Anda di halaman 1dari 13

TARI GANTAR

Kalimantan Timur
Kelompok 1 -- Kelas X.1
1. Alifah Nur Meiliana
2. Desi Ardiyanti Widyatama
3.
4.
5.

Fatimah Afifah
Kifayatul Akhyar
Qonita Azzahra

6. Rizki Aziz Radyantama


7. Sharandani Adinda Salsabella

Sekilas tentang
Berasal dari Suku Dayak Benuaq dan
Tunjung
Dikenal sebagai tarian pergaulan antara muda
mudi.
Tarian ini melukiskan kegembiraan dalam menanam padi.
Tarian ini juga melukiskan keramah-tamahan suku Dayak dalam
menyambut tamu yang datang ke Kalimantan Timur.
Gantar adalah sepotong bambu yang didalamnya diisi dengan biji-biji
padi dan tongkat panjang yang merupakan asek untuk membuat
lubang di tanah saat menanam padi.

Jenis-jenis Tari
Gantar

Gantar Ratyar Gantar Busai Gantar Senak dan Kusak

Gantar
Ratyar
Jenis Tari gantar ini alatnya yaitu Gantar (kayu yang
panjang), pada ujung tongkat tersebut diikatkan/
digantung tengkorak manusia yang dibungkus
dengan kain merah dan dihiasi dengan Ibus.
Mereka menari berkeliling sambil menyanyi,
dipinggang penari diikat mandau atau parang.
Apabila tidak memegang
tongkat, mereka
melambaikan tangan sesuai
irama.

Gantar Busai
Jenis Tari Gantar ini hanya membawa sepotong bambu
yang diisi dengan biji-bijian yang dipegang sebelah
kanan sedangkan tangan kiri tidak membawa apa-apa
(saat menari dilambai-lambaikan sesuai irama
sedangkan bambunya berukuran 50cm diberikan 12
gelang agar berbunyi gemerincing jika digerakkan).
Jumlah bambu atau Gantar tersebut sesuai dengan
jumlah penarinya.
Mereka menari berkelompok- kelompok.

Jenis tari Gantar ini,


penarinya
menggunakan dua alat
tari yaitu Senak
(tongkat) yang
dipegang tangan kiri.

Sedangkan Kusak (bambu)


yang dipegang tangan
kanan, yang berisi bijibijianagar berbunyi
nyaring. Kusak dipegang
tangan kanan dengan
telapak tangan terbuka dan
siku ditekuk.

Gantar Senak dan Kusak

Senak biasanya berukuran 11/4 meter, sedangkan kusak


dengan ukuran 30 cm diisi
dengan biji- bijian dan diberi
penutup yang disebut dengan
lbus.

Jenis tari yang ketiga inilah yang


berkembang pada saat ini dengan
perkembangan variasi gerak, pola
lantai, penggarapan level, iringan tari
yang disesuikan dengan situasi dan
kondisi pada saat ini.

Pakaian Penari

Baju atasan Bawahan (Taa) Hiasan Kepala dan


Properti

Baju Atasan
Baju model blus yang biasanya diberi rumbai-rumbai dipinggir
lingkaran lengan bajunya, bentuk leher bundar kancing depan.
Bahan yang dipergunakan kain polos biasa atau dari bahan tenun
ulap doyo, bahan tenun ulap doyo ini biasa didapatkan dari
masyarakat Dayak Benuaq di Tanjung lsuy.
Sebagai pengganti blus penari bisa juga mengenakan kebaya
panjang atau setengah lengan yang terbuat dari bahan, atau kain
tenun.

Bawahan
(Taa)
Bawahan penari Gantar menggunakan kain sela atau Taah dengan
ukuran lebar 2 kali ukuran lingkaran pinggang.
Diukir atau dihiasi uang logam , bisa juga dipinggirannya ditempel kain
perca yang berwarna warni.
Bahan terdiri dari kain polos atau tenun doyo.

Hiasan Kepala dan properti Tari gantar


Bagian kepala memakai Labung yaitu hiasan kepala yang diikat seputar
kepala yang dihiasi dengan ukiran-ukiran yang disebelah belakang
menempel kain lurus ke samping atau bisa juga penarinya memakai seraung
yaitu topi lebar yang diberi hiasan pada bagian atas serta rumbai-rumbai
yang berjuntai pada pinggiran topi.
Sebagai perlengkapan penari menggunakan hiasan kalung manik batu yang
beraneka warna dan pada pergelangan tangan perhiasan gelang manik batu
beraneka warna atau gelang sulau yang terbuat dari logam atau tulang.
Pada pergelangan kaki dipasang gelang kaki.

Sumber
http://novieidr.wordpress.com/2012/11/12/tari-khas-kalimantan-timur-tarigantar/