Anda di halaman 1dari 3

ELASTISITAS

KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memcahkan masalah.

Materi
KD 3.4 Mendeskripsikan sifat elastisitas bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan/Metode/Strategi
KD 4.5 Menyelidiki sifat elastisitas suatu bahan melalui percobaan.

No
.
1

Materi

Miskonsepsi

SMA
Sifat Elastisitas Bahan
1. Sifat-sifat (elastis dan
plastis)
2. Tegangan, Regangan
dan Modulus Young.
3. Hukum Hooke
Rangkaian Pegas (seri,

Pendekatan/Metode/Strategi

1. Apa yang menyebabkan suatu benda bersifat elastis.

Strategi yang dilakukan adalah dengan


2. Siswa biasanya sering menganggap bahwa apabila suatu pegas ditarik percobaan menggunakan pegas.
gaya sebesar F, maka pegas tersebut akan terus bertambah panjang.

Prosedur Percobaan

Namun sebenarnya, pada keadaan tertentu di mana gaya yang Untuk mengetahui sifat elastisitas bahan
diberikan melebihi batas kemampuan dari pegas, maka pegas
Amati benda-benda yang ada di sekitar
tidak dapat bertambah panjang lagi. Artinya hukum hooke
kelas
tidak berlaku lagi. Batas kemampuan dari pegas disebut batas

Media

LKS praktikum

Alat percobaan pertama


1 buah pegas
1 buah karet gelang
1 buah pensil kayu

Paralel dan gabungan)

elastis. Jika gaya yang dikerjakan benda lebih kecil daripada

4. Pemanfaatan benda
elastis dalam
kehidupan sehari-hari
(contohnya)

batas elastisitasnya, benda akan kembali ke bentuk semula.

Untuk mengetahui bahwa suatu benda


mempunyai batas elastisitas

1 buah penggaris plastik

Akan tetapi, jika gaya yang diberikan melampaui batas elastis, Gantungkan sebuah pegas pada batang
benda tidak kembali ke bentuk semula, melainkan secara

penggantung, kemudian ukurlah panjang

permanen berubah bentuk.

pegas

bebas

(tanpa

beban) dengan

membaca skala pada mistar dan catatlah


3. Siswa biasanya sering menganggap bahwa pada waktu pegas ditarik

data tersebut pada tabel data pengamatan.

dengan gaya F, pegas mengadakan gaya yang arahnya (Fp) sama

1. Karet, kawat, plastisin


2. Tiang penyangga (1
Pasang)
3. Batang pendek (1 buah)

pada ujung bawah pegas, lalu amati

Namun sebenarnya, pada waktu pegas ditarik dengan gaya F,

panjang pegas yang terlihat pada skala

5. Pegas besi (1 buah)

pegas mengadakan gaya yang besarnya (Fp) sama dengan

mistar. Lakukan

gayamenarik, tapi arahnya berlawanan. Gaya pemulih (Fp)

mungkin agar

merupakan gaya yang dilakukan pegas untuk mengembalikan

mendekati akurat dan catat data yang

bendapada posisi keseimbangan. Besarnya gaya pemulih

telah

menurut Robert Hooke dirumuskan sebagai berikut.

pengamatan.

F=k x

Faksi =F reaksi

diperoleh

pengamatan
diperoleh data
pada

tabel

sebaik
yang
hasil

Ulangi langkah bagian 2 dengan 2 beban


(100 gram), 3 beban (150 gram), 4 beban

F p =k x

(200 gram) dan terakhir 5 beban (250

Alat percobaan kedua

4. Beban (50 gram) (5


buah)

dengan gaya menarik

Gantungkan sebuah beban (50 gram)

Siswa biasanya menganggap tanda negatif pada hukum hooke sebagai

gram) dan catat untuk melengkapi tabel

nilai, padahal sebenarnya tanda negatif tersebut menunjukkan arah yang

data hasil pengamatan.

berlawanan

Hitung pertambahan panjang

( x )

untuk setiap beban yang digantungkan

6. Pegas nikel (1 buah)


7. Penggaris 50 cm (1 buah)

pada ujung pegas, dengan menggunakan


rumus

lalu

tuliskan

data

hasil

perhitungan pada tabel hasil pengamatan.