllkl rebuah lnti bosi tsnp! adanya calah udarr
Kumparan hanya digunakan untuk keperluan-keperluan khusus, misalnya
sebagai sebuah penguat magnet.

( :

Koefisien dari kumparan penghambat


0.24 cm.NA untuk kumparen
dcngan pgndinginen udara
baoian inti tihat S 26
0.lS cm4/vAuntuk kumparan minyal
untuk bagian inti EEI tingkatkan nitai dongan 75%
ket8pStan arus pendahuluan untuk kumparan dengsn psndingin udara
-- 2 Nmml untuk kumparan minyak /'60 . . . ,t Ay'mm2
induksi inti (smbil kira-kira ... 1.2 T)
kekuaten medan di dalbm inri berksitan dengan 866 yang harus diambil dori Z 23 sesuai dengan bahsn yano digunakan.'
lumlah cslah udara tunggsl, psningkfian mengurangi fluks yang nyasar

tI

J,,
r.::
n :

I/r.
gutqye diD,git&
geda kdu, krki

,"rsrrrlllioila'r1l"t"?.u

,r=Elr,rlol
-il..rd', -!,=
h
9, ii"lt.uolr

l*="'
s

rchtif

Bilomana 91 , 9, .*
' ulangileh pangukuran dongan /Fc yEng lebih
b6ar don Bre. yang lebih kecil pada perkatian yang tak beruboh 7 Fc x
.Fcngukuran. Ditontukan: LR, /, gtrequ, VLefi atau /sft, rnaka

uo:-lP.!

kumParan
I Penohambat
I sirkuit soluruhnya

l!:1

Arus bolak-balik

(umParan Pcnghambrt
pcnurun.
pilghlmb.t
dlgun.krn
Xump.ren
"-ir"pi,a:"l"ioigunaran'aatam untuk lmp'dlnd
sif, uii."t-uor"i'uitit untuk monutunksn
bslsstistrir rmeniiJ uerniGi.rv uagisuatu beban tak
iii-trr""tir" ii.Jr dengan kerugian-ksrugian minimsl'

l'

(strry flux)

Rcu: rasistanri gulungan sesuai

P" :

lF":

dengan s 26
resistand kumparan termasuk kerugian-kerugian inti(RR
1.3 ncu)
paniang yang diperkenankan dsri ialan magnot molalui bosi

27-t

d
d

,d

d)

TEKNIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

Szs

Arus bolak-balik

Arus bolak-balik

s,,

laniuran dari s 26

Trandormrtor

PmLpan FnL

fcrughn-l.rugarn icmbcge Pcu dm polrguku;t hrhr.rg.n pcrdf.

gulun1an
cera membedakan dengan
lun0si di dalam sirkuit
(arah pmindahan d8y8)
dari gulungan

gulunoan
ujung atos

uiung
I

diperlemnktn

183

days yang

'184

psrbandingsn tr8nsformssi

SN

t
nominsl I

/rr,

, frr

v,u

/vro

= l/zr' frr
= Iil /Ia

V2;q adaYano dimaksud rlengan togsngan sskunder yang diperkenenkan


;i,nie, 1ii[- l"zo), sirkuit-tsrbuka, bukan vrns .da
t;;i[;il;;

186

pads boban nominal.


K.ruglan-k6ruglln lntl /'66 dan pengukuran littult-lorbuka

Iro

187

Nil8inilai hasil pengukuran itu digunakan untuk perhitungan tgangsn


hubungn pondok relati, t,k. yang psda translormitor_trans-formator lebih
bs38r dicsntumkan di p8l8r n"r"L^

. roo(\x/vn),ya

Kuentitaa berikut ini dapat ditotapkan dengan menggunakan diagram vektor:

188

Rc"= Va/Iw; L = Vt/u Iw;

cospfx-v^/v*=#h

Kondlrl kc{a
,.2

Untuk p6rhitung6n tegangsn


gaktmder kelia 7z bggi eebuah

..sitkuit
beban yang ditontukan, somua lr
R.
L ht
kuantitas sekunder torl6bih ;=_-- l_I*

ln

Korugian-kerugisn inti ?Fe

V1

dan frekuensi

s'185

hanya tsrgsntung dari tsgangan primsr


bukan dari ienis beban

Pto =

Pr,

dshulu harus dihitung.ko dalam

iumlah ku6ntitas

Kerugian-kerugian inti Pra dan perbandingan tlsnslormasi nomin'l ditotapkin dengan' pengukuran-pengukuran sirkuit-torbuko (lihat diagram sir
kuit: sekunJer tctbuka, nilai-nila dibari indaks o). Komponon hambatan dsri
meliputi kerugisn-korugian inti, dan komponen roaktiflru8 primer
nva adalah arui magnot /m. Kerugian-kerugian tembaga adalah kecil tak
birarti. Kerugian-kerugian inti Pp6 diperlukan untuk perhitungan penyobE an (disipasi) daya operasional dan efisiensi.

/qp.

laniutsn di S 29

214

sebuah
transformator ekuivalen yong

189

190

_i G; T

m6miliki { = lporbandingan
trsnslorm!3i {indek!'):

Vz' = iVz i Iz' = Iz/l;

pzl

Iz/Irn

slngz) Iz/Izt

Tegangan sokundoryz

191

vz'=\-dv

i'

vz -

d
d

d
d

1,,:,

Rz'= l'R"
AV danVz,

Variasi yang terganlung dari boban


{psrkirakan untuk u,( S 4%)
ZV = V\(cos eqcos g2 l slnprtr

- /,1 cos(911-

diagem vekto.

vdng disedo.hanakan yang iisederhanakan

VrTi
279

d
)

TEKTTIK LISTRIK

TEKNIK LISTRIK

Arus tiga fasa

Arus tiga-fasa
Dry. rr.tdt d.n d!y!.kt

nrretdur dr..,
8

llrtrne l8al

y =

1t2

e lgil

r,

f.klor d.Vr

(untuk boben 8imotrisl

vonlj

roaktit
aktif

198

daya

s ,99

daya

faktor daya

200

e
P

cos P

Ipn
scglrlgr

lmtll

ll v r "tne
{l v t "o"e
P
ysvI

l(or.kd tilito. dryr


(untuk beban-boban induktif)

19,0

Y=Vos

195

I =

U'j''#:T"d,3:t",:::l;::"*B:: ?":

rptyj

vans diporkon'nkan, umumnva 006

86cara lsngEung dantcrpirh. d8n


den bohsn-boban
hah.^-hah.. kecit
La^ir s""a,
!9-"",
srh,
-^^--_b:-b_.1
t"iprsriffi-;iffiffi;

ffil:I3l,

csbang.

kl*trmgm d!Y! dg!-|.lr


Pcrftitungon dcy. kord.naatd yang dlporlukan
Hitunglsh raktor doya cos g soperti di 8tas, gunskanlah wattmotor (lihat
rangkaian dalam S 30) atad rebush ampor6-m6tor untuk monstapkan P.

Erban rclmbang
rsngkaian

(nol) I

dongan titik netral


(rangkaien bintang)

d*t

+ t

ar

(noi)
(rangkaian sogitiga)

trnp" titik ntral

-I d"ri

i.

,E*

-- ,

Lt *.

"'-'il-q:--:,*'-E-E-0:;,,,-,,
--r- ^/ Iml
P = 14ot,=.fjvtc"sg
Dayatotal
Untuk rongkaian ssgitigs t8np8 ti-

Iph
,

;
:

arus fasa
arus Salul8n
Lt, L1,
pongantar luar
pengant& notral (nol)
P* on ., daya aktif dari sebuah

L3:
:

Pl

l?^

pemakaian sondiri kondansalor

20?

o
o

42 I
41 I

0.46
0

*7

Daya total

197

days kondansstor

e = ( tan gr PE - 0'00rQ

48 I

|
0 52 |
0.50

o.54
0.56
0.58

P2

tsgangsn fasa
togangsn salursn

|
I

2.161
2.041

t.930
1.828

1.732

r.643

o-62
0.61
0.66
0.68
0.70

1-265

o.8t

1.201

o.82
0.83
0.84
0.85

't38

1.078

1.ON

't.559

0.72
0.71

r.479

o.t6

o 961
0.909
0.855

1.405

o.78
4.80

0.750

0.802

0.80
o.87
0.08
0.89
0.90

o.721
0.698

0.91

0.456

o.s2

0.426

o.872

0.93
0.94
0.95

0.3s5
0.383
0.329

0.98

o.n2

0.8,16

o.6m
0.593
0.567
0.54{'

tan gr)P

Tab.l (menurut angka)

Bcbrn trl-ralmb.ng (Cara duEwattmetor)


tik notral. iJuga untuk beban simbsng tanpa titik neiral)

s 20,

o'97

0.251

0.m3

o.512

0.98
0.90

0.'18,1

0.(m

o.112

t8n 07, stau t8n (p2dsp8t dihitung d8ri trbol di Etas, corgt menunjukken
takto? dsya yang diprluksn dan cot (D ,akror day! dsl bobrn

d
d

lara.

280

281

L,

TEKNIK LISTRIK
Mesin DC

arus ratal dengan kutub-kutub


(= komutasi)

bantu

motor

taah arur rars


lrnotor don ggneiator)

p2
^"lt - 2ro Ve e CMOU= 2Rcu{tn

203

koorttnte momen

20,1

tcgongsn rumber

205

momen putlr

I = Cp0lo

206

!rur

Io

= rc t trono *)

putt

sngker

2Ol

tcgsngan iepit

208

kccepatan

209

day! dalam

P;

2,l0

daya mekanrk

s 2ll

untuk

dari

l(t Pd-&l

s 212

A$

r r roRq-.*x)
_
- 2rQqO
= ii@ =VqIo
s 213

o--:-!g!1lts!*
x

242

)+ motor
- gondltor

--l

-.** )*

,r,oro,

+t

_lL
I,.XLJ

d
(

s 214
I
I

z : iumlah pengantar

I rQs: reaiatansi angker

|
|

bsts-

iloto, ..rl (untuk diagrsm shkuit lihat S 331


Mudah di-start dongan momon putsr psnggorak yang brten8ga tinggi. Kscopatan tsrutama tsrgantung dori bebannya. ,Apabila dihidupkan tanps beban putaran mosin tak dapot dikondsliksn.
totor dcngan gulunoln ..d-p!r!lal (compound) (untuk diagram sirkuit lihst s 33
Cars bekorjanya hampir sama dengan sebuah motor shunt. Gulungan sirkuit utsma monismin suatu momoi pular ponggsrsk bortsnsga tinggi,

angkcr
kutub

T-1_

4,, = t, y lbl

(untuk diagr8m sirkuit lihat S 33)


Mudah di-start, kecepatan sgEktorgantung dsri bobannya d8n dalam
b6tas tertontu mudah diatur.

iumlah pasangan
iumlah pasangan

.'m

totor .hunt

o :
p :

tq
<4 n:*
ro"ceis py

tbY

*)

genorator en =
| v 4^

motor

generator

i"I:t^

lJrnun

Sso

d
d

g",reoto,

TEKNIK LISTRIK
Motor tiga

s 215

l31i'l3il3',, 1 * | ., | ;" | *

V)

men putar dan daya nominalnya, apabila dihubungkan dengan

v = 23ov dalam segitiga, artinya


y = 40oVdalam bintang, artinya

voh
yeh

V.
r

23Ov

400v

'T6=-E-=

230 V

Rangkaian star-delta

Motor-motor bertenaga tinggi pada umumnya bekerja dalam


delta. Untuk mencegah terjadinya arus-arus hentakan yang berlebihan, khususnya dalam jaringan-jaringan arus yang relatif
rendah, motor itu di-start dalam star untuk kemudian dipindah
ke rangkaian delta. Misalnya, apabila sebuah motor 4OO|23O
volt dirangkai dalam star pada sebuah ,jaringan 23Ol135 volt,
maka kepada motor itu hanya diberikan 1/1/3 kalidari tegang.

rendah daripada kecepatan medan putarnya; apabila diberi beban, kecepatannya dapat dikatakan tetap konstan.
Motor sinkron
Motor ini memerlukan arus rata untuk dapat dihidupkan dan
telah <tibuat sinkron dengan kecepatan medan putar dengan
menggunakan angker hubungan-pendek (squirrelcage armature). Motor dapat langsung digunakan sebagai generator.

tv

2v

Dd

ol

,UL'' ,u\r*

s 221

y
0r

s 222

0y,

s 223

YdI

s 224

Ytl

s 225

0d

s 219

s 22O

,4,,

I diaoram sakelar lperban

l''r:l?,

,,L,. lvln

?N.

,4,*

twl

,uL,*

*<:::

,r)-,*

zw_\!.

lr

,uL,*

;>,* tt

,uL,*

s 228

0 y ll

Y u tl

*v-

tr

,,L,,

s 23O

W rn

W
'*Y* lrl
W
')>,* ,W

,UA''

0z

Y d lr

.N

,r\,a

2v

,a\:u

I
t

,"f '* lI

WT
l'ir,

m
m

ll.

? tlt

ta il.

NN

Lll2

tf,a

llr

Nrv2w

lr

ll1

2Nt
Ilr

Yl n,

nf\n

fi
--fr;

dr\l

EE

tt'

ulrTt-t*
aaL

2 tl,

Transformator dengan output satu.fasa


s 231

110

t.,
I
,.2

,.)

primer/TP lOt delta

i'i+ d

2.)

lylstar
lsV:[ss3693n sekonder/TSlo! (sesiiisa] lyl (uintrns)l z | 2,9-zas
A ngka kode digunakan untuk menghitung sudut fasa 1= 6nnPV:Tegangan

ll2

2V

s 227

ll

lr

il,
ll2

,ua,_

.).,,

s 229

W,

llr

,UA"
2,

Yv

s 226

an nominalnya.

Motor induksi
Medan putar stator menyebabkan tegangan dan arus yang akan
diinduksikan dalam gulungan angker. Karena terjadinya selip,
maka kecepatan putar angker menjadi sekitar 3 hingga 5% lebih

tanda

Transformator dengan outpr.rt tlga-fasa

Sebuah motor 4OOl23O volt bekeria dengan nilai-nilai arus, mo-

s21

jenis

-t-=

var

Grup4rup sakelar yang umum


digunakan untuk transformator

Pada {rekuensi /'yang ditentukan, kecepatan ditetapkan oleh


jumlah pasangan kutub p
kecePatan n
p

s 216

Sss

Grup sakelar transformator

asa

Psmindahan rangkaian iswitchingl


Apabila kedua jepitan dari masing-masing gulungan pada papan-hubung dapat didekati, maka motor tiga-fasa dapat dirangkai dalam bintang atau dalam segi-tiga
tegangan fasa
dalam bintang (star)l datam segitiga (delta)

s 217

TEKNIK LISTRIK

Ssc

Motor

ka kode x 30') antara tegangan primer dan sekonder, misalnya


untuk DyS sudut-fasanya adatah 5 x 30 = 1 50".
Pe rhatlkan : Gunakanlah grup sakelar di dalam bingkai sebagai
referensi.

2A5

d
,(

d)

TEKNTK

LrsrRtK

lnstrumen

II ue

ukur

TEKNIK LISTRIK

36

lnstalasi
Taksiran arus /.

\|\

a
\|>c
g>

I
I

*E>
!

"l
6
o

r
3
--E

I'
CD

i>

;. sa
ag

-9!
D

ZE

E*

:ai

F:i
223

o
E

E>
tic

r:i

E*-

c
o

9;
.E

cE

:E
a

I
E

286

ti

;3

EO

:5;
*ei
c

ii

E*B-'

iPo:

'i-o

liE

:iE

i5

!!

lri

o
!
o

lot

ci

t
c

t
@
o
o

,I
c I
,o
I
.a

A
A

.9

-=
;:
pi
p;

_@

'l

lz dalam A

r5

/,

'10

dalam A

15120

'1

45
35

r8 I

26
102t 20

34

44

61

82
63

r08

35 168

80

00 125

98
80

129 158 198


100 125 160

50

dalam A
/n dalam A

19
20

24132

zolzs

42
35

54
50

63

Diam. Kawat Cu nominal


mm, kira-krra

1.1

1.4 118

2.3

2.8

?A

Grup 3

r'z

83 r03 r32
63 80 r00

)i

33
)R

61

ro I ro

iJ

50

multi-wire

Grup 1: Satu kabel atau lebih yang berinti tunggal (single corel yang dipasang dalam sebuah konduit.
Grup 2: K66s1-12bgl berinti banyak (multl core) (termasut kondukror pira/.ibbon)
Grup 3: Kabel kabel berinti tunggal di ruang terbuka (sedikitnya diberi jarak-antara
satu diameler kawat).
l) Nilsi rz berkurang {bertambah) dengan kira-kira 7% untuk setiap kenaikan (penurunan) suhu 5oC.
Jangan sampai melampaui 50oCl
2) Untuk kabel-kabel dengan hanya dua konduktor yang beraliran listrik, harus dileng-

E
D
c

a
o
o

,(

o:
o,

I
E
9a

,d

-e!

lc

SE

IC

f:

i:=t
tI
,(

.1

L.L rL.L._

=D

,I
:.1
EZ
ca

,g
a:
at

ca
ar
te.
2i

.c

;t
;!
;Er
Ei E!

Cx

5-E

5E F3

8: i;!E
C=

T;

-o a._ i

/. dalam
/" dalam

Sssl
:tE
Eri
E- I :i"&
toc

:ai
uEr
oi;

Vga3
t-8E

Grup 2

siE
:EE!

5[
r6

;p

E,:o

Grup

c
o

E_

Ii
i:

6P

oc
dc
!I

:t

3BF

::\ \
ir53?
at

EE.

g-":

3:i

s.

E8
i3

.i:

:!

S.
:E
Yg
c

'f,q
-o:
=oj
z: g

>8

:J

!ri

,3 !:
Bel 69
9rE Eir5!:

.o
,!c

:i;e
c.!

:5
ac

g aE

EC

aE!
EiE
rr.i

E'.
i5

rii

5)

Ig
9-o
EE :>

-t-

: !
e

r;l t3t

= r?

