Anda di halaman 1dari 49

PRESENTASI KASUS

HIV
Pembimbing :
Dr. Giri Aji, Sp.
PD

Disusun oleh :

Laila Saieda
Larisa Sabrina R

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam


Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati

IDENTITAS

No RM : 01257412
Nama : Ny. S U
TTL : Jakarta, 22/12/2013
Umur : 36 tahun
Status : Menikah
Alamat : Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Pendidikan : Tamat SLTA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Jaminan : KJS
Tanggal masuk : 20 Desember 2013

ANAMNESIS

Alloanamnesi
s dengan
suami pasien,
20 Desember
2013

Keluhan utama :

Lemas sejak
1 bulan
SMRS

RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
AKHIR TAHUN 2012
9 TAHUN YANG LALU
1
BULAN
YANG LALU
Suami
pertama
pasien
meninggal,
diduga
Pasien mengalami
penurunan
nafsu
3
2
BULAN
YANG
LALU
Sering
merasa
lemas
karena
over
dosis
makan, penurunan berat badan dan
Mual
danhilang
muntah
2- 3 x sehari, isi
demam
timbul
TAHUN
2011
Pasien
melahirkan
berobat
ke
poli
anak
Wijaya
kedua
Kusuma
secara
SC
RS.
makanan
Suami
memeriksakan
pasiensuami
ke RSCM
Pasien
menikah
lagi
dengan
kedua
di
RS.
Fatmawati
didiagnosis
menderita
TB
paru
Fatmawati,
Batuk
berdahak,
warna
kuning
positif
HIV
dengan CD4
<sejak
dinyatakan
Suami
kedua
sudah
didiagnosis
HIV
Anak
dan
mendapat
pasien
mengkonsumsi
OAT
susu formula
Demam
hilang
timbul
3
200/mm
disarankan
mengkonsumsi
tahun
2005
dan
rutin
mengkonsumsi
obat
Diare
lama
(-), sariawan
di mulut
(-)
obat
ARV
tetapi
tidak
kontrol
ulang
ARV
Saat itu pasien sedang hamil 3 bulan

RIWAYAT
PENYAKIT
DAHULU

RIWAYAT
PENYAKIT
KELUARGA

DM, hipertensi,
Keluarga tidak ada
asma, dan alergi
yang mengalami
disangkal
hal yang sama
Menurut suami,
Riwayat DM,
sejak sebelum
menikah pasien
hipertensi, asma,
memang kurang
dan penyakit
kooperatif jika diajak
jantung dalam
bicara.
keluarga disangkal.

RIWAYAT SOSIAL
Riwayat konsumsi obat-obatan dengan
jarum suntik, transfusi darah, dan tatoo di
tubuh disangkal
Merokok (-)
Alkohol (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum: Tampak sakit sedang


Kesadaran : Compos Mentis
Berat badan : 37 kg
Tinggi badan : 154 cm
Keadaan Gizi : Gizi Kurang (IMT = 15,6)
Tekanan Darah: 90/60 mmHg
Nadi : 76 x/ menit, regular, isi cukup
Pernafasan: 20 x/ menit, regular
Suhu : 36,7 C (axilla)

PEMERIKSAAN FISIK (2)


Kepala : Normochepal , rambut hitam tersebar merata,
tidak mudah dicabut
Mata : Konjungtiva pucat (+/+), sklera ikterik (-), refleks
cahaya langsung & tak langsung (+), pupil
bulat
isokor 3 mm
Telinga : Normotia, nyeri tekan tragus (-), sekret (-), liang
telinga lapang, membran timpani intak
Hidung : Septum deviasi (-), napas cuping hidung (-),
mukosa hiperemis (-), sekret (-)
Mulut : Oral higien baik, mukosa lembab, atrofi papil (-),
faring hiperemis (-), tonsil T1/T1
Leher
: JVP 5 + 2 cmH2O, KGB & tiroid tidak teraba
membesar

PEMERIKSAAN FISIK (3)


