Anda di halaman 1dari 9

T

-[

r
Jurnal Teknik REKAyASA, Votume 10 No

Juni 2009

AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGENCER ELEKTROLIT BATERAI


PADA PEMBANGKIT SISTEM HIBRID
Rain water as Alternative of Battery Electrolite Dilute
in Hybrid Powerplant System

,,,.,,iof"l'.['F&,["i:ff,'i:Tll.',iH^f,.lli'#ilI,",,,,
Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Telpon. (0370) 636126, Fax. (0370) 6Joszg.

ABSTRAK
Pembangkit Srsfem Hibrid (PSH) di Desa Teratak Loteng memertukan baterai (aki)
sebagai
untuk
menyimpan energi tistrik. Setekh baterai bekerja'selama selang
ry.edia
tertentu dan
digunakan secara terus menerus, maka elewratitnya akan minjadi asam dan kental.
oleh karena
itu pedu dilakukan pengenceran etektrolit baterai.'Pada PSH tersebut pengencer
etefirolit
baterai
yang seharusnya menggunakan aquadest, ki.ni digantikan dengan
menggunakan air hujan. Apakah
alr huian sebagai pengencer elektrotit baterai meighasitkan unlu* xe1iiatng
oi,ixjix, aiorrdingkan

iaiu

deng an pengencer ele$rot

it baterai me ngg u nakan aquaotest


Penelitian ini akan mengambit sampet20 unit bateraidari 124 unit bateraiyang
ada di pSH,
10 sampel diencerkan dengan elektrolit aq.uadest dan sisanya diencerkan
d;;;a;; ebktrolit air

huian. 20 sampel baterai tersebut dipilih'berdasarkan pengukurrn, uni oite,di


i"rg memitiki
tegangan yang hampir sama. dan yang mendekati nitai tejangan awal.
Selanjuinya ditakukan
pengukurun terhadap parameter-parameter tegangan, arus
dZn persenfase Ah (ampere-jam) pada
saat dilakukan pengisian.(charging) maupu1 pengosongan
{disiharging). seiai-ii';iiga dilakukan
penguiial terhadap kandungan elektrolit baterai, {eperti-eu,'satinitaida-i
xaaar Oe,aiiig.
Dari hasil penguiian pada Laboratorium Analitik unram didapatkan nitii
in, xaaar garam
(salinitas) dan kadar beterang dai elektrctit y?ng penger"ri
*rnggunakan aquadost tebih kecil
dib.9nlinakan yang pengencer menggunakan bir nujan.bim,ana diketahui
bahwa semakin kecit nitai
salinitas maupun kadar belerang dan pH etel<tolit, meka semakin tinggi
tegangan-yaig dihasilkan.
Dari hasil tercebut didapatkan tegangan patgrai aquaaistiin air hujan pada
saat pengisian
(charging) adalah befturut - turut 2,t7t v-:
aan pii, saat pengosongan (discharging)
l,.tsp
!
diperoleh nilai befturut - turut adatah 2,0253 v : 2,0065 V.-D;i nasit'anaiiii,aliprruirn kenaikan
kapasrtas saat pengisian baterai (charging) sebesai o,t3l w iinggunakan
aquadest dibandingkan
dengan air huian, s-elangkan paai iiat pengosorgan
iii;cnarging) didapatkan penurunan
kapasitas sebesar e 745 o/o.
Kata kunci: Pembangkit srcfem

hibid,

etel<trotit baterai, air hujan

dan aquadest.

ABSTRACT
Hibnd Powerplant sysfem in Teratak viltage central of tombok
required a sforage battery as

a media for saving the eleticity. After the baftery is apptga

ip

io a ceftain time and

cintually used,
its electrolite will become viscous acid. Therefob, tni'ditutioi
iietetrotite
io-r".
on Hibrid
Powerplant svsfem, actuatly should be used aquadest
or eticiiiitiitte'ry, but in this
research aquadest will be c.hano.e willt usino rain water. ooes
rain water as dilution of electrotite
baftery will shown a peiect resutt nther thin the ditution of etetitite
battery ini
iguadest.
This research will take sample in
units of battery from 124 units of oittirv in Hibrid
Powerylant svsfem, 10 samptes arc thinned by. using aqiii;st'etectrotite
anj
thinned by
using rain water electrolite. 2o samples of the-baftefi is'cnoasei or",
on the measut,,ment of unit
battery which has nearly same voltage with the eaiy voltage. inen
tne measurement toward each
citeia of each voltages, gunent and percentage.or
(impere-hour) at the

riineiiitio,

iii

|0

discharging. Beside

it all, the

analysis

of

ry

oiiii,i"

,iiii
i{"["1;

iii ii cnarying or
pH,

content in'eteaiiite baftery, as

salinity and

13

Abdul Natsir, dkk.

