Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya,
penyusun dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul Jenis dan Kegunaana
Informasi Akutansi Manajemen. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah Seminar Akutansi Manajemen yang terdapat pada jurusan
Akuntansi S1 Universitas Widyatama.
Dalam penulisan makalah ini, penyusun merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penyusun miliki. Untuk itu,
kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan laporan ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan
pengarahan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Penyusun
berharap agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.Terima kasih.

Bandung, 11 Februari 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
BAB 1..................................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang............................................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penyusunan....................................................................................... 4
1.4 Sistematika Penyusunan...............................................................................4
BAB II..................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN........................................................................................................ 5
2.1 Jenis Informasi Akutansi Manajemen............................................................5
2.2 Manfaat serta Kegunaan setiap tipe informasi akutansi manajemen...........6
2.2.1 Informasi Akutansi Penuh (Full accounting information).........................6
2.2.2 Informasi Akutansi Diferensial (Differential accounting information).....9
2.2.3 Informasi Akutansi Pertanggungjawaban (Responsibility Accounting
Information)................................................................................................... 10
BAB III.................................................................................................................. 14
PENUTUP.............................................................................................................. 14
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 16

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan selalu menghadapi berbagai masalah.
Diantaranya adalah bagaimana agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin, sehingga
dapat terciptanya keuntungan yang maksimal. Untuk menghadapi masalah tersebut,
diperlukan suatu sistem pelaporan intern yang memadai, sehingga jikalau terjadi
penyelewengan ataupun pemborosan dalam proses produksi dapat segera diatasi. Dalam
sistem pelaporan intern ini diperlukan akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen
merupakan jaringan penghubung yang sistematis dalam penyajian informasi yang berguna
dan dapat berdaya untuk membantu pimpinan perusahaan dalam usaha mencapai tujuan
perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya
sangat membutuhkan peranan akutansi manajemen yang dapat membantu manajemen dalam
melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, sehingga manajemen memahami dan melakukan
antisipasi apa yang terjadi dengan kebutuhan pelanggan.
Peran akutansi manajemen dalam suatu perusahaan merupakan salah satu peran
pendukung yang membantu para manajemen agar dapat mengambil keputusan-keputusan
dalam hal memimpin dan juga mengendalikan kegiatan-kegiatan perusahaan. Dalam rangka
pengambilan keputusan manajemen, manajemen memerlukan suatu informasi akutansi yang
memadai, informasi akutansi sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan dalam
merumuskan berbagai keputusan dalam memecahkan segala permasalahan yang dihadapi
3

perusahaan. Informasi akutansi yang dihasilkan dari suatu laporan keuangan berguna dalam
rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang
akan datang. Dengan menyususn proyeksi tersebut secara tidak langsung akan mengurangi
ketidakpastian, antara lain mengenai kebutuhan yang akan datang.
Melihat begitu banyak peranan dan manfaat informasi akutansi manajemen dalam
membantu perusahaan mencapai tujuan yang telah ditetapkannya tsb, maka melalui makalah
ini penyusun ingin mengetahui lebih rinci mengenai apa saja jenis-jenis informasi akutansi
manajemen serta manfaat dan kegunaanya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan Latar Belakang yang telah dikemukakan, penyusun merumuskan masalah
sebagai berikut:
1. Jenis-jenis informasi akutansi manajemen yang dihasilkan perusahaan
2. Manfaat serta Kegunaan dari masing-masing tipe informasi akutansi tsb.

1.3 Tujuan Penyusunan


Berdasarkan Rumusan Masalah yang telah dikemukakan, maka yang menjadi tujuan
penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui dan memahami jenis-jenis informasi akutansi manajemen
2. Mengetahui dan memahami manfaat serta kegunaan dari masing-masing tipe
informasi akutansi manajemen tsb.

1.4 Sistematika Penyusunan


Penyusun menyusun makalah ini menjadi tiga bab, yaitu:
BAB I
BAB II
BAB III

PENDAHULUAN
PEMBAHASAN
PENUTUP

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Jenis Informasi Akutansi Manajemen


Informasi yang digunakan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan adalah
informasi akuntansi manajemen dan merupakan informasi yang utama yang dimiliki
perusahaan. Informasi akuntansi manajemen terutama digunakan oleh pimpinan perusahaan
di dalam menunjang pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen khususnya fungi perencanaan dan
pengawasan.
Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal objek informasi,
altematif yang akan dipilih dan wewenang manajer. informasi akuntansi manajemen
dihubungkan dengan objek informasi, seperti produk, departemen, dan aktivitas perusahaan
maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi penuh. Jika informasi akuntansi
manajemen dihubungkan dengan alternatif yang akan dipilih, maka akan dihasilkan konsep
informasi akuntansi diferensial, yang sangat diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan
keputusan pemilihan altematif. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan
wewenang yang dimiliki oleh manajer, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi
pertanggungjawaban, yang terutama manfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi.
Berikut ini merupakan jenis-jenis informasi akutansi manajemen adalah sebagai berikut :
1) Informasi Akuntansi Penuh (full accounting information)
2) Informasi Akuntansi Diferensial (differential accounting information)
3) Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (responsibility accounting information)

2.2 Manfaat serta Kegunaan setiap tipe informasi akutansi


manajemen
Berdasarkan penjelasan diatas setiap jenis informansi akuntansi manajemen memiliki
manfaat dan kegunaan masing-masing dalam menunjang pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen. Manfaat dan Kegunaan pada setiap jenis informasi akutansi manajemen yaitu
sebagai berikut :
2.2.1 Informasi Akutansi Penuh (Full accounting information)

Informasi akuntansi biaya penuh adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang
diperoleh dan seluruh sumber yang dikorbankan suatu objek informasi. Unsur yang
membentuk informasi akuntansi penuh adalah total aktiva, total pendapatan dan total biaya.
Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva disebut dengan aktiva penuh (full assets).
Informasi akuntansi penuh yang berupa sumber yang dikorbankan untuk suatu objek
informasi disebut dengan biaya penuh (full costs). Objek informasi dapat berupa produk,
keluarga produk, departemen, divisi, aktivitas atau perusahhan sebagai keseluruhan.
Sedangkan informasi akuntansi penuh berupa pendapatan disebut dengan pendapatan penuh
(full revenues).
Informasi akuntansi penuh bermanfaat bagi manajemen untuk:
1. Pelaporan keuangan
Pelaporan keuangan terbagi menjadi dua yaitu pelaporan keuangan kepada pihak
luar dan pelaporan keuangan pada manajemen puncak. Pelaporan keuangan memerlukan
informasi akuntansi penuh yang berupa informasi masa lalu. Informasi akuntansi penuh
masa lalu yang bermanfaat adalah aktiva penuh, pendapatan penuh dan biaya penuh.
2. Analisis kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)

Analisis kemampuan menghasilkan laba dapat diterapkan dalam berbagai objek


informasi, diantaranya produk, keluarga produk (product line), aktivitas (activities), atau
unit organisasi.
3. Mengetahui biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu
Untuk mengetahui berapa biaya sesuatu, informasi akuntansi penuh yang bermanfaat
adalah biaya penuh masa lalu yang berkaitan dengan objek biaya. Biaya penuh yang
telah dikeluarkan untuk sesuatu berperan bagi manajemen dalam:
a. Evaluasi konsumsi sumber daya yang dikorbankan untuk sesuatu
b. Penyediaan informasi untuk memungkinkan manajemen melongok struktur
biaya perusahaan pesaing yang digunakan untuk menghasilkan produk berupa
barang atau jasa
c. Pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri
d. Penentuan harga jual produk (barang atau jasa)
e. Penyediaan

kemudahan

dalam

penghilangan

pemborosan

dengan

menyediakan informasi biaya untuk aktivitas bukan penambah nilai


f. Penyediaan informasi untuk improvement terhadap tingkat kemampuan barang
atau jasa dalam menghasilkan laba dengan memantau total biaya daur hidup
barang atau jasa
g. Penyediaan

informasi

untuk

memungkinkan

manajemen

melakukan

perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan tentang biaya mutu


(quality costs)
4. Penentuan harga jual normal

Dalam keadaan normal, manager penentu harga jual memerlukan informasi biaya
penuh yang akan datang sebagai dasar penentuan harga jual produk atau jasa. Metode
penentuan harga jual normal sering disebut denagn istilah cost-plus pricing, karena
harga jual ditentukan denagn menambah biaya masa yang akan datang denagn suatu
persentase markup (tambahan diatas jumlah biaya) yang dihitung dengan formula
tertentu. Yaitu sebagai berikut:
Harga jual = Taksiran biaya penuh + Laba yang diharapkan
5. Penentuan harga transfer
Ada dua macam pendekatan yang digunakan untuk menentukan harga transfer, yaitu
penetuan harga transfer atas dasar biaya (cost-based transfer price) dan penetuan harga
transfer atas dasar harga pasar (market-based transfer price).
6. Penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah
Informasi akuntansi penuh masa yang akan datang yang bermanfaat dalam
penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah adalah aktiva penuh dan
biaya penuh. Biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual yang diatur
dengan peraturan pemerintah dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing.
7. Penyusunan program
Dalam penyusunan program, manajemen memerlukan informasi akuntansi penuh
masa yang akan datang berupa aktiva penuh, pendapatan penuh dan biaya penuh.

2.2.2 Informasi Akutansi Diferensial (Differential accounting


information)

Informasi akuntansi differensial merupakan informasi akuntansi yang dihubungkan


dengan pemilihan alternatif. Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan
aktiva, pendapatan, dan atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan
alternatif tindakan yang lain. Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan
keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif yang
tersedia.
Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok :
1.

Merupakan informasi yang akan datang


2. Berbeda diantara alternatif yang yang dihadapi oleh pengambil keputusan.
Informasi akuntansi differensial terdiri dari biaya, pendapatan dan aktiva. Informasi
akuntansi differensial yang hanya berkaitan dengan aktiva disebut aktiva diferensial
(differential assets), yang hanya berkaitan dengan pendapatan disebut pendapatan diferensial
(differential revenues) dan yang berkaitan dengan biaya disebut biaya diferensial ( differential
costs).
Manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan dimana
umummya manajemen menghadapi 4 macam pengambilan keputusan jangka pendek yaitu :
a) Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )
b) Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk ( Sell or process further )
c) Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha
suatu bagian perusahaan ( stop or continue product line )
d) Menerima atau menolak pesanan khusus ( special order decision )

Contoh :

Perusahaan mempunyai sebuah ruangan kosong yang dapat disewakan kepada pihak
lain atau digunakan sendiri. Jika digunakan selama setahun akan menghasilkan penerimaan
sewa sebesar Rp. 600.000,- tetapi jika digunakan sendiri untuk jangka waktu yang sama dapat
menghasilkan laba sebesar Rp. 750.000,-. Dalam hal ini perusahaan dihadapkan pada
pemilihan alternative tindakan, yaitu disewakan atau digunakan sendiri.
Dalam kasus tersebut diketahui bahwa alternative tindakan digunakan sendiri dapat
menghasilkan manfaat lebih besar sebesar Rp. 150.000,- dibandingkan dengan alternative
tindakan untuk disewakan.
Berdasarkan contoh kasus tersebut di atas maka pendapatan sewa dan laba usaha
merupakan informasi pendapatan diferensial. Informasi akuntansi diferensial berkaitan
dengan masa yang akan datang.
2.2.3 Informasi Akutansi Pertanggungjawaban (Responsibility
Accounting Information)

Informasi akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting information)


merupakan informasi aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang
bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi ini dapat dijadikan
dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer
dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masingmasing. Informasi akuntansi pertanggungjawaban menekankan hubungan antara informasi
keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya
sehingga informasi ini merupakan informasi yang sangat penting dalam proses pengendalian
manajemen.

10

Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu konsep dari akuntansi


manajemen dan sistem akuntansi yang dikaitkan dan disesuaikan dengan pusat-pusat
pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi. Istilah akuntansi pertanggungjawaban ini
akan mengarah pada proses akuntansi yang melaporkan sampai bagaimana baiknya manajer
pusat

pertanggungjawaban

dapat

memanajen

pekerjaan

yang

langsung

dibawah

pengawasannya dan yang merupakan tanggung jawabnya atau suatu sistem yang mengukur
rencana dan tindakan dari setiap pusat pertanggung jawaban.
Menurut Hansen, Mowen (2005:116) definisi akuntansi pertanggungjawaban adalah
sebagai berikut :
Akuntansi pertanggungjawaban adalah Sistem yang mengukur berbagai hasil yang
dicapai oleh setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan oleh para
manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka.
Sedangkan akuntansi pertanggungjawaban menurut LM Samryn (2001: 258) adalah
sebagai berikut : Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansi yang
digunakan untuk mengukur kinerja setiap pusat pertanggungjawaban sesuai dengan informasi
yang dibutuhkan manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka sebagai
bagian dari sistem pengendalian manajemen.
Dari berbagai definisi diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai akuntansi
pertanggungjawaban sebagai berikut :
1. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansi yang disusun
berdasarkan struktur organisasi yang secara tegas memisahkan tugas, wewenang
dan tanggung jawab dari masing-masing tingkat manajemen.

11

2. Akuntansi pertanggungjawaban mendorong para individu, terutama para


manajer untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan perusahaan secara efektif
dan efisien.
3. Penyusunan anggaran dalam akuntansi pertanggungjawaban adalah berdasarkan
pusat pusat pertanggungjawaban. Dari laporan pertanggungjawaban dapat
diketahui perbandingan antara realisasi dengan anggarannya, sehingga
penyimpangan yang terjadi dapat dianalisa dan dicari penyelesaiannya dengan
manajer pusat pertanggungjawabannya.
4. Akuntansi pertanggungjawaban melaporkan hasil evaluasi dan penilaian kinerja
yang berguna bagi pimpinan dalam penyusunan rencana kerja periode
mendatang, baik untuk masing-masing pusat pertanggungjawaban maupun
untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan.
Berdasarkan penjalasan yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
tujuan dari Akuntansi Pertanggungjawaban adalah mengadakan evaluasi hasil kerja suatu
pusat pertanggungjawaban untuk meningkatkan operasi-operasi perusahaan di waktu yang
akan datang.
Manfaat dari Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban yaitu sebagai berikut :
1. Membantu dalam proses penyusunan anggaran (Jika informasi akutansi
pertanggungjawaban tersebut berupa informasi yang akan datang)
2. Penilai kerja manajer pusat pertanggungjawaban (Jika informasi akutansi
pertanggungjawaban tersebut berupa informasi masa lalu)
3. Membantu memotivasi manajer pusat pertanggungjawaban (Jika informasi
akutansi pertanggungjawaban tersebut berupa informasi masa lalu)
Dan dengan memanfaatkan sistem akutansi pertanggungjawaban yang diharapkan dari
suatu perusahaan adalah sebagai berikut:

12

1. Organisasi akan lebih mudah dikendalikan karena organisasi dibagi menjadi


unit unit kecil pengendalian yang berupa pusat pusat pertanggungjawaban
2. Keputusan keputusan operasional akan lebih baik karena dilakukan oleh
manajemen pada pusat pertanggungjawaban yang mengetahui permasalahan dan
informasi untuk pemecahan masalah
3. Dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai situasi dan kondisi dari masalah
yang ada
4. Para manajer pusat pertanggungjawaban dapat mengembangkan kemampuan
manajerialnya
5. Meningkatkan rasa tanggung jawab dan keputusan kerja para manajer pusat
pertanggungjawaban
Akutansi pertanggungjawaban bermanfaat terhadap jalannya perusahaan yaitu berupa
keputusan yang diambil tepat pada waktunya serta sesuai dengan tingkat manajemen yang
ada dan organisasi terbagi menjadi unit yang lebih kecil sehingga mudah dikendalikan. Dan
bagi para manajer manfaat yang didapat dari Informasi adalah peningkatan keahlian
manajerialnya serta dapat berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan, sehingga kepuasan
kerja dan moral kerjanya dapat lebih ditingkatkan.

13

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada pembahasan diatas mengenai jenis serta manfaat dan kegunaan
informasi akutansi manajamen, maka dapat disimpulkan bahwa pada tiap - tiap jenis
informasi akutansi manajemen yang memadai berperan dalam menunjang efektivitas operasi
perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkannya. Hal hal yang
menunjang kesimpulan tersebut adalah :
1. Manfaat Akutansi Informasi Penuh, yaitu:
a. Membantu pelaporan keuangan, dimana pelaporan keuangan memerlukan
informasi akuntansi penuh yang berupa informasi masa lalu.
b. Membantu analisis kemampuan menghasilkan laba, dimana dalam
melakukan analisis kemampuan menghasilkan laba dibutuhkan informasi
akutansi penuh untuk memungkinkan manajemen melakukan analisis
c.
d.
e.
f.

kemampuan pada setiap produk dalam menghasilkan laba


Mengetahui berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu
Membantu dalam penyusunan program
Membantu dalam penentuan harga jual normal
Bermanfaat untuk menetapkan harga jual produk atau jasa yang diatur
dengan peraturan pemerintah terdiri dari biaya penuh masa yang akan
datang dikeluarkan untuk menghasilkan produk atau jasa dan aktiva
penuh yang akan digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa
tersebut.

2. Manfaat Akutansi Informasi Differensial, yaitu:

14

a. Bermanfaat dalam pengambilan keputusan jangka pendek.Umummya


manajemen menghadapi 4 macam pengambilan keputusan jangka pendek
yaitu :
1) Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )
2) Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk ( Sell or process
further )
3) Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan
usaha suatu bagian perusahaan ( stop or continue product line )
4) Menerima atau menolak pesanan khusus ( special order decision )
3. Manfaat Akutansi Informasi Pertanggungjawaban, yaitu:
a. Membantu dalam proses penyusunan anggaran
b. Penilai kerja manajer pusat pertanggungjawaban
c. Membantu memotivasi manajer pusat pertanggungjawaban

DAFTAR PUSTAKA

Hansen, Don R. dan Marryanne M. Mowen. 2009. Managerial Accounting ; Akuntansi


Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
15

Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen ; Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Jakarta: Salemba
Empat.
http://m-anis.blogspot.com/2011/04/informasi-akuntansipertanggungjawaban.html

http://cholil145.blogspot.com/2012/04/jenis-informasi-akuntansi-manajemen.html

16

Anda mungkin juga menyukai