Paru
Inspeksi : Bentuk simetris statis dan dinamis, gerak nafas
simetris, tipe torako-abdominal, retraksi sela iga (-),
dilatasi vena (-), spider nevi (-)
Palpasi : Vocal fremitus simetris, massa (-)
Perkusi : sonor
Auskultasi: Suara nafas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-

Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba pada ICS V linea
midclavicularis kiri
Perkusi : batas jantung kanan setinggi ics III-IV-V linea
sternalis kanan
batas jantung kiri setinggi ics V linea

PEMERIKSAAN FISIK (3)


Abdomen
Inspeksi: datar, lemas, dilatasi vena (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal, bruit
(-)
Palpasi : defens muscular (-), massa (-),
nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba
Perkusi : timpani, shifting dullness (-),
nyeri ketuk (-)

Ekstremitas
Akral hangat,oedem (-), clubbing finger
(-/-), palmar eritem (-/-)

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Hasil Lab di RS. Dharmais (21 November
2013)
Pemeriksa
an

Anti HIV
CD4 absolut
CD4 %

Hasil

Nilai
Rujukan

Reaktif

Non reaktif

147

410 1590
sel/mm3

31 60 %

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Hasil Lab di RS. Fatmawati (19 Desember


2013)
Pemeriksaan
Hasil
Nilai Rujukan
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Trombosit
Eritrosit
VER
HER
KHER

10.7
31
2.7
264
3.58
87.4
30.0
34.3

11.7 15.5 g/dl


33 45 %
5 10 ribu/UL
150 440 ribu/UL
3.8 5.2 juta/UL
80 100 fl
26 34 pg
32 36 g/dl

RDW

16.0

11.5 14.5 %

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Hasil Lab di RS. Fatmawati (19 Desember
2013)
Pemeriksaan
Hasil
Nilai Rujukan
SGOT
SGPT
Ureum darah
Kreatinin darah
Gula darah
sewaktu

25
18
17
0.5

0 34 u/l
0 40 u/l
20 40 mg/dl
0.6 1.5 mg/dl

73

70 140 mg/dl

Natrium

128

Kalium

3.24

135 147
mmol/L
3.10 5.10

Foto Rontgen Thoraks


(27/11/2013)
Kesan : Tampak infiltrat di
kedua suprahiler bilateral,
terutama kiri

Pemeriksaan EKG
(20/12/2013)

Sinus ritme, normoaxis, HR 75 x/mnt, P wave normal, PR interval 0,16, kompleks


QRS 0,08, ST changes (-), T inverted (-), BBB (-), LVH (-), RVH (-) EKG normal

RESUME
Perempuan, 36 tahun, datang dengan
keluhan lemas sejak 1 bulan SMRS, mual
dan muntah 2-3 kali sehari, isi makanan
sejak 3 minggu yang lalu. BAB dan BAK
normal. Sariawan dan diare lama
disangkal.
Sejak 2 bulan yang lalu, batuk berdahak,
warna kuning dan demam hilang timbul.
Satu bulan lalu, berobat ke poli Wijaya
Kusuma RSF dikatakan menderita TB paru
dan diberi ARV

RESUME (2)
Satu tahun lalu (saat hamil 3 bulan),
pasien mengeluh nafsu makan menurun,
BB turun, lemas, dan demam hilang
timbul. Diperiksakan ke RSCM dan positif
HIV, namun tidak kontrol rutin.
Tahun 2011, menikah dengan suami
kedua yang telah didiagnosis HIV sejak
tahun 2005 dan mengkonsumsi ARV
Suami pertama meninggal 9 tahun yang
lalu, diduga karena over dosis.
Riwayat IVDU, transfusi, tatoo disangkal.