Air Hujan Sebagai Alternatif pengencer Elektrolit Baterai..

bramestone mte.
The result of tltis analysis at Anatitik Laboratory in tJnivercity of Mataram r.s goffen the point
PH,
salt
rate (salinrty) and bramestone rate of etecirolite that using tne iitipioi if-iquaaest ana
9f
has more small point than the dilution that using the water rain etectrotite. Wtere
is know that
progrcsively the point of salinity even brumestone and PH etectrotite and rain
water in the time of
thlruilg is contually in 2.171 V : 2.155 V and at the time of discharging is gotten a ioini in contuaiy
is 2-0253 V : 2.0068 V. From the result of this.anatysis is goffen o.lsi n'ascensiii cipacig when
the battery is charying
abctrotite,
_by uging aquadest etectrolite ra{her that by using i,in
meanwhile in the time of discharging is gotten decreasing capacity in'L.T4si/o.

iiti?

Keyvvords: Hibrid powerplant system, electrolite battery, rain water and aquadest etectrotite.
PENDAHULUAN

lndonesia memiliki potensi besar da-

lam mengembangkan energi surya sebagai


sumber energi alternatif karena terletak di
daerah katulistiwa, yaitu antara Garis 6" LU 11' LS.
Tahun 1992, tepatnya di Desa Teratak
Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah
Provinsi NTB dibangun Pembangkit Sistem
Hibrid (PLTS dan P|-TMH) dengan kapasitas

48 kWp untuk PLTS dan 6,3 kW

untuk

PLTMH. PLTS merupakan pembangkit utama,


sedangkan PLTMH hanya sebagai pembangkit cadangan untuk mengatasi kelemahan
PLTS.

Saat ini PSH tersebut rnengalami penurunan unjuk kerja disebabkan karena elektrolit baterainya telah menjadi asam dan ken-

tal sehingga perlu dilakukan pengenceran.


Selama ini pengenceran blektrolit rnenggu-

nakan air hujan, yang seharusnya menggunakan aquadest, sehingga hal tersebut diiias
yang mendorong peneliti untuk melakukan
pengujian dan pengkajian.

Baterai pada PSH

di Desa

Teratak

sehingga dikemudian hari dapat digjunakan


untuk pengisian baterai (penambahan electrolit baterai). Baterai (aki) yang digunakan

adalah jenis /ead acid battery.

..

Hasil penelitian ini diharapkan dapat


digunakan oleh masyarakat, sebagai rujukan
untuk pemeliharaan atau pengisian biterai
(aki), agar umur dari pSH khususnya baterai
lebih optimal.

TINJAUAN PUSTAKA
Sistem Hibrid
Pada siang hari dengan keadaan cuabekerja
untuk menghasilkan listrik arus searah (DC)
ke baterai kemudian diubah menjadi listrik
bolak-balik (AC) oleh inverter. pada malam
hari atau pada kondisi abnormal saat fotovol_
taik tidak mampu menghasilkan energi, maka

ca cerah, modul-modul fotovoltaik

energi yang tersimpan pada baterai dikeluar_


kan untuk menyuplai beban. Jika kondisi ab_
normal terus berlangsung dan menyebabkan
energi yang tersimpan datam bateiai sudah
tidak mencukupi lagi, maka pLTMH secara

menggunakan air hujan untuk pengenceran


elektrolitnya. Apakah penggantian aquadest
menggunakan air hujan tidak berpengaruh ter-

otomatis akan dioperasikan.

hadap unjuk kerja baterai.

subsistem, diantaranya subsistem fotovoltaik,

Perlu diketahui bahwa kualitas air


hujan pada setiap tempat berbeda-beda, tergantung dari wilayah penampungan, waktu
penampungan, cara penampungan maupun

subsistem pendukung lainnya. Hubungan antara subsistem ini dalam bentuk blok diagram

wadah untuk penyimpanannya.

Air hujan yang digunakan pada penelitian ini adalah air hujan yang berada di Desa
Teratak - Loteng. Penampungan dilakukan setiap hujan turun dan tidak tergantung terhadap
waktu. Penampungan dilakukan dengan membentangkan terpal bersih yang diikat pada
ujung-ujungnya menggunakan penyangga. Air

&

hujan yang tertampung dituang dan disimpan


di dalam bak penampung yang tertutup rapat,

Sistem Hibrid terdiri dari beberapa

inverter, kontrol, mikrohidro, baterai, serta

dapat dilihat pada Gambar

1.