.9P

5g
aq ;
E*

r*
E*
\' !8

lsolasi PVC, konduktor'konduklor tembaga yang l6laniang termasuk


alat-alat pangaman terhadap beban lebih pada suhu lingkungan '36 1; rl
Penampang lintang
1 51 2 s 4
6
10 16 25 35 50
Nominal 662

/n

I. :

Taksinn arus nominsl dati isnis sokoring

gL dsn

imis pomutus sirtuit otomaris

[.

,(

hksinn arus dari kabel. Juga nlldrh Uris B, C atsu X (um* ,n ,J'

maksirnrm yang diperbolehkan dari olat-alat pongaman bobar

M llotral

lhp panrnD.hJl

!*du rfil.rl*rt

ochlsh

sorr{vfi

PE:

*rrr.

il

,(

F ISI

KA RADIASI

Fotometri dan optik


Untuk tiap kuantitas fotometri terd8pat kuantitas fisik radiasi
yang sesuai dan demikian juga sebaliknya. Keduanya dibedakan
dengan memberikan akhiran yang berbeda, v untuk visual dan e
untuk energi.
Fotometri
Fisika radiasi
Kuantitas
Simbol
Kuantitas i Simbol I Satuan
Sa lua n
.

intensitas

t1

ca

-, " . -l-:!-I

haya

fluks

candela

intensitas

'"

racliant i

lumen

dava
lt
t V2=
-,
''
radrant

^
9t=elt
lrm=cosr
kuantitasl
ldetiklu-lenergi
ca

I I

haya

stna;'

:'l#;

cahaya Ii

o"=r",

l",llll,
lT;i-''l
I lmh lradiasi
I

t4
.,{1 coS

I 5 liluminansi

61

cJ

m'

ansinar lHt=E'ti

Y la

o"=0.r l,=ws

---;^-l ,*

ffi(

iradiansi

-l

pencahaya.l.. _
, u lou.*n-"*

sr

lt.=f;

,*"an*i--

pencaha.l..
pencaha.

_ I ws
rxs I
lvu.nr"- iH"=8"'l;t
I

-lT.I m'

;";,"., ,,,'u,^ ro", "i,nr","" :.ifl:;, r<lnoer"r


lntensitascahayasuatupermukaansebesar1/600.000m2dari
| ;;;;.; ;;;,iri.. pada suhu 2042 K.
,

nm.

panians serombans 555


Konsumsi
f
luks
penerangan (nilai-nilai lihat
cahaya
untuk
f

, ltn'''"'r*lil:iff',';11'uk

|
'Bl

:i":xn*;:i"';:1,'::';#:!:ln::,-*"'pai

Z 2Sl
iruminasi

\
./

((

({

-J

((

O"-+

28s
((

1)

FISIKA RADIASI

FISIKA RADIASI

Hukum jarak, pembiasan sinar

Panjang gel om bang, cermi

Hukum iarak optik


Penerangan suatu permukaarl ber.
banding terbalik dengan kuadrar
jaraknya dari sumber sinar :
A

sinar-X

rOO.m r

i-

ra di asi -u I 1p6 -y; 61 s

(ultra ungu)

At

Bilamana dua buah sumber stnar menghasilkan penerangan yarlg


sama pada suatu permukaan, maka perbandingan kuadrat jarak
mereka dari permukaan itu adalah sanla dengan perbandingan rrllvl
tensitas cahaya mereka

-/permukaan

srn

/i
^a -,konstan
untuk semua sudut
Eilamana stn D 2 lL, maka ter jadr relleksi
'rb (pemantulan) total

lndeks pembiasan untuk penerangan sodium kuning l. . 539 3 nm


unsur gas dalam
unsur fluida I
unsur padat
an atmosfer I kaitannya denqan vakum
dalam kaitannya
pleksiglas
hidroqen 1,U0029
kwarza
154
oksiqen 1,000271
1 ,000292
atmosf er
kaca murn: 2,56
nitrogen 1 ,OOO29I
r ntan
,r : luas permukaan Yang rrlemancar
,4r : luas permukaan yang disinari atau yang terkena radiasi
,4i cos rr : proyeksi permukaan yang memancar.{ 1 tegak lu'
rus pada arah radiasi
n" , (ao); indeks ref leksi media tipis (rapat)r
rr ;: sudut di antara arah sorot yang trmbul dan arah tegak-lu
rus (normal) pada permukaan yanq memancar,4,
g :: sudut bidang-banyak (solid angle) !) adalah perbandrngan luas ..11., yang memotong sebuah bola dengan raclius
/-{, terhadap kuadrat dari radius itu: O - /r//k2,
SatuAn 5r = m2,'m2
sudut bidang-banyak dari sebuah ritik adalah !l: 4: si
- 12.56 sr
D : etikasi cahaya (lihat tabel Z 25)
I

2gO

UV.8
u

ngu

iru

sinar

b
h

radiasi infra,red

IR.A
IR.B

radiasi dapar ditihal

(inf

Pem!iasan sinar (re{leksi)


t
llr - srn o|

UV.C

i.iau

kunino
mer

ra merah

rR-c

mrn

2BO nfl1
280nm...315 nrfl
315 nm ... 380 atn,
380 nm .. . 420 nrl1
420 nm .. 490 nrfl
490 nm ... 530 nrn
530 nm ... 650 nrn
_ 650 nm .. 780 nrn
1 4 Yfi
7BO nrn ...
'l 4pm... 30 Prn
3.Ogm... 1 fifl1
IOO nm

...

Cermin datar:
Cermin
Gambar pantulan berada cli be_
lakang cermin pada jarak sama

il

dengan jarak objek jsli sgrmin yang berada di depannya:


u = -u

Cermin cekung:

l1t
iUu

Tergantung dari posisr objek

maka bayangan akan

{real) atau maya (virlual)

> ?!

.f < u

<2f

nega ti

?r

u>f
I

nyara
.

pada titrk fokus/tiri k aDi


lnyata, terbalik, lebih kecil
jnyata, t':rbalik, de.gan ukuran sanrZ
I

y:',:,::'P..ltl,
ada
tidak

Lnifr

u.'"'

bayangan

Cermin cembung
n1aya, lebih besar
Hanya rngngl"l3silkan bayanqa nc
maYa dan bayangan lebrh kecil. -::)
_,
Sama seperti cermin cekung.

di ina na
|

c = 03 "

l.)
1,.;"

- r/c

109mrs (kecepatarrsrnar)

291

(
)/

FISIKA RADIASI

FISIKA RADIAST

Ta

Lensa

Radiasi ion

Lensa
Pembiasan (refleksi)
I

D -;

120

/) dari sebuah

Radiari lon
tensa

Satuan:ldPt=ldioPtrik=

Persamaan lensa {lrarrya

Badiasi ion adtlah setiap radiasi dari partikel bermuatan yang sscara langsung atau tidak langsung menyebabkan ionisasi atau eksitasi suatu gas
permanan.

lm

untuk lensa tipis)

Nilai yang
dihimpun

+ -. ;'(n-,)(;.-i1- r\ 6r;i--------A
-; -"- J<1-" {'
---ff

121

,. 22

- ce - u
;

r23

.,) ''I

rl

I-------u-' l-'V
---1'*i

'

/' ronro"n - \
\rn-zsal'Qf
kql
\

bilrmana obvek

t-.

v
n

Ht

pr:mbesaran total

126

ir

')JYan ga n

menengalt

tsor6tis)

l-s

-f, l,
n

Makro fotografi

jarak objek

t, 29

o
c

(;

ukuran bayangan
fokus
jarak titik api
ukuran obiek

jarak pengliharan (

lj

292

kamera

.DP

rr
r
t
rn

l(^

kg

oq=Q
qlJ

:r-'

srevetl

"r!n

,:

s..

r)

:faktorpembesaran

25 crn untuk penglihatan normal)

fOo

/r
ro rn-W\
I s = tg l
"r'uJ/
,w
'ko -

- tingkat

kg

kg
svl

Dq

roqt\
l,',,1"=r,r&]
kcl
\ I

=-i /r res =

Apabila molekul-molekul udara di_ionisasi oleh radiasi d8n

dib6ri sustu tsgangan. mska akan mengalir arus ionisasi, linstrumen:


sebuah ruang ionisasi).

: indeks refraktif (lihat T2)


: radius lengkungan
: panjang optik tabung

Sr.SO,

\
ekuivalen
dsri dosis,

qD

Aru lonlusi /:

xs/

,*:,#
=

sv

rWq
1

82p4 I

ksl\

t-4

1J

i6
i

127

perpanjangan

Bku,valen dari
dosis (nilai

'I

\r8=

d,serap,

kq

a zat - ,o,^

Mikroskop

25s 14

\a

rarl-lrrl
\
".J - oot o,-l I

at + ll

r25

, bcracla dalam fokus 5.


al

/r8=

- tingkat

_rJkq

,+

dosis yang

1!
,Y
'kg

dissrap

Satuan

ls

:JI
"tm

lgray-lgy
- rlvkgs-

dosis yang

tt,fz

untum

trngkat
energi
yang
diserap

Jumlah energi
yang disorap
(nilai yang
diukur)

_-:JB

Bilarnana dua buah lensa rlengan kedalaman Iokus /r dan l.


langsung diclekatkan antara satu dan lainnya, maka ekuivalen
dari panjang fokus/, ditentukan oleh: ,
ll
Lensa pembesar

Nilai kecepatan waktu

Satuan

tlurtrn 0.'Apabila suatu arus


io akan menghesilkan mu81an.

ionisasi

mengalir selama waktu ,, maka

Q: II

t36
Ssluan dalam

adalah satuan-satuan yang disebut seperti sebelumnya

laniutan di T 6

293

FISIKA RADIASI

ILMU KIMIA

1r'

Radiasi ion
t3f Dd

Ur

Elemen

.l: Dosis./ adalsh sualu nilsi Ysrig bolhubungan dcrlgon msssa ],, misalnys
)V: Ilz adalah emrgi radiasi yang dipedukan untuk ioni$si' Satisp
oss8ngan bn dalam molskul Grar8 mornodukrn anorgi

jmassa

= Q/n.

dN

t38
r39
r40

t4l

It" = 33'7

aluminium
antimoni

re
lMustan satu aloktron: t s = 1.602 x l0 "U As)
(t stokrronVoh:,
1.692x10 r0Asx t V- 1 6O2tl0 te4

"rz{ sdalah

jumlah atom dari sobuah substsnsi radioaktil yang

I x'
- 1 ci - 37 r ldbql
dN/d,

--

arsen i k

AS

barium

Ba
Be
Bi

berilium

Setuan: bq {bocquerell ['l curie


1 bq adalah I psc0han (dsintsgrasi) atom radiokatif per detik

r42

Oclrd.I:Jdekademi/kemrosotanl \ - tn 2/7't/z
Sep6,uh hidupnys adalahf%,wlktu ysngdiam'bil untuk satengah dari massa

biSmut
boron

ra-

19

19
27

3
40
4?

21e

r34

3x10qa

55
55

137

30a

12

411

8B

226

1600 a

5 3a

90
92
94

232

60

3B

90

29a

53

r3l

8.0 d

14x10ea

4'5 x

238
239

10e a
24000 a

Simbol Yang
1 ,7r, seoarun massa hidup
,[ : massa (satuan dasar)
: nomor atom-alom radioaktil
ldktorkualitas
.y-dalrsrnarx
^/'
q 'l ...20
untuk radiasi lain
konstania ionisasr untuk tenunan tissue
untuk tulang
/e = 33.7 V)
konslanta ionisasi untuk
h-

4:
144
145 / :
r46
t al [ :
143

udara

satuan yang digunakan

r48

n: ampere I c: coulomb I J: ioule

- ll't

q=l
l- lt
I=(...4)^

a: annum (l annum = I a = 31 56 x 106s)


d: dies (1 dies = I d = 86 400 s)

torh.dlp rsdiosi (ekuivalen dosis):

Pada tahun 1982 penduduk Jerman

rata-rata telah torkena ienis radiasi berikut ini:

/l

dalam

msv
1t0
untuk kepentingan pengobatan
radiasi tiruan yang lain'l

*) yang diizinksn monurut hukum


2)

294

iumlah proton dan neutron

50

<lo

s30

bromina

Br

kadmium

cd

kaesaum

U5

kal.sium

Ca

karbon laran s)

12a

Sb

'121

argon

Aktivhas,4j Akrivit!3
meniadi borsnt8ktn po, satilsn waklu

A=

26 981 5l

AI

serium
kh lorina

Ce

khromium
kobalt

Cr

tembaga

erbium

cl
Co
Cu
Er

fluorina

gadolinium
galium

Go

germanru m

Ge

emis

AU

helium
h idrogen

He

indium

ln

iridium

lr
Fe

kri

Kl

137.34 | nitrogen

Nb

9.0122losmrum

Os

208 980 | oksigen


,0.811 | paladium
79 909 | fosforus

o
Pd

'106 4

Pt

,32 905 | porasrum


40

08

lpraseodim
12 01 12J radium
140 12 I ro.lirrm
35 453 lrubidium
51 996 I rutenium
58 9332lsamarium
63 54 lskandrum
167 26 lselenium
l8 998a1 sil ikon

I5725 lperak
6972 lsodium
72

59

strontium

847 ltrmah putih

207

l-t

magnesium

t.,{

man qanes

&1n

merku ri

l-i

molrbdenum

Mo

6 939 | vanadium
24 312 J xenon
54 9381 I itrium
200
| seng
95
lsirkonium

19

luranium

59
94

11

u = 1.66 x l0-27k9)

02 905
85 47

0t

l5c 35
44.956
78 gti

Se
Sr

Ag
Na
Sr

Te

80 I titan ium
,138 91 ltunqsten

40 907

226 04

101

008 lteluflum
1'14.82 ltalium

55
83

39 r02
1

FU

904.1ltorium

9994

Sm
Sc

196 967 lsulfur


4.00261 tantalum

Pb

u : satuan massa atom

Pr
Ba
Rh
Bb

195 09

iu m

906
0067

3u 9738

tt2a0 lplatinurn

litium

56.71

92
r4
190
1 5

lantanum
timah hitam

144 240
20 183

1922 ltulrum

La

Nd

39 948 lnikel
74 9216lniobium

126

besi

dalam

Ne

iod ina

pton

neodim rum

75 lneon

tom

srmbol

TI

Th
Tm
Sn
Ti
U

Xe
Zn
Zr

28 086
/.87C
22 9898
87 62
32 064
0

180 9.18
'127.6

204 37
232 038
1 68 934
1 18.69
47.9C

183.85
238 03
50 9.12
131 iiC
88 905
ri5 3'/'
91.22

ILMU KIMIA

ILMU KIMIA

Bahan kimia

Bahan kimia
laniutan dari U2

lstilah-istilah kimia
nama

kimia

dagang

dagang

acetone

(cH3h co

acety I ene

c3H'

amonia

ammonia

NH:

(hidroksida) amonium
an ilin
bauksit
tepung pemutihan
vitriol biru

ammonium hydroxide
aniline
hydrated aluminium oxides
calcium hypochlorite

NH.OH

boraks
menteqa seng
sulfat kadmium
khlorida kalsium

sodium tetraborate
zinc chloride
cadmium sul{ate
calcium chloride
caloum carbide

ascton
aseti

karbi d
asam karbol

clioksida karbon
karboru rrdum
potas kaustik
soda kaustik
kapur
si

nabar

0th er

garam pelengkap atau hiPo


garam glober(glauber)
gliserin atau gliserol
grafi

vitriol hiiau
gips
gas pemanas

asam
asam

hidrokhlor
h idrofluor

sulfida hidrogen
khlorida besi
sulfida besi
gas ketawa (laughing gas)
sulf ida timah
296

copper sulfate

c6H5

batu kapur

calcium carbonale

magnesia

CaC03

magnesium oxide
melhane
plumbate

CH.
2 PbO PbO?

nitric acid
ortho phosphoric acid

H3PO.

minimum atau tirnah


asam nitrik
asam fosfor

NH2

al2o3 2 H2()
CaCl (OCl)
CUSO. 5 HrO

Na2BrOT 10

ZnClZ 3

H2O

H?O

cdso.

HNO3

polassrum carbonate
polassium bromido

K2CO3

potas khlorat
potas khlorida
Potas khromat

potassium
potassium
potassium
potassium

KCt03
KCI

chlorate

chloride
chromate
cyanide

KBr

K2CrOa

KCN
K2Qr207

asam prusi k

Coe

pirolusit

potassium dichromats
potassium iodide
hydrogen cyanide
manganese dioxide

src

kapur mentah
potas prusiat merah

calcium monoxide
iotassrum lerrocyan.

CaO

ammonium chloride
silvsr bromide

NHlCI
AgBr

silver nitrate
calcium hydroxide
hydraied sodium carb.
sodiun. oxide

AgN03

asam belerang
garam meja

alnorphr/us caro0 l
stannous chloride
sulphuric acid
sodium chloride

dempui timah

staonrc

SnO2

CaC2

sodium hydroxide
calcium carb'onate
mercuric sulfide
di-ethyl ether
sodium thiosulfate
sodium sul{ate

NaOH

sa la

CaCO3

bromida pera k

yceri ne

Mgo

Potas karbon
potas bromida

phenol
carbon dioxide
silicon carbide
potassium hydroxide

crystal ine carbon


ferrous sulfate
calcium sulfate
propane
hydrochlorid acid
hydrof luoric acid
hydrogen sulfide
ferrous chloride
ferrous sulfide
nitrous oxide
lead sulfide

merah

potas sian ida


potas dikhrornat
potas iodida

CaClr

rumus-rurnus
kimia

kimia

gas marsa

c6H5otl

gl

Us

KOH

mon

ia k

H9s

nitrat

(c2Hs)3o
Na2S2O3 5 H2O
Na2S04 10 H?O
caH5 (oH)3

kapur mati
abu soda
monoksida sodium

khlorida stanos

FeSO.