RESUME (3)
Pemeriksaan Fisik
Gizi kurang, konjunctiva pucat (+/+)
Pemeriksaan penunjang
Anemia normositik normokrom,
leukopenia, peningkatan RDW,
hiponatremia, hipokloridemia
Foto thorax
Tampak infiltrat di kedua suprahiler
bilateral, terutama kiri

DAFTAR MASALAH
1. Dispepsia intake kurang
2. AIDS belum ARV
3. TB paru on OAT
4. Hiponatremia hipoosmolar
normovolemia
5. Anemia normositik normokrom

TATALAKSANA
NaCl 0,9% 500 ml /6
jam
Ranitidin 2 x 50 mg i.v
Ondansetron 3 x 4 mg
i.v
Sucralfat 4 x 10 mg p.o
Cotrimoksazol 1 x 960
mg
Lanjutkan OAT 4 FDC
1 x 3 tablet p.o
Curcuma 3 x 1 tablet
p.o

Diet lunak 1700


kkal/hari
25 kkal/kgBB TB =
154 cm, BB idaman =
49,6 kg 50 kg
Stress + 20%
Aktivitas + 10%
BB + 10%

Hasilnya: 1250 kkal


+ 40% 1700
kkal/hari

PROGNOSIS
Ad vitam
: dubia ad malam
Ad fungsionam : dubia ad malam
Ad sanationam : dubia ad malam

ANALISIS MASALAH

DEFINISI
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan
tubuh manusia dan dapat menimbulkan AIDS.

AIDS
kumpulan gejala atau penyakit yang
disebabkan
oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat
infeksi oleh virus HIV

AIDS merupakan tahap akhir dari


infeksi HIV

ETIOLOGI
Acquired immune deficiency syndrome
(AIDS) disebabkan oleh HIV
HIV-1 dan HIV-2
Speci Virule
es
nce

Infecti
vity

Prevale Inferred
nce
Origin

HIV 1 Tinggi

Tinggi

Global

HIV 2 Lebih
Rendah Afrika
rendah
barat

Common
chimpanze
Sooty
Mangabey

EPIDEMIOLOGI

STRUKTUR VIRUS HIV

MEKANISME REPLIKASI HIV

MANIFESTASI KLINIS
Sindroma HIV Akut

Tahapan Asimptomatik Clinical Latency


Tahapan Simptomatis

KLASIFIKASI WHO (2005)

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

HIV ELISA
Western blot spesifik komponen virus
HIV rapid antibody test
Complete blood count
Absolute CD 4 lymphocyte count
CD 4 percentage
HIV viral load test
WHO 3 metode berbeda HIV positif bila
semuanya
reaktif

GOLONGAN ANTI
RETROVIRAL
1. Penghambat reverse transcriptase
nukleosida / nukleotida (NRTI/ NtRTI)
2. Penghambat reverse transcriptase
nonnukleosida (NNRTI)
3. Penghambat protease (PI)
4. Penghambat fusi

MEKANISME KERJA ARV

ANTI RETROVIRAL
NRTI/Nt
RTI
NRTI
AZT
(Zidovudine)
3TC
(Lamivudine)
d4T
(Stavudine)
ddI

NNRTI

PI

NVP (Nevirapine)
EFV (Efavirenz)
NFV
DLV (Delavirdine) (Nelfinavir)
SQV
(Saquinavir)
Fusi
RTV
inhibitor (Ritonavir)
IDV

INISIASI PEMBERIAN ARV


Target
pasien

Stadium Klinis Rekomendasi

Asimptomatik WHO stadium 1


Simptomatik WHO stadium 2
WHO stadium 3
atau 4
TB dan
TB aktif
hepatitis B

Hepatitis B

CD4 350 sel/mm3


CD4 350 sel/mm3
Jumlah CD4
berapapun
Jumlah CD4
berapapun
Diberikan
secepatnya setelah
OAT
Jumlah CD4
berapapun