Modul fotovoltaik adalah komponen


elektronika. yang dapat mengubah energi
surya menjadi energi listrik arus searah (DC).
Pada keadaan awal jumlah modul fotovoltaik
yang ada pada pembangkit ini adatah 960
buah dengan tegangan 338 volt dan arus
142,8 ampere, sedangkan kapasitas daya se_
cara keseluruhan adalah 4g kWp. Energilistrik

.l

f,
3
I

.+l

Jurnal Teknik REKAyASA, Volume 10 No 1, Juni 2009

yang dihasilkan oleh modul tersebut dapat


langsung dipakai sebagai sumber arus seaiah
atau diubah dahulu menjadi arus bolak-balik
dengan bantuan inverter.

berfungsi sebagai tempat penyimpan energi


yang dibangkitkan oleh fotovottaik dan pLTMH
yang selanjutnya digunakan untuk menyuplai
beban.

Prinsip Kerja dan Reaksi Kimia Baterai


Baterai adalah salah satu komponen
penyimpan energi yang dapat mengubah
energi kimia menjadi energi listrik dan !ebaliknya. Sebuah baterai terdiri dari satu atau
lebih sel-sel elektrokimia yang tertutup oleh
tempat terisolasi. Setiap sel mengandung
elektroda positif dan elektroda negalif yang
masing

masing dipisahkan oleh elektrolii.

Salah satu jenis baterai sekunder

Gambar 1. Blok diagram sistem hibrid

Sistem kontrol dalam sistem hibrid


berfungsi untuk mengatur seluruh proses/ mekanisme subsistem-subsistern yang ada dalam pembangkit hibrid, yaitu :
1. Untuk mengatur kerja paralel antara Fotovoltaik - PLTMH jika dipertukan.
2. Mencegah pengisian lebih (ove-charying)

dan pelepasan lebih (overdischarying) baterai dan mengatur penggunaan fotovoltaik

kondisi yang paling efisien.


3. Memantau keseimbangan Pembangkit Hibrid dan beban setiap hari serta level pengisian baterai untuk memutuskan apakah
PLTMH harus kerja atau tidak.

Sedangkan PLTMH difungsikan jika


terjadidefisit energi antara fotovoltaik dan permintaan beban. Defisit initerjadi pada saat radiasi matahari kurang dari radiasi standard

dan berlangsung lebih dari dua hari berturut-

turut. PLTMH merupakan pembangkit listrik

konvensional yang membangkitkan energi listrik yang berasal dari aliran air melalui turbin
air dan mengubahnya menjadi energi listrik.
Besar kapasitas PLTMH pembangtit tistrif
Sistem Hibrid Desa Teratak Loteng ini adalah
6,3 kW, turbin yang digunakan adalah Tuftin
Fruncis dengan generator horizontalS kVA.
Pada Pembangkit Listrik Sistem Hibrid, banyak jenis baterai yang dapat digunakan, namun baterai yang digunakan pada
pembangkit ini adalah Tipe Sfafionary Lead
Acid dengan jumlah baterai 124 unit yang dihubungkan seri, dengan tegangan per baierai
2,3 Voh (tegangan total212,8 Volt) dan kapasitasnya sebesar 2000 Ah-i0 jam, Baterai

yang.sering digunakan, yaitu /ead acid battery.


Lead acid battery terdiri dari beberapa sel, dimana setiap sel disusun oleh dua keping

timbal (Pb) sebagai anodanya dan tifibt


oksida (PbO, sebagai katodanya. Keduanya

tercelup secara terpisah dalam larutan asam


sutfat (H2SOa). lon positif akan bergerak ke
elektroda negatif (anoda) dan sebalilinya, ion
negatif bergerak ke elektroda positif (kaioda).

Berikut merupakan reaksi sel pada

saat baterai dipakai

Anoda:Pb

+SO+2- * FbSO++2e
Katoda : PbO; + 4H++ Sga2- + 2S
pbsoo + HrO
pb + pbOz+4H*+2SOa2-_-2pbSOq +
2HzO

Jika potensialnya sudah nol, berarti


PbSp+ dan HzO sudah penuh dan H* dan
SOa'- sudah kosong. Reaksi ini dapat dibalik
dengan memberi arus searah (DC) yang
berlawanan dari luar, sehingga pbsb4'da;
H2O bereaksi membentuk pb,-pbo2, Hi, dan
S9o'- kembati, yang sering aise6ut mlncha.rqe aki. Tetapi sebagian pbSO4 itu

melekat pada kedua elektroda

atau
sehingga
menyebabkan akisulit untuk di - charge (ditsi).

mengendap

(+ 2 - 4

cm),

Hal ini dapat diatasi dengan menc[ci'elek_

troda dengan air panas dan mengganti larutan


HzSO+

nya. pada sebuafr Uaierai berlang_

9ung proses elektrokimia yang rcversibel

(bolak-balik). Proses elektrokimia reversibel


aki digunakan teriadi
pe.rubahan energi kimia menjadi energi listrik
(d isc h a rg i n g), sedan gka n saal pen gisia-n te ga_
di perubahan energi listrik menjadi eneigi
kimia (charyng).
Pada saat aki digunakan, tiap molekul
H2SO4 pecah menjadi dua ion hidrogen yang

adalah pada saat

15

AMul Natsir, dkk.