7 H2O

CaSO. 2 HiO
CrHe

HF

N:O
PbS

rea

timah putih

HzS

FeS

ielaga (soot

trilin

HCI

FeCl:

pera k

4 HrO

potas pruslat kunlng


sulfida seng (2. blende)
seng (chinese white)

ric

1oe

lo ret

h y ie

ne

urea

Lasic lead carbonate

zinc sulphaie
potass ferrocyanrde
zinc sulphidr.
zink oxide

KI
HCN

Mn02
K3Fo(CN)6

Ca(OH)2

NazCO3 10

H2O

Na2O

Snclz . 2

H2O

H2SO.
NaCl
c2Hct3

co(NH2)2
2 PbCO3 Pb (OH)2

ZnSO{

7 H?O
K4Fe(CN)6 . 3 H2O
ZnS
ZnQ

291

ILMU KIITIIA

Us

Reagen, Persamaan, Campuran pembekuan

Nilai-nilai

Rergen (zat pongaktif kimia)

pll

indikator
Log negotif dari konsentrasi-ion*ridrogon cx. menuniukkan

nilai

Pll-nYa'

pH =

nilai'
ul

-rog cx.

alkalin .+

v2
u3
u4

merah

fenolftalen merah

11

fenolftalen tanpa r rarna

basa

methiloranqe merah

biru$itam
coklat-hitam
uap putih

larutan
smonia
asam

Pem bentu ka

n nilai -nilai pH dengo n men

ggu naka n i ndi

kator-indi.

Pcrubuhan

lhimol biru

p{emetilhrno$o b.da
bromolenol biru

2,9
3.0

m.ihrl ilrggt

3,1

lilmot

3.8
4,4
5.0

brorn krerol hit!u


methil me,ah

wrnr

...2,4

meroh

kunirE

. ..4,O
. . .4,6

ma,th

irng0o*unrng

...42

koogo Frrrah

...4,4
...5,4

ku niog

biru

ngu

mdeh{nOu

merah.ir ngoa

mar!h

kurring-(lioggal

ku

bi

. , .6.2

niog
mc.gh

. ...8.0

mcr!h

(iin99a)-kuning
biru

...6,8

kun

ru

bromokreiol 6erdr ungu


qel6D

5,2

brom lenol nre.ah


bromothidlol biru
lenol merah

(nificl brru
Irool I t!lcn
.li..rin kuning 66

298

sedimen

Pembuatan bahan-bahan kimia

lndikator asam-basil

gelap

hidroksida kalsium

karbon

kator yang sesuai.

mtral merah
k/trol meroh
mett kr6ol merah

tanpa warna
merah

ds

u6
ul
uB
u9
ul0

corak warna

rn g

5.2 . . . .6,8
6.0 . .. 7S
6,4 . . . .8,2

iioggs luning

6,4. . . .8,0
7,O . . . .8.8

(biru

ning
kuning
ku

locrrh

merah ungu gelap


mer6h unlv 9elap
biru

u17
u18

merah ungu g.lap

8,0
a,2
'to o

. . .9.0
. . .9,6
. . .9.8
. . 12.1

k!n

rn9
ku ni ng

merah u.9u Oelap

tinPa warna
liuni69 n\uda

fierah{ n9!

rru

coklat 6uda'ku6inq

Hao

H2SO1 +Zn *Hz

+2HCl*HzS

FeS

Pb(NO3)2+HzS

2KC|O3
Naro

ZnSO.

Suhu iaruh

dari I

ke

+ CaCla + H2O

.
+
+

*PbS
*3Oz +
-- 2 NaOH
+ ZnS

ZnSOr
FeCl2

2 HNOg
2 KCI
H2SO4

Campuran
Angka-angka menunjukkan
massa)

ungu
1,4

CaOCl2 +2HCl +Cla

khlorin

hidrogen
u'19 sulfida hidrogen
u20 sulfida timah
u21 oksigen
u22 hidroksida sodium
u23 culfida seng

nggo.kun rng

kuning

r)a

+
HzO
NIlaOH +HCl
*NHrOll
+HzO -NH.CI
u14 hidroksida amonium NH:
+
+ HaS + Cds
H2SO.
u 15 sulfida kadmium
+ CaClz + HaO
CaCOs +2HCi+COz
u16 dioksida karbon

mirah
ii

digunakan reaksi

untuk membuat
u1? amonra
u13 khlorida amonium

u24

ll0

u25
u26
u27
u28
u29

+10

u3O

15

+8

0
0

-12
- 15
-24
-21

-39
-55

_78

4H2O+1XCl
1H2O+1NH.NOS

'lH2O+1NaNO3 +
(dihancurkan)
12 es (dihancurkan)
t.a es ldihancurkan
r metil alkohol

3.0 es

lNHiCl

* 1 NACI
+ 2CaClr.6HzO
+ 2 CaCl2. 6 H2O
+ I COz padat
299

Uo

20'C =65'F

(7o)

Na2CO3

92
86
80
76
63
55
45
35

10 H2O

u31

4 HzO
2 HzO
0 HzO

u. 36

KCt
(NH.)2SO1

NaCl
NH(N03

Ca(NO3)2
K2co3
CaCl2

u32
u33
u34
u35
u37
u38

Sisa

air setelah

desikan
nama

0.14..

0.25

0.16
0'008
0.005
0.003
0.002
o.001

Cu SOa

ZnCl2
CaCl2
NaOH

M9o

oksida magnesium
sulfat kalsium, tanpa air

0.000025

u39
u40

u 4'1
u42

At203
KOH

u43
u44
u45
u46

Pzos

u48

CaSO.

aluminium basah
hidroksida potas
silika qel
pentoksida fosfor

(sio2),

!47

Kekerasan air

r" kekerasap

t"d =

t9,c"o '
JermaJr+ l'o o .191lai,

l9 Tg

Mg-o

llair

1,25'kekerasan lnggeris = 1,78" kekerasan Prancis.


l7 8o kekerasan Amerika (1,00 ppm CaCO: )

=
Klasif ikasi kekerasan
o. qoo I sanqat lunak I
l
aoallun-ik
I
L.. 12od I sedikit keras I

tz.

rala I agak keras

18..30:dlkeras

di atas 3o"d I sangat keras

u49
u50

Contoh

-- o.

a=54Yo; b-92%;

cakanmenjadi 627o

Karena harus dilakukan pencampuran 30 pembagian bobot dari


a dengan 8 bagian dari b.

300

oc

aluminum brons
aluminum tuang
aluminum gulung

2.6
7.7
2.6
2.7

amber

1.0

600
1 040
658
658
300

antimoni

6.67
5.72

630
815

arseni k

4.5

1.85

580
280

bismul

9.8
2.5

200

209'4

0'904

0.17

1 560
2800

271

1.72

744

8.4
8.5
1'8
3.14
8.83

900
900

-7.3

63
2300

u52
u53
u54

bromin
brons (Cu Sn 6)
ore besi coklat
kadmium
kalsium
karbon
besi tuang

8.64

u55

7.25

570
321
850
3600
1 200

seflum
kapur

6.77

630

5.1

1.55
3.51

22.53

300

u51

r) 1 W/(m

2200

2970

barit
berilium
skala boiler
bora ks

127'9

700

barium

10.89

165
8.1

1.2...3.5

0.85S9 kcau(h m

113
113
1.0

910

64

765
439

2500

?]

kJ/(ko

0.385
0.385
0.92

0.67

92.1

o.234

8.9

0.63
0.854

0.532

58

0.92

0.46
1.02
0.13
0.80

0.37

0.58

K)

0.209
0.348
1.357
0.816
0.29

0'996
100
1 100

1.8

K)'=

K)2)

209.4

1.5

2.5
3.59

kJ/(kg

2200

704

wol tiruan

All(m k)r

0.80
0.436
0.904

440

asbestos

panas
spesifi k

tivitas

2600
2300

perunggu, tuang
perunggu, digulu
bata

u56

untuk air adalahlo

ti :ik
lumer laiuin

Subctansi

agate

sullat tembaga, tanpa air


khlorida seng
khlorida kalsium
hidroksida sodium

1.4

o.8

kelem..

baban
kg/dm3

desikator-desikator

Kelambabanppada t = 20" C
Titik mendidih l: nilai-nilai di dalam kurung menuniuk pada
blimasi yaitu transisi langpung dari keadaan padat ke keadaan I
Konduktivitas termsl ,1. pada r = 20oC
Panas spesifik c untuk jangkauan suhu 0 < / < IOOoC

Bahan-bahan pengering {desikan} untuk


pengeringan pada
25"c (77"F\. g/m3 air

r"teteast

KO"OtS't

Kelembaban relatif atmosfer di d^alam beianl tertutup

IL

padat

Sifat-sifat zat

Lembab, bahan-bahan pengering; kekerasan

larutan

,,

TABEL

ILMU KIMIA

K]

0.84

0.2388 kcat/{ko Kl

tirik

baban

umer

kg/dmr

oc

arang kayu

0'tt

khromium

7.1

tanah liat

1'8...&1

kobalt-

8.8

kokas (coke)

1.4

bqton bertulang

2.4
8.89
8.8

konstantan
tembaga tuang
tembaga gulung

8'9

r800
t600
t490

1600.
1083
1083

KC,nouK-

d]dll tivitas
termsl

oc

2400'
2500
2500

0.2. . .0.3

gabus'

intan
3.5
[3s4ol
350
bistk berrninyak 0.9...1.0 40...50
650
2ooo
duralium
2.4
ebon

it

650

15oO

amril (emery)
batu api
kaca jendela

4.0

2200

3000
2900

5
19.29
0.1

emas

grafit
es

besi batang

iodin

iridium
besi tuang
besi tempa
oksida besi

timah
ku

lithium

magnesium
magnesium,

W(m

r hr(ks

!02

K) =
K)

2700

3800
0
1460
t 13.5

4200
100
2500

2450

4800

7.25
7.6

1200
1200

2500

5.1

1570

327.1

184

74C

2.6

0'53

magn'esia

1063

2.24
0.92
7.9
4.95
22.5.

11.3
0.9. . . 1.0

lit

batu kapur

2.5

2000
700

3.?. . .3.6
1.7.t
1.8

Substansi

Klzt

manganese

7.13

0.8/t

marmer

0'88

mi[<a

69.4
0.1 84

0.435
0.84

mo'libijenum

0.8... r.7

0:88
0./t l
0.394
0.394

otmrum
oksida khrom

23.3
384
384

'0.05

29'1

10.2

kertas

0.7...1'1
0.9

o.47

0.96
0.88

ter

168

0.71

2.3

47...58
o.41
59.3
58
46. ..58
0.58
31.7
0.r 5

0.t30
2.09
0.49
0.218
0.134
0.532
0.461

0.67'
0.130

ngar

batu bara
platinum

1.35
?'t.5

porselen
potas

2.2.. .2.5
0.86

quartz/kwarza
radium
timah merah
logam merah

rhenium
rhodium

2.5
5
8.6. . 9.1
8.8

21..
12.3

rosi n

1.O7

karet mentah

0.95
1.52

rubidium

pasir kering

2.2
301.2

0.909
0.36

batu pasar

2.1 . ..2.5

1372

657
650

t110,

157

't.05

!500

70.. . 145

l.0t

selenium

silikon
perak

0'8598 kcau(h m K)

1)

0.238 kcaU(k9 x)

2)

i w(m

K)

4_..1.5

1.4

silikon karbid

52
900
44
1 560
1000

2930
30d

0.42
70.9

1300

1.336

3.26

0.08
110

1.9
0.36
0.80
0.54

52.3
159
0.13
o.24
70
0.8... 1.0

4400
762.2

'1470

2230
1 t40

9.9

950
31

75

r960
'roc. 30(
125
39
1 550
1500
?20

2300
5500
2500

700

0.92
0.80 |

0'092
0.381

71

88
o.32

1'30

58
0.58

0.20
83

2.3

233

,?
960

2170

15.2
K)

1.O2

0.r3

0"t.1

22fi

3.12
10.5

0'8598 kcsr(h m

o.7
127.9

0'38

0.2..0.35

688
2600

I kJ4kg Ki= 0.2388 kcali(kg l()

o21

0.28

't770
1 650
63
960

0.130
0.75

0.1.1

280

2500

125

1.5

r79

0.451

peladium

t.6

0.84

59

2300
1552

camp. seng-kuni

064

o.272

5'21
12.0

1'OO

0.81

145

a300

0.2
a.8
1.82
7.O.. .7.8
8.55

0.67

5500

2730

fosforbrons
fosfor
besi kasar putih

o8,t

2600

't152

pear (turf)

g-46
2.8

2s00

panas

spesifik

W(mK)r) k /(k9

0.35

8.9

0.52

0.04
310

2150

22.,t8.

ni kel

i62.8
1

12:1

2.8

parafi

0.92

oc

2.0...2.8

2.O

00r
1

lkonduktitik
lumer didihltivitas
, I t ltermall

kg/dm3

0./152

Ott 7

1.8

1.6...2.2

'beban

69

1.2..,1.8

elektron

glas-wol

.kGlem-

0'08.1

2700
31@

PAnAI

spesifik

W(m K)'l kJ/(kg

2980

Ze

Sifat-sifat zat padat

Sifat"sifat zat padat


kelern-

Substan3i

TABEL

TABEL

1 2I

,&7

0.3i)

0.80
0.7r
0.33
0.75
0.67

o.231

x)2)

titi

Substansi

oc

kg/dmr

batu tulis

2.6...2.7

saliu

0.1

sodium

0.98

Srang para

t .6...1.7

steatit

2.6..2.7

baia

kristal belerang
tantal um

ter
telurium

7.85
2.0
16'6
1.2
6.25
't

alder

1.7

2000
0
97.5

birk
lark

kayu pitchpine
kayu pockwood
kavu beech mer
kayu api merah
kayu api putih
kayu walnut

0.5
100
880

r26

007
1

17 ..58
020

455

2300
445
4100
300
1300

1800

10:0

38
0.17

460

1t5
2990

-15

54
0.19
4.9

14

1.3

2.5

0.65
0.75
0.65

0.15

.5

tu ngsten

19.2

341 0

uranium

l9.l

'r

670
133

vanadium
waks

6.1

0.96

1890
60

besi las

7.9

1600

7.5...10

300...100

=
=

6.86
6.8
7.15

419
393
419

0.8598 kcal/(h m K)
0.2388 kceY(kg R)

3200
5900
3800
3300
2500
2100
906
1 000
906

0.'15

0.15
64
64

.4

15.5
130

.24
.24

0.47
0.13

?.8

0117

31'4
0.084

0.50
3.43

54.7

0.515

35...70

110
'l40

038

't

10

1,17

0.38
0.38

aseton

079
079
089

kohol

153

ether

088
073
086

nrinyak

tit

qas

gliserin

kondu k-

lumer didih
I
I

tivitas
termal

oc

.C

16I

t18

-95

56.1

-1 30

78.4
80
50...200

54

07

oroform
minyak disel
kh

1.6

1.3

1.08

be nsen
bens i n

1.4

0.19
0.14

o
kg/dml

asam asetik
al

0.1 4

2.4

baban

Su bsta nsi

0.201

0.16
0.17

kelem-

0.49
0.70
0.1 38

0.75
0.85
0.75
'1.?8
0.8

2500
2500'

Konduktivitastermal I pada , = 20"C. Untuk suhu+uhu


yang lain lihat Z 15.
Panassperilik c untuk jangkauan suhu0 < I < 1OOoC.

K)2)

0.76
4.187
1.26
0.84
0.83

1.9
1.4

4.5

logam putih
seng tuang
seng tuang matl
senq oulung

kJ/(kg

0.14
0.12

232
232

Kelembaban Q.pada r = 20oC dan r = 1.O132 bar.


Titik lumer dan titik didih t pada r, = 1,0132 bar

1.6

I -Ls

Konditi referenri

panas
spesifi k

016

ium

W/(m K)
1 kJ/(kg K)

ry/(m K)'

r600

72
timah putih tuan(
timah putih gulur g 7.26

:ivitas
:ermal )\

0.55
0.75
0.65
0.75

ash

kayu mapel
kayu oak

ti tan

<ondu k-

lumer d:dih
t
t

baban
e

Sifat'sifatcairan

Sifat-sifat zat padat


kelem-

kayu
kayu
kayu
kayu

TABEL

TABEL

L 4 i

w/(m

kJ/(kg

o.17...O.2
0.1 37
0- r6

K)?t

2.43
1.80
2.1

0.r3

175

11t

1 2711

K)rr

6l

-70
-30
-20

panas
spesifi k

200

300
290

0.14

2.26

015
029

243

092 |I -s I175.3501 012


t05 -ta l.roz ' o50
I hiorornto, 1roc" r20
ose it, -szsl r9s: 233
I asam hidrotluorik
os6 -.2o Il---.--:ro ' ot5
lminvak cat
lminyak bakar
I asam
I lO"/"

314

oet
136
oB

I minvak mesin

imerkurr

lmethil-al kohol
asam ,ritri k

,.56rr

| -5 i3B0 4001 0126


| -:egl 3s7 | o4
| -ca I oo
I

uu I 026
| --ar I1150...3001
015

o.s4 I -?0

lminyak resin

perkhlor erhilen

lminvak

tanah

ether minyak tanah

r'62 I -ro
080 I -70

0 67

belerang 1 84
asam belerang 5O% t.ao
-10

21 1

kJ/{kg K)

110

-6

0 23SB kcat/(kg K)

o.1o

I1150rrs300, 0159

. asam

trikhlor-ethilen I tat

168
0.138
2.51
1..72

Ll-

1.,*y"L t"rp".,t- 087 r -10 I rgo I


I

209

87
100

1o
0.905
2.09

TABEL

TABEL

Lb -^ I
I

Kondiri referenri

:Kclembebrn e. pada r = OoC dan p = 1.0132. Bagi gas


tempurna 0. dapat dihitung untuk tekanan'tekanan
dan/ latau suhu'suhu yang lain dari: P = pl(R x T).
Titik lumer dsn titik didih t'pada p = 1 ,0132 bar.
Konduktivitartormal i pada t = 0'Cdan p = 1,0132tnr.
Urtuk suhu*uhu yang lain lihat Z 15.
Pana rpesifik tr,dan c,, pada / = O"C pada p = 1 ,0132 bar .
re. pada suhusuhu yan! lain lihat Z 1 3.

titik
didihl
,

kelembaban
p

Su bstansi

l.t7

udara,
lara., atmosf er
amonr
nonr a
gon
argon
gass da
dapur tinggi

1.293

0.77
1.78

12e

8l
334

-r893
- 210

185 9
170

145
135

10

267

di
Ji-oksida karbon
di
Ji*ulfida karbon

197

782

566

3.40

.t6 3

monoksida karb<

125

111.5
205.0

kh lor in

3 r7

gas lampu
eth il en

058

?70

hclium

hr

hidrokhlor

drogen

A[Iiffi

uap drr -'

'll

\^/

('" K) =

r kJi(kg K) =

0 0081

0.627
1.582 0 473
r 038 o 741
473 036
214 ll se
147 11173
5.20 lc tzt
0 795 lo soz

r11.2

848

o 013

252 8

0.r71
0.013
0.0088
0.030
0 046

14 05 9.934
0 992 o 748
0.25 0 r51
2.19 1 672

0024
0024

1 038
0 909

125

x gr)o n

19r 6

I8r6

z'ta
201

-;,,'
I ott
586
|

-2592

856

157.2

604
r53 2
16r.5

246.1

210.5

195.7

-2r88
- 251
-1877

?55
000
l l'1.9

01 598 kcal

0.1 43

-2689

82.5
2,:8.6
r

0.017

r82
112

{2

I I

103

0.50
0.60

aa,

sabu k

Lulir

0.40

beri

0 20...0.50
0.014
PE

-w

0.618
649

0 10...0.30
r)

0 40.
0 03.
0.30.
0.35

2I

PA56

3l

PE-w

r)

POM .;
PE-W
PTF E

puM

.'

PTFE

t poM

?)

.)

c6

EP

6l

:t

ctr
of
UO

010

006

o-

friksi statis

0.r r

0.r
010
0 0 05. ..0 1: 0.40...0 6(
018
0.08 0.04...0 1i
050
D.3r
U.IU
0.02...0.01 0 r8...0.2(
010
0.30l
0.20
o.sol
0,30
o.50
o.50
o.2...o.1
0.40
0.5( o.12
l.o2...o.10 J.5U...U.b(
0.1 'l
o.o27
).02...0.08 1.1 5...0.3{
0.10
0.1

.0 50
.0.05
.0.50
.0.45

0.50...0.70
1.035..0.05!
1 0.40 ..0.50

rro

i.:
lo
lq
keilng I g EE
Cf
IG *E
"o-

007

o.17 ..O.24
arpal

karet
, txton
tali rami (avu balok

PTFE

r63

Desr

0.08

0.20...0.40
0.r 5...0.35

li

tuan0

ba ja

0 015
0 0069
0 023

0.20
0.18
0.18

oak *
luan9

L ra:
bete;ns

1.05

r.26
0 r8

o7?
090

I
I

0.016
0.02

.-6l

oroni
be!' tuan!
bai.

oa/

geser I

friksi

0.312
0.75

34.0
210
103 7

3.74

nrlrogen
lksrqen
oz on
)ropa n

0'52

'1.54

neo n

o.o22

r .616 1 300
1 005 0.718
2.056 1 568

00.5
230
169.3
210.7

009

sulfida hidrogen
kriptorr
mcthan

0 018
0 02454

191 3

iso -bu tan


n1-bu tan

asam

306

-83
- 213
- 77.9

K)?l

,l

di atas

lbahan lkering

oak

c^lc"
kJ/(kg

Dahan

brons

spesifik

efr;ral l,

kg/ml
aseetilen
trl e

tivitas-

W/(m K)r

t Zl

Koefisien goser dan t<oeriiiCn rtatis

pa nas

kondu k-

lumer

Anska-anskafriksi

Sifat-sifatoas

0.10

i .l

--r-----T--r-

Friksi Canai
(untukseksiKl2danLg)
bahan di atas

bahan

r'aret ai atas aspar


karet di atas beton

lignum vitae di aras lignum

l"ls1n

I
vitae

baia di atas baja (keras: bantalan


baja di atas baia (tunak)
I
elm di atas tanah liqnum vitae I

peluru)

tuas

ri

dari gaya

o so

c.oOS..:oot
o

Oi

o.B

-roo
00 00
108 0

I o ors
II 0o oc86
016
I

o.oos

1.549 I 1.360

t_

O S"O
1 842

l0 d56

lr:ar

0.16 l0 097

%-

l, ,.lierfil6n dengan pl.slici.er


.l/ po;itat:Jfluor.thilan
i po:idm,da

rimrrhiten

(cont. Lupolen dari BASF)


(conr. T!flon C 126 dari Oupont,
(conr. Ultr6mir CA dari BASFI

(conr.HortailonC2SZOdariHorhrt):

0 2388 kcal/(x9 K)

307

Zr

TABEL

l_

TABEL

l;i'"::--iiJJli,"[31],

Tabung-tabung baja yang digalvanisasi, yang


sesuai

untuk penyekerupan (screwing) pada alur


sekerup pipa g.S.2
(Nilai-nilai terdekat untuk pipa-pipa

I
tr

kode warna
Ukuran lubano
.nominat (incli

Alur-alur sekerupper inc


Diam. luar pipa
Diam. dalam pipa
Luas al iran

iffiTi{:/,'*,fl
nom;nal (inci)

"

Pipa.pipa ba,n bekas


drpakai

ptpa.prpa

beri tuang

o
c
,e

iR

i-z
t6#

H+'
S,oa

308

3a

-l

G-

.t
oa
it
{

964

r3

$.eloos
lr,sJ se

sztbxn

r44;I;fr;E

lm

prps

dalarn m

I oenvetesaian d,gulung k#---qqr-G


"

f drasrnkan

(picktdl

;;i.

..

;,oo

I galvanieti bcrsih (pro.er cetup)


--' O,07. . O,tO

gatvanisli

komersiat

;;;;. .;,r6

luba,tg.lubang korosi sragam


ko.osi sedang, korsk ilngan

kira k(a o.1


O,l S. o.4
kira-kira ,,5
- 2. . 4
dibcrtihkan setelah dipakai tams .O.15.
Daru, penyelesian dituang kha!
.o,6
baru, diberi bahan bitvmen
.0.13
teiah terpakai, berkarat
.1 .5
bcilapis kerak [incruited)
.4
dibersihkao sereiah dipakai bebe
ral)a tahun
1,5
n jlai ralO-rata daram :rttalasr
untuk air kotoran di .lar8h urbao

sealang
peoserakan berat

'S
g!s .-?

3.5 17.2 21.3 26.9 33.7 42.4


12.3 ,6 2r.6 27.2 35.9
61. 1t9 201 366 581 r012

88

Pcngerdkan

=+

6.2
30

Kondrsi

frrpa.pipa baja baru


(komeryal d,surung arau
drtarik arau o'gurung
Enpa kompuh {seamrers}

.s

IL, lv, ly, Iy"ly,t1lly,irt-tt


?8
t9 ,t9 l1 11 I' 1t tr I t,
to.2

*, | *.
n|

',',1[:

tUfeaLi, pipest

Kekasaran fr
{menurut Richter, Hidrolika pipal

[!nlhil rl{n
ie^is Dlrin

(mm
(mm

sedang

_ biru, pada B.S. l3gg)

berk2r31 6srrt
PrPa-Papa

dilipat dan

dikJing da/i
oelat besi

baru

bar!

drtrpar

(ergantung dari
tenis dan
kualitEs pengelingan
kelingan angarr
t(eliftgin be.ar
umur 25 trhun, prpa keiinQan.
berkerrk E,rgat

kira-krra

O,l 5

ki.a-k;ra t
hingga g

KJ

aluminium

KJ

377 gliserin
6mas

braso
kadmium
bsi tuang
khromium

67 | fenot
335
?05 I potae
23 I peral
155 | belerang
l l.Tlrimsh outih

tmbaga

ethil,eth6r

147

176

46
126 timah
134 msnganas
243 morkurl
172 naftalin
,13 nikl

kobalt

,,

nbahsir

Is

\BEL

I
l---

Nilai-nilai panas

Panlt l.trn (htcntl d.rl full pJ a.tu.n mrax

antimoni

lTt

TABEL

Zrc

151 | campuran Wood

109

113
59
109

38
5g

gt'5
117

23,l lsong

,ui,.,., tilai

Koefisien line ar dari ekspi lnsi o dalam


I
hr=0...100 oc
uqn"n
,o-,1"'
.
bahan lo /10-61 bahan
|
I.,
larumln.urn I ?30 loer: tk

bismut I t: s llm. tl Jermsn I


f oerunggu I ra s ltim, rhl
I brons
I ', s lmol ibdenum I
I kadmium I so o Inite rl
lbesi tuang | 'os lb"i" nikel
I
lkonstantan J rsz l= in rar 36% Ni
tembaga I ro s lptat num I
I
I

KJ

lkJ
lks

behan

Is
alkohol
amonia
dioksada tarbon

hidrogan
morkuri

khlorin

nitrogon

blorsng

281

mthil

I0

terdekat.

42

2n

tldtdodft t r

anthracil
bllumlnous
brown coal
,u.neco coke
ga! ooka
non coklng
gctt, kcring

,krw, lcring

I kwh 310

3.0

Hu
3it.4
31.0
9.8

elkohol
luel oil

Hu

6.9

46'2
45.3

oil
alcohol

31.0

r4.6
palroleum

MJ ([h.l A!it]

42.5
41.9
10.5
2UO
40-8

c8t
hydrogen
methane
munlciplsl gat

9!r

s
r3

90

fseng

I coo

tsoc

llol2nl(n

tl.l
119.0
50.0

r6.3
tlo-9

{6.3

Jrv^-utu( semen tsolast


=

2 45

dc = ,l 90
oc = 7.35

N/mm2
N;mm2
Nrrnm:

rdqa

Hu

42.1

o
I
2 lsteatit
i 's8.5
o lbaia halu , lrz.o
f tim3tr pu rihl 230
t s frungsten
I ls

29

k,

dI rg

N.2

30.r
4)-2

t3.3

rrt8{olll

Zst cclr

arro-,

)nveksi alan riah pada ke< lua sisi)


bahan keteballan I apisan yang rr enq-isolasi dal ,m mm

Oc

Bonda padar

I=

P ada

misalnya rhermatit)

(nil.i

lporselen
o0
lgelas kwr rrsal O 5
lpera k
r

lrt lo-rl bahan lzito r


0 '5 lminyak t6 nah lo
|
I
lmerl :urt
, o t8 ltoluen
I toa
ether
I ro fminy ak terpen.l r ofair
I o.ra
t in'
Koefisien pemind rhan panas I : dalam
W/(r n, K)
(nilai-nilai

365

406
201

0
2

Ko.efisien kubik dari ekspanr tiT


dalam 1l K

214

503

r4

11

lr ;o-:l bahan
+
;toffi---]-fir6a
'rn.
Densen t0

16

bahsn

18

bahan

Panrs blan pangulpm par StJan mutr


pade 101.32 kN/m2
1: 760 torr)

panas

3.7

3.5

2.4

1.2

r'6

0.7
0.9

1.7

l'0

|
I
I

ls.B

5.3

mi- I I
neral,busakerzs | 411 211 t5
tembokkavu
I I
tt
wer Kaca,

l100lt20l2s0
4.3

UrOt

ri
,r! ,,l

o.7

o.4

;;;;;';"';",s"nal
setonkerikil
betonsinrel

)ataill

I
I

ns

kl"

r
I

p, J
I
I

2.4
a

11.8i1.7

r lso

0.5
0.7
o.7

ls'

ls.a

2s

t2.9

zo I , s

tz!r.aI

t,,

)enyepuhan (pernis) gEnda arau


trga kali
endela tunggEl, didemoul
endela ganda, larak-aatara 2O mm,
didempu I . )
endeta ganda. iarak-antara l20
'.
-;;;;;;;rl
genteng dengan/tanpa r"-Urng'rn-pa
k iIi'
,tap

't.4

r.0
r.3

2.6 atau r.9

5.8
2.9
2.3
Ir t.(
t.o/5.6
/5.8

iuga untuk jendela-jendela dengan celah-celah


udara yang di_lak
31,,

TABE L

TABEL
Nilai panas

Nilai

Panas spesifik rata-ratacaml' UerilaOai gas dalam

Konstanta gas R dan massa molekuler M


J

bahsn

asetilen

319

26

udara

287

29
t?

488

44
28

189
297

Is'T(

lsTamonia
asam arang
monoksida karbon

ln kJ/(kg K) sebagai sebuah fungsi dari suhu

'c

0.17 x 10-8 | tembaga, dioksidssi


perak dipernis (Polishl
0.23 x 10-8lair
aluminium diPernis
0.28 x lo-E I kaYu, dikotsm
tembaga dipernis
0.28 x 1o-8 | Porselen, Pernis
perunggu diPernis
028 x 10 slkaca
seng dipernis
0.34 x 1o-8 | Pekoriaan bata
besi dipernis
0.34 x 'lo-8 lieloga, mulus
timah putih diPernis
t8np8 pemrs
aluminium tanpa dipsmis J o.4o x 1O-8 | song,
o.ao x 1o-8 | besi, tsnpa Psrnis
nikel dipsrnis
hitam
1.25 x 1O-8 I Prmuksan
Oerunggu tanPa Pernls
3.66 16-el absolut
ss

297

28

100

1.041

260
130

32
64

462

18

200
300
400

500
600
700
800
900

w(m2K1)

1000

3.60 x
3.70 x
4.40 x
5.22 x
5.30 x

10-6
1o-o
1o-8
1O-8

10

0.31

20
30
40
50

o.72
1.53
2.61

3.82

r) 1 N s/m2 = 1 kg/(m s) =

312

20

50

0.079
0.170
0.310
0'430
0.630

0.020
0.033

Pas = 1000cP

0.061

0.072
0.097

r.075
1.087
1.099

1.r10
1.121

26
1.1 43
1.157
1.1

100

200
r 300
r 400

1.r70
1.183

x
5.30 x
5.30 x 1O-8
5.40 x 1O-8
x

2000
21 00

5.30

5.67

1o-0

2300
2400

100
0.005
0.007
0.010
0.012
0 015

1.016
1.043
1.067
1.089
r.1 09

2500
2600

2700
2800
2900
3000

H2

14.38
14.40
1 046 o.9122 14.42
1.054 0.9510 '14..t5
1.064 0.9852 r 4.48

500
1 600
1 700
1 800
1 900

10-8
10-6
1o-8

Viskositas dinamis mlnyak motor dalam


oC

0.8205
0.8689

1'039

2200

, d8l8m

CO,

Konstanta radi8si C Psda 20o C


C
W/(m2K')

CO

4124

hrdrogsn
nitrogen
oksigen
asam belerang
uap 8ir

Zfi

Panas

173

l4 5l
14.55
14.59
14.64
14.71

14.78
r 4.85
14.94
15.03
15 12

H2Otl
r.858
't.894

1.039
r.041
1 044

1-918

t.049

'1.946

1.057

r'874

1.975
2 008
2-041
2.074
2.108

1.067 0 9925
1.078 1.005
1.088 1.016
1.099 r.026
1 't08 1.035
1.',t 17
1.043
1.126 r.051
1 134 1.058
1.1 12 1 065

15.30 I 2 331

1.r6p

10t7

1.17 4

1 083

r.r8l

r 089

1.186

1.204
1.209
1.214
r 218
1.222

l.24

r5 65

I
I

0.9084
0.9218
1.035 0.9355
1.041 0.9500
1.048 0 9646
't 057 0.979r
1.031

1 071

1.233

r.230
t.234

1.026

60

r.198

.192
.192

2.437
2.461

15 74

15.82

2.485

5.91
15 99

2.s08
2.530

1 202
1 207
1.211

1.275

16 07

2 552

1.281

'r614

1.286

16 22

Or

1.1

1539 | ?359
1548 I 2386
1555 i 2412

1.249
1.256
1.253
1.269

N,,,

'ts2't 12302

t.2?5

1.108

1.137
1 145
1.153

193

226

r.098

2 208
2 ?40
2.271

1-087

l.'t 18
1.t28

1.r86

160

1.066

1.076

2.142
2.175

1.195
1.206
1 .216

N2

pure

r6 28
16 35
16 42

'r pada tekanan rendah

| 1.21s
2s73 | r 219
259411223
2.6tq I t-zzt
2 633 I r.2so
2.6s2 I 1.2s3

094

Il80I1099
I1 104

1.'r86

Soz
0.607
0.637
0.663
0.687
o.707
o.721
0.740

1.o04

'r.00,
1.013
1.020
1.029

1.03i
1.050

o.754

1.061

0.765

1.O72
1.O8?

o.776
0.784
0.791
0.798
0.804

0.8r0
0.815
0.820
0.824
0 829
0 834
0.837

1.092
1.100
1.1 09
1.117
1'121
1.132
r.1 38

1.t45
r.15 r
r.r 56

r.162
1 167
1.172
'I,176
1,r

8r

t.183
1.189
1.1 93
r.r 96
1-200

r.203

2t

diiabarkan dari udara


Perhitungan angka dinyarakan dalam E. Schmidt:
Einf Lihrung in die Technische Thermodynamik, Terbitan ke-l 1,
GottingeniBeidelberg: Springer 1925.

313

TABEL

TABET

Nilai-nilai panas

Nilai-nilai panas

Likuida/zat cair
cp

Subtansi

0
20
50
100

oktan

CEHIS

2.131

0137

2 093

3241
1 786
1201
701

22-5?
16.63
11 90

3.454

0.183
0-177
0.173
0.165
0 152

3?6

7-41

1.78

0 144

7.79

1.821
'1.968

0134

649
436

806
789
763
716
879
847
793
66r

0
20
50
100

885
867
839
793
672

2@
0
2A

50

glycerine C3HsO3

2.232
2 395
2.801

't.612

0144
0141

1'33

383
1296

1.37
1.48

695
636
609

4.45

-50

461

281,7
134,6

0.127
0.108

1.717
1 800
1.968
2-617

1435
1

0
?o
50

merkuri Hg

'!020
714

958.r

719

50

minyak isolasi

357
175

0 5620
0.5996
0.6405
0.6E03
0 6685
0.144

100

minyak poros

6.99

547,1

4'1 81

206l

200

ammonia NH3

13.44

1002,6

4.217
4.182

988.1

738

SOo

1791 ,8

999.8
998.3

8&,7

100

sulfur dioksida

Pr

-25

0
20
50

toluene CTH8

l@rl

2@

-25

benzene C6H5

4.215
4.494

ethane CaHsOH

r,

261

773
586
419
269
133

865

o-?12
0.199
0.177

368
304

2.31

234

196

o.547
0.540

317
169
138
103

2.fi

o.124
0.108

1.85

13060

168

100

852
820

2.06
2.19

5490
2000

79
32

2A

866

609

60
100

842

20

ammonia NH3

0.521

o.477

818

2.8

3 t08

482
125
60

13546

0.139

1558

0.02

1260

2.366

7325

5.1 06

t241Al

2r.60

4{X)

1.O% 0.039
't.0,69 0.053

25.70
32.55

-30

2.r99

0-o2.

12.28
13.75
14.98
18.59

0-030

%.02

0.76

12.3
13.4
16.8

0.72
0.69
0.69

og7

2N

1.120

0
25
'ro0

3i3

0.473 00081

2.87
2-29

o.477
o.494

o.oo93
o-o12

0
25
100

0.76
0.70
0.56
0.44

2.056

oo22

2.O93

o.o24

1-7U

1.4U

-fl)

nltrogsn

N2

1.41
1.29

1.03
2.88

2.il

Ksterangan simbol lihat O

314

11

0.047

0.90s
0.913
0-934

o 024
0.026
0.032
0.039

16.3
19-2
20.3
24-3
28.8

0.586
0.607
0.662

0.0086
0.0099
0.014

11'7
12-8
16.3

2.219 0{33

2.11

0.7r
0.70

070
069
o68
o65
0.78
0.78

0'78

o.n

o.s7
0.86

0'8it
0.73
0.71
0.71
0.71

0.80
0.78

o.n

0
25
100

1.23
1.13
0"90

oo24

16"6

0.72

0.026

0.71

m0

0.71

0.0i!7

17.8
20.9
24.7

0"t

0
25
100
200

007
o05
$0049

0
50
100

0.0830
0'5974
7.865

mo
K6t6rangan eimbol lihar O I

0.09
0.08

r15.255

30,0

r)

2.366

9.30
't0.0
12.8
16.5

081

0
25
100

-50

titik i6nuh)

0'013
0 015
0:016

1.75

0
25
100
200

diokeida.O2

0025

0.800
o.827
0-850
0.919
0.997

1.951

200

3.?2

1.44
1.26
1.10

1.012 0.(E2

0.735
0.517

0
25
100

414

561

diokaidaCO2

7.14
5.55

2.09

o93}

16.15
17.10
1 7.98

100
200

11.11

o.0n
1.@7 0 026

1.275
1.188

1r3

0.136

-m t3n
m

37.O7

87't

2-A

udaio, koring

4.62

593
4-U

'l

Subrrrnsi

0.90
1

4.74
5.08

20
50

Gar (pcda l(XX) mbrl


t

0.031

0'70
.0.74

13.50
't4-05

0.141
0.171

7.U

0.70

14"u

8.41

0.18!

069

14.41
14.41

0.211
0.249

8.92
10.4

0.71
0.71
o.71

1.864

0o16sI

'12.2

9.22 11.(N1

| 10.62
0{248 I 12-%
0.0203

10.999
11.@7

0.0391115.7811.168
6.144 00718119.7411.688

l
315

r;

oo
;i ::

g;o G'oc

og
!o

/a

o
f
5 @

f
o
I

l
r
o

o
J
o

'(,r ;' o
c

c d
f o
C l
x s

o_

3g f

o.

-ll

p. N]

:.
)

i.

Matrlal

080 A 47

4i
SAE

lJ42o/l2lASTM

708 A

530 M 40 ASTM

SAE

080 M 50

40

4140

51

A 322-76

1045

1044

in"r ez

o
o

o
l
D

{N

oo

oo

91 91

PP

NO5
ooo

oa
oo

9)

o
o

CSlatsn: Kokuston torgantung dari diamote

an
6- ox
o
)( -o
\o l
@c
u9 ,l tf

tu

A 283 Grado C
A 20
A 28,{ Grado D
A 22
ASTM
A 5?2 Grade 55
M 30
A 572 Grade 65
M rto

titH'J':l[3

a6
sf
oO g=,
T
<y,F

o6l
cE

iil

SAE

050
060
080
080

Matsrial

.t
9=
I

Sts nd8rUSA

6oJo-18
278e l!:1600/3 lesool ao-ss-{o
| roo-zo+s
lBlzoorz

Bs

s7N2-

BS

BS
970

iit

cE

E-

Stendsl .BS

-{rG AA
:,
[- oo
Oo o
o),
qo qa 6

o)

(r)

4oo
600
7oo

000
900

700 450 770 26( 400


l6c
450
400

C-oo

eq

0-O

o
-'
-f

(o

o
-.{
o
=G
,82.3

33
06

rr

oo

ut

OE
oo
fl
@@
oo
33
oo

oo

oo

eg
EEq] d'z
3

d o=tr1

3q;i F:.3
o

A oa
o
o =

cc c
xxx
ooo
ooo
@o@
oo o

:;;
fff
Aq =,6 66-H
o=-P
f.?o
7
c a, !!.r B-r
c s:
rc -=lo =o oro 3

:i#3
Ed:q

=re-l
Colrr

,f

CC

; =s'
I 3 3P;
oo f

o
J
o

320

| 2so 11301230i2101360 11201


I 380 1180132013001s10 1170l2e0l
i 440 lztolsaolssoloco P001340

750
650

130

clf

<d

If

a.

@O

OG'

o
o

oo

o6
oo

6
o

oo

ON

r<^r

,-l

{@
@
IC

of
5@
.,e

ooo

o
'ol o!
c 6, co
;lf,l vE -O
6s
xC

40

tlo

40

CL oi

\c_

T<
r8.

tr
r
2.

o-

g>
=E
;m
-' t-

2.

3
o (D

o
o 2.
d oa
3 o

*.

=
o,

o,

cr

o,

q,

,
o
=
J ,

f d3
=N
3 a'-- L=
-o
6
=
q,

gk3
g5

3
3N

o)

o-E

'"i
5@

o
F
CJ

=
g.

P.

o,

r
O- (D
A'O T
fx o c
o

lF

fEz -(a
Oo-

i'.e

CL
g

*=
o.<
3a 3=

:,

o
o

(D

>40...=100

>16...<

>16...s

>40...s10!

>16...<

<16

<16

d
mm

Memungkinkan sebuah laktor pengaman untuk stress-stress yang


diperbolehkan (lihat P 2 dan P 18)

khususnys baja yang diproses dengan panas.

t).

165000
170ooo
18soo0

205 000
205 000

207 000

205000

550 400 690

290 390 350 530 t70 210


260 350 310 520 170 210

430
370

650
630

205 000

660

r90 210

300 365 330 510

360

670

2't0 000

900

t00 1 rl0
180 275 200 350 t20 160
210 295 240 4'10 t40 170
250 335 280 170 r60 't 90

21 0

150 235 170 290

p*

235
275
295
335

I p,ulpo,^l

340
410
170
570

Rpo.: p,^

I Memsi I bengrol torsi


lorsi I
AIU
AIUIAIUI

Komore-

000
210000
21 0 000
210 000

R";

stress

0 2 proof

pstah

Rm

|
I
I

Kskust an tarik

(skuatan lelah (fatig uel

t8s

slsstisi

Modulus

Titik

Zfi
T.k.*;

TABE

TABEL

EE.r
ge I !*5

st 52--3

050 A ?0

tam'

o
N

gEe

E9

P;6."
cLO.

besi sinlel
(dibuat briket

besi sinter

(OEvA mtal)

politetraf luor ethilen

90')

prrr

+ timah

brons

(GLACIER.OU)

0.5...5

tanPa geser: Memungkinkan nilaifiaksimum


Umum,
-"ir""lJ permukaan
ii,irt parah kotpteii pada bahJn (o1r1= Rc) Tetapi nilaiiiirii^irt pb vans baik adalah lebih rendah'
.
I Nilai'nilai normal p di bawah beban-beban
Eahan I ' uJu." -uti r bebln turun-naiklbeban'mendadak

rt

8-

8
o

a?
-.E z"

dr

o
o

.9.=J

PS

6
(o

ab
g

ng

6
c,

cy

=-

oE
6 E.

ta

o
ta
t)

8
o
:

o
1/)

t,

co

L,

E E

t.E
{c
to!

d 8
6

[;E
.s

.!r

o
o

8
o

o
6

o-r

-rE-o
<c{
:

o o

: I :u;

a;

E'i

I
!t

o
o 6o o
o o o o
6

o
0
o

-o

c
o
E

!o

o
C

o
C

rs;

'-O-

; ot

o
o

o
J

5o
E

l=ot
E
E

.E

o
J
o
o

E
I

Es!
o':
c&t !
'ir.:
8- i

"6

ETE

e
!
J
o
-9o
^ro
c.9
oo
tr
oi
oo

89

(o

EB
J'E
tgE
66t

6!c @
ctl
o
o
o

C?

Eo

9E,:
o.s

o
6

$v
.n

,E

<0.005

l'

333
9;rb
5-O

! o.--(J

termasu

20

Pq

o
O@-

(t
d)

tr

putih grafit

iE(E
-oo z

o
J

brons timah

C o ^E

FJ

brons sinter

19
E

G'

";
or

2)

Bahan

Bahan

II

(o 15... O 17)

bahan
(lihat q 13)
Tap dan bantalan, pelat bantalan
Pelumasan hidrodinamis lihat q 47
dicat;t[
Pelumasan campur, ,o'o,'ptt'io"r.uk dikeraskan dan

rem

Sifat-rifat dari bahan frikri

gedung DtN 1050)


Tekanan bantalan bautpasak (Konstruksi
.p"- I .91L",,i= f='
beban utama dan

I .c

Data untuk kopeling (ctutches) dan

Nilai kekuatan dalam N/mm2


k""t"k yr;i dii.inkan Po dalam N/mm

''"i.;;;;;;;i;i;;;;;,-l- u.r,"" |

$$E

qaf

o
o

o oq

o
N

C.,l

...J .'E

ce+

o a D
!
G 0
o

x [H
n ==E

!o

-o

c
o
I

o
c

(9

o
G

o
G

-G

y=
6J

{{E
rat

E leoo
2l
c lroo
.l

-t

ust,l
tUSt O,t2,

Et,*

zltoo
EI
GI

lsoo

8
ot

alu

bl*n
cl

.9
.s

perunggu- 58% Cu

4oo

.9

al
t'
o

400

3oo

t
E
o

1oo

!
lo

z
!E
o0,s '1,0

+9
',roo

z
c6

lrzoo

200

1oo

0,5 1,0 1,5


49

2,0

600

z
E

:o

300
50

.g

.!

untuk blhr;-b.han lain lihat

320

vol

0.941
0.r 3
0.087
0.5

lunak
el

lo

nikelin
platinum

2.08
58

timah putih

?.71

2-A

0.1il

perak

45
o.r 25

9
62.5
8.3

0.016
0.12
0-059

17

0.06r

ba kel

it

kaca

marmer
mika

,6.5

bahan

C! cm

1or.

pleksiglas

lots

1or5

pol i sti ren

lort

1or0

porselen
tu ambar pres

kanit
air, didistilasi

1o!6

IOf

minyak parafin
waks parafin (murni)

otr

10rt

Koefisien suhu

50

0 0,s 1,0 1,5


+9

2,0,

o
o
o
i5

02o pada

o20

Or.

torr
l07

aluminium
peru nggu

karbon
konstantan
tembaga
perak Jerman

t=2O"C

bahan

llK or'lt"C

grafit
w : onorgi regangan pcr satuan volume^ ^
3200

o'423

merku.ri

Qcm

100

1,00

manganes

0.10
0.48
0.o172
0.369
o.0?22

10

1.8
23
2.37
1.063
7.7
1 1.5

Resistansi listrik p dari isolator

tr

13.r
0.025

8.00

t
o
tr

o,so 0,?5
0 025
49

gmas
grafi t

50

o-076
40

0.r0
0.208
0.0435

co

200

E
zoo

konstantan
tembaga
ak Jerman

l7
't4

f,) mm2
m

{murni}
imah

0.07r

besi tuang

khromium-Ni-Fe

bahan

m
36
2.4

0.417
0.0s9

qoo

perunggu- 63% cu
kadmium
karbon

o
(,
o
o

8oo

i,

0.0278

antimoni

i.l

50

13
I rooo

I,0

E
z
E
o

-:-

400

E
loo

Al HgSi tott

ol r,,,,,

u.
EI
l
o

t,U
i

1,5

I-t

ai,

E
zoo

elY

Qmm2l

bahan

El600
tt

Resistan3i spesifik listrik p


konduktansi spesifik 7 dari pengantar pada I = 20oC
,|

ar

tt rlra,llttt

looo

Sifat-sifat listrik

wdan kekurtan hasil (yield strengthl

.Il

l
.E

TABE L

TAEEL

Zzo

kuri
lunak

+ 0.00390
+ 0.00150
- 0-00030
- 0 00003
+ 0.00380
+ 0.00070
- 0.00020

timah purih

:0.00Od1

Seng

ikel

nikelin
tnum
perak

a7o

1lK

or lloc

+ 0.00090
+ 0.00660
+ 0.00400
+ 0.00023
+ 0.00390
+ 0.00377
+ 0.OO42O
+ 0.00370

TABEL

TABE L

Sifat-sifat magnet

Sifat-sifat listrik
Konitanta dielektrir e,
3.6

atmos{er
bakel

I,-rlttn rnadx

mafnaf L dan permebrlitas rolEtil e,


sbagai sobuah lungsi dsri induksi g

bahan isolasi

bahan isolasi

it

kompon tuang (compound)


kastroli (caster oill
ebonit

3.6
2.3
4.1

kaca

?.5
5
1

9utaperca
kertas keras (laminated)

4.5

isolasi
kabel 1sg3ng3n 1i6991
isolasi

4.2

kabel telepon
marmer

1.5

mika
mikanit
nilon
kertas minyak
minyak iaitun (otive)

5
4
3
2.X

2.2
2.2

danrar fenolik
pleksiglas
porselen
papan pres

45
35

kwarza
sirlak, embalau
batu tulis
karet lunak
I

minyak mineral translormator


minyak nabati translormator
terpenten
fiber divulkanisir
vul kanit

kadmium
kobalt
-271 nikel
-237 timah putih

polas
kalsium
sodium
magnesium

berilium
aluminum

-r85 timal'
- r.66 hidrogen
-

manganese
seng

khromium
tu ngsten

besi

'l Antimon + O,1O


") Fluorin + 12,87

322

2.93

-.?.8?

1.19

tembaga

- 0.76 pera k
- o.71 merkuri
- U'JC platinum
-058

I-oor

emas

tesla

gauss

0l

o2

3.5

0.3

04

2.2

I as
lzz
| :'

30
60
80

I 250

't00

0.5

000
5000

650

06

120

6000

2'too

'140

o7
08
09

7000

3600
5300
7 400

170
190

3280
3350

230

2690
2360

9500

295
370
520

355
460
660

2240

63
49

445

29000
42000
65000

36
29
't8

750
1 2s0
2000

380
890
600

820

500

260
495
265

8500

150

13 100

'!03

10
13

l2

'1.3

1.4

15

-0.r0
-028
-023

't.8

-C l4

0.13

0c0
c3J
0.80

= 085

-r50

*o

1 000
2000
3000

740
980

voll

bahan

voll

r=+

2.5

loo

air

Seri elektro-motif
(selisih potensial dalam hal elektroda hidrogen)
bahan

rt0-36w
kg

it

baja pelat dan baja ikat

besr tuang

3.2
3
4.4

polistiren

s-tea

baia tuang I dinamo campuran


(alloyBdl
dan dinamo

22

belerang
tefl on

kertas
kertas, direspkan
(impregnated)

minyak paratin
uiaks parafin
minyak tanah

1.6

8000
goori
't0000
11000
1 2000
3000
14 000
15000
1

2650
2650

2980

tB0
310
410

9390
6350
5970

65

4900

90
125
170

220
280

t10

'l830

8,5
25
40

2250
4

4420
3

810

3280
2900
255A
r 900

6000
7C00
18000

3500
7900
't
2000

1.9

19000

19 100

79

39

2.0

20000
21000

30500
50700

52
33

11

2.1

2.2
2.3

22000

130000
218000

13

23000

1.7

1
1

limit praktis

2l 500

67

Cantan:P 1.0 lihatZ 24


323

TABEL

Nitai-nitaipenerangan I -L 25

TABEL
Sifat-sifat magnot

(iluminar
Nilai-nihi penuntun untuk pemborian cahaya (iluminaril
f, dalam tx - lm/m2

Sitat-rifat pelat dlnamo

- II Hanva lPeneranoan umum dan


stau
k--husut
penempatan pen"rangonl
I .i"
lbanoku lsli6lumum
l(esar I
r0o
50
N
bengkel sesedanE I
r@
200
500
ruai dengan
3(x,
200
r00o
tepat I
JenE pemasangn

baia pelat
lunsk dsn
baiE-ikat

tonaga hilang
Pada l.O T dalam

narl

kotebalsn mm

sedang

200
500

I
I sedang
denoan lalu- I berat
linta-s umum fT&Ians
berat
lapangan pa- |

larhrrLa
lca^nn
nng6n

Deneranoan

jalan-iatan

dai

karugian inti
(besi) per
gatuan massS

Pads/ = SOHz

lapangan

brik dengan

wkg

(max.).

500

500
750

kamar-kamal

krrapatan kgr'dfll

?P6.J

normal

kantor

laluJintas

I
I

kendaraan

3q)

r5q)

5{'
100

Efikasi kekuatan) cahaya 4


'gaussl
Brr

1.53 |
[16300l |

1.60

Jenis pener'angan

[160001

langsung
tidak lanosuno

Vi/"r'
Igaussl

lrangan ialan umum

B- V s/m2

lapangan

Igauss]
Kaloranoan
Ea = t-.Sg

m,

irp

vlm2

menunjukkan, bshws iolsh dicspai induksi minimum 1.53 Vs/

grrBs] dengan kekuatan medsn sbosr 2sAlcm. Kstena itu panlluks sbe$r miolnya 5 cm mmedukan sittuhsi $b$r 5 x 25A = 125 A.

lrte

I 53OO

I t.O

Vs/-,

Ir.s

vvr'

= [1sooo

L_.--

321

I1OOOO

Warna permukaan yang diterangi

teranolsedanoloelao
o.60
0.35

sangat

ffi

0-45
0-25

cekung !

reflektor

0-30

0.t5

melebar

f.nfurn a?l226

TABE L

Flukr cehrya O, dari hmpu{empu

rer.,r

mpu{lmpr

drneon aatt kawat

p.irr tpirul

Pr,l w I t5

1.25

klm o.t2

o.23

0..13

5.0

o,

?ot

lpcda tcAnpn kcrja) o,iamoter


Nilal-nilei
rulat
lamprr ncoh

untuk
't\lsrmwhlte

26 mm

"Daylight"

38 mm

tekansn-tinggi
diisi uap merkuri

al

o"
Pn

r50

klm

2.22

315

40

60 75 I t00
o73 o.96 t.3e
3(rc 5(x) t0@ 2000
8.'l

r0.8

0{r
36

58

002

klm

r.45

t1t

5.4

oo4

r5

w
klml

125
6.5

250

l4

0{3

.10

65

G05

3.1

5.0

0{7

4m Joo
21

o06
1000 2000

o@

0.398 9.12
0.39E 922
0.398 862
0.398 763
0.396 623
0.398 444
0.398 225
0.397 966
0.397 668

0.ta

or5
or6

ol7

0.1 8

9
0.20
o.2r
0.22
0.1

021

32

35

38

41

{3

t4
46
48
49

0{n7

0{r5

979
957

0.04 gsl
oo31 907

2r9
53r
806

o-112817
0-rso 69r

0.390 242

0.158 519
0.166 332

ro 0.396 953
t 0.396 536
0.12

0.@00@

876
845
806
763
o-07r 713
0079 656
0.087 59r
0.095 517
0-103 434
0.1 I t 340
or 19 235
0.r27 119
0'134 990

0.0!) 0397 gX'

ot3

326

P,l,l -

fuo[';ti or, "at,l .f,ofl'

erl

18

L2

40.0

klm 0.59 r.20

71r)-frc,;
G@

o,

Zze

Statistik

0.396
0:395
0.395
0-39/t
0.393
0.393
0.392
0.391

0.39t

@O

585
052
,179

868

o(l

0.039
0.047
0.055
0.063

0.388
0.387
0.386
0.385
0.384
0.383
0-382
0.381
0.380
0.379
0.377
0.376
0-375

529

0.171't?s
0.r8r 908

6r7

o.189 670

668
683
663
606
515
388
226

0.197,4t3

03739rI

0.281,53

0.372
0.371
0.369
0.368
0.355
0.365
0.353
0.362
0.360
0.358
0.357

548

0.288
0.296
0.303
0.310

0.389,1(x

03t
801

537
240

r5{

724

270
782

263
714

r35

527
890
225
0'355 533
0.353 0r2

0.205 136
0.212 840
0.220 522

0.228 1A4
0.235
0.243
0.251
0-258
0.265
0.273

823
439
032
600
143

66r

617
054
463
843
0.318 r9.r
0.325 514
0.a32 804
0.340 063
0.347 290
0.354 484
0.36r 645
0.368 773
0.375 866

at

(t

0.0@

0.orr 20!! G5r


0022 565 o52
9031! Ell o53
0045 fli O.5.1
0050 372 o55
o067 6z2. G56
0-07E 858 o57
0{00 078 o58
0.10r 281 o-59
o.r r2 46:t 'o-60
0'123 623 (}6r
or3.r 758 0.!..2
0145 867 o63
0.156 947 0.54
0.167 996 o65
0.179 0r2 0.66
0.189 992 0.67
0.200 936 0-68
0.21 r 840 0.69
0.222702 0.70
0.233 522 0.71
0.24,1 296 o.72
0.255 022 0.73
0.265
o-71
0.276 326 0.75
0.286 900 0.76
0.297 4r8 c7?
0.307 880 0.78
0.318 2&3 0.79
0.328 627 0.80
0.338 908 0-81
0.349 126 0.82
0.359 279 0-83
0.369 365 0.84
0.85
0.379
0.389 330 0.86
0.399 206 0.87
o.409 0G) 0.88
0.4r8 739 0.89
0.128 392 0.90
0.437 969 0.91
0,447 468 0-92
0.456 88' 0.93
0.466 225 0.94
0.475,182 0-95
0.484 656 o-96
0.493 745 0.97
0.502 750 0-98
0.5r I 668 G99

0.350 292
0.348 493
0.346 668

0.3r!1818
o-3/-2941
O3/rl (X6

0.9t9 124
0-gt7 180

o.ais 2t3
0.333 225
03:11 215
0.329 184
0.327 r3l
0.325 062
0.322 972
0.320 864
o.318 737
0.316 593
0.311 432
0.312 254
0.310 060
0.307 85 1
0.305 627
0.303 389
0.301 137
0.298 872
0.2e6 595
0.294 305
0.292 004
0.289 692
0.287 369
0.285 036
0.282 694
0.280 344
0-277 965
0.275 618
0-273 244
0.270 864
0.26A 4'17
0.265 045
0.263 688
0.261 286
0'258 881
0.256 471
o.254 05E
0 251 64.1
0.249 224
0246 809
0.244 390

0389 949

0529 2'L

0.390 936
0.409 888
0.410 8(B

o$7

0548 a6a

0417 66t

osd,3et

0.121 321
0.431 32
0-it38 065
o-4{4 809
0.,151 a9,l
0'.(58 138
0.454 742
0.471 306
0.177 824
0..r 308
0.490 746
0.497 r42
0.503 ,196
0.509 806
0.518 073
0.s22 296
0.528 {75
0.53,1 610
0.540 700
0.546 745
0.552 745
0.558 700
0.55,1 609
0.570 472
0.576 289
0.582 060
0.587 784
0.593 45r
0.599 092
0.604 675
0.610 2l 1
0.615 700
0 621 1.11
0-6?6 534
0.631 880
0.637 178

o.u2127
0.547 629

0.652782
0.657
0'662
0 667
o 572
0.677

888
9.t5
954
914
626

Ege

055,10
o57l 6tc
0579 8lC
0.587 9iB
0.595

9t'

06@ 856
0.61

r c8t

0.619,1i2
os27 u7
0.634 5!a
06.a2 029
0-649

3r,

0.656
0.663
0.670
0.677
0.684

628
782
8.r0

80r
856

0.691,1:I!
0.698 loa
0.704 678
0-71

r r58

0.717 S37
0.723 8?2
0.730 010
0.736 rolt
0.742 l0t
o-74a @3
0.753 81 I
0.759 524
0-765 l,t3
0.770 668
0.776 r@
0.781 ,[,lO
0.785 687
0.791 843
0.796 908
0.801 883
0.806 768
0.81 1 56i3
0.816 271
0.820 891

0.825
0.829
0.834
0.838

424
870
231
506

111

TABE

L
Zzt
Statistik
ttd - fi i{ ; o;r,t - 6"! ;l ",,

INDEKS
orr(x)-

#rf

",,
erl

tor ozte
1&2

oat

55r

out1l

ozaci,i2

oanaT

toc ozn am

10

0225 oao

t.oe

o.zo257

to

70r 1.50

sos

tx2 o.@202

1<l
toa

0{r7

o.72a287
0720 66E
0.7at 00r

0203 57r
0.201 214
853
o.196 520

or9.a

r8t

r.2t or9r 880

0.902
0.90.1 837

r.60

0.153 gsl
0757 999
0.762 (m
0.165 9s3
0.769 06r

oTt3721

&r7r

0167
(}16..
0.r82
o'r80

235

o78r 3oit

!xl7

0.785 024
G788 7@
0.792
0.795 915
0.79S 155
0.802 9,a9
0.806 399

ot78 r(x
r"28 ot75 847
r.29 or73 6@

t.30 otTr 359


Gr69 r{7

't'31

r.32

ol6a 9:t,

t'34

& 164 TrrO


&152 Sr5

1.35

o'rm

r.<l

38:t

r'36 ot98 225


r.37

0.r56 080

1.38

0.153 0.18

t.39 Gr5r &!1


I *ao 0-!.9 727

l.rtl

1.42

t{3

0.147 639
Ot,rs 56a
O1,(' s{Xt

"4,1 Ot/tt 4@
l.as Or39 /(lr
r "46 ot37 {17
1

147 Gl35 ar8

t.{a

l.at

328

ot3at 435
0.r31 4tc

l.5E

1.05
1.66
1.67

E56

Ol89 5/(i

1.26
1.27

SrE I 0866 (}5


| C868 9s7

0.127 563
0.125 6G5

| o.r7r .r9

53tt

3r

O.8oo SOil

0.813 r65

0.816.|a2
0.819
0'822
0.826
0.829
0.832

75S

t
r70

9E

313

4r3

Ol35,l7l
o.8(ts a87
0.84r ,[50
o.8arl 3S,2
0.8,17

2&t

0-850 tlB
0'852 9ar
0.855 710
0.858 438
o85r 127
0.E63

7,6

o899
0.907.608

0.1la 5o5 I 0.885 C93

r.62
r.63

1.69

0.109 rss
0.107 406
0'105 675

1.72

r.73
0.920 505

0973 @
0.97.t

3t7

0.977 m7
0.97C @8

10.898995
ot02 265 I G90t 057
o.rm 588 I 0.903 085
G098 925 I 0.905 081

0.979 6?2.
0.980 s70
o.Bat 105

otc]961

0.097 282

(}095 657

I
I

I
I

0.090 887
0-089 3:It
796
0.@6 277

I
I

0.080 380

|
I
I
I
I

r.7{ 0.08,

0922 9@ 1.75
0925 236 t.76
0927 51,1 1-77
0.929 734 r.78
0.93t 899 1.79
0.934 @8 r.80
0'936 063
0.818 065
Og,m Ol5
O.9,ll 914
O.9il3 762
0.9.15 562
0.9,.7 313
0.9,19 016
0.950 673
0 952 285
(}953 853
0.955 376
0.956 8s7
o95E 297
0-959 695
0961 054
0.962 373
G963 6!!
0.96,1 69I!

G97r cza
o.972 c26

0.0e2 602
0.891 768
0.896 89!)

0-9lo 3ta t.7o 0.09i4049 I


o9r2 955 1.7t 0.Gr2 459 |
0.915 53a

0.967 2n
G968 ,lt4
0.969 5rc
0.970 586

r.59 orr?7o4 I 0.888 r65 o975 s2


r60 o.rio92r lo.sgo{or o978 3,18

0.896 r2a

52t &880 97r

r.21
r.25

6,19
371

o88o

o7.9

0.711

1,Zt

1.4

0.873
o.876

1.6,1

G2rO 606
0.200 38
G205 936

or08

otal

l.s] Gt237(t

0.8!B

t.ta
t.t7

t.52

o7a5 7t4

o.73tM

t.rc

0.05,1 78a

1.61

0213 069

t.15

0650 03c

t.5r

0.E&t
o.885

1.12

l-r3

tt0

I0.87198:r
o70t c60 o{58
1.5,1
ot2r 67E I 0.876.4('
G10.?,it 0662 436 r.55 or2o@t I o.o7srss
o7r0 t55 GE6O I
r.56 ofic 157 | 0.001 2.0
o7r5 301 0.869
r.5, ot t6 323 I 0.883 585
o60a 000

o?zla53 o7l0 Esl

t.ro o2'n a52


t.t t 0215 asE

oc.t6

t.8t

0.@,1776 I
0083 29J |
0.@r 828 I

o{78 gso

r.86

0.077 538
0.076 143
0.074 765
o 073,r07
0.072 065
0.070 7llo

r-87

0.069.33

r.82
1.83
1.8,t
1.85

r.88
1.89
't.90
1.91

l-92
r.93

r.gil
1.95

r.96
1.97

r.98
1.99

I
I

0.068 litil

|
I

|
|

0.907 0.3
0-908 972
O.9lO869
0.912 73a
o.9r4 568
0.916 370
0.916 r4r
0.919 882
0.921 592
0.923 273
0.924 924
0.926 546
0.920 r39
0.929 704
0.931 2,ar
0.932 750
0.934 2?
0.935 687
0-937 !15
0.938 516
0'939 E92

0.06507r | 0.9..r 2,.2


0.0656161 0.912567

o.97t 8,('

o98r tt0
o982 493

'153

0.9&t
0.9&l 790
o904 ao|
o985 ooo
0:90s
o.985
o.986
0.987
0.907
0-988
0.988

578

r35
672
r90
69r

tl1

641

0989 090
0.989 52a
0.949 9,(t
G990 u7
0.990 736

0.99r lfi
0.99t 172
0.991
0.992
0.992
0.992
o-993
0.993
0.993

821.
156

479
790
090
378
656

| 0'9 857
0.0dt t57 I 0.945 t42
0.051 952 I O.9.t5 393
0.060 76s | 0.9,17 620 0-gqt 022
0-059 595 I 0.9.18 824 0.994 r79
0.05841r | 0.9500O. o99{ 126
0.05730t I 0.951 162 0.994 664
0.0s6 r83 I 0'9s2 297 0.994 692
0.055 079 I 0.953 109 0.993 ttt
0.06.1 378

A.O.L.

A.O.L.

A-O.L./tingkat kualitas
ylng ditorima

Acceptable Ouality

rltrr-akar

gray
addendum
ad'nittance
roots

aksioma t'erhadap ke-

axicrnes to the

atxrobu
adcndua
adaitansi

mungkinan
aliran kisaran
rlirrn laminer
al iran, kerugian f riksi
alirah, persamaan
analisis gpya
angka tengoh deret hi-

tung
angka tengah deret ukur
Angstroa
anulus
Archimedes, hukum

arti derivatif /turunan


arus
arus bolak-balik

arus bolak-balik,

iem-

lity

Level

Gll
Gl l

T5
O18, O20
516
Probabi'

flow
llornr
flow,friction loss
tlow, equation
analysis of forces
arithmetic mean

GI
N6
N6

turbulent
laminar

.6

5
P 5, P 6. P 7

O9

geometric mean
D9
Angstrom
At
annulus
B3
Archimedes princiPle
N3
meaning oI derivative H 2, H 3
current
SI
alternating current
sl4 ... s27
alternating current

batan
arus kisar
arus, kerapalan

eddy currents
current density

asimptot

asymprore

s20

bridge

s23

S2

mixture rule for f luids

F3
U6

aturan cosinus
aturan elektro-magnet

cosine rule

E6

electro-magnetic rules

sl

bahan pengering untuk

drying agents for

K 5,K

aturan campur
f

untu k

lu ida

desi

kator

balok (gelagar pekerjaanl konstruksi

tors
lattice girder
ca

disec-

329

bclok bcrkekuatan rrlr!g!m


balok dengan bcrbagoi

beam of unitorm

rtrength

beam of \6rying crorr

potongan-l i ntang
balok dengan potongsn-

P16

Pl5

tection

lintang *ragam
balok cquivalen
balok yang dilengkung-

beam of unilorm cross


section

Pl

equivalent beam

Pl 5

curved bams

P25

kan

brams
Pll...P16
bearings
O1O.... O14
bearing rolling
O10
bearing friction
K12

balokialok
bantalan
bantalan beroda
bantalan, friksi/gesekan
daya dukung

banialan, leher (tapl


bantalan, ruang main

bearing iournal
bearing clcarance

010
01

bearing pressure
barrel
bars of circular cross sec-

01

(sPel i ng !

bantalan, tekanan
barrel
batang penampang-lintang bu lat
batang pensmpang-lintang tak bulat
batas leleh
baut
baut pengikat
beban dalam ikatan ba-

c4
P20

tion
bars ol non circular cross
section

P20

yield point

P1

bolts

lixing bolts
loads in beams

Belleville spring
impact
impact, elastic
impact, plastic

bentu ran

benturan elastis
benturan plastis
bequerel

Bernoulli, teorema (daiil


biaya penyusutan
bidang mrrinq
bidang miring
bilangan kompleks
binomial, deret

binomral, teori

bequerel
)

Bernoulli's theorem
shrinkage allowance
inclined plane
plane, inclined
complex numbers

binomial series
binomial theorem

bola, daerah
Bow, diagram
bunga majemuk
busur lingkaran
busur, diferensial
busur, panjang
campuran pembeku
campuran silang
campuran, energi dalam
campuran, entalpi dalam

sphere with conical

C
C
C

boring
sphere with cylindr, boring
sphere, zone of a
Bow diagram
compound interest
arc of circle
arc dif ferential
arc length
f reezing mixtures
mixture cross
internal energyof amixture
internal enthalpy of a mixture

candela (baca kandela)


Cardan, sambungan
Cartesian, sistem koordinat
Cavalieri, prinsip
cermin
cermin cembung
cermin rata

coulomb

tem
Cavalieri

principle

mirror

mirrors
mirros
coulomb
convex
plane,

D23

J
J

7
7

U
U

5
6
9

O
O9

T1

candela
Cardan ioint

Cartesian coordinate

2
3
3
3
6

Ll0
sys-

Dl5

T 2,T
T
T

3
3
3

o1

theorem of rel, shear stress- P18

P8

dasar, bersih
dasar, keretakan

bottom
bottom

o6

daya

ol

M8
M8
M8
T5
N4
P4

KlO, L 9

K10
D21, O22

Dl0

o4

es

daya
daya
daya
daya
daya
daya

apung
kondensator

reaktif
semu

daya, faktor
daya, koreksi faktor daya
daya, satuan
dedendum
defl eksi
d

clear
tearing

O18

powcr
M
active power
S29
power, active
S29
buoyancy
N3
S29
capacitor power
reactive power
S29
516
apparent power
power factor
S29
power factor correction S29
power, units of
A 3, A 5
Ol8, O20
dedendum
P12, P2O
def lection
D 9....Dl1
series
O9
arithmetac series
1

aktif
aktif

eret

deret hitung

33C

sphere

dalil stress geser relatif

lok
Belleville, pegas

bola
bola dengan lubang konus
bola dengan lubang silindris

331

deret Mac Laurin


deret Taytor
deret ukur

deret ukur, penerapan

derivatif/turunan

derivatif-derivatif/turunsn-

rerier, Mac burin


O10.
rerier, Taylor
goometric serier
geometric series, application of
derivative

O10
O11

.krPon.tIl.l, pargmtrn
ckulllbrlum
ckuiwlcn mlio molckur

H3

desiccants
determinants

distribusi hipergeometri

D7,D I
G6
v
G3
standard deviation
speed diagram
B1
thermodynamic diagrams O 6
O5
diagram-hub geometry
O19
diameter. base
O19, O20
root diameter
O19
diameter, ref arence
O19
diameter, tip
H 4, H 5
basic differentials
T4
dioptrics
hypergeometric distributi- G I

distribusi kemungkinan

probability distribution

distribusi khusus

special distributions
G9
cumulative distribution
G9
cumulative distribution
G2
f u nction
normal distribution G 8, G 7
two coils facing each other 511

determinan
determinasi v
deviasi standard
diagram kecepatan
diagram termodinamis

diagram-ukuran nabe
diameter dasar
diameter kaki
diameter referensi
diameter ujung
diferensial dasar

dioptrik

determinationof

on

distribusi kumulatif
distribusi kumulatif , fungsi
distribusi norma
dua kumparan saling berhadapan
efek roda gaya
ef ikasi kekuatan cahaya
ekspansi benda cair
exspansi benda masif
ekspansi fraksi bagian
ekspansi gas
ekspansi isi
ekspansi linear
ekspansi luas
ekspansial, fungsi

332

flywheel effect
luminous eff icacy
expansion
expansion

of liquid bodies O
of solid bodies O

partial fraction

expansion D

expansion of gases
expansion, volume

linear
expansion, area
exponential functions
expansion,

225
3
3
3

O
O

4
3

3
3
5

O
O

F4
c1ln.
.xpon.ntl.l.qu.tlon O 4
cqulllbrium
K4
cqulv.lcnt inolccubr rnalr O 8
photomatrlc radlatlon
TI
axPomantlal

cquivtl.

6ntslpl
cntropi

faktor pengaman
taktor-O
farad

fluida fdeal
fluida nyata
fluida, ideal
fluida, nyata
fluks bocor
fluks cahaya
fluks cahaya lampu
fluks, intensitas

flukr, kuantitas
fluks, magnet
Foelmer, rumur

fokus

fotometri

Fourier, aturan, hitungan


transf ormasi
Fourier', deret
Fourier, kaitan transf orma.
trans-

ormasi
Fourier, pengalihan waktu
transformasi
f

Fourier, lransformasi
fraksi mol molekuler
frekuensi

Fourier transformation D16, Dl7


cor16rpondonce

si

Fourier, konvolusi

chcmlcal
UI
cllipre
B 3,F 4
rpcctral cncrgy
D15
ontholpy
O4
ontropy
o4
$fety tlctor
P2
Of.ctor
S15, S19
larad
S3
ldeal fluld
N4
real fluid
N4
fluld, ldeal
N4
fluld, rcal
N4
loakago flux
S12
lumlnous flux
T 1.225
luminous llux of lamps
225
luminous intenrity
T
flux, density
S3
luminous qusntity
Ti
flux, magnetic
S10
Foelmer formula
O2
focus
F2
photometry
T
Fourier transformation cal- D15
'cul, rules
Fourier series O12, O13, O14
clementr,

alsmen kimla
ellps
encrgl rpektra

fluks, kerapatan

lJz

ekuivrlcn rudiari totomrtrl

turunan
desikan

rh ponernrl)

O23

H4....H

derivatives

rkponrndrl, hnekurrg lgr

Fourier

transformation Dl5

convolution

Fouriertransformation 015

time translation D15,


Fouriar transformation Dl6, D1,7

molecular mole franction O 8


frequency

LI

tlt

ldut

frikri/gelgk

friksi/gprekan dayo dukung


lri kri/gesa kan-l u ncur
friksi/gesekan kopeling
friksi/gprekan tali

friksi, angka/gesekan untu k


fluida

frikri, tifat bahan gerekln


friksi, kerugian gerkan
lam oliran

S19
r.rorunt
S2
rngulrr
S14
anguler frcquoncy
K 9....K13
friction
Kl2
frlction, bcaring
KI
friction, :liding
friction clutcher
Cll5, 017
K13
friction, rope
216
frictlon numberr for

frcqucncy,
lrcqucncy,

frekuenrl rrdut

frckwenri

pipa

GI

nl.tlv. lrrgurncy

frckuonrl rclatil
frekucnrl rlaonrn

da-

luidr

friction materialr,

propar.

tior

friction lorer in pipe

flow N 6,
7I

frikri, koefirien gerokln lriction corfticiont K


frikri, ombungan gerekln friction locked loinr
terkunci
lungsi ekrponenrial
fungri hiperbolir

functionr, rxponrntial
functionr, hyperbollc

fungsi kebalikan trigono- functions,

metri

fungsl kerapatan kemung


kinan

fungsi kesalahan
fungsi logoritma
funOsi trigonometri

fustrum konus
lustrum piramida
gallon, lmparial ( lnggerirl
gallon, USA (Amerikal
gsrir lurur
goris pengenal llengkung)
elasti k
garis pengenal (lengkungl

inverse trigono'

metr.

probability denrity
on

crror

gBt, camPuran

gar, hukum

334

9'Z

H5
H6
H6

functi- G 2

function

G8

gallon, impcrial
gallon, United Stat.r

.traight line
Ebrtic curvc

Gaurian

curve

normal probability

clrrve
mixtur0
lawr

arror
gar
gor

gas

gauss
gEya antara

force between magn.

kutub-kutub

magnet
gravitasi

gaya
gaya
gEya
gaya
gaya
goya
gaya

magnetomotif
momen
paksa

poligon
sentrifugal

tarik

gaya, komposisi
gaya, satuan
gaya{aya pengoruh warna

A5
A5
F1
Pl

cllrvo G 7
G8
O 8, O

O4

4,212
S

Poles

513

M1

force, gravitational
magnetomotive force
force, moment
coervice force
force. polygon
centrifugal lorce
tensile force
forces composition
force, units of
bankholder forces

S 4, S12

K1
s23

K2
M5
P1

K 2,K

A2
R6

putih
generator
gerak berputar
gerak di atas roda (menggegeser (meluncur)
harmonis sederhana

linear
putaran

geser. defleksi penggeser segeser, gaya penggeser


geser, modulus
geser, tegan9an geser
geser, tegangan geser karena torsi
geseran

getaran (vibrasi)
getaran harmonis
getaran mekanis
getaran{etaran harmonis
Grashof, angka
gravitasi, gaya
gravitasi, tekan
hantaran kepala-silang
hantaran panas/kondu ksi
te?mi3

s31

generators

L4,L6
L9

motion, rotational
motion, rolling

linding)
gerak
gera k
gerak
gerak

buah balok

function:, logarithmic H 6
functionr, trigonomatrical H 5
C2
frustrum of cone
CI
truttrum of pyrsmld

Gaursian

gorir pengenal kemungkin!'n normal


garir pengenal kalalahan

Z1g

constant
gauss

gas, konstanta

L9
harmonic L 7
L4,L5
L4
motion

motion, sliding
motion, simple
motion, ltnear
rotational

shearing deflection of

P19

beam

shearing force
shear modulus
shear stress
shear stress due torsion

Pl8
P18

P'l
P20

P18, P19
shear
M6
vibrations
L4
harmonic oscillation
oscillation, mechanical M 6

harmonic oscillations M 6, M

o12
number
K
gravitational force
N2
gravitational pressure
Ol 5
crosshead guide
thermal conduction 01O,21 . .
Grashof

z6'215

335

l
I

hekragon

henry
hertz

hidrodinamika
hidrodinamika, nilai-nilai
hidrostatika
hiperbola
hiperbola. fungsi
h

isteresis

histeresis, daya
histeresis, usaha

Hooke, hukum
hukum larak optik
hukum jarak, garis pengenal waktu
hukum jarak, optik
hu kum setengah-sudut
iluminasi
impedansi
indeks relraksi, pembiasan

henry

hertz

hydrodynamics N4 ...N

yalues
hydrostarica N I _.
hyperbola
hydrodynamics

illumination
impedance

refractive index

lndu ktansi

inductance

inersia, momen
inersia, momen dinamis

inertia, moment of
inertia, dynamic moment

self-induction

ol

instruments, electrical
measuring instruments
eleclr.

integrsl tak terbatas/tak


terhingga
integral, terbatas
integrasi/penggabungan
integrasi dengan nomor
uru

integrasi dengan substitusi


integrasi menurut nomor
integrasi sebagian iebagian
integrasi, penerapan

g
3

;i, transformrtl Fou'

tlonr
lnverse Fourlcr

lscntropic

isobar

lcobare
lsochore

langkauan ukur volt'mster

i.tuh

beb6s

T 1,221
518

Johnson

ioule

s6

kecepatan
kecepatan aliran Pelumas
kecepatan ktitis
kecepatan kritis oleh getar'
8n
kecepatan pegas
kecepatan sudut
kecepatan, lengkung waktu
keiadian.keisdisn torPisah
kekakuan
kekasaran dalam PiPa

J1
J1,J 2

J8

integration by substitution J 2
numerical integration
J8
integration by parts
J2
integration, applicrt. o, J 7. . JlZ

kekerasan

air

kekerasan Amerika
kekerasan lnggoris

I
II

sl
s 3.

cYlin'

sl0
510

ol tooth O21, O22. O25


operating characteristic G10, G'l 1

A3

polytropic state

o4
o5
o6

velocity
lubricant flow rate

013

of

gas

P8

capacitanca
capocitance of cozial
ders

carat
state and variations

keadaan isotermal
keadaan PolitroPls

s34

formula

karat

rn

s9
s9
L8

Yoltmter

loas capacity

keadaan dan variesi keada'

J12

kasltss beban dari gigl

karakteristik keria (oPera'


sil

sI3
s4, sl2
J 9, Jl2

of

loule

3i8l

T2
U4

range

lree fall

Ol5

o6
o5
o5
o5
o3

lsothermal
blmetallic striPs
range ol an ammctet

Johnson, rumus
kapasitansi
kapasiiansi silinder koak'

fundlonr
trlnlform-

rtlon

rier
lrentropis

mgter

t
338

lnwrrc circuler

jangkauan ukur aPmoro'

basicintegrals J3.-..J 6
integral, indefinite
Jl
intogral, definite
integration
integration, numerical

lnvcrrl, lungri llngkaran

isokhor
boktermal
jalur-ialur bimetalik

T1
E6
sl7,

lnvrrrc hypcrbollc lune O 2

lnvc.

Z
N
F

distance law, optical


half-angle rule

acid-base.indicators

integral dasar

lnncrrl. fungri hlpcrbol


I

hyperbolic luncrions F S,F 6, H 6


hysteresis
s23
hysteresis power
s23
hysteresis work
s23
Hooke's law
Pl8
optical distance law
T2
distanqe law time curve
L3

indikator asam.basa
induksidiri

instrumen listrik
instrumen pengu kur listri k

a2
s4

hexagon

ol state

gsses

isothermal stato

L2

critical speed
critical speed bY vibrations
spring rate
velocity. angular
velocity time curv
independent events
stiffness
roughness in pipes
hardness

of r water

American hardness
Enolish hardness

M6
Cll0

o6

L2

L3, L

GI

M6

z9

U6
U6
U6

kclangclngan

hardncaa
rtren4h
rlendernerr

kalembsb!n rclatil atmor.

atmorphoric rclotivc

kokaragn Jormrn
kokuatan hasil

ler
Kelvin
kemungkinan bersyarst
kemungklnan percobaan
kemungkinan

teoriti!

ditl

experimental prohbillty
thooreticst probability

density
remanent

f ri

ksi/gesekan

koelisien

f ri

ksi canai/meng-

gelinding

P22

Nt,

Zl

. .., .

denslty
density, detemination of
iron losses
flux

core losses

copper losses

kombinasi tegangan
kompresi

konduksi (pengantaran) pa-

konduktansi spesifik
338

kumparan hambat
kump6ran non-magnet
kumparan segi empat

tion

kumparan toroidal
kunci datar
lapis (film) pelumas
t:place, hitung6n trangfor-

z7

masi, aturan
Laplace, lionvolusi transformasi

coeffisien of elongation P 2
coeffisien of restitution M 8
difference coef{icient H 1
coeffkien ol heat transmis. 211

combinations

D 5,D

compression

conduction of heat
conductance
sPecific conductance

dlclcctrlc
tlanrvarta

l2l .,2

[:place, translormasi
lengku ng normal kerapatan

kemungkinan

c2
c2

con0
con. truslum
conc

clutch

O15

convection of heat
o10
corrverrion oi lolrrithmt O 4
trigonomatric convarrlont E 5

015, 016, Ztg


clutcher
gcaring. spicycllc
O5
multi plrt. cluth
015
g
squrrc
quantity of rlscrricity
S2
cuboid
C
cube
C
low frsqucncy coll
522
1

1
1

s22

choke coil
non-magnetic

S24, S25

coils
coil
toroidal coil
plain key
lubrication f ilm

s22
S2l
S2l

square

l-aplacc

tranlformation

cor

D20

relation-table
Laplaco tran3tormation D18, Dl9, O2O
normal curve lor probabili- G 7
ty density

010

lenturan balok-balok sera-

s2
21

linear, ekspansi

bending ot uniform
beams
linear expansion

Dl8

convolution

lenses

gam

O12

Laplsct tranrlormation cal- Dt8


cul. ruler

lensa
lensa pembesar

P 3,P 4

Z2
@nrttnt
contractlon P 3

Laplace tranrformalion

combination of stresses P24 . PE

nas

kondu ktansi

kopeling
kopellng epiriklir
kopeling pelat banyak
kuadrat
kuantitas listrik
kuboid
kubur
kumparan lrekuensi rendah
kumparan f rekuensi tinggi

a12
boileru
U
chemical elements
U 2. U 3
chemical terms
S6
Kirchhoff laws
differential corfficient H
coeff isien of f riction A2A, Z 7
Z7
coeffisien of-rolling fric'

sion

kombinasi

konversl trigonometri

s23
s23, 526
s27

Z7
coeffisien of sliding
cubic coeff. of expansion 211

koelisien restitusi
koelisien selisih
koef isien transmisi panas

konus, kopcling
konvekrl panar
konvsrri logorltma

S23

gelinding
koefisien geser
koelisien kubik dari ekspansi
koef isien perpanjarfgan

konus frurtum

N3

coeffisien of static friction Z ?


rolling f riction coeff . L 9, K12,

c.nductlvlty,th.?rn

t!ng
konut

Z6

koef isien lriksi yang meng-

koefisien friksi statis

kontrakrl (pcnyurutanl lln-

humi- U 6

A3
conditional probabilitY G I

kerapatan f lukr ramanen


kerapatan, determinasi
kerugian besi
kerugian inti (besil
kerugian tembaga
ketel uap
kimia, elemen

koef isien

nu!
komt.nr dlolaktrlk

Z2O

Kalvin

kerairatrn

kimia, istilah.
Kirchhoff, hukum
koelisien diferensial

konduktlvlt.! i.rm.l (pG

U6

Gcrman

ylrld

magnifying

lens

T4

f
Pl1,

. . . P13

o3
339

./

linear, kocf iricn ekrpanri


linear, persamarn

llncar cosff. of

lingkaran
lingkarBn dalsm

clrclc
incircle
circumcirclo
circle, arc ol

lingkaran keliling
lingkaran, busur
lingkaran, segmen (temberangl

lingkaran, sektor

listrik, daya
listrik, koef irien suhu
listrik, pengukuran
listri k, resistansi spesif ik

listrik, usaha
logEritma
luas, ekspansi
luas, satuan
luncur, gerak meluncur
luncur, koef isien gesekan

luncur
Mac Laurin, deret
magnet, f lu ks
magnet, induksi
makro-f otografi
massa

massa ekuivalen
massa, fraksilpecahan
massa, momen inersia
massa, satuan

maxwell
medan listrik

medanmagnet, kekualan
medan maknet
mekanisme
melebar

membor
membubut
mengeru
mesin

mesin arus-rata

axptn.lon 211
D7,D 8
83,F 2
E6
E6

linror qurtionr

circle, segment

of

K7

B 3, K

B 3, K 7
circle. sector of
s 1
stectrical power
alectrical temPerature coelr. z'21
electrical measurements S I
electrical specif. resistance Z.21
S1
electrical work

logarithms
area expansion
area, units of
sliding motion
sliding friction coetficient

Mac Laurin series


magn. Ilux
magn. induction
macro photography

Mass
mass, equivalent

A1
LI
Z7

D10

S 3, S12
S 3, S12

M l,M 2
M2

o8

mass f raction

mass, moment
mass, units of.

O4

of inertia J'l 1. M2, M3

A2

S3
msxwell
electric field
sl0
magn. f ield strength S 4,512,223
magnetig f ield
mechanisms
spread

drilling
shaping
planing
machines

direct{u rrent machine

sl2.

S13

Ll0
019

R 2,R
R 2,R
R 2,R

s1

3
3
1

s30

mesin D.C. dengan kutubkutub komurasi


mesin yang bekerja dengan

tali

metode koefisien peleng_


ku ngan

metode kremona
metode substitusi

mikroskop
modul lingkar
modul normal
modulus elastisitas
modulus elastisitas, kekauan
modulus seksi
Mohr, anaiogi
Mohr, lingkaran/tegangan

Mohr
momen dinamis inersia

D.C. machiner

with
machnes

S3l

commutating polcr
rope operated

merhod of buckling
coeff.
cremona method
substitution method

P23

K6
J2
T4

microscope

module, circular
module, normal
modulus of elasticity

modulus of rigidity
section modulus
Mohr's analogy
Mohr's stress circle

dynamic moment

K14

018

018

p 3,p18,217

of

217

P9

P14

Pl3
Jl

i nertia
momen inersia
moment of inertia J9.,.,ltZ
momen kedua dari luas
second moment of area Jl l, p g
momen kedua dari volume
second moment of volume
JlZ
momen kedua poler dari
polar second moment
JIO
bidang
ol area
mornen len tu r/psrn[3ngk66g
bending moment
momen puntir
K2
torqu e
momen sebuah gaya
P20
moment oi force
momen yang melawan
resisting moment
P20, P21
momen, rorema (daliU
moment theorem
K1
motor
rno tors
s30....s32
motor gulung seri.paralel
compound

KI

(kompon)

motor indu ksi


motor shunt (paralell
motor sin kron
motor, arus rata
motor, gulungan seriparalel
motor, induksi
motor, ibot (paralel)
motor, sin kron

wound
motor
induction motor
shunt motor

synchronous motor

motor, direct cu rrent


motor, compund wound
motor, induction
motor, shunt
motor, synchronous

s30

s32
s30
s32

s30
s30
s32

s30
s32

340
34.l

pha$
$2
S?
charge
3trength values 216 ,...7-18
G3
mean value
motor, three

motor, tiga-fsi&
muatan
nilsi kakuatan
nilai rala-raur

oktagon

optik
panas laten
panas spesifik
panas sperifik berbagai gas
gases

berbagai gas
panas sublimasi

various gases
heat, of sublimation
heat flow
heat transfer coeff o1o,

psnas, laten

nilai-nilai
pemindahan
penukar
penukaran
pelepasan
radiasi

transmisi
panEkat
paniang gelombang
Pappus, teorenra (dalil
parabol
paralel, resistansi
paralel, resonansi
paralelepipedum
paralel ogram
Paskal, segitiga
pegas
pegas cakram

342

U4

2,S

B2
T1

2,214

.,2

of a mlxture
mean specific heat of

specif ic heat

panas, aliran
panas, koelisien Pemindah'
an panas
panas. konduksi

!,*;-

s
Ohm's law
octagon
optics
latent hest
specific heat O 2. O7,21
rpecific heat of various

panas spesif ik carnPuran


panas spesif ik rata-rata

panas,
panas,
panas,
panas,
panas,
panas,
panas,

225

lighting value
pH+alua

nilai-nilsi penerangan
nilai-nilai pH
Ohm, hukum

225

oI
213

pagrr

dlun

pcgat

drun bcrlapir

pcgar gulung
prgrr llpir dsun
pcgar torri-ber
pcgsr ulir (helikal)
pgkcriaan logEm
polsngku ngsn/teku k
pcm6naran benda cair
pomonssan benda maril
pembagi potensial
pembengkokan
pcmbengkokan dalam dus
bidang dstar
pcmbengkokan dalam poros
penggerak

o7

al1,214

o10
heat conduction
heat, latent
zla . ..213
heat values
o10
heat transfer
01 1
heat exchanger
O10
heat exchange
013
heat removal
olo
heat radiation
heat transmission O10, O11, 012

o2

D
A 1,T
J

powers
waveiengths
Pappus theorems
parabola
parallel resistances
paralel resonance
parallelepiped
parallelogram
Pascal-triangle
06""O
springs
disc springs

F
S

8
2
6

s19

C1
B1
D4
O

rpring,

loaf

coilcd rpring
rpring, laminated

p22,p}3

Oz
O2

potential

divider
bending
bending in two planes
bending in

Sg

p 9, ptO

p24

shafts

light

O9
R S, R 6

liquid bodies, heating of


rolid bodies, heating of

pembiasan sinar
pemboran
pembuatan bahan-bahan
kimia
perirbubutan
pemindahan sirkuit bintang
ke segitiga
pemindahan sirkuit segitiga
ke bintang

rpring
orking
bucklins
helical
metal\

bending in one

pemotongan, daya
pomotong6n, gaya
pemoton96n, penggerakan
pemotongan, roda gigi
pemotongan, waktu
panarikan ke dalam
pendingin
pandulum
pendulum konus
pendulum sederhana
pendulum torsional

lcaf

pring, torsion-bar

perfibengkokan dalam ratu

poror

O7
O7
Og
O7

llminrtod lcaf rpring

p2g

axis

p24

rellection
T2
trcring
R2
preparation of chemical U 5
turning

transformation of star to
a delta-circuit
transformation of a delta
to a star.circuit
cutting power
cutting force
cutting drives
cutting gears
cutting times
deep drawing
cool i ng

pendulum
conical pendulum
pendulum. simple

pendulum, torsional

2,217
Sg
S8

R2
R2
R1
R1

R3
R5

013, ()14

M7
M7
M7
M7

pcndulum tortloml

tordon l p.ndulum

prnar!n0!n rpcrllik
ponglkron rlku

M7

sp.clflc llghtlng
brackct atochmcnt

pcngirion, dcyc
pcngiricn, pcnggcrak
pen girian, ti n0kat/kecepqtan
pengukuran rudut datar

fccd powcr
fccd drlvcr
leed ratc
m@luru o, plrnc EnCr
pontrgon
counterflow cxchlnger
pa ral lel-f I owcxchangcr

ot

penta9on
panukar srut{8w8n
penukar arurgeralel
penyalaan api
pnyusutan pada gelang
perangkap gelombang
perbandingan kelangsingan
perbandingan lebar gigi
perbendingan tranrmisi
p6rcepatan
percepatan lengku ng waktu
percepatan sudul

217

s19
217

tooth width rstlot


tranrmistionr ratior

Proportional ke4

M4

wave tr8p

acceleratlon
acceleration, timc curvo
acceleration, angular

rhift

annuity interest calculation

perramaan kuadrat
persamaan lensa
pertma8n umum dari kg-

011

proportional. rilta-rata

L2

proses dingin pelat


proses yang dapat dibalik

L3, L

L2

sl5
017

calculation
D17
module
OZB
milling
R 2, R 3
calculation of
period

L1

G3
rerirtor combinationt S6... S I
permittivity, absoluta
sl0

expected mean

permittivity, relstivo

222

D5,O 6
Permutationr
confidenco rtatsment
GIO
quadratic oqurtion
D
lenr equation
T4
general equation of rtate
O4
1

adaan

rt

changr ot

perubahan warna bala

gam6
drawing coloun of rteel

te

of

ideal

proportional ke-3

023

deposit

perubahan kondiri gar ldeal

t4

s2
oll

ratio o, rlendernerr

rhrunkon rlng

phase

pernyataan kolayaksn

ET

N1
P4

Stokes

perhitungan bunga tahu nan

permutasi

R3

poros pengperak
poros penggerak berpasak
poros penyang
Prandtl, angka
prismoida

pergeseran lasa

perhitungan deposito
perhitungan r.nodul
perigian {penggilingan. penumbukanl
periode
perkiraan yang diharapkan
perlawanan. kombinari
permitivitas abcolut
permitivitas relatif

F3
F3

pinion, ukuran pinion


lroda kocil)
pipa air
piramida
piramida frustum
plastit, batai plastis
Poisson, distribusi
poligon

o5

proyeksi, dengan sudut


proyeksi, horisontal
proyeksi, vertikal
puncakrlir, bulat
puncak-ulir. normal
pusat gaya-berat

putaran (rotasi)
radian
radiasi (pancaran)
radiesi ion
radiasi konstan
radius perputaran (girasi)
radius verteks (puncak busur)
rangkaian stardelta
rantai engkol sorong
rasional kecepatan
reagen kimia
reaktansi
ref leksi total/pemantu lan

toull
regEran

210

pinion,

dimensions

OZ3

pipeo
Zg
pyramid
Cl
pyramid, frustum
Cl
plastic yiold
p
Poisson dirtribution G 4, GIO
polygon
B2
shafB
A2
spl;ned shaft
O4
axles
O2
Prandtl-number Ol i. O12, Z1S
prismoid
C4
proportional,3rd
DZ4
proporrional,4th
o24
proportional, mean
o24
cold working of sheet
Rs
reversible prosses
O7
projection, angled
Lg
projection, horizontal
Lg
proiection, vertical
Lg
pitch, circular
Ol g
pitch, normal
Olg
centre o{ gravity J 7, J g, K g
rotation
L7,M 4
radians
l
radiarion
OIO
ionizing radiation
T S, T 6
radiarion constant
212
radius of gyrarion
M2
verlexradius
F.2,,.F 4
water

connection
chain
speed rational
rea9en6, chemical
reactance
total reflexion
stardelta

S32

slider crank

L10

slra r ll

'l

5
5'16
T2

P3

345

regangsn, enorgt
relu ktanii

itrain energy

altuan voluma

4,P11,z2O
4, Si 2

reluctance
01 7, ZlI
brakes
T5
rem
O17
disc brakes
K13
bland brakes
S 6, S 7
resistances in series
K12
rolling resistance
S 6, S 7
resistance, parsllel
S5
resistance of a conductor
221
sprci{ic re.istsnce
P7
resistence, moment of
K1 2
resistance, rolling
s1 I
rBsonant {requency
S19
resonsnt circuits
resistance
S2,S5
resi stansi
M8
restitution, coetticient o{
restitusi, koelisien
t,l 6
Reynolds number
Reynolds, angka
K5
Rirter method
Ritter, metode
S14
root{nean-square
rms, nilai-n ilai elektif
gears
o18... O29
roda gigi
o18... O23
roda gigi dengan gigi bentuk involute toothing
S

rem
rem
rem cakrEm
rem ssbuk
r*istansi dalam :eri
resistansi luncur
resistansi Paralel
resista nsi sebuah Penghantar
rcsistansi sPesilik
resistansi, mornen
resistansi, Yang meluncur
resona nsi, freku ensi
resonansi, sirkuit

spiral
roda gigi konus
roda gigi lu rus
Rontgen
Rontgen, satuan
rumus Errler
sabuk Penggerak
sambungan dengan baut
sambung@n kunci
Sarlus, aturan
satuan daya
satuan gaya
satuan kehalusan
satuan luas
s:ttuan massa
raruan Paniang
ratuan tekanan
3Atu8n Usaha

346

bevel gears
spur gears

A24.A25
O18, O21

T5
Rontgen
A
Rontgen unit
P22
Euler {ormula
K13
belt drive
O
bolted ioints
O6
key ioints
O7
Sarrus rule
A 3, A 5
units of power
A2
units ol force
A3
unit ol f ineness
A 1. A 4
units ol area
A2...A 4
unitsof mass
A 1, A 4
units o, length
A3
units of pressure
A 3, A 5
units of work
1

-tu!n $.ktu

Scotch-Yo kc,

m.k!ni&ra

tcgitigr

$eitigr berudut
toolti00 ramaliri
scgitiga ramrrisi

ri ku

ri

ku

3cgitigs rentroid
segitiga siku*iku
3egitiga sudut miring

s.giti(F su<Iut runcing


iegitiga, radiur lingkaran
dalsm
segitiga, radius lingkaran

unltr o, volum.
A 2,41
unitl o{ tlmo
A2
Scoch-Yoks mechanirm LlO

triangla

Bt,Fl,K

triongle,equilatoral A2,OZ4
triangle, centroid
F1
right anglod triangle
E2

oblique angle triangle


E6
triangle, scute anglo
E8
triangle, radius of incircle E 6
triangle, radius of

ketiting
sgmen bola
rogmen lingkaran

circl e
segment of a

t.kerup

3Crews

sokorup dan baut


seksi terbaik
sektor Enulus
sektor lingkaran
salisih potensial
ssndi jepltan
rendi meruncing
sendi nabeporos
sori elektro.motif

rcrews and bolts


golden section
sector of a annulus
sctor of a circle

sari, motor
seri, resonansi
sifat<ifat benda padat
silatrilat cairan

3egment

ol

circum

sphre
circle

3,

tipir

gas

Klt

ot

D24

K7
3,K 7

potenrisl dillerence
clsmped ioint
taper

E6
C3

S2

o3
o3

joint

rhaft*rubioints 03...O 5
222
electro<nagnetic motive
series
series motor
series resonance

properties oI solids Z
properties ol liquids

30

Sl9

1 , ..2 4

propertiesdgEses
iilst-sifat palsr dirlamo
dynamo shaet properties
sikusiku, persegi panjang
rectangle
silinder
cylinder
sil inder dipotong tipis-tipis
sliced cylinder
silinder kosong
hollow cylinder
silinder ysng diporong tipir- cylinder. rliced
sifat<ifat

trisngle, rlght anglcd


E2
equilaterol trianglo B 2. Dl8

Z
Z

5
6

223

I l
C

C4

C2
C4

34-l

Slrpron'r

Slmpcon, aturan

X<aw
rlnc rulc
olcctrlc cir.rrltt

rlnar-X'
dnur. rturan

rlrkuit lirtrlk
rlrtsm koordin8t Polor
rbtem.koordinst Ctrt6
rlstem koordinat Polsr
Sommerfeld, angka
fiatlt, bolok tecar8 statit
tik tentu
tt8tir, koefisien friksi ltatir
3tatk, momon statis rebuah

txnda
3t8ti3, momon 3tati3 tuatu
lengkung
statis, tegEngEn rtatir
statlstik,r tabel statistik
Steiner, teorema (dalil )
strers/tegangan
--: dalam balok lengkung
dalam benda belpuor
--- dalam dua dimensi
-- dalam poros Penggerak
-- dalam tiga dimensi
rtress kompresif /tegngan
teka n

stress/tegangan Pembeng'

kokan
stressltegangan geser
stress/tega nga n geselz

ksial

stress/tegangan tarik
stress/tegangan torsi
rtress/tegangan tulen
stress yang diizinkan
stress, diagram tegangan
regang

stress/tegangan getar
stress/tegangan statis
rtress/tegangEn utama

sudut miring+amPing

348

L:--.S-:J

J8
T3

rulc

E6

polar coordlnatc lYlt m


coordlnatc tytt.rn, Crrtc

D22
OtO

Polar Dl1
Ot2
Sommrrfeld numbsr
ttsticllly indotorminsto Pl7
beamr
Zfr
ststic friction coeff.
J7
3otic moment of a bodv
J7
rtatic moment of a curw
OI
itatic ttr6s
statirtic-tables z'26,227
Steiner's thorem J 9, M 2, Plo
P
stress
stresses in curved beams P25
stresses in rotating bodies M 5
coordinrto ryrtom,

stresses in
stresses in

two dimensions P27

shafts

dimensions P28
stress P 1, P 2,P 3

str6s in three
compressive

bending
stress, shearing
axial shear stress
stress, tensile
stress, torsional
proof slress

stress,

3,217
P18
P19

P 1,

P3
217

P2

2,PlA,216 .218
P1
strain diagram

permissible stresses P
stress

occillatins
static
principal strgses
side-rake angle

stress
stress

OI
OI
P28

217

rudut pilin
suhu

suhu, satuan
sumbatan, pasak
tabung baja
tangan kanan, aturan
tangan kiri, aturan
tangent, aturan
tanja kan garis pengenal
(lengkung!

Taylor, deret

twist
temperature
angle of

fm

temperature, units o,
wedges
steel tubes
right hand rule
left hand rule
tangen rule
gradient of a curve
H

Ol

A3
Kll
ZI
S11
51 1

E6

1,

Tetmaier, stress
tiga-fasa, arus
tiga-fasa, motor
tiga-fase. pengu kuran daya

Taylor series
Dg
p 3,p 4
tension
voltage
S2
bearing stress
O2
mean shear stress
p1g
irtduceed voltage
Sl3
p g,217
bending stress
tensile stress
p l, p 3
voltage divider
S7
maximum shear stresses p27
ultimate shear stress
plg
pressure
N 1,O i
pressure in a fluid
N 1, N 2
pressure, hydrostatic
Nl
central limit theorema
G3
thermal energy
O2
thermal state of real gases O 4
thermal stress
P3
thermal variables of state O l
tesla
S3
Tetmajer formula
P22
Tetmajer stresses
P3
threephase current
S28. S29
threephase motors
S32
threephase power, measu- S28

tiga.fasa, transf ormator ou t-

threephase

titik

focal point
boiling point

teg6ngan
tegangan
tegangan dukung
tegangan geser rata-rata
tegangan induksi
tegangan lentur
tegangan tari k
tegangan, pembagi
ta9angan eser maksi mum

teganganaeser patah
tekanan
tekanan dalam sebuah fluida
tekanan hidrostatika
teorema (dalill limit pusat

termis, energi
termis, keadaan

gErs nyata
termis, stress
termis, variabel keadaa n

tesla

Tatmajer, rumus

put

api

titik didih

rern en

output

rransf.

S33

F4
21...26

349

...2 I

titik lumer
ton
torsi

torti dalam Poros

Penggerak

torri, batang

torsi, tegangan torsl


torus
transt. LaPtace, Pengalihan
(translasi

trans. LrPlace, Persamaan


diJerensial

trans. LaPlace, transf orrnasi


variabel
transf ormator
lransf ormator
fasa

output sittu-

translormator outPut satu'


ldsa

transf ormator output tig3tasa


traosf ormator, kelo"nPok
sa

kelar

transmisi ePisiklis
transmisi ulir
traPesium
traPesium, aturan

ukuran nabe

ulir Penggerak
ungkaPan aliabar
ungula
usaha

listrik di dalam medan listri k


ssaha, satuan
variabel bebas (sembarang)
variansi
variasi keadaan gas ideal

usaha

variasi keadaan gas nYaut

21
molting Point
A2
tonne
?20,P21
torsion
P2a
torrion in 3haf6
bar
torsion
P2]o,z17
torsion stress
torus
o'18
Laplace transf orrnstion

f'

t-ap-tace transf ormation dif

rential equation'
Laptace

D t

526
s33

Phase

S33

vircoclty
kinomltic
volrmrtr
moleculer volume
volume expansion

1,2la
NI

rnrna baja membera


r r6tt

vreber
l/Vheatstone, lembatan

Young. modulus
zona ldaerah) rebuah bola

out put
tranriorm"r, threephase s33
output
ar"nriorrn"t switch grouPs S33

epicyqlic aearing
worm gearing

t, zt6

!n)

transf ormer
iing;rlttt"-"rtPut-trans{'
transf ormer. single

volume, frrkri
volumo, ratuan
volume. aatutn marss

D18

tramformation

uariable variable transf '

Vcnn dlagom

vircolty. dymnrh

dinamir
vl(kocltar dinarnik
virkqitar klncrnatir
voltmeter
volum molokuler
volume, oksp.ffii (pemuoi-

o9
c4

translstion

Vcnn, dbgrrrm

vbcoita lkrkcnyclcnl

dynamic

GT

vircority.

S 9, S34

volume fraction
volume, unir of
volume per unit rna$
colourr of glowing :teel

watt
weber
Wheatstone bridge
Young'r modulur
zone of a sphere

O
O

A2
OI
Z1O
s2
S3

SI
216
C3

026
O27, a28

trapezium
trapezium rule
hub dimensions
drive worm

Bl,K 7
JI

algebraic

Cl27

exPressions

2. D13

C4

ungula
work

electr'nal raork in an electric 510

field

of
variable
variances

rarork, units

G3
G3
6
variations of ttate of ideal O

random

gases

."a-riations

of state of

G 2.

real

gases

1q

350

'l

O3

Kumpulan

RUMUS TEKNIK
Juga dicetak dalam edisi-edisi berikut:

Belanda
lnggris
Jerman

Portugis
Prancis
Spanyo!