LINI PERTAMA ARV


2 NRTI + 1 NNRTI

EFEK SAMPING ARV


OBAT

DOSIS

EFEK SAMPING
NRTI /NtRTI

Zidovudi
n

200mg
tid/300mg bid

Nyeri kepala, neutropenia, anemia makrositik

Lamivudi
n

150mg bid/ 300


mg

Mual, nyeri kepala, kelelahan

Stavudin

30 40 mg bid

Neuropati perifer, lipodistrofi, hiperlipidemia,


pankreatitis

Didanosi
n

250 400 mg/


hari

Neuropati perifer, pankreatitis, diare, mual,


hiperurisemia

Abacavir

300mg
bid/600mg

Ruam, reaksi hipersensitivitas, mual

Tenofovir

300 mg qd

Nyeri kepala, diare, mual, muntah, flatulens,


gang. ginjal
NNRTI

Nevirapin

200 mg bid

Ruam, hepatitis, transaminase, mual, nyeri


kepala

KOINFEKSI TB - HIV
1. Pemberian terapi ARV pada semua
pasien HIV dengan TB aktif tanpa
memandang nilai CD4.
2. OAT diberikan lebih dahulu, diikuti
pemberian ARV sesegera mungkin (2 8
minggu).
3. Untuk regimen NNRTI diberikan
Efavirenz (EFV) pada pasien HIV dalam
terapi OAT interaksi dengan rifampisin
lebih ringan. Setelah terapi OAT selesai,

KRITERIA GAGAL TERAPI


KRITERI
A

KONDISI PASIEN

CATATAN

Kegagala Kondisi stadium 4 WHO baru Kondisi harus dibedakan


atau berulang
dengan SPI
n klinis

Kondisi WHO stadium 3


(TB paru, infeksi bakteri
berat) dapat merupakan
tanda kegagalan
Kegagala Penurunan kembali CD4 Tanpa infeksi penyerta lain
seperti
sebelum yang dapat menyebabkan
n
pengobatan (atau lebih penurunan CD4 sementara
imunologis
rendah) ATAU
Penurunan sebesar 50%
dari nilai tertinggi CD4
yang pernah dicapai ketika
pengobatan, ATAU
Jumlah CD4 tetap < 100
sel/mm3
Kegagala Viral load plasma > 5.000 Ambang batas viral load

Dicurigai kegagalan
klinis atau imunologis
Pemeriksaan viral load
VL > 5000 kopi/ml
Penatalaksanaan
kepatuhan

ALUR
PEMINDAHAN
LINI PERTAMA
KE LINI KEDUA

Pemeriksaan ulang VL

VL 5000
kopi/ml

VL > 5000
kopi/ml

Jangan pindah ke
lini kedua

Pindah ke lini
kedua

LINI KEDUA ARV


2 NRTI + 1 bPI
(TDF atau AZT) + 3TC +
LPV/RTV
Regimen

lini Pilihan lini kedua

pertama
Berbasis AZT- AZT/d4T + 3TC + TDF + 3TC/FTC + LPV/RTV
d4T
Berbasis TDF

NVP/EFV
TDF + 3TC/FTC
NVP/ EFV

+ AZT + 3TC + LPV/RTV

DAFTAR PUSTAKA
Sudoyo K, Setiyohadi B, et al., ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke-4.
Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia; 2006.
Sylvia A. Price, et al. Patofisiologi Kosep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi
ke-6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2005
Fauci A, Braunwald E, Kasper D. Harrison's Principles of Internal Medicine.
17th ed. New York: McGraw-Hill; 2008.
Simon V, Ho DD, Karim QA. HIV/AIDS Epidemiology, Pathogenesis,
Prevention, and Treatment. Lancet 2006;368:489-504.
Joint United Nation Programe on HIV/AIDS (UNAIDS). Report Global AIDS
Epidemic. 2008.
World Health Organization. WHO Case Definitions of HIV for Surveillance and
Revised Clinical Staging and Immunological Classification of HIV-Related
Disease In Adults and Children. 2007. France: WHO Library Cataloguing-inPublication Data.
Center for Disease Control (CDC). Clinical Manual for Management of the
HIV-infected Adult.HIV classification: CDC and WHO staging systems; 2005
edition. Diunduh dari: http://www.aids-ed.org/aidsetc?page=cm-105_disease
.
Yunus, Faisal. Tuberkulosis, Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di