Air Hujan Sebagai Alternatif pengencer Elektrolit Baterai...

bermuatan positif (2H.) dan ion sulfat yang


bermuatan negatif (SO+"-). Tiap ion SOaz- yang
berada dekat lempeng Pb akan bersatu
dengan satu atom timbal mumi pb menjadi
timbal sulfat (PbSOr) sambit melepaskan dua
elektron. Sedang sepasang ion hidrogen tadi

kan oleh besar/banyak sedikitnya sel baterai


yang ada di dalamnya. Sekalipun demikian,
arus hanya akan mengalir bila eda konduktor
dan beban yang dihubungkan ke baterai. l(apasitas baterai juga menunjukan kemampuan

akan ditarik lempeng timbal dioksida (pbOz),


mengambil dua elektron dan bersatu dengan

selama waktu tertentu, dinyatakan dalam Ah

satu atom oksigen membentuk molekul air


(Hzo).

Dari proses ini terjadi pengambilan


elektron dari timbal dioksida (sehingga menjadi positif) dan memberikan elektron itu pada
timbal murni (sehingga menjadi negatif), yang
mengakibatkan adanya beda potensial listrik
di antara dua kutub tersebut.

Proses tersebut terjadi secara simultan,


reaksi secara kimia dinyatakan sebagai berikut:
PbO2 + Pb- + 2HzSOr2-

2pbSOa2' + ZHza
Di atas ditunjukkan terbentuknya timbal sulfat selama penggunaan (discharying).

Sementara proses kimia selama pengisian aki

(charging) terjadi setelah aki melemah. Kon-

disi aki dapat dikembalikan pada

keadaan
semula dengan memberikan arus listrik yang
arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi
saat dr.scha4grhg.
Pada proses ini, tiap molekul air terurai dan tiap pasang ion hidrogen yang dekat
le_nqan lempeng negatif bersatu dengan ion
SO+'- pada lempeng negatif membentuk
molekul asam sulfat. Sedangkan ion oksigen

yang bebas bersatu dengan tiap atom pb


gada lempeng positif membentuk pbO2.
Reaksi kimia yang terjadiadalah
2PbSO42-

+ 2Hza -*>pb6l2 + pb-

+2HzSO+2-

Kapasitas Baterai

lGpasitas baterai merupakan kemam-

puan baterai menyimpan daya listrik atau be-

sarnya energi yang dapat disimpan

(Ampere - houfl. Berarti sebuah baterai dapat


memberikan arus yang kecil untuk waktu yang
lama atau arus yang besar untuk waktu yang
pendek. Pada saat bateraidiisi (chargrng), 1spjadilah penimbunan muatan tistrik. Jtjmtah
maksimum muatan listrik yang dapat ditampung oleh baterai disebut kapasitas baterai

dan dinyatakan dalam ampere jam (Ampere


hour), muatan inilah yang akan dikeluarkan
untuk menyuplai beban ke pelanggan. Contohnya : Jika sebuah baterai diisidengan arus
konstan sebesar 1 ampere selama -24 jam,
maka jumlah maksimum muatan listrili itu
q9r$n 24 ampere jam (Ah), yang bisa juga
diartikan atau dituliskan dengan 24 x 3600-=
86.400 coulomb.

Kapasitas yang dimiliki baterai dapat


dituliskan dalam persamaan dibawah ini:
Q =ixi=;...r
...........(1)
^
keterangan
= kuat arus listrik (amperc)
Q = kapasitas /muatan listrik (Afr atau
Coulomb)
= waktu fiam atau sekon)

!s

rJr,

.a

SF.
:gtr
a

AT

Besarnya arus listrik yang dihasilkan


dari
.fotovoltark pada saat pengisian (charging) maupun arus listrik pada siat pengosongan (drscharying) dengan menghifung nilai
rata-ratanya. Perbandingan energi yangtapat

jar

ka1

leD.l

dq.

digunakan dengan energi total diiebut efisiensiakidan dirumuskan dalam persamaan :

snerstvlop:?iyyakan
Lnergtlota I

|.

xrxlc/o .........(2)

dan

dikeluarkan oleh baterai. Besarnya kapasitas,


tergantung dari banyaknya bahan aktif pada
plat positif maupun plat negatif yang bereaksi,
dipengaruhi oleh jumlah plat tiap-tiap sel, ukuran, dan tebal plat, kualitas elektrolit serta
umur baterai. Kapasitas energi suatu baterai
dinyatakan dalam ampere jam (Ah), misalkan
kapasitas baterai 100 Ah 12 volt artinya secara ideal arus yang dapat dikeluarkan sebesar
5 ampere selama 20 jam pemakaian.
Besar kecilnya tegangan baterai ditentu-

16

batera i u ntuk mengeluarka n arus (drscharg,ng)

Elektrolit Baterai
. Jenis,jenis etektrolit yang digunakan
pada bateraiadalah :
1. Accu zuur atau biasa disebut aki sir, me-

rupakan larutan asam sulfat

_
2. Atr deminealisasi

(H2SOa),

gifatnya sangat asam (asam kuat).

sebenamya air murni

dan tidak mengandung logam, bahan da-

sarnya bisa dariair pAM atau sumur, tetapi


telah melewati proses d em i ne ral isasi (s.rfatnya netral).

1a

Jurnal Teknik REKAyASA, Votume 10 No 1, Juni 2009

3. Aquadest merupakan air yang bahan da-

saja, sedangkan untuk arus, persentase Ah maupun

bagus (pH nya hampir mendekati nilai pH

Pengukuran Tegangan Baterai

netral).

4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

sarnya juga dari air PAM atau sumur, tetapi


telah melewati proses penyulingan. Dimana sistemnya adalah air diuapkan lalu uapnya ditampung. Aquadest harganya lebih
mahal dari air aki yang melewati proses
demineralisasi, tetapi kualitasnya jauh lebih

Air Hujan normal

memiliki kandungan
asam dengan pH sekitar 5,6. Hal ini disebabkan karena adanya reaksi dari karbon
dioksida (COe) dan air yang membentuk
carbonic acid (asam lemah). Jika air hujan
memiliki pH dibawah 5,6 maka dianggap
air hujan tersebut sudah tercemari oleh
gas-{as yang mengandung asam di atmosfer.

Dalam penelitian ini, dilakukan


.kuran terhadap
nilai tegangannya

pengu_

daya dan sebagainya dapat diamati langsung


daripanel kontrol.

Pengambilan data dilakukan selama


beberapa kali, baik saal charging (pengisian)
maupun discharging (pengosongan) hasilnya
dapat dilihat pada lampiran laporan penelitian,
karena keterbatasan space maka tidak dapat
ditampilkan dalam jurnal ini.
Untuk mempermudah dalam perhitungan, maka data dari lampiran dihitung nilai
rata-rata dari masing-masing variabeldan dari lampiran tersebut dapat digambakan karak-

METODO PENELITIAN

teristik serta dapat dilakukan perhitungan-

Penelitian ini melakukan pengr:jian


terhadap unjuk kerja baterai pada PSH di
Desa Teratak Loteng dengan cara pengu-

Pengujian Kandungan Elektrolit Baterai

kuran tegangan, pengukuran arus dan perhitungan besar kapasitas Ah, jika baterai menggunakan elektrolit aquadest maupun air hujan
sebagai pengencer elektrolitnya.

Alat yang digunakan adalah Muftirnefer dan seperangkat komputer untuk pengolahan data serta dengan bantuan Laboratorium
Analitik Universitas Mataram untuk menguji
kandungan dari elektrolit aquadest dan air irujan yang telah ditampung dan diendapkan ter-

perhitungan lebih lanjut.

Pengujian kandungan elektrolit baterai

dilakukan di Lab. Analitik Unram. Terdapat S


(lima) sampel elektrolit yang diuji, yaitu air aki

sebelum ditambahkan elektrolit aquadest


maupun air hujan, aquadest, air hujan,
aquadest + HzSO+, air hujan + HzSOq.
Pengujian kandungan elektrolit, umumnya
berkisar pada

sebagaiberikut

a.
b.
c.
d.
e.

lebih dahulu.

Pengujian kandungan elektrolit yang


digunakan untuk pengenceran air aki, pada

kandungan elektrolit terlalu asam, jika terus

dibiarkan akan mengakibatkan korosi

berikut:

2.

Gambar 2. Tingkatan pH elektrolit


Keterangan :

pH 1-6=bersifatasam

pHZ

menggu nak an Con ductivity mete r.

nakan Spectrcfoto meter.

menggu-

(kerusakan) pada elektrodanya, juga dapat


mempengaruhi unjuk kerja dari baterai.

Pengujian Salinitas (kadar garam) dari S


(lima) sampet elektrolit, didapatkan hasil
sebagaiberikut :
a. Air aki sebelum ditambahkan elektrolit =
38.300 pS / cm

b. Aquadest = 0,02 pS i cm
c. Air hujan = 120 pS I cm

=bersifatnetral

pH8-14=bersifatbasa
2. Salinitas (kadar garam) elektrotit, yaitu

3. Kadar belerang elektrolit, yaitu

Air aki sebelum diencerkan =<1= - 0,g


pH Aquadest = 6,7.
pH Air hujan = 5,7

pHAquadest+HzSO+= < 1 = -0,48


pHAirhujan+HzSOr =<1= -0,82
Nilai pH elektrotit minus (-) menunjukkan

umumnya berkisar pada :


1. pH elektrolit, yaitu menggunakan pH meter
(peasfrk). Adapun standar warna untuk
pengujian pH elektrotit adalah sebagai

1714

1. Pengujian pH elektrolit, didapatkan hasil

3.

d. Aquadest + HzSOr = 34.400 pS/cm


e. Air hujan + HzSOr = 37.200 pS / cm
Pengujian Kadar Belerang (S) dari S (lima)

sampel elektrolit, kadar belerang dai.i ma_

17

Abdul Natsir, dkk.

Air Hujan Sebagai Alternatif Pengencer Elektrolit Baterai...

sing-masing sampel elektrolit yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Aquadest

o/o.

Tabel 1. Hasil pengukuran pH, salinitas dan

I thd I
to

Pt

Aquadest

0,02

6,6

0,00001096

Air Hujan

120

5,7

0,00013779

34.400

<1

0,8611691

37.200

<1

1,16649269

38.300

<1

Aquadest +
H2504

Air Hujan +
HzS04

Air aki
sebelum +
elektrolit

tselerang
(o/o\

"*'--.^.j

^s
:!6

E{
<$
6
lo

0#

rfo$frfefotf^"trdP+f*t*Psr*f^,{,t"f^of..f.
ffitu{r)

Gambar 3. Karakteristik arus vs waktu saat


pengisian (charging)

! l:ll
t ll:

i:ii

2,4269

Analisis Unjuk Kerja Baterai


Dari data hasil penelitian yang diperoleh, dapat dianalisa dan dicari karakteristik
atau hubungan dari masing+masing variabelnya, seperti arus terhadap waktu, tegangan

terhadap waktu, maupun kapasitas persentase Ah terhadap waktu, untuk mengetahui


unjuk kerja masing- masing baterai, baik pada
saat charging dan discharging.
Karakteristik arus terhadap waktu saat
pengisian (charging), menggambarkan besarnya kenaikan arus baterai selama waktu
tertentu. Semakin lama waktu yang diperlukan

maka arus baterai akan meningkat pula.


Peningkatan arus baterai juga dipengaruhi
oleh intensitas cahaya matahari. Hasilnya

dapat dilihat pada Gambar 3.


Karakteristik tegangan terhadap waktu
pada saat pengisian (charging), menggambarkan besar kenaikan tegangan baterai selama selang waktu tertentu. Semakin lama
waktu yang diperlukan, maka tegangan baterai akan semakin meningkat. Hubungan
tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.
Dari Gambar 4 dapat dilihat bahwa
besar tegangan baterai yang pengenceran
elektrolitnya dengan menggunakan aquadest
hasilnya lebih besar dibandingkan dengan

't8

ClEElrlg

,o

Kadar

Salinitas
pS /cm )

?.t

".^,

kadar beleranq elektrolit.


Elektrolit

pengencerannya

menggunakan air hujan.

= 0, 00001096 %

b. Air hujan
= 0,00013779 %
c. Aquadesl+HzSOn = 0,861169 %
d. Air hujan+HzSO+ = 1,166493 o/o
e. Air aki sebelum ditambahkan elektrolit =
2,4269

tegangan baterai yang

l{a'Sfil$f^tldotiot"f.tililaedt,t
Gambar 4. Karakteristik tegangan vs waktu
saat pengisian (charging)

Di bawah ini adalah karakteristik kapasitas baterai terhadap waktu yang menggambarkan besar kenaikan persentase Ah
baterai pada saat charying (pengisian) selama
selang waktu tertentu. Semakin lama proses
charging berlangsung, maka kapasitas baterai
dapat
dilihat pada Gambar 5.

akan semakin meningkat. Hasilnya

Els
IiJ

B
a
F
6
e
d

llqm

/ofo'df ac/dd"f ^rddd.f,^f"P.dd**/*rorJ


Gambar

5.

Karakteristik kapasitas

vs waktu

saat pengisi an (chargi ng)

Pada saat proses discharging, baterai


menyuplai arus ke pelanggan (beban), sehingga semakin lama waktu penyuplaian

il
rflIiltr]

1t

'flm

&

rI

im

Jurnal Teknik REI(AyASA, Volume 10 No 1, Juni 2009

maka semakin menurun pula besar arus baterai, Di bawah ini dapat dilihat hubungan arus
terhadap waktu pada saal discharging (Gambar 6).

Ah baterai pada saat discharging (pengosongan) selama selang waktu tertentu. Semafin
fama proses discharying berlangsung, maka
kapasitas baterai akan semakin menurun.

I 7M

dobqh.rgtne

I
iI

I
!

.' l-P+

^r."f -.f ..!C..%f

Gambar

ff dtf f f{+rr*${fffif
f{f i
w.hu(i)

crifrf +fir5,ird.f ,rrtl4Prf ,.


w.letI

6. Karakteristik arus vs waktu

saat

pengosongan (disch arg ing)

Sama hal nya dengan besar arus baterai pada saat drscharging, tegangan baterai
juga mengalami penurunan pada proses pengosongan. Karakteristik tegangan terhadap
waktu pada saat drbcharging (pengosongan)
dr bawah ini, menggambarkan besar penurunan tegangan baterai selama waktu tertentu.
Semakin lama waktu yang diperlukan,
maka tegangan baterai akan semakin menu-

run. Hubungan tersebut dapat dilihat

Gambar 8. Karakteristik kapasitas vs waktu


saat pengosongan (discharging)

Dari Gambar

1 dan Gambar 5,

arus

maupun besar
baterai (saat
pengosongan), sehingga dapat dihitung besar
arus rata-rata fotovoltaik dan arus rata-rata
bateraiadalah

_
i'r;:-';::;'-:

r,;::-

pada

Gambar 7.

L76. A:.

--?E_-

'<= l==s,1.

: :i+

= i7,lEi

= br.1;3 ,l

dan efisiensi baterai saat

Kapasitas

pengisian dan pengosongan adalah

li,,.

1vty,:ir,-,

Qi':itrry'

Sehingga

ofc.daf

.sP

"p

saat pengosongan (discharging)

Dari gambar terlihat bahwa tegangan


baterai yang dihasilkan dari pengenceran dengan menggunakan aquadest hasilnya lebih
besar dibandingkan dengan menggunakan air

9,35

te,$i[{ = 61.1]E

= i39,B6iS Jl:
-r

'7

i!

51 ,46 87 5

.4 h

Hasil perhitungan menunjukkan

waktu saat pengosongan. Efisiensi dari baterai


adalah:
351.46875

4==_*x100%o=66,330/o
' s29,88625

Pada saat discharging, kapasitas baterai juga akan mengalami penurunan sama

halnya seperti arus dan tegangan baterai.


8 di bawah ini adalah karakteristikkapasitas baterai terhadap waktu yang menggambarkan besamya penurunan persentase

51.:ES

kapasitas fotovottaik (saat pengisian)


P{l"q
lebih besar dibandingkan dengan kap=asitas
baterai (saat pengosongan), hal ini disebabkan karena waktu untuk mencapai persentase
Ah (84olo-100%) dan sebaliknya, pada saat
pengisian lebih lama dibandingkan dengan

hujan.

Gambar

;'Er

qrG trFtac
n='- -,.-..-.--{e:.rs-.' ia.r-ivj:ir;: - ES r.'rgs;S - r';Lra

.f ,f ,f d./*o

Gambar 7.'Karakteristik tegangan vs waktu

dapat

dilihat besar arus fotovoltaik (saat pengisian)

ini

Efisiensi kapasitas baterai 66,33 o/o,


membuktikan bahwa baterai telah

mengalami penurunan unjuk kerja, salah satu


penyebabnya adalah karena kandungan

19

Abdul Natsir, dkk.

Air Hujan Sebagai Alternatif Pengencer Elektrolit Baterai...

elektrolit baterai yang telah banyak terkontaminasi dengan kandungan air hujan, dimana
sifat asam larutannya lebih tinggi dari pada

dengan kandu-ngan elektrolit sebelumnya.


Banyaknya endapan PbSO4 yang mencapai + 2 - 4 cm pada dinding dalam baterai
juga mempengaruhi karena akan menyebabkan baterai sulit untuk dicharge (diisi).
4. Dari hasil pengujian kandungan elektrolit,
dapat dilihat kadar keasaman, garam dan

aquadest, sehingga semakin lama dapat

menyebabkan kerusakan pada sel'sel baterai.


Namun penurunan kapasitas baterai bukan

hanya disebabkan karena elektrolit baterai,


melainkan juga disebabkan oleh umur baterai,
elektroda ba-terai, dan sebagainya. Hal lain
yang juga dapat mempengaruhinya yaitu telah
banyaknya endapan-+ndapan PbSO4 yang
mencapai + 2 - 4 cm pada dinding dalam
baterai yang menyebabkan baterai akan sulit
untuk di-charc/e (diisi). Oleh karena itu diperlukan untuk melakukan pengurasan atau
pembersihan terhadap baterai tersebut, serta
mencuci elektroda-elektrodanya dengan
menggunakan air panas dan dengan
mengganti larutan H2SOa, agar hasil yang
diperoleh akan lebih baik, sehingga suplai energijuga akan lebih maksimal,

Tabel2. Arus pengisian PV, arus pengosongan battery, kapasitas dan efisiensi

baterai

l(A)
Pengis.ian
\cnarytng)

57.2g

Pengosongal Ot.tS
lorscnamtnq)

(KaP.) 1Vo)

529,89
66,33
351,47

KESIMPULAN DAN SARAN

belerang pada pengenceran menggunakan air hujan jauh lebih besar dari pada
menggunakan aquadest. Jika kandungan
elektrolit baterai terlalu asam dapat mengakibatkan korosi dan kerusakan pada sel sel baterai (separator aki).

Saran
1.

Untuk memperpanjang umur baterai dan


mendapatkan nilai kapasitas baterai yang
lebih tinggi, sebaiknya dilakukan penamba-

han elektrolit baterai dengan

meng-

gunakan aquadest.

air aki,
sebaiknya dilakukan pengurasan atau
pembersihan terlebih dahulu dan mencuci

2. Sebelum melakukan penggantian

- elektrodanya dengan menggunakan air panas serta mengganti larutan


HzSOa - nya agar hasil yang diperoleh
akan lebih baik dan suplai en-ergi ke

elektroda

pelanggan akan lebih maksimal.

3. Untuk memudahkan operator dalam melekukan proses pengurasan dan pengisian

elektrolit baterai, diperlukan alat seperti


katrol yang dapat digunakan untuk mengangkat baterai.

Kesimpulan

1. Unjuk kerja baterai mengalami penurunan


yang ditunjukkan dengan menurunnya kappasitas, efisiensi dan besar tegangan dari
beberapa unit baterai, namun penurunan
ini bukan hanya disebakan karena pengenceran elektrolit dengan menggunakan air
hujan tetapi didukung juga dari umur baterai yang sudah 15 tahun.
Tegangan baterai yang pengenceran
dengan menggunakan aquadest hasilnya
lebih besar dibandingkan dengan pengenceran menggunakan air hujan.
Hal- hal yang menyebabkan perbandingan
tegangan baterai yang pengencerannya
dengan menggunakan aquadest maupun
air hujan tidak jauh berbeda adalah karena
telah seringnya di-gunakan air hujan untuk
pengenceran elektrolit baterai, sehingga
elektrolit baterai telah banyak terakumulasi

2.

3.

20

DAFTAR PUSTAK.A

Amiral Aziz, Didik Rosyono, 2004. Pengujian

Sistem Hibrida Diesel-AnginFotovoltaik Unit B Tanglad Nusa


Penida Bali. Presentase llmiah BPP

Teknologi, Bali.
Surahman Fakhri, 2007. Evaluasi Unjuk Kerja

Pembangkit Hibrid " Fotovoltaik Mikrohidro " Untuk Kelistrikan Desa

Terpencil, Mataram

Hajarunnisa

Siti, 2006. Studi

Tentang

Elektroda Zn-C dan Pb-PbO2 Pada

Baterai Air Laut Sebagai Sumber


Energi Alternatif, Mataram.
Lubis Abubakar & Sudrajat Adjat, 2006. Listrik
Tenaga Surya "FOTOVOLTAIK',
BPPT Press, Jakarta.
Musfir
Jauhari, ldham, 1995. Analisis

&

Perbandingan

Sistem

Hibrid

Jumal Teknik REKAYISA, Volume

'10

No 1, Juni 2009

Fotovoltak-Diesel Dengan Sistem


Fotovoltaik Berdiri Sendiri Untuk
Kelistrikan Desa Terpencil, Ujung
Pandang.

ONLine, siswa, 2003. Memeriksa Baterai (Air


Accu), lhttp://www. geocities.com.
Saharudin, 2001. Beda Accu Zuur dan Air Aki,
http//www. gramedia-majalah. com.
Soekarjo Bangil, 1997. Prinsip Kerja Aki,
Surabaya Based Virtual LifeJong
Leaming Envlronment (KLlNlK).

Suryaningrat Widodo, 2004. Reaksi Kimia

Dibalik Kotak Aki, pikiran Rakyat

Cyber Media.

T. M. Soelaiman, 1986. pengembangan


Sumber Daya Energi: volume I dan ll,
Bandung.
Yongki, 2001. Tips perawatan Accu,
http:/Arww. g ramedia-majalah. com.

S. Syukri, 1999. Kimia Dasar Jilid 3,

tTB

Bandung